I Love You Before and After (Part 1)

Title: I Love You Before and After

Author: Kim Hyera

Main cast: Cho Kyuhyun, Seohyun, Choi Minho

Rating: PG 15+

Categories: Twoshoot

Annyeooonnnngggg!!!aku publish ff Seo Kyu pertama ku. Semiga suka yah, ceritanya agak sedih gitu. Jadi jangan kecewa yah sama jalan ceritanya.

Langsung aja yah… dan jangan lupa coment……

HAPPY READING^^

***************

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan…

Walaupun mereka telah di kecewakan…

Kepada mereka yang masih percaya…

Walaupun mereka telah di khianati…

Kepada mereka yang masih ingin dicintai…

Walaupun mereka telah disakiti sebelumnya…

Dan kepada mereka yang masih mempunyai keberanian…

Dan keyakinan untuk membangun kembali sebuah kepercayaan…

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Seorang gadis berjalan pelan melewati keramaian kota sore itu. Rambutnya yang panjang tergerai bebas. Ia memandang lurus kedepan. Matanya yang sembab kembali mengeluarkan air mata.

Seohyun, gadis itu menangis lagi di antara beribu pasang mata yang memperhatikannya. Sambil berjalan ia terisak dan menutup mulutnya. Ia terus menangis sampai akhirnya…

“Seohyun-ah, kenapa kau disini? Aku sudah menyuruhmu menunggu di tempat biasa.” Seorang namja memegang tangannya. Kata-katanya lembut dan sorot matanya teduh.

“Op…pa, oppa” ucap Seohyun yang masih terisak.

“Sudahlah, ayo kita pergi. Bukankah tadi kau ingin memberitahu ku sesuatu,” Namja itu menarik tangan Seohyun lembut. Menuntunnya berjalan kedalam sebuah cafe.

“Ada apa hyunnie? Mengapa kau menangis?”

Namja itu mengelus rambut Seohyun sayang. Seohyun masih saja menangis, tapi tanpa suara. Namja itu menghapus air mata Seohyun dengan jari jempolnya.

“Katakan Seohyun-ah ada apa? Kau membuatku khawatir,” tambah namja itu lagi. Seohyun masih saja menangis, ia ingin mengeluarkan suaranya. Tapi tenggorokannya terasa tercekat.

“Seohyun-ah, katakanlah sesuatu,” Kini namja itu mengguncangkan bahu Seohyun. Sorot matanya sangat-sangat khawatir.

“Kyuhyun oppa, kita akhiri saja semua,” ucap Seohyun pelan, namun mampu membuat Kyuhyun terkejut.

“Apa maksudmu Hyunnie-ah?” Namja yang bernama Kyuhyun itu memanggil Seohyun dengan panggilan sayangnya.

“Aku— akan menikah dengan namja lain, besok,” ucap Seohyun pelan, dan kembali menangis. Kyuhyun menatap yeoja nya nanar. Ia menaikkan dagu Seohyun agar dapat melihat wajahnya. Matanya memandang kearah Seohyun, meminta penjelasan.

“Jelaskan padaku Hyunnie, apa yang sebenarnya terjadi?” ucapnya masih dengan nada yang lembut.

“Orang tuaku akan menikahkanku dengan anak relasi bisnisnya. Karena perusahaan keluargaku banyak mendapat bantuan dari perusahaannya. Aku diminta untuk menikah dengannya agar keluarganya dapat memiliki keturunan untuk meneruskan perusahaan mereka. Aku— aku benar-benar minta maaf padamu oppa. Aku tak dapat menolak semua ini, aku adalah yeoja yang bodoh,” ucap Seohyun kembali menangis.

Kyuhyun masih terdiam. Otaknya sibuk mencerna semua perkataan Seohyun. Hatinya seperti ditusuk ribuan pedang, perih dan sakit. Ia sangat ingin menangis saat ini, seperti yeoja didepannya.

Ia merengkuh tubuh kurus Seohyun, memeluknya dengan erat. Pelukannya membuat tangis Seohyun semakin menjadi. Kyuhyun mengelus punggung Seohyun, berusaha menenangkannya.

