The Wedding Blind (Part 4)

Title: The Wedding Blind part 4

 

Author : Shineelover14 

                Kim Hyera

 

Main Cast : Choi Siwon, Im Yoona a.k.a Cho Yoona, Choi Sooyoung

 

Genre : Romance, PG-13, Family

 

Lenght : Sequel

 

A/N:

Annyeong reader!! Lama yah nunggu ff ini di post? Maaf  yah soalnya ff ini kolaborasi, gak bisa di buat sama satu author aja. Author Kim Hyera juga lagi sibuk sama les, karna dia udah kelas 3 dan aku juga sibuk sama kuliah. Jadi aku dan Hyera bener-bener minta maaf sama kalian atas keterlambatan ff ini publish.

Oh iya, part ini khusus menceritakan tentang Yoona dan Siwon yang lagi bener-bener bahagia. Mungkin di part selanjutnya konflik baru muncul!! Jadi tetep setia menunggu yah!!

Eh iya berkunjung ke blog author yuk!

Shineelovers14: Fansfictionshinee

Kim Hyera: kpopfansficarea

Langsung baca aja yang!! HAPPY READING SEMUA😀

 

***************

 

Di dunia ini …

Semua hal yang bisa merenggutmu dari sisi ku …

Akan ku buang jauh-jauh …

Ku ciptakan sebuah kehidupan baru untuk dirimu …

Karena seperti itulah kehidupan kita …

Hanya kau dan aku yang tahu …

Siwon P.O.V

Aku menggandeng tangan ramping Yoona masuk ke dalam mobil. Setelah itu aku mengambil keranjang yang berisi bekal piknik kami dari tangan Hong ajummah. Ku lihat wanita paruh baya itu tersenyum kepada ku. Segera aku letakkan keranjang itu ke dalam bagasi.

Aku mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Aku ingin membuat hari ini menjadi ulang tahun yang sangat berkesan untuk Yoona. Kulihat ke sebelah kiri, Yoona sedang menikmati pemandangan di luar jendela.

Kuraih tangannya, ku genggam dengan erat lalu mengusap punggung tangannya pelan. Aku tahu sekarang Yoona sedang menatapku. Namun aku tetap fokus dengan kemudi dan memandang lurus ke arah jalan.

“Yoona-ah, apa kau lelah?” Ku tolehkan kepalaku ke arah Yoona yang masih menatap keluar jendela.

“Jika kau lelah, tidurlah. Perjalanan kita masih 1 jam lagi,” lanjutku. Kudengar desah nafas Yoona yang lelah. Lama-kelamaan matanya semakin memberat kemudian benar-benar tertutup.

Kutambah kecepatan mobilku agar dapat segera sampai ke Busan, tempat yang menjadi tujuan piknik kami.

***********

Kumatikan mesin mobilku. Lalu ku pandang wajah Yoona yang masih terlelap. Kudekatkan tubuhku kearahnya, semakin dekat hingga aku dapat mencium aroma tubuhnya. Ku belai lembut pipinya dengan punggung tanganku. Aku mencoba membangunkannya.

“Bangunlah princess, kita sudah sampai,” ucapku tepat ditelinganya. Kuperhatikan matanya yang perlahan terbuka, lalu kedua bola matanya memandang ke arahku. Aku menyunggingkan senyuman terbaik lalu membelai rambutnya.

“Ayo turun, kita sudah sampai.”

Aku turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk princess ku ini. Kemudian ku gandeng tangannya untuk keluar. Di hadapan kami sekarang terhampar padang rumput hijau dan juga sebuah pohon maple yang besar. Aku mengambil keranjang bekal di bagasi kemudian berjalan bersama Yoona ke arah pohon tersebut.

Aku membentangkan tikar bermotif kotak-kotak berwarna merah di atas rumput. Kemudian kuletakkan keranjang makanan, lalu menuntun Yoona untuk duduk. Suasana menjadi hening. Kami sibuk dengan pikiran masing-masing. Aku teringat dengan sebuah kenangan yang telah berlalu lama.

