Na Saranghaeyo

Na Saharang hae yo (나 사랑해 요)

Title                       : Na Saharang hae yo

Author                  : Kim Arra

Main Casts          : Choi Minho, Shin Yeu ra

Minor Casts        : Yoona SNSD, Yuri SNSD, Onew, Sungmin SUJU and other casts (still hidden)

Genre                   : Friendship, Romance

Length                  : Oneshoot

Annyeonghaseo. Ini ff punya eonni ku. Sengaja aku publish di WP ini hehehe. Semoga reders suka ya sama ceritanya. Jangan ada silent readers, pokoknya yang udah baca jangan lupa comment^^annyeong!!!

++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Pagi yang cerah, secerah mentari pagi yang bersinar disela-sela pertengahan musim gugur.

“Onew hyung. Aku pergi kuliah dulu. Annyeong,”ujar minho sembari menuju pintu.

“Ne. Jangan lupa sepulang dari kuliah,kita ada latihan dance untuk persiapan mini album kita,”teriak onew dari dalam rumah.

Minho yang mendengar perkataan hyungnya itu, hanya tersenyum sendiri sambil memainkan kunci mobil yang ada ditangannya. Ia pun berjalan menuju Ford hitamnya. Minho melaju menelusuri jalan raya kota seoul yang tampak mulai dipadati pengemudi lainnya. Terlihat kemacetan dimana-mana. Minho pun berdecak kesal. ‘Aissss.. mengapa di saat seperti ini harus terjadi kemacetan. ‘Bisa-bisa aku terlambat kuliah hari ini’batinnya. Sekitar 20 menit, akhirnya minho pun keluar dari kemacetan, dan kini ia mulai memasuki kawasan salah satu universitas terkenal di Korea, Konkuk University. Tampak lalu lalang mahasiswa dan mahasiswi yang berjalan kaki memasuki kampus elit tersebut. Minho pun melesat dengan Ford hitamnya menuju parkiran. Ia yang datang terlambat pun segera bergegas lari menuju kelasnya dan tanpa sengaja ia menabrak seorang yeoja.

“Bruuuk ..

Buku-buku yeoja itu seketika terjatuh kelantai dan berhamburan. Dengan sigap yeoja tersebut membereskan buku-bukunya dan langsung pergi meninggalkan minho tanpa berkata apapun. Dan tanpa sengaja yeoja tadi menjatuhkan kalungnya. Minho hanya kaget dan terdiam sejenak menatapi yeoja yang baru saja ditabraknya tadi, dan segera memungut kalung yeoja tersebut. Minho pun segera bergegas menuju kelasnya.

Dengan perlahan minho memasuki ruang kelasnya yang telah dimulai sekitar 15 menit yang lalu.

“Chusuamida Sungmin seongsaenim”ujar minho sambil membungkuk 45 derajat kepada seongsaenim-nya itu.

“Mm.. silahkan masuk”jawab Sungmin seongsaenim  singkat.

Syukurlah kali ini minho tidak di keluarkan dari kelasnya karena terlambat, biasanya dia langsung diusir  oleh seongsaenim-nya.

Kelas pun berlalu selama 2 setangah jam. . .

Di tempat latihan ..

Terdengar lantunan lagu LUCIFER bergema di dalam ruang latihan itu. Dan para member SHINee pun tengah menari sesuai irama lagu LUCIFER tersebut. Dengan penuh semangat Jong hyun menyanyikan bagian lirik lagunya.

Seusai latihan para member SHINee tersebut beristirahat sejenak sambil tertawa dan bercanda. Key mulai menjahili taemin dengan tampang inouncent-nya yang membuat member SHINee lainnya tertawa dengan lepas sore itu.

Tapi tidak dengan minho. Dia masih saja memikirkan kejadian tadi pagi sambil memandangi sebuah kalung yang berinisialkan M. Yang membuatnya heran adalah yeoja itu tidak berkata apapun kepadanya atau sekedar mengomel kecil, dan malah pergi meninggalkannya begitu saja.(*secara minho itukan salah satu mamber SHINee, cewek mana sih yang gak histeris kalo udah berhadapan dengan minho yang karismatik banget..)setuju gak readers??? #plaaaak ..

