Rain Drop part 5

Title: Rain Drop part  5

Author : Kim Hyera

Cast: Lee Donghae Super Junior, Jessica Jung SNSD, Yoona SNSD, Choi Siwon

Support cast: Taeyeon SNSD, Kyuhyun Super Junior

Genre: Romance, Friendship, Family

Rating: General

 

 

 

Author POV

 

Jessica berjalan menuruni tangga gedung apartementnya. Wajahnya cerah berseri, seakan ada tulisan di dahi nya,  ‘hari baru semangat baru’. Ia mendorong pintu keluar dan…

“OH! NOOOOOOOO!!!” teriaknya histeris. Tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat deras. Ia berdecak kesal dan menghentakkan kakinya kuat ke lantai.

“Kasihannya nasibku. Ya! Kau hujan! Mengapa kau selalu turun disaat yang tak tepat. Kau tak tahu aku mau pergi bekerja?” omelnya seraya menatap langit yang berwarna hitam pekat.

“Bagaimana ini? Aku hampir terlambat,” gumamnya sembari melihat jam tangan berwarna coklat dengan motif bunga-bunga cantik.

“Atau aku nekat saja?” gumamnya lagi. “Ya. Sepertinya aku harus nekat,” ucapnya kemudian memasang ancang-ancang untuk berlari menembus hujan yang turun semakin lebat.

“Satu…Dua….” hitung Jessica mempersiapkan dirinya. “Tiga!” Jessica mulai berlari. Sekuat tenaga ia berusaha cepat sampai ke halte bus. Tubuhnya basah kuyup dan rambutnya yang panjang tergerai menjadi berantakan.

“Hosh..Hosh…” Nafas Jessica tersengal-sengal begitu ia sampai di halte bus. Ia segera mengikat rambutnya yang sudah basah dengan asal.

“Lama sekali bus nya datang,” ucapnya dengan nada cemas. Dipikirannya sekarang tertuju pada Nyonya Lee, pemilik toko roti tempat ia bekerja. Ia takut wanita paruh baya itu akan memarahinya kemudian yang lebih kejam adalah langsung memecatnya. Tapi pada kenyataannya sifat Nyonya Lee tidak seperti dalam pikiran Jessica, Nyonya Lee adalah seorang yang baik dan ramah.

TIIIINNNN!!!!

Suara klakson mobil membuat Jessica terperanjat dari lamunan buruknya. Ia segera menoleh kesumber suara dan matanya melihat sebuah sedan mewah berhenti di depannya. Sang pemilik mobil segera membuka kaca.

“Kyu…” ucap Jessica pelan dengan wajah yang tak percaya. Itu Kyuhyun, laki-laki yang sangat ia benci, saat ini.

“Ne, ini aku. Naiklah, aku tahu kau akan pergi bekerja,” ucap Kyuhyun lalu memamerkan senyum terbaik yang ia punya. Jessica mendengus kesal dan membuang pandangannya.

“Cepatlah! Mana ada bis yang datang saat hujan lebat seperti ini. Kau mau terlambat dan dipecat?” ucap Kyuhyun dengan nada kesal karena melihat tingkah Jessica. Mendengar ucapan Kyuhyun tadi membuat Jessica berpikir.

‘Ada betulnya juga anak ini. Aku tak mungkin menunggu bis lebih lama lagi, hujan semakin lebat”

Jessica berjalan ragu membuka pintu mobil Kyuhyun. Ia masuk, kemudian duduk dengan membuang muka, masih tak mau melihat wajah Kyuhyun yang kini tengah tersenyum penuh kemenangan.

“Bagaimana kabarmu saat ini?” ucap Kyuhyun memulai pembicaraan. Jessica masih diam tak mengeluarkan suara. “Apa kau sedang ada masalah?” lanjut Kyuhyun.

‘Cih, pertanyaan bodoh macam apa itu?’ batin Jessica kesal.

“Apa pedulimu?” ucap Jessica ketus lalu memandang Kyuhyun tajam. Kyuhyun masih tersenyum polos kemudian mengacak poni Jessica gemas.

“YA! Apa yang kau lakukan? Jangan pernah menyentuhku lagi!” Jessica menepis kasar tangan Kyuhyun. Kyuhyun menyeringai jahat lalu menatap Jessica.

“Jadi begini sikapmu sekarang? Apa yang terjadi denganmu?” ucap Kyuhyun sinis.

Author POV end

Jessica POV

“Jadi begini sikapmu sekarang? Apa yang terjadi denganmu?”

‘Hah! Masih saja bertanya. Dan pertanyaannya itu membuatnya semakin terlihat bodoh. Sangat bodoh!’

“Sica, apa yang terjadi padamu? Mengapa kau tak pernah menghubungiku lagi” ucap Kyuhyun dengan nada bicaranya yang berubah menjadi sok manis. Dan sukses membuatku ingin muntah di depan wajahnya.

“Kau marah denganku Sica?” tanyanya kemudian dengan lancang tangannya kembali menyentuhku. Ia membelai pipiku.

“Kurang ajar! Sudah kubilang jangan menyentuhku! Dengar Kyuhyun-ssi, kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi. Urusi saja wanita bertopengmu itu! Aku muak melihatnya” ucapku dengan nada membentak.

“Siapa maksudmu? Seohyun?” tanyanya pura-pura tidak tahu. Jangan berlagak polos Cho Kyuhyun!
“Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa. Sumpah!” ucap Kyuhyun mencoba meyakinkanku.

“Omong kosong!” ucapku kasar.

