You’re My Everything [Chapter 8]

Author: Kim Hyera

Title: You’re My Everything [Chapter 8]

Cast: Lee Sun Kyu(Sunny), Lee Sungmin

Other cast: Member Super Junior, SNSD

Genre: Friendship, romance, family

Rating: PG-15+

******************

Because you naughty, naughty, hey! Mr. Simple

Because you naughty, naughty

SUJU ganda!

Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero muhtjyuh

Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaero yeppuh (SJ Call!)

Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaeneun geudaero muhtjyuh

Bwara Mr. Simple, Simple geudaeneun geudaero yeppuh (SJ Call!)

Gaja gaja uhsuh gaja makyuhsseul ddaen doragaja golchi apa jukkeddamyuhn oneul harooman nolgo boja

Ahn geuraedo guhchin sesang jooguhra ddwimyuhn naman jichyuh gidaryuhbwa ahkkyuhdwuh bwa nuhui nari god oltenikka

Blow your mind gara Mr. Simple

Blow your mind ddaega wajjanha dooryuhwuh malgo

Blow your mind gaja Mr. Simple

Blow your mind ddaega wajjanha joonbi dwaejjanha

Sok ssuhkneun iri han doo gaji anin sesange woorin sara geuguhnaedo ara

Sunny POV

Mr. Simple rilis. Aku senang melihat sunbaenim ku ini comeback. Dan barusan adalah suara Sungmin oppa, kuperhatikan ia terlihat semakin…ehem…tampan. Aku bisa gila melihatnya didalam video yang tengah aku tonton sekarang.

Aku tau ia pasti lelah dengan comeback nya sekarang. Ia harus berlatih keras, karena sebelumnya kami vakum sementara. Aku ingat wajah letihnya setiap ia pulang dari tempat latihan.

Aku memandangi layar notebook ku kosong. Pikiranku masih melayang kepada Sungmin oppa, sedang apa ia sekarang? Mengapa tiba-tiba aku menjadi rindu padanya? Aigoo, Sunny-ah ada apa dengan dirimu?

“Eonni!!” Aku langsung tersentak kaget ketika seseorang memukul bahuku pelan. Aku menoleh kebelakang, aku melihat Sooyoung dengan cengiran khasnya. Aku sedang berada di dorm sekarang.

“Ya! Kau ini mau membuatku mati jantungan?” ucapku memarahinya. Ia berjalan lalu duduk disampingku.

“Kulihat dari tadi eonni melamun. Eonni sedang memikirkan siapa?” tanyanya lalu mengambil notebook ku.
“Oh! Lagi mikirin Sungmin oppa yah? Pantas saja dari tadi diam,” lanjutnya lagi. Kenapa ia bisa mengetahui pikiranku?

“Jangan asal bicara. Aku tidak sedang memikirkan siapa pun,” ucapku membela diri.

“Benarkah? Lalu mengapa sedari tadi video Mr. Simple kau ulang-ulang terus? Sudahlah eonni, jangan berbohong,” Anak ini, ingin sekali aku menyumpal mulutnya dengan sandalku sekarang.

“Benarkan eonni? Wajahmu merah,” ucapnya lalu tertawa. Aish!! aku malu sekarang.

PLETAK!!

Kujitak kepalanya, membuatnya mengerang kesakitan.

“Eonni sakit tahu! Aish…mengaku saja kalau kau sedang memikirkan Sungmin oppa,” Ia masih terus menggodaku. Aku mendengus kesal lalu merebut notebook ku kembali.

“Eonni kau tahu? Diberbagai situs online, sedang hangat-hangatnya membicarakan pernikahanmu,” Ucapannya kali ini membuatku sedikit tertarik.

“Benarkah?” tanyaku tak percaya. Memang aku sudah lama tak online, terakhir kali aku online untuk mendownload video Mr. Simple.

“Sini aku tunjukkan,” Ia  kembali merebut netebook ku. Aku mendekat kepadanya. Ia membuka salah satu Fansclub khusus untuk SNSD.

