You’re My Everything [Chapter 3]

Anyeoooonnnggggg!!!hehehe..ni chapter selanjutnya…maaf kalo chapter sebelumnya kurang memuaskan..disini udah mulai timbul konflik. Semoga suka yah.. koment diperlukan!!

Pokoknya jangan lupa RCL (read,coment,like) ok!!!

Cast: Lee Sun Kyu(Sunny), Lee Sungmin

Other cast: Member Super Junior, SNSD

Genre: Friendship, romance, family

Rating: General

Langsung aja cekidot!!!😀

[CHAPTER 3]

Pesta pernikahan mereka telah selesai beberapa jam yang lalu. Sekarang Sungmin dan Sunny tengah berada didalam perjalanan menuju apartement hadiah pernikahan dari kedua orang tua Sungmin. Dari tadi mereka hanya diam, tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir keduanya. Sunny memandang pemandangan kota Seoul sore itu dari kaca jendela mobil, sedangkan Sungmin berkonsentrasi menyetir, matanya menatap lurus ke jalan.

Mobil mereka telah tiba di depan apartement mewah. Segera mereka memakai alat penyamaran agar wartawan dan fans tak mengenali mereka. Sunny berjalan sambil menarik koper besar miliknya, ia tampak kesulitan karena koper itu berat. Sungmin yang melihat Sunny segera memberi bantuan.

“sudah biar aku saja yang membawanya” Sungmin menarik koper dari tangan Sunny.

“Gwenchana oppa, aku bisa membawanya sendiri”ucap Sunny tak enak hati. Karena Sungmin juga membawa tas yang besar berisi barang-barangnya.

“sudah biar aku saja”ucap Sungmin tetap ngotot.

Akhirnya Sunny menyerah, ia berjalan di samping Sungmin. Akhirnya mereka sampai di depan pintu yang bernomor 307. Sungmin segera memasukkan kode kamar apartementnya, setelah berhasil Sungmin segera membuka pintu apartement tersebut dan Sunny mengikutinya dari belakang.

Sunny melangkahkan kakinya memasuki apartement baru miliknya, lebih tepatnya milik dia dan Sungmin. Semuanya barang telah tertata rapi, sangat rapi mulai dari sofa, televisi, meja makan pokoknya semuanya ready to use.

“nah..ini kamar kita berdua”ucap Sungmin setelah membuka pintu kamar yang paling besar. Kemudian berjalan menuju tempat tidurnya.

(ni kamar mereka berdua. Biasa dapat dari google)

“Sunny-ah, sini baring bersamaku” Sungmin menepuk tempat yang ada disebelahnya.

“oppa!!apa kita akan tidur satu ranjang??” Sunny berkata dengan wajah polos.

“ne, waeyo?kita kan sudah menjadi suami istri” Sungmin menggoda Sunny dengan senyuman nakal.

“hah??andwe aku tidak mau!!kalau begitu aku akan tidur diluar” ucap Sunny setengah berteriak.

Sungmin tertawa melihatnya. “anya, malam ini aku akan tetap tidur di dorm. Aku akan beristirahat sebentar disini”.

“ne??apa kau tak takut ketauan eomonie kalau kau tidak tinggal disini oppa??”.

“gwenchana. Everything gonna be okay”ucar Sungmin sambil menarik selimut. (aduh..oppa udah kaya Bondan Prakoso aja..hehe!!)

“hmmm..arraseo. Aku keluar dulu ya” Sunny melangkahkan kakinya keluar kamar.

Sunny berkeliling apartement barunya yang lebih besar dari dorm SNSD. Ia berkeliling sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Tampak dari raut wajahnya, ia menyukai tempat tinggal barunya itu.

Karena kelelahan, Sunny merebahkan badannya di sofa besar yang terletak di depan televisi, matanya mulai tertutup karena kelelahan.

      `

( kalau yang ini nih ruang tv di apartement mereka. Aku dapat gambar ini dari google..hehehe).

Sungmin baru saja membuka matanya. Matanya menerawang memandang langit-langit kamar. Tenggorokannya terasa kering, segera ia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar. Ketika ia berjalan menuju dapur, dilihatnya Sunny yang tengah tertidur lelap di sofa. Sungmin tersenyum dan kembali berjalan menuju dapur.