“Sica dengarkan aku. Aku sangat-sangat mencintaimu. Aku ingin merubah semuanya menjadi lebih baik dan memulainya dari awal lagi. Kau mau kan memperbaiki hubungan kita?” ucapnya kemudian meraih tanganku. Dengan segera aku tepis kasar. Dia tuli atau apa! Sudah kubilang jangan menyentuhku.

Dan tadi apa yang dia katakan? Memulainya dari awal? Memperbaiki semuanya? Cih! Jangan harap aku mau melakukannya.

“Jangan bermimpi Cho Kyuhyun! Aku tak akan pernah kembali lagi padamu. Ingat itu baik-baik!” ucapku seraya menunjuk wajah sok polosnya itu. Ia menyeringai lalu menurunkan tanganku yang sedang menunjuk wajahnya.

“Aku akan membuatmu kembali kepadaku, bagaimana pun caranya. Ingat itu juga Jessica Jung,” ucapnya lalu menginjak rem dengan tiba-tiba membuat tubuhku tersentak kedepan. Hampir saja kepalaku terbentur dashboard mobilnya. Aku semakin kesal lalu menatapnya dengan tampang membunuh yang aku punya.

“Itu tak akan pernah terjadi!” ucapku lalu keluar dari mobilnya.

BLAMM

Aku membanting pintu mobilnya keras kemudian berjalan masuk kedalam tempat kerjaku. Aku tak peduli lagi dengan derasnya hujan yang membuat hawa menjadi dingin. Tapi tubuhku sekarang sedang panas, seperti ada bara api didalam sana. Ini semua gara-gara namja sialan itu!!

“Ya Tuhan. Sica tubuhmu basah kuyup” ucap Nyonya Lee ketika aku baru melangkah masuk kedalam. Aku memasang senyum kaku.

“Gwenchana?” tanyanya khawatir. Aku mengangguk mantap.

“Aigoo Sica, cepat kedalam dan ganti bajumu” perintah Nyonya Lee. Aku segera membungkukkan badan. Syukurlah aku tak dipecat.

“Gamsahamnida Nyonya. Saya kebelakang dulu” ucapku lalu melangkah pergi kedalam ruang ganti pegawai. Disana kulihat Hee Jin yang tengah bersiap-siap. Ia terkejut melihat kehadiranku.

“Aigoo Sica, kau kehujanan? Cepat ganti bajumu, nanti kau bisa sakit” ucapnya dengan nada khawatir, sama seperti Nyonya Lee.

“Ne. Kau keluarlah duluan, jangan menungguku,” ucapku kemudian mendorong tubuhnya keluar. Aku segera mengganti pakaianku dengan seragam kerja. Namun tiba-tiba aku teringat perkataan Kyuhyun tadi.

“Aku akan membuatmu kembali kepadaku, bagaimana pun caranya. Ingat itu juga Jessica Jung”

Apakah ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya tadi? Aku jadi takut. Bagaimana kalau ia menculikku lalu menyekapku di dalam rumah kosong, kemudian aku disiksa dan DIBUNUH! ANDWEEEEE!!!! Aku takut semua itu terjadi.  Tapi kenapa tiba-tiba aku berpikir tentang hal-hal seperti itu? Itu kan kejadian yang biasanya terjadi di film pembunuhan. Pabo Sica!

Jessica POV end

************

Donghae POV

Hujan lagi untuk hari ini. Aku tersenyum cerah memandangi setiap tetes air langit itu yang mengalir di jendela ruang kerjaku. Sekarang adalah saat makan siang dan aku belum ada rencana untuk keluar. Otakku berpikir sejenak mencoba mencari restoran yang enak di sekitar sini.

“Aku tahu tempat yang cocok buat mengisi perutku,” ucapku bersemangat. Dengan cepat aku meraih kunci mobil dan  berjalan keluar dari ruanganku.

“Sajangnim anda ingin istirahat makan siang?” tanya Nicole, sekretarisku.

“Ne, mungkin aku akan pergi sedikit lama. Jadi jika ada client yang mencari, segera hubungi aku,” ucapku. Kulihat ia mengangguk paham. Segera aku berjalan ke basement tempat mobilku terparkir.

“Apa dia sedang istirahat juga sekarang?” gumamku pelan, lalu menjalankan mobilku menembus hujan deras yang tengah turun sekarang.

“Selamat datang di toko kami, mau pesan apa?” sapa seorang pelayan di toko roti ini. Kalimat sapaan yang sama seperti dulu ia menyapaku disini.

“Permisi tuan, anda mau pesan apa?” ucap pelayan itu lagi membuatku tersadar dari lamunanku.

“Mmm…aku mencari Jessica Jung, apa dia masuk hari ini?” tanyaku sedikit ragu. Kulihat pelayan wanita ini menyernyit heran, namun kemudian ia tersenyum.

“Jessica baru saja tiba, ia sedang bersiap-siap disana,” tunjuknya kesebuah pintu. Aku tahu, itu adalah ruang ganti pegawai. Tak lama pintu itu terbuka dan keluarlah sosok yang aku cari.

Wajahnya sedikit pucat dan rambutnya basah. Apa dia kehujanan? Dengan cepat aku berjalan menghampirinya.

“Annyeong,” sapaku membuatnya menoleh. Wajahnya terkejut dan itu lucu sekali.

“Donghae-ssi, se…sedang apa kau disini?”

“Sudah ku bilang, panggil aku Oppa. Aku sedang istirahat makan siang. Apa aku tidak boleh makan disini?”

“Ah..tentu saja boleh. Aku hanya terkejut, baiklah selamat makan siang,” ucapnya. Hahaha aku sekali ingin tertawa mendengar kalimatnya. Gadis ini polos sekali. Kulihat ia membalikkan badannya menuju dapur, dengan cepat aku cegah. Tujuanku kesini untuk bertemu dengannya.

“Sica, maukah kau menemaniku makan siang?” Kembali ia terkejut.

“Ta…tapi aku sedang bekerja Donghae-ssi. Bisa-bisa aku dimarah kalau menemanimu makan siang,” ucapnya dengan raut wajah khawatir.

“Tenang saja, semuanya biar aku yang menanggung. Ayolah temani aku makan siang,” bujukku dengan memasang puppy eyes andalanku. Kulihat ia menghela nafas panjang.

“Baiklah. Jadi kau mau pesan apa?” tanyanya lalu berjalan menuju counter tempat berbagai jenis roti-roti dan kue lezat terpajang.

“Yang itu. Lalu itu. Dan itu juga. Sepertinya itu juga enak,” ucapku menunjuk beberapa jenis kue yang terpajang di counter.

“Baiklah, segera aku ambilkan. Silahkan mencari tempat duduk tuan,” ucapnya kemudian tersenyum. Jantungku kembali berdebar cepat. Oh! Selalu saja begini setiap aku melihat senyumannya. Donghae! Kendalikan dirimu.

Donghae POV end

********************

Author POV

“Ini pesanan anda tuan,” ucap Jessica kemudian meletakkan nampan diatas meja tempat Donghae duduk.

Donghae memesan blackforest dengan stroberi diatasnya, kemudian cheese cake. Chocolete mufin yang menggugah selera dan yang terakhir adalah Macaroni Schotel. Donghae memesan segelas Vanilla ice sebagai minumannya.

“Kau mau berdiri disitu sampai aku selesai menghabiskan makananku?” tanya Donghae yang melihat Jessica masih betah berdiri sembari memeluk nampan makanan yang digunakan untuk mengantar makanan Donghae tadi.
“Duduklah, aku menyuruhmu menemaniku makan,” Donghae menarik tangan Jessica. Kemudian membimbingnya duduk di bangku kosong yang ada disebelahnya.

Donghae menyantap makanannya lahap, membuat Jessica memandangnya takjub.

‘Sepertinya ia benar-benar kelaparan’ batin Jessica terus memperhatikan cara makan Donghae.

“Apa aku tampan?” suara Donghae membuat Jessica tersentak kaget. Wajahnya merona merah karena tertangkap basah sedang memperhatikan Donghae. “Kau sudah makan siang Sica?” tanya Donghae.

“Ne Donghae-ssi, sebelum pergi kerja tadi aku sudah makan siang,” jelas Jessica. Raut wajah Donghae berubah menjadi murung. Jessica masih saja tak memanggilnya ‘Oppa’. Jessica yang melihat perubahan raut wajah Donghae mendadak cemas.

“Apa aku salah bicara? Maafkan aku Donghae-ssi. Jangan memasang ekspresi seperti itu, kau membuatku takut,” ucap Jessica dengan suara pelan. Donghae tersenyum melihat kepolosan Jessica. Ia mengacak pelan rambut Jessica yang masih sedikit basah.

“Aku tak marah. Tapi kenapa kau masih saja lupa memanggilku ‘Oppa’? “ ucap Donghae gemas. Jessica tersenyum kaku, ia merasa tidak enak sekarang.

“Maafkan aku. Aku lupa Donghae-ss…ah bukan maksudku Oppa,” ucap Jessica masih terasa janggal memanggil Donghae dengan sebutan Oppa. Kembali Donghae mengacak rambut Jessica membuat semburat merah  menghiasi wajah putihnya.

“Anak pintar. Oh ya, apa kau kehujanan tadi? Rambutmu masih basah dan sebaiknya jangan di ikat seperti ini,” ucap Donghae kemudian melepaskan ikatan rambut Jessica. Jessica terkejut dengan perlakuan Donghae. Jantungnya berdetak secara abnormal.

“Seperti ini lebih bagus” ucap Donghae setelah selesai membuka ikatan rambut Jessica. Kini rambut panjangnya yang berwarna coklat tergerai indah. Jessica sedikit merapikannya supaya lebih bagus ketika dilihat oleh Donghae^0^.

“Jangan mengikat rambutmu ketika basah. Kau juga terlihat sedikit pucat, aku pesankan teh hangat ya” tawar Donghae yang disambut gelengan dari Jessica.

“Tidak perlu Donghae Oppa, aku baik-baik saja” tolak Jessica halus. Namun Donghae tetap memesan secangkir teh hangat kemudian menyerahkannya kepada Jessica.

“Minumlah, aku tak ingin melihatmu sakit,” ucap Donghae tanpa sadar mengeluarkan perhatiannya yang sangat kentara. Jessica tertegun mendengar kalimat yang baru saja dikatakan oleh Donghae.

‘Donghae Oppa memperhatikanku? Aigoo rasanya jantungku ingin meledak sekarang. Tuhan tolong aku!’ batin Jessica dengan jantung yang masih saja memacu darah semakin cepat keatas kepala. Ia benar-benar gembira mendengar kalimat perhatian yang Donghae ucapkan. Tanpa sadar ia tersenyum-senyum sendiri membuat Donghae memandangnya heran.

“Jessica-ssi, gwenchanayo?” tanya Donghae sembari menyentuh bahu Jessica. Jessica segera menghapus senyum yang sedari tadi terlukis jelas dibibirnya.

“N..ne gwenchana Donghae Oppa,” ucapnya sedikit gugup.

Donghae tersenyum memperhatikan wajah Jessica yang sedang menyesap pelan teh hangatnya. Ia suka senyuman, suara, dan tingkah laku Jessica yang polos. Sampai akhirnya ponselnya bergetar membuat Donghae tersentak kaget kemudian segera mengangkat panggilan dari Nicole.