Taemin yang menyadari hyung-nya tengah berdiam diri, langsung datang mendekati minho dan bertanya “minho hyung, gwenchanayo??tanya taemin khawatir. Taemin memang magne di SHINee, tapi dia memiliki sifat yang paling dewasa di antara mamber-mamber yang lainya.

“Ne. Na gwenchana”ucap minho singkat.

“Jeongmal?”tanya taemin lagi.

“Ne .. “balas minho datar.

“Syukurlah kalau hyung tidak kenapa-kenapa, soalnya aku heran memperhatikan minho hyung berdiam diri saja sambil menatap kalung itu. Itu kalung siapa hyung??Inisialnya M , apakah maksudnya adalah Minho?

“Anniyo. Aku tidak sedang memikirkan apa-apa. Kau jangan khawatir, kalung ini tidak sengaja ku temukan di dekat taman kampus ku”.

“Mm.. baiklah hyung, aku pergi mengambil air minum dulu ya”,ucap taemin.

“Ne ..”jawab minho datar.

Konkuk University ..

Author pov ..

Terlihat seorang namja sedang duduk-duduk di taman sambil memetik gitarnya dengan lembut. Terdengar namja itu sedang melantunkan lirik lagu SHINee yang berjudul ROMANTIC.

“nae maeumi ganeundaero nan amusaenggak obsi gotgo iji .. ni moseubeul dalmeun

                       nugungareul chaneun gonji nan .. geunyang geu jarie su iso ..

Terdengar merdu sekali. Akan tetapi tiba-tiba namja itu menghentikan nyanyiannya. Dia memandang jauh kedepan. Dilihatnya ada seorang yeoja berambut panjang sedang duduk di taman yang sama, sambil membaca sebuah buku. Namja itu memberanikan diri, dan mendekati yeoja itu.

“Mianheyo, apakah aku mengganggu mu?ujar namja itu.

Akan tetapi yeoja itu tidak berkata apa-apa dan hanya memandangi namja itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Anyyeonghaseo naneun Choi minho imnida”ucap minho memperkenalkan diri.

Tapi tetap saja yeoja itu tidak merespon perkataan minho tadi dan tetap membaca buku yang ada ditangannya. Minho yang merasa tidak di respon mulai kehabisan akal. Lalu ia teringat dengan sebuah kalung yang di jatuh kan oleh yeoja itu kemarin. Kemudian minho menyodorkan kalung itu sambil berkata ”Apakah ini milik mu?”tanya minho.

Yeoja itu pun menatap minho dan dilihatnya sebuah kalung yang berinisialkan M berada ditangan minho. Dengan cepat yeoja itu merampas kalung itu dari tangan minho dan langsung pergi meninggalkan minho. Terlihat raut wajah kesal pada yeoja itu. Minho semakin bingung dengan kelakuan yeoja tadi.

Shin Yeu ra’s POV

Haah .. Kenapa aku harus bertemu namja itu ..

Tidak sudi rasanya melihat tampang inouncent-nya itu. Kau tau Choi Minho, gara-gara diri mu aku harus kehilangan Yuri, sahabat terbaikku. Kalau saja waktu itu kau tidak menariknya kepanggung untuk bernyanyi bersama mu, mungkin Yuri tidak akan mati dengan tragis karna dianiyaya oleh fans-fans mu itu. Semua ini karna mu Choi Minho…

Shin Yeu ra’s POV end

***********************

Author POV

In Sang-Huh Memorial Library

Sudah menjelang ujian akhir, Minho pun di sibukkan dengan segudang tugas dan deadline. Minho sedang mencari beberapa buku yang diperlukannya sebagai bahan referensi tugasnya itu.

“Ini adalah saat-saat yang aku benci. Tugas menumpuk dan harus dikejar deadline”gerutunya.