Perlahan aku membaringkan kepalaku di atas pangkuan Yoona. Aku menatap Yoona yang memandang ke arah bukit.

“Yoona-ah, kau tahu dulu aku pernah bertemu seorang gadis kecil disini. Ia menangis karena takut di tinggal sendirian…”

Flash Back

Pagi-pagi sekali eomma dan appa mengajakku pergi ke Busan. Aku telah rapi dengan jas berwarna hitam sama seperti appa. Aku tak tahu acara apa yang akan di hadiri appa dan eomma sebenarnya. Di perjalanan aku hanya terlelap karena di bangunkan teralu pagi.

“Sayang, ayo bangun kita sudah sampai,” Suara eomma membangunkanku dari alam mimpi. Aku berjalan mengikuti langkah appa dan eomma. Mereka berjalan menuju segerombolan orang  yang memakai pakaian yang sama seperti yang aku pakai.

Kulihat seorang laki-laki dewasa yang tengah menangis di antara kedua batu nisan yang tanahnya masih berwarna merah dengan banyak bunga lily putih di atasnya. Kulihat appa dan eomma ikut menenangkan laki-laki dewasa itu, sejenak mereka melupakanku.

Aku merasa bosan disini. Dengan perlahan, aku berjalan menjauhi appa dan eomma. Kakiku terus melangkah menuju ke arah padang rumput yang berada di atas bukit.

Aku mendengar suara tangisan. Semakin lama, semakin keras. Aku penasaran dengan langkah mantap aku berjalan menuju sebuah pohon besar yang tumbuh satu-satunya di padang rumput itu. Aku terkejut melihat seorang gadis kecil yang tengah duduh di bawah pohon sambil menekuk kedua kakinya. Aku berjalan mendekatinya.

“Mengapa kau disini sendirian?” tanyaku lalu duduk di sampingnya. Ia tak menjawab pertannyaanku dan terus saja menangis.

“Mengapa kau menangis?” tanyaku lagi berusaha menatap wajahnya. Kali ini tangisnya mulai mereda ia menoleh kearahku.

“Aku…orang tuaku sudah pergi,” ucapnya dengan suara serak. Aku menyernyit heran.

“Pergi? Kemana?”

“Kesana,” ucapnya sembari menunjuk kearah sekumpulan orang yang mengenakan pakaian berwarna sama seperti aku, appa dan eomma.

“Oh..ia salah satu dari mereka?” ucapku mengikuti arah pandangnya.

“Bukan. Tapi ia yang ada didalam tanah itu,” Ia kembali menangis. Aku menjadi panik lalu menggeser dudukku semakin mendekat ke arahnya.

“Sudah jangan menangis lagi,” ucapku lalu mengusap pelan punggungnya. Semoga ia bisa tenang.

“Tapi aku takut sendirian,” Ia kembali berbicara dengan suara serak. Takut sendirian? Tapi mengapa tadi dia duduk sendiri di bawah pohon ini? Aku semakin tak mengerti.

“Bagaimana bisa kau sendirian disini?” tanyaku dengan penuh selidik. Ia kembali diam dan tak menjawab pertanyaanku lagi.

“Kenapa kau diam?” ucapku sembari menatap wajahnya yang memerah karena habis menangis. Sepertinya dia benar-benar kesepian. Aku jadi kasihan padanya.

“Baiklah kalau kau tak mau menjawab, tapi  kau mau kan  menjadi temanku?” ucapku lalu meraih tangannya.

“Ne,” jawabnya singkat.

“Sekarang siapa namamu?” Ia kembali diam dan menundukan kepalanya. Apa ia takut dengan ku?

“Kenapa kau masih saja diam?” ucap ku lagi. Ku lihat ia mendongakan kepalanya, kemudian berbicara dengan nada yang ragu.

“Aku…” ucapnya kemudian terhenti.

“Baiklah jika kau tak mau menyebutkan namamu, aku akan memanggilmu Princess” ucap ku sembari tersenyum.

“Princess?” tanyanya heran kemudian menatap wajah ku.

“Iya, karena wajahmu cantik dan rambutmu panjang seperti Princess didalam dongeng” jawab ku. Aku suka dengan semua yang ada pada dirinya walaupun sekarang wajahnya sedih dan matanya sembab karena habis menangis.

Ia tersenyum tipis. Sepertinya ia menyukai panggilan yang aku berikan.

“Gomawo …” ucapnya dengan suara yang lembut. Aku menoleh kearahnya.

“Gomawo sudah mau menjadi teman ku,” lanjutnya lagi.

Tak lama ia bangkit dari duduknya, kemudian seorang laki-laki dewasa yang ku lihat di pemakaman tadi menghampirinya.

“Sayang, ayo kita pulang,”ucap laki-laki dewasa itu lalu menggandeng tangan princess ku pergi.

Aku terdiam memandangi ke pergianya. Rasanya baru sebentar aku bersamanya namun secepat itu ia pergi. Padahal aku masih ingin bermain bersamanya lebih lama.

Flashback end …

 

“Kau tau Yoona, di bawah pohon ini aku bertemu dengan gadis kecil itu. Ia menangis karena di tinggal pergi oleh kedua orang tuanya.”

“Semenjak kejadian itu aku selalu mengingat wajahnya, senyumannya dan juga suaranya.”

“Dan sekarang gadis itu sedang bersama ku disini.”

“Gadis itu adalah kau Yoona, princess ku,” ucap ku lalu terdiam. Tiba-tiba ku rasakan setetes air jatuh di pipi ku. Apa sekarang hujan? Langit sama sekali tak berawan. Aku bangkit dari pangkuan Yoona dan ku lihat ia menangis. Seketika aku menjadi panik.

“Yoona … Yoona-ah .. Mengapa kau menangis?” ucap ku sembari memegang kedua pipinya. Air matanya terus mengalir keluar. Ini kedua kalinya aku melihatnya menangis di tempat yang sama.

“Mi .. Mianhae ..” ucapnya terbata. Kata kedua yang keluar dari bibirnya, setelah yang pertama ia ucapkan saat janji di acara pernikahan, membuat ku terhenyak kaget. Jantung ku berdetak cepat.

“Siwon-ssi maafkan aku.” Aku mencoba berbicara, tapi suara ku tercekat.

“Ti .. Tidak ada yang perlu dimaafkan Yoona-ah.” Ku seka air matanya lalu ku ulurkan tangan kanan ku padanya, mengajaknya berjabat tangan. Aku ingin melakukan perkenalan ulang dengannya, karena dulu di tempat ini kami belum sempat saling berkenalan.

“Annyeonghaseo. Naneun Choi Siwon imnida.” Ku lihat ia menatapku heran tapi kemudian ia tersenyum dan menyambut uluran tangan ku.

“Annyeonghaseo. Naneun Cho Yoona imnida.”

Senyum yang masih sama seperti dulu bahkan sekarang lebih manis. Aku tak bisa mengungkapkan kebahagiaan yang meluap di dadaku. Segera ku rengkuh tubuhnya dan kupeluk dengan erat. Ia membalas pelukan ku.

“Yoona, aku berjanji akan selalu bersama mu selamanya. Janji ku tak akan membuat mu bersedih. Kau adalah cinta pertama ku Yoona. Kau adalah anugerah terindah yang di berikan oleh Tuhan untuk mendampingi hidupku. Selamanya kita akan selalu bersama. Kau percaya itu kan?”

“Ne. Aku percaya pada mu. Percaya akan janji mu yang akan selalu membahagiakanku selamanya.”

Aku semakin mengeratkan pelukanku. Aku terlalu bahagia untuk mengakhiri pelukan hangat ini. Sungguh tak bisa ku percaya Yoona berbicara padaku. Suaranya yang lembut dulu, kini dapat ku dengar kembali. Terimakasih Tuhan, kau telah mengembalikan princess ku.

Siwon P.O.V end

*****************

Yoona P.O.V

Aku terkejut setelah mendengar cerita Siwon. Aku tak percaya, ternyata Siwon adalah seorang yang dulu pernah menjadi temanku sewaktu kecil. Memang pertemuan yang sangat singkat. Namun kata-katanya mampu membuatku bangkit dari kesedihan setelah eomma dan appa pergi. Bodohnya aku melupakannya. Dan kini ia kembali mengingatkanku akan hari itu.

Aku menatap foto pernikahan kami yang tergantung di dinding kamar. Seulas senyum bahagia terlukis di bibir Siwon. Ia benar-benar merasa bahagia saat itu, berbeda jauh denganku yang hanya menatap kosong ke arah kamera.

Aku tersenyum, bodohnya aku tak menyadari bahwa selama ini aku tak peduli dengan diriku sendiri. Beruntungnya aku mempunyai suami lagi, seperti Siwon yang baik dan penyayang.

Tuhan terima kasih karena engkau telah mengirim Siwon ke dalam kehidupanku. Meski sebelumnya kau telah membawa Changmin pergi, tapi kau telah menggantinya dengan sosok yang lebih baik lagi.

Tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang membuatku tersentak kaget. Aku tahu itu pasti Siwon. Ternyata ia sudah selesai mandi. Aroma tubuhnya yang wangi menggelitik penciumanku.

“Kenapa chagi? Kau terkejut? Maafkan aku,” Siwon berbicara tepat di telingaku dan membuat tubuhku merinding. Ia semakin mengeratkan pelukannya.

“Kau sedang apa?” ucapnya lagi di telingaku. Geli, aku menggeliat mencoba menjauhkan kepalaku dari bibirnya.

“Siwon-ssi, jangan berbicara tepat di telingaku. Itu geli,” ucapku. Kudengar Siwon terkekeh.

“Benarkah itu?” Nada suaranya menggoda. Membuat jantungku berdebar cepat, ini pertama kalinya terjadi.

“Siwon-ssi jangan menggodaku,” ucapku pelan. Ia meregangkan pelukannya, membalikkan tubuhku dan membuat kami saling berhadapan.

“Baiklah aku akan berhenti menggodamu.”

“Chagi, kau tak mau memberi tahu kakek tentang kesembuhanmu ini? Bagaimana jika kita merayakannya bersama?”

Aku terdiam. Kakek, aku melupakannya. Dasar Yoona bodoh!

“Chagi aku salah bicara ya? Maafkan aku,” Siwon menyadari kalau sekarang aku sedang melamun. Sepertinya ia menyangka aku marah karena kata-katanya tadi.

“Ah, tidak. Memangnya kau ingin membuat acara apa?” tanyaku kemudian.

“Bagaimana kalau malam ini kita mengundang kakek, appa dan eomma untuk makan malam bersama? Kau setuju?” tanya Siwon meminta persetujuan dariku. Aku tersenyum kemudian mengangguk, mengiyakan usul dari Siwon. Tiba-tiba ia kembali memelukku. Membuat jantungku kembali berdetak cepat. Tuhan, jangan buat jantung ini keluar dari tempatnya.

Yoona P.O.V end

********************

Author P.O.V

Bel rumah Siwon dan Yoona berbunyi. Seorang pelayan berlari tergesa untuk membuka pintu. Pintu terbuka dan muncul lah sosok yang sekarang sedang di tunggu-tunggu oleh Siwon dan Yoona.

Tuan Cho, Mr. Choi dan Ms. Choi masuk dan berjalan menuju ke arah ruang tamu. Di sanalah kejutan yang akan Siwon tunjukkan malam ini. Yoona tersenyum dan membungkuk hormat ke arah ketiganya.

“Annyeonghaseo, selamat datang di rumah kami,” ucap Yoona ramah dan membuat ketiga orang tersebut terkejut. Mereka memandang tak percaya ke arah Yoona.

