You’re My Everything [Chapter 9]-END+EPILOG

Author: Kim Hyera

Title: You’re My Everything [Chapter 9]-END+EPILOG

Cast: Lee Sun Kyu(Sunny), Lee Sungmin

Other cast: Member Super Junior, SNSD

Genre: Friendship, romance, family

Rating: PG-15+

 

 

Author POV

Sungmin mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Matanya memandang lurus ke layar i-Phone nya. Ia berharap sebentar lagi i-Phone nya bergetar dan di layar touch screen nya tertulis nama “My Anae”. Ya, Sungmin tengah menunggu telepon dari Sunny. Sudah sekitar satu jam ia tak merubah posisi duduknya dan hanya menatap ke layar i-Phone nya.

Ia merasa bosan. Di dalam hatinya membatin, mungkin Sunny sedang sibuk di Jepang. Terakhir kali istrinya itu menghubunginya sekitar seminggu yang lalu itu pun hanya sebentar. Mendengar suara Sunny tak mampu mengusir rasa rindu yang berkecambuk di dalam diri Sungmin. Namun dengan sabar, ia menunggu telepon dari istrinya itu dengan bibir yang mengerucut.

Para member Super Junior tengah merayakan kemenangan mereka di cafe milik ayah Yesung. Mereka baru saja mendapat peringkat pertama di M!Countdown dengan hits terbaru mereka, Mr. Simple. Namun raut wajah gembira mereka mendadak hilang karena melihat Sungmin yang hanya duduk diam di samping sang maknae yang sibuk dengan pacar setianya, PSP.

“Sungmin-ah, kau tampak tak bersemangat. Apa kau tak senang melihat kemenangan kita?” ucap Kyuhyun tanpa memakai panggilan ‘hyung’ kepada Sungmin, sudah suatu kebiasaan.

Sungmin menoleh sekilas lalu kembali ke posisi semula. “Diamlah kau. Jangan ganggu aku!” ucap Sungmin dengan nada suara yang benar-benar lemah. Kyuhyun menaikkan bahunya kemudian kembali berkencan dengan PSP kesayangannya.

Member lain tahu bahwa Sungmin merindukan Sunny. Perpisahan mereka baru berjalan selama dua minggu. Dan waktu dua minggu itu cukup membuat Sungmin uring-uringan. Ia lebih banyak diam dan duduk termenung. Sungmin merindukan Sunny.

Selesai acara makan bersama dengan maksud merayakan kemenangan mereka, para member langsung pulang ke dorm, tak terkecuali Sungmin. Ia memilih tidur di dorm daripada apatement pribadinya yang kini tengah kosong setelah kepergian Sunny.

Di dalam mobil, Sungmin terus-terusan menghadap ke arah jendela. Ia memilih untuk kembali diam dan menikmati pemandangan malam daripada bercanda dengan para member. Sang meneger yang melihatnya hanya tersenyum tipis. Ia tahu bahwa Sungmin tengah merindukan Sunny. Padahal, sang menager punya sebuah berita yang ia yakini dapat membuat Sungmin berhenti dari tingkah uring-uringannya.

“Hei…hei tolong diam sebentar. Aku punya sebuah pengumuman. YA!” teriak sang meneger mencoba menenangkan para member yang asik dengan kegiatannya masing-masing. Setelah mendengar teriakan tersebut, suasana menjadi hening dan semua mata tertuju ke arah manager mereka.

“Aku ingin mengumumkan sesuatu. Tanggal 17 nanti kalian akan tampil bersama SNSD di KBS Love Request. Jadi aku harap kalian dapat bekerja sama. Oh ya satu lagi, SNSD akan kembali ke Seoul besok pagi,” ucap sang manager kemudian kembali menghadap ke arah jalan.

Para tersenyum bahagia mendengan pengumuman tersebut. “YA! Maknae kenapa kau senyum-senyum sendiri? Kau senang ya bisa bertemu Seohyun lagi?” goda Eunyuk kepada Kyuhyun yang kini pipinya berubah menjadi merah. Melihat itu, para member langsung tertawa.

Sungmin yang duduk di samping jendela menyunggingkan senyum bahagianya. Akhirnya, ia dapat bertemu kembali dengan Sunny. Pantas saja istrinya itu tak menghubunginya lagi. Mungkin ia ingin membuat sebuah kejutan untuk sang suami. Tapi terlambat, Sungmin telah mengetahuinya terlebih dahulu.

**********************

Pagi-pagi sekali Sungmin telah bangun. Ia bergegas berlari menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan segala urusan tentang penampilan, ia berjalan keluar kamar dan menuju dapur. Di dapur, Ryeowook sedang menata piring untuk para member. Ia sedikit terkejut dengan penampilan Sungmin yang sudah rapi pagi ini.

“Hyung mau kemana?” tanya sang enternal maknae itu sambil terus memandang Sungmin.

Sungmin tersenyum lalu mengambil piring dan menyendok nasi goreng bikinan Ryeowook yang sudah lengkap dengan telur mata sapi.

“Aku akan menjemput Sunny,” jawab Sungmin sembari mengunyah. Ryeowook membulatkan bibirnya menjadi huruf O.

Setelah selesai sarapan, Sungmin pamit pergi kepada sang leader yang baru saja keluar dari kamarnya. Dengan senyuman mengembang ia mengendarai mobil pribadinya menembus padatnya lalu lintas pagi di Seoul. Ia tak sabar ingin bertemu dengan Sunny, kemudian memeluk tubuh mungilnya dengan erat.

Sungmin mematikan mesin mobilnya, kemudian memakai kacamata dan syal sebagai alat penyamarannya. Ia berjalan menuju pintu kedatangan luar negeri. Pagi itu bandara sudah ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang kesana-kemari.

Sungmin terus memperhatikan setiap orang yang keluar dari pitu tersebut. Ia menunggu dengan sabar dan sesekali melihat jam tangannya. Namun, tak lama kemudian sembilan orang gadis manis keluar dari pintu kedatangan tersebut. Dengan pakaian yang modis dan kacamata hitam, mereka berjalan dengan anggun dan menyapa para fans yang berteriak histeris. Di balik syal nya, Sungmin tersenyum gembira. Dilihatnya Sunny yang sedang mendorong koper dan berjalan menuju manager SNSD yang telah menunggu.

Dengan buru-buru Sungmin berlari menghampiri gadis itu. Sungmin memegang lengan Sunny dan membuat Sunny terkejut.

“Ini aku,” ucap Sungmin mencoba menghilangkan raut cemas dari wajah Sunny.

Sunny memandangnya heran tapi sedetik kemudian, senyum manis mengembang di bibir nya. Sunny mengikuti langkah Sungmin yang berjalan ke arah manager SNSD kemudian meminta izin untuk membawa Sunny pulang bersamanya. Setelah mendapat izin, Sungmin dengan cepat membawa Sunny pergi sebelum para wartawan menyadari kehadiran mereka.

Di dalam mobil, Sungmin membuka kacamatanya beserta syal yang menutupi sebagian wajahnya. Di sampingnya, Sunny memandang Sungmin dengan terkejut. Gadis itu menutup mulutnya dan memasang raut wajah tidak percaya.

“Kau kenapa Sunny-ah?” tanya Sungmin heran.

“Oppa…k…kau merubah warna rambutmu,” ucap Sunny terbata.

Sungmin tersenyum mendengar ucapan Sunny. Ia memang baru saja merubah warna rambutnya dengan warna pirang dan sedikit merah. Sungmin sengaja merubah warna rambutnya, ia ingin melihat reaksi sang istri tentang penampilan barunya itu.

“Bagaimana? Kau suka?” tanya Sungmin. Sunny mengangguk mantap di sertai dengan senyum yang mengembang. “Baiklah, kita mau jalan-jalan kemana?” Sungmin bertanya sambil menghidupkan mesin mobilnya.

“Kita pulang ke apartement saja ya Oppa. Aku lelah sekali,” jawab Sunny dengan tampang aegyo nya. Sungmin gemas, kemudian ia mencubit pipi Sunny.

“As you wish, honey,” ucap Sungmin kemudian mengerlingkan matanya.

********************

Sungmin mendorong koper Sunny kedalam apartement mereka. Sunny yang masuk terlebih dulu langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah kemudian menutup matanya sejenak. Sungmin memperhatikannya kemudian berjalan mendekat. Ia mengelus pipi halus Sunny dan membuat Sunny membuka matanya.

“Apa kau mau tidur? Ini masih pagi, Sunny-ah,” ucap Sungmin masih mengelus pipi Sunny. Perlakuan Sungmin membuat jantung Sunny berdetak cepat.

“Ne Oppa, tadi aku di bangunkan pagi sekali oleh Seohyun,” ucap Sunny.

“Sunny-ah, kau tak menghubungiku selama dua minggu. Kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu,” Sungmin berkata dengan nada yang tiba-tiba berubah serius membuat Sunny terdiam sesaat.

“Maafkan aku Oppa, tapi aku tak bermaksud untuk membuatmu khawatir. Aku hanya­­­—” Sunny tak sempat menyelesaikan kalimatnya karena di potong Sungmin.

“Hanya apa? Sesibuk itu kah kau disana?” Sungmin menaikkan nada suaranya. Sunny semakin tak mengerti mengapa Sungmin tiba-tiba marah padanya.

“Oppa kau juga tak pernah menghubungiku duluan. Berarti kita impas kan?” ucap Sunny dengan nada pelan. Kaliamatnya barusan seperti menantang.
“Maafkan aku Oppa. Aku hanya ingin membuat kejutan untukmu tentang kepulanganku ke Korea,” lanjut Sunny tak  berani menatap wajah Sungmin.

“Sudah kuduga, seperti ini motifmu Sunny,” Sungmin berbicara dengan nada dingin. Nada suara yang baru pertama kalia ia keluarkan di depan Sunny.

“Aku sudah mengetahuinya Sunny-ah. Dan pada akhirnya bukan kau yang membuat kejutan untukku,” Sungmin tertawa. Sunny mendongakkan kepalanya menatap Sungmin yang masih terkekeh, gadis itu mengerutkan dahinya.

“Kau mengerjaiku ya Oppa?” teriak Sunny dengan kesal. “Aisshh…jinja,” Sunny berjalan pergi meninggalkan Sungmin yang tertawa puas.

Gadis itu mengumpat dalam hati melihat tingkah konyol suaminya. Ia memang sengaja tak menghubungi Sungmin untuk membuat kejutan, tapi kenyataannya berbalik, Sungmin yang membuatnya terkejut. Hari ini Sungmin sukses mempermainkan mood nya yang awalnya baik malah sangat baik menjadi buruk dan sangat-sangat buruk.

Sunny menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Ia menutup tubuhnya dengan selimut hingga sebatas leher. Mata indahnya menerawang ke sekeliling kamar yang telah ia tinggalkan selama dua minggu. Tanpa sadar Sunny tersenyum mengingat waktu Sungmin tidur bersamanya di kamar itu. Tapi ketika bayangan Sungmin yang mengerjainya tadi tiba-tiba datang, Sunny mengerucutkan bibirnya kesal. Ia menutup matanya mencoba tertidur. Tapi ia merasakan sebuah tangan membelai kepalanya lembut. Sunny membuka matanya, melihat Sungmin yang sudah berbaring di sampingnya. Sunny langsung membalikkan badannya agar tak menghadap Sungmin.

Sungmin tahu, bahwa istrinya masih kesal padanya. Sungmin hanya mengulum senyum dan memposisikan badannya semakin dekat ke arah Sunny.

“Ah…aku juga mau tidur,” ucapnya kemudian melirik punggung Sunny.

“Katanya tak ngantuk, tapi ikut tidur juga,” cibir Sunny yang lebih terdengar seperti gumaman.

“Mworaguyo?” tanya Sungmin penasaran. Sunny langsung menutup matanya, berpura-pura tidur. Tapi karena terlalu lelah, akhirnya ia benar-benar terlelap.

*************

Sungmin membuka matanya, ia baru terbangun. Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali untuk beradaptasi dengan cahaya di sekitarnya. Sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamarnya saat ini. Ia langsung memutar pandangannya ke arah kanan, tempat Sunny terlelap. Kosong. Sunny sudah tak berada di sampingnya.

Secepat kilat ia melompat dari atas tempat tidur dan kemudian berjalan keluar kamar. Ia ingin memastikan bahwa tadi bukanlah mimpi karena Sunny telah tidur di sampingnya.

Sungmin berjalan cepat mengitari apartement nya. Suasana tampat tinggalnya sangat lengang, hingga akhirnya ia sampai di dapur dan senyuman langsung tersungging di bibirnya. Ternyata Sunny tengah sibuk memasak. Sungmin mendekati istrinya itu kemudian memeluk pinggangnya.

“OMO,” terdengar suara Sunny yang terkejut. Ia menolehkan kepalanya ke belakang. Terlihat Sungmin yang tengah tersenyum manis. Senyuman itu sukses membuat Sunny senam jantung siang ini. Ia membiarkan Sungmin meminjam pundaknya untuk menopang kepalanya.

“Kukira semuanya hanya mimpi,” ucap Sungmin pelan.

“Apa maksudmu Oppa?” tanya Sunny tak mengerti.

“Aniya, bukan apa-apa. Kau sedang memasak makan siang?”

“Ne. Tapi hanya ramyun. Tak apa kan? Di kulkas tak ada bahan makanan sedikitpun.”

“Arraseo. Gwenchana.”

“Oppa kalau kau terus seperti ini, kita tak akan makan siang.”

“Waeyo? Memangnya aku kenapa?” tanya Sungmin polos.

“Lihatlah, dari tadi kau terus memelukku, Oppa. Dan aku tak  bisa bergerak sama sekali. Sana pergi, aku ingin memasak dulu.”

“Aisshh…arraseo. Jangan lama-lama memasaknya. Aku sudah lapar,” ucap Sungmin yang di balas cibiran oleh Sunny.

**************

“Huh…aku lelah,” Seohyun duduk lemas di lantai.

“Aku juga,” ucap Kyuhyun yang kini ikut-ikutan duduk di sebelah Seohyun. Mereka tersenyum bersama sembari menikmati dunianya sendiri. Padahal sedari tadi para member SNSD dan Super Junior tengah memandang mereka.

“Ya!Ya! Maknae, ini bukan jam istirahat. Cepat kita harus latihan kembali,” Leeteuk memarahi Seohyun dan Kyuhyun.

“Aisshhh, arraseo. Seo, ayo kita latihan lagi,” ucap Kyuhyun kemudian membantu Seohyun bangun.

Kini para member Super Junior dan SNSD tengah berlatih untuk penampilan mereka di KBS Love of Request. Mereka berlatih dengan bersungguh-sungguh.

“Baiklah, sekarang kalian boleh istirahat. Persiapkan diri kalian untuk besok. Tampilkan yang terbaik. Araseo!” ucap manager Super Junior yang di sambut dengan jawaban ‘ya’ dari seluruh member SNSD dan Super Junior.

“Sunny-ah, selesai istirahat kau mau langsung pulang?” tanya Sungmin yang duduk di sebelah Sunny. Sunny terdiam dan raut wajahnya tampak berfikir.

“Mmmm, terserah Oppa saja. Kenapa Oppa bertanya seperti itu? Malam ini Oppa tidak tidur di apartement?”

“Ne? Malam ini aku akan mengambil barang-barang ku di dorm. Jadi maksudku mengantarmu pulang dulu, setelah itu aku akan ke dorm. Jadi keputusanmu?”

“Jadi selama aku di Jepang, Oppa tidak tidur di apartement?”

“Itu…apartement terasa sepi tanpa kau. Jadi aku tidur di dorm sampai kau pulang. Kau tak marah kan?”

“Eisshh, dasar penakut,” cibir Sunny. “Baiklah, Oppa antarkan aku pulang setelah ini. Tapi jangan tinggalkan aku lama-lama, aku takut sendirian.”

“Ya! Tadi kau bilang aku penakut, tapi kau sendiri takut di tinggal sendirian di apartement. Sudahlah, kau ikut ke dorm saja, setelah itu baru kita pulang,” ucap Sungmin yang mendapat protes oleh Sunny.

“Ya! Oppa, mana bisa begitu. Tadi kau bilang aku diantar ke apartement dulu. Oppa…”

“YA! Kalian bisa diam tidak? Masalah rumah tangga jangan di bawa-bawa kesini!” teriak Yesung yang duduk di sebelah Yuri. Sungmin dan Sunny memandangnya dengan sinis.

“Baiklah jadi nanti aku akan mengantarmu pulang ke apartement dulu. Jangan teriak-teriak lagi, kau jadi jelek kalau marah.”

Sungmin tersenyum kepada Sunny, membuat jantung gadis itu berdetak cepat. Padahal senyuman itu sudah sering di lihatnya, tapi jantungnya masih saja berdetak cepat jika ia melihat senyuman manis dari bibir Sungmin.

Author POV end

*************

Sunny POV

Sungmin Oppa mengantarku pulang, setelah itu ia langsung melaju ke arah dorm Super Junior. Aku berjalan masuk ke apartement sendirian. Rasanya sepi tak ada Sungmin Oppa.

“Lee Sun Kyu,” suara seseorang memanggil nama asliku. Aku menoleh ke arah suara tersebut dan mataku mataku menagkap sosok yang aku rindukan. Eomma. Aku benar-benar merindukannya. Aku langsung berlari ke arah eomma dan memeluknya erat.

“Eomma, neomu bogoshipoyo,” ucapku masih memeluknya erat. Aku merasa tangan eomma membelai rambutku lembut. Aku sangat merindukan belai kasih eomma.

“Kenapa eomma tak memberitahu kalau mau kesini?” ucapku pura-pura kesal.

“Aigoo, kau sendiri tak memberitahu eomma kalau kau sudah pulang ke Korea. Eomma rasa kau sudah melupakan eomma dan terus bersenang-senang dengan Sungmin. Benarkan?”

“Mwoya? Kenapa eomma berbicara seperti itu? Ayo masuk eomma,” ajakku menggandeng eomma masuk ke dalam apartement.

“Sungmin kemana?” tanya eomma yang tengah duduk di meja makan.

“Sungmin Oppa pergi ke dorm sebentar. Katanya dia mau mengambil barang-barangnya yang tertinggal disana. Ini eomma,” Aku membuatkan eomma secangkir teh hangat.

“Oh. Sunny-ah, kau mencintai Sungmin kan?” Eomma memandangku serius. Aku menelan salivaku ketika mendengar pertanyaan eomma.

Sekarang aku mencintai Sungmin Oppa, sangat mencintainya. Tapi aku malu mengakuinya di depan eomma.

“Sunny-ah, jawab pertanyaan eomma,” Eomma menggenggam tanganku erat.

Aku menganggukkan kepalaku pelan kemudian menunduk. Aku malu.

“Jinjayo? Aigoo eomma senang sekali. Sunny-ah tak sia-sia eomma menikahkanmu dengan Sungmin. Aku harus menelpon nyonya Lee dan memberitahunya tentang berita bagus ini,” pekik eomma senang sembari meloncat girang. Aku hanya memandangnya dengan terdiam. Eommaku ini heboh sekali.

“Eomma, kecilkan suaramu. Nanti penghuni yang lain terganggu,” ucapku menarik tangan eomma untuk tenang.

“Aku terlalu bahagia Sunny-ah. Jadi kapan kau akan memberikan eomma seorang cucu?” Lagi-lagi aku menelan salivaku.
“Apa kau dan Sungmin sudah melakukannya?” tanya eomma lagi.

“Maksud eomma apa? Aku tidak mengerti,” ucapku pura-pura tidak tahu dengan arah pembicaraan eomma.

“Ya! Kau ini. Kau dan Sungmin…”

Ting…tong…

Bel apartementku berbunyi dan membuat eomma tak melanjutkan kalimatnya. Aku menghembuskan nafas lega, kemudian segera beranjak untuk membuka pintu. Kulihat Sungmin Oppa datang dengan membawa sebuah tas ransel.

“Apa ada tamu?” tanyanya ketika melihat sandal eomma.

“Ne. Ada eomma di dalam,” ucapku. Kulihat Sungmin Oppa terkejut kemudian dengan cepat berjalan menuju ruang makan.

“Aigoo Sungmin-ah, eomma benar-benar merindukanmu,” Kudengar suara eomma yang terdengar bahagia sekali. Aku kembali ke ruang makan dan duduk di sebelah Sungmin Oppa.

“Eomma maafkan kami karena tidak bisa sering-sering berkunjung. Kami benar-benar sibuk sekarang,” Sungmin Oppa menggenggam tangan eomma sembari tersenyum.

“Aisshh, gwenchanayo. Eomma mengerti soal itu,” ucap eomma kemudian memandangku.
“Oh ya, eomma ingin meminta sesuatu. Kalian mau mengabulkannya kan?” tanya eomma. Aku sudah tahu dengan permintaannya ini.

“Apa itu eomma? Kami pasti mengabulkannya,” Sungmin Oppa berkata dengan sungguh-sungguh. Aku tak siap mendengarnya.

“Eomma ingin kalian memberikan kami seorang cucu. Aku dan juga Keluarga Lee sudah tak sabar ingin menggendong seorang cucu,” mohon eomma kepadaku dan juga Sungmin Oppa.

Sungmin Oppa menolehkan kepalanya kearahku. Aku hanya tersenyum kaku.

“Baiklah, kami akan mengusahakannya eomma.”

Ucapan Sungmin Oppa membuat eomma tersenyum bahagia.

“Aku rasa ini sudah semakin larut. Aku pamit pulang dulu,” Eomma bangkit dari duduknya. Aku dan Sungmin Oppa mengikutinya.

“Biar aku antar eomma pulang,” tawar Sungmin Oppa. Eomma tersenyum kemudian membelai rambut Sungmin Oppa lembut.

“Eomma kesini dengan Pak Jung. Dia sudah menunggu di bawah. Kalian istirahatlah.”

Eomma berjalan menuju pintu. Aku segera membukakan pintu untuk eomma.

“Jangan lupa, cepat berikan kami seorang cucu,” ucap eomma mengingatkanku dan juga Sungmin Oppa. Aku hanya tersenyum dan Sungmin Oppa menganggukkan kepalanya.

Setelah eomma pulang, aku langsung masuk ke dalam kamar. Sungmin Oppa mengikutiku dari belakang.

“Sunny-ah,” panggil Sungmin Oppa ketika aku selesai mengganti pakaian.

“Waeyo Oppa?” tanyaku kemudian berjalan menuju tempat tidur.

“Tentang ucapan eomma tadi. Apa kau sudah siap?” tanya Sungmin Oppa menatap mataku dalam. Aku hanya terdiam. Aku bingung harus menjawab apa.

“Aku…” ucapku menggantungkan kalimatku.

“Sudahlah, tak usah di fikirkan. Ayo kita tidur, besok adalah hari yang melelahkan.”

Sungmin Oppa tidur sambil memelukku. Aku dapat mendengarkan detak jantungnya. Aku menutup mataku kemudian terlelap di pelukannya.

Sunny POV end

**************

Author POV

KBS Love of Request berjalan dengan lancar. Setelah turun dari panggung, member SNSD dan Super Junior bernafas dengan lega. Begitu pula dengan Sungmin dan Sunny. Sungmin menarik tangan Sunny untuk mencari minuman. Mereka berjalan menjauhi member lain.

“Ini minumlah, kau pasti haus,” ucap Sungmin menyerahkan sebotol minuman isotonik kepada Sunny.

“Gomawo Oppa.”

“Haahh, sebentar lagi musim dingin,” ucap Sungmin sembari menikmati angin musim gugur yang berhembