I Will Never Go Anywhere (Part 3)

Annyeong, saya kembali membawa ff ini, udah part 3 lho, hehhe. Aku harap kalian suka dan tidak bosan.

BUAT PARA SILENT READERS BERTOBATLAH!!!TINGGALKAN COMMENT KALIAN SETELAH MEMBACA!!

BUAT PARA GOOD READERS, SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH KEPADA KALIAN, KARENA TELAH MENGHARGAI KARYAKU^^GOMAWO..

PART 3

Ku tatap sosoknya yang semakin menjauh, tapi kemudian ia berbalik dan melambaikan tangannya. Aku tersenyum, kemudian membalas lambaiannya. Mirip!!!yah, benar-benar mirip.

Title: I will Never Go Anywhere (PART 3)

Main casts: Choi Minho, Kim Arra, Shin Hyera, Lee Taemin.

Type: Chapter

Support casts: Kim Jieun, Lee Donghae, Lee Jinki

Genre: romance, friendship, family

******

Kriiiiiiiiiiiiiiiiinnngggggg!!!!

Bel iastirahat sekolah Hyera berbunyi, membuat semua murid berhamburan keluar kelas. Begitu pula dengan Hyera, ia tergopopoh-gopoh berjalan menuju kantin sekolahnya. Jieun yang berada dibelakangnya, mencoba berlari mengejar sosok Hyera yang semakin menjauh. Gadis itu sudah tidak dapat menahan rasa lapar, yang sejak tadi pagi ia tahan.

Sesampainya di kantin sekolah, ia langsung memesan makanan. Kemudian duduk dan mulai memakan makanannya. Jieun yang baru sampai hanya mampu mengatur napasnya yang tersendat-sendat akibat berlari. Jieun memesan satu gelas jus apel dan seporsi roti bakar untuk mengembalikan energinya. Ia mengunyah roti itu pelan sambil menatap sahabatnya yang tengah menyantap makanannya dengan lahap.

Namun seketika suasana kantin menjadi riuh. Teriakan para murid perempuan menggema dimana-mana. Ia melihat seorang namja tampan yang tengah berjalan menuju kantin, dengan diikuti para yeoja di belakangnya. Namja itu adalah anak baru yang sedang hangat diperbincangkan saat ini. Jieun tak berkedip memandangnya, sungguh anugerah tuhan yang sempurna. Ia menarik-narik lengan baju Hyera. Namun gadis itu tak merespon, ia terlalu sibuk dengan makanannya.

“Hyera-ah, itu anak baru yang aku bicarakan tadi pagi. Coba kau lihat, benar-benar tampan”ucap Jieun bersemangat. Namun Hyera hanya mendengus kesal. Dengan malas ia mengikuti arah pandang sahabatnya. Ia menatap sosok namja dengan rambut berwarna pirang yang tengah duduk di salah satu bangku kantin. Wajahnya tidak terlihat, karena tertutup oleh tubuh para yeoja yang mengelilinginya.

“Apanya yang tampan!wajahnya saja tidak kelihatan”ucap Hyera kearah sahabatnya. Jieun tidak peduli dengan ucapan Hyera ia masih sibuk memandangi namja itu dengan tersenyum lebar. Hyera yang merasa hal itu sangatlah tidak penting, beranjak pergi dari tempat duduknya. Ia ingin membeli air untuk membasahi tenggorokannya yang kering.

“Jieun-ah, aku mau beli air minum dulu”ucap Hyera, namun Jiuen tetap saja tidak peduli. Pandangannya masih terarah ke anak baru itu. Hyera mendengus, kemudian berjalan pergi.

BRUKKK

Ia menabrak seseorang, membuat tubuhnya terhuyung kebelakang.

“Nampaknya kau memang hobi menabrak orang ya”. Hyera mendongakkan kepalanya. Sosok yang ada didepanya tersenyum manis.

“Maaf, aku benar-benar tidak sengaja Donghae-ssi”ucap Hyera menyesal.

“Ah, sudahlah tidak apa-apa. Lain kali kau harus lebih berhati-hati jika berjalan”ucap Donghae.