“Kakek, Appa, Eomma silahkan duduk,” ucap Yoona lagi dan mulai berjalan ke arah kakeknya. Gadis itu menggandeng tangan pria paruh baya itu dan menuntunnya duduk di sofa.

“Ini bukan mimpikan? Cubit aku sekarang yeobo,” Ms. Choi berkata kepada suaminya. Ia masih berdiri di tempat.

“Bukan yeobo, ini nyata,” jawab Mr. Choi kemudian. Siwon tersenyum melihat keterkejutan kedua orang tua nya. Ia segera menuntun kedua orang tuanya untuk duduk bersama.

“Yoona, benar ini kau? Kakek tidak bermimpi kan?” ucap Tuan Cho seraya menyentuh pipi Yoona, memastikan bahwa semuanya nyata.

“Kakek, ini benar aku. Aku sudah sembuh sekarang. Aku berterima kasih kepada Siwon, karena selama ini ia dengan sabar menemaniku,” ucap Yoona sembari tersenyum manis ke arah Siwon. Kemudian pandangannya beralih kepada mertuanya yang masih menatap tak percaya.

“Eomma, appa maafkan aku selama ini tidak bersikap sopan. Tapi eomma dan appa masih mau menerima kehadiranku di tengah-tengah keluarga kalian” Yoona bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan menuju ke arah ibu mertuanya. Yoona memeluk tubuh ibu mertuanya dengan erat.

“Aigoo Yoona-ah, aku masih tak percaya dengan kenyataan ini. Jangan berkata seperti itu, kami dengan tulus menerima kehadiranmu di tengah-tengah keluarga kami,” Ms. Choi berkata sembari mengelus rambut panjang Yoona, sayang. Cukup lama hingga Siwon mengajak mereka semua makan malam.

****************

Di atas meja makan yang mewah itu tersaji berbagai macam makanan yang menggugah selera. Hari ini Hong ajummah memasak menu makan malam yang sangat spesial.

Lobster saus titam yang di taburi biji wijen di atasnya. Daging tumis dengan paprika tiga warna. Sup kepiting dengan campuran daging cincang dan brokoli. Steam ikan salmon yang berbau pedas bercampur lada hitam. Dumpling daging giling goreng. Chicken rollade yang disiram dengan saus pedas berisi kacang polong. Spinach ball yang digoreng kering. Serta kimchi sebagai menu yang tak pernah tertinggal. Sebagai dessert Hong ajummah menyiapkan toblerone mud cake dan salad buah.

Di meja makan yang berbentuk oval itu, Siwon duduk bersebelahan dengan Yoona. Di depan mereka duduk Mr.Choi dan Ms. Choi. Sedangkan di samping kanan Yoona duduk Tuan Cho yang sedang melahap makanan dengan tenang. Mereka tampak menikmati menu makan malam tersebut.

Suasana yang tercipta sekarang hening. Yang terdengar hanyalah suara sendok dan garpu yang beradu di atas piring mereka masing-masing.

“Jadi, kapan kalian akan memberikan kami seorang cucu?” suara Ms.Choi memecang keheningan. Ucapannya barusan membuat Yoona tersedak. Cepat-cepat Siwon memberikan segelas air kepadanya.

“Gwenchana Yoona-ah?” tanya Ms.Choi khawatir. Yoona menjawab dengan anggukan pelan. Semua yang ada di ruangan itu melihat perubahan raut wajah Yoona yang sekarang bersemu merah.

“Kalian harus secepatnya memberikan kami seorang cucu, karena kami benar-benar sudah tidak sabar,” Kini suara Mr.Choi setengah menuntut.

“Ne appa, kami akan berusaha. Tapi semuanya butuh proses, jadi aku mohon kalian untuk bersabar,” ucap Siwon seraya menggenggam tangan Yoona dan tersenyum manis.

Selesai acara makan malam tersebut, Yoona dan Siwon mengantar mertua serta kakeknya sampai ke halaman rumah. Sebelum beranjak pulang, Ms. Choi berbisik ke Yoona. Ia berkata bahwa Yoona harus berusaha keras untuk memberikan keturunan untuk keluarga mereka. Nampaknya, Ms. Choi benar-benar tak sabar ingin menimang seorang cucu.