Setelah tenggorokannya basah oleh air, Sungmin berjalan ke arah ruang televisi, dimana tempat Sunny yang sedang tertidur pulas. Sungmin kembali tersenyum melihat wajah polos Sunny yang sedang tertidur. Kemudian ia mengambil remote televisi dan mulai menyalakannya, ia menonton dengan volume yang kecil agar Sunny tidak terbangun.

***

Sunny menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan matanya, ia masih setengah sadar. Setelah benar-benar sadar ia bangkit dari posisi baringnya. Kemudian mengucek-ngucek matanya sambil menguap.

“sudah bangun tuan putri?bagaimana tidurnya??nyenyak??”tanya Sungmin sambil tersenyum. Sunny terkejut melihat Sungmin yang duduk di sebelahnya.

“oppa, sejak kapan kau ada disitu?”.

“sejak tadi sore, kau lihat sekarang sudah malam”tunjuk Sungmin ke arah jendela apartement yang belum di tutup.

“hah??jinja??aigoo..aku benar-benar ketiduran oppa. Mianhae”Sunny menudukkan kepalanya.

Sungmin tersenyum “gwenchana, aku tau kau pasti sangat lelah hari ini”ucap Sungmin mengacak-acak rambut Sunny.

Jantung Sunny berdetak lebih cepat. Wajahnya menjadi memerah karena malu.

“oppa lapar??aku akan masakkan makanan untuk makan malam”.

“mmm..bagaimana kalau kita telepon pizza saja. Jadi tidak usah repot-repot masak??”.

“boleh juga. Aku mandi dulu ya oppa gerah nih”Sunny beranjak dari duduknya berjalan menuju kamar.

Setelah mandi, Sunny menarik kopernya dan memasukkan pakaiannya satu per satu ke lemari. Sedangkan Sungmin sibuk bermain game lewat PSP kesayangannya.

TING..TONG..

Bel apartement berbunyi. Pizza yang Sungmin pesan telah tiba. Sungmin bangkit dari duduknya dan memakai jaket agar tidak ketahuan. Setelah membayar, Sungmin berjalan ke dapur melatakkan pizza tersebut diatas meja makan. Kemudian berjalan menuju kamar memanggil Sunny.

“Sunny-ah, pizza nya sudah datang. Ayo kita makan malam”ajak Sungmin berdiri di depan pintu memperhatikan kesibukan Sunny.

“ne oppa”jawab Sunny berjalan keluar kamar.

Meraka manikmati makan malam itu dengan tenang, tak ada pembicaraan sedikitpun. Suasana menjadi hening. Sungmin melirik ke arah Sunny yang tengah mengunyah pizza nya pelan sambil menundukkan kepalanya.

“Sunny-ah, bagaimana perasaanmu setelah kita menikah?”ujar Sungmin memecahkan ke heningan di antara mereka berdua.

Sunny berhenti mengunyah dan menatap ke arah Sungmin. Ia bingung harus menjawab apa. Setelah sekian detik ia diam, akhirnya ia berbicara.

“mmm..perasaanku..perasaanku senang oppa. Aku bisa membahagiakan orangtua ku”ucap Sunny lalu menundukkan kepalanya lagi. Perasaannya sekarang sedang kacau antara sedih,senang,juga takut. Ia sedih mengapa harus menikah di saat ia benar-benar belum siap. Senang karena orang yang menjadi suaminya adalah Sungmin, bukan orang asing yang belum ia kenal. Takut jika pernikahan ini sampai bocor ke publik, mungkin karirnya dan Sungmin bisa hancur.

“Geurae, nado”ucap Sungmin kemudian. Suasana kembali tenang, tak ada kata-kata yang keluar setelah percakapan singkat tadi. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, sampai akhirnya Sungmin memulai pembicaraan lagi.

“Sunny-ah, malam ini aku akan kembali ke dorm. Bagaimana kalau kau kembali ke dorm juga?”tanya Sungmin.

“ne??ani oppa. Aku akan tetap tinggal disini. Aku tidak enak dengan eomonie yang sudah memberikan hadiah apartement ini” Sunny berkata dengan sungguh-sungguh .

“mmm, ya sudah kalau begitu. Jangan salahkan aku kalau kau lelah membereskan apartement ini!!”ujar Sungmin santai.

“mmm..gwenchanayo oppa, aku bisa kok membereskan sendiri. Mmm..oppa bagaimana kalau eomonie tau oppa tidak tinggal disini?”.