“Kau sudah makan?kalau belum ayo makan bersamaku”tawarnya kepada Hyera. Hyera menggigit bibir bawahnya. Rugi kalau ia menolak makan bersama namja setampan Donghae.

“Hoi, kau disini rupanya. Ayo kesana, semuanya sudah menuggu”. Suara seorang namja menegur Donghae. Ternyata itu Siwon, sunbae nya.

“Mmm, Hyera-ssi sepertinya aku harus segera pergi. Lain kali saja kita makan bersama, annyeong” Donghae berjalan meninggalkan Hyera yang masih membatu. Ia masih tidak percaya bahwa Donghae adalah sunbaenya. Bodoh!. Ia memukul kepalanya sendiri.

“Ya, Hyera. Bel sudah berbunyi, kau mau kita terlambat masuk?ini pelajaran Kim seongsanim”tegur Jieun.

“Ne, ayo kita masuk”. Hyera menarik tangan Jieun, dan berjalan menuju kelas mereka. Ia akan menanyakan semuanya tentang Donghae kepada Jieun, sepulang sekolah nanti.

**********

Arra berjalan pelan melalui koridor kampusnya yang ramai oleh mahasiswa. Kelasnya baru selesai lima menit yang lalu. Ia memutuskan untuk menjemput Hyera karena, sudah sekitar seminggu yang lalu ia tak bertemu dengan adik kesayangannya itu.

Ia tersenyum kepada setiap orang yang menyapanya. Sikap ramahnya tak pernah berubah. Namun ia tak menyadari seseorang yang diam-diam berjalan sejajar disebelahnya. Minho. Laki-laki itu sengaja mengikuti Arra. Diam, ia tak mengeluarkan suara. Ia tahu, Arra pasti akan terkejut jika melihat dirinya yang muncul tiba-tiba seperti hantu.

“Oh sunbae!kau membuatku terkejut”. Benar saja, baru saja ia membatin Arra sudah menyadari keberadaannya. Arra mengelus dadanya, Minho hanya tersenyum manis melihat kelakuannya.

“Kau langsung pulang?”tanya Minho ketika mereka sudah keluar dari kampus, dan berjalan menuju parkir.

“Tidak sunbae, aku mau kesekolah Hyera”ucap Arra.

“Oh!kalau begitu kau sama denganku. Aku juga akan menjemput Taemin. Kalau begitu sampai jumpa, Annyeong”. Minho pergi meninggalkan Arra yang mengerjapkan matanya. Aneh, datang tiba-tiba pergi juga tiba-tiba, batinnya.

Arra keluar dari mobilnya. Ia telah sampai didepan sekolah Hyera. Keadaan sekitarnya telah ramai oleh murid-murid yang sudah pulang sekolah. Tapi sosok yang ia cari belum juga menunjukkan batang hidungnya. Arra mengeluarkan ponsel dari saku celananya, menekan tombol Hyera yang sudah dihafalnya diluar kepala.

“Eonni!” sapa suara riang yang sangat ia kenal. Hyera telah berdiri disampingnya dengan senyum mengembang. Arra menurunkan ponselnya dari telinganya, dan memukul pelan lengan Hyera.

“Kemana saja kau?eonni sudah menunggumu dari tadi”ucapnya dengan nada yang dibuat pura-pura marah. Hyera masih tersenyum menatap Arra. “Tadi ada sedikit urusan eonni. Kau juga tak memberitahu akan menjemputku, jadi jangan salahkan aku kalau keluar terlambat” ucap Hyera sambil memainkan ujung rambutnya. Arra tersenyum kemudian merangkul Hyera, menuntunnya masuk kedalam mobil.

“Kita mau kemana eonni?” tanya Hyera ketika mobil yang Arra  berjalan menuju sebuah restoran mewah.

“Makan siang, eonni lapar”ucap Arra sambil memarkirkan mobilnya. Kemudian turun dan berjalan masuk bersama Hyera ke dalam restoran tersebut.

