I will Never Go Anywhere (Part 1)

Main casts: Choi Minho, Kim Arra, Shin Hyera, Lee Taemin.

Type: Chapter

Support casts: Kim Jieun, Lee Donghae.

Genre: romance, friendship, family

Rating: general

Pagi itu udara terasa benar-benar segar. Seorang yeoja cantik tampak duduk bersantai di sebuah taman kampus. Di tangannya terdapat sebuah novel best seller yang dari tadi serius di bacanya. Ditelinganya terpasang headphone yang melantunkan lagu-lagu favoritnya. Sesekali ia mengikuti lirik dari lagu yang didengarnya. Sampai ponselnya bergetar, dan memberhentikan kegiatannya.

“yoboseo”sapanya.

“Arra eonni, apa hari ini kau sedang sibuk??”ucap suara riang diseberang.

“mmmm…kurasa tidak, waeyo Hyera-ah??”ucapnya dengan lembut.

“aku ingin membeli komik baru eonni, kau bisa kan menemaniku??”ucap suara di seberang dengan nada memelas.

“arraseo, nanti aku jemput”ucapnya tersenyum.

“ne, eonni…Annyeong!!”. Sambungan terputus.

Yeoja itu menarik nafas panjang dan sedetik kemudian ia mengemasi barang bawaannya. Ia berjalan meninggalkan taman tersebut dan melangkah menuju kelasnya. Sebentar lagi kuliahnya mulai.

***

Kim Arra, adalah seorang yeoja yang bisa dibilang sangat perfect. Bagaimana tidak, ia memiliki tubuh yang tinggi semampai, wajah yang cantik dan berkepribadian yang ramah. Tak hanya itu, ia juga berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan. Ayahnya adalah seorang pengusaha yang mempunyai cabang perusahaan yang tersebar di berbagai negara. Tapi sayangnya ia tak lagi mempunyai ibu. Ibunya meninggal ketika melahirkan Arra. Bisa dibilang Arra sangat kesepian, ia tak memiliki tempat untuk berbagi cerita. Ayahnya terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan hanya memfasilitasi Arra dengan kemewahan yang tak terhingga. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang yeoja yang benar-benar bisa menjadi sahabatnya, Shin Hyera.

Shin Hyera adalah seorang yeoja yang lebih muda 3 tahun dari Arra. Arra menganggapnya seperti adik kandungnya sendiri. Hyera adalah seorang anak dari pelayan di rumah Arra, yang kini telah berhenti dan memutuskan untuk membuka usaha toko bunga. Dulu, Hyera sering ikut ibunya pergi bekerja di rumah Arra. Dari situlah awal mula perkenalannya dengan Arra. Arra sangat menyayangi Hyera. Hyera lah yang selalu menghibur Arra di kala ada masalah yang menimpanya. Bahkan Hyera rela membagi kasih sayang ibunya kepada Arra. Ya!prinsip Hyera adalah, ibunya adalah ibu Arra juga. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama. Meskipun mereka berbeda, Arra dapat membeli segalanya yang ia inginkan dengan hanya menutup mata. Dan Hyera hanya yeoja yang berasal dari kalangan biasa. Bagi mereka itu semua tak masalah, toh selama ini mereka selalu bersama, membagi apa yang mereka punya tanpa harus ada rasa iri ataupun menyesal.

***

BRAKKK

Arra jatuh terduduk di lantai. Ia tak sengaja menabrak seseorang dari arah berlawanan. Lututnya terasa sakit karena terbentur lantai. Sosok yang di tabraknya tadi mengulurkan tangannya, memberi bantuan. Arra menyambut uluran tangan itu karena ia tak sanggup untuk berdiri sendiri, lututnya masih berdenyut sakit. Ia mendongakkan kepalanya melihat sosok yang ia tabrak. Ternyata seorang namja. Namja itu menatap Arra khawatir.

“gwenchana??mianhae aku tak memperhatikan jalan”ucap namja itu, wajahnya nampak begitu menyesal.

“ah..aniya bukan kau yang salah, akulah yang tak memperhatikan jalan. Mianhamida”Arra membungkuk meminta maaf.

“ne..gwenchanayo, aku bingung mencari kelasku”.

“kau mahasiswa baru??”.

