Rain Drop part 2

“APA??pacar kau bilang??sejak kapan aku mengakuimu sebagai pacarku??aku tak pernah menganggapmu sebagai pacarku. Kau adalah adikku Yoona. Mana adik kecilku yang manis dan yang tak pernah bertingkah egois!!!”Donghae menatap Yoona tajam. Donghae tak pernah menganggap Yoona sebagai pacarnya. Karena Yoona adalah adik dari sahabatnya Eunhyuk. Dan ia juga menganggap Yonna sebagai adiknya. Tapi Yoona selalu saja menganggap Donghae adalah miliknya seutuhnya. Donghae hanyalah miliknya tak boleh yang lain.

“KAU JAHAT OPPA!!!AKU BENCI KAU!!”. Yoona berlari keluar apartement Donghae sambil menangis. Donghae hanya menatap kepergian Yoona dengan tatapan menyesal.

***

RAIN DROP PART 2

Title: Rain Drop part 2

Cast: Lee Donghae Super Junior, Jessica Jung SNSD, Yoona SNSD

Support cast: Cho Kyuhyun Super Junior, Seohyun SNSD, Taeyeon SNSD

Genre: Romance, Friendship, Family

Rating: PG-13

Categories: Sequel

Ketemu lagi di part yang kedua. Maaf kalo ff ini jelek. Ini murni hasil imajinasiku. Jangan lupa koment yah!!!!!

HAPPY READING ^^

Jessica pov

Aku mendengar pertengkaran mereka dari kamar Donghae. Mereka bertengkar hebat. Ternyata yeoja itu adalah pacarnya Donghae, dan mereka bertengkar gara-gara aku. Aku menjadi tak enak kepada Donghae. Aku benar-benar merepotkannya. Yang harus aku lakukan sekarang adalah pulang ke rumah.

Aku membuka pintu kamar Donghae dan melihat keadaan di luar. Sepi, tak ada suara sedikitpun. Ku langkahkan kaki ku ke arah ruang tamu. Aku melihat Donghae yang menundukkan kepalanya dan menelungkupkan kedua tangannya ke wajah. Aku benar-benar menyesal telah membuatnya bertengkar dengan pacarnya.

“Donghae-ssi, mianhae ini semua gara-gara aku”ucapku menundukkan kepala tak berani menatap wajahnya.

“gwenchana, Jessica-ssi. Apa kau mau pulang sekarang?”tanyanya dengan suara parau.

“ah ne..tapi aku pulang sendiri saja. Gamsahamnida untuk semuanya”aku membungkukkan badanku.

“ani..aku antar kau pulang, aku takut kau pingsan lagi di jalan. Dan apa kau mau seperti orang gila?pulang tanpa menggunakan alas kaki?”ucapnya sambil tertawa kecil. Aku mendongakkan kepala  menatap nya malu. Aku baru ingat semalam ku buang sepatuku ke jalan.

“tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu”ucapnya meninggalkanku di ruang tamu. Tak lama ia kembali dan melemparkan sepatu skets nya ke arah ku.

“pakai ini, setidaknya untuk melindungi kaki mu”. Aku memakai sepatu yang kebesaran untuk ukuran kaki seorang yeoja.

***

Author POV

“STOP!!ini apartement ku”ucap Jessica.

Donghae melihat bangunan sederhana di depannya. Ternyata yeoja cantik di sampingnya ini tinggal di apartement kecil di pinggiran kota Seoul.

“gamsahamnida Donghae-ssi. ini sepatumu aku kembalikan”. Jessica menyerahkan sepatu yang ia gunakan tadi ke arah Donghae.

“ah..kau pakai saja dulu. Kembalikannya kapan-kapan saja”.

“aku..aku..telah banyak merepotkanmu Donghae-ssi. aku juga minta maaf untuk kejadian yang tadi”. Jessica menunduk.

“gwenchana, itu bukan kesalahanmu. Lain kali jangan berjalan di tengah hujan. Arraseo!!”.

“ah..ne. gamsahamnida Donghae-ssi. apa kau mau mampir dulu ke dalam?”tawar Jessica.

“mmm..mungkin lain kali.”tolak Donghae.

Jessica tersenyum tipis dan membuka pintu mobil Donghae. Sebelum ia masuk ke dalam apartementnya, kembali ia ucapkan terima kasih kepada Donghae. Donghae hanya membalasnya dengan senyuman. Kemudian menjalankan mobilnya, meninggalkan Jessica yang masih memandang mobilnya yang menjauh, kemudian menghilang di tikungan.