Hyera lebih banyak diam hari ini. Entahlah sedari tadi Arra melihatnya tersenyum-senyum sendiri. Makanan yang ia pesan pun belum disentuhnya sama sekali.

“Hyera-ah kau baik-baik saja?”tanya Arra cemas melihat tingkah laku dongsaengnya itu.

“Ne eonni, gwenchana”ucapnya setelah tersadar dari lamunannya.

“Eonni perhatikan sedari tadi kau senyum-senyum sendiri. Apa yang sedang kau pikirkan?”tanya Arra penasaran. Tapi Hyera membalasnya dengan senyum penuh arti. “Ah eonni, aku tidak sedang memikirkan apa-apa. Cepat habiskan makananmu eonni, nanti keburu dingin”ucapnya kemudian mulai melahap makanannya sendiri. Arra menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak mengerti dengan jalan pikir Hyera saat ini. Dasar bocah, batinnya.

Flashback

Hyera POV

Kriiiinnngggg….

Akhirnya bel pulang berbunyi. Aku segera membereskan semua alat tulis yang berserakan di mejaku. Aku melihat Jieun yang sudah siap untuk pulang. Ia menghampiri mejaku dan tersenyum. Seperti biasa kami akan pulang bersama.

“Kau sudah selesai?”tanyanya kepadaku.

“Ah, Jieun-ah bisakah kita bicara sebentar disini?ada sesuatu yang ingin aku tanyakan”ucapku membuatnya mengerutkan kening. Namun setelah itu dia duduk di hadapanku.

“Apa yang ingin kau tanyakan?sepertinya serius sekali”ucapnya. Aku tersenyum.

“Kau tau Lee Donghae?”tanyaku dengan nada yang hati-hati. Aku menatap wajah Jieun, dia memicingkan matanya.

“Donghae sunbae maksudmu?”tanyanya. Aku menganggukkan kepala sebagai jawabannya.

“Apa kau mengenalnya”tanyaku lagi. Ia mengangguk cepat.

“Hyera-ah, selama ini kau tak tau tentang Donghae sunbae?”ucap Jieun yang semakin membuatku penasaran.

“YA!!cepat jelaskan padaku siapa Donghae sunbae sebenarnya, jangan membuatku kesal Jieun-ah.”

“Shin Hyera, selama ini kau kemana saja?Donghae sunbae yang terkenal bukan main disekolah kita saja kau tidak kenal. Baiklah aku jelaskan. Donghae sunbae adalah kakak tingkat kita, yang orang tuanya mepunyai setengah saham dari sekolah kita. Kau tau dia lebih kaya dari Kyuhyun sunbae dan Siwon sunbae. Ia sangat digilai semua murid perempuan disekolah kita”jelas Jieun panjang lebar.

“Tapi Jieun-ah, aku tak pernah melihatnya dikejar-kejar oleh murid-murid wanita seperti anak baru yang kau puja-puja itu”ucapku heran. Jieun berdecak kesal.

“Kau saja yang terlalu acuh dengan keadaan sekitarmu. Donghae sunbae sangat digilai oleh semua murid wanita disekolah kita. Kau tau Yoona sunbae?”tanya Jieun kepadaku.

“Yoona sunbae?model terkenal disekolah kita”jawabku.

“Benar. Kabarnya ia sudah menyatakan cintanya kepada Donghae sunbae sebanyak 6 kali, dan 6 kali juga ia ditolak. Makanya sekarang ia pacaran dengan Siwon sunbae, seprtinya hanya dijadikan pelampiasannya. Dan kabarnya lagi, Donghae sunbae sering gonta-ganti pacar”ucap Jieun lagi.

Sering gonta-ganti pacar?. Ah tidak mungkin, aku tidak percaya, wajahnya sangat ramah dan terkesan baik mana mungkin dia melakukan hal buruk seperti itu.

“Kau ini!menggosipkan orang yang bukan-bukan. Dari tadi kau hanya berkata ‘kabarnya-kabarnya’ itu hanya gosip. Aku percaya Donghae sunbae tak mungkin melakukan hal buruk seperti itu.”ucapku percaya diri.