Aku melihat berita pernikahanku menjadi trending topik. Entah mengapa aku bahagia sekali, ternyata banyak fans yang sudah menyetujui pernikahanku setelah acara konfrensi pers kemarin. Diberita itu banyak sekali foto ku dan juga Sungmin oppa di berbagai acara, membuatku tersenyum ketika melihatnya.

“Eonni jangan senyum-senyum sendiri, kau seperti orang gila saja,” ucap Sooyoung membuat darahku kembali mendidih.

“YA! CHOI SOOYOUNG MATI KAU!!” teriakku lalu berlari mengejarnya.

Sunny POV end

<><><><><><><><><<>

Sungmin POV

Aku menghempaskan tubuhku di atas sofa yag terletak diruang televisi dorm. Setelah comeback Mr. Simple di Music Bank, aku memutuskan untuk pulang ke dorm. Di apartement juga tak ada orang. Tadi Sunny meminta izin untuk ke dorm nya, mungkin ia rindu dengan member SNSD.

Selama ini, ia lebih sering berdiam diri di apartement daripada di dorm nya sendiri. Entahlah, mungkin ia ingin selalu dekat denganku :D . Rasa lelahku seketika hilang ketika pulang ke apartement dan melihat senyuman manisnya yang menyambutku.

Sekarang SNSD sedang libur, kerena 3 hari lagi mereka akan promosi album di Jepang. 3 hari lagi?

Kucoba untuk mengingat tanggal itu. 3 hari lagi Sunny akan berangkat ke Jepang, sepertinya ada sesuatu yang penting sebelum hari keberangkatannya itu. Aku segera berjalan menuju kalender yang terletak diatas meja kamarku. Tanggal 21! Tepat 5 bulan umur pernikahanku dengan Sunny. Aku harus membuat kejutan untuknya.

Aku kembali berjalan menuju ruang televisi sambil membawa notebook ku. Ku aktifkan modemku dan mulai berselancar di internet. Aku mencari kado spesial untuk Sunny. Bunga, coklat, boneka. Semuanya terlalu biasa. Bagaimana kalau aku memberinya kalung? Selama ini aku tak pernah memberinya barang sebagai pengikat hubungan kami selain cincin pernikahan.

“Hyung kenapa senyum-senyum sendiri?” suara Eunhyuk mengejutkanku. Sejak kapan ia sudah duduk disebelahku.

“Tidak apa-apa,” jawabku singkat lalu kembali menatap layar notebook ku.

“Hyung, bagaimana hubunganmu dengan Sunny? Apa kau sudah melakukannya?” tanya Eunhyuk. Aku langsung menatapnya, kulihat ia tersenyum menggoda. Apa maksudnya?

“Apa maksudmu?”

“Sudahlah hyung, aku tahu kau pasti mengerti dengan kalimat ku tadi. Bagaimana rasanya hyung?” ucapnya lagi dengan senyuman jahil. Otakku langsung bekerja, aku paham maksudnya.

“Dasar yadong!” teriakku.

“Hahahaha, bagaimana rasanya hyung? Aku penasaran!” uacapnya dengan nada merengek sambil menarik- narik lengan bajuku.

“Otak mu itu benar-benar sudah rusak. Semua isinya adalah hal-hal yang berbau mesum. Kau mau tau rasanya? Seperti ini rasanya.”

PLETAK

Aku memukul kepalanya keras, semoga saja otaknya langsung berubah menjadi bersih dari semua hal yang berbau mesum. Kulihat ia meringis kesakitan sambil mengelus kepalanya.

“Hyung! Sakit. Kalau begitu rasanya aku tak percaya!” ucapnya dengan wajah kesal.

“Makanya jangan tanya padaku!” ucapku sinis.

“Jadi kau belum pernah melakukannya dengan Sunny hyung?” tanyanya lagi. Anak ini kenapa otaknya masih tak berubah setelah mendapat jitakan dariku. Aku menjawab pertanyaannya dengan gelengan pelan.