***

Jessica berjalan gontai menuju apartementnya. Pikirannya melayang ke kejadian perselingkuhan Kyuhyun dan Seohyun. Rasanya masih sangat perih. Tapi ia berusaha menahan tangis. Ia tak mau berlarut-larut dalam kesedihan. Ia juga tak mau memikirkan namja brengsek yang menghianatinya.

Jessica membuka pintu apartementnya dengan gerakan pelan. Ia masuk ke dalam apartement kecilnya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air. Setelah tenggorokannya basah, di edarkannya pandangannya ke arah ruang televisi. Tampak seorang yeoja yang lebih tua darinya tengah tertidur pulas di atas sofa. Jessica tersenyum melihatnya.

Jessica berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang kotor. Setelah selesai ia berjalan menuju kamarnya memakai t-shirt dan pants. Kemudian keluar kamar dan duduk di kursi dekat jendela memandang awan biru dan cerah. Di hembuskannya napasnya kasar, kemudian tersenyum tipis sambil melihat ke langit. Ia bahagia melihat cuaca yang cerah hari ini.

Taeyeon membuka matanya dan bangun dari tidurnya. Ia melihat seorang yeoja yang tengah duduk di samping jendela sambil menatap langit. Ia tersenyum lega, melihat adiknya yang telah pulang. Taeyeon berjalan mendekati Jessica.

“Sica-ah, semalam kau kemana saja?”tanya Taeyeon sabar sambil membelai rambut adiknya sayang.

“eonnie…”Jessica bangkit dan memeluk kakaknya erat.

“waeyo??apa kau ada masalah?”Taeyeon mengelus punggung Jessica.

“aku putus dengan Kyuhyun oppa. Dia selingkuh eonnie…”Jessica kembali menangis di pelukan kakaknya.

“jinja?jadi ini yang membuatmu tak pulang semalam?”Taeyeon terkejut mendengar kata-kata Jessica.

Akhirnya Jessica menceritakan semua kejadiannya kepada kakaknya dengan air mata yang terus mengalir. Rasa perih yang masih membekas semakin membuat air matanya tak bisa berhenti mengalir. Taeyeon yang ikut sedih melihat adik nya segera menghapus air mata yang mengalir membasahi pipi adik kesayangannya nya.

“sudahlah Sica, kau tak boleh terus-terusan menangis seperti ini. Kau harus bisa melupakan namja itu. Arraseo!!”Taeyeon mencoba menyemangati Jessica.

“ne eonnie, aku akan mencobanya semampuku”ucap Jessica menghapus air mata di pipi nya.

“Jessica FIGHTING!!”Taeyeon menyemangati Jessica. Jessica menyunggingkan senyum terpaksa.

“jadi semalam kau kemana??kau tidur di jalan?”tanya Taeyeon asal.

“ani eonnie, aku pingsan di jalan dan ditolong oleh seorang namja namanya Lee Donghae”jelas Jessica.

“Oh!”Taeyeon hanya mampu menjawab dengan dua kata tersebut.

“dia baik eonnie, tapi aku yang jahat. Aku yang membuatnya bertengkar dengan pacarnya. Pacarnya bilang aku telah merebut Donghae darinya. Aku benar-benar menyesal”Jessica menundukkan kepalanya.

“aish..kau ini. Pacarnya itu yang bodoh. Ia hanya salah paham kau kan tidak melakukan apa-apa dengan Donghae”.

“eonnie, kenapa kau berbicara seperti itu. Aku akan menemuinya nanti untuk meminta maaf lagi”.

“terserah kau lah”Taeyeon menyandarkan kepalanya ke sofa.

“eonnie apa kau tak pergi kerja?”.

“YA!!apa kau lupa?ini hari Minggu. Kau ini masih muda sudah pikun?”Taeyeon tertawa kecil.

“jinja??mungkin aku hilang ingatan gara-gara kejadian semalam”ucap Jessica asal.

