Rain Drop (Part 6)

Title: Rain Drop part  6

Author : Kim Hyera

Cast: Lee Donghae Super Junior, Jessica Jung SNSD, Yoona SNSD, Choi Siwon

Support cast: Taeyeon SNSD, Kyuhyun Super Junior, Seohyun SNSD

Genre: Romance, Friendship, Family

Rating: General

Jessica membuka matanya dengan perlahan. Sinar matahari langsung menyambutnya pagi ini. Ia mengerjapkan matanya beberapa detik sebelum benar-benar sadar dari tidurnya.

Jessica bangun dan berjalan menuju meja rias di kamarnya. Ia membenarkan tataan rambutnya yang berantakan akibat tidur nyenyaknya semalam. Jessica terdiam sebentar sambil terus merapikan rambutnya. Pikirannya melayang ke sederet acara yang akan ia jalani hari ini. Seulas senyum terukir manis di bibir tipisnya.

Ia melonjak kegirangan sambil menyanyikan lagu Good Day milik girlband favoritnya, KARA. Hari ini ia benar-benar bahagia, karena hari ini Donghae akan mengajaknya pergi ke pesta.

Sebuah acara yang telah bicarakan oleh Donghae seminggu yang lalu kepadanya. Jessica terus menyanyikan lagu kesukaannya tersebut sembari berjalan menuju lemari pakaiannya. Ia membuka pintu lemari. Matanya menelusuri setiap helai baju yang tergantung dengan rapi. Jessica mulai mengeluarkan satu-persatu baju yang ia punya. Ia mencoba mencari sehelai pakaian yang cocok  dipakainya nanti.

Tapi tak berapa lama ia terduduk di lantai. Jessica memasang wajah lemas, karena tak sehelai pakaian pun yang ia punya yang pantas untuk ia gunakan pergi ke pesta. Tak berapa lama kemudian suara kakaknya, Taeyeon terdengar memanggilnya dari luar. Dengan langkah kaki seribu ia langsung membuka pintu dan menghampiri kakaknya. Taeyeon sedang duduk di meja makan kecil di dekat dapur sembari memakan roti panggang sebagai menu sarapannya pagi ini.

Jessica mengambil tempat duduk di depan kakaknya, kemudian mulai menggigit pinggiran roti tawar yang sudah di beri selai coklat kesukaannya. Taeyeon memandang wajah lemas Jessica. Ia menyernyit heran kemudian memegang dahi adiknya tersebut.

“Kau sakit? Tapi suhu badanmu tidak panas,” ucap Taeyeon. Jessica menepis tangan kakaknya pelan.

“Aku baik-baik saja eonni,” ucapnya sambil mengunyah rotinya. Taeyeon mengangguk paham.

“Apa hari ini kau tak pergi kerja?” tanya Taeyeon. Jessica menggelengkan kepalanya. Hari ini ia mendapat libur, karena shift kerjanya di gantikan oleh Hee Jin.

“Kenapa? Kau bolos?” selidik Taeyeon. Jessica membesarkan matanya. Ia memandang kesal ke arah kakaknya.

“Aniya eonni, Hee Jin yang menggantikan shift ku hari ini. Jangan menuduhku yang tidak-tidak, aku ini pegawai teladan,” Jessica mendengus kesal membuat Taeyeon gemas.

“Arraseo!! Eisshh, jangan cemberut begitu kau semakin jelek,” ledek Taeyeon menjulurkan lidahnya mengejek Jessica. “Oh ya, jadi seharian ini kau di rumah?” lanjut Taeyeon. Jessica tersenyum manis ke arah kakaknya.

“Hari ini aku diajak pergi ke pesta. Eonni apa kau punya baju bagus yang pantas untuk di pakai ke pesta? Aku pinjam ya eonni?” ucap Jessica memasang wajah seaegyo mungkin. Taeyeon mendesah kemudian membelai rambut adiknya, sayang.

“Eonni mana punya baju yang seperti itu. Pergi ke pesta saja eonni jarang sekali, bahkan bisa di hitung dengan jari eonni menghadiri sebuah pesta. Maaf kan eonni tak bisa membelikanmu baju pesta, sekarang eonni belum gajian,” ucap Taeyeon memandang Jessica lembut dan meminta pengertian.

Jessica tahu betul bahwa kakaknya memang tidak mempunyai uang banyak sekarang. Kakaknya bukanlah seorang yang pelit dalam urusan meteri, namun jika memang sedang tidak mempunyai simpanan lebih, kakaknya itu pasti tidak berbohong. Meski sedikit kecewa, tapi Jessica mencoba mengerti keadaan kakaknya dan juga kehidupannya sekarang.

“Ah…aniya eonni, aku tidak minta beli sekarang. Aku bisa memakai pakaian yang aku punya di dalam lemari, eonni tak perlu merasa bersalah,” ucap Jessica kemudian tersenyum. Taeyeon memeluk adiknya dengan erat.

“Maafkan eonni ya…” ucap Taeyeon pelan. Jessica mengusap punggung kakaknya itu.

“Gwenchanayo eonni. Cepatlah pergi bekerja, nanti eonni terlambat,” Jessica melepas pelukan kakaknya.

Taeyeon tersenyum kemudian pergi bekerja. Sebelum pergi, ia mengingatkan Jessica untuk membawa kunci cadangan apartement mereka. Kini Jessica sendirian, ia masih memikirkan baju apa yang akan ia gunakan nanti ke pesta.