“Hahahahaha, kau polos sekali hyung. Aku sarankan kau harus mencobanya, karena rasanya sangat nikmat.” ucapnya lalu menjilat bibir bagia atasnya, mencoba membuat ekspresi yang menggoda.

“YA! KAU INI DASAR YADONG!!” teriakanku menggema di seluruh dorm. Eunhyuk langsung berlari ketika aku berdiri dan siap mengejarnya.

Namun aku langsung ingat dengan Sunny. Aku harus pergi untuk membelikannya kalung. Segera aku berjalan dan memakai penyamaran.

“Hyung mau kemana?” tanya Donghae ketika aku berdiri di depan pintu dorm. Aku tersenyum melihatnya.

“Mau pergi sebentar,” jawabku lalu kulihat Donghae mengangguk.

“Hati-hati hyung,” ucapnya. Aku membalasnya dengan lambaian tangan lalu pergi keluar dari dorm.

Sungmin POV end

************

Author POV

Sungmin mengamati berbagai macam model kalung disebuah etalase toko perhiasan. Berjejer beragam bentuk kalung mulai dari yang mewah sampai sederhana. Namun matanya tertuju pada sebuah kalung dengan mata berlian putih yang berukuran sedang dengan bentuk mahkota. Sangat cocok jika Sunny memakainya, batinnya. Ia membeli kalung tersebut kemudian berjalan keluar. Wajahnya benar-benar gembira. Tak sabar menunggu 3 hari lagi, hari 5 bulan pernikahannya.

Di sisi lain…

Sunny mentap serius ke layar netebook nya. Sedari tadi ia sibuk mencari resep-resep makanan. Kepalanya menggeleng jika resep makanan itu terlalu sulit untuknya. Setelah sekian lama mencari, ia menyandarkan tubuhnya di sofa. Bingung. Itulah kata yang sekarang ada didalam pikirannya.

“Apa yang harus aku masak untuk Sungmin oppa?” gumam nya lirih. Mata indahnya menatap ke langit-langit dorm. Sesuatu yang mustahil memang, namun ia berharap sesuatu jatuh dari atas sana dan memberinya jalan keluar.

“Sunny-ah gwenchana?” suara Taeyeon membuatnya terkejut. Cepet-cepat ia bangun dan kembali menegakkan tubuhnya.

“Gwenchana,” jawabnya pelan. Taeyeon duduk disebelahnya, mengamati notebook Sunny yang belum keluar dari salah satu blog yang berisikan resep makanan.

“Kau mau memasak?” tanya Taeyeon heran. Sunny menatap Taeyeon dengan pandangan meng’iya’ kan.

“Kau minta ajarkan Hyoyeon saja,” usul Taeyeon. Sunny menatapnya sangsi. Apakah bisa? tanyanya dalam hati.

“Dia yang memasakkan makanan untuk member setiap hari Sunny-ah,” ucap Taeyeon tahu dengan tatapan sahabatnya yang ragu. Sunny menganggukkan kepalanya, lalu berjalan menuju dapur. Menghampiri Hyoyeon yang kebetulan sedang memasak.

“Wae-yo Sunny-ah?” tanya Hyo ketika melihat Sunny yang berdiri disampingnya.

“Mmm…maukah kau mengajariku memasak?” tanya Sunny ragu. Hyo menghentikan pekerjaannya sejenak, kemudian menatap kearah Sunny.

“Apa aku tak salah dengar,” ucap Hyo tak percaya.

“Tidah Hyo, kau mau kan mengajariku?” ucap Sunny lalu memasang wajah aegyo nya.

“Baiklah. Memangnya kau mau membuat makanan untuk siapa?” tanya Hyo kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat terhenti, mengiris bawang tipis-tipis. Sunny hanya diam tak menjawab. Ia malu kalau permintaannya untuk diajari memasak adalah untuk Sungmin.

“Untuk Sungmin oppa?” ucap Hyo lalu melirik Sunny yang tertunduk malu. Hyo tersenyum lalu merangkul pundak Sunny.

“Baiklah, akan aku ajarkan. Kau mau memasak makanan yang seperti apa? Makanan tradisional Korea?”

“Tidak itu terlalu sulit. Ajarkan aku masakan yang gampang saja” ucap Sunny cepat.

“Makanan yang gampang? Bagaimana kalau pasta? Itu tak terlalu sulit, menurutku.”

“Pasta?” ulang Sunny lagi. Hyo mengangguk.

“Tenang saja, itu resep yang sangat gampang dan…” Hyo menggantungkan kalimatnya membuat Sunny penasaran. “Tetap romantis jika kau memakannya berdua dengan Sungmin oppa. Candle light dinner,” lanjutnya menggoda Sunny.

“Ya! Aku tak mengatakan akan membuat makan malam romantis berdua dengan Sungmin oppa. Aku hanya meminta kau mengajarkanku resep makanan yang gampang” ucap Sunny membela diri. Hyo hanya mencibir membuat Sunny kesal. Namun perkataan Hyo benar, memang Sunny ingin membuat kejutan untuk Sungmin dan mengajaknya makan malam bersama. Tapi untuk kata romantis, entahlah Sunny masih bingung dengan rencananya. Apakah ini merupakan makan malam romantis untuk merayakan hari pernikahannya?

Author POV end

*****************

21th…5 month wedding anniversary Sungmin and Sunny

Sunny POV

Hari yang aku tunggu-tunggu tiba. Hari ini tepat dimana umur pernikahanku dengan Sungmin oppa sudah 5 bulan. Masih seumur jagung memang, tapi aku sangat bahagia. Mengingat pernikahan kami yang diawali dari sebuah perjodohan konyol di zaman yang modern ini.

Aku bangun dari posisi tidurku. Meregangkan otot-otot tubuhku lalu melihat kesebelah kiriku. Aku menyernyit heran. Sungmin oppa sudah bangun duluan? Tumben sekali, biasanya aku yang selalu membangunkannya. Segera aku beranjak dari tempat tidur lalu berjalan keluar.

Diluar suasana sangat sepi. Apa Sungmin oppa pergi? Tapi ini masih terlalu pagi, jam masih menunjukkan pukul 06.00 KST. Aku berjalan menuju dapur, lalu menuangkan air  dingin dari dalam botol gelas. Ketika akan meletakkan botol itu, aku melihat sebuah kertas kecil yang tertempel di pintu kulkas. Segera aku mengambilnya kemudian membacanya.

Good Morning Princess…

Bagaimana tidurmu semalam?

Maaf aku harus meninggalkanmu pagi-pag sekali, aku harus pergi ke dorm. Kata Leeteuk hyung ada rapat mendadak di kantor. Kau tau kan? Ini pasti tentang album baru kami. Maafkan aku… Tapi aku berjanji akan pulang cepat. Tunggu aku yah.

Jangan marah ketika membaca note ini. Aku tak tega membangukanmu, wajahmu tampak sangat lelah.

Nikmati hari ini Yeobo♥♥

Saranghae ♥♥

Aku mendengus kesal ketika selesai membaca pesan dari Sungmin oppa. Ia tak mengingat hari ini? Rasanya semua harapanku hancur. Namun segera aku menggelengkan kepalaku, mencoba berpikir positif.

‘Sungmin oppa pasti mengingatnya’ ucapku dalam hati.

Aku segera membuka kulkas, lalu melihat bahan makanan yang ada didalamnya. Kosong? Benarkan penglihatanku ini? Seingatku, 3 hari yang lalu aku baru saja berbelanja. Aku tahu, pasti Sungmin oppa yang menghabiskan semuanya.

Aku segera melangkah menuju kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri, aku akan pergi berbelanja. Hyoyeon sudah mencatatkan semua bahan-bahan yang harus aku beli. Aku akui ia memang ahli dalam hal masak-memasak. Ia juga sudah mencatatkan semua resep pasta yang menurutnya gampang.

Sungmin oppa, aku harap kau suka dengan kejutanku hari ini…

Sunny POV end

************

Sungmin POV

Pagi-pagi sekali Leeteuk hyung sudah menelponku. Katanya ada rapat mendadak di kantor tentang album baru kami. Aku ingin meminta izin kepada Sunny dan mengucapkan selamat untuk hari spesial ini, tapi kulihat wajahnya benar-benar lelah membuatku tak tega untuk membangunkannya. Akhirnya aku putuskan untuk menulis sebuah pesan yang aku tempel di kulkas. Sengaja aku tak menuliskan kata-kata selamat untuk hari ini. Aku ingin membuat kejutan untuknya.

Aku melangkah keluar apartement dengan senyum mengembang. Apa yang akan disiapkan Sunny untukku ya? Jantungku berdebar, tak sabar menunggu kejutan darinya. Sederet rencana telah tersusun rapi di dalam otakku. Kejutan yang sangat manis akan aku tujukan padanya, malam ini.

Sungmin POV end

*****************

At night in Sungmin and Sunny’s apartement …Surprise Party♥♥

Sunny POV

Aku menghela nafas lega. Semua makanan telah tersusun rapi dimeja. Malam ini aku memasak 2 porsi Spaghetti Bolegnese. Dan juga 2 porsi Fritata yaitu omelet telur dengan isi sayur-sayuran, sengaja aku memasak makanan ini karena aku ingin Sungmin oppa tetap sehat dengan memakan sayur. Bukankah aku adalah istri yang sangat perhatian ^^. Untuk desert aku membuat salad buah dengan siraman mayonaise.

Aku beranjak dari ruang makan, lalu menuju kekamar untuk mengganti pakaian. Aku bingung harus memakai pakaian apa. Akhirnya aku putuskan untuk memakai dress merah dengan model mengembang di lengannya. Rambutku aku ikat keatas agar kelihatan lebih simple. Setelah selesai berdandan dan memoleskan sedikit make up, aku berjalan keluar kamar untuk menunggu Sungmin oppa.

Sedikit bosan menunggunya pulang malam ini. Jam dinding telah menunjukkan pukul 08.30 KST. Mengapa Sungmin oppa belum pulang juga? Masakanku sudah menjadi dingin dan aku kesal saat ini. Aku mengambil ponsel dan menghubunginya. Namun bukannya mendapat jawaban suaranya, melainkan suara operator yang memberitahu kalau ponselnya sedang tidak aktif.

Aku tetap menunggunya di meja makan. Sekarang mataku sudah mulai mengantuk dan badanku lelah. Sejak pagi aku belum ada istirahat karena harus memasak dan juga membersihkan apartement. Tapi baru saja mataku akan tertutup aku mendengar pintu apartement dibuka. Ia sudah datang! Tapi aku tetap diam, tak menyambut kedatangannya. Langkahnya semakin mendekat, kemudian ia menoleh kearahku. Menyunggingkan senyum manisnya dan itu semakin membuat hatiku dongkol.

“Sunny-ah, ada acara apa malam ini?” ucapnya lalu duduk dihadapanku sembari menatap hidangan yang tersaji didepannya.

Aku memajukan bibirku beberap senti tanda aku kesal. Ia kembali menatapku dengan tatapan ingin penjelasan.

“Kenapa lama sekali pulangnya oppa?” tanyaku.

“Maaf, tadi rapatnya sedikit lama dan aku pergi berbelanja dengan Heechul hyung,” jawabnya. Belanja?

