You’re My Everything [Chapter 7]

Author: Kim Hyera

Title: You’re My Everything [Chapter 7]

Cast: Lee Sun Kyu(Sunny), Lee Sungmin

Other cast: Member Super Junior, SNSD

Genre: Friendship, romance, family

Rating: PG-15+

**************

Sungmin POV

Aku sangat terkejut ketika membuka pintu apartement. Ternyata Jae Bin hyung sekarang ada dihadapanku. Segera kupeluk tubuhnya, aku benar-benar merindukannya. Jae Bin hyung adalah sepupu terdekatku. Umur kami hanya berbeda 3 tahun. Namun saat umur 17 tahun, Jae Bin hyung pindah ke Amerika. Ia belajar disana untuk meneruskan perusahaan orang tuanya. Selama ini ia tak pernah pulang ke Korea. Dan sekarang yang membuatku terkejut, ia pulang ke Korea dan ada dihadapanku.

Tapi ia tak datang sendiri. Ia datang bersama seorang wanita yang menyunggingkan senyum ramahnya kepadaku. Wanita itu tengah menggendong seorang bayi dan itu…MiSun?. Bagaimana bisa?. Aku menitipkan MiSun kepada eomma.

Aku mempersilahkan Jae Bin hyung duduk setelah sebelumnya mengenalkannya kepada Sunny. Jae Bin hyung memperkenalkan wanita itu kepada kami. Ternyata dia adalah istrinya Jae Bin hyung. Apa?Istri?. Kenapa Jae Bin hyung tak pernah mengabariku kalau dia sudah menikah?.

Aku melihat Sunny yang raut wajahnya menjadi terkejut, sama sepertiku. Ia melihat MiSun yang tengah tertidur di pelukan istri Jae Bin hyung.

“Hyung bagaimana bisa MiSun bersama kalian? Aku menitipkan MiSun kepada eomma,” aku menatap mata Jae Bin hyung, meminta penjelasan.

“ MiSun adalah anak kami.”

“APA” teriakku bersama Sunny.

Aku benar-benar tak percaya. Bagaimana bisa ini terjadi?

“Hyung bagaimana bisa ini terjadi? Aku tak percaya!!” ucapku menaikkan volume suaraku.

“Jelaskan padaku hyung,” tambahku lagi.

“Sebelumnya kami mau meminta maaf terlebih dahulu. Karena MiSun, kalian kehilangan pekerjaan,”ucap Jae Bin hyung lalu menarik nafas dalam.

“Nama asli MiSun adalah Minra, Lee Minra. Kemarin aku sangat-sangat sibuk dengan perusahaan, begitu juga dengan Hee Na. Kami tak sempat mengurus Minra. Minra dijaga oleh seorang baby sitter. Namun setiap kami pulang kerja, badan Minra selalu saja terluka. Ternyata baby sitter itu tak menjaga Minra dengan teliti,” Jae Bin hyung kembali menarik nafasnya. Aku tak sabar mendengar kelanjutan kalimatnya.

“Oleh karena itu kami memutuskan membawa Minra pulang ke Korea. Kami meminta tolong dengan ibumu agar menjaga Minra sebentar. Namun karena pekerjaan kami terpaksa meninggalkan Minra lebih lama disini. Kami tak tahu kalau selama ini Minra diasuh oleh kalian. Kami minta maaf untuk semuanya. Kami memang bukan orang tua yang baik,” jelas Jae Bin hyung panjang lebar. Aku dan Sunny hanya diam. Kami masih sibuk mencerna semua kalimat-kalimat yang di ucapkan Jae Bin hyung.

Jadi semua ini rencana eomma?. Tapi mengapa eomma merahasiakan semua ini pada ku?.

“Jangan salahkan eomma mu Sungmin-ah. Ini semua kesalahan kami,” Jae Bin menatapku memohon. Aku menyunggingkan senyum tipis lalu menganggukkan kepala.

“Kami kesini untuk menjemput Minra dan mengklarifiikasi semua kabar miring yang menimpa kalian. Besok kalian harus bersiap-siap,” ucap Jae Bin hyung lagi. Aku mendongakkan kepala menatap wajahnya.

“Bersiap-siap? Untuk apa hyung?,” tanyaku.

“Besok kalian akan melakukan konfrensi pers. Dan kami akan menjelaskan semuanya disana.”

“Hah? Benarkah itu?,” tanya Sunny tak percaya.