Dia pun berjalan sambil memeriksa apakah ada buku yang dibutuhkannya sudah lengkap, dan tanpa sengaja ia menabrak seseorang yeoja.

“Bruuuuk…….

Buku-buku minho dan yeoja itu pun jatuh berhamburan di lantai.

“Tampaknya kau memang hobi menabrak orang lain ya”ujar yeoja itu setengah marah.

Minho terkejut melihat yeoja yang ditabraknya itu adalah yeoja yang kemarin di temuinya di taman. Yeoja itu segera memungut buku-bukunya dan langsung meninggalkan minho. Sama seperti awal mereka bertemu, minho cuma bisa terkaget-kaget dengan kelakuan yeoja itu.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa yeoja itu terlihat begitu membenci ku?”gerutu Minho sambil membereskan buku-bukunya yang berhamburan tadi.

“Haah .. Sungguh hari yang melelahkan” ..

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Ya .. Shin yeu ra, ku mohon datanglah ke pesta ulang tahunku”bujuk seorang yeoja bernama Yoona kepada Yeu ra.

Yoona itu adalah sahabat Yeu ra semasa SMA. Dan sekarang mereka sama-sama berkuliah di Konkuk University, hanya saja Yeu ra mengambil jurusan yang berbeda dengan Yoona. Semenjak kematian Yuri, Yeu ra kurang ingin bergaul dengan dunia luar dan lebih menutup diri. Untuk sekedar mampir dan main kerumah Yoona pun ia enggan. Dia lebih banyak menghabiskan waktu menyendiri. Yoona sendiri pun tidak tau mengapa sahabatnya itu berubah menjadi murung setelah kepergian Yuri.

“Andwe, aku malas melihat keramaian dan segerombolan orang-orang yang tidak jelas. Lebih baik aku di rumah saja. Mianhe Yoona”ucap Yeu ra sambil berjalan meninggalkan Yoona.

Bukan Yoona namanya kalau langsung menyerah begitu saja. Yoona  tetap tidak patah semangat dan tetap membujuk Yeu ra. Dan al hasil, Yeu ra pun mau pergi kepesta ulang tahunnya Yoona.

Pukul 20.00 ..

In Hotel ..

Saengil chukkae hamnida, begitulah kiranya tulisan yang tertera di depan gerbang sebuah aula yang cukup besar yang berada di dalam hotel itu. Yeu ra hanya berdiri kaku di depan gerbang aula itu. Hatinya ragu untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya itu. Yoona yang melihat sahabatnya mematung di depan gerbang, langsung menghampirinya.

“Akhirnya kau datang juga Yeu ra-ah”ucap Yoona senang.

“Ne..”ucap Yeu ra dengan senyum terpaksa.

“Kau terlihat cantik hari ini Yeu ra, aku berharap kau bisa bersenang-senang malam ini. Aku tidak ingin melihat mu murung terus”ucap Yoona bersemangat.

“Ne.. Saengil chukkae hamnida Yoona-ah”ucap Yeu ra sambil memeluk Yoona.

“Ne.. Gomawo Yeu ra-ah”ucap Yoona sambil membalas pelukan Yeu ra.

Suasana riuh sekali di aula itu, terdengar musik pengiring pesta yang bergema seantero aula tersebut serta tawa dari beberapa namja-namja dan yeoja-yeoja yang sedang asik berbincang-bincang. Sesekali ada yang bertingkah aneh-aneh untuk sekedar menghibur para tamu-tamu yang hadir di pesta ulang tahunnya yoona. Dari tadi Yeu ra hanya duduk sendiri saja sambil memakan kue yang di hidangkan, tidak satu pun ada yang di kenalinya di ruangan itu. Karna sebagian besar tamu yang diundang Yoona adalah teman-teman sekelasnya di Konkuk University. Yoona pun tidak bisa berlama-lama menemani Yeu ra, karna ia harus menyapa tamu-tamunya yang lain.

