I will never go anywhere part 2

Arra eonni menekan tombol lantai 9. Kami mencari kamar apartement yang bernomor 610. Setelah sampai, kulihat eonniku tak segera memencet bel.

“ya eonni, kenapa tak memencet belnya??”ucapku heran melihat tingkah eonniku.

“aku gugup Hyera-ah”ucap eonniku sambil memegang dadanya.

“aisshh, ya sudah aku saja yang memencet”ucapku dan segera memencet bel apartement tersebut. Kulihat Arra eonni menggenggam tanganku erat. Tak lama kemudian pintu apartement itu terbuka. Dan mataku membulat. OMO!!!TAEMIN SHINEE ADA DI DEPANKU!!!.

PART 2

Annyeoongg…kembali sama ff yang main cast nya adalah eonniku sendiri..ehehehhe..buat Icha eonni, yang nagih-nagih terus ff ini, nih!!aku post part 2 nya. Semoga suka yah!!

Oke lah daripada banyak omong, langsung baca aja yaahh!!

Cekidot ^o^

Title: I will Never Go Anywhere part 2

Main casts: Choi Minho, Kim Arra, Shin Hyera, Lee Taemin.

Type: Chapter

Support casts: Kim Jieun, Lee Donghae.

Genre: romance, friendship, family

Rating: general

Aku masih berdiri mematung didepan pintu apartement teman Arra eonni. Aku benar-benar tak percaya dengan sosok yang berdiri di depanku ini. Apakah aku berminpi??. Taemin SHINee ada di hadapanku. Taemin yang selalu aku idolakan karena wajahnya yang imut, suaranya yang merdu dan juga senyumannya yang maut. Yang selalu bisa menyihir setiap yeoja yang melihatnya. Tapi sosok yang ada di depanku ini tak menyunggingkan senyuman yang selalu menyihirku, melainkan hanya tatapan dan ekspresi muka yang datar. Tapi dia benar-benar mirip seperti Taemin.

“Taemin-ah, siapa yang datang”. Kudengar suara seseorang yang berteriak dari dalam aprtement. Tak lama orang itu keluar. Ternyata seorang namja tinggi yang sudah bisa ku tebak adalah temannya Arra eonni.

“ah, Arra-ssi silahkan masuk, maaf membuatmu menunggu lama diluar”ucap namja itu ramah dan mempersilahkan kami masuk. Ia menyuruhku untuk duduk di ruang tamu apartementnya. Dan soal namja yang mirip Taemin itu, entahlah ia telah hilang begitu saja. Aku tak sempat lagi melihatnya.

Arra POV

Aku benar-benar gugup ketika Hyera menekan bel apartement Minho sunbae. Aku harap Minho sunbae tak terkejut melihat kedatanganku. Tapi yang membuka pintu bukanlah Minho sunbae. Melainkan seorang namja yang aku taksir umurnya hampir sama dengan Hyera. Namja itu menatapku dan Hyera dengan tatapan datar. Ia tak mempersilahkan aku dan Hyera masuk.

Tapi kemudian aku mendengar teriakan Minho sunbae dari dalam apartemantnya. Tak lama kemudian Minho sunbae muncul. Ia meminta maaf denganku karena telah membuatku menunggu terlalu lama. Lalu ia menyunggingkan senyuman yang selalu membuat jantungku berdetak secara tak normal. Kemudian ia menyuruhku dan Hyera masuk. Ia kembali masuk kedalam apartementnya. Tapi sebelumnya ia mempersilahkanku duduk di ruang tamunya.

Autor POV

 

Minho kembali keruang tamunya dengan membawa dua gelas jus jeruk. Kemudian ia duduk tepat di hadapan Arra.

“Arra-ssi, maaf membuatmu menunggu di luar”ucap Minho menatap Arra.

“gwenchana sunbae, ini hoodie mu”. Arra menyerahkan tas kertas yang berisi hoodie Minho.

“ah, ne gamsahamnida. Oh ya, apa ini adikmu??”tanya Minho yang melihat ke arah Hyera.

“ne sunbae ini adikku, namanya Hyera”ucap Arra mengelus rambut Hyera lembut.

“anyeonghasseo, choneun Shin Hyera imnida, bangapseumnida” Hyera membungkuk hormat dan tersenyum.

“ah, ne. Oh ya sebentar aku akan kenalkan kalian dengan sepupuku”. Minho beranjak dari duduknya. Tak lama kemudian ia kembali bersama seorang namja imut yang berjalan di belakangnya. Namja yang menyambutku didepan tadi. Namja itu duduk di samping Minho.