“Aku akan melepasmu Seohyun-ah, jika memang ini akhir yang terbaik untuk hubungan kita. Kuharap kau akan bahagia dengan namja yang dipilihkan orang tuamu. Kau harus kuat Seohyun-ah, kau tak boleh menangis seperti ini besok. Besok adalah hari bahagiamu. Aku ingin kau bahagia meskipun bukan aku yang menjadi mempelai laki-lakinya. Aku ingin kau tersenyum, seperti saat kau berada didekatku. Percayalah Seohyun-ah, semuanya akan berakhir dengan indah,” ucap Kyuhyun membelai rambut panjang Seohyun. Ia melepaskan pelukannya. Dipegangnya kedua pipi Seohyun dan menatap kedua mata indahnya.

“Hyunnie, kau mau kan berjanji padaku? Kau harus menjadi yeoja yang kuat, bukan menjadi yeoja yang lemah. Ingat Hyunnie, aku akan selalu ada di sampingmu jika kau membutuhkan tempat bersandar. Kau mau kan berjanji padaku?”  Kyuhyun mencoba tersenyum setulus mungkin, meskipun hatinya pedih.

“Ne, Oppa. Aku akan menepati janjiku, menjadi yeoja yang kuat untukmu. Aku akan sangat merindukanmu Oppa,” ucap Seohyun pelan, namun Kyuhyun dapat mendengarnya.

“Aku juga akan merindukanmu Hyunnie-ah. Merindukan semua yang ada pada dirimu.”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Seohyun. Deru nafasnya hangat, membuat Seohyun menutup matanya. Kyuhyun menyapukan ciuman sayangnya diatas bibir tipis Seohyun untuk yang terakhir kalinya. Karena setelah ini, Seohyun bukanlah miliknya lagi.

***********

 

Seohyun masih mematut bayangannya di depan cermin yang ada dihadapannya. Bayangannya terlihat sempurna. Gaun putih yang melekat pada tubuhnya. Rambut panjangnya yang dibiarkan terurai indah. Wajah putihya yang dipoles dengan make-up tipis. Membuat dirinya semakin terlihat cantik.

Sebuah ketukan dipintu membuatnya memalingkan pandangannya dari depan cermin. Appanya tersenyum melihat anak gadisnya. Ia mengulurkan tangan dan menuntun Seohyun berjalan menuju altar tempat calon suaminya menunggu. Appanya memberikan tangan Seohyun kepada seorang namja gagah yang ada dihadapannya. Namja itu tersenyum tipis, Seohyun enggan menatapnya ia terlalu takut.

Setelah itu mereka melakukan pengucapan janji sehidup semati. Berjanji akan bahagia sampai maut yang memisahkan. Berjanji akan terus bersama didalam keadaan sedih, senang maupun sakit. Berjanji dihadapan Tuhan untuk saling mencintai satu sama lain. Sebuah ciuman mendarat tepat diatas bibir Seohyun. Ciuman yang tidak ia inginkan. Ciuman dari seorang namja yang tidak dicintainya.

Semua yang hadir bertepuk tangan gembira. Gembira melihat sepasang pengantin yang terus mencoba melemparkan senyum terbaiknya. Meskipun itu hanya kepalsuan yang harus mereka lakukan.

Selesai acara, Seohyun dan suaminya diantar menuju apartement baru mereka. Tempat tinggal baru yang telah disiapkan orang tua mereka jauh-jauh hari. Sejak tadi tak ada pembicaraan yang keluar dari mulut mereka. Hening, yang sedari tadi tercipta diantara keduanya.

“Kau taukan apa tujuan pernikahan ini?” Sebuah suara berat milik seorang namja memecahkan keheningan. Seohyun tau, suara itu berasal dari seseorang yang ada disebelahnya, yang sekarang resmi menjadi suaminya.

“Ne, aku tau,” jawab Seohyun singkat.

“Aku tak mau berlama-lama. Secepatnya kita harus memberikan mereka keturunan,” Namja itu kembali bersuara, namun nadanya berubah menjadi dingin. Seohyun terdiam, tak percaya dengan kata-kata yang baru saja ia dengar. Ia benar-benar belum siap untuk ‘melakukannya’ sekarang.