Taeyeon hanya tersenyum melihat wajah adik kesayangannya yang kusut. Ia dan Jessica hanya hidup berdua di apartement kecil yang ia beli dari uang tabungan orang tua nya. Orang tua mereka meninggal karena kecelakaan 5 tahun yang lalu. Kecelakaan tersebut terjadi saat hujan lebat. Setelah kejadian itu, ia dan Jessica di asuh oleh kerabat dekat orang tua nya. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk tinggal sendiri dan membeli apartement. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Taeyeon bekerja di sebuah supermarket di tengah Seoul. Sedangkan Jessica bekerja di toko roti kecil milik tetangganya. Meskipun gaji mereka tak seberapa besar. Tapi itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

***

Donghae memarkirkan mobilnya di halaman sebuah cafe. Dua jam yang lalu Yonna menelponnya dan meminta agar bertemu di sebuah cafe yang telah di tentukannya. Sebenarnya Donghae malas mau bertemu karena mengingat kejadian tadi pagi. Tapi ia memikirkan perasaan Yoona, yang telah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Akhirnya dengan terpaksa ia menyetujui ajakan tersebut.

Donghae mengedarkan pandangannya ke arah pengunjung cafe. Mencari sesosok yeoja dengan rambut panjang sebahu . Akhirnya ia menemukan Yoona yang tengah duduk di pojok ruangan.

Donghae duduk berhadapan dengan Yoona. Yoona yang menyadari kedatangan Donghae segara menghambur ke pelukan namja itu.

“oppa, kenapa lama sekali?aku sudah lama menunggumu disini”. Yoona bergelayut manja di lengan Donghae.

“Yoona-ah, apa yang kau lakukan?kau tak lihat disini banyak orang”. Donghae berusaha menjauh dari Yoona.

“wae??apa salah??ini tempat umum oppa, jadi kita bebas melakukan apa saja”.

“tapi aku tak suka dengan kelakuanmu. Ada apa kau menyuruhku kesini??” tanya Donghae to the point.

“tidak ada apa-apa oppa. Aku hanya ingin kita bertemu. Itu saja”jawab Yoona sambil meminum vanilla latte nya.

“oh!kalau begitu aku pergi sekarang”ucap Donghae berdiri dari duduknya. Entah mengapa ia kesal melihat tingkah Yoona.

Yoona menahan lengan Donghae, agar namja itu tak pergi meninggalkannya.

“apa ini semua karena yeoja itu oppa??kau tak peduli lagi denganku??IYA KAN INI SEMUA KARENA DIA??” teriak Yoona ia tak bisa mengendalikan amarahnya sekarang.

“sudah ku bilang, aku hanya menolongnya. Mengapa kau tak percaya dengan ku Yoona-ah??”Donghae menatap wajah Yoona dalam.

“LANTAS MENGAPA DIA MEMAKAI KEMEJAMU??APA YANG KALIAN LAKUKAN SEMALAM??” Yoona kehilangan kendali. Ia kembali berteriak, menyebabkan semua pengunjung cafe tersebut memandang ke arahnya.

“KAU INI KENAPA??SUDAH KU BILANG AKU TAK MELAKUKAN APA PUN DENGAN NYA!!!”balas Donghae berteriak. Yoona tersentak melihat Donghae yang membentaknya.

“KAU JAHAT OPPA!!KITA PUTUS!!”ucap Yoona masih dengan teriakannya.

“fine jika itu maumu. Aku juga tak pernah menganggapmu sebagai pacarku. Aku pergi”. Donghae meninggalkan Yoona yang menangis di tempatnya. Sebenarnya Donghae tak mau membentak Yoona seperti tadi. Tapi ia terlalu kesal melihat Yoona yang membuat masalah sejak tadi pagi.

Donghae mengendarai mobilnya brutal. Ia melewati setiap kendaraan yang ada di jalan dengan liar. Menyebabkan makian dan suara klakson yang mengarah kepadanya. Donghae tak peduli dengan makian-makian tersebut. Ia kembali menambah kecepatan mobilnya, berjalan menuju pantai.

Sesampainya di pantai, ternyata cuaca sedang buruk. Hujan tiba-tiba turun dengan derasnya. Donghae menatap setiap butir-butir air langit itu jatuh membasahi kaca mobilnya. Pikirannya sedikit tenang. Entah kenapa ia selalu tenang jika melihat tetesan air hujan. Menurutnya suasana seperti ini membawa sensasi sendiri untuknya. Ketenangan yang selalu ia rasakan.