“Arra-ssi, Hyera-ssi kenalkan ini sepupuku”ucap Minho.

“Lee Taemin imnida”ucap namja itu dengan malas.

“Taemin baru saja pindah dari Busan, ia akan tinggal disini bersamaku. Orangtuanya sekarang sedang ada urusan pekerjaan di luar negeri”jelas Minho. Arra hanya bisa ber’oh’ ria. Dan Hyera memilih diam sambil sesekali menatap wajah Taemin.

“berapa umurnya sunbae??”tanya Arra.

“dia 17 tahun *p.s: umur taemin sebenarnya 16 taun, tapi di korea sana jadi 17 taun*”ucap Minho singkat.

“oh, berarti umur kita sama. Aku 17 tahun”Hyera membuka suaranya.

“jinja??berarti kalian sebaya??sepertinya kau akan dapat teman baru disini Taemin-ah”ucap Minho kepada Taemin. Tapi kemudian Taemin menatap tajam kearah Hyera yang tersenyum ke arahnya.

“hyung, aku lelah. Aku mau istirahat dulu”. Taemin beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya.

“mianhae, mungkin Taemin memang lelah. Maafkan dia jika tidak sopan”ucap Minho meminta maaf lagi kepada Arra dan Hyera.

“gwenchanayo sunbae, mungkin Taemin sedang lelah”ucap Arra sambil tersenyum. “mmm, sepertinya kami harus segera pulang”. Arra bangkit dari duduknya di ikuti dengan Hyera yang sedari tadi menekuk wajahnya.

“ah ne, hati-hati ya dan gamsahamida telah mengantarkan hoodie ku”ucap Minho lagi-lagi dengan senyuman khasnya.

“ah, n..ne cheonmanyo sunbae. Annyeonghasseo”Arra mebungkuk.

“annyeonghasseo oppa”Hyera membungkuk hormat dan memanggil Minho dengan sebutan oppa. Arra sempat kaget dengan panggilan Hyera kepada Minho.

“ah, ne Hyera-ah”Minho mengacak-acak rambut Hyera. Mereka seperti sudah kenal begitu lama. Arra hanya mampu tersenyum senang melihat mereka berdua.

***

Hyera POV

 

Hah..aku tak menyangka namja itu memiliki nama yang sama dengan idolaku, Lee Taemin. Tapi sifat mereka berbeda!!sangaaaaaat berbeda. Taemin yang baru ku kenal itu benar-benar angkuh dan dingin. Tapi tidak dengan Taemin idolaku, yang ramah dan memiliki senyuman manis dan sangat bersahabat. Tapi mengapa wajahnya begitu mirip??apa dia kembar??. Ah!!!tak mungkin. Lee Taemin tak memiliki saudara kembar!!aissshhhh….

Kurebahkan badanku di atas tempat tidur. Bayangan wajah Taemin yang baru ku kenal itu terus saja menari-nari di kepalaku. Aisshhh!!kenapa aku terus memikirkannya. Akhirnya aku berjalan menuju kamar mandi dan membasuh wajahku. Siapa tahu bayangan-bayangan tersebut bisa hilang terbawa air.

Setelah sedikit tenang, aku putuskan untuk segera tidur. Besok adalah hari yang sangat melelahkan. Bukan hanya karena jadwal pelajaranku yang segunung. Tapi juga karena besok aku harus membantu eomma mengantarkan bingkisan bunga kerumah langganannya. Kupejamkan mataku yang semakin lama semakin berat. Aku berharap malam ini aku berminpi indah. Menikah dengan Taemin di dalam mimpi. Ingat bukan Taemin yang angkuh itu, tapi Taemin yang selalu menjadi idolaku, pujaan hatiku^^.

******

Pagi ini sangat cerah. Aku telah siap untuk berangkat sekolah. Aku rasa hari ini akan menjadi hari yang cukup menyenangkan. Aku pasang sepatuku dan bergegas menggendong tasku. Keadaan rumah pagi ini sangat sepi. Ibu sudah berangkat ke toko sejak tadi pagi. Sarapan pun tak sempat ia siapkan untukku. Sepertnya ia benar-benar sibuk hari ini. Hmmm..tapi it’s okay, aku bisa sarapan di sekolah sama Jieun.