“Kau yang memasak semua ini?” tanyanya. Aku mengangguk pelan, tak bersemangat. “Aku boleh memakannya sekarang?” tanyanya lagi dan aku menjawabnya dengan anggukan lemah. Sebenarnya aku ingin membuat makan malam yang romantis, tapi akhirnya menjadi begini. Kenapa ia tak ingat dengan hari ini? Aku ingin menangis melihat sikapnya itu.

“Oppa makanlah sendiri. Aku lelah” ucapku dengan nada bergetar. Mati-matian aku menahan agar air mata ini tak jatuh didepannya. Aku berjalan menuju kamar. Sampai sebuah tangan menarikku dan pertahananku runtuh, aku menangis sekarang.

Sungmin oppa memelukku. Aku semakin terisak akibat perlakuannya. Ia mengelus rambutku sayang.

“Maafkan aku Sunny-ah,” ucapnya. “Happy our 5 month unniversary,” lanjutnya. Aku tersentak kaget. Sungmin oppa ternyata ingat dengan hari ini? Aku melepaskan pelukannya.

“Maafkan aku Sunny-ah. Kau tunggu disini sebentar,” Sungmin oppa pergi meninggalkanku. Aku terdiam ditempat, jantungku berdebar-debar saat ini. Tak lama Sungmin oppa kembali dengan banyak buket bunga ditangannya.

“Berbaliklah,” ucapnya kemudian. Aku menuruti perintahnya. Aku merasa Sungmin oppa memakaikan sesuatu dileherku.

‘Sebuah kalung?’ batinku.

“Bagaimana menurutmu? Kau suka?” tanyanya. Aku memegang kalung tersebut. Sangat cantik, aku suka. Aku mengangguk menjawab pertanyaannya. Sungmin oppa tersenyum lebar kemudian semakin mendekatkan dirinya kepadaku.

“Kau tau arti dari kalung ini?” Aku Menggeleng. “Mahkota ini sengaja aku pilih karena aku ingin kau selalu menjadi ratu di hatiku” jelasnya. Gombal! Tapi aku suka dengan kalimatnya. Kurasakan pipiku memanas, aku menundukkan kepalaku karena malu.

“Aku juga membelikanmu bunga,” ucapnya lalu mengambil buket bunga yang pertama. Aku melihat 7 tangkai bunga mawar merah dan juga putih.

“Ini adalah bunga mawar merah dan putih. Kedua bunga ini memiliki arti penyatuan cinta antara dua orang, yaitu kau dan aku,” jelasnya membuat jantungku berdebar keras. Aku mengambil buket bunga itu, lalu kulihat Sungmin oppa mengambil buket bunga yang kedua.

“Bunga Chrysanthemum merah adalah lambang cinta. Cinta ku kepadamu Sunny-ah” ucap Sungmin oppa lalu membelai rambutku. Rasanya lututku lemas setiap mendengar penjelasannya.

“Bunga Daisy melambangkan kesucian dan kesetiaan seseorang. Aku akan selalu setia bersamamu Sunny-ah, tak ada yang lain selain kau,” Sungmin oppa menyerahkan buket mawar yang ketiga aku menatapnya tak percaya. Dia benar-benar romantis.

“Bunga Tulip yang melambangkan cinta sejati. Cinta sejati yang abadi yang selamanya akan mengikat kita Sunny-ah” ucap Sungmin oppa membuatlu ingin menangis. Ia menyerahkan buket bunga keempat itu. Kemudian ia mengambil buket bunga selanjutnya.

“ Bunga ini benar-benar unik namanya Forget Me Not, melambangkan cinta sejati dalam diri pasangannya dan itu aku temukan di dirimu Sunny-ah,” aku menerima buket bunga kelima dengan susunan bunga kecil berwarna biru. Dan air mata yang sudah ingin keluar. Sungmin oppa mengambil buket bunga ke enam dan menyerahkannya kepadaku.

“Bunga Aster ini berwarna Pink Carnation yang diartikan, aku tak akan melupakanmu selamanya,” ucap Sungmin oppa lalu tersenyum lembut membuat air mataku melincur keluar. Sungmin oppa mengambil buket bunga terakhir.

