You’re My Everything [Chapter 6]

Cast: Lee Sun Kyu(Sunny), Lee Sungmin

Other cast: Member Super Junior, SNSD, Sungmin eomma

Genre: Friendship, romance, family

Rating: PG-15+

Annyeong..akhirnya part 6 nya selesai juga..maaf yah buat reader yang udah nunggu lama..aku butuh komentar kalian..

HAPPY READING^^

CHAPTER 6

Sunny POV

Pagi-pagi sekali aku sudah bangun. Entahlah perasaanku tak enak saat ini. Aku berjalan mengambil note book yang tergeletak diatas meja. Sudah lama aku tak surfing internet. Aku membuka salah satu FanPage dan mataku membulat. Apa ini??fotoku bersama Sungmin oppa??. Siapa yang mengambil foto ini?. Aku baca berita yang tertera dibawahnya, menyatakan bahwa pernikahanku dengan Sungmin oppa yang sudah berjalan lama. Ya, semuanya sudah terbongkar. Sekarang aku harus bagaimana?. Aku tutup note book itu dan segera berjalan menuju kamar MiSun.

Aku melihat Sungmin oppa yang masih tertidur lelap diatas sofa. Aku berjalan menghampirinya dan membetulkan letak selimut yang menutupi badannya. Melihat wajahnya yang terlelap, benar-benar tenang. Entah keberanian dari mana, aku mencium pipinya. Sungguh, aku sangat menyayangi namja yang telah menjadi suamiku saat ini. Tuhan aku mohon, semoga berita yang sudah tersebar saat ini tidak memisahkan aku dengan Sungmin oppa. Aku mulai menyukainya.

Aku melanjutkan langkahku menuju kamar MiSun, ia juga masih terlelap. Aku menggendongnya dan memakaikan sweater pink ketubuhnya agar tetap hangat. Aku berjalan keluar apartement dan memberhentikan taksi. Tujuanku sekarang adalah dorm SNSD. Aku harus bertemu member sekarang untuk membahas masalahku. Sekitar 20 menit perjalanan akhirnya aku sampai juga didepan dorm SNSD. Aku menekan bel dan tak berapa lama kemudian Seohyun membukakan pintu. Aku tersenyum kearahnya.

“eonni?”tanyanya dengan nada heran. Wajar saja ini masih sangat pagi.

“eonni kau datang bersama MiSun?”tanyanya lagi dan mempersilahkanku masuk. Ia segera menggendong MiSun dan membawanya kekamarku yang sekarang hanya ditempati oleh Taeyeon. Aku duduk dan menundukkan kepala. Aku ingin menangis sekarang.

“Sunny?”suara seseorang menyadarkanku, aku mendongakkan kepala. Ternyata Taeyeon yang memanggilku. Ia duduk disampingku dan aku langsung memeluknya. Aku menangis di bahunya, menangis sejadi-jadinya. Ia mengusap rambutku lembut, berusaha menenangkanku. Isakanku semakin jelas karena air mataku masih saja berebutan keluar.

“Sunny eonni, gwenchana?”suara lembut Seohyun terdengar jelas ditelingaku. Aku melepas pelukan Taeyeon.

“Sunny-ah, apa yang terjadi?ceritakan padaku”ucap Taeyeon lembut. Aku menarik nafas dalam, berusaha mengeluarkan suaraku.

“Maaf…”ucapku lirih dan menahan air mataku agat tidak keluar lagi.

“Maaf?maaf untuk apa Sunny-ah, jangan buat aku khawatir”. Taeyeon memandangku, sorot matanya khawatir. Member yang lain mulai berkumpul mengelilingiku. Ini membuat nafasku semakin sesak. Aku harus bicara darimana?. Tuhan tolong aku.

“semuanya sudah terbongkar…pernikahanku diketahui publik”ucapku terbata-bata. Setelah mendengar ucapanku, Taeyeon dan lainnya terkejut. Hening. Tak ada yang mengeluarkan suara. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Tapi kemudian Taeyeon memelukku erat, hangat. Aku kembali menangis.