“Haah.. andai saja ada Yuri di sini, mungkin aku tidak kesepian seperti ini”keluh Yeu ra dalam hati. Tak terasa air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya malam ini. Dan tiba-tiba seorang namja menyodorkan sapu tangan kepadanya.

“Tidak sepantasnya yeoja cantik seperti mu menangis di tengah pesta yang meriah ini”ucap namja itu.

Suara itu tidak terasa asing bagi Yeu ra, suara yang sama saat ia bertemu namja itu di taman beberapa hari yang lalu. Dan pemilik suara itu adalah Minho, pria yang sangat di bencinya.

“Aku tidak butuh sapu tangan mu”ucap yeu ra sambil menghela air matanya dan beranjak meninggalkan minho. Tapi kali ini minho segera menahan tangan Yeu ra.

“Sebenarnya apa salah ku hingga kau begitu membenci ku.”ucap minho setengah kesal kepada Yeu ra.

“Cepat lepaskan tangan mu, aku mulai muak melihat tampang inouncent-mu itu”ucap Yeu ra yang semakin membingungkan Minho. Minho yang masih saja terbingung-bingung pun segera melepaskan tangan Yeu ra. Yeu ra pun berlari meninggalkan minho dengan air mata yang berhamburan di wajahnya.

Yoona yang melihat kejadian itu langsung menghampiri minho dan meminta maaf atas perlakuan sahabatnya tadi.

“Mianheo Minho-shi, Yeu ra itu memang agak sensitif dengan orang asing jadi mohon maafkan dia”Ucap Yoona memohon maaf kepada Minho yang merupakan teman sekelas yoona di konkuk university.

“Gwencana”ucap Minho singkat sambil terus memikirkan yoeja yang bernama Yeu ra itu.

“Selamat menikmati pestanya”ucap Yoona lagi.

“Ne..”ucap minho datar.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Shin Yeu Ra’s POV

Aku terus menangis tanpa hentinya ketika ku ingat saat itu kau meninggal di hadapan ku. Dan kau titipkan kalung ini kepada ku. Kalung yang sangat berharga untuk mu ini Kim Yuri. Kalung yang berarti nama Minh , namja yang sangat kau idola kan itu. Sampai-sampai sehari pun kau tidak bisa berhenti untuk memikirkannya.

Ingin sekali rasanya aku tertawa melihat tingkah mu itu Yuri-ah. Apa lagi ketika kau ceritakan bahwa kau diajak bernyanyi bersama namja itu di atas panggung. Kamu bercerita dengan penuh semangat tanpa sehela nafas pun tak kau biarkan menggangu bicara mu. Tapi gara-gara namja itu pula, kau harus pergi meninggalkan ku dengan tragisnya.

Aku terus menangis Yuri. Tau kah kau saat ini hati ku terluka, terluka karna aku harus bertemu dengan namja yang membuat mu pergi dari ku untuk selamanya, membuat tali persahabatan kita putus.

Shin Yeu Ra POV’s end

Malam itu Minho tidak dapat tidur dengan nyenyak. Dia masih memikirkan kejadian tadi. Sebenarnya apa salah ku hingga yeoja yang bernama Yeu ra itu begitu benci dan kesal melihat ku. Apa aku pernah membuat kesalahan yang besar kepadanya? Gerutu minho dalam hati.

****************

In Konkuk University

Minho menghampiri Yoona yang sedang asik ngobrol dengan teman sekelasnya. Lalu ia menarik tangan yoona. Belum sempat Yoona bertanya, minho berkata”Jangan tanya dulu aku mau membawa mu kemana”ucap minho tegas.

Yoona yang mengerti maksud minho langsung mengikuti minho dari belakang. Dan akhirnya minho membuka suara.

“Yoona-shi, aku ingin bertanya sebenarnya apa yang terjadi dengan temanmu yang bernama Yeu ra itu? Mengapa dia terlihat begitu membenci ku? Sebenarnya apa salah ku ke padanya?”tanya Minho kepada Yoona.