“Yoboseo. Ne aku akan segera kembali. Gamsahamnida,” Donghae menaruh ponselnya kembali ke atas meja. Ia melihat Jessica yang memandangnya penuh tanya.

“Apa itu dari kantormu?” tanya Jessica penasaran. Donghae mengangguk.

“Aku harus segera pergi. Ada rapat di kantor,” ucap Donghae yang membuat Jessica sedikit kecewa. Ia masih ingin berlama-lama bersama Donghae. “Tenang saja, aku pasti datang kesini lagi. Oh ya jika kau rindu padaku, kau bisa menghubungiku kapan saja,” ucap Donghae percaya diri.

“Mworago?” tanya Jessica tak percaya dengan ucapan Donghae. Donghae terkekeh melihat tampang terkejut Jessica, ia menyentil pelan dahi Jessica.

“Aku hanya bercanda. Tapi jika itu memang sebuah fakta, aku akan selalu siap sedia mengangkat panggilan darimu,” ucap Donghae disertai dengan senyum terbaiknya. Jessica seakan terbang mendengar kata-kata Donghae barusan.

“Aku pergi dulu ya. Annyeong,” ucap Donghae lalu beranjak pergi meninggalkan Jessica yang masih tersenyum bahagia.

‘Mimpi apa aku semalam? Donghae Oppa membuatku hampir pingsan tadi’ batinnya dalam hati. Sepanjang hari ia tersenyum bahagia. Untung saja ia tidak di kira orang gila yang bekerja di sebuah toko roti >_<.

*************

“Apa katamu? Besok?”

“Ingatlah Yoona-ssi, seminggu lagi kita akan menikah. Apa kau lupa?”

“Tapi…tapi aku…”

“Sudahlah, besok jam 10 aku akan menjemputmu. Eomma sudah memesan tempat resepsi dan kita tinggal melihatnya besok.”

“Siwon-ssi bisakah…”

“Jangan lupa besok! Annyeong.”

KLIK!

Sambungan terputus dan membuat Yoona mengumpat sendiri. Siwon menelponnya tadi, pria itu membicarakan tentang rencana pernikahan mereka. Pernikahan yang belum pernah Yoona bayangkan sebelumnya. Sekarang Yoona benar-benar belum siap.

Bagaimana tidak, pertemuan dengan calon mertuanya baru terjadi 3 minggu yang lalu. Dan pernikahannya dilangsungkan 2 minggu berikutnya. Dan besok Siwon mengajaknya pergi untuk fitting baju pengantin dan juga melihat tempat resepsi untuk pernikahan mereka.

Ini terlalu cepat bagi Yoona. Ia terus berpikir. Apakah ia tak salah mengambil keputusan? Ia harus menikah dengan seseorang yang belum lama ia kenal. Dan yang paling penting adalah pernikahan ini tanpa cinta. Bukankah dasar dari sebuah rumah tangga adalah cinta?

Ini benar-benar membuatnya frustasi. Haruskah ia melakukan pernikahan ini dengan kebohongan? Kebohongan untuk membuat ibu Siwon kembali sehat. Dan kebohongan yang harus ia lakukan untuk membuat ayahnya sendiri bahagia ketika melihatnya berdiri dengan Siwon di altar, dengan mengucapkan janji suci sehidup semati.

Yoona bingung kenapa Siwon tiba-tiba memilihnya menjadi seorang istri. Mengingat pertemuan mereka yang bisa di bilang konyol dan juga permintaan Siwon yang tak masuk akal.

Yoona mengacak-acak rambutnya geram. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurnya dengan sprei berwarna biru bergambar teddy bear lucu. Matanya menerawang ke langit-langit kamar. Ia mencoba menutup mata. Ia berharap ketika membuka matanya nanti semuanya hanya mimpi, pernikahannya dengan Siwon adalah sebuah mimpi yang tak akan pernah terjadi.

“Aku ingin bertemu Donghae Oppa,” ucapnya kemudian bangkit dan mengambil sebuah undangan yang tergeletak di atas meja di kamarnya. Yoona menatap undangan yang akan diberikannya kepada Donghae dengan tatapan nanar. Perasaannya sedikit sakit ketika mengingat kejadian tempo hari. Kejadian yang membuat dirinya di jauhi oleh Donghae. Yoona menghembuskan nafas panjang ketika mengingat kejadian itu.

“Tapi tunggu! Apa perlu aku menyesali kemarahanku waktu itu ke Donghae Oppa? Kurasa tidak! Wanita itu yang salah! Siapa suruh memancing amarahku. Beraninya ia mendekati Donghae Oppa,” ucap Yoona kembali ke sifat angkuhnya. Ia segera beranjak keluar kamar dan pergi ke kantor Donghae.

***********

“Oppa!” pekik Yoona girang ketika ia masuk kedalam ruangan Donghae tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Donghae terkejut melihat kedatangan Yoona. Ia membeku di tempatnya dan terus memandangi sosok Yoona yang mengembangkan senyum manisnya. Donghae tak menyangka Yoona masih menemuinya setelah petengkaran hebat mereka tempo hari. Perasaan Donghae senang sekarang. Ia masih bisa bertemu Yoona, adik yang sangat ia sayangi.

“Ya! Oppa kenapa melamun? Kau terkejut melihatku?” tanya Yoona seraya mengibaskan tangannya kedepan wajah Donghae. Donghae segera sadar dari lamunannya, kemudian ia tersenyum.

“Ah, aku sedikit terkejut dengan kedatanganmu Yoona-ah,” ucap Donghae kemudian mengelus rambut Yoona. Pipi Yoona bersemu merah.

“Ada apa kau datang menemuiku?” tanya Donghae menatap Yoona.

“Kau tak merindukanku Oppa?” tanya Yoona dengan tatapan menggoda Donghae.

“Tentu saja aku merindukamu Yoong!” ucap Donghae memanggil Yoona dengan julukan sayangnya.

“Aku merindukan panggilan itu Oppa. Apa kau sudah makan siang?”

“Ne aku sudah makan siang” jawab Donghae cepat. Sesaat kemudian suasana menjadi hening. Tak ada pembicaraan lagi diantara keduanya.

Yoona terdiam sambil memainkan jemari tangannya. Dan Donghae menyibukkan diri dengan memainkan i-Phone nya. Tiba-tiba Yoona teringat sesuatu yang menjadi tujuannya bertemu dengan Donghae. Dengan ragu, Yoona mengeluarkan undangan berwarna ungu elegan dengan pita putih menjadi hiasan di tepinya. Ia meletakkan undangan itu diatas meja kerja Donghae.

“Oppa” panggil Yoona pelan, membuat Donghae mengalihkan pandangannya dari layar i-Phone. “Ini untukmu” ucap Yoona kemudian menyerahkan undangan itu ke Donghae.

Donghae memandang undangan itu dalam diam. Sampai akhirnya matanya membulat melihat nama Yoona yang tertulis di cover undangan itu. Cepat-cepat ia membaca ulang untuk meyakinkan matanya yang ia kira sudah rusak.

“Yoong benarkah ini?” tanya Donghae tak percaya seraya menunjuk undangan di tangannya. Yoona mengangguk pelan menjawab pertannyaan Donghae.

“Yoong mengapa kau tak memberitahuku terlebih dahulu. Sungguh aku terkejut mengetahuinya. Kau mendahuluiku!” ucap Donghae pura-pura kesal. Yoona hanya menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap wajah Donghae, laki-laki yang sangat ia cintai. Donghae berjalan kearah Yoona kemudian memeluk tubuhnya.

“Aku sangat bahagia mengetahui ini. Aku tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Aku pasti datang Yoong,” ucap Donghae yang masih memeluk Yoona. Yoona menangis di pelukan Donghae. Ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Donghae. Tangisnya semakn pecah dan mengeluarkan isakan yang cukup keras.

Donghae melepaskan pelukannya kemudian menghapus air mata Yoona dengan ibu jarinya. “Jangan menangis, aku tak mau melihat air matamu terbuang dengan sia-sia.”

“Aku menyayangimu Oppa,” ucap Yoona parau. Ia mencoba mengungkapkan perasaannya kepada Donghae.

“Aku juga menyayangimu Yoong,” ucap Donghae kembali memeluk Yoona. “Sampai kapanpun aku akan menyayangimu seperti adikku sendiri. Kau tahu itu kan Yoong,” Donghae semakin mengeratkan pelukannya. Ucapan Donghae semakin membuat Yoona terisak. Jawaban Donghae masih saja sama. Donghae menyayanginya sebagai seorang adik bukan seorang yang spesial.

“Aku ingin kau bahagia dengannya. Kalau dia membuatmu menangis, laporkan padaku,” gurau Donghae agar Yoona berhenti menangis.

“Entahlah Oppa. Aku tak yakin bisa bahagia dengannya,” ucap Yoona spontan. Donghae sedikit terkejut mendengarnya.

“Kau ini bicara apa? Kau pasti bahagia dengannya. Tuhan sudah mengatur semua ini Yoona-ah, pernikahanmu ini juga sudah diatur-Nya. Jadi jangan bicara seperti itu,” ucap Donghae kemudian kembali menghapus sisa air mata Yoona.

Yoona mencoba tersenyum menatap wajah Donghae. “Aku benar-benar ingin melihatmu menghadiri pernikahanku Oppa. Awas kalau kau tidak datang!” ucap Yoona kemudian meninju pelan lengan Donghae.

“Bukankah tadi aku sudah bilang, aku pasti datang,” ucap Donghae seraya tersenyum. Yoona mendesah kemudian mengambil tasnya yang berada di atas meja kerja Donghae.

“Oppa, aku harus pulang sekarang. Aku tak ingin mengganggu pekerjaanmu,” pamit Yoona.

“Ternyata sifatmu berubah dengan cepat Yoona-ah. Kau tambah dewasa tidak seperti dulu,” ucap Donghae membuat Yoona mengerucutkan bibirnya.

“Jadi dulu aku seperti anak kecil?” tanyanya kesal. Donghae mengacak rambut Yoona gemas.
“Bukan begitu maksudku Yoong. Kau terlihat lebih dewasa sekarang. Ingatlah kau akan menjadi seorang istri, jangan bertingkah seperti anak-anak lagi,” ucap Donghae memberi nasihat. Yoona mengangguk mengerti, kemudian ia pergi meninggalkan ruangan Donghae dengan perasaan sedih. Ia masih belum bisa terima Donghae yang selalu menganggapnya hanya sebagai seorang adik.

“Tenanglah Yoona. Donghae Oppa selamanya hanya milikmu,” ucapnya optimis pada diri sendiri. Sifat angkuhnya mengalahkan segalanya. Sifat yang ia gunakan untuk membuat dirinya merasa menang.

************

Siwon dan Yoona sedang berada dalam perjalanan menuju sebuah butik yang menjual baju pengantin. Sedari tadi hening yang tercipta di antara keduanya. Yoona memandang keluar jendela dan Siwon tetap fokus dengan kemudi.

“Jadi kita akan fiting baju dulu?” suara Yoona memecahkan keheningan. Siwon menoleh sekilas kemudian mengangguk. Yoona terus memandangi Siwon dan itu membuat Siwon menjadi risih. Ia kembali menoleh kearah Yoona.