“aku harap kau kuat untuk menghadapi semua ini, kami akan selalu ada disampingmu jika kau butuh bantuan. Kami semua sahabatmu, keluargamu. Jangan menagis lagi Sunny-ah, kau membuat kami sedih”ucap Taeyeon dengan nada bergetar, ia menagis. Member lain juga ikut memelukku, mereka juga ikut menangis. Sungguh aku sangat bersyukur mempunyai mereka semua. Mereka selalu mendukungku dan memberi semangat.

“mungkin sebentar lagi Lee Soo Man sajangnim akan memanggilku dan juga Sungmin oppa. Ia pasti ingin kejelasan.”ucapku pelan ketika semuanya sudah melepaskan pelukannya.

“kau harus menjelaskan semuanya Sunny-ah. Tentang keberadaan MiSun, aku yakin sajangnim akan mengerti”ucap Taeyeon bijak. Aku hanya mengangguk lemah. Ada rasa takut yang menyergapku saat ini.

“apa kau sudah sarapan?”tanya Hyoyeon kepadaku. Aku menggeleng.

“aku akan buatkan kau sarapan”ucapnya lagi. Aku kembali menggeleng.”Tidak usah, aku harus mengantar MiSun kerumah eomonim.”ucapku.

“eonni kesini bersama MiSun?”tanya Yoona heran. Aku mengangguk. “kenapa tidak beritahu aku, aku sangat ingin menggendongnya”.

“lain kali saja ya Yoona, aku harus pergi sekarang”. Aku berdiri dan menggendong MiSun. Sebelum pergi, satu per satu member mencium MiSun.  Ya. Aku harus siap menghadapi semua.

Author POV     

“kalian bisa jelaskan semua ini?”. Suara pria paruh baya, Lee Soo Man. Terdengar tegas memenuhi ruangan besar bergaya minimalis itu. Sunny hanya mampu menundukkan kepala. Sedangkan  Sungmin membuka suaranya, berusaha menjelaskan semuanya.

“bayi itu kami temukan didepan pintu apartement. Kami tidak tega untuk membuangnya, jadi sampai sekarang kami yang merawatnya”jelas Sungmin.

“tapi apa kalian tau, ini semua sangat mengganggu karir kalian. Apa kalian tidak berpikir?fans kalian diluar sana banyak yang kecewa dengan kabar pernikahan kalian, ditambah lagi dengan ada nya bayi itu”ucap Lee Soo Man dengan nada yang masih tegas. Dari raut wajahnya tampak raut amarah dan kecewa.

“aku ingin kalian vakum sementara dari SNSD dan Super Junior, sampai pihak menagement mengkonfirmasi berita ini”tambahnya lagi. Ucapannya membuat Sungmin dan Sunny melonjak kaget. Mereka harus vakum?.

“tapi, bagaimana bisa?Super Junior akan merilis album ke 5”ucap Sungmin.

“SNSD juga sedang sibuk di Jepang”Sunny angkat suara.

“kalian hanya perlu menunggu konfirmasi dari management. Masalah kalian yang tidak ikut tampil, akan diurus menager dari grup kalian masing-masing. Sekarang kalian boleh pergi”ucap Lee Soo Man. Sungmin tak dapat melawan. Begitu juga dengan Sunny. Raut wajah keduanya benar-benar kacau. Sedih,terkejut. Perasaan ini yang sedang mereka rasakan saat ini. Mereka berjalan gontai keluar dari gedung besar itu. Tak ada yang membuka suaranya, sampai mobil yang Sungmin kendarai melesat cepat, menembus keramaian kota Seoul sore itu.

**********

Sunny membuka pintu apartement memandang sekelilingnya dengan nanar, begitu juga dengan Sungmin. Mereka duduk di sofa ruang tengah. Sedari tadi hanya keheningan yang tercipta. Sungmin menyandarkan kepalanya ke sofa dan Sunny menundukkan kepala menatap jari-jarinya kakinya. Entahlah apa yang mereka pikirkan sekarang, ada rasa kecewa yang terselip diantara keduanya.