“kan sudah ku bilang tidak apa-apa. Kau tak perlu khawatir Sunny-ah”ucap Sungmin tersenyum.

“arraseo oppa”.

“Sunny-ah, aku sudah selesai. Pakaian yang tadi aku bawa, masukkan saja ke lemari”Sungmin bangkit dari duduknya. Sunny memandangnya heran.

“oppa mau kemana?”tanyanya.

“ya pulang ke dorm lah. Kan tadi aku sudah bilang kalau aku akan tinggal di dorm”.

“hehe, mian, aku lupa oppa”Sunny cengar-cengir, wajahnya berubah merah karena malu. Sungmin geleng-geleng kepala dan kemudian berjalan mengambil kunci mobil dan menggunakan alat penyamarannya. Sunny mengikutinya dari belakang.

“Sunny-ah, aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik. Kalau ada apa-apa telepon aku saja, arraseo?”Sungmin berkata dengan wajah serius.

“arraseo oppa kau pikir aku anak kecil, aku ini mandiri oppa”ucap Sunny cemberut. Sungmin meraih puncak kepala Sunny dan mengacak-acak rambutnya. Sunny hanya diam dengan perlakuan Sungmin, jantungnya berdetak lebih cepat mukanya menjadi panas. Segera ia memalingkan wajahnya dari Sungmin, takut ketahuan bahwa wajahnya sudah mirip dengan buah tomat.

“arraseo. Aku pergi”ucap Sungmin kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu. Sunny berjalan, untuk menutup pintu. Di perhatikannya punggung Sungmin yang semakin lama semakin menjauh.

‘huh…kenapa Sungmin oppa pulang ke dorm?aku jadi kesepian’

‘mwo??aku ini bicara apa. Haiiisssshhh, babo..babo..’Sunny memukul kepalanya sendiri.

Kemudian ia berjalan menuju dapur. Ia membereskan sisa makan malamnya tadi. Setelah itu ia berjalan gontai menuju kamar, merebahkan badan nya dan mulai terbang ke alam mimpi.

Tiga bulan sudah Sungmin dan Sunny resmi menjadi suami-istri. Tapi mereka jarang sekali bertemu, bahkan hanya sekedar menyapa. Mereka benar-benar jarang berkomunikasi, karena sama-sama sibuk konser dan kegiatan lainnya bersama Suju dan SNSD. Selain itu yang membuat mereka jarang bertemu adalah karena Sungmin yang memilih tinggal di dorm, dan Sunny tingggal di apartement.

***

Malam itu Sunny merasa benar-benar lelah karena jadwalnya sangat padat. Setelah turun dari van SNSD ia berjalan lemas menuju apartementnya. Tinggal beberapa langkah lagi ia sampai, matanya menangkap benda aneh yang tergeletak di depan kamar apartement nya. Sunny terkejut melihat sebuah box bayi dan di dalamnya terdapat seorang bayi perempuan yang sedang tertidur pulas.

Seketika Sunny panik, ia segera membawa box tersebut ke dalam apartement nya. Di letakkannya box tersebut di kamarnya. Kemudian ia merogoh isi tas nya mencari hp. Setelah menemukan benda itu, ia segara membuka kontak dan mencari nomor Sungmin. Setelah ketemu, ia menekan tombol hijau. Tangannya bergetar hebat karena panik.

Lama ia menunggu, akhirnya panggilan tersebut diangkat…

“yoboseo”ucap Sungmin. Ia heran kenapa Sunny menelponnya malam-malam begini.

“oppa cepat ke apartement, aku..aku..bayi….”ucap Sunny panik.

“Sunny-ah, aku tak mengerti apa yang kau bicarakan??”Sungmin mengerutkan dahinya. Member Suju yang berada disitu memandangnya heran.

“huhhh…oppa cepat kesini. Tadi aku menemukan..menemukan bayi di depan pintu apartement kita. Cepat lah kesini oppa”ucap Sunny yang masih panik.

“MWO??BAYI??bagaimana bisa??tanya Sungmin yang mulai panik.

“cepatlah kesini oppa, nanti aku jelaskan”.

“ne..ne..aku segera kesana”. Kemudian sambungan terputus.

Sunny, berjalan ke arah ranjangnya, dilihatnya bayi tersebut masih tertidur dengan pulas. Matanya  tertutup, dan raut wajahnya benar-benar damai dan tenang.

‘eottokae??aku benar-benar bingung. Bayi ini anak siapa?’Sunny bertanya-tanya dalam hati.