“Entahlah minho-shi, aku pun tidak tahu kenapa Yeu ra-ah terlihat begitu membenci mu. Tapi semenjak kepergian sahabat kami, dia mulai murung. Dia pun mulai menjauhi diri dari siapa pun termasuk aku”ucap yoona menjelaskan ke pada minho. Minho hanya terdiam tanpa berkata apa-apa. Dia masih memikirkan apa penyebab yeoja itu sangat membencinya.

“Gomawo yoona-shi, kamu telah menceritakan masalah ini kepada ku, ku mohon jangan baritahu siapa-siapa tentang masalah ini”ucap minho.

“Ne. Arraseo”ucap yoona singkat.

Shin Yeu ra’s POV

Aku tengah duduk santai di taman kampus sambil membaca sebuah buku kesukaan Yuri, tempat ini adalah tempat favorit ku. Andwe, tepatnya tempat favorit kami sekitar 3 bulan yang lalu sebelum kepergian Yuri. Biasanya aku, yuri dan yoona senang menghabiskan waktu sambil membaca buku di taman ini. Tapi sekarang hanya aku saja yang sering kesini, karna yoona sudah mulai sibuk dengan teman-teman sekelasnya. Aku mulai menjauhi diri dari lingkungan luar, termasuk yoona. Mungkin itu penyebabnya dia lebih sering bersama teman-teman sekelasnya.

“Annyeong.”ucap seorang namja.

Aku sudah sangat mengenali suara namja itu, karna belakangan ini suara itulah yang selalu menghantui hari-hariku. Siapa lagi kalau bukan Choi Minho. Entah apa maksud dia menyapa ku di sini. Rasanya tak henti-hentinya dia menggangu hidupku minggu-minggu ini.

Shin Yeu ra’s POV end

“Weayo, kau selalu saja menggangu ku. Sebenarnya apa mau mu?”tanya yeu ra sinis.

“Annyi. Aku hanya ingin sekedar menyapa mu. Dan buka maksud ku untuk mengganggu mu.”jelas minho.

“Untuk apa kau menyapa orang yang tidak kau kenal? Kalau para fans mu tau, saat ini seorang Choi Minho sedang bersama seorang yeoja di sebuah taman, mungkin mereka akan membuat hidup ku menderita”ucap yeu ra sambil menahan air mata. Minho mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti apa maksud perkataan yeoja yang tengah duduk di sebelahnya itu.

“Mwo? Apa maksud perkataan mu itu?”tanya minho dengan penuh kebingungan.

“Tidakkah kau tau, semua yeoja menggilaimu. Hingga sahabat ku pun harus meninggal karna kegilaan yeoja-yeoja itu kepadamu”ucap Yeu ra, tapi kali ini ia tidak dapat lagi menahan air matanya lagi. Minho yang mendengar perkataan Yeu ra tadi seperti tersambar petir. Rasanya sekujur tubuhnya dipenuhi aliran listrik yang membuatnya terdiam sejenak.

“Apa maksud perkataan mu itu yeu ra-shi. Meninggal? Siapa yang meninggal?”tanya minho sambil mengguncang tubuh Yeu ra yang sedang tertunduk. Dengan penuh air mata yang membasahi wajahnya Yeu ra pun menceritakan semua kejadian yang dialami sahabat karibnya itu. Minho yang mendengar semua cerita Yeu ra, hanya tertunduk lemas tak berdaya. Ia tak menyangka kalau para fansnya begitu menggilainya hingga sanggup bertindak diluar akal sehat.

“Mianheo Yeu ra-shi. Jeongmal mianheo. Semua ini adalah salah ku, akulah orang yang sepatutnya disalahkan dalam masalah ini”ucap minho sambil berdiri meninggalkan Yeu ra. Tanpa sengaja minho menitikkan air mata dan jatuh di telapak tangan Yeu ra. Yeu ra hanya menatap kepergian minho dan berlalu begitu saja.

