You’re My Everything [Chapter 4]

Cast: Lee Sun Kyu(Sunny), Lee Sungmin

Other cast: Member Super Junior, SNSD

Genre: Friendship, romance, family

Rating: General

Langsung aja cekidot!!!😀

Annyeong..ini chapter selanjutnya. Makasih buat readers yang udah coment di chapter-chapter sebelumnya. Oh iya, mohon maaf kalo ada kata-kata yang salah ya dalam ff ini!!. Aku mohon buat para readers yang udah baca ff ini, coment sangat aku perlukan..

Gamsahamnida…

[CHAPTER 4]

Sinar matahari pagi masuk menembus jendela apartement Sungmin. Hangat. Pagi ini benar-benar cerah. Sungmin mencoba membuka matanya. Ia merasa ada sesuatu yang menindih badannya. Ketika ia membuka mata, ia terkejut  ternyata Sunny tengah tertidur di atas dadanya. Sungmin memandangi setiap lekuk wajah Sunny yang tengah terlelap. Matanya yang terpejam membuat wajahnya terlihat sangat polos. Senyum mengembang di bibir namja itu. Entah mengapa jantungnya berdetak lebih cepat ketika melihat wajah Sunny dari dekat.

Sungmin masih membeku, ia tak berani bergerak. Ia takut membangunkan yeoja yang tengah tidur diatas dadanya. Sungmin masih memandangi wajah Sunny. Sampai akhirnya yeoja itu menggeliat kan badannya.

Sunny membuka matanya. Ia melihat sekelilingnya, ini bukan kamar tidurnya. Lantas sekarang ia tengah berbaring dimana. Ketika ia mendongakkan kepalanya, ia terkejut bukan main. Ternyata ia tengah berbaring di atas badan Sungmin. Segera ia bangkit dari posisinya. Mereka jadi salah tingkah.

“Sunny-ah, mianhae tadi malam aku ketiduran. Jadi aku tidak membangunkanmu untuk pindah ke kamar”.

“gwenchana oppa”. Jantung Sunny seakan berhenti berdetak. Mengingat semalam ia tertidur di atas badan Sungmin. Wajahnya berubah menjadi merah, ia benar-benar malu. Sunny bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar untuk menghilangkan perasaan gugupnya. Ketika ia masuk, ternyata MiSun sudah bangun dan sedang tengkurap sambil menghisap tangannya sendiri. Sunny berjalan mendekati MiSun.

“annyeong MiSun-ah. Kau sudah bangun dari tadi?bagaimana tidurmu?nyenyak???”tanya Sunny dan mendekati MiSun. MiSun tersenyum dan bergumam layaknya anak seumurnya.

“anak manis”Sunny mengelus kepala MiSun dan menggendongnya. Sunny membawa MiSun keluar kamar.

Di luar, Sungmin tengah asyik menonton tv. Kemudian ia melihat Sunny keluar kamar dan menggendong MiSun yang sudah bangun.

“oppa, lihat!!MiSun lucu ya”Sunny berjalan mendekati Sungmin.

“annyeong MiSun-ah. Aigoo..kyopta”Sungmin mengelus pipi chubby MiSun.

“MiSun-ah, ayo sekarang kita mandi”Sunny berjalan menuju kamar mandi. Sungmin mengikutinya dari belakang.

Selesai mandi, Sunny memakaikan MiSun topi boneka bewarna merah yang di dapatnya di box bayi MiSun. MiSun tampak semakin lucu.

(hehe..lucu kan MiSun..cute banget maaf kalo gambarnya kecil..emang gak bisa dibuat besar)

Sunny menitipkan MiSun kepada Sungmin. Kemudian ia segera mandi  dan siap-siap memulai aktivitasnya hari ini.

***

Setelah semuanya siap, Sungmin dan Sunny membawa MiSun untuk di titipkan di rumah orang tua Sungmin. Layaknya keluarga yang berbahagia, senyum tak henti-hentinya menghiasi wajah Sungmin dan Sunny. Mereka senang melihat MiSun yang dari tadi berguman lucu.