*****************

Yoona merebahkan badannya di atas ranjang. Di sebelah kanannya, Siwon menatapnya dan menangkap setiap gerak-gerik yang di lakukan oleh Yoona.

Yoona menatap Siwon sekilas, kemudian merapikan letak selimutnya.

“Selamat tidur Siwon-ssi. Semoga mimpi indah,” ucapnya seraya tersenyum. Siwon membalas senyuman Yoona kemudian menariknya kedalam pelukan.

“Aku ingin kita tidur dengan posisi yang seperti ini,” ucap Siwon lembut. Yoona yang berada di pelukannya di buat menjadi gugup.

“N…ne Siwon-ssi, selamat malam,” ucap Yoona terbata-bata dan berusaha menutup kelopak matanya.

“Selamat malam, princess” Siwon mengecup kening Yoona.

Sekarang Yoona merasa nafasnya bukanlah satu-satunya bahwa ia masih memiliki nyawa. Sekarang ada Siwon yang memberikannya nafas baru sebagai kekuatan di dalam hidupnya.

Setiap jengkal wajah Yoona terus Siwon telusuri. Nafas hangat yang keluar dari hidung istrinya itu membuat degup jantungnya berlomba-lomba. Sepertinya, setiap malam ia akan mengidap penyakit Insomnia.

Bagi Siwon Yoona adalah oksigen nya. Selamanya Yoona lah yang memberikan pasokan udara untuk Siwon bernafas. Siwon telah meyakinkan hatinya, bahwa Yoona lah satu-satunya gadis yang mampu mengisi kursi takhta di dalam hatinya. Selamanya Yoona adalah princess tercantiknya.

Bintang…

Jagalah dirinya dari gelap malam…

Saat kau kelipkan cahayamu…

Berikanlah dia sebuah mimpi yang indah…

Semua mimpi tentang kisah cintaku dan dia…

Teduhkan hati dan jiwanya di saat rindu datang…

Buat ia tanpa lelah mencintaiku…

Hingga yang ada di hatinya hanya ada aku…

Karena jika ia tiada…

Maka aku akan seperti sebuah kapal besar yang kehilangan haluannya

TBC

133 thoughts on “The Wedding Blind (Part 4)

  1. yay….
    Akhirnya udh di post yg part 4…
    Chapter ini mncrtkn kyk Siwon sma Yoona honey moon…
    Skrg Yoona udh mau ngmg sm Siwon, tnggl nunggu pnya anak nih…
    Aq stju sm Ms.Choi…
    Tp tlng dong di part brkut nya buat ad konflik, jgn lurus gini aja…
    Update soon…jgn lma” thor…

    • iyaaa….kan udah ada note di atas..
      part ini memang khusus buat Yoona ama Siwon aja…
      di part selanjutnya konflik baru muncul…

      makasih yah buat komentarnya^^

      tolong tulis nama kamu di Reader Box yah ^^
      -ADMIN-

  2. ehm akhirnya part part 4 sudah dipublish juga.
    wah yoon eon dah sembuh,bagus bagus bagus.
    ihiw yoon eon malu-malu gitu tuh d suruh cepet” punya anak.
    mudah”an usulan kedua orangtua siwon n kakek yoona terkabul ya.
    malu liat wonpa kecil.

  3. wooowww ceritanya romantisss nikhh???jadi bkin iri,hhhhhe
    ditunggu ya next chapterya,tapi jangan lama2 ya onnie?????hhhheee
    pkoknya selalu di tunggu deh next chapternya y?
    dan buat cerita selanjutnya jagan sampai konfliknya berat ya???]
    hhhheheheh #maksa

    oh iya,slam kenal y?

  4. Anneyooong…
    Slam knal cingu-ya, reader baru mian hanya comment di ff yg ini…
    Janji deh lw ada ff bru akn di comment…

    Mw comment ap author?
    Hhhaha, suka suka suka suka nie ff…
    Dri awal udah bikin jatuh hati…
    Hah, buat konflik ya cingu…
    Stu lagi cepat post part slanjutnya ok? Hehe maksa

  5. annyeong^^ wah wah ada lanjutannya lagi yah🙂
    kereeen!!! akhirnya yoong eonnie sadar juga -_- rada kesel sendiri sih, ngeliat kelakuannya kyk mayat hidup gitu ._.
    tapi DAEBAK lanjutannya..!!!
    next chap, jangan ribet2 konfliknya.. kasian #eh
    lanjut lanjut lanjuut
    gomawo~

  6. akhrnya yona brsuara jg dan mrja sling mengungkapkan prasaan mrka.aku trharu waktu kluarga siwon dan kakeknya yona dtng and liat yona udh bsa ngmng.udh jd suami istri aja msh canggung tdr brng

  7. Annyeong author! Wkwk, awkward begete yah! Ini chingu-mu yang hampir 3 tahun jadi silent reader *dibacok* Muehehehehe😀 Ini fanfic favorit akuuu loooh :3 *peluk author* Krna nggk prnah komen, jdi nggk dikasi password part slnjutnya, jdi, doodoong~, finally I put a comment here! Keep writing yah my bestie, fighting! ^^

    • Chagiiiiii…
      bener-bener kaget pas approve comment mu say..ahahaha..

      Akhirnya setelah saya ceramah di sekolah tadi, kamu tobat juga yah..
      komentar pertama dong nih..🙂 seneng deh…

      Kalo koment gini bakal aku kasi deh pw part 5 nya🙂 *dasar pelit*
      FF favorit??? gamsahamnidaaaaaa..

      main-main terus yah😀 awas jadi SIDERS lagi !!

  8. senangnyaaa..
    akhirnya yoona mau bicara jugaa..
    kasian oppa siwon kalo yoona nya diem mulu..
    mau baca part 5 nya tapi keprotect,
    aku minta pass nya yaa.. ntar aku sms,,
    gomawo..🙂🙂

  9. akhirx pnantian siwon g sia2 ,,,, yoona mau ngomong jg ama si won hahaha ^.^
    yoonwon forever lanjut …. cmungudhh ya authorr hhehehe

  10. hiks😥 ff yg ini dalem bgt aothor..smp sedih baca nya..aothor jago bgt nulis na..
    di tunggu lanjutannya y aothor..
    thankyu🙂

  11. Hallo chingu, aku reader baru dsini.. Baru nemu blog ini🙂
    Maaf Ƴª chingu baru comment dsini, ntar² janji deh bkal comment, hihi🙂
    Seru chingu ceritanya..

  12. asik…..#triak skencang2x
    finaly, yoona smbuh dan mau bicara ma siwon
    mkin seru nih . . . tp part 5 ya di proteksi thor!!!
    dapat sandinya dr mana tuh??? tlg ksih tau ea? q sk bgt ff ini
    q pnasaran nih thor…

  13. yeey …, yoona oennienya udh sembuh! siwon oppa memang top deh! ngomong2, mknn waktu mkn mlmnya bikin ngiler za deh! ahaha …😀 Daebakk deh pokoknya!🙂 fighting trs ya oen …!
    next part!

  14. thor mintak pwnya ya…..ya,,,,,,,,,,,,,ya……….ya……………………..#sambil ngedipin satu mata…..genit…………

    pnsaran mungkin q telat cz mang readers baru…hehehehheehheh

    gmn cranya dspt pw?

  15. annyeoong…mf bru comment author
    crtanya mkind seruu…akhirx yoona eunnie smbuh jga
    tpi ms.choi g’ sbaran jga yach,,#Dita2p sinis Mr. Choi
    lanjt thor….