“Ini adalah bunga yang memiliki arti paling penting untuk hidupku bersamamu Sunny-ah. Bunga ketujuh yang aku berikan kepadamu adalah bunga Primrose. Bunga mawar yang memiliki kelopak kecil yang memiliki arti ‘Aku tak bisa hidup tanpamu’ “ Aku semakin terisak setelah menerima buket bunga ketujuh.

Air mata bahagia yang sedari tadi tak berhenti keluar. Sungmin oppa memelukku erat, menyalurkan kehangatan lewat tubuhnya. Aroma parfume yang selalu aku suka semakin membuatku tenang dipelukannya.

“Kau tau Sunny-ah semua jumlah bunga yang aku berikan adalah tujuh buah. Angka tujuh bukanlah angka yang biasa. Angka tujuh berarti mencintai,” ucap Sungmin oppa masih memelukku.

“Aku mencintaimu Sunny-ah. Sangat mencintaimu,” ucapnya lagi membuatku tersenyum di dalam pelukannya.

“Saranghae, saranghae,saranghae,saranghae,saranghae,saranghae,saranghae” ucapnya menyebutkan kalimat tersebut berulang-ulang. Aku menghitungnya, ia menyebutkan sebanyak tujuh kali. Angka 7 yang berarti mencintai. Sungmin oppa benar-benar mencintaiku? Oh rasanya aku akan pingsan!

“Nado saranghae, oppa” jawabku. Ia melepas pelukannya lalu menatap mataku dalam, membuat nafasku sesak. Semakin lama ia mendekatkan wajahnya kearahku. Semakin dekat hingga akhirnya bibir kami bertemu. Ia mencium bibirku lembut membuatku seperti melayang diudara.

“Ketika kau di Jepang nanti, jangan lupa menghubungiku,” ucapnya setelah melepas ciuman kami. Aku mengangguk mengerti akan nasehatnya. Kemudian ia menggandeng tanganku ke arah meja makan.

“Apa aku boleh memakannya sekarang?” ucapnya. Kini aku mengangguk mantap. Lalu bersama-sama melahap makanan yang aku masak.

“Oppa, aku di Jepang selama 2 bulan,” ucapku memulai pembicaraan.

“Aku tahu, tadi managermu sudah memberitahuku. Itu sangat lama Sunny-ah, apa kau tak bisa seminggu sekali pulang ke Korea?” ucapnya dengan tampang membujuk. Aku menghela nafas berat.

“Mana bisa seperti itu oppa. Aku disana bukan untuk liburan, yang bisa pergi dan pulang kapan saja. Aku disana untuk bekerja oppa.”

“Arraseo. Aku akan menyusulmu kesana setiap minggu,” Aku terkejut mendengar kalimatnya.

“Mana mungkin bisa seperti itu Sunny-ah, aku hanya bercanda. Aku juga sedang promosi album baru” ucapnya dengan terkekeh.

“Arraseo oppa” ucapku pelan. Sedikit kecewa, padahal aku sudah berharap kaliamatnya tadi adalah sebuah kesungguhan.

“Tenang saja Sunny-ah, kita masih dapat berkomunikasi. Lewat video call agar kau bisa melihat wajahku yang tampan ini” ucapnya dengan senyuman lebar. Aku mendengus mendengarnya.

“Kejutan yang kau berikan malam ini tak akan pernah aku lupakan selama-lamanya,” ucap Sungmin oppa membuatku tersenyum.

“Kau juga oppa. 7 buket bunga yang memiliki makna mendalam untuk hubungan kita, sangat berkesan,” ucapku. Kulihat Sungmin oppa berdiri, lalu kembali menarik tanganku kedalam pelukannya. Ia membelai rambutku sayang dan sesekali menciumnya.