“Ne. Sekarang kalian istirahat dan persiapkan tenaga kalian untuk besok. Kamipamit pulang dulu,” Jae Bin hyung bangkit dari duduknya.

“Tunggu sebentar,” ucap Sunny membuat Jae Bin hyung dan istrinya mengerutkan dahi.

“Kalian mau membawa MiSun kemana? Kamarnya ada disana,” ucap Sunny polos sambil menunjuk pintu kamar MiSun yang berwarna pink.

“Malam ini kami yang akan menjaga Minra. Kalian istirahat saja, besok manager kalian yang akan menjemput,” ucap istri Jae Bin hyung masih dengan senyum ramahnya. Sunny berjalan kearah MiSun, ah bukan maksudku Minra.

“MiSun-ah, aku sangat merindukanmu. Kau jangan menangis ya, malam ini kau tidak tidur disini bersama kami,”ucap Sunny sambil mengelus rambut MiSun, aku tersenyum melihatnya.

“Tenang saja Sunny-ah. Dia tidak akan rewel malam ini,” ucap istri Jae Bin hyung.

“Baiklah kalau begitu kami pamit pulang dulu. Sampai bertemu besok,” ucap Jae Bin hyung lalu melangkah pergi dari apartement kami.

Aku menutup pintu kemudian berjalan menuju ruang tengah. Kulihat Sunny tengah duduk di sofa dan pandangannya mengarah ke luar. Aku berjalan mendekatinya, dan mengambil tempat duduk tepat disampingnya.

“Apa kau kesepian?,” tanyaku. Ia menoleh kemudian tersenyum.

“Aku sangat merindukan MiSun,”ucapnya pelan.

“Namanya Minra, Sunny-ah,”ucapku membetulkan ucapannya. Ia mendengus, membuatku tersenyum. Sungguh, ia sangat cantik ketika marah seperti ini.

“Aku tau oppa, tapi sampai kapanpun aku akan tetap memanggilnya MiSun,”ucapnya lalu melipat tangannya didepan dada.

“Aigoo, kau ini. Jangan marah-marah, nanti cepat tua,” ucapku lalu mencubit pipinya.

“Oppa, sakit,”ucapnya. Aku melepas cubitanku, lalu menatap wajahnya. Kulihat semburat merah menghiasi pipinya.

“Kalau kau kesepian. Let’s make a baby,” ucapku dengan seyum evil. Kudekatkan wajahku kearahnya. Ia membesarkan matanya, terkejut.

“Oppa!apa yang kau bicarakan!” ucapnya lalu mendorong tubuhku menjauh. Aku terkekeh geli melihat wajahnya saat ini.

“Kenapa? Bukankah itu wajar Sunny-ah? Kita sudah menikah,” ucapku menggodanya lagi.

“Ah…itu…aku…Aissh, oppa kau membuatku gugup. Aku mau istirahat dulu,” ucapnya lalu berdiri meninggalkanku. Namun aku segera menarik tangannya.

“Jangan tunjukkan raut wajah kesalmu, karena itu akan semakin membuatku mencintaimu,”ucapku menatap kedua bola matanya dalam.

Ia hanya diam, lalu menundukkan kepalanya. Aku tau dia malu. Aku mengangkat dagunya. Lalu mengecup bibirnya, hanya sebuah kecupan. Namun mampu membuat lututku lemas. Aku mencoba mengontrol diriku. Kulihat raut wajah Sunny yang terkejut. Ia berdiri mematung dihadapanku sekarang.

“Katanya mau istirahat,”ucapku menyadarkannya.

“Ah…ne…aku istirahat dulu,”ucapnya lalu melangkah pergi meninggalkanku. Aku benar-benar tak mau kehilangan moment seperti tadi. Aku benar-benar mencintainya sekarang.

*****************

Sunny POV

Hari ini kami akan melakukan konfrensi pers. Aku sudah tau semuanya, ternyata MiSun adalah keponakanku sendiri. Aku merasa sedih sekarang, karena MiSun tak lagi tinggal bersama kami. Aku telah siap untuk berangkat. Segera aku melangkah keluar kamar.

Ketika sampai diluar, kulihat Sungmin oppa yang masih bermalas-malasan diruang televisi. Aku heran melihatnya, 2 jam lagi konfrensi pers akan dimulai. Dan 15 menit lagi meneger oppa akan datang menjemput, mengapa ia masih terlihat santai.

“Oppa, kau tak bersiap-siap? Sebentar lagi manager oppa akan datang,” Kuliahat ia tersentak kaget, segera ia berdiri dari posisi berbaringnya.