Sementara itu Sungmin yang panik, langsung berjalan mencari kunci mobil dan hoodie coklatnya. Member Suju saling berpandangan melihat tingkah Sungmin yang seperti orang di kejar setan.

“hyung kau mau kemana malam-malam begini?”tanya Donghae sama herannya dengan member lain.

“Sunny menelponku tadi, jadi aku harus ke apartement untuk bertemu dengannya”ucap Sungmin menyembunyikan fakta. Ia tak mau member yang lain tahu bahwa Sunny menemukan seorang bayi.

“hati-hati Sungmin-ah”ucap sang leader penuh perhatian.

“ne..aku pergi sekarang”ucap Sungmin lalu berjalan menuju pintu dorm. Member Suju yang lain hanya diam melihat kepergian Sungmin.

Sungmin mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menembus keramaian kota Seoul. Tak henti-henti nya ia bertanya dalam hati, bagaimana bisa seorang bayi tergeletetak di depan apartementnya. Tak lama mobil tersebut telah sampai di tempat tujuan. Sungmin segera berlari menuju lift dan menekan tombol bernomor 9. Setelah sampai, ia kembali berlari ke kamar bernomor 307 dan masuk ke apartementnya.

Sungmin membuka pintu apartement. Sepi. Ia mencari-cari keberadaan Sunny. Sungmin segera berjalan menuju kamar tidur mereka. Dilihatnya Sunny yang tengah duduk memperhatikan seorang bayi yang tengah tertidur pulas.

Sunny menoleh, ia bengkit setelah melihat Sungmin. Sunny berjalan menuju pintu, Sungmin segera menarik tangannya keluar kamar. Mereka duduk di sofa besar di ruang tv.

“Sunny-ah, tolong ceritakan padaku bagaimana kau menemukan bayi itu”Sungmin menatap Sunny.

Sunny menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum ia berbicara.

“tadi aku baru pulang dari manggung oppa. Waktu aku berjalan di lorong apartement, aku melihat sebuah box bayi tergeletak di depan pintu apartement kita. Aku benar-benar terkejut waktu melihat isi box itu adalah seorang bayi oppa. Aku benar-benar panik, aku bawa saja bayi itu ke dalam”Sunny menjelaskan panjang lebar.

“eottokae oppa??”tambahnya lagi.

“molla yo, aku juga bingung memikirkan siapa yang menaruh seorang bayi didepan pintu apartement”Sungmin menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“nah, bagaimana kita telepon eomma, siapa tau ia bisa membantu ”Sungmin mengutarakan ide nya. Sunny hanya mengangguk setuju.

Sungmin menelpon eommanya. Ia menjelaskan semuanya. Dan jawaban eommanya benar-benar tak membantu masalah mereka. Eommanya tidak mau merawat bayi tersebut dengan alasan ia sudah tidak sanggup lagi mengerjakan pekerjaan yang berat seperti merawat seorang bayi. Sungmin memohon-mohon kepada eommanya. Tapi tetap saja jawabannya ‘TIDAK’.

Tapi karena kasihan, eommanya berkata. Ia mau menjaga bayi itu ketika mereka sedang bekerja saja, selanjutnya mereka yang mengurus bayi itu sendiri. Dengan berat hati Sungmin menyetujui perkataan eommanya. Sunny yang dari tadi cemas akhirnya bertanya setelah Sungmin memutuskan sambungan teleponnya.

“eottokae oppa?”tanyanya cemas.

“eomma hanya mau menjaganya ketika kita bekerja saja. Kita harus bilang apa jika SM tau tentang ini?.

“itu juga yang aku pikirkan dari tadi oppa. Kita bisa di pecat, pasti meraka tidak mau mendengar penjelasan kita oppa”.

“geurae. Jadi apa yang harus kita lakukan?”

“oppa aku mohon tinggallah disini. Aku tidak bisa merawat bayi itu sendirian, kita harus merahasiakan ini dari media oppa. Kita harus menjaga bayi itu bersama-sama”Sunny menatap Sungmin serius.

Sungmin terdiam dan berpikir. Sebelum akhirnya ia mengutarakan jawabannya. Ditatap nya wajah Sunny.

“ne..aku akan tinggal disini dan merawat bayi itu bersama”ucap Sungmin mantap.