Shin Yeu ra’s POV

“Hah, apa ini. Mengapa tangan ku basah?”tanya ku dalam hati.

“Apa ini air mata minho? Mengapa namja itu menangis? Apa ia menyesali perbuatannya?”begitu banyak pertanyaan dibenak ku.

Lalu ku usap tangan ku dengan sebuah sapu tangan yang ku ambil dari dalam tas ku. Tiba-tiba pikiranku melayang mengingat-ingat kejadian di pesta ulang tahun Yoona. Minho menawarkan sapu tangannya kepada ku. Apa aku begitu keterlaluan kepadanya? Tanya ku dalam hati.

“Yuri-shi, mianhe. Aku telah membuat namja yang kau idolakan itu menangis. Tapi ini tidak sebanding dengan tangisan ku setiap kali aku mengingat kenangan kita”ucap ku lirih.

“Tapi entah mengapa aku merasa kasihan melihatnya tadi. Mungkin ia belum bisa percaya bahwa yeoja-yeoja yang mengidolakannya itu pada gila semua. Termasuk kamu kan Yuri-ah”ucap ku sedikit bercanda, sekedar untuk menghibur diri.(*termasuk author juga .. hehehehe ..)#plakkk

Shin Yeu ra’s POV end

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Choi Minho’s POV

“Mengapa semua ini bisa terjadi? Mengapa mereka tega sekali melakukan hal seperti itu?tanya ku

Mereka yang telah membesarkan nama ku. Tapi mengapa mereka pula yang kini membuat ku jatuh? Mengapa semua kegilaan ini menimpa ku? Apa aku harus mundur dari SHINee? Rasanya sulit untuk dipercaya.

“Mianhe Yuri-shi. Sungguh aku tidak bermaksud membuat nasibmu seburuk ini, aku hanya sekedar menghibur dan tidak bermaksud untuk melukaimu. Jeongmal minahe yuri-shi”ucap ku sambil menangis.

“Tuhan, ku mohon sadarkan mereka dari kegilaan ini. Mereka tidak bisa terus menerus berbuat hal yang diluar akal sehat seperti ini”ucap ku lagi.

Choi Minho’ POV end

@@@@@@@@@@@@@@@@

Pagi itu didepan rumah Yeu ra.

Kini genap 4 bulan sudah kepergian Yuri. Hari ini yeu ra bermaksud pergi kebusan. Ia ingin berdoa untuk Yuri, agar ia selalu merasa tenang disana.

“Omma, Na khanta”ucap Yeu ra.

“Ne. Chuksime”balas omma Yeu ra.

Wajah Yeu ra terlihat sedikit cerah hari ini. Ia mengenakan mini dress berwarna putih. Warna kesukaan Yeu ra, Yuri dan Yoona. Mereka bertiga memang memiliki banyak kesamaan. Dari mulai hobi membaca, melukis, bernyanyi, hingga jenis film yang mereka suka pun sama. Hari ini Yeu ra terlihat sedikit berbeda, karna hari ini tepat ulang tahun Yuri. Dengan langkah perlahan Yeu ra menyusuri jalan yang masih sepi itu. Tak lama langkahnya terhenti disebuah toko bunga tak jauh dari rumahnya.

“Annyeonghaseo ahjuma”sapa Yeu ra kepada wanita paruh baya penjaga toko tersebut.

“Ne. Annyeonghaseo. Ingin bunga yang seperti biasanya nona?”tanya ahjuma itu kepada Yeu ra.

“Annyie, hari ini aku ingin bunga yang agak spesial. Bisa ambilkan aku 20 tangkai bunga mawar putih? Sekalian di bungkus rapi ya ahjuma”ucap Yeu ra.

“Ne. Arraseo”ucap ahjuma itu.

Sekitar 5 menit Yeu ra menunggu bunga yang dipesannya sambil melihat-lihat bunga-bunga yang lainnya. Tak lama seorang namja menyapanya.