Kulangkahkan kakiku santai menuju gerbang sekolah. Sesampainya di sekolah aku segera berjalan menuju kelasku. Kelas sudah mulai ramai, aku lihat Jieun sedang sibuk membaca buku. Yah!!aku akui temanku ini sangat-sangat suka dengan barang yang bernama buku. Setiap hari ia selalu berkencan dengan buku-buku kesayangannya itu. Tak heran dia juga menjadi siswa berprestasi disekolah. Selalu masuk kedalam rangking 3 besar. Beda dengan aku, masuk 10 besar saja sudah untung, apalagi 3 besar!!!.

“pagi Jieunnie”sapaku riang dan duduk disebelahnya.

“ya!!lama sekali baru datang, aku sudah lama menunggumu”omelnya. Anak ini!!pagi-pagi sudah memarahiku.

“aigoo Jieun, ini masih pagi. Kau lihat masih banyak yang belum datang, Han seongsanim juga belum datang, kau saja yang datang terlalu pagi”ucapku santai.

“arra..arra, eh mau tau tidak??aku ada berita baru”ucapnya dengan wajah sumringah.

“apa??”ucapku malas. Yah!!paling-paling gosip tentang Siwon sunbae yang datang tadi pagi dengan mobil sport barunya lagi. Atau tentang Kyuhyun sunbae yang punya yeojachingu baru. Huuhh!!basi.

“kau tau, tadi pagi aku dengar ada anak baru pindahan dari Busan”ucap Jieun semangat ‘45’*apaan sih author….kayak kemerdekaan aja*

“hah??udah cuma itu aja???”ucapku tak percaya. Memang itu berita baru, tapi sangat-sangat tidak penting.

“ania…dan kau tahu, gosipnya anak baru itu adalah anak orang kaya dan sangat pintar”.

“benarkah???tapi aku sedang tidak tertarik untuk mendengar ceritamu Jieun-ah, lebih baik kita ke kantin saja yuk!!aku belum sarapan”. Ucapanku tadi membuat Jieun memanyunkan bibirnya, tanda ia kesal.

“ahahahaha, Jieun-ah kau jelek kalau manyun, ayo cepat temankan aku ke kantin”aku menarik-narik lengan bajunya.

“Ya!!!Hyera, apa kau sedah mengerjakan tugas matematika dari Han seongsanim??”ucap Jieun dengan wajahnya yang masih kesal. Dan!!sialnya aku belum mengerjakan tugas itu gara-gara Arra eonni yang mengajakku pergi tadi malam.

“pabo!!!aku lupa Jieun, cepat pinjam bukumu sebelum seongsanim datang”ucapku mulai panik karena sebentar lagi bel masuk berbunyi.

“andwe!!kau tidak mau mendengarkan ceritaku tadi”ucap Jieun dengan senyuman jahilnya. Anak ini!!benar-benar!!!.

“arraseo, nanti aku akan mendengarkan semua ceritamu tentang anak baru itu tapi cepat pinjamkan aku buku tugasmu”. Kulihat Jieun tersenyum penuh kemenangan. Huh!!seharusnya aku tak usah ikut pergi dengan Arra eonni tadi malam. Sekarang aku harus  menahan lapar sampai jam istirahat nanti. Padahal sedari tadi cacing-cacing di perutku sudah memulai konsernya, menari Mr.Taxi ala SNSD (?). Eomma!!!lapaaarrr!!!.

****

Minho POV

 

Pagi ini begitu cerah, membuat perasaanku benar-benar tenang. Hari ini aku berangkat kuliah bersama Taemin. Ya, Taemin akan mulai sekolah hari ini. Sedari tadi ia hanya duduk dan diam disebelahku. Aku tahu dia masih kesal denganku. Tadi pagi ia memohon-mohon kepadaku untuk berangkat sekolah sendiri menggunakan bis. Jelas saja aku tak mengizinkan, mengingat dia baru saja pindah ke Seoul. Sebenarnya ia juga mempunyai mobil pribadi yang siap mengantar kemanapun ia pergi. Tapi mobil itu belum sampai ke Seoul, orang tuanya bilang mungkin seminggu lagi mobil itu datang. Dan sudah bisa kupastikan, dongsaengku ini akan menggunakannya semau hatinya. Aku harus menjaganya dengan ekstra mulai minggu depan. Ah ani..ani maksudku mulai dari sekarang, hari ini.

“Taemin-ah, mau sampai kapan kau diam seperti itu??kita sudah sampai”ucapku ketika sudah berada di depan sekolah Taemin. Kulihat ia melirikku dengan tajam. Aku hanya tersenyum melihatnya.