“Apa aku batalkan saja?” gumamnya kemudian mengambil ponselnya. Ia menekan sebuah nomor kemudian menunggu seseorang di sebrang sana menjawab panggilannya.

************************

Donghae masih terlelap dalam alam mimpinya. Ia terlalu lelah untuk membuka matanya. Semalam, ia lembur dan ia baru tidur beberapa jam yang lalu.

Meski sinar matahari telah menyelusup masuk menyinari kamarnya, tapi Donghae tidak peduli. Matanya tetap berat untuk terbuka. Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia membiarkan lama hingga panggilan tersebut mati dan bunyi ponselnya tidak terdengar lagi. Tapi tak berapa lama berselang ponselnya kembali berbunyi, ia tetap tak beranjak untuk mengangkat. Begitu seterusnya hingga kurang lebih tujuh kali orang disana menelpon.

Akhirnya, dengan malas Donghae menggerakkan tangannya meraih ponselnya di nakas sebelah tempat tidurnya. Donghae tak melihat nama si pemanggil dan langsung mengangkat panggilan tersebut.

“Donghae Oppa…” Suara orang diseberang dengan nada ragu. Donghae hanya bergumam.

“Oppa…ini aku Jessica. Apa kau masih tidur?” Mendengar nama Jessica sontak membuat Donghae kaget dan benar-benar tersadar dari tidurnya. Ia membuka mata dengan lebar dan berdehem beberapa kali untuk menetralkan suaranya.

“Maaf jika mengganggumu Oppa,” ucap Jessica dengan pelan. Donghae takut Jessica mematikan panggilan tersebut. Cepat-cepat ia mengeluarkan suara.

“Aniya. Aku…Ya aku baru bangun tidur. Ada apa Sica-ah?” ucap Donghae dengan nada gugup.

“Mmm…tentang pesta yang beri tahu minggu lalu..Aku…”

“Kenapa Sica? Kau jadi pergi denganku kan malam ini?” Donghae memotong kalimat Jessica, membuat gadis itu terdiam sejenak.

“Mianhae Oppa, sepertinya aku tak bisa pergi malam ini,” ucap Jessica pelan, ia takut membuat Donghae kecewa.

“Ne? Tapi kau sudah berjanji denganku minggu lalu. Memangnya ada apa Sica?” tanya Donghae dengan lembut. Jessica ragu mengeluarkan alasannya, bahwa ia tak memiliki pakaian yang pantas untuk di pakai nanti malam. Jessica terdiam cukup lama sampai suara Donghae memecah keheningan di antara keduanya.

“Maaf jika ucapanku terlalu lancang. Apa kau tak punya pakaian untuk nanti malam?” tanya Donghae hati-hati.

Tepat sekali, batin Jessica dalam hati. “Ah…ne Oppa, maafkan aku. Malam ini kau bisa pergi sendirian kan? Aku benar-benar merasa bersalah. Maafkan aku ya Oppa,” mohon Jessica. Di seberang, Donghae hanya tersenyum mendengar keluguan gadis itu.

“Omo… kau benar-benar mengecewakanku. Berikan nomor kamar apartement mu sekarang,” ucap Donghae dengan nada yang di buat-buat marah.

“Nomor apartementku? Untuk apa Oppa? Kau ingin memarahiku? Jebal Oppa, aku minta maaf” ucap Jessica panik dan tidak mengerti. Seketika Donghae tertawa terbahak-bahak, lucu mendengar ucapan Jessica.

“Sica-ah, kau ini benar-benar lugu. Aku akan menjemputmu sebentar lagi, makanya beri tahu nomor kamar apartementmu,” jelas Donghae.

“Aku kira Oppa akan memarahiku. Baiklah, nomor apartementku 145 di lantai 3,” ucap Jessica.

“Bersiap-siaplah, arraseo,” ucap Donghae langsung memutuskan panggilan tersebut. Ia beranjak menuju kamar mandi dan bersiap untuk bertemu Jessica.

Di apartementnya, Jessica tersenyum bahagia karena akan pergi bersama Donghae. Secepat kilat ia mengganti pakaiannya dengan celana jeans kesayangannya dan t-shirt lengan panjang . Rambut coklat panjangnya sengaja ia urai, karena Donghae bilang jangan terlalu sering mengikat rambutnya. Dan dapat Jessica simpulkan, bahwa Donghae suka melihat rambut panjangnya tergerai bebas. Sesuatu yang membanggakan baginya, bisa mengetahui salah satu kesukaan Donghae.

*************************

Yoona menghembuskan nafasnya pelan. Ia sedang bersiap untuk pesta pernikahannya. Padahal pestanya baru dimulai nanti malam, tapi gadis itu sudah mulai di rias sejak pagi. Siwon sengaja datang ke rumah Yoona pagi-pagi sekali untuk membangunkannya. Awalnya Yoona kesal namun, setelah mendengar semua schedul yang harus ia jalani hari ini sangat panjang, akhirnya ia hanya bisa pasrah.

Sekarang rambut gadis itu sedang di tata sedemikian rupa oleh hair staylish terkenal yang dari sebuah rumah kecantikan mahal yang di sewa oleh keluarga Siwon untuk mendandani Yoona hari ini. Yoona menatap wajah lesu nya di depan cermin besar yang ada di hadapannya. Sampai sekarang ia masih tak percaya akan menikah secepat ini.