Sungmin mengendarai mobilnya pelan menembus keramaian kota Seoul pagi itu. Disampingnya terlihat Sunny yang sedang memeluk MiSun yang tengah terlelap.

“Sunny-ah, kenapa MiSun sering sekali tidur?”. Sungmin memperhatikan MiSun yang tengah terlelap di pelukan Sunny.

“ssstt..oppa jangan ribut, MiSun baru saja tidur. Nanti dia menangis kalau terbangun”.

“YA..aku kan hanya bertanya tadi. Memangnya kau tau dari mana kalau dia akan menangis kalau terbangun?”.

“oppa, dia ini masih berumur 9 bulan. Jadi wajar saja kalau dia sering tertidur. Anak kecil seperti dia kan cepat lelah oppa”. Sunny menjawab pertanyaan Sungmin.

“YA..Lee Sun Kyu, sepertinya kau tau segalanya. Kau sudah pantas jadi eomma”. Sunny membulatkan matanya.

“MWO??apa maksudmu oppa??aku ini masih muda. Aku bukannya sok tau oppa, tapi anak seumur MiSun memang cepat lelah”ucap Sunny kemudian mengelus rambut MiSun sayang.

“ne..ne…Sunny-ah, kau kan best mom di SNSD”.

“sssttt..oppa berhenti bicara. Kau bisa membuat MiSun bangun”Sunny menatap Sungmin dengan tatapan peringatan.

“arraseo”Sungmin memajukan bibirnya beberapa senti. Sunny tersenyum melihat ekspresi wajah Sungmin.

Akhirnya mereka tiba di rumah orang tua Sungmin. Sungmin membukakan pintu mobil untuk Sunny. Sunny keluar sambil menggendong MiSun yang masih terlelap. Sungmin mengeluarkan tas keperluan MiSun dari bagasi mobil.

Sunny yang baru melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, langsung di sambut teriakan heboh dari mertuanya.

“aigoo..Sunny-ah kau sudah datang. Jadi ini bayi nya??lucunya”. Eomma menggendong MiSun.

“eomma kami titip MiSun. Nanti sore aku jemput. Jangan membuatnya menangis ya eomma”Sungmin berkata pada eommanya.

“ne..ne..kalian tak perlu khawatir”.

“ne..kami berangkat dulu ya eomma. Maaf sudah merepotkanmu”. Sunny membungkukkan badannya.

“aigoo..Sunny-ah gwenchanayo. Hati-hati ya”. Sungmin dan Sunny membalasnya dengan lambaian tangan sebelum meninggalkan rumah tersebut.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Sunny berlari tergesa-gesa menuju ruang make up SNSD. Ia terlambat karena jalanan macet. Ia berharap semoga Taeyeon tidak menceramahinya. Sunny menarik nafasnya lega karena telah sampai di ruangan yang ia tuju.

Di dalam para member SNSD sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jessica melihat Sunny yang baru masuk dengan napas yang tersengal-sengal.

“Sunny-ah, mengapa kau terlambat?kau habis lomba lari ya??”. Member lain menatap Sunny dengan tatapan heran.

“mianhae, jalanan macet. Mobil Sungmin oppa benar-benar tak bisa bergerak tadi”ucap Sunny jujur.

“ne??kau berangkat dengan Sungmin oppa?tumben?”ucap Sooyoung heran.

“Ne. Aku siap-siap dulu ya”ucap Sunny melangkah pergi. Member SNSD kembali mengerjakan kegiatannya masing-masing.

……………………………………………………………………………………………………………………………………….

Pukul 3 siang, Sunny telah selesai manggung bersama SNSD. Setelah selesai berganti pakaian, ia segera mengambil hp nya di dalam tas. Baru saja ia akan menghubungi Sungmin, tapi Sungmin sudah menelponnya duluan.

“yoboseo”.