  16. keren bgt, oke bgt, sweet bgt
    6 kata itu yg dapat menggambarkan ff ini#eaa..
    masih ada lagi sih
    yg penting sih, DAEBAK!! i like it

  17. wach sudach smua terbuKa,,
    Jangan pisahkan yoonwon lagee,,,
    BersuLang bUat ksembUhan yoong*rider gila,,,,#
    Hahahahaha

  18. Waaaah,akhirnya Yoona sembuh juga,Siwon obat yg mujarab ternyata🙂
    Sepertinya part ini memang dipersembahkan untuk moment YoonWon seutuhnya,mudah”an kedepannya tidak ada masalah lagi🙂

  19. akhirnya yoona mau bicara juga + senyuman yang dlu sempat hilang sekarang telah kmbali lagh dan itu karna mu tn.choi Chukkae!! Penantian mu selama ini tidak sia”🙂 #Next chapter 5😉

  20. Pendek banget thor, mulai menanjak nih. akhirnya yoona sembuh. tinggal ngerjain orderan mertua nih hehehehe buat cucu wkwkwkwkwk

  21. kyakk.. akhirnya Yoona bisa smbuh..
    Hahahha.. Nyonya Choi kau mmbuat Yoona gugup pstinya #plakk

    wuahhh.. Konflik mana?? mana konflik??
    smpai skrang blm nemu konflik jg.. tp gpp lh.

    wuahh.. sikap siwon perfect bgt.. kekke😀

  22. Wah bahagianya lihat yoona eonni udah sembuh. Dan semoga rumah tangga mereka tetap akur seperti sekarang. Dan ngga ada kata BERANTEM….^^

  23. Akhirnya yoong sembuh jga 🙂
    ahhh Ms Choi dan Mr Choi pengen pnya cucu.. Ayo YoonWon cepat2 bkin Baby Choi yah 😀

  24. akhrnya yoona eonn mau brsuara jg dan mereka bisa
    sling mengungkapkan prasaan mrka.aku trharu waktu kluarga siwon dan kakeknya yoona dtng and liat yoona udh bsa ngmng

    Baca next chpter nya
    #semangat…..

  25. wahhhh akhirnya yoong unni bisa sembuh dari depresinya senangnya,,setuju bgt tuhh sama usalan dari ibunya wonppa untuk supaya yoonwon cpt punya anak …

  26. seneng akhirnya yoona bisa melupakan depresinya dan bisa beraktivitas dengan normal lagi,, ternyata cerita siwon tentang masa kecilnya bersama yoona membawa efek yang baik bagi kejiwaan yoona,, setidaknya sekarang yoona bisa peduli dengan dirinya sendiri dan bangkit dari keterpurukannya >< belum apa2 nyonya choi udah minta cucu aja,,wkwkwkwk makin penasaran sama ceritanya,,, lanjut next chapter😀

  27. Syukurlah Yoona sudah sembuh, ini semua berkat kesabaran Wonppa
    ceritanya benar2 buat ku menangis hbsnya segitu sbrnya wonppa menjalani hari2 dgn istrinya agar cepat sembuh
    gak menyangkanya lgi ternyata Yoona adlh wanita di masa lalu wonppa
    ternyata takdir mempertemukan mereka
    benar2 sweet bgt…

  28. soweetttttt bngt di ajak piknik pas ultah.
    ternyata siwon oppa sma yoona itu waktu kecil pernah kenal tpi sebentar pantesan yoona ngk ngeh, ahhhhh ngk sbr bca kelanjutannya

  29. akhrnya yoona mau ngomong sama siwon….engga sabar buat mereka punya anak…duh kasian kalo konfliknya berat thor…jangan berat-berat ya ngasih konfliknya…

  30. Senang banget sma part ini, yoona mulai bisa nerima siwon jd suaminya,,, q masih pnasaran dg sooyoung, berharap banget hubungan yoonwon ga ada yg gangguin

  31. Akhirnya yoona sembuh juga karna kesabaran siwon n semua perhatian siwon ke yoona trus juga karna masa lalu mereka pernah ketemu walaupun cuma sebentar.. makin penasaran kelanjutannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s