“Annyeonghaseo Yeu ra-shi”ucap namja itu yang tak lain adalah Minho. Sudah sekitar sebulan lebih Yeu ra tidak pernah bertemu dengan minho. Tepatnya setelah kejadian ditaman itu. Mungkin Minho sedikit sibuk dengan SHINee, karna kabarnya mereka tengah tour ke beberapa negara untuk promo album mereka. Dan mungkin Minho agak sedikit merasa bersalah kepada Yeu ra, jadi ia tidak berani menampakkan dirinya dihadapan Yeu ra.

“Ah. Annyeonghaseo”jawab Yeu ra sedikit canggung, karna  sebelumnya Yeu ra tidak pernah terlihat ramah dihadapan minho. Kemarahan Yeu ra kepada minho sudah mulai berkurang, mungkin karna Yeu ra telah meluapkan semua isi kekesalan hatinya kepada minho atau karna penyebab kematian Yuri tidak sepenuhnya adalah salah minho.

“Beli bunga untuk siapa?”tanya Minho ramah.

“Hari ini ulang tahun Yuri, aku ingin kebusan untuk mendoakannya”jawab Yeu ra ramah.

“Oh. Aku antar saja”ucap minho ragu.

“Annyieo, aku naik bus saja. Lagian aku sudah sering kesana, jadi sudah biasa”ucap Yeu ra menolak tawaran  minho. Minho yang tak habis akal terus saja membujuk Yeu ra, dan akhirnya ia mau pergi bersama minho kebusan. Sekilas, minho terlihat mirip dengan Yoona yang selalu saja berhasil membujuk Yeu ra walau kadang dengan sedikit paksaan.

“Ini nona bunga pesanannya”ucap ahjuma itu kepada Yeu ra.

“Ne. Geomabseumida ahjuma”ucap Yeu ra setengah membungkuk.

“Ne.”ucap ahjuma itu sambil tersenyum.

&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&

Mobil ford hitam tengah melaju di jalan provinsi yang menghubungkan antara Seoul dan Busan. Terlihat seorang namja dan yeoja tengah duduk tegang didalam mobil. Tak satu pun dari mereka yang memulai pembicaraan. Namun akhirnya namja itu memberanikan diri untuk memulai berbicara.

“Mianheo”ucap minho singkat.

“Mianhe untuk apa?’tanya Yeu ra.

“Mianhe karna aku tiba-tiba menghilang seperti seorang pecundang saja. Aku tidak bermaksud untuk melarikan diri dan lari dari tanggung jawabku, waktu itu aku sedang sibuk dengan promo albun SHInee dan sekarang aku akan menebusnya”jelas minho.

“Oh. Ne. Aku mengerti posisi mu. Aku pun sadar kematian Yuri tidak sepenuhnya karna kesalahanmu. Mianhe waktu itu aku bersikap tidak ramah terhadap mu. Aku benar-benar terpukul sekali waktu itu, hingga aku tidak dapat perpikir dengan baik”ucap Yeu ra dengan nada pelan.

“Ah. Gwenchana.  Aku juga mengerti posisi mu saat itu. Memang berat rasanya kehilangan seseorang yang kita sayangi, apa lagi Yuri meninggal dengan tragis”ucap minho. Yeu ra hanya diam saja dan tidak membalas perkataan minho.

“Mianhe, apa aku salah bicara?”tanya minho cemas. Dia takut mebuat Yeu ra sedih lagi. Terlihat sekali dari raut wajahnya yang begitu cemas saat menatap Yeu ra yang sedang menunduk sambil memejamkan matanya.

“Yeu ra-shi.. Yeu ra-shi..”panggil minho. Yeu ra tetap saja tidak menjawab. Dan ternyata Yeu ra tengah tertidur. Ia kelelahan karna perjalanan ke Busan cukup memakan waktu. Minho melepaskan jasnya, dan menyelimuti tubuh Yeu ra. Di pandangnya gadis itu dengan seksama, terasa detak jantung minho semakin cepat. Semakin lama minho memandang yeoja itu, semakin cepat jantungnya berdetak, sepertinya minho mulai menyukai yeoja yang bernama lengkap Shin Yeu ra itu.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Saengil chukkae hamnida Yuri-ah”ucap Yeu ra didepan kuburan Yuri sambil membungkuk tanda penghormatannya.