“Aigoo, Sunny-ah aku lupa. Tunggu sebentar ya, aku mau mandi,” ucapnya lalu berlari kearah kamar mandi. Aku menggelengkan kepala, dasar pikun ^^.

Aku duduk di sofa, sambil mengedarkan pandanganku kesekeliling apartement. Mataku langsung menangkap kalender yang terletak diatas meja disebelah televisi. Segera aku bangkit dan mengambil kalender itu.

Ada lingkaran merah pada tanggal 21. Lingkaran itu adalah buatanku. Tanggal 21 bulan ini adalah 5 bulan pernikahanku dengan Sungmin oppa, tepatnya seminggu lagi. Aku berencana untuk membuat surprise party dihari itu. Tapi, apa Sungmin oppa juga ingat itu?

“Sunny-ah, aku sudah siap,” suara Sungmin oppa membuyarkan pikiranku. Dengan cepat aku meletakkan kalender itu ketempat semula dan berjalan kearah Sungmin oppa.

“Manager hyung bilang, dia sudah menunggu di bawah. Ayo kita berangkat,” ucapnya lagi. Sungmin oppa lalu menggandeng tanganku. Membuat detak jantungku berubah cepat. Akhir-akhir ini ia memang sering memberiku skinship yang tiba-tiba. Dan itu selalu membuatku gugup.

Dibawah, manager oppa sudah menunggu kami. Ia menyunggingkan senyuman terbaiknya.

“Kalian sudah siap? Ayo kita segera berangkat,” ucapnya lalu merangkul pundak Sungmin oppa.

“Kalian tak perlu khawatir, aku akan membantu menjawab pertanyaan dari wartawan,” ucapnya berusaha menenangkan kami yang dari tadi gelisah.

“Gamsahamnida oppa,” ucapku seraya tersenyum.

*************

Author POV

Sungmin dan Sunny telah sampai di depan gedung SM Entertaiment, tempat dimana mereka bekerja selama ini. Sebelum turun, Sungmin menggenggam tangan Sunny, berusaha membuatnya tenang. Tadi Jae Bin sudah mengirim pesan, bahwa sekarang ia telah berada didalam.

Mereka melangkah keluar dari mobil. Ketika mereka baru berjalan menuju pintu masuk, teriakan fans langsung membahana. Sungmin dan Sunny hanya dapat menundukkan kepala. Mereka terus berjalan menuju ball room tempat diadakannya konfrensi pers. Manager Super Junior yang sedari tadi berada disamping mereka, mencoba membuka pintu tempat diberlangsungkannya acara konfrensi pers tersebut.

Begitu pintu tersebut terbuka. Ribuan blits kamera langsung menghujani Sungmin dan Sunny. Sungmin dan Sunny duduk di kursi yang telah disediakan dengan sebuah meja panjang didepannya. Disamping mereka ada Jae bin dan juga Hee Na berserta MiSun yang tengah menangis. Sunny menatap sedih kearah MiSun, ia tau pasti MiSun sangat risih berada disini. Dengan banyaknya blits kamera dari para wartawan yang hadir saat ini.

“Terima kasih untuk kalian yang telah hadir. Hari ini kami akan mengklarifikasi kabar Sungmin dan Sunny yang telah memiliki anak. Disini telah hadir Sungmin dan Sunny, dan sekarang Sungmin akan menyampaikan steatment nya” ucap Manager Super Junior membuka acara.

Sungmin mengela nafasnya berat lalu mengambil microphone yang ada dihadapannya.

“Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada fans dari Super Junior, SNSD dan juga media massa. Kabar yang telah menyebar selama ini, bahwa kami telah menikah itu adalah benar. Maafkan saya karena selama ini menyembunyikan pernikahan ini. Dan kabar mengenai anak yang selama ini fotonya telah menyebar di berbagai media massa adalah anak dari Kakak sepupu saya yang bernama Lee Jae Bin. Jae Bin hyung akan menjelaskan semuanya hari ini” ucap Sungmin memegang pundak Jae Bin lalu tersenyum.

“Selamat pagi semua. Saya adalah orang tua dari Minra, anak yang selama ini menjadi perbincangan diberbagai media massa. Saya minta maaf karena perbuatan saya yang harus menitipkan Minra ke orang tua Sungmin berakibat fatal seperti ini. Untuk para fans Super Junior dan juga SNSD saya benar-benar meminta maaf, saya terpaksa harus menitipkan anak saya ke orang tua Sungmin karena urusan pekerjaan saya. Saya mohon kepada kalian untuk tidak membashing Sungmin ataupun Sunny, karena ini bukan kesalahan mereka. Semua ini adalah perbuatan saya dan sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Terima Kasih.”