“Tapi Minho-ssi, bisakah kau menungguku sampai aku benar-benar siap?” ucap Seohyun dengan menyebutkan nama suaminya, Choi Minho.

“Tidak. Aku tak mau berlama-lama. Semakin cepat kita melakukannya, semakin cepat pula kau hamil dan semakin cepat pula aku akan menceraikanmu,” ucap Minho ringan tanpa beban.

Mata Seohyun terbelalak tak percaya. Kata-kata terakhir namja itu benar-benar membuat hatinya mencelos. Jadi ia akan diceraikan setelah melahirkan seorang anak? Ibarat sebuah pribahasa ‘habis manis sepah dibuang’.

“Jadi aku akan kau ceraikan setelah memberikan keluargamu keturunan? Aku tidak mau, kau pikir aku ini perempuan apa? Perempuan pemuas nafsumu?” ucap Seohyun mulai naik darah. Minho menatapnya tajam.

“Bukankah kau juga tak menginginkan pernikahan ini? Jadi untuk apa kau menolak cerai dariku? Dengar, jika tanpa keluargaku, mungkin keluargamu sudah menjadi gembel dan berkeliaran dijalan. Jadi berterimakasih lah padaku dan juga keluargaku.” Minho berkata tegas.

“Cih!lebih baik aku menjadi gembel daripada menikah dengan orang sepertimu. Kau dan keluargamu sama saja, menolong orang tapi meminta imbalan. Tak bisakah kau mencari perempuan lain untuk memberikan keluargamu itu keturunan? Kenapa harus aku yang menjadi korban!!” Seohyun membalas perkataan Minho.

“YA!!Dengar!! Didunia ini tidak ada yang gratis. Kau harus membayar semuanya. Dengan uang?? Hah!! Keluargamu tak mungkin mampu. Satu-satunya yang bisa mereka serahkan adalah KAU!! dan tubuhmu itu!!” Minho berkata meremehkan.

Kata-katanya membuat Seohyun terdiam. Benar!! Keluarganya tak mungkin mampu membayar hutang mereka dengan uang. Dan satu-satunya cara yang dapat membantu adalah menyerahkan dirinya seutuhnya kepada namja yang berada disampingnya saat ini. Seohyun ingin sekali menangis, ia kesal, kenapa hidupnya menjadi seperti ini. Kenapa takdir membuat ia menjadi orang miskin, bukan orang kaya seperti Minho yang mempu mendapatkan segalanya.

***

 

Mobil yang dikendarai Minho berhenti didepan sebuah apartement mewah. Minho mematikan mesin mobilnya, kemudian berjalan keluar. Sedangkan Seohyun tetap pada posisi awalnya, berdiam diri didalam mobil. Ia terlalu takut untuk mengikuti langkah yang sama seperti namja itu. Minho menatap Seohyun kesal. Kembali ia berjalan menuju mobilnya, membukakan pintu untuk sang istri agar keluar.

“Cepat keluarlah!” ujar nya dengan nada yang sama, dingin. Seohyun masih tak bergerak, melainkan menundukkan kepalanya.

Kesal. Itu yang dirasakan Minho, ia menarik paksa tangan Seohyun agar menuruti kemauannya. Seohyun memberontak, namun tangan Minho memegang erat pergelangan tangannya. Menyeretnya paksa untuk berjalan. Beberpa kali Seohyun tersandung  gaun pengantin yang ia gunakan.

Mereka telah sampai disebuah kamar apartement. Minho memasukkan kode kemudian membuka pintu dan berjalan masuk. Namun tetap saja, Seohyun tak mengikuti langkahnya. Ia masih diam didepan pintu yang terbuka lebar.

Minho menyadari gadis itu tak ada bersamanya. Ia menoleh kebelakang, darahnya kembali mendidih, kali ini semakin panas. Ia menghampiri Seohyun dan menarik lagi tangannya dengan paksa. Seohyun berusaha memukul bahu namja itu dengan tangan sebelahnya. Minho semakin kesal dengan tingkahnya yang membangkang.