Lama ia berdiam memandang hujan yang sudah mulai mereda. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke apartement nya. Ia ingin beristirahat. Lelah yang ia rasakan hari ini. Mulai dari kejadiannya menolong Jessica. Pertengkarannya dengan Yoona. Semuanya membuat kepalanya ingin pecah.

************

Jessica melangkah lemas menuju apartementnya. Ia lelah karena hari ini banyak pelanggan yang mengunjungi toko roti tempat ia bekerja. Pikirannya menerawang ke kejadian 5 bulan yang lalu. Kejadian di mana ia di tolong oleh seorang namja bernama Lee Donghae. Memang selama ini Jessica selalu mengingat namja itu. Ia masih merasa bersalah karena ia penyebab pertengkaran namja itu dengan pacarnya. Dan juga ia ingin mengembalikan sepatu skets yang Donghae pinjamkan kepadanya. Tapi Jessica terlalu takut untuk bertemu dengan Donghae. Ia takut kalau namja itu marah kepadanya. Ia hanya bisa berharap, bisa bertemu dengan namja itu suatu saat nanti.

Jessica menghembuskan nafasnya lemah dan merapatkan sweaternya. Udara Seoul malam ini sangat dingin karena hujan yang akhir-akhir ini masih sering turun secara tiba-tiba. Jessica sangat membenci saat-saat seperti ini. Ia benci ketika melihat hujan turun. Karena baginya hujan hanya mengganggu aktivitasnya. Dan ia juga menyalahkan hujan karena telah menyebabkan orang tua nya pergi meninggalkannya bersama kakaknya untuk selama-lamanya.

Jessica mempercepat langkahnya agar secepatnya sampai di apartementnya. Langit malam semakin pekat karena mendung. Tiba-tiba ponsel di sakunya bergetar. Jessica membaca nama yang ada di layar ‘Cho Kyuhyun’. Dengan terpaksa ia mengangkat panggilan itu.

“yoboseo”ucapnya dingin.

“Sica-ah, apa kau sudah pulang kerja?”tanya Kyuhyun.

“ne!!kenapa kau menelponku”.

“mmm..apa besok kau sibuk??aku ingin bertemu denganmu”ucap Kyuhyun penuh harap.

Jessica berpikir sebentar.

“besok aku sibuk!!”jawabnya singkat.

“jinja??bagaimana kalau besok lusa??aku akan menjemputmu”.

“akan ku pikirkan”.

KLIK!

Jessica langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun. Ia muak melihat namja itu lagi. Kyuhyun berusaha menjelaskan semuanya kepada Jessica, bahwa ia tak ada hubungan apa-apa dengan Seohyun. Tapi tetap saja Jessica tak percaya. Ia sudah terlalu sakit hati untuk memperbaiki semuanya.

***

Donghae baru saja tiba di rumah kakak iparnya, Sunny. Ia ditugaskan untuk menjaga Sunny yang tengah hamil karena suaminya, Sungmin ada pekerjaan di luar kota (jadi ceritanya Sungmin itu kakaknya Donghae..hehehe). Ia segera masuk ke kamar, dan merebahkan badannya.

“Donghae-ah, apa kau sudah makan malam”teriak Sunny dari luar.

“belum noona, sebentar lagi”.

“baiklah, makanannya sudah aku siapkan”.

“ne!!”.

Donghae masih belum beranjak dari kasurnya. Ia memejamkan matanya sebentar. Ia benar-benar letih dengan pekerjaan kantornya yang menumpuk.

“haaaahhh!!!”desahnya.

Kemudian berjalan gontai menuju kamar mandi. Membersihkan badannya dari polusi yang menempel.

***

“Jessica-ssi, hari ini kau boleh pulang awal. Kita tutup awal hari ini”. Nyonya Lee pemilik toko roti berkata dengan lembut.

“waeyo ajumma??tumben sekali kita tutup awal”tanya Jessica heran.

“oh..aku ada urusan keluarga ke Busan. Oh iya, besok kau istirahat saja, aku disana 3 hari”Nyonya Lee tersenyum.

“oh, ne. Gamsahamnida”. Jessica membungkukkan badannya. Kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.

Baru saja ia akan melangkahkan kakinya pulang. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Jessica menghentakkan kakinya kesal.

“kenapa harus hujan…Ahh..benar-benar menyebalkan”omelnya.

“bagaimana aku bisa pulang kalau hujan seperti ini. Aissshhhh…..”.