“ne…bisa kau tunjukkan di mana kelas seni musik??kampus ini begitu luas dan sepertinya aku tersesat”. Arra tertawa mendengar kalimat yang dilontarkan namja itu.

“kau hanya tinggal lurus dan belok kekanan, disitu kelas yang kau cari”ucap Arra menjelaskan.

“oh, ne gamsahamnida untuk informasinya”ucap namja itu sambil tersenyum. Seketika Arra terdiam, jantungnya berdetak lebih cepat. Senyuman namja didepannya ini benar-benar menyihirnya. “sepertinya aku sudah terlambat, aku masuk ke kelas dulu ya..Annyeong”namja itu berjalan meninggalkan Arra yang masih berdiri mematung. Setelah cukup lama terdiam, ia melirik arloji yang melingkar di tangan kanannya. Matanya membulat, segera ia mempercepat langkahnya menuju mobil Audi putihya. Ia lupa akan janjinya untuk bertemu Hyera. Sudah bisa dipastikan Hyera akan mengomeli dirinya yang terlambat menjemput.

Hyera POV

Huh..akhirnya komik yang aku tunggu keluar juga. Sebenarnya aku bingung sekarang. Aku harus beli komik favoritku atau majalah SHINee yang baru saja terbit tadi pagi. Aissshhh…sebenarnya uangku cukup untuk membeli dua-dua nya, tapi aku rasa itu mubazir. Sepertinya ku harus memilih salah satu. Tapi aku tak tahu harus beli yang manaaaa…..aigooo..

Kriiiiing….kriiinnnggg….

Yeah!!akhirnya bel pulang berbunyi. Semua teman-temanku yang tadinya suntuk karena mata pelajaran Fisika yang benar-benar menguras otak dan membuatku mengantuk, sekarang terlihat segar. Aku harus cepat-cepat pulang, tak sabar aku mau membeli komik baru.

“Hyera-ah, mengapa terburu-buru?”suara lembut Kim Jieun sahabatku menghentikan aktivitasku yang sedari tadi sibuk grasak-grusuk memasukkan peralatan sekolah.

“Jieunnie, hari ini aku akan membeli komik baru dengan Arra eonni jadi aku harus cepat, takut Arra eonni sudah menunggu”ucapku sambil memasukkan buku-buku pelajaran kedalam tas.

“yah!!berarti kita tidak pulang bersama hari ini, padahal aku mau mentraktirmu es krim”ucap Jieun yang sepertinya benar-benar kecewa.

“hmmm, hanya hari ini Jieunnie, besok kita akan pulang sama-sama lagi. Oh ya, mentraktirku besok saja ya jangan hari ini ok!!”ucapku sambil tersenyum.

“ne..arraeo, ya udah aku duluan ya. Jangan lupa sampaikan salamku dengan Arra eonni. Have a nice day”ucap Jieun sambil melambaikan tangannya. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Setelah kepergian Jieun, aku menjadi sendirian di dalam kelas. Semua teman-temanku sudah pulang. Ku pandangi sekeliling kelasku yang tergolong besar ini. Seketika bulu tengkukku merinding, bukan hanya karna aku takut tapi juga karena dinginnya AC yang tepat berada di atas kepalaku. Eomma…takuuuttt!!!. Cepat-cepat aku berlari menuju gerbang sekolah.

BRAKKK..

“Hwaaaaaa!!!setaaaannnn”teriakku masih ketakutan. Ditambah lagi dengan tangan yang memegang lenganku saat ini. Aku tak tau ini tangan manusia atau makhluk lain (?), intinya sekarang aku ketakutan. Eomma~ aku takuuttt.

“Ya!!kenapa kau teriak-teriak?aku bukan setan”ucap suara yang aku yakini itu adalah suara seorang namja. Aku dongakkan kepalaku dan BINGO aku benar, di depanku berdiri seorang namja yang sedari tadi tangannya mencengkram lenganku erat. Aku bernafas lega, ternyata yang aku tabrak tadi bukan setan, melainkan manusia.

“mianhae, aku kira kau setan dan bisakah kau lepaskan tanganmu itu??sepertinya lenganku akan lepas karena cengkramanmu itu”ucapku sesopan mungkin.