“Ada apa? Apa ada yang salah denganku hari ini?” tanya Siwon.

“Tidak. Aku hanya ingin memandangmu. Apa itu tidak boleh?” ucap Yoona membela diri. Siwon terkekeh melihat raut wajah Yoona yang berubah menjadi kesal.

“Siwon-ssi, mengapa kau memilihku sebagai calon istrimu? Mengapa tidak wanita lain yang lebih cantik dan juga sifatnya lebih baik di banding aku?”

Pertanyaan Yoona membuat Siwon tersentak kaget. Ia tak pernah memikirkan alasannya menikahi Yoona. Memang awalnya adalah untuk kesembuhan ibunya. Namun ada dorongan lain yang membuatnya tetap ingin menikah dengan Yoona. Ia sendiri tak mengerti. Apakah ini rasa sayang atau cinta? Yang pasti ia senang melihat Yoona tersenyum dan juga tenang jika Yoona berada di dekatnya.

“Kau akan tahu nanti Yoona-ssi,” ucap Siwon kemudian. Yoona menatapnya dalam diam. Gadis itu benar-benar penasaran. Ucapan Siwon tadi bukanlah jawaban atas pertanyaannya.

“Kita sudah sampai. Ayo turun,” perintah Siwon ketika mereka telah sampai didepan butik dengan memamerkan beberapa koleksi gaun pengantin di kaca depannya. Yoona mendesah kemudian berjalan bersama Siwon masuk ke butik itu.

************

“Bagaimana kalau bunga lili nya di letakkan di sepanjang jalan menuju altar?” usul seorang wedding organizer. Siwon terdiam mencoba menimbang-nimbang, sedangkan Yoona masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

Mata gadis itu memandang takjub dekorasi gereja tempat akan dilangsungkan pernikahannya. Bermacam-macam bunga telah di susun sedemikian rupa untuk menghiasi setiap sudut tempat tersebut.

“Siwon-ssi aku ingin ketika aku berjalan menuju altar, setiap udangan melempar kelopak bunga mawar merah kearahku,” ucap Yoona membuat Siwon menoleh.

“Tapi bukankah lebih bagus jika mawar putih? Itu adalah hari yang suci, Yoona. Dan juga kita akan mengucap janji sehidup semati di hadapan Tuhan,” ucap Siwon malah menceramahi Yoona.

“Tapi aku ingin bunga mawar merah!” ucap Yoona bersikeras. Ingat! Yoona adalah seorang yang egois.

“Baiklah bagaimana jika keduanya kita gabung?” usul Siwon memecahkan masalah. Ia tak mau pertengkaran kecil ini menjadi bersar hanya karena sifat kekanak-kanakan Yoona.

“Sepertinya itu lebih baik.” jawab Yoona setuju.

“Baiklah semuanya sudah selesai. Ayo kita pulang.”

Siwon menarik tangan Yoona agar mengikuti langkahnya. Sebab dari tadi, gadis itu lebih banyak diam dan sibuk melihat kesana-kemari di dalam gereja.

“Siapkan dirimu. 4 hari lagi kita akan menikah” ucap Siwon ketika ia telah sampai di depan rumah Yoona.

“Aku tahu!” ucap Yoona angkuh. Siwon tersenyum kemudian membelai rambut Yoona lembut.

“Aku suka melihat senyumanmu. Maukah kau menunjukkannya padaku?” tanya Siwon kemudian menatap Yoona lekat. Jantung gadis itu berdetak cepat.

Tak dapat di pugkiri, ia sedang gugup sekarang. Apalagi dengan tatapan Siwon yang membuat pipinya bersemu merah, ia malu. Walau bagaimanapun, ia mengakui kalau Siwon adalah namja tampan dan juga baik. Kalimat Siwon tadi membuat lidahnya kelu untuk bicara.

“A…apa yang kau katakan? Aku mau pulang,” ucap Yoona gugup dan mencoba kembali ke sifat angkuhnya. Siwon hanya tersenyum.

“Baiklah, ingat kata-kataku tadi. Persiapkan dirimu.”

“Ne. Annyeong,” ucap Yoona kemudian ia keluar dari mobil Siwon. Senyum mengembang di bibirnya. Entahlah, yang pasti ia sangat senang saat Siwon bilang menyukai senyumannya.

***************

Donghae mengendarai mobilnya pelan. Ia baru saja pulang bekerja. Pikiran namja itu melayang ke Yoona yang akan menikah besok lusa. Ia senang melihat gadis itu yang berbahagia. Namun tiba-tiba ia teringat pada Jessica. Terlintas sebuah ide cemerlang di dalam otaknya. Donghae segera mengambil i-Phone nya, kemudian menelpon Jessica.

“Yoboseo” ucap Donghae sambil tersenyum.

“Jessica-ssi, apa kau sudah pulang bekerja? Ah, aku juga baru pulang.” Ia terdiam mencoba mengatur nafasnya.

“Apa kita bisa bertemu?  Baiklah aku akan menjemputmu, tunggu disana 10 menit lagi aku akan sampai.”

Donghae memutuskan sambungannya dan tersenyum puas. Ia menginjak gas mobilnya semakin dalam dan melaju semakin cepat.

Author POV end

****************

Jessica POV

Aku baru saja selesai mengganti seragam kerjaku, kemudian keluar dari ruang ganti pegawai dan melihat Hee Jin yang sudah menungguku. Kami memang sering pulang bersama, karena jalan tempat tinggal kami searah.

“Kau sudah selesai? Ayo kita pulang,” ucapnya disertai senyum manisnya. Aku mengangguk setuju. Tapi tiba-tiba ponselku bergetar.