“Nona kenapa wajahmu murung? Hari ini adalah hari yang bahagia, jadi tersenyumlah,” ucap hair staylish itu yang bername tag “Kim Jihyun”. Yoona hanya tersenyum tipis. Untuk berbicara saja ia enggan, apalagi menampakkan senyumannnya, rasanya sangat sulit di lakukan.

Di tempat lain, Siwon meneguk kopi hangat yang baru saja ia beli. Ia sedikit gugup hari ini. Hari pernikahan yang sangat ia tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Ia bahagia bisa menikah dengan Yoona. Gadis itu sudah membuatnya yakin akan pilihannya. Mungkin ini konyol, tapi sejak pertama kali Siwon bertemu Yoona ia melihat pancaran kelembutan dan kasih sayang dari mata gadis itu. Dan itu membuat yakin dan sangat-sangat yakin, bahwa ia tak salah memilih pendamping hidup.

Siwon tersenyum tipis mengingat pertemuan pertama kalinya dengan Yoona. Gadis itu minta ganti rugi karena Siwon telah menjatuhkan sebatang coklat yang tengah Yoona makan. Bahkan Yoona minta di bawakan pabrik coklat tersebut dengan marah-marah di depan umum.

Saat itu Siwon suka dengan sifat angkuh Yoona yang sangat menarik perhatiannya. Namun ketika ia melamar Yoona menjadi istrinya, tatapan gadis itu berubah terkejut, membuat Siwon semakin menyukainya. Dan tak menyangka, Yoona menyetujui lamaran Siwon.

Sampai saat ini Siwon belum bisa mengungkapkan perasaan yang berkecambuk di dalam dadanya. Perasaan yang selalu ingin Yoona berada terus di sampingnya dan selalu ingin melihat wajah Yoona. Menelusuri setiap inchi wajah mulusnya yang sempurna.

Siwon menghembuskan nafasnya panjang. Kemudian berjalan menuju ruang rias, tempat di mana ia harus bersiap-siap untuk pesta hari bahagianya nanti malam. Ia tak sabar melihat Yoona yang akan terlihat cantik dengan gaun putih dan berjalan di altar. Semoga saja acara hari ini lancar, harap Siwon dalam hati.

Author POV end

***************

Jessica POV

Aku menunggu Donghae Oppa dengan bunyi degup jantungku yang semakin tak karuan. Aku benar-benar gugup jika akan bertemu dengannya. Aku terus memandangi jam yang melingkar di tangan kananku. Tak lama bel apartement ku berbunyi, Donghae Oppa datang.

Aku merapikan rambutku sebentar lalu membuka pintu dengan perlahan. Aku mengintip dari celah pintu yang belum ku buka lebar. Benar itu Donghae Oppa. Dia benar-benar tampan hari ini. Bukan hanya hari ini, tapi setiap hari dia selalu terlihat tampan.

“Kau tak mempersilahkan aku masuk?” tanyanya dengan senyuman manisnya. Aku membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkannya masuk. Matanya sibuk menelusuri setiap sudut apartementku.

“Maaf, apartementku jelek dan tidak luas. Oppa tidak betah ya?” ucapku dengan menatapnya meminta jawaban. Ia tersenyum lalu duduk di sofa ruang tengah.

“Tidak, apartementmu rapi,” ucapnya yang masih mengamati setiap sudut tempat tinggalku ini. Aku tersenyum kaku, lalu duduk di sebelahnya. Sesaat suasana hening. Apa yang harus aku lakukan?

“Sica-ah, kau jadi kan pergi bersamaku malam ini?” tanyanya memecah keheningan. Aku menatapnya sekilas, lalu menundukkan kepalaku tak berani menatap matanya.

“Err…aku…” Suaraku tak mau keluar, entahlah aku terlalu takut untuk berbicara padanya.

“Tenang, aku akan membelikanmu gaun untuk nanti malam. Ingat kau sudah berjanji akan pergi denganku malam ini. Jadi, tidak ada kata batal, arraseo!” ucap Donghae Oppa kemudian mengelus puncak kepalaku. Aku hanya mengangguk pelan menanggapi ocehannya tadi.

“Kajja! Kita pergi sekarang” ucapnya kemudian menarik tanganku keluar. Setelah mengunci pintu apartement, aku dan Donghae Oppa berangkat ke sebuah butik.

Donghae Oppa sibuk memilih-milih gaun yang tergantung rapi. Aku hanya mengikutinya dari belakang. Mataku sibuk menelusuri setiap sudut butik ini. Pasti semua baju yang di jual disini harganya sangat mahal. Nampak sekali dari dekorasi butik ini yang mewah. Semua sudut di penuhi barang-barang yang bergaya minimalis. Kenapa Donghae Oppa mengajakku ke butik mahal seperti ini? Apa ia tak sayang mengeluarkan banyak uangnya hanya untuk sebuah gaun untukku.

“Sica-ah, ayo coba ini,” Donghae Oppa menyerahkan beberapa buah gaun ke arahku. Aku tersenyum kemudian mengambilnya dan mencobanya di kamar ganti.

Beberapa kali aku harus bolak-balik untuk mengganti gaun yang Donghae Oppa pilihkan. Komentar Dongahae Oppa beragam.

“Sica-ah, itu terlalu kebesaran.”

“Tidak! Warnanya terlalu pucat.”

“Ganti! Bagian bawahnya terlalu pendek.”

“OMO! Modelnya sudah ketinggalan zaman cepat ganti sekarang!”

Dan ini adalah gaun terakhir yang ia pilihkan untukku. Dengan langkah gontai aku keluar dari kamar ganti, dan bersiap untuk mendengar komentar dari Donghae Oppa.