“ah..mianhae”ucapnya seraya melepaskan cengkramannya. Aku mengelus lenganku yang telah berubah menjadi merah.

“kau belum pulang??sekarang sekolah sudah sepi”tanyanya.

“kau sendiri??”ucapku dengan pandangan menyelidik.

“bukuku ketinggalan di kelas, oh ya namaku Lee Donghae”ucapnya seraya tersenyum. Aku akui, senyumannya manis. Ya!!apa yang aku pikirkan sekarang. Sepertinya pengaruh ketakutanku tadi berdampak buruk dengan kinerja otakku.

“ah, ne aku harus segera pulang”ucapku beranjak meninggalkan namja yang bernama Lee Donghae itu. Tapi kembali ia mencengkram lenganku. Apa maunya sekarang?.

“aku belum tahu namamu”ucapnya menatap mataku.

“ah, iya aku lupa. Namaku Hyera, Shin Hyera”ucapku sambil menyunggingkan senyum terpaksa. “oh, senang berkelanan denganmu”ucapnya kembali dengan senyumannya yang membuatku terpana sesaat.

“ne, aku pulang dulu, annyeong Donghae-ssi”ucapku sambil membungkukkan badan. “ne, hati-hati”ucapnya masih dengan senyuman yang tak hilang sedari tadi. Aku berjalan menuju gerbang sekolah. Kulihat mobil Arra eonni telah menungguku. Kupercepat langkahku menuju mobil Audi putih tersebut.

Author POV

“eonniiiii!!!”teriak Hyera girang begitu memasuki mobil Arra. Tak lupa ia mencium kedua pipi eonni yang sangat ia sayangi itu.

“Ya!!Shin Hyera, kemana saja kau. Aku hampir mati bosan menunggumu pulang sekolah kau lihat semua murid disekolahmu sudah pulang dari setengah jam yang lalu. Dari mana saja kau??apa kau dipanggil guru??apa kau membuat masalah disekolah”omel Arra tanpa jeda.

“Ya!!Shin Hyera kau dengar aku??”ucap Arra kesal melihat tingkah dongsaengnya yang sibuk meniup-niup poninya.

“ne eonni, aku mendengarmu, aku tak melakukan hal-hal yang kau ucapkan tadi. Tadi aku ketakutan di kelas lalu aku berlari dan menabrak seorang namja di lorong sekolah, namja itu mengajakku berkenalan, makannya aku pulang terlambat eonni”ucap Hyera jujur.

“benarkah??ya sudah, sekarang kita mau kemana dulu??”tanya Arra sambil mengendarai mobilnya pelan.

“mmm…kita makan siang dulu ya eonn, aku lapar”. Hyera mengelus perutnya. Arra tertawa melihat tingkah dongsaeng kesayangannya itu. “arraseo, kita makan siang dulu”ucap Arra mengendarai mobilnya menuju restoran yang tak jauh dari sekolah Hyera.

***

Hyera menggigit kukunya. Ia sedang bingung harus membeli yang majalah atau komik. Arra yang baru saja kembali dari toilet segera menghampirinya. Dilihatnya Hyera yang menatap bolak-balik antara komik dan majalah, yang covernya adalah boy band yang tengah naik daun sekarang ini. Arra tersenyum melihat tingkah Hyera. Hyera menyadari kedatangan Arra langsung menampakkan senyum khas nya.

“eonni, menurutmu aku harus beli yang mana?”. Hyera menunjuk komik dan majalah didepannya.

“mmm..kenapa tak beli dua-duanya saja”ucap Arra santai.

“ania, itu sangat membuang uang eonni, aku benar-benar bingung. Yang satu adalah komik kesukaanku dan satunya lagi adalah boyband favoritku, eottokae!!!”oceh Hyera sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal. Lagi-lagi Arra tersenyum melihat tingkah Hyera.

“ya sudah, eonni yang traktir tenang saja”ucap Arra. Mata Hyera langsung berbinar.

“jinja eonni??aigoo, kau memang eonni ku yang paling the best”. Hyera memeluk tubuh Arra. Arra tertawa melihat tingkah Hyera yang selalu ceria.

“OMO!!!Taemin kau makin imut saja!!!aku hampir gila melihatmu!!!”teriak Hyera yang tengah membolak-balik majalah barunya.