Penjelasan Jae Bin membuat suasana di ruangan itu menjadi riuh.

“Sekarang adalah sesi pertanyaan. Silahkan kepada kalian bertanya untuk memperjelas klarifikasi hari ini”

Manager Super Junior kembali berbicara. Sesi bertanya adalah yang paling di tunggu-tunggu. Banyak yang mengangkat tangan, namun hanya beberapa orang saja yang dipilih.

“Saya wartawan dari Newsen, saya ingin bertanya kepada Sungmin dan Sunny. Bagaimana awal pernikahan ini terjadi? Terima kasih.”

“Mungkin kalian tidak percaya dengan awal mula pernikahan saya dengan Sunny, kami dijodohkan. Memang aneh di zaman modern seperti sekarang masih ada perjodohan. Tapi begitulah kenyataannya. Perjanjian yang dibuat oleh kedua kakek kami membuat kami harus menikah”jelas Sungmin. Seketika ruangan kembali menjadi riuh, para wartawan tampak belum puas dengan jawaban dari Sungmin.

Seorang wartawan kembali megangkat tangan.

“Saya wartawan dari allkpop. Seperti yang telah diketahui oleh banyak orang sekarang, bahwa kalian tinggal disatu apartement dan terpisah dengan anggota yang lain. Apakah mereka tak mempermasalahkan status dan juga tempat tinggal kalian?.”

“Member tak pernah mempermasalahkan tentang tempat tinggal kami. Karena mereka juga mengetahui kehadiran Minra yang kemarin kami asuh. Untuk status mungkin awalnya mereka memang tak setuju, namun seiring dengan berjalannya waktu mereka dapat menerima pernikahan ini dan juga pergantian status saya dan juga Sunny,”jelas Sungmin lagi.

Seorang wartawan kembali mengangkat tangannya.

“Saya wartawan dari Nate. Lalu apakah sekarang kalian saling mencintai setelah kalian tinggal bersama? Saya ingin mendengar jawabannya dari Sungmin dan juga Sunny.”

Seketika wajah Sungmin dan Sunny merona merah.

“Mmm..Ne. Kami saling mencintai,” jawab Sungmin disambut dengan anggukan dan senyuman dari Sunny. Ruangan menjadi riuh kembali. Para wartawan dam juga fans bertepuk tangan dan juga bersorak gembira(?), setelah mendengar jawaban dari Sungmin dan Sunny.

“Baiklah ini pertanyaan terakhir untuk menutup sesi pertanyaan hari ini,” seru Manager Super Junior.

Seorang wartawan mengangkat tangannya.

“Saya wartawan dari Naver. Setelah bayi tersebut kembali kepada orang tuanya, apakah kalian akan tetap tinggal bersama?”

Pertanyaan terakhir yang mampu membuat Sungmin dan Sunny berpikir,bingung. Mereka juga tak tau apakah setelah kepergian Minra, mereka akan tetap tinggal bersama.

“Kami belum tahu untuk kedepannya, apakah kami akan tetap tinggal bersama atau kembali ke dorm masing-masing. Karena schedul kami yang padat”ucap Sunny menjelaskan.
“Dan juga Super Junior akan merilis 5jib. Lagipula, SNSD juga tengah promo album Jepang mereka. jadi kami belum bisa memastikan,”tambah Sungmin.

Ruangan kembali menjadi riuh setelah mendengar jawaban keduanya.

“Baiklah, sesi pertannyaan telah selesai. Sekarang Sungmin dan Sunny akan menyampaika pesan-pesan mereka,” ucap Manager Super Junior.

“Saya Sunny ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada SONE dan juga ELF. Saya tau kalian pasti kecewa setelah mendengar berita kami yang telah menikah dan kami menyembunyikan dari kalian. Bukannya kami ingin berbohong, namun pekerjaan yang harus menuntut kami melakukan hal itu. Sekali lagi saya minta maaf. Maaf yang sebesar-besarnya.”