“Ah, Hee Jin-ah tunggu sebentar. Aku akan mengangkat panggilan ini dulu,” kulihat ia mengangguk setuju. Aku berjalan sedikit menjauhinya dan betapa terkejutnya aku melihat nama yang tertera di layar. Donghae Oppa? Segera aku menekan tombol hijau.

“Yoboseo?” suara Donghae Oppa menyapaku. Aku gugup!

“Ah, ne oppa. Ada apa?” tanyaku.

“Jessica-ssi, apa kau sudah pulang bekerja?”

“Ne. Aku baru saja akan pulang.”

“Ah, aku juga baru pulang.” Kudengar ia terdiam sejenak kemudian mengucapkan kalimat yang membuatku sedikit terkejut.

“Apa kita bisa bertemu?” tanyanya membuatku terdiam. Bagaimana ini?

“N…ne Oppa” jawabku kemudian.

“Baiklah aku akan menjemputmu, tunggu disana 10 menit lagi aku akan sampai.”

Donghae Oppa memutuskan panggilannya. Aku berbalik menatap Hee Jin yang sepertinya sudah bosan menunggu. Aku memasang wajah menyesal.

“Hee Jin-ah mianhae. Sepertinya hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu,” ucapku.

“Kenapa? Kau pulang dengan siapa nanti?” tanyanya penasaran. Aku sibuk mencari jawaban.

“Itu…itu temanku yang akan menjemputku,” ucapku dengan tersendat-sendat. Kulihat Hee Jin tersenyum menggodaku.

“Apa namja yang kemarin lusa?” selidiknya. Tepat sekali tebakannya!
“Mengakulah Jessica!” ucapnya mencoba menggodaku. Kurasakan pipiku memanas.

“Arraseo. Selamat bersenang-senang. Annyeong,” ucap Hee Jin kemudian berjalan meninggalkanku. Aku tersenyum dan melambaikan tangan.

Aku menunggu sendirian di depan toko roti tempatku bekerja. Mataku menatap ke arah jalan raya. Banyak kendaraan berlalu lalang. Tak lama seseorang menepuk pundakku, membuatku sedikit terkejut. Ternyata Donghae Oppa sudah sampai.

“Lama menunggu?” tanyanya disertai senyuman yang selalu membuatku gugup.

“Lumayan. Tapi bisaku maafkan,” ucapku sedikit bercanda, berusaha menghilangkan kegugupanku.

“Kau pasti belum makan kan? Ayo kita pergi makan malam,” ucap Donghae Oppa tiba-tiba menarik tanganku. Aku sedikit terkejut dengan perlakuannya.

*************

Aku terkagum-kagum ketika Donghae Oppa mengajakku makan malam di sebuah restoran bintang lima. Aku sedikit malu, karena pakaian yang aku pakai tidak sesuai untuk masuk ke tempat makan semewah itu. Tapi Donghae Oppa tetap memaksaku turun. Ia menggandeng tanganku dan berusaha menenangkanku.

Kami duduk di meja yang menghadap ke arah luar. Dan disini pemandangannya sangat indah. Beribu lampu dari rumah maupun gedung-gedung di Seoul berkerlap-kerlip indah. Aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari jendela.

“Jessica-ssi makanannya sudah datang,” suara Donghae Oppa membuatku berpaling dari pemandangan luar. Aku menatap ke arah meja dan tersaji sepiring steak yang masih mengepulkan asap.
“Ayo dimakan, jangan hanya dilihat saja,” ucap Donghae Oppa. Aku hanya mengangguk kemudian memotong sedikit daging steak tersebut. Aku mengunyah perlahan hingga daging itu benar-benar lembut untuk di telan. Bukannya aku tidak suka. Hanya saja baru pertama kali aku makan malam dengan suasana seromantis ini.

Aku tahu ini bukan kencan. Tapi ini benar-benar membuatku hampir pingsan. Donghae Oppa tersenyum setiap ia menatapku. Aku benar-benar di buat gila dengan senyumannya.

“Jessica-ssi, apa akhir pekan ini kau ada acara?” tanya Donghae Oppa yang telah selesai menghabiskan makanannya.

“Tidak ada Oppa,” jawabku singkat. Kulihat ia tersenyum penuh arti sembari menatapku.

“Apa kau mau menemaniku pergi ke pesta?” tanyanya membuatku tersedak air yang tengah aku minum. Dengan cepat Donghae Oppa mengambil tisu dan juga menepuk-nepuk punggungku.

Aku masih tak percaya. Pesta? Donghae Oppa mengajakku pergi ke pesta?

“Gwenchana?” tanya khawatir.

“Ne Oppa. Aku baik-baik saja.”

“Jadi bagaimana? Kau mau menemaniku?” tanyanya ulang dan aku ragu untuk menjawabnya.
“Ini pesta pernikahan orang yang paling aku sayangi. Aku tak ada teman untuk pergi kesana. Oleh karena itu aku mengajakmu. Kau mau menemaniku?” jelas Donghae Oppa.

Dan kata ‘orang yang paling disayangi’ itu membuat hatiku sedikit panas. Apa aku cemburu? Namun ketika kulihat tampang memohonnya itu, aku tak mampu menolak tawarannya. Aku mengangguk pelan.

“Benarkah kau bersedia?” Donghae Oppa terlihat gembira. Aku hanya menjawabnya dengan senyuman.

“Kalau begitu, Malam minggu nanti aku akan menjemputmu.”

Rasa bahagia kini tengah meluap di dadaku. Memang tadi aku sedikit kecewa karena pesta penikahan itu adalah pesta pernikahan seseorang yang berarti dalam hidup Donghae Oppa. Tapi segera aku berfikir positif.