Oppa, waktu 2 bulan bukanlah waktu yang cepat untuk kita dapat bertemu lagi. Sangat lama bagiku. Namun kejutan yang kau berikan kepadaku membuatku semangat untuk menjalani hari-hari besok. Hari-hari dimana kita harus terpisah dan tinggal di negara yang berbeda.

Aku tahu ini sangat berat. Dimana saat ini kita baru mengerti arti cinta dan juga pernikahan yang sesungguhnya. Tapi, kau dan aku harus tetap semangat menjalani hari esok. Hari esok yang akan membuat kehidupan kita berubah menjadi lebih baik lagi.

Oppa FIGHTING!!

TBC…

Annyeong!!Readers…

Gimana chapter yang ini? Jelek yah? Kepanjangan ya?

Maaf banget yah telat lagi-telat lagi publish nya. Sebenarnya aku udah mau publish dari dua hari yang lalu. Eh berhubung aku nya pulang mudik, jadi tertunda. Maaf yah!!

Oh iya aku ngeliat respon readers di chapter 7 kemaren positif banget! Jadi semangat deh ngetik chapter yang ini :D . Aku juga tersanjung dengan readers setia yang selalu nungguin ff ini, trus ninggalin komentarnya #duh..jadi mau nangis..hiks.. LEBAY!#

Pokoknya Gamsahamnida untuk readers semua yang udah mau baca dan nunggu ff ini, termasuk SILENT READERS juga. Eh iya lirik lagu Suju nya sengaja gak aku tulis penuh, soalnya cuma mau ngambil part yang dinyanyiin sama Sungmin oppa..hehehe..

Jangan lupa ninggalin komentar kalian setelah membaca ya. Karena komentar kalian yang membuat aku semangat ngetik kelanjutan ff ini.

Oh iya yang paling penting..

MINAL AIDIN WALFAIZIN…MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN READERS SEMUA..

Maaf kalau ada salah-salah kata dalam menjawab komentar-komentar kalian… Karena author juga manusia yang tak luput dari kesalahan #bahasanya bro!#

Annyeong!! Sampai jumpa di chapter selanjutnya :D .. Saranghae.. :D

18 thoughts on “You’re My Everything [Chapter 8]

  1. Authooor sebenernya aku dari part awal jadi sider .-. miaaaan T.T ff ini aku habisin sampe jam 3 pagi! seru banget abisnya ^o^ ah jatuh cinta sama author deh *eh baru bisa komen abis baca dari hp, mau komen tuh ribet aja @,@ *curcol tapi alhamdulillah yah udah bisa komen u,u kekeke lanjut thor!!!😀

  2. gak papa kok..yang penting sekarang kan udah tobat!!hoho

    Eh? jatuh cinta sama aku? gak salah nih???hihihihi..jadi malu deh sama pujiannya😀

    makasih yah komentarnya!! tetep tunggu chapter selanjutnya yah
    *Kecup kecup*😀

    • aduh maaf yah kalo lama…
      aku juga lagi ngetik ff yang lain…
      jadi YME nya untuk sementara waktu aku tunda dulu..
      maaf yah sekali lagi, tapi pasti aku lanjutin kok kamu tenang aja yah…dan juga bersabar yang penting😀
      Gamsahamnida udah mau jadi reader setia ff YME😀
      *Kecup Kecup*

    • gamsahamnida sudah berkunjung…
      ff ini masih dalam proses..jadi di tunggu aja yah..aku uasahakan secepatnya bisa di post.

      Tolong isi nama kamu di Reader Box ya^^ agar kita saling mengenal🙂
      -ADMIN-

  3. bagusss ceritanyaa,,
    apalagi pas bagiann oppa sungmin ngasih bungaa,,
    so sweettt,,
    jadi penasaran sama kisah selanjutnyaa..
    semangkaa author..🙂

  4. sungmin rupanya romantis juga , sampe2 kash 7 bunga sebgai tnda cinta , bgtu juga dgan sunny , tapi kok rasanya sedih yaaaaa , klw sunny sama sungmin pisah , smoga d chapter 9 bgusssss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s