“Sunny-ah, aku sudah ada di lobby bawah. Kau sudah selesai belum?”.

“oh, ne..ne..aku kesana sekarang”. Sunny menekan tombol merah di hp nya dan berjalan keluar dari ruang tunggu artis, tapi Seohyun menarik lengannya.

“eonnie mau kemana?”

“ah..Seo. Aku di jemput Sungmin oppa, dia sudah ada di lobby. Aku pulang duluan ya”. Sunny hendak melangkah pergi, tapi Seohyun masih menghalanginya.

“eonnie, sepertinya ada yang tidak beres. Apa ada yang kau sembunyikan dari kami?”. Seohyun mencoba mengintrogasi Sunny.

“ah..itu…”Sunny menggantungkan kalimatnya membuat Seohyun semakin penasaran.

“mmm..ceritanya panjang Seo. Nanti kalau waktunya sudah tepat akan aku beri tahu apa yang sebenarnya terjadi”ucap Sunny yang sedikit cemas.

“arraseo eonnie, aku akan menunggu”ucap Seohyun melepaskan genggamannya dari lengan Sunny.

“aku pulang duluan”ucap Sunny tersenyum kepada Seohyun. Seohyun hanya mengangguk.

………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Sungmin dan Sunny telah sampai di depan toko perlengkapan bayi. Mereka melakukan penyamaran serapi mungkin agar tidak ketahuan. Setelah merasa penampilannya sudah benar-benar tak terkenali, mereka keluar dari mobil.

Setelah masuk ke dalam toko tersebut, mereka terlebih dahulu pergi mencari tempat tidur untuk MiSun.

“oppa, bagaimana kalau yang itu”tunjuk Sunny ke tempat tidur berwarna hijau.

“YA!MiSun itu perempuan, kita harus memilih warna yang lebih lembut”Sungmin berbicara sambil memperhatikan deretan tempat tidur di hadapannya.

“bagaimana kalau yang itu”tunjuk Sungmin ke tempat tidur berwarna biru laut.

“YA!!oppa..itu sama saja, warnanya tidak cocok untuk MiSun”omel Sunny. Penjaga toko melihat keributan terjadi di antara mereka segera berjalan menghampiri.

“permisi, sepertinya anda butuh bantuan”ucap pelayan tersebut ramah. Sungmin dan Sunny agak terkejut melihat kedatangan pelayan tersebut yang tiba-tiba.

“ah..iya, kami bingung memilih tempat tidur untuk bayi”ucap Sungmin sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

“oh..jangan khawatir saya bisa membantu. Kalau boleh tau bayi kalian yeoja atau namja?”.

“yeoja. Ne bayi kami yeoja”jawab Sunny kemudian tertawa garing. Sungmin menatapnya dan ikut tertawa.

“mmm..yeoja ya..bagaimana kalau warna yang soft seperti pink dan putih. Pasti cocok untuk bayi perempuan, bagaimana?”tanya pelayan tersebut.

“mmm..ne aku setuju. Bagaimana denganmu jagi?kau setuju juga kan”Sungmin melingkarkan tangannya di pinggang Sunny. Sunny terkejut dengan perlakuan Sungmin. Jantungnya kembali berdetak cepat. Sungmin melakukan ini semata-mata agar tak ada yang curiga.

“mmm..ne aku setuju”jawab Sunny kemudian. Kemudian mereka berkeliling membeli perlengkapan MiSun.

……………………………………………………………………………………………………………………………………..

Akhirnya kegiatan belanja mereka selesai setelah menjemput MiSun, Sungmin dan Sunny segera pulang ke apartement mereka. Sungmin berjalan duluan sambil membawa tas belanjaan dan Sunny mengikutinya di belakang sambil menggendong MiSun yang lagi-lagi tengah tertidur. Sunny segera membaringkan MiSun di kamar. Sementara Sungmin tengah mengangkat tempat tidur baru MiSun ke kamar kosong di sebelah kamar nya dan Sunny.