“Sica-ah, sepertinya gaun itu warnanya terlalu mencolok. Cepat ganti dengan yang lain,” Lagi-lagi komentar tidak setuju yang aku dengar. Ini sudah gaun terakhir yang kucoba, dan belum ada yang pas untukku.

“Oppa, ini gaun terakhir yang kau pilihkan dan belum ada yang pas untukku. Biarkan aku memilih sendiri,” ucapku kemudian berjalan ke deretan gaun-gaun cantik.

Kutelusuri setiap deretan gaun-gaun tersebut. Mataku menangkap sebuah gaun pendek berwarna putih dengan hiasan pita berwarna hitam di bagian dadanya. Sederhana, dan aku suka. Aku mencoba gaun itu kemudian meminta pendapat dari Donghae Oppa. Kulihat ia tersenyum kemudian berjalan mendekat.

“Sangat cocok. Ternyata pilihanmu jauh lebih bagus dariku. Baiklah setelah ini kita akan ke salon,” ucapan Donghae Oppa membuatku heran. Ke salon? Untuk apa?

“Kenapa kita akan pergi ke salon Oppa? Kau ingin memotong rambutmu? Kurasa rambutmu belum terlalu panjang,” ucapku sembari memperhatikan rambut Donghae Oppa. Ku dengar Donghae Oppa terkekeh.

“Kau harus berdandan untuk nanti malam. Sudahlah jangan banyak tanya, kita berangkat sekarang,” Donghae Oppa menggandeng tanganku keluar dari butik. Ia mengendarai mobilnya pelan dengan senyuman manis yang mengembang di bibirnya.

Jessica POV end  

***********************

Author POV          

Kyuhyun memarkirkan sedan mewahnya di depan sebuah rumah besar bergaya Eropa. Pemuda itu menekan bel di pintu rumah kemudian keluarlah seorang gadis cantik dengan gaun berwarna biru muda dengan hiasan permata yang bertabur di bagian bawahnya. Semburat merah menghiasi wajah putiihnya, ketika Kyuhyun mengecup pipinya lembut.

“Kita berangkat sekarang jagi?” Kyuhyun menggandeng tangan gadisnya masuk kedalam sedan mewahnya. Kedua insan itu akan menghadiri sebuah pesta. Kyuhyun mengendarai sedannya pelan dan sesekali ia menoleh ke kanannya.

“Seohyun-ah, sepertinya pesta malam ini akan sangat meriah. Kudengar Yoona menikah dengan seorang pengusaha muda,” Kyuhyun berkata kemudian melihat reaksi Seohyun.

“Mmmm, entahlah Oppa. Aku mendengar dari banyak orang kalau Yoona eonni sedih dengan pernikahannya. Aku khawatir sekali dengannya,” Seohyun mengerucutkan bibirnya.

Gadis itu sedang mengkhawatirkan Yoona yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri. Meskipun ia baru mengenal Yoona beberapa bulan yang lalu. Namun menurut Seohyun, Yoona adalah sosok yang patut ia tiru.

Seohyun senang melihat wajah angkuh Yoona dan juga nada bicaranya yang dingin. Berbeda sekali dengannya yang terlihat lemah. Oleh karena itu, akhir-akhir ini Seohyun mulai belajar menjadi sosok yang angkuh di depan orang-orang yang tidak ia sukai. Sungguh sebuah pelajaran buruk yang tengah ia teladani saat ini.

“Sudahlah jagi jangan sedih begitu, nanti kau tampak tidak cantik lagi,” gombalan Kyuhyun mulai keluar dan sukses membuat Seohyun gugup. Sifat buaya daratnya mulai ia lancarkan.

****************

Donghae duduk tenang di sofa salon tempat Jessica di dandani. Ia sudah rapi dengan jas berwarna hitam dengan kemeja putih di dalamnya, semakin tampan karena ia menggunakan dasi kupu-kupu. Untuk mengusir rasa bosannya, ia memilih untuk membaca majalah dengan mendengarkan lantunan lagu yang terputar lewat headphone di telinganya.

Sedangkan Jessica tengah berperang dengan rasa gugupnya untuk bertemu Donghae. Ia telah selesai dari sepuluh menit yang lalu, namun masih belum berani keluar untuk bertemu Donghae. Setelah menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan, Jessica mulai melangkah keluar.

Matanya melihat Donghae yang tengah asik menganggukkan kepalanya mengikuti irama lagu dari headphonenya. Gadis itu berjalan mendekati Donghae kemudian menyentuh pundaknya. Donghae menolehkan kepalanya ke arah Jessica. Seketika air mukanya berubah terkejut. Dengan cepat ia melepaskan headphone yang terpasang di telinganya.

“Waeyo Oppa? Gaun ini tidak cocok untukku ya?” tanya Jessica. Donghae dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“Neomu yeppo. Kau sangat-sangat cantik Sica-ah,” ucap Donghae masih memperhatikan Jessica dari ujung kaki hingga kepala. Gadis yang di perhatikannya itu hanya tertunduk malu.

“Tapi, rambutmu kenapa di gelung ke atas? Bukankah di gerai lebih bagus?” kritik Donghae memperhatikan rambut panjang Jessica yang di gelung tinggi dan memperlihatkan leher jenjangnya.

“Tadi kata hair stylish nya, model rambut seperti ini lebih cocok untuk gaunku. Tapi kalau Oppa tak suka, aku bisa melepaskan ikatannya,” Jessica memegang ikatan rambutnya, namun dengan cepat tangan Donghae mencegahnya.

“Jangan, aku suka dengan rambutmu. Kajja kita berangkat, sebentar lagi acaranya akan di mulai.”

Donghae menggandeng tangan Jessica masuk ke mobilnya kemudian mereka berangkat ke pesta pernikahan Yoona dan Siwon.

*******************

Dentingan piano mulai mengalun ketika pintu gereja terbuka. Yoona berjalan anggun dengan di gandeng oleh ayahnya yang tersenyum bahagia. Di depan altar, Siwon telah menunggunya dengan jantung yang berdetak cepat. Ayah Yoona memberikan tangan Yoona kepada Siwon, mempercayainya untuk menjaga Yoona.

Mereka menghadap ke pendeta. Dan memulai mengucap sumpah pernikahan.

“Choi Siwon, apakah kau bersedia menerima Im Yoona menjadi pendamping hidupmu?”

“Ya saya bersedia,” jawab Siwon mantap.

“Im Yoona, apakah kau bersedia menerima Choi Siwon sebagai pendampingmu dan menemaninya di saat senang maupun sedih dan sehat maupun sakit?”

“Ya saya bersedia,” ucap Yoona sembari menutup matanya. Ia berdoa semoga jalan yang ia pilih saat ini adalah yang terbaik untuk hidupnya nanti. Meskipun rasa cinta tak ia rasakan di hari pernikahannya.

“Sekarang kalian telah resmi sebagai suami istri. Choi Siwon kau dapat mencium pengantin wanita,” ucap pendeta itu.

Siwon berdiri menghadap Yoona, lalu membuka penutup kepala yang menutupi wajah cantiknya. Selanjutnya Siwon mendekatkan wajahnya ke arah Yoona. Membuat nafas hangatnya berhembus pelan di depan wajah Yoona. Sebuah ciuman menyapu bibir tipis Yoona. Jantung gadis itu seakan berlomba keluar dari tempatnya.

Seketika riuh tepuk tangan dan juga sorakan bahagia terdengar di dalam gereja. Para tamu undangan turut berbahagia. Dan di barisan paling depan, Tuan Im ayah Yoona menangis bahagia melihat putrinya.

***

“Acara selanjutnya adalah para tamu undangan dipersilahkan untuk menikamati hidangan.”

Begitulah kata pembawa acara. Donghae bangkit dari duduknya membuat Jessica juga mengikutinya.

“Kau tunggu saja di sini. Biar aku yang ambilkan kau makanan,” ucap Donghae lalu melenggang pergi.

Jessica duduk sendiri sembari melihat para tamu undangan yang rata-rata adalah orang terpandang. Ia sungguh beruntung dapat hadir di acara mewah seperti ini.

Asyik menikmati sekitarnya, Jessica tak menyadari seseorang telah duduk di sampingnya. Seohyun, duduk tenang di samping Jessica dan di tangannya terdapat segelas wine.

“Annyeong eonni,” ucap Seohyun kemudian tersenyum ke arah Jessica. Raut wajah Jessica seketika berubah menjadi terkejut.

“Kau? Bagaimana bisa kau ada disini?” tanya Jessica masih tak percaya. Ia lupa bahwa Seohyun adalah seorang anak dari pengusaha penting di Korea Selatan.

“Aku?” tunjuk Seohyun pada dirinya sendiri.
“Aku di undang di acara ini. Apa eonni juga dapat undangannya?” tanya Seohyun. Jessica terdiam seketika. Ia teringat bahwa Seohyun adalah anak dari orang terpandang dan sekarang ia sedang membenci gadis ini karena peristiwa tempo hari.

“Aku…” ucap Jessica ragu. Seohyun tersenyum, senyuman yang lebih tepat di sebut seringai.

“Jadi eonni tak di undang di pesta ini? Lantas mengapa sekarang eonni berada disini? Aku tahu, eonni pasti hanya ingin numpang menikmati makanan disini kan? Sudah kuduga sebelumnya,” cecar Seohyun sembari menatap Jessica sinis. Jessica hanya dapat menahan amarahnya. Tangannya mengepal di bawah meja.

“Eonni, kau masih berhubungan dengan Kyuhyun Oppa kan? Aku peringatkan kau untuk menjauhinya sekarang atau kau akan tahu akibatnya,” ucap Seohyun dengan nada penegasan. Jessica semakin mendidih.

“Apa Kyuhyun? Aku tak berhubungan lagi dengannya, tapi dia yang memintaku untuk berhubungan lagi. Kau dengar baik-baik ya nona Seo Joo Hyun, aku tak sudi merebut pacar tersayangmu itu lagi. Aku muak melihat sifat buayanya. Kau mungkin tak tahu, bahwa di luar sana dia masih memiliki simpanan yang melebihi dirimu,” Jessica mengeluarkan kata-kata pedasnya.

“Apa katamu! Jaga bicaramu itu Jessica Jung. Kyuhyun Oppa tidak seperti itu. Jangan-jangan memang kau yang ingin dia kembali lagi! Tak akan pernah terjadi. Karena Kyuhyun Oppa adalah milikku dan selamanya hanya milikku,” Seohyun mencengkram tangan Jessica kuat membuat gadis itu meringis kesakitan.

“Lepaskan aku!” ucap Jessica mencoba memberontak melepaskan tangan Seohyun.

Jessica terus memberontak untuk melepaskan tangannya dari cengkraman Seohyun, namun usahanya itu sia-sia Seohyun semakin mengeratkan cengkramannya. Akhirnya Jessica berdiri dari duduknya dan menghempaskan kuat tangan kiri Seohyun yang mencengkram tangannya. Tindakan Jessica itu mengakibatkan wine yang berada di tangan kanan Seohyun tumpah dan membasahi gaunnya yang berwarna biru muda.

Seohyun mengerang marah sambil melihat gaunnya yang basah. Di tatapnya Jessica dengan tajam, membuat gadis itu bergidik takut. Baru kali ini ia melihat Seohyun menatapnya marah.

“Apa yang kau lakukan hah!! Lihat gaunku basah gara-gara ulahmu,” teriak Seohyun kehilangan kendali. Orang-orang yang berada di ruangan itu mulai melihat kearah mereka.

“Kau tak pantas berada disini! Bahkan kau tak mendapat undangan dan dengan nekat kau datang kesini. Berkacalah Jessica Jung! Pakaianmu, sepatumu dan semua yang kau pakai malam ini tak ada yang pantas!” Teriak Seohyun semakin naik darah dan mereka menjadi pusat perhatian.

“DASAR ORANG MISKIN!!” teriak Seohyun lebih kencang.

Tubuh Jessica bagaikan membeku. Hatinya sakit dan panas. Ia menahan amarah dan juga malu. Semua orang memperhatikannya.

“Jagi kau kenapa?” Kyuhyun menghampiri Seohyun yang mencoba membersihkan gaunnya.

“Dia yang sengaja menumpahkan ini Oppa,” jawab Seohyun dengan nada manja. Kyuhyun melihat sekilas ke arah Jessica seolah tidak saling mengenal.

“Sudahlah, ayo kota ke belakang. Biar aku yang bersihkan.”

Kyuhyun menarik Seohyun pergi. Seohyun tersenyum penuh kemenangan. Pelajaran sifat angkuh yang ia teladani dari Yoona tidak sia-sia. Sekarang ia merasa menang.

Jessica di tinggal sendiri dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Mati-matian ia menahan tangis hanya untuk menunggu Donghae datang dan menolongnya. Namun yang ia lihat, Donghae hanya berdiri mematung dan sejak tadi memperhatikan pertengkarannya dengan Seohyun.

“Dasar orang miskin. Tak tahu malu.”

“Lihatlah, ia datang tanpa di undang. Memalukan sekali.”

“Gaun yang ia pakai benar-benar tidak pantas.”

Begitulah cibiran orang-orang yang berada di sekitar Jessica. Gadis itu sudah tidak tahan, ia benar-benar di permalukan. Dengan berlari ia meninggalkan ruangan itu. Air matanya seketika tumpah. Seumur hidupnya ia tak pernah di permalukan seperti tadi.

Donghae yang melihat Jessica berlari dan segera mengejarnya. Seperti adegan di dalam sebuah drama, Donghae mengejar Jessica kemudian menggenggan tangannya.

“Ayo kita pulang,” ucap Donghae singkat kemudian menggandeng Jessica menuju mobilnya.

Di perjalanan Jessica terus menangis. Air mata gadis itu terus saja berlomba keluar. Donghae yang di sebelahnya hanya mampu terdiam dan memperhatikan. Tangis Jessica semakin pecah dan isakannya semakin terdengar. Ia terus menghapus air matanya dengan punggung tangannya.

Mobil Donghae telah sampai di depan apartement Jessica. Dengan cepat Jessica berjalan keluar dan berlari menuju kamar apartement nya. Donghae mengikutinya dari belakang. Sampai di depan pintu apartementnya, Jessica segera membuka kunci kemudian menutup pintu dengan bantingan kuat. Donghae yang berada di depan apartementnya di buat terkejut.

Di otak Donghae terus berputar kejadian pertengkaran Jessica di pesta tadi. Dongahe hanya mematung di depan pintu apartement Jessica. Tak lama ia melangkahkan kakinya pergi.

‘Mungkin Jessica perlu waktu untuk sendiri’ batinnya dalam hati.

***************

“Sica, eonni sudah menyiapkan obatmu. Jangan lupa di minum. Maafkan eonni karena tak bisa menjagamu hari ini, eonni tak bisa mengambil cuti lebih lama lagi,” Taeyeon berkata lembut sambil menatap adiknya dengan tatapan nanar.

Jessica tak menjawab ucapan kakaknya. Taeyeon memaklumi kemudian mencium kening adiknya. “Eonni, pergi dulu. Eonni janji akan pulang lebih awal,” ucap Taeyeon sebelum melangkah pergi dari dalam kamar Jessica.

Kini Jessica sendirian. Gadis itu berjalan ke arah jendela kamarnya kemudian membukanya dengan lebar. Mata gadis itu sembab dan berkantung akibat terlalu sering menangis dan juga tidak tidur semalaman.

Suhu badan gadis itu masih saja panas. Demamnya belum turun, padahal sudah seminggu. Ya. Jessica demam setelah pulang dari pesta pernikahan Yoona dan Siwon.

Entahlah penyebabnya apa. Yang jelas ia terus saja menangis dan juga tak mau bicara kepada siapa pun. Seminggu ini Jessica izin libur dari pekerjaannya.

Jessica memandangi langit yang berwarna hitam pekat. Ia tahu, sebentar lagi akan turun hujan. Saat yang paling ia benci. Musim semi kali ini lebih sering hujan. Biasanya gadis itu langsung menutup jendela kamarnya ketika air langit itu mulai jatuh ke bumi. Namun tidak kali ini, ia masih terdiam di depan jendela kamarnya dan menatap hujan yang turun semakin lebat.

Mata gadis itu kembali mengeluarkan air mata. Entah sudah berapa kali Jessica menangis namun air matanya belum juga habis dan terus saja keluar.

Jessica mendongakkan kepalanya menghadap langit. Dengan tangan yang gemetar, ia mencoba merasakan air hujan.

“Hujan lagi,” ucapnya lirih.

“Eomma, Appa sekarang hujan turun dengan deras.”

“Eomma, Appa kalian tahu aku sangat benci dengan hujan…Karena itu mengingatkanku pada kalian.”

“Eomma, Appa maafkan aku… maafkan semua kesalahanku.”

“Eomma, Appa aku terus menangis. Aku menyusahkan eonni. Maafkan aku eomma…appa.”

“Kapan kalian akan menjempuku kesana? Aku ingin kita berkumpul bersama lagi seperti dulu.”

“Aku ingin bersama kalian sekarang. Aku ingin pergi dari dunia ini sekarang. Aku sudah lelah. Aku terus menyusahkan orang lain. Aku terus membuat masalah. Dan aku juga di permalukan. Aku ingin pergi sekarang…”

“Eomma, Appa aku merindukan kalian. Sangat-sangat merindukan kalian. Eomma, Appa jemput aku sekarang. Bawa aku bersama kalian…eomma…appa…aku…”

Jessica tak mampu mengeluarkan kata-katanya lagi. Rasa sesak di dadanya semakin terasa. Rasa sakit dan juga rindu kepada orang tua nya kini berkecambuk di dalam dada nya. Gadis itu menangis sejadi-jadi nya. Memanggil nama ayah dan ibu nya tanpa henti.

****************

Donghae memarkirkan mobilnya di depan toko roti tempat Jessica bekerja. Kemudian ia berjalan masuk dan mengedarkan pandangannya ke penjuru toko. Keadaan masih sangat sepi, hanya beberapa karyawan yang sedang membersikan toko tersebut.

“Permisi tuan ada yang bisa saya bantu?” Suara seseorang membuat Donghae menoleh. Seorang karyawan menyapanya dengan ramah. Donghae tahu namanya Park Hee Jin, itu tertulis dari name tag yang tersemit di seragamnya.

“Aku mencari Jessica. Apa dia masuk hari ini?” tanya Donghae. Seketika raut wajah Hee Jin berubah menjadi lesu.

“Jessica izin tidak bekerja. Ia sakit sejak seminggu yang lalu,” ucap Hee Jin yang membuat Donghae terkejut.

“Ia tak bisa di hubungi. Ponselnya selalu saja  mati,” lanjut Hee Jin.

Ucapan Hee Jin tadi sudah cukup untuk menjawab rasa penasaran Donghae. Setelah mengucapkan terima kasih, ia segera mengemudikan mobilnya ke arah apartement Jessica.

Ia berdoa di dalam hati, semoga Jessica baik-baik saja.

***************

Jessica merebahkan badannya di atas sofa. Wajahnya pucat dan matanya semakin sembab setelah menangis tadi. Jessica mencoba menutup matanya dan menaikkan selimut agar badannya menjadi hangat.

Jessica memegang dahi nya sendiri. Suhu badannya belum juga menurun. Ia menghembuskan nafas lelah sebelum benar-benar mencoba untuk terlelap. Ia sudah letih menangis dan menyiksa dirinya sendiri. Badannya semakin kurus akibat sakitnya dan juga nafsu makannya yang menurun drastis.

Baru saja Jessica hampir terlelap, bel apartementnya berbunyi. Ia belum juga beranjak dari posisinya. Badannya terlalu lemah untuk berjalan. Ia membiarkan bel apartement nya terus berbunyi. Ia berharap orang yang memencet bel itu menyerah kemudian pergi.

Namun itu tak terjadi. Bel apartement nya terus saja berbunyi. Dengan langkah pelan, Jessica berjalan menuju pintu. Ia memutar knop pintu dan membukanya lebar. Pandangannya datar ketika melihat sosok di depannya.

Donghae tersenyum ke arah Jessica. Namun Jessica langsung meninggalkannya masuk ke dalam apartement. Merasa di diami, Donghae berjalan masuk kemudian menutup pintu apartement Jessica. Lelaki itu duduk di sofa, tempat yang sama dengan Jessica sekarang.

“Apa kabarmu Sica? Kau terlihat kurus,” ucap Donghae memulai pembicaraan.

Kemudian ia mengulurkan tangannya ke dahi Jessica, untuk merasakan suhu badan gadis itu. Namun tangan Donghae segera di tepis oleh Jessica. Perlakuan Jessica tadi membuat Donghae terkejut dan sekarang mereka hanya saling diam.

“Kenapa kau seperti ini? Kau marah denganku?” tanya Donghae yang tak di jawab oleh Jessica. Mereka kembali diam.

“Aku tahu kau marah denganku karena kejadian waktu itu. Tapi aku heran denganmu Sica, mengapa kau tak melawannya? Kau hanya diam dan itu semakin membuatmu terpojok,” ucap Donghae yang membuat Jessica menoleh.

“Apa katamu? Melawannya? Aku masih sadar diri,” ucap Jessica dengan parau.