“Maafkan aku”ucap Sungmin pelan, namun mampu didengar oleh Sunny yang duduk disebelahnya.

“Maafkan aku”ulangnya, kini ia memegang tangan Sunny. Sunny masih menundukkan kepalanya, tak berani menatap Sunngmin. Ketika mendengar perkataan maaf Sungmin dadanya terasa sesak, pandangannya buram, ia menangis. Sunny tak menyalahkan Sungmin dalam masalah ini. Tapi ia hanya tak percaya, hanya karena masalah ini ia harus vakum dari SNSD begitu juga dengan Sungmin yang harus vakum dari Super Junior. Ini tak pernah terbayangkan olehya, sedikitpun tak pernah.

Tangisnya semakin pecah. Bahunya bergetar. Sungmin menyadari kalau Sunny tengah menangis. Ia membalikkan tubuh Sunny agar menghadap kepadanya. Kemudian merengkuhnya kedalam pelukannya erat. Ia mengusap-usap punggung Sunny berusaha menenangkannya. Ia tahu, yeoja ini rapuh. Tapi ia tak mau melihat air matanya yang jatuh saat ini. Sangat menyakitkan ketika melihatnya. Sungmin melepas pelukannya, kemudian memegang kedua pipi Sunny membuat mata Sunny memandang wajahnya. Ia menyeka air mata Sunny dengan lembut, kemudian mencium pipinya.

“aku tak mau melihatmu menangis seperti ini. Kau membuatku semakin sedih. Sunny-ah, aku mohon maafkan aku”ucap Sungmin dengan nada lembut. Membuat jantung Sunny berdetak cepat.

“oppa tidak salah, tak ada yang harus dimaafkan”ucap Sunny pelan.

“apa kau kecewa?kita vakum dari grup masing-masing, itu pasti sangat menyakitkan bagimu”ucap Sungmin sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Sunny.

“Sedikit. Aku tak pernah membayangkan ini akan terjadi dan menjadi serumit ini. Tapi ini tak akan selamanya, kita hanya vakum sementara dari grup. Aku yakin management akan secepatnya mengkonfirmasi masalah kita”ucap Sunny optimis dan berusaha tersenyum. Sungmin kembali memeluknya. Perlakuan frontalnya itu membuat jantung Sunny kembali berdetak kencang. Takut-takut suaranya terdengar. Sungmin melepas pelukannya membuat wajah Sunny memerah. Ia meraih dagu Sunny, dan mendekatkan wajahnya. Semakin dekat, membuat Sunny membesarkan wajahnya, ia belum siap.

“oppa, kita harus menjemput MiSun”ucapnya cepat, menghentikan aksi Sungmin yang hampir menciumnya. Sungmin menjauhkan dirinya dari Sunny, wajahnya tampak kecewa.

“oppa, ayo cepat kita harus menjemput MiSun”ulangnya sambil menarik-narik lengan baju Sungmin.

“Sunny-ah, malam ini MiSun akan tidur dirumah eomma. Eomma sudah tau dengan semua masalah kita, jadi dia yang akan menjaga MiSun malam ini”jelas Sungmin membuat Sunny terdiam. Berarti mereka akan tinggal berdua di apartement.

“oh…kalau begitu aku mau mandi dulu”ucap Sunny kemudian beranjak meninggalkan Sungmin.

***********

“manager hyung bilang, untuk beberapa hari kedepan kita tidak usah keluar apartement”ucap Sungmin ketika mereka tengah menikmati makan malam. Sunny hanya memasak ramyun sebagai menu malam ini, tapi Sungmin sangat-sangat menikmati masakan Sunny.

“memangnya kenapa oppa?”tanya Sunny sambil menyuapkan ramyun kedalam mulutnya.

“dibawah sana banyak wartawan management takut kalau kita keluar, kita akan diserang ANTIS”ucap Sungmin. Sunny hanya mengangguk, berita itu menyebar sangat cepat. Tempat tinggalnya bersama Sungmin saat ini telah diketahui media.

Selesai makan malam, Sungmin dan Sunny duduk di ruang tengah. Sungmin sibuk mengganti chanel televisi.  Dan Sunny asik dengan notebook nya. Ia membuka FanPage yang banyak memuat berita pernikahannya dengan Sungmin. Dan juga berita yang mengabarkan bahwa MiSun adalah anak mereka. Sunny menghela nafasnya kasar dan meletakkan notebooknya diatas meja. Sungmin mengambil alih notebook Sunny

“hei lihat ini ?”tunjuk Sungmin kearah layar notebook. Sunny ikut melihat.

“90% fans mendukung pernikahan kita. Aigoo kenapa jantungku berdebar-debar ya!”ucap Sungmin tersenyum dan memegang dadanya. Sunny hanya tersenyum, sebenarnya dia juga bahagia banyak yang setuju dengan pernikahannya. Meskipun 20% fans banyak yang membashing dengan kata-kata kasar yang membuat mata sakit ketika membacanya. Sunny kembali berselancar di internet dan Sungmin kini sibuk dengan i-Phone nya.

“oppa, kalau kita tidak keluar apartement, siapa yang menjemput MiSun?”tanya Sunny memandang lekat Sungmin disampingnya. Sungmin meletakkan i-Phone nya diatas meja, raut wajahnya sedang berfikir. Sunny masih menatapnya, menunggu jawaban keluar dari bibir namja itu.

“sepertinya untuk beberapa hari kedepan MiSun kita titipkan ke eomma. Kita tak mungkin keluar apartement sementara dibawah sana banyak wartawan yang siap menyerbu kita dengan beribu pertanyaan”ucap Sungmin menatap Sunny. Wajah Sunny berubah murung, sekarang ia sangat rindu dengan MiSun. Ia ingin bertemu MiSun sekarang. Andaikan saja masalah ini tidak ada mungkin sekarang ia sedang menggendong MiSun dan tertawa bersama. Sedikit rasa menyesal yang sekarang ia rasakan. Menyesal menikah dengan Sungmin?. Mungkin, batinnya.

“Sunny-ah, kau kecewa?”tanya Sungmin membuyarkan pikirannya. Ia menoleh kearah Sungmin, menyunggingkan senyum semanis mungkin. “apa yang oppa bicarakan?aku baik-baik saja sekarang”ucapnya.

“jangan berbohong Sunny-ah, aku tau kau kecewa sekarang”ucap Sungmin lagi. Sunny menundukkan kepalanya, tak berani menatap wajah Sungmin. Sungmin menggeser duduknya agar semakin dekat dengan Sunny. Ia mengangkat dagu Sunny agar menatapnya.

**********

Sungmin POV

Aku tau Sunny berbohong sekarang. Dari raut wajahnya terpancar raut kekecewaan yang membuat hati ku sakit. Dari tadi ia lebih banyak diam dan menundukkan kepalanya. Aku menggeser posisi dudukku agar semakin dekat dengannya. Aku mengangkat dagunya agar menatap wajahku. Aku melihat wajahnya yang selalu membuatku tersenyum, wajah yang sangat aku sukai dari dulu saat kami masih membawa acara radio bersama. Dan sekarang wajah cerianya itu berubah menjadi sedih, sungguh membuat hatiku semakin sakit.

“Sunny-ah apa kau menyesal menikah denganku?”. Entah apa yang baru aku pikirkan. Kata-kata itu spontan keluar dari bibirku. Aku melihat raut wajah Sunny berubah menjadi terkejut. Oh Tuhan aku ingin menarik kata-kataku tadi. Aku belum siap mendengar jawabannya sekarang. Sunny masih diam dan kembali menundukkan kepalanya. Bahunya bergetar, ia menagis. Menangis?apa aku kata-kataku tadi membuatnya kembali merasa sedih?. Aku menarik tubuhnya kepelukanku, mengelus punggungnya agar ia merasa tenang.