Sunny yang baru saja keluar dari kamar melihat Sungmin yang nampaknya kesulitan mengangkat tempat tidur MiSun sendirian. Sunny segera berjalan menghampiri Sungmin.

“oppa sini biar ku bantu”Sunny berusaha mengangkat tempat tidur yang lumayan berat itu.

“gwenchana Sunny-ah aku bisa sendiri”Sungmin menolak tawaran Sunny.

“oppa..kau ini!!!sini biar aku bantu”Sunny tetap ngotot. Akhirnya Sungmin menyerah. Ia membiarkan Sunny membantu mengangkat tempat tidur MiSun. Mereka bersama-sama menata kamar baru untuk MiSun.

Dan ini hasil pekerjaan mereka.

***

Sungmin dan Sunny duduk di sofa ruang tv. Mereka sama-sama lelah sehabis menata kamar baru untuk MiSun. Sunny memejamkan matanya, ia benar-benar lelah. Sungmin menatap Sunny yang nampaknya sama lelahnya dengan dirinya.

“Sunny-ah, sepertinya kita harus memberi tahu member tentang MiSun”Sungmin membuka topik pembicaraan. Sunny langsung membuka matanya, ada rasa takut yang menggelayut di pikirannya.

“eottokae??kita beri tahu mereka sekarang?”tanya Sungmin menoleh ke arah Sunny yang terdiam.

“aku takut oppa”jawab Sunny dengan suara pelan.

“wae??kenapa kau harus takut?”.

“ani..bagaimana kalau SM tahu?ini akan menjadi masalah besar. Belum lagi kalau pernikahan kita terbongkar ke media. Dan sekarang kita tinggal satu rumah untuk merawat seorang bayi yang tidak tahu dari mana asal usulnya”ucap Sunny dengan menatap gumpalan awan dari jendela apartement.

Sungmin hanya diam setelah mendengar kata-kata yang di ucapkan Sunny. Menurutnya Sunny benar, bagaimana jika semuanya terbongkar.

“tapi, kita tak bisa merahasiakan ini terus ke member Sunny-ah. Biar bagaimana pun mereka harus tau tentang hal ini”.

“arraseo oppa. Tapi bukan mereka yang aku takutkan. Aku takut jika semua rahasia kita terbongkar?”.

“itu juga yang dari tadi aku pikirkan. Tapi, yang terpenting sekarang kita harus memberi tahu member dulu”.

“mmm..arra..”ucap Sunny yang masih memandang gumpalan awan sore dari jendela apartement.

***

Sunny pov.

Apa benar ini kehidupan yang aku jalani?. Menikah karena perjanjian, dengan orang yang telah aku anggap seperti kakakku sendiri. Tinggal satu rumah dan mengurus bayi yang entah dari mana asal-usulnya. Aku akui ini benar-benar berat. Sekarang ketakutanku hanya satu, bagaimana jika semua yang aku dan Sungmin oppa rahasiakan dari media dan publik terbongkar?. Yang ada di pikiranku tak lain adalah SONE yang selalu mendukungku dan SNSD dalam segala hal. Apa yang harus aku lakukan jika mereka tahu tentang pernikahanku?!. Mereka pasti kecewa.

“Sunny-ah gwenchana?tadi kata Leeteuk hyung, mereka lagi dalam perjalanan menuju apartement kita”. Suara Sungmin oppa membuyarkan lamunanku.

“ah..ne oppa. Aku akan menelpon Taeyeon eonnie”. Jawabku sambil tersenyum dan berjalan menuju kamar.

Hari ini kami akan memberi tahu member SUJU dan SNSD tentang MiSun. Sebenarnya ini ide Sungmin oppa yang mengumpulkan semua member di apartement. Sungmin oppa bilang untuk merahasiakan MiSun dari menejemen. Sebenarnya aku takut untuk menyimpan rahasia ini, tapi akhirnya aku setujui usulnya meskipun itu akan menambah beban kami berdua.

Ting..Tong..