“aigoo, kau masih marah saeng??maafkan hyung ya, sekarang aku ingin melihat senyum ceriamu”ucapku sembari mengacak-acak rambut pirangnya#bayangin rambut Taemin yang sekarang, pirang kaya bule (?) plaakkk#.

“hyung jangan mengacak-acak rambutku. Aku sudah susah payah menatanya agar tampak bagus hari ini”ia membetulkan tataan rambutnya. Aku terkekeh melihatnya.

“maka nya jangan cemberut terus, cepat masuk sana, nanti terlambat”ucapku mendorong pelan badannya.

“aisshhh, awas jemputnya terlambat. Aku akan pulang naik bis”ancamnya dengan wajahnya yang benar-benar cute menurutku.

“arraseo, aku tak akan terlambat menjemputmu. Sudah sana masuk!!”ucapku seolah-olah mengusirnya. Ia pun segera menggendong tasnya dan menutup pintu mobilku. Tapi kemudian aku membuka kaca jendela mobilku.

“Taemminie, FIGHTING!!”ucapku berteriak. Tapi Taemin tak membalikkan badannya menghadapku. Ia terus berjalan ke arah gedung besar yang berdiri kokoh di hadapannya.

‘kuharap kau suka tinggal disini’harapku dalam hati. Ku jalankan mobilku pelan menuju kampus. Kuliahku mulai 2 jam lagi mungkin aku datang terlalu awal, tapi bagiku itu tak masalah.

*****

Taemin POV

 

Kulangkahkan kakiku pelan melewati lorong-lorong sekolah baruku ini. Ya aku akui sekolah ini benar-benar besar dan bagus. Minho hyung memang tak salah memilihkan sekolah untukku. Aku mencari kelas 12 A, tempat belajar baruku mulai hari ini. Mungkin kalian heran mengapa aku duduk di kelas 12, aku memasuki kelas Akselerasie. Aku mampu mengikuti pelajaran yang tingkatannya lebih tinggi.

Aku berhenti didepan ruang kelas yang dipapannya tertulis kelas yang dari tadi aku cari. Ku hembuskan nafasku dalam. Aku cukup nervous jika harus memasuki lingkungan yang baru. Setelah merasa cukup tenang, kuketuk pintu yang tertutup didepanku ini. Tak lama seorang seongsanim dengan wajah ramah membuka pintu dan tersenyum kearahku. Dibimbingnya aku untuk masuk keruangan kelas itu. Tak lama berselang keriuhan terjadi dihadapanku.

“mohon perhatiannya sebentar anak-anak”ucap seongsanim disebelahku ini lembut. Tak lama kemudian kelas menjadi sepi, semuanya diam.

“ini adalah murid baru yang tadi saya bicarakan. Ayo perkenalkan dirimu”ucap seongsanim disebelahku ini dengan senyum ramahnya. Aku hanya membalasnya dengan tersenyum tipis.

“annyeonghasseo…naneun Lee Taemin imnida, bangapseumnida”ucapku sembari membungkukkan badanku. Kembali terdengar keriuhan di hadapanku.

“Taemin-ssi, dimana rumahmu?”.

“Taemin-ssi, berapa nomor ponselmu?”.

“Taemin-ssi, apa kau sudah mempunyai yeojachingu??”.

Banyak pertanyaan yang datang. Aku bingung harus menjawab yang mana. Kuedarkan pandanganku keseluruh penjuru kelas. Banyak yeoja yang tersenyum kearahku. Aku sempat bergidik ngeri, yeoja disini benar-benar agresif.

“baiklah, perkenalannya nanti dilanjutkan pada jam istirahat. Taemin-ssi kau duduk disebelah Kim Kibum”ucap seongsanim yang sedari tadi disebelahku lembut. Yah aku masih belum tahu namanya, sepertinya dia guru yang ramah. Aku berjalan menuju tempat duduk yang dipojok kelas dan dan disamping jendela. Kulihat teman sebangku ku menatapku, sepertinya dia orang yang ramah.

“annyeong, naneun Kim Kibum imnida, tapi kau bisa memanggilku Key”ucapnya sembari tersenyum.

“ah, ne aku Taemin senang bisa berkenalan denganmu”ucapku dan mencoba tersenyum. Aku mengeluarkan buku pelajaran dan sibuk mencatat materi yang diberikan seongsanim di papan tulis. Kulihat Key juga sedang mencatat. Ternyata tak terlalu buruk pindah dan sekolah disini. Yah!!aku rasa, aku akan betah tinggal disini.