“Kau tak lihat? Kehadiranku di sana menjadi pusat perhatian. Kau salah mengajakku kesana Tuan Lee Donghae. Aku sadar, aku tak sederajat dengan kalian. Aku sadar bahwa aku orang miskin yang datang kesana hanya ingin menumpang menikmati  makanan, sehingga semuannya mencibirku. Aku sadar aku memang tak pantas hadir disana. Bahkan saat aku di permalukan, seorang pun tak ada yang membelaku. Semuanya hanya menonton. Asikkan menonton sebuah drama langsung?” ucap Jessica sinis.

“Aku mengaku kalau aku salah. Aku tak membelamu waktu itu. Jujur aku sendiri terkejut melihatmu di hakimi seperti itu. Maafkan aku Sica.”

Donghae menggenggam tangan dingin Jessica. Gadis itu hanya diam dan menatap datar ke arah depan.

“Tatap aku Sica.”

Donghae berbicara dengan nada lembut. Jessica tak mau menatapnya. Akhirnya Donghae memegang dagu Jessica agar gadis itu menatap ke arahnya. Mata mereka bertemu. Donghae menatap Jessica dalam. Sedangkan Jessica menatap Donghae dengan pandangan nanar, sulit di artikan.

“Saranghae…jeongmal saranghae Jessica.”

To Be Continue…

Annyeong readers!!!

Akhirnya part 6 nya publish juga. Maaf yah yang udah nunggu lama..

Oh iya..aku bener-bener minta maaf untuk You’re My Everything yang belum publish sampai sekarang. FanFic tersebut masih dalam masa proses. Jadi aku mohon kesabaran reader semua untuk menunggu. Aku gak mau asal-asalan nulisnya dan langsung di publish. Aku gak mau readers semua jadi kecewa karena hasilnya tidak maksimal, jadi sabar ya J

Buat readers yang udah berkunjung ke Blog ku ini. Tolong isi nama kalian di Reader Box ya tulisan artikel paling pertama, agar kita saling mengenal. Gak susah kok caranya. Di situ udah aku tulis syarat-syarat komentarnya gimana. So, aku tunggu komentar dari kalian. Jangan lupa..wajib isi!!!

Gamsahamnida … Saranghae J

Eh iya…ini foto Jessica eonni waktu datang ke acara nikahnya Yoona ama Siwon..

Cantik kan? Seohyun aja tuh yang iri bilang Jessica eonni jelek…hehehhehe..😀

26 thoughts on “Rain Drop (Part 6)

  1. makin seru….. lanjut… banyakin dikit dialog/adegan siwon dan yoona dong.. oya, menurutku kurang panjang… maaf ya thor banyak nunntut… mianhe..

    • makasih yah komentarnya…
      Yoona sama Siwonnya bakal saya banyakin di part selanjutnya..

      Wah masih kurang panjang nih? padahal ini udah ngehabisin 11 halaman lho…iya deh nanti saya panjangin lagi di part selanjutnya..
      gak usah ngerasa gak enak…aku gak marah kok😀
      sering-sering mampir yah !!

      tolong isi juga nama kamu di Reader’s Box..agar kita saling mengenal🙂

  2. sumpah demi apa.
    q baca part ini kesel bnget.
    apalagi ma dua couple yg sangat tidak saya inginkan *seohyun dan kyuhyun.

    itu orang di ff ini minta di gampar.
    kan kasian eonniku tercinta.
    huaaaaaaaaaaaaaaa :((

    haepa jga jaat deh ma eonniku,kan q jadi kesal pada dirimu bang.
    pokokke jessie eonni harus hidup bhagia yah…….
    sedih>,<

  3. Huuaaa seo kau jahat sekali sama jessica hiks..hiks..hiks… Aku pasti langsung kejer klo jadi jessica …
    Donghae babo,, knp gag belain jessica siiccchhhhh!!!!! aiisssshhh menyebalkan …
    biaron tucchhh donghae,, jessica marah emang enak :D#piissss
    Haduuuhh nyatain cinta pula,, dterima gag iia????

    Lnjt next part😉

  4. segitu cantik ih jahat banget si seohyun, eonni bener deh aku jadi benci sama kamu …. #plak kyu oppa gak tau malu banget deh eeeeh jadi aral baca part ini
    hihi cie yang udah nikah haha ~~ cepet punya anak eon

  5. Hahaha.. Iya eon sica eon cantiik.. Huuftt.. Seohyun mulutnya tajaaamm bgt… Aigoo… Pasti susah bgt nih sica eon.. Dan yoona sma seo pasti jadi sekutu…

    Whatt? Saranghaeyoo? Donghae oppa blang sarang? Hyaaaaa… Apa jawaban sica eon? Huaaaa.. Penasaraan.. Lanjut” hhe

  6. Akhrny bilang saranghae juga, ,
    hehehe.
    Aighooo. .
    Seo eonni?
    Sungguh teganya dirimu teganya dirimu. .
    #ditimpuk sandal.
    Sad bgt y part ini.
    Kshn jess eonni.
    Tp ttep keren. .

  7. Gimana ya muka seo kalau marah…kaya nya lbh serem sica eoni…hehehe
    Next part…
    Ceritanya makin seru….

  8. seohyun kok jahat banget.donghae juga kenapa ga bela jessica,kan kasihan dihina di depan orang banyak.hore…yoonwon nikah…

  9. Wah, Sica eon cantik banget ya😛, tpi kasian pas dibilang orang miskin sama Seo eon ;-(, kenapa sih Seo eon padahalkan Kyuppa udah putus sama Sica eon #emosi…..
    Selamat untuk pernikahan YoonWon ya😉.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s