“Kau ini!kau duluan yang minta aku menceritakan tentang Donghae sunbae. Mengapa sekarang kau yang beragumen sendiri?memangnya ada apa kau bertanya denganku?. Kau suka sama Donghae sunbae ya?”ucap Jieun sambil menggodaku. Ah aku malu, aku memang menyukainya. Siapa yang tidak menyukai namja yang sempurna seperti dia. Kurasakan wajahku memanas.

“Ti..tidak, aku tidak menyukainya. Aku kan hanya bertanya Jieun-ah, jangan menuduhku yang tidak-tidak”ucapku sedikit gugup.

“Baiklah, kalau begitu. Kalau kau menyukainya juga tidak apa-apa. Donghae sunbae tampan dan kaya, perfect. Tapi lebih perfect murid baru itu”ucap Jeun yang kembali membicarakan anak baru yang sudah ia anggap seperti dewa.

“Terserah kau!Ayo pulang.” Aku menarik tangan Jieun keluar kelas. Oh! Mengapa sekarang aku jadi memikirkan Donghae sunbae terus?. Apa aku benar-benar menyukainya?aigoo aku malu!!.

***********

Taemin POV

Minho hyung menepati janjinya. Menjemputku tepat waktu. Aku bernafas lega, karena aku terbebas dari kerumunan anak-anak perempuan yang dari tadi mengelilingiku. Oh aku benar-benar tidak tahan dengan mereka. Aku segera berlari menuju mobil Minho hyung. Kulihat ia tersenyum lebar menyambutku.

“Kau kenapa Taemin-ah?” tanya Minho hyung yang melihat nafasku tersengal-sengal.

“Aigoo hyung, kau tau sepanjang hari aku terus di ikuti seluruh murid perempuan” ujarku sambil menyeka keringat yang mengalir di pelipisku.

“Benarkah?itu sangat bagus Taemin-ah.”

“Apa hyung?Bagus? Aku benar-benar tak tahan mendengar teriakan mereka yang terus memanggil namaku.”

“Itu bagus Taemin berarti kau cepat mendapat teman disini. Lihat baru sehari saja kau sudah bisa mendirikan sebuah Fansclub.”

“Terserah apa katamu lah hyung, aku lelah membicarakan mereka” ucapku lalu menyandarkan badanku. Aku dapat mendengar Minho hyung terkekeh geli. Hyung selalu begitu, senang melihatku susah.

**************

Author POV                     

Arra baru saja tuba dirumah. Ia memasukkan mobilnya kegarasi lalu berjalan masuk. Hari ini cuaca terlihat cerah. Sehabis mengantar Hyera pulang, ia memutuskan untuk membeli beberapa cemilan untuk dirinya sendiri. Ia adalah pecinta coklat, hampir semua cemilan yang ia beli adalah rasa coklat. Ia masuk kedalam rumahnya dengan langkah pelan. Beberapa pelayan membungkuk hormat kearahnya.

“Maaf nona, ada seseorang yang telah menunggu anda dari tadi.” seorang pelayan berbicara kepadanya. Arra mengerutkan dahinya. Rasanya ia tak ada janji dengan seseorang hari ini.

“Siapa?.”tanya Arra. “Sebaiknya anda yang melihatnya sendiri, ia menunggu di halaman belakang. Permisi nona” pelayan itu membungkuk hormat lalu berjalan pergi. Arra masih bertanya-tanya. Ia berjalan menuju halaman belakang rumahnya.

Setelah tiba disana. Ia melihat seorang yang tengah duduk menghadap kearah air mancur. Arra berjalan mendekati. Orang itu menyadari kedatangan Arra, ia berbalik kemudian tersenyum. Mata Arra membulat sempurna. Ia tak percaya dengan sosok yang ada dihadapannya.

“Lee Jinki!!!” pekiknya girang. Orang yyang bernama Lee Jinki itu berjalan mendekati Arra kemudian memeluknya.