Sunny tak kuat menahan airmatanya lagi. Ia menangis didepan pers dan juga fans. Ia membungkuk dalam, meminta maaf sebesar-besarnya. Seketika ruangan menjadi senyap setelah melihat Sunny yang menangis. Sungmin yang melihatnya juga merasa sedih. Ia ingin menghampiri Sunny, namun manager sudah menyuruhnya berbicara kepada pers.

“Aku berharap setelah konfrensi pers ini, para ELF dan SONE dapat merestui pernikahan kami. Dan juga untuk media massa, tolong jangan membuat berita yang menjatuhkan image kami. Sekali lagi kami meminta maaf sebesar-besarnya,”ucap Sungmin sambil membungkuk dalam.

Kilatan cahaya dari kamera wartawan kembali menghujani mereka. baik Sungmin maupun Sunny masih masih membungkuk dalam. Meminta maaf kepada fans mereka. Sunny tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya.  Terdengar sorakan dukungan dari para ELF dan SONE.

Sungmin dan Sunny melangkah keluar dari ball room tersebut dengan diikuti manager dan juga Jae Bin beserta istrrinya yang tengah menggendong Minra. Tampak raut kelegaan diwajah mereka. Namun Sunny masih terisak, Sungmin segera merangkulnya.

“Sudahlah jangan menangis seperti ini,” ucap Sungmin.

“Ne…oppa,” jawab Sunny lalu menghapus air matanya.

“Ehem…” Jae Bin berdehem, menyadarkan dua insan itu yang saling bertatapan.

“Kami harus segera pulang ke Amerika.”

“Benarkah hyung? Mengapa secepat itu?” tanya Sungmin tak percaya.

“Kau pasti tahu, pekerjaan ku sudah menumpuk disana. Maaf kan kami karena baru memberitahu kalian sekarang. 2 jam lagi pesawat kami akan take off.”

“Kenapa kalian harus pulang secepat ini? Aku masih ingin berlama-lama bersama Minra,” ucap Sunny lalu berjalan kearah Minra yang sedang bergumam. Sunny menggendongnya dan menciumnya, sayang.

“Hyung tak bisakah kalian tinggal lebih lama lagi disini. Kami masih ingin bersama-sama dengan Minra,” Sungmin menatap Jaebin dengan tatapan aegyo nya. Jae Bin tersenyum.

“Maaf kan aku Sungmin-ah. Kami harus segera pulang ke Amerika.”

Jae Bin beserta istrinya berpamitan dengan Sungmin dan Sunny. Sebenarnya mereka masih ingin berlama-lama di Korea, namun pekerjaan telah menunggu mereka. Sunny kembali menangis ketika mengantar Minra masuk kedalam mobil yang akan mengantar keluarga tersebut ke bandara.

Sungmin tak kalah sedih. Wajahnya murung melihat mobil yang di naiki Jae Bin telah melesat pergi. Mereka kembali masuk kedalam gedung SM. Berjalan gontai menuju ruangan sang penguasa, Lee Soo Man.

“Kalian sudah datang? Duduk, ada yang ingin aku bicarakan,” ucap pria paruh baya itu tegas. Sungmin dan Sunny mengikuti perintahnya.

“Aku sudah melihat konfrensi pers tadi. Dan aku lega melihat respon fans yang positif. Sekitar 90% dari mereka mendukung pernikahan kalian.”

“Gamsahamnida sajangnim,” ucap Sungmin sopan.

“Baiklah, untuk kedepannya semua pekerjaan kalian sudah diatur oleh manager dari masing-masing grup. SNSD akan fokus promo album di Jepang dan Super Junior akan promosi di Korea untuk album ke 5. Aku harap kalian dapat profesional menjalani pekerjaan kalian,” ucap Lee Soo Man.

“Ne sajangnim. Gamsahamnida untuk semuanya,” Sungmin dan Sunny menjawab serentak.

“Baiklah sekarang kalian boleh pergi,” titah nya. Sungmin dan Sunny membungkuk lalu berjalan keluar dari ruangan bergaya minimalis itu.

Author POV end

**************

Sunny  POV

Malam ini benar-benar terasa sepi di apartement ini. Dari tadi hanya suara televisi yang menyiarkan acara musik memecah keheningan. Aku hanya sendirian sekarang. Sungmin oppa sedang ke dorm nya, katanya ada sesuatu yang harus ia bicarakan dengan member. Aku tahu, pasti tentang albun ke 5 mereka. Di tambah lagi tak ada Minra, aku benar-benar merindukannya. Padahal baru tadi diang ia pulang bersama orang tuanya.