“Semoga kau selalu bahagia di sana, dan tidak kekurangan apapun”ucap Yeu ra lagi. Kali ini, ia menaruh buket bunga mawar putih itu di atas makam Yuri.

“Lihatlah Yuri-ah, siapa namja yang ada disebelah ku ini. Dia adalah namja yang selama ini kau puja-pujakan Yuri-ah. Namja yang selalu menghiasi hari-harimu, kini ia ada disini Yuri-ah berada dekat dengan mu. Tersenyumlah Yuri-ah, ku harap ini kado terindah yang pernah ada dalam hidupmu”ucap Yeu ra sambil berlinang air mata. Minho yang berada disebelah Yeu ra, langsung menyodorkan sapu tangannya. Dan kali ini Yeu ra mau menerimanya.

“Saengil chukkae hamnida Yuri-ah. Mianhe karna aku kau jadi seperti ini. Jeongmal mianhe”ucap minho tabah. Minho memeluk Yeu ra yang masih menangis. Ia berusaha menenangkan yeoja itu.

“Berhentilah menangis Yeu ra-shi. Ini adalah hari bahagia sahabatmu, jadi janganlah larut dalam kesedihan lagi. Yuri pasti tidak ingin melihat chingu nya menangis seperti ini”ucap minho kepada Yeu ra. Yeu ra pun menghela air matanya dengan sapu tangan minho.

“Mianhe. Aku selalu teringat dengan kenangan-kenangan kami dulu, dan itu selalu berhasil membuat ku menangis”ucap Yeu ra lirih.

“Aku harap mulai saat ini kau tidak bersedih lagi, Yuri pasti akan sedit melihat mu sedih seperti ini.”ucap minho.

“Ne. Aku akan berjanji kepada mu dan kepada Yuri. Aku tidak akan bersedih lagi”ucap Yeu ra sambil menghapus air matanya.

“Baiklah, akan kupegang janji mu ini. Yuri, kau dengarkan yeu ra tidak akan menangis lagi karna mengenang mu. Jadi kau jangan khawatir lagi”ucap minho. Kemudian minho pun menarik tangan Yeu ra. Yeu ra pun terkejut dengan perlakuan minho itu. Minho masih saja mengenggam tangannya dengan erat. Yeu ra hanya bisa pasrah mengikutinya dari belakang. Namun tiba-tiba minho berhenti dan membalikkan badannya. Yeu ra hanya bisa berdiam diri melihat minho menatapnya dengan tajam. Seperti ada yang bergejolah didalam hati Yeu ra ketika minho menatapnya. Tapi itu apa? Tanya Yeu ra dalam hati.

“Omo, andwe andwe. Jangan-jangan aku mulai menyukainya”’ucap Yeu ra dalam hatinya. Semakin lama, semakin kencang jantung Yeu ra berdetak. Dan tiba-tiba minho berkata “Na saranghaeyo”. Kata-kata itu membuat Yeu ra semakin mematung dan ia hanya bisa menunduk.

“Jawablah Yeu ra-ah”ucap minho pelan. Yeu ra masih saja terdiam, tapi kali ini dia berusaha memberanikan dirinya untuk menatap minho. Dan kini mata mereka saling bertemu, seperti banyak arti yang tersirat dari pancaran mata keduanya. Minho menaikan sebelah alisnya tanda ia masih menunggu jawaban dari Yeu ra. Dengan sedikit ragu Yeu ra berkata “Ne. Na do”. Minho yang mendengar jawaban dari Yeu ra tadi langsung tersenyum lebar lalu dipeluknya yeoja yang dari tadi membuat jantungnya berdetak kencang itu. Yeu ra pun membalas pelukan hangat minho.

-THE END

2 thoughts on “Na Saranghaeyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s