Aku terus tersenyum, membayangkan malam Minggu nanti. Oh aku masih tak percaya!! tapi tiba-tiba aku teringat sesuatu…AKU TAK PUNYA GAUN!!!!!!!Bagaimana ini??

TBC

Annyeong!! lama yah nunggu ff ini publish?? Maaf yah readers..

Part ini panjang banget *menurutku* karena aku gak mau buat reader kecewa.

Oh iya makasih yah yang udah ninggalin komentar nya kemarin. Bener-bener buat aku semangat ngetik part ini.

Ya udah deh. Aku gak mau banyak ngomong…

Jangan lupa coment yah!! AKU TUNGGU!!!

GAMSAHAMNIDA~ SARAGHAE~😀

 

32 thoughts on “Rain Drop part 5

  1. waw akhirnya part 5nya publish jga.
    aduwh mkin sini critanya makin seru aja nih.
    ehm ayo donx haepa ktakan cntamu pda sica eon.
    kpn nih haesica jadian?
    kburu kyupa menggaglkan nie.
    kra” rncna apa ya yg maw d lkukan kyupa k sica.
    next part d tnggu y.
    penasaran nie.
    FIGHTING^^

  2. nice ff
    makin mantep aja ceritanya.
    gimana ya reaksi yoona pas nanti haeppa dateng kepestanya bareng sica unnie??
    penasaran penasaran.
    nanti pasti haeppa yg beliin gaun sica unnie #readersoktau #plakk
    lanjutan nya jangan lama lama ya author. ditunggu next part😀

      • hahahaha..abisnya sering banget ketemu cowo kayak gituu..
        #yahhh curhat lagi..

        good..good ceritanya..
        tapi masih ga kebayang yoona yang egois kayak gimana??kayak ga cocok aja imagenya..
        heuu..

        hee cuman pendapat aja..

      • Hahahaha..iya yah eonni…banyak banget cowok yg kaya gitu..haha,, jadi inget curhatan kita yang kemaren sama Icha eonni😀

        Gamsahamnida pujiannya eonni🙂
        iya aku juga gak bisa ngebayangin Yoona jadi egois #author macam apa ini?#

        makasih yah udah mampir eonn…sering-sering yah😀

  3. Daebak….!!
    Ceritanya panjang + ada nama ku di situ (Park Hee Jin) Hehehe😀
    Oya author kpn You’re my everything chapter 9 nya publish…..??!
    Nggak babaran nih mau bacanya…..?!
    Di usaha kan secepatnya ych author

    • iyaaaa….makasih yah pujiannya^^
      tetep tunggu part selanjutnya yah😀..

      buat YME, aku tunda dulu soalnya sibuk les jadi sering gak sempat…tetep setia nunggu aja yah😀 Gomawo..

  4. kpan nikh next chapternya????
    gak sabar pngen liat?buat yg lebih romantis lagi ya unnie?hhhheheh

    ditunggu selalu next chapternya da jgan lupa sring2 bkin ff yoonwon?hhhhehe

  5. ffnya bagus… haesica (i like this couple)
    oya, cepat nikahkan yoonwon (yoona siwon) dah gak sabar mo baca ttg pernikahan mereka….

  6. Waadduuuhhh kykny udh mateng bgt persiapan nikahny,, sifat yoona masii egois ajja nii …
    Donghae pdkt sama jessica ahahaa jessica terpana,, diajak dinner pula ..

    Ahh mau baca next part lagii😉

  7. yoona eonni sica eonni aku ngiri banget sama kalian -.- dapet cowo cowo kece uooooo
    ;9
    nah kan donghae oppa udah mulai goda-goda sica.. wkwwk
    yoona eonni jangan angkuh gitu dong tak taukah dirimu berjuta-juta wanita menginginkan siwon? wkwkw curcol deh ~~ next part

  8. mudah2an emosiny yoona ga meningxat pas nixahany nanti pas ngeliat sica.kyu jd batu sandunganya haesica nich xayanya.d lanjt dulu ah

  9. Aishh.. Yoon eon kenapa masih angkuuhh.. Kan sdah ada siwon oppa yang ganteng haha..
    Hae oppa biarin sma sica eon :p
    bdw, apa yg akan dilakuin sma Kyuppa.. Huaaaaa gak tega klau si magnae jadi ‘jahat’ huhuuu.. Tapi sejauh ini aku suka sma ff author.. Ceritanya makin menarik.. Gmna kehidupan Yoon setelah menikah.. Melihat sikapnya yg seperti itu hho

  10. Duuhh,, yoonnie gtu bnget deh tingkah ny..
    Sicaeonni,, law suka ma haeppa blg aj lngsung,, haeppa jg..
    Ky ny wonppa bneran suka tuh ma yoonnie..

  11. Aq suka pas haesica moment nya. .
    Hehehe.
    Mrka serasi bgt gitu.
    Yoona eonni ny cpetan nikah gih ma siwon oppa. .
    #seret yoonwon ke KUA. .
    #dilempar bakiak. .

  12. Kya … Ngapain lagi Kyu Oppa datangi Sica Eonnie???
    Biarkn aja Sica ma Hae Oppa & Kyuppa kan sudah ad Seo Eonnie???
    Ga bisa ngebayangin Yoona Eonnie sifatnya angkuh???
    Siwon Oppa dh mulai ada hati ya???
    Author,buat Yoona Eonnie jatuh cinta ma Siwon Oppa secepatnya,,,

  13. Gak sabar baca part 6 nya…siwon oppa aku ingin punya calon suami seperti mu…kekek
    Next part…

    Ceritanya mkin seruu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s