“aku tidak tau oppa…aku tidak tau…”ucapnya sambil terisak. Aku tau ucapannya tadi adalah jawaban atas pertanyaanku tadi. Aku melepaskan pelukanku dan memegang kedua pipinya. Kutatap kedua matanya yang merah karena menangis.

“aku minta maaf untuk semuanya Sunny. Aku mohon jangan menangis lagi, air matamu sungguh sangat berharga. Kau tau, hatiku juga sakit melihat kau menangis seperti ini Sunny-ah”ucapku menatap matanya dalam.

“aku tak tau jawaban apa yang harus aku keluarkan untuk menjawab pertanyaanmu tadi oppa. Menyesal menikah denganmu?. Mungkin. Hanya itu yang mampu aku jawab oppa, maafkan aku”. Sunny kembali mengeluarkan air matanya, dia kembai menangis.

“dengarkan aku Sunny-ah. Sampai kapan pun aku tak akan pernah menyesal menikah denganmu. Kau adalah anugerah yang Tuhan kasih untuk menemani hidupku sekarang. Aku menyayangimu Sunny-ah, sangat menyayangimu. Apa kau juga mau belajar menyayangiku?”tanyaku sambil tersenyum. Ia mengangguk. Sungguh aku sangat bahagia melihat jawabannya. Jantungku berdetak cepat.

Aku mendekatkan wajahku kearahnya. Semakin dekat, aku dapat mencium harum rambutnya. Kupejamkan mataku dan merasakan deru nafasnya yang hangat. Aku memberikan ciuman lembut dibibirnya. Sangat lembut karena aku takut menyakiti hatinya lagi. Takut melihatnya menangis lagi. Tuhan, aku mohon jangan pisahkan aku dengannya. Aku sangat menyayanginya. Aku tak ingin membuatnya menangis. Aku ingin selalu berada disampingnya. Menjaganya dan membuatnya merasa tenang.

Sungmin POV end

*****************

Author POV

Pagi hari dikediaman Orang Tua Sungmin

Pagi ini suasana di kediaman orang tua Sungmin sangat sepi. Ibunya mondar-mandir diruang tengah. Raut wajahnya menampakkan kecemasan. Tak berapa lama kemudian terdengar bunyi telepon rumah yang berdering keras. Ibu Sungmin terlonjak kaget dan segera berlari mengangkat panggilan tersebut.

“Yoboseo”ucapnya dengan pelan.

“ah, maaf mengganggu pagi-pagi. Apa kau sudah melihat berita yang disiarkan televisi tadi pagi, tentang anak kita”. Ternyata yang menelpon adalah besan nya, Ibu Sunny.

“ne. Aku tak menyangka kalau ujung-ujungnya akan menjadi begini. Mereka vakum sementara dari grup”ucap ibu Sungmin.

“ne aku juga sudah tau itu. Dan management belum mengadakan conference pers. Apa orang tua MiSun akan datang dalam waktu dekat untuk meluruskan masalah ini?aku sangat cemas dengan keadaan mereka sekarang”ucap Ibu Sunny dengan nada khawatir. Ibu Sungmin menghirup udara panjang sebelum menjawab.

“mereka bilang akan datang besok lusa untuk menjemput MiSun. Kau tenang saja, masalah ini pasti akan selesai”yakin Ibu Sungmin.

“ya aku harap juga begitu, aku percayakan semuanya kepadamu. Oh ya apa MiSun bersamamu sekarang?”tanya ibu Sunny.

“ne, akan aku usahakan semuanya berjalan lancar. Ne, dia sedang tidur sekarang”ucap Ibu Sungmin.

“oh baiklah kalau begitu, aku tutup teleponnya. Annyeonghasseo”ucap Ibu Sunny dengan nada yang ramah. Ibu Sungmin menghela napas dengan kasar. Ia menyesal karena ia lah biang dari masalah ini. Tapi ia tetap optimis semua pasti bisa diselesaikan dengan segera.