Akhirnya Jessica terpaksa menunggu di depan toko roti tempatnya bekerja. Jessica mengelus lengannya agar badannya terasa lebih hangat. Wajahnya di tekuk karena kesal. Di dalam hatinya, ia mengutuk hujan yang turun tiba-tiba di sore yang tadinya sangat cerah.

***

“Donghae-ah, rasanya aku ingin makan roti”. Sunny mengelus perutnya. Usia kehamilannya yang menginjak 5 bulan, membuat nafsu makannya naik.

“mwo??noona apa kau bercanda??di luar hujan lebat”. Donghae terkejut mendengar permintaan kakak iparnya.

“YA!!ini bukan kemauanku. Tapi dia”tunjuk Sunny ke arah perutnya.

“huuuhh..noona nanti saja ya belinya. Tunggu hujannya reda”.

“andwe!!aku maunya sekarang. Lagian tokonya tidak jauh dari sini. Cepaaaatt!!”teriaknya.

“arraseo..arraseo”akhirnya Donghae menyerah dan beranjak memakai sweaternya.

Donghae berlari menuju toko kue yang terletak tidak jauh dari apartement Sunny. Tapi matanya membesar ketika melihat tulisan di pintu toko tersebut ‘CLOSE’. Ia benar-benar kesal. Pengorbanannya pergi disaat hujan tak ada gunanya karena toko roti tersebut sudah tutup. Ia memutuskan berteduh di depan toko itu karena hujan semakin deras. Donghae melirik ke arah kanannya. Tampak seorang yeoja yang juga tengah berteduh sama seperti dirinya. Tapi ia segera memalingkan pandangannya ke arah jalanan yang sepi.

‘Kenapa hujannya tidak reda-reda malah semakin deras. Aku ingin cepat-cepat pulang. Disini dingin.’batin Jessica kesal.

“aissshhh…kenapa semakin lebat!!!apa hujan ini tak tahu kalau aku mau pulang!!!”omelnya sambil melihat hujan yang turun semakin deras.

Donghae menoleh ke arah Jessica. Ia memperhatikan Jessica yang tengah mengomel pada hujan. Jessica merasa dirinya sedang di perhatikan, ia menoleh ke arah kiri. Matanya melihat seorang namja yang wajahnya tidak asing baginya. Jessica teringat sebuah nama yang selalu mengganggu pikirannya selama ini. Lee Donghae, ia ingat namja itu yang menolongnya tempo hari.

“Donghae-ssi…”ucapnya pelan.

Donghae mengerutkan dahinya mencoba mengingat yeoja yang ada di sebelahnya.

“ahh..Jessica Jung”ucapnya kemudian.

“sedang apa kau disini??”tanya Donghae.

“ah..aku sedang menunggu hujan reda. Kalau kau??”Jessica balik bertanya.

“aku di suruh membeli roti oleh kakak iparku. Tapi tokonya sudah tutup”jawabnya.

“oh..pemilik tokonya sedang pergi ke Busan karena urusan keluarga”.

“ne??dari mana kau tahu?”heran Donghae.

“aku bekerja disini”Jessica tersenyum.

“oh jadi kau bekerja disini”Donghae mengangguk-anggukkan kepalanya.

Hening…

“Jessica-ssi, apa kau suka dengan hujan?”tanya Donghae memecahkan keheningan diantara mereka.

“Tidak!!aku tidak suka dengan hujan”ucap Jessica mantap.

“benarkah??kenapa??”tanya Donghae lagi.

“karena hujan hanya menghalangi aktivitasku. Dan…karena hujan juga, orang tuaku meninggalkanku untuk selamanya”. Jessica menundukkan kepalanya.

“ah..mianhae..aku tidak ada maksud untuk…”Donghae tak melanjutkan kalimatnya.

“gwenchana…apa kau menyukai hujan??”. Jessica memandang sekilas ke arah Donghae.

“ya..sangat suka, karena hujan selalu membuat perasaan ku menjadi tenang”. Jessica memandang wajah Donghae lekat. Entah mengapa jantung gadis itu seperti memompa darah lebih cepat. Jessica memegang dadanya, ia khawatir detakan jantungnya terdengar oleh Donghae yang ada di sampingnya. Lama ia memandang wajah Donghae dengan senyum yang tak ia sadari terlukis di wajahnya. Donghae memalingkan wajahnya, di lihatnya Jessica yang tengah memandangnya.