Bel apartement berbunyi. Sungmin oppa segera membuka pintu dan ternyata oppa SUJU yang datang.

“hyung ada apa memanggil kami kesini?”Donghae bertanya kepada Sungmin oppa.

“kalian masuklah dulu”Sungmin oppa mempersilahkan member SUJU masuk.

Ting..Tong..

Bel apartement berbunyi lagi. Pasti itu member SNSD yang datang. Segera aku berjalan membuka pintu karena Sungmin oppa yang sudah asyik ngobrol dengan member SUJU.

“annyeong semua..ayo masuk”.

“Ya!sebenarnya ada apa menyuruh kami kemari?kenapa oppa SUJU juga di undang?apa hari ini ada yang ulang tahun?” Taeyeon eonnie bertanya tanpa jeda sedikitpun.

Aku berjalan menuju kamar MiSun. Kulihat MiSun yang tengah bermain dengan boneka teddy bear nya. Ku gendong tubuh mungilnya keluar kamar.

Sunny pov end.

Author pov.

Sunny berjalan menuju ruang tengah, tempat dimana semua member SUJU dan SNSD berkumpul. Semua yang ada disitu di buat kaget oleh sesosok bayi mungil yang ada di gendongan Sunny.

“Ya!!Sungmin?baru 5 bulan kalian menikah!kenapa kau sudah memiliki anak sebesar ini”heboh Heechul.

“gurae…kalian bagaimana bisa mempunyai anak sebesar ini??”Eunhyuk juga ikut heboh. Sungmin dan Sunny hanya bisa bengong melihat tingkah member Suju dan SNSD yang heboh.

“YA!!YA!!YA!!kalian dengarkan dulu penjelasanku, anak ini aku temukan di depan pintu apartement. Ini bukan bayi kami, jadi kalian jangan salah paham dulu”ucap Sungmin menjelaskan.

“JINJA??”ucap member Super Generation berjamaah, kemudian mendekati MiSun.

“aigoo kyopta ayo eonnie gendong”ucap Yoona. Tapi MiSun malah menangis.

“YA!!Yoona kau membuatnya takut”. Sunny menenangkan MiSun. Yoona hanya memajukan bibirnya. Akhirnya terjadilah keriuhan di sana-sini mereka semua berebut untuk menggendong MiSun. Leeteuk hanya terdiam di pojok ruangan, tampak dari raut wajahnya ia sedang berpikir. Tak lama ia bangkit dan mengajak Sungmin berbicara empat mata. Taeyeon melihat Sungmin dan Leeteuk pergi. Ia penasaran apa yang dua orang itu lakukan. Akhirnya ia pun mengikuti dari belakang.

***

Leeteuk dan Sungmin tengah berada di ruang tamu, jauh dari keriuhan yang terjadi di ruang tengah apartement Sungmin. Sedari tadi Leeteuk hanya duduk dengan kepala menunduk sambil meremas tangannya. Sungmin memperhatikan hyung nya itu dengan seksama. Ia menunggu kata-kata yang keluar dari bibir Leeteuk.

Di lain tempat, Taeyeon tengah bersembunyi di balik dinding memperhatikan kedua namja tersebut. Ia benar-benar penasaran apa yang akan dilakukan mereka. Mungkin bisa di bilang ia lancang menguping pembicaraan orang lain. Tapi hatinya berkata ia juga harus mengetahui pembicaraan kedua orang tersebut.

“Sungmin-ah, apa kau bahagia setelah menikah dengan Sunny??”. Akhirnya Leeteuk mengeluarkan suaranya membuka pembicaraan. Sungmin sedikit terkejut mendengar pertanyaan hyungnya. Sebenarnya ia juga tidak tahu apakah ia bahagia setelah menikah dengan Sunny. Tapi akhir-akhir ini ia senang ketika Sunny berada di sampingnya. Apakah ini yang di sebut bahagia seperti pertanyaan Leeteuk kepadanya.