*********

Pagi ini suasana apartement Sungmin menjadi sepi tanpa ada MiSun. Sunny tengah sibuk didapur membuat sarapan. Dan Sungmin masih tidur-tiduran diatas sofa sambil menonton tv. Belum ada pecakapan yang terjadi antara mereka berdua. Baik Sungmin maupun Sunny tak berani membuka suara terlebih dahulu. Mereka terlalu malu untuk berbicara mengingat kejadian semalam. Sarapan telah siap. Sunny berjalan kearah Sungmin untuk mengajaknya makan bersama. Jantungnya berdetak cepat, ia masih malu untuk berbicara.

“oppa, sarapan sudah siap”ucapnya pelan dan menunduk. Sungmin langsung bangun dari posisi tidurnya, dan menggandeng tangan Sunny berjalan menuju meja makan. Jantung keduanya berdetak cepat dan wajah Sunny bersemu merah. Sungmin menarik kursi untuk Sunny, bak seorang tuan putri. Sarapan hari ini hanya roti bakar dengan selai coklat dan omellet daging. Mereka makan dalam diam.

“Sunny-ah, kenapa dari tadi kau diam saja?kau marah denganku?”tanya Sungmin membuat Sunny mendongakkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk.

“ah, aku tidak apa-apa oppa”jawab Sunny terbata-bata karena gugup.

“soal yang semalam aku minta maaf”ucap Sungmin lagi. Semalam adalah ciuman pertama Sunny dan Sungmin yang telah mengambilnya. Sudah sewajarnya itu terjadi pada pasangan suami istri. Tapi entah mengapa Sungmin merasa bersalah telah melakukannya.

“gwenchanayo oppa”ucap Sunny sambil tersenyum. “hari ini kita mau melakukan apa?aku bosan kalau terus-terusan menonton tv”ucap Sunny lagi.

“bagaimana kalau kita bermain game?”usul Sungmin. Sunny tersenyum “ide bagus!!”ucapnya girang.

Hari ini orang tua MiSun tiba di Korea. Mereka adalah Lee Jae Bin dan istrinya Park Hee Na. Mereka telah mengetahui bahwa selama ini anak mereka dititipkan kepada Sungmin dan istrinya Sunny. Mereka merasa bersalah karena MiSun, Sungmin dan Sunny harus kehilangan pekerjaan mereka. Setelah dijemput oleh seorang supir orang tua Sunny. Mereka segera menjemput MiSun.

“Aigoo kalian sudah sampai”sambut ibu Sungmin ketika pasangan suami istri tersebut memasuki rumah.

“ne, ajummah kenapa repot-repot menyuruh supir untuk menjemput kami”ucap Jae Bin kepada bibinya.

“kau ini, kau adalah tamu jadi wajib untuk dilayani. Karena tamu adalah raja”ucap Ibu Sungmin kemudian matanya menatap Hee Na istri Jae Bin.

“ah, ajummah ini istriku namanya Park Hee Na”ucap Jae Bin memperkenalkan istrinya. Hee na membungkuk hormat.

“aigoo sangat mirip dengan MiSun”ucap Ibu Sungmin. Pasangan suami istri itu mengerutkan dahinya heran MiSun siapa, batin keduanya.

“MiSun itu siapa ajummah?”tanya Jae Bin penasaran. Ibu Sungmin tersenyum. “oh, itu nama anak kalian. MiSun adalah nama yang diberikan Sungmin dan Sunny. Katanya itu adalah singkatan nama mereka berdua”jelas Ibu Sungmin.

“nama aslinya adalah MinRa, Lee MinRa”ucap Hee Na. “jadi mereka belum tau kalau MinRa adalah anak kami ajummah?”tanya Hee Na lagi.