“waeyo??”ucapnya heran. Jessica membuang muka. Dapat ia rasakan wajahnya panas dan berubah merah seperti buah tomat.

“Jessica-ssi, sepertinya hujan telah reda. Sebaiknya kau cepat pulang, hari semakin gelap”Donghae melihat Jessica yang masih tertunduk malu.

“ah..ne..sebaiknya aku cepat pulang”ucapnya masih dengan kepala tertunduk.

“mmm…baiklah kalau begitu. Aku duluan”Donghae melangkahkan kakinya pergi.

“Chakkaman~!!!”teriak Jessica menghentikan langkah Donghae. Donghae membalikkan tubuhnya menghadap Jessica.

“mmm..aku…”kata Jessica menggantungkan kalimatnya. Donghae berjalan mendekatinya.

“mmm…aku ingin mengembalikan sepatumu yang waktu itu kau pinjamkan”Jessica melanjutkan kalimatnya. Donghae tersenyum.

“oh..soal sepatuku, kau bisa mengembalikannya lain kali jika kita bertemu lagi”ucap Donghae santai.

“tapi…aku tak bisa menyimpannya lebih lama lagi”. Jessica menggigit bawah bibirnya.

“wae??apa kau akan pergi jauh??”tanya Donghae. Jessica tersentak mendengar kalimat Donghae.

“ani…karena kalau aku menyimpannya lebih lama, rasa bersalahku kepadamu semakin besar Donghae-ssi”. Jessica menatap Donghae ragu.

“ne??kesalahanmu??aku rasa kau tak pernah berbuat salah kepadaku”. Donghae menatap Jessica heran.

“itu…waktu itu…aku membuatmu bertengkar dengan pacarmu”ucap Jessica terbata-bata.

“oh…Yonna. gwenchana..itu bukan salahmu”raut wajah Donghae berubah murung.

“mmm..aku benar-benar menyesal Donghae-ssi, aku akan mengembalikan sepatumu besok”Jessica mengeluarkan ponselnya.

“bisa kau beri tahu dimana alamatmu”. Jessica tersenyum.

“tentu saja”jawab Donghae mantap.

Akhirnya mereka bertukar nomor handphone. Setelah itu Donghae pamit pulang, ia berkata bahwa kakak iparnya pasti akan marah besar karena pesanannya tidak ada. Jessica memandang punggung namja itu yang semakin menjauh. Ia merasa senang karena dapat bertemu kembali dengan namja yang telah banyak menolongnya. Kembali ia memegang dadanya, detak jantungnya masing terasa cepat. ‘apa aku mulai menyukainya?’tanyanya dalam hati. Segera ia menggelengkan kepalanya sendiri mencoba menyingkirkan semua pikirannya tentang Donghae. Cepat-cepat ia melangkahkan kakinya untuk pulang. Diperjalanan ia tersenyum mengingat pertemuannya tadi dengan Donghae. Nampaknya ia benar-benar telah menyukai namja itu.

TBC…..

26 thoughts on “Rain Drop part 2

  1. wah nice ff.
    maaf bru komen d part ini.
    soalnya tdi maw komen d part1 error mulu~_~
    nice ff.
    q ska ff tntang haesica.
    dan hujanlan yg memprtemukan mereka^^

  2. Annyeong aku balik lagi …
    Makin bagus crtany,, ahh sii kyuhyun itu iia😦
    Ehh kok siwon-ny belom muncul2??? Aku tunggu loh Kekekkee😀

  3. wesh si donghae oppa modus aja tuh wkwkw
    tapi so sweet banget deh mereka hujan-hujan berduaan gitu #plaaak
    yoona eonni kok annoying banget sih dipart ini eeeh,
    yoonwon belum muncul yah kita liat part berikutnya ~

  4. Sungmin jd kakanya Donghae ??
    Ya ampun.. hehee. ngebayanginnya jd gimanaa gitu. hehee
    Lanju dulu ke part selanjutnyaa.. Whuuuuzzzzzzzzzzss

  5. Sebenernya ceritanya bagus loo dan aku jg suka pasangan donghae n sica. Tp karna terbiasa n suka bgt sama yoonwon jd merasa terpaksa baca ini ff (padahal g ada yg maksa hehehe) terpaksa baca karna ceritanya bagus. Maaf y author. Tetep lanjut baca. Lo????terlanjur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s