“Aku sangat merindukanmu Arra-ah”ucap Jinki di telinga Arra. Arrra tersenyum di pundak Jinki, lalu membalas pelukannya.

“Kapan oppa pulang ke Korea?” tanya Arra setelah Jinki melepas pelukannya.

“Sekitar seminggu yang lalu”ucap Jinki singkat.

“Dan kau tak langsung bertemu denganku?”ucap Arra sambil berkacak pinggang, memasang wajah pura-pura marah.

“Mian, Arra-ah aku sibuk mengurus perpindahan kuliahku ke Korea. Dan sekarang baru sempat bertemu denganmu”ucap Jinki dengan tampang menyesal.

“Kau pindah kuliah kesini? Ada apa dengan Amerika?” tanya Arra.

“Aku ingin pindah sekolah disini saja. Disana aku jauh dari keluarga, dan juga jauh darimu”ucap Jinki dengan senyum menggoda. Arra mendengus memandangnya.

“Apa kau tak meridukanku?”tanya Jinki membuka kedua tangannya untuk memeluk Arra lagi. Arra tersenyum “Sangat…aku sangat merindukanmu”ucap Arra dipelukan Jinki.

“Apa oppa sudah makan siang?”tanya Arra. Jinki menggeleng.

“Besok oppa tak boleh makan terlambat lagi. Aku akan minta pelayan membuatkan makanan untukmu”ucap Arra menggandeng lengan Jinki masuk kedalam rumah. Raut wajah mereka tampak sangat bahagia.

Lee Jinki adalah sahabat kecil Arra. Selama ini, Arra menganggap Jinki sebagai kakaknya sendiri. Selain Hyera, Jinki juga yang sering menemani Arra bermain. Setiap didekat Jinki, Arra selalu merasa tenang. Jinki mempunyai sifat dewasa yang selalu dapat menjaga Arra. Sama seperti Arra, Jinki juga seorang anak tunggal. Kedua orang tuanya sibuk mengurus perusahaan mereka yang bergerak di bidang Jasa Kesehatan yang sering mempunyai proyek membuat rumah sakit besar di Korea dan juga di luar negeri.

Jinki bersekolah di Universitas Stanford yang berada di California, Amerika Serikat. Disana ia memilih jurusan kedokteran. Cita-cita nya adalah menjadi seorang dokter kandungan. Tapi ia memutuskan untuk kembali ke Korea dan melanjutkan sekolahnya disana. Alasan kepidahannya adalah jauh dari keluarga. Jinki adalah sosok yang pemalu dengan perempuan, sampai saat ini ia tak pernah terlihat menggandeng seorang perempuan yang biasa disebut dengan pacar. Bukan berarti dia seorang gay, tapi ada seseorang yang sudah mengisi hatinya. Itulah yang menjadi alasan sebenarnya kepindahannya ke Korea. Mengejar cinta pertamanya.

“Kau tau?selama setahun ini aku sangat kesepian. Kau jauh di Amerika dan Hyera sibuk dengan sekolahnya”ucap Arra ketika menemani Jinki makan siang. Jinki tersenyum mendengar ocehan sahabatnya itu.

“Makanya aku kembali kesini untuk menemanimu lagi. Oh iya, bagaimana kabar Hyera?apa dia masih sering main kesini?” tanya Jinki.

“Dia baik-baik saja, akhir-akhir ini ia sibuk dengan sekolahnya. Ia juga sudah jarang berkunjung kerumahku, dia pasti senang kalau melihatmu pulang lagi ke Korea” ucap Arra sambil tersenyum.

“Aku ingin bertemu dengannya. Dia pasti sudah besar, terakhir kali aku melihatnya ia masih sering mengepang rambutnya. Lucu sekali” ucap Jinki kemudian tertawa.

“Nanti aku akan menghubunginya, semoga saja dia tidak sibuk dengan urusan sekolah dan juga boyband favoritnya itu”ucap Arra.