“ne, mereka memang belum tau. Maka dari itu aku ingin kalian yang menjelaskannya kepada media”ucap Ibu Sungmin kemudian mengajak pasangan suami istri tersebut bertemu dengan anak mereka.

**********

Sungmin dan Sunny sedang menonton tv. Mereka benar-benar bosan karena sudah 4 hari ini mereka tidak keluar apartement. Member Super Junior dan SNSD memberi semangat kepada mereka melalui telepon. Dari tadi mereka hanya memindah-mindahkan channel tanpa fokus menonton.

Ting..Tong..

Bel apartement mereka berbunyi. Seketika mereka menoleh kearah pintu. Mereka bertukar pandang. Sibuk menerka-nerka siapa yang ada dibalik pintu tersebut.

“oppa, cepat buka pintunya” perintah Sunny kepada Sungmin. Dengan enggan Sungmin bangun dan berjalan pelan menuju pintu. Ada perasaan takut yang menggelayut dipikirannya. Ia takut kalau yang memencet bel tadi adalah seorang wartawan yang berhasil mengetahui nomor apartement nya. Atau lebih buruk lagi seorang ANTIS yang siap membunuhnya. Dengan ragu ia membuka pintu tersebut dan matanya membulat sempurna.

“JAE BIN HYUNG”teriaknya langsung memeluk Jae Bin yang ada dihadapannya.

“Hyung kapan kau pulang ke Korea?dan kau bersama…MiSun”kaget Sungmin melihat MiSun digendong oleh seorang wanita yang tengah tersenyum kearahnya. Sunny yang mendengar suara ribut segera berjalan menghampiri Sungmin yang berada diruang tamu.

“oppa siapa yang datang”tanyanya.

“ah, Sunny-ah sini aku kenalkan dengan sepupuku”ucap Sungmin menarik tangan Sunny.

“ini Jae Bin hyung sepupuku, ia tinggal di Amerika”ucap Sungmin kepada Sunny. Sunny tersenyum kearah Jae Bin. Kemudian Sungmin mempersilahkan Jae Bin dan Hee Na duduk.

“Sungmin Sunny, perkenalkan ini istriku Park Hee Na”ucap Jae Bin memperkenalkan istrinya. Sungmin dan Sunny tersenyum kearah Hee Na. Tapi kemudian mata Sunny menatap MiSun yang tengah tertidur digendongan Hee Na.

“MiSun”ucap nya kaget bercampur senang, karena dapat bertemu kagi dengan MiSun.

“hyung bagaimana bisa MiSun bersama kalian?aku menitipkan MiSun kepada eomma”ucap Sungmin menatap JaeBin meminta penjelasan.

“MiSun adalah anak kami”ucap Jaebin.

“APA??”

TBC……

Gimana chapter yang ini??jelek yah??huhuhu maaf ya readers..

Aku kurang dapat feel nya..mungkin sebentar lagi ff ini akan temat. Buat para readers yang udah setia nungguin ff ini dan juga ninggalin komentar aku benar-benar berterima kasih karena kalian menghargai usaha kerasku. Oh ya..nama Lee Jae Bin dan Park Hee Na adalah nama yang author buat sendiri jadi bukan sepupu asli Sungmin..

Untuk SILENT READERS!!!AKU MOHON KOMENTAR KALIAN!!

Gamsahamnida..

Kritik dan saran saya butuhkan^^

                                                                                                   

13 thoughts on “You’re My Everything [Chapter 6]

      • iya..aku ngerasa gimana gitu ngepost chapter yang ini,,
        takut udah pada bosen sama ceritanya..huhuhu..

        makasih yah buat pujiannya..

        chapter 7 nya pasti aku publish kok..pokoknya tunggu aja yah!!^^

        sambil nunggu chapter 7, baca ff yang lain aja dulu..OK!!^^

        gomawo^^

  1. makin seru kygnyaaaaaaa, seandainya ada toutubenya ku ingin sekali lihat , apa lgy ktika sunny sama sungmin rwat misun , ku ingin lihat hahahaha , pasti kyg suami istri…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s