Terkadang aku tersenyum sendiri, jika mengingat perjuangan eommonim dan juga ibuku untuk menyatukanku dengan Sungmin oppa. Lewat Minra tentunya, kami saling jatuh cinta. Minra, aku masih janggal memanggilnya dengan nama itu, sepertinya MiSun lebih bagus.

Lama aku melamun sampai bel apartement berbunyi. Bisa kutebak, pasti Sungmin oppa. Sebelum membuka pintu, aku mengalihkan pandanganku ke arah jam yang tergantung di dinding. Aku tersentak kaget, sudah jam 12 malam? Mengapa aku tak menyadari kalau sudah selarut ini. Bergegas aku berlari menuju pintu.

Kulihat Sungmin oppa dengan wajah kusutnya. Sepertinya ia benar-benar lelah hari ini. Ku sunggingkan senyuman terbaikku. Lalu berjalan disampingnya.

“Oppa, sepertinya kau benar-benar lelah,” ucapku memulai pembicaraan. Kulihat ia tersenyum sekilas.

“Begitulah, kau tahu sendiri kan penyebabnya,” Aku menganggukkan kepala.

Aku masih mengikuti langkahnya. Sungmin oppa berjalan menuju kamar tidur. Tunggu dulu, selama ini ia tidur di sofa ruang tengah kenapa sekarang ia masuk kedalam kamar? Memang kamar ini bukan kamarku saja, tapi kamar kami- Aku dan Sungmin oppa. Tapi selama ini Sungmin oppa selalu menjaga perasaanku, ia lebih memilih tidur diluar daripada didalam kamar. Kadang aku merasa kasihan melihatnya.

“Oppa, kau akan tidur disini malam ini?,” tanyaku sedikit ragu. Ia menyibakkan selimut lalu naik keatas tempat tidur.

“Ne, kau tidak keberatan kan?” jawabnya. Aku menggeleng lemah lalu ikut naik keatas ranjang.

“Selamat tidur Sunny-ah. Sweet dream,” ucapnya sebelum benar-benar menutup matanya.

Ia tidur memunggunggiku, rasanya benar-benar janggal tidur seranjang dengan ‘suami’ lucu sekali. Tanpa sadar aku tersenyum sambil menatap lekat punggungnya. Kudengar desah nafasnya yang lelah. Tiba-tiba pikiranku melayang ke tanggal 21. Seminggu lagi dimana umur pernikahanku telah memasuki bulan ke 5. Apakah Sungmin oppa akan mengingatnya? Seminggu lagi kami akan benar-benar sibuk. Semoga jawabannya ‘ya’, semoga saja.

TBC….

Annyeong…chapter 7 akhirnya selesai.

Adakah yang menunggu ff ini?

Aku bebar-benar minta maaf untuk reader yang udah nunggu nih ff publish. Kemarin banyak tugas sekolah yang ngantri trus aku ngebantuin bikin ff The Wedding Blind. Jadi ff ini baru selesai sekarang. Terserah deh reader mau nimpuk author pake apa, author ikhlas..huhuhuhu..hiks..#nimpuk pake bibir Taemin apa lagi..ikhlas banget..ehehehehehe. Author geje#😀

Sekali lagi maaf yah reader, baru publish sekarang. Semoga suka sama chapter yang ini.😀

Oh iya, buat yang kemarin gak ngerti sama jalan ceritanya yang katanya kurang jelas. Di chapter ini aku udah buat sejelas mungkin. Semoga gak  ada reader yang bingung lagi yah. 😀

Seperti biasa, aku minta KOMENTAR dari kalian semua yang udah baca ff ku ini. Kritik dan saran aku terima.

Gamsahamnida Readers……Saranghae~CHU

9 thoughts on “You’re My Everything [Chapter 7]

    • maaf banget yah publishnya lama..kemarin sibuk sama sekolah..hehehe..

      iya kasian banget Sunny eonni pisah sama MiSun..ya udah deh.,tunggu aja next chapternya yah!!^^

      gomawo udah coment^^

  1. 1 msalah selesai. sunny dan sungmin kmbali lg ke group masing2
    aku penasaran kjutan yg akan sunny ksih bwt sungmin oppa dihari ultah pernihakahan mrk nanti,,, bakal romantis nih kyaknya #plak ngayal aja

  2. KSHN X pisah sama misun , belum lagy sungmin … pasti dy cpek campur sedih , bgitu juga dgan sunny …. hmmmm sungmin hyung , sunny eonnie , sbr yaaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s