Minho POV

Aku telah tiba di kampus, masih sepi ternyata. Kuparkirkan mobilku, kemudian berjalan menuju kelas. Tapi aku malah melangkahkan kakiku menuju taman kampus yang terkenal sejuk itu. Disini masih sangat sepi, aku melihat seorang yeoja yang sangat familiar bagiku. Kulihat dia tengah sibuk membaca sambil mendengarkan lagu menggunakan earphone. Kucoba ingat-ingat namanya dan, ya dia Arra. Kenapa aku bisa lupa begini, padahal semalam dia baru saja bermain kerumahku.

Kulangkahkan kakiku menuju tempat duduknya. Sepertinya dia tak menyadari kedatanganku. Kucoba untuk tak mengganggu aktifitasnya. Aku memutuskan untuk mendengarkan lagu sama sepertinya menggunakan earphone. Kuedarkan pandanganku kesekeliling taman. Benar-benar sejuk dan nyaman. Pantas saja banyak orang yang memilih untuk beristirahat disini. Kembali kutolehkan kepalaku memandang yeoja yang masih asik membaca buku disampingku. Tapi kemudian ia menoleh dan raut wajahnya tampak terkejut melihat kehadiranku. Wajahnya benar-benar lucu jika terkejut.

“annyeong, maaf aku tak bermaksud membuatmu terkejut”ucapku sambil tersenyum.

“ah, ne sunbae…gwenchanayo”ucapnya sambil melepas earphone dari telinganya.

“kau sedang membaca apa??sepertinya serius sekali”tanyaku penasaran.

“oh, ini hanya novel sunbae”ucapnya melihatkan cover novelnya kearahku. Kulihat itu adalah novel remaja yang tengah populer sekarang. Tapi kemudian kepalaku memutar kembali memori yang selama ini berusaha aku lupakan. Memoriku dengan seorang yeoja yang selama ini masih saja mengganggu pikiranku. Yeoja itu juga suka membaca, bukan hanya novel, tapi juga semua jenis buku. Yah jujur aku masih menyayangi yeoja itu. Yeoja yang selalu bersamaku. Yeoja yang selalu menemaniku disaat aku sedang kesepian. Aku rindu padanya, sangat-sangat merindukannya.

“sunbae gwenchana?”suara Arra membuyarkan lamunanku. Arra mengibaskan tangannya didepan wajahku.

“gwenchana, aku hanya teringat sesuatu”ucapku meyakinkannya.

“oh…aku hanya khawatir, habisnya sunbae tiba-tiba diam dan melamun”ucapnya tersenyum, memperlihatkan lesung pipi nya.

“oh iya, apa sunbae punya kelas sepagi ini?”tanya Arra.

“ani, tadi aku pergi mengantar Taemin ke sekolah barunya. Jadi aku sampai disini pagi sekali. Oh ya, apa kau sering menghabiskan waktu disini??”tanyaku sambil menatap wajahnya yang terkena sinar matahari pagi.

“ne, disini sangat tenang, jadi aku sering membaca disini”ucapnya sambil melepaskan earphone yang tergantung dilehernya. Aku terus memperhatikan gerak-geriknya. Ia benar-benar mirip dengan yeoja itu. Tapi yeoja yang ada dihadapanku lebih pendiam. Tiba-tiba ponselnya bergetar, tanda ada panggilan masuk. Samar-samar aku mendengar pembicaraannya, sepertinya orang yang menelponnya sedang bercerita. Ia hanya menanggapi dengan tawa kecil dan tersenyum. Tak lama kemudian ia menutup teleponnya.

“subae,aku harus pergi sekarang. Aku ada urusan dengan dosenku. Maaf harus meninggalkanmu sendirian”ucapnya seraya berdiri.

“ah, ne. Tidak apa-apa. Hati-hati dijalan”ucapku dengan menyunggingkan senyum terbaikku. Kemudian ia menunduk hormat dan berjalan meninggalkanku. Ku tatap sosoknya yang semakin menjauh, tapi kemudian ia berbalik dan melambaikan tangannya. Aku tersenyum, kemudian membalas lambaiannya. Mirip!!!yah, benar-benar mirip.

TBC

5 thoughts on “I will never go anywhere part 2

  1. gamsahamnida eonni,
    duh gimana yah!!kayaknya bakalan fokus sama sunsun dulu..jadi sabar menunggu aja yah!!hehehe..jangan marah tuh saya bakal masukin yeoja itu tuh!!tau kan ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s