“KAU!!” teriaknya membuat Seohyun tersentak kaget. Ia berhenti memukuli bahu Minho.

“KENAPA KAU SELALU MELAWANKU?” teriaknya lagi semakin keras membuat Seohyun bergidik ngeri.

“Dengar!! Tugasmu adalah menuruti semua kemauanku. Jangan pernah sekali-sekali melawanku lagi atau kau akan tau akibatnya,” ucap Minho menaikkan dagu Seohyun. Ia mendekatkan wajahnya, lalu mencium bibir Seohyun dengan paksa.

Seohyun masih memberontak. Tangannya mencoba mendorong tubuh Minho agar menjauh. Namun kekuatan Minho lebih kuat. Ia mencengkram kedua tangan Seohyun, sambil terus menciumi gadis itu dengan ganas. Seohyun hanya bisa pasrah. Memberontak pun tak ada gunanya. Air matanya jatuh, saat Minho melepas paksa gaun pengantinnya.

 

*************

 

Sinar matahari menerabos masuk melalui jendela sebuah kamar mewah. Seorang namja terbangun karena silaunya yang langsung menyengat menerpa wajahnya. Ia meregangkan badannya dan berjalan menuju balkon kamarnya.

Kyuhyun, namja itu memandang lurus pemandangan kota Seoul dipagi hari. Dihirupnya oksigen sebanyak-banyaknya agar masuk kedalam paru-parunya. Hari ini banyak pekerjaan kantornya yang menunggu akibat seminggu yang lalu ia izin tidak masuk.

Seminggu yang lalu, tepat saat Seohyun bukan lagi miliknya. Hatinya kembali sakit jika mengingat yeoja itu. Menangis pun tak ada gunanya. Yeoja itu sudah bahagia dengan orang lain. Kemudian ia berjalan menuju kamar mandi. Menyegarkan pikirannya agar tak teringat lagi dengan kejadian-kejadian kemarin. Memulai hari baru yang lebih baik, dari kemarin.

******

 

PRANGGG…

“YA!! Kau bisa hati-hati tidak? Seenaknya memecahkan piring. Apa kau mampu mengganti piring ini??” teriak Minho didepan Seohyun. Seohyun bergidik ngeri dengan namja yang ada dihadapannya. Ia langsung menunduk dan memungut pecahan piring yang tak sengaja ia senggol tadi. Tangannya gemetaran karena takut.

“Awww!!” ringisnya. Sebuah pecahan piring mengiris jari telunjuknya. Darah segar menetes deras, merah dan kental.

“YA!! Apa yang kau lakukan?? Melukai dirimu sendiri? Kau kira aku akan peduli? Cih!! Dasar yeoja menjijikkan,”ucap Minho lalu melangkah pergi. Meninggalkan Seohyun yang menangis setelah mendengar kata-kata kasarnya.

Seohyun terduduk lemas diatas lantai. Isak tangisnya terdengar sangat jelas. Setiap hari ia terus menangis akibat perlakuan Minho, suaminya yang terlewat kasar. Seminggu pernikahannya, bukan membuat sifat namja itu menjadi lebih baik melainkan semakin kasar.

Setiap hari ia selalu meneriaki Seohyun. Memaki yeoja itu ketika melakukan kesalahan. Seohyun tak mampu melakukan apa-apa. Karena jika ia melawan, tangan ringan Minho tak segan-segan menampar wajahnya.

Ia menyesal, sangat menyesal kerena menuruti kemauan orang tuanya. Ia pikir setelah menikah, kehidupannya akan berubah menjadi lebih baik. Tapi nyatanya, lebih menyakitkan dari sebelumnya.

“Mau sampai kapan kau duduk dan menangis seperti itu? Sampai kiamat?? Menunggu uluran tangan seseorang untuk membantumu?” Suara Minho kembali membuat Seohyun tersadar.

Ia segera bangun dan membuang pecahan piring yang telah ia pungut kedalam tempat sampah. Jari telunjuknya masih mengeluarkan darah, namun sedikit berkurang. Ia terus menunduk tak berani menatap Minho yang sedari tadi mengawasi gerak-geriknya.