“ne~ hyung…aku bahagia”ucap Sungmin sedikit ragu.

“jeongmal??baguslah kalau begitu…hajiman aku ingin membicarakan tentang bayi yang kalian rawat sekarang”ucap Leeteuk memandang Sungmin dengan tatapan serius.

“ne hyung apa yang ingin kau bicarakan?”.

“Sungmin-ah, apa tidak sebaiknya bayi itu kau titipkan di panti asuhan saja?”ucap Leeteuk yang sukses membuat Sungmin terkejut. Sama sekali tak pernah terlintas di pikirannya untuk membuang kembali bayi itu ke panti asuhan.

“ne??apa maksudmu hyung?tanya Sungmin masih tak percaya.

“Sungmin-ah coba pikirkan, bagaimana jika karirmu hancur gara-gara kau merawat seorang bayi yang tidak jelas asal-usulnya..coba pikirkan nasib SUJU??kalian harus merahasiakan pernikahan kalian dari media itu sangat berat, belum lagi dengan bayi itu, apa tidak membuat semakin berat beban yang kalian tanggung??coba pikirkan lagi Sungmin-ah!!”ucap Leeteuk panjang lebar.

“hyung…tak pernah sama sekali terlintas di pikiranku untuk menitipkan bayi itu ke panti asuhan…apa hyung tega melihat bayi yang telah di buang, kembali di buang untuk yang ke dua kalinya??aku sudah memikirkan semuanya hyung karirku, Sunny, Suju, SNSD, kalian pasti sangat-sangat khawatir dengan kehadiran bayi itu, tapi hyung kalau kau menyuruhku membuang bayi itu kembali maaf hyung aku tidak bisa”ucap Sungmin yang membuat Leeteuk naik darah.

“YA!!!LEE SUNGMIN!!!kau ini benar-benar bodoh…apa kau tak berpikir bagaiman nasib Suju jika salah satu anggotanya kembali tersandung masalah??mulai dari Hankyung dan Kangin dan bagaimana jika kau juga??aku tau aku ini leader yang gagal, oleh karena itu aku ingin memperbeiki semuanya. Apa kau tega melihat Suju hancur gara-gara kecerobohanmu sendiri??semuanya mulai dari pernikahan diam-diam mu sampai masalah bayi itu sekarang!!apa kau tak memikirkan nasib kami sebagai member Super Junior??apa kau tak memikirkan peraasaan Sunny juga jika SNSD juga hancur??bagaimana jika SM tau tentang bayi itu??aku tanya bagaimana??”ucap Leeteuk yang mulai hilang kendali. Sungmin terdiam mendengar semua kalimat-kalimat yang di ucapkan Leeteuk. Leeteuk banar, bagaimana jika semuanya hancur hanya gara-gara kecerobohannya sendiri. Bagaimana jika semuanya terbongkar. Tapi ia berpikir, kalau memang semuanya harus terbongkar mungkin ini memang takdir yang digariskan Tuhan untuknya.

“arraseo hyung, aku tahu sampai akhirnya semua akan terbongkar aku tahu kau pasti kecewa dengan sikapku hyung, tapi mianhae hyung aku harus bisa terima semuanya mungkin itu memang sudah takdir yang Tuhan gariskan untuk hidupku ke depan…mianhae hyung aku akan tetap merawat bayi itu entah sampai kapan”ucap Sungmin terdengar lirih.

“hah!!kau benar-benar telah mengecewakanku, aku benar-benar kecewa…kita tunggu saja sampai kapan kau bisa bertahan Lee Sungmin, aku berharap kau benar-benar bisa merahasiakan semuanya dari media juga menejemen”ucap Leeteuk dengan senyum sinis dan menekankan ucapannya pada nama Sungmin.

“gomawo hyung, akan aku usahakan semuanya tetap menjadi rahasia”ucap Sungmin memegang bahu Leeteuk mencoba meyakinkannya. Tapi Leeteuk segera membuang wajahnya. Ia masih kecewa dengan keputusan dongsaengnya tersebut. Sungmin melihat wajah hyungnya yang terlihat sangat kecewa, ia memutuskan meninggalkan Leeteuk seorang diri.