“oppa…”

“oekkkkk…oekkkk..hikss..hikssss” (mian..tangisan bayi nya aneh..habis gak tau gimana nulis tangisan bayi yang bener..hehe#Dasar author geblek). Belum sempat Sunny melanjutkan kata-katanya. Bayi yang ada di kamarnya menangis keras. Seketika Sungmin dan Sunny berlari ke kamar.

Dengan sigap Sunny menggendong bayi yang berumur 9 bulan tersebut.

“aigoo..cup..cup..jangan menagis ya anak manis…cup..cup”ucap Sunny berusaha meredakan tangisan sang bayi. Sungmin hanya membeku di tempatnya sambil melihat Sunny yang panik.

“oppa, jangan hanya diam di situ cepat bantu aku. Buatkan bayi ini susu”ucap Sunny kesal melihat Sungmin.

“tapi dimana botol dan susu nya”ucap Sungmin polos.

“aigoo oppa, itu ada di dalam box nya. Cepat oppa tangisannya semakin keras”.

“arraseo..arraseo”. Sungmin segera berlari menuju dapur. Dibuatnya susu tersebut secepat mungkin.

Sunny mulai frustasi. Bayi tersebut masih saja menangis. Sunny memeriksa popok bayi tersebut. Bayi itu tidak ngompol ataupun poop. Berarti ia benar-benar haus.

‘Sungmin oppa mana sih, kok susunya belum jadi juga’ batinnya. Akhirnya ia berteriak dari dalam kamar.

“OPPA!!!!cepat sedikit!!”.

Sungmin segera berlari ke kamar dan menyerahkan botol susu tersebut ke Sunny. Benar saja, bayi tersebut langsung berhenti menangis. Sunny dan Sungmin memperhatikan wajah bayi tersebut yang kembali terlelap.

“kenapa orang tua nya tega membuangnya?”Sunny tiba-tiba berbicara.

“geurae. Apa mereka tak melihat bayi ini tak berdosa”Sungmin mengelus kepala bayi tersebut.

“bagaimana kalau kita memberi nama bayi ini. Tak mungkin kan kita memanggilnya ‘BAYI’”. Sunny hanya mengangguk setuju.

“bagaimana kalau singkatan dari nama kita berdua oppa?”

“ide yang bagus. Mmm..bagaimana kalau SunSun”

“mwo??jelek sekali oppa”. Setelah berpikir akhirnya mereka mendapatkan nama yang tepat.

“Lee MiSun”ucap mereka serempak. Dan kemudian tertawa.

“ternyata pikiran kita sama Sunny-ah. Ayo keluar sekarang, biarkan ia tidur”. Tanpa sadar Sungmin menarik tangan Sunny keluar kamar. Kemudian mereka duduk di sofa ruang tv.

“oppa, kau tidak pulang?”tanya Sunny.

“anya, aku akan menginap disini, besok baru aku akan mengambil barang-barangku yang ada di dorm. Sunny hanya mengangguk mengerti.

“Sunny-ah, bagaimana kalau besok kita pergi membeli barang-barang untuk kamar MiSun?”usul Sungmin sambil tersenyum.

“mmm..ide bagus oppa. Tapi siapa yang akan menjaga MiSun?”.

“tenang kalau soal itu, kita titipkan saja ke eomma. Oh iya..besok kau ada manggung tidak?”.

“mmm..ada sih oppa, tapi besok tidak sepadat hari ini”.

“bagaimana kalau aku yang menjeputmu setelah selesai manggung besok. Kebetulan besok aku lagi kosong”.

“mmm..ne oppa. Tapi aku masih takut memberi tahu kan tentang bayi itu ke member oppa”.

“gwenchana, kau tak boleh takut trus. Nanti kita kumpulkan semua member dan kita bicarakan masalah ini ke mereka. mereka pasti bisa mengerti”.

“mm..ne oppa. Gomawo untuk semuanya”. Sunny menguap, matanya semakin berat.

“kau mengantuk??ayo kita tidur”ucap Sungmin. Sunny memandangnya heran.

“kita??”tanya nya.

“ne..ayo cepat. Ini sudah malam”. Sungmin menarik kepala Sunny ke atas bahunya. Sunny tak percaya dengan yang dilakukan Sungmin. Tapi badannya kaku untuk melawan, akhirnya Sunny mencoba menutup matanya dengan tidak merubah posisi tidurnya.

10 thoughts on “You’re My Everything [Chapter 3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s