Seohyun berusaha menyibukkan dirinya dengan bahan-bahan masakan yang ada dimeja dapur. Ia memotong-motong sayuran dengan perlahan. Agar tak membuatnya melakukan masalah lagi.

“Aku tak mau makan masakanmu lagi. Masakanmu sangat tidak”ucap Minho tajam. Seohyun hanya diam, tak berani mengeluarkan suara.

“Ya! Apakah sudah ada tanda-tanda kau hamil?”Namja itu kembali berbicara.

“Belum ada,” jawab Seohyun singkat. Bagaimana tidak, mereka baru ‘melakukannya’ sekali, dan itu seminggu yang lau. Apakah bisa langsung membuat dirinya hamil. Tidak Mungkin.

“Kalau begitu kita harus melakukannya lagi. Agar kau cepat berisi,” Minho berkata dengan santainya. Namun Seohyun hanya diam, ia takut kalau harus mengingat kejadian seminggu yang lalu. Benar-benar mimpi buruk baginya.

“Cepatlah!! Jangan membantahku lagi,” Suara Minho kembali naik. Seohyun tetap diam ditempat sambil memotong-motong sayur. Minho semakin kesal, ia berjalan cepat menghampiri Seohyun. Ditariknya tangan Seohyun dengan kasar, mengakibatkan pisau yang ia pegang jatuh kelantai.

“Jebal Minho-ssi, jangan lakukan itu lagi padaku,” suara Seohyun pelan dan memohon kearah Minho. Minho menyeringai.

“Kau berani melawanku?” tanya Minho menaikkan dagu Seohyun agar wajahnya dapat ia lihat.

“Ani Minho-ssi, tapi aku mohon jangan—” Seohyun tak melanjutkan kata-katanya. Tangan Minho menampar keras pipi kananya, membuat sudut bibir yeoja itu berdarah. Air matanya kembali mengalir, rasa sakit dan perih bercampur aduk didalam dadanya.

“Sudah ku bilang. Kalau kau melawan, rasakan sendiri akibatnya”ucap Minho menarik kasar tangan Seohyun menuju kamar. Pasrah. Hanya itu yang mampu yeoja itu lakukan.

TBC…

Komentarnya saya tunggu🙂

 

26 thoughts on “I Love You Before and After (Part 1)

  1. Haaaa ..
    Andwe ..

    Tega nya diri mu saengi menjadikan Minho-ku seperti itu ..
    Hikz .. Hikzz ..😦
    (*nangis ampe’ banjir nie ..)

    Napa ndak Siwon jak yang jadi jahat tu ..
    Hikz .. Hikzz ..

    Tapi overall, ceritanya bagus ..
    LANJUTKAN!! (*kayak katanya pak SBY) ..😉

    • hehhehehe…
      mian eonni, ini eksperimen baruku..
      sekali-kali napa, suamimu itu jadi jahat..habis tampangnya udah cocok kok#PLAKK dikejar Arra eonni..

      Siwon yah??kagak masuk daftar eonn, kayaknya Minho yang lbh passssssss gitu!!hehehe

      pokoknya ditunggu aja yah!!

      • Hikzz .. Hikkz .. (*nangis 7 turunan ..)

        Yobo, lihat lah adik ipar mu ini nakal sekali ..
        (*Ngadu ma Minho) ..
        Khayalan tingkat tinggi nie ..🙂

        Mm ..
        Di part selanjutnya jgn terlalu ganas lah Yobo saya ..
        Bisa sedih saya nya ..😦

  2. oo…minho kejam amat. biasanya yang bagian peran pemaksa kejam n dingin kan kyuhyun, sekarang kyu lagi jadi malaikat. segera baca lanjutannya ah…

  3. knapa minho kasar bgt? kasihan bgt seonya
    semoga mereka gak dpt anak deh
    semoga kyuppa bisa nyelamati seonya amin

  4. yaaaa knp kyusoe hrus putus sih,
    akhirnya seo malah nikah sma minho oppa yg kenjam bngt cma biar dpet keturunan dia hrus d paksa gtu sma minho oppa jahat bngt >_<
    ngk tega jadinya hiks😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s