Taeyeon masih membatu di tempatnya. Ia benar-benar terkejut dengan perkelahian kedua sunbae nya. Di satu sisi ia setuju dengan keputusan Leeteuk. Tapi di sisi lain ia juga memikirkan perasaan Sunny dan Sungmin yang mungkin terlanjur sayang dengan Misun. Ia juga seorang leader, ia juga tak mau melihat semuanya hancur. Tapi ia benar-benar bingung sekarang, Sungmin saja tak mau menitipkan bayi itu. Bagaimana dengan Sunny? apakah ia akan mengikuti keputusan yang sama dengan Sungmin. Taeyeon semakin bingung, akhirnya ia memutuskan untuk beranjak dari tempat persembunyiannya.

***

Sepulang semua member, Sunny segera meletakkan MiSun yang tengah terlelap di kamar barunya. Tampaknya malaikat mungil itu letih akibat terlalu lama bermain dengan member Snsd dan Suju. Segera Sunny membersihkan apartementnya yang seperti kapal pecah. Rasa letih yang sedari tadi menyerangnya ia lawan karena ingin tempat tinggalnya itu rapi seperti semula. Sungmin memang tak membantunya karena ia pergi keluar. Namja itu tak memberikan alasan yang jelas. Ia hanya berkata bahwa ada urusan yang harus ia diselesaikan.

Sunny mengelap keringatnya. Tapi raut wajahnya menampakkan senyum lega, semua ruangan telah rapi. Segera ia berjalan menuju sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Dilihatnya jam yang tergantung di dinding telah menunjukkan pukul 5 sore. Segera ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.

***

Sungmin mengendarai mobilnya menuju Sungai Han. Sesampainya di sana, ia tetap tak beranjak keluar. Di bukanya jendela mobilnya lebar, kembali ia termenung. Ia masih memikirkan kata-kata Leeteuk. Apakah semua yang aku lakukan salah? Apakah harus membuang MiSun ke panti asuhan??batinnya dalam hati. Setelah beberapa saat ia terdiam, diliriknya jam yang melekat di tangannya, pukul 6 sore. Segera ia menyalakan mobilnya, pulang.

Sungmin pov

Aku baru sampai di apartement pukul 7 malam. Badanku terasa lelah dan kepalaku sedikit pusing. Kulihat Sunny yang tengah bermain dengan MiSun di dalam kamarnya. Sunny menyadari kedatanganku dan berjalan ke arahku sambil menggendong MiSun. Kucium pipi MiSun sayang, aku semakin tak bisa membuangnya ke panti asuhan. Sepertinya aku sudah terlanjur sayang dengan malaikat mungil ini.

“oppa, sepertinya kau lelah mau aku siapkan air hangat”. Suara Sunny menyadarkan lamunanku.

“ah…tidak usah, sepertinya aku sedang tak enak badan”ucapku kemudian merebahkan badanku di sofa ruang tv, tempat dimana ku tidur selama ini. Kulihat Sunny memperhatikanku dengan tatapan iba.

“oppa, kau tidur saja dikamar, kau terlihat pucat”ucap Sunny masih mengkhawatirkanku.

“gwenchana Sunny-ah, lanjutkan saja bermainmu dengan MiSun. Mianhae aku tak bisa menemani kalian”ucapku setenang mungkin.

“ne~ oppa…”. Sunny berjalan meninggalkanku, kurasa kepalaku samakin berat. Kuputuskan untuk menutup mataku. Terlalu banyak masalah yang aku pikirkan hari ini. ‘Sunny-ah, mianhae aku belum bisa menceritakan yang sebenarnya kepadamu’batinku sebelum mataku benar-benar tertutup dan membawaku ke alam mimpi.

TBC…

2 thoughts on “You’re My Everything [Chapter 4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s