Jinki terkekeh mendengar ucapan Arra. Ia sangat senang bisa bersama dengan sahabatnya itu lagi. Ia suka dengan senyumnya,suaranya, semuanya yang ada pada Arra. Kim Arra, cinta pertamanya selama ini. Arra yang membuat ia tak membuka hatinya untuk gadis lain. Namun ia selalu berfikir, apakah bisa memiliki Arra yang hanya menganggapnya sebagai seorang kakak dan juga seorang sahabat?. Optimis!!itu yang selau ia tekankan.

“Kenapa melamun?cepat habiskan makananmu” suara Arra membuyarkan lamunannya. Ia tersenyum kaku lalu kembali memakan makanannya yang mulai dingin.

*********

  

Udara Seoul sore itu sangat cerah sama seperti tadi pagi. Arra dan Jinki memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati suasana sore itu. Mereka mengulang kegiatan mereka yang dulu sering mereka lakukan. Berjalan-jalan sambil memakan ice cream coklat, rasa favorit mereka. Senyum tak henti-hentinya terukir diwajah keduanya.

“Kau tau aku sangat merindukan saat-saat seperti ini”ujar Jinki menoleh kearah Arra yang berjalan disampingnya.

“Aku juga”ucap Arra lalu menggandeng lengan Jinki. Membuat jantungnya berdetak cepat.

“Oppa, bagaimana kalau kita bersantai ditaman itu” tunjuk Arra ke sebuah taman bunga diseberang jalan. “Ide bagus”ucap Jinki. Mereka berjalan menuju taman itu sambil bergandengan tangan, sangat serasi. Mirip seperti sepasang kekasih. Mereka duduk di bangku panjang yang ada ditaman itu. Menghirup oksigen sebanyak-banyak nya.

“Apa kau lelah?sehabis pulang kuliah tadi kau belum ada istirahat, malah mengajakku jalan-jalan”ucap Jinki.

“Tidak, aku sangat senang hari ini oppa, bisa bersama lagi denganmu” ucap Arra kemudian menjatuhkan kepalanya ke atas pundak Jinki, lalu menutup matanya. Menikmati hembusan lembut angin sore yang menerpa wajahnya. Jinki juga melakukan hal yang sama, ia menutup matanya dan menikmati semilir angin yang berhembus pelan. Degup jantungnya masih saja cepat, ia bahagia berada disamping Arra. Masih dapat membuat gadis itu nyaman dan tenang. Senyum terukir jelas diwajahnya.

Namun dikejauhan sepasang mata sedang mengamati mereka. Minho, ia menatap pemandangan didepannya dengan wajah heran.

“Arra?bagaimana bisa ia disini” gumamnya. Pertanyaan yang konyol, jelas saja itu adalah tempat umun yang bebas didatangi setiap orang. Namun bukan itu yang sebenarnya yang membuatnya heran, melainkan sosok yang ada disamping Arra.  Sosok yang tengah membelai rambut Arra sayang.

Minho merasakan perasaan sakit dihatinya. Sakit melihat Arra yang sekarang bersama orang lain, bukan dirinya. Apakah ia telah menyukai Arra. Arra yang mirip dengan seorang gadis dimasa lalunya?. Minho memegang dadanya, lalu berjalan pergi. Ia tak mau berlama-lama berada disitu.

“Kau sangat mirip dengannya Arra-ah”gumam Minho kemudian menjalankan mobilnya. Rasa sakit dihatinya belum juga hilang. Ia merasa aneh dengan dirinya sendiri. Apakah benar ia telah menyukai Arra?. Entahlah, itu adalah jawabannya saat ini.

TBC…………

7 thoughts on “I Will Never Go Anywhere (Part 3)

      • Waaaa .. Benaran nie da mz??

        Kog k’cha gak tau??😦

        Mm ..
        Tenang ajah ntr juga rame’ ..

        Oh ia lupa bilang, banyak typo nya tu neng ..
        Coba di sunting ulang deh ..
        Banyak banget ..

      • eonn..udh ada yang coment!!^^
        hehehe seneng!!

        eh udah di sunting ulang nih!!kalo masih ada yang salah maklumi aja yah!!saya kurang teliti orangnya^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s