“YA!!Shin Hyera, bisakah kau tak ribut melihat gambar boy band favoritmu itu??aku rasa gendang telingaku hampir pecah mendengar teriakanmu dari tadi”omel Arra.

“eonni, kau tak bisa ya menilai namja yang tampan dan yang tidak!!ini adalah Lee Taemin magnae terimut dari semua boyband yang ada di Korea Selatan”ucap Hyera sambil menunjuk-nunjuk gambar muka Taemin di majalahnya. Arra hanya menarik nafas panjang. Ia tak bisa berbicara apa-apa lagi kalau Hyera tengah berbicara tentang boy band-boy band favoritnya.

***

Arra POV

Hari ini jadwal kuliahku agak senggang, banyak dosen yang tak hadir. Mungkin mereka sibuk mengoreksi skripsi dari sunbae-sunbae ku. Yah, bisa di bilang aku senang hari ini karena aku tak akan lelah seperti hari-hari biasanya. Aigoo, perutku lapar sepertinya cacing-cacing diperutku sudah memulai demo meminta makan. Kuputuskan untuk mengisi perut di cafetaria kampus saja. Setelah menemukan tempat duduk yang pas. Aku mendudukkan diriku dan mulai menyantap makanan.

“shillyehamnida, boleh aku duduk disini”. Kegiatan makanku yang dari tadi aku tekuni menjadi terhenti. Ku dongakkan kepalaku, aku cukup terkejut dengan suara yang tadi menghentikan kegiatan makanku. Sepersekian detik aku hanya diam sambil memandang wajahnya. Sampai akhirnya ia berdehem dan akan meninggalkan bangku ku aku tersadar.

“ah, ne silahkan”ucapku dengan sedikit ragu. Tapi akhirnya ia berbalik dan duduk di hadapanku. Kami makan dalam diam. Aku tak berani untuk membuka pembicaraan. Kulihat dia juga sedang melahap makanannya. Aku pun mencoba untuk berkonsentrasi melahap makananku kembali.

“ehem, selesai”ucapnya ketika makanannya telah habis, begitu juga denganku.

“gamsahamnida sudah memperbolehkanku duduk disini”ucapnya lagi dengan senyuman yang waktu itu sempat menyihirku. Aku mencoba tersenyum sebagai balasan ucapannya tadi.

“oh ya, kita belum kenalan. Namaku Choi Minho”ucapnya seraya mengulurkan tangannya.

“aku Kim Arra”ucapku menyambut uluran tangannya dan menyunggingkan senyum terbaik yang aku miliki. Kulihat dia juga tersenyum.

“senang bisa berkenalan denganmu Arra-ssi”.

“ne, kalau boleh tahu kau ambil jurusan apa?”ucapku penasaran.

“bukankah waktu itu aku pernah bilang ke kau, aku mencari ruangan seni musik. Aku mengambil jurusan itu”ucapnya. Ah!!Arra pabo, waktu itu kan dia mencari ruangan seni musik. Sudah pasti dia juga mengambil jurusan itu pabo,pabo.

“kalau kau sendiri mengambil jurusan apa??”tanyanya.

“aku..aku mengambil jurusan seni artistik”ucapku sedikit gugup.

“wah, berarti kau pandai melukis!!”ucapnya memujiku. Seketika kurasakan pipiku berubah menjadi panas. Sudah bisa ku pastikan sekarang pipiku telah berubah warna menjadi merah. Aigoo, aku malu.

“oh, ya ngomong-ngomong kau semester berapa?, aku semester 4”ucapnya lagi. “aku semester 2, berarti kau adalah sunbae ku. Mianhamida kalau aku tidak sopan kepadamu”ucapku sambil menundukkan badan.

“hei, tak usah seformal itu. Boleh aku minta nomor ponsel mu??jangan berpikiran jelek, aku hanya ingin kau menjadi temanku dan memberi tahuku lebih jauh tentang kampus ini”. Ucapannya cukup membuatku terkejut, tapi kemudian aku memberitahukan nomor ponselku kepadanya. Aku tak enak jika harus menolak, dan sepertinya dia juga bukan orang jahat. Dia hanya memintaku menjadi temannya karena dia belum memiliki banyak teman disini. Dia baru saja pindah dari Amerika. Wow!!.

“mmm, Arra-ssi aku harus cepat pulang. Sepupuku akan pindah ke Seoul hari ini. Annyeong!!”ucapnya seraya beranjak meninggalkanku.

“ne sunbae, hati-hati”ucapku setengah berteriak. Di hanya membalas dengan lambaian tangan. ‘mimpi apa aku semalam bisa berkenalan dengan namja setampan dia’batinku sambil tersenyum. Tapi seketika senyumanku menghilang karena melihat hoodie coklat Minho sunbae yang ketinggalan. Aiisshh, kenapa dia bisa lupa dengan barangnya sendiri sih. Segera kutelpon Minho sunbae.

“yoboseo, waeyo Arra-ssi”ucapnya.

“sunbae, hoodie mu ketinggalan”ucapku.

“aisshh, jinja. Ah, Arra-ssi bisakah kau mengantarkannya ke apartement ku??aku sedang di perjalanan menjemput sepupuku”ucapnya dengan nada memelas. Aku tak sanggup untuk menolak. Tapi masalahnya aku tak tahu alamat apartementnya, “tapi sunbae, aku tak tahu alamat apartement mu”ucapku dan kemudian mendengarnya tertawa.

“aigoo Arra-ssi, tenang saja nanti aku kirimkan kan alamatnya. Aku tutup ya, Annyeong!!”. Sambungan terputus.

Aku hanya menarik nafas panjang. Eottokae??aku tak berani kalau harus mengembalikannya sendiri. Aku tahu Minho sunbae bukanlah orang jahat. Tapi kalau kita lebih waspada tak ada apa kan??. Setelah sekian lama berpikir akhirnya aku menemukan siapa orang yang tepat menemaniku. Hyera, dongsaengku tersayang. Segera kutelpon saja Hyera. Memang awalnya ia menolak karena dengan alasan malas. Tapi setelah kau bujuk akan kubelikan dia majalah full dengan isi boyband favoritnya. Dan juga member favoritnya yang kalau tidak salah bernama Taemin, akhirnya ia menerima ajakanku. Huh!!tapi tetap saja aku masih gugup untuk bertemu Minho sunbae, eottokae??=.=

***

Hyera POV

Tak biasanya Arra eonni mengajakku keluar malam. Biasanya ia selalu menyuruhku belajar. Tapi malam ini ia mengajakku untuk bertemu temannya, katanya ia mau mengembalikan barang temannya yang ketinggalan. Sebenarnya aku malas untuk ikut karena malam ini SHINee perfome di SBS. Tapi karena ia adalah eonni yang paling aku sayangi, akhirnya aku turuti saja permintaannya. Dan satu lagi, ia berjanji untuk membelikanku majalah full SHINee dan Taemin sebagai upah menemaninya pergi malam ini. Tak mungkin aku menolaknya karena aku sangat beruntung kalau bisa mendapatkan kedua majalah itu. Dua-dua nya adalah majalah limited edition, eonni ku memang yang paling hebat, hehe ^^.

Sekitar jam 7 malam Arra eonni sudah menjemputku. Dia tampak cantik dengan balutan dress putih di atas lutut, menampakkan kakinya yang putih dan jenjang. Dia tersenyum ke arahku, senyuman yang sangat aku sukai. Ia mulai mengendarai mobilnya pelan. Malam ini jalanan kota Seoul tak semacet biasanya. Sekitar lima belas menit di perjalanan. Kami telah sampai di sebuah apartement mewah. Aku sempat terkagum-kagum melihat apartement ini yang memang benar-benar mewah. Arra eonni menekan tombol lantai 9. Kami mencari kamar apartement yang bernomor 610. Setelah sampai, kulihat eonniku tak segera memencet bel.

“ya eonni, kenapa tak memencet belnya??”ucapku heran melihat tingkah eonniku.

“aku gugup Hyera-ah”ucap eonniku sambil memegang dadanya.

“aisshh, ya sudah aku saja yang memencet”ucapku dan segera memencet bel apartement tersebut. Kulihat Arra eonni menggenggam tanganku erat. Tak lama kemudian pintu apartement itu terbuka. Dan mataku membulat.

OMO!!!TAEMIN SHINEE ADA DI DEPANKU!!!.

TBC…

3 thoughts on “I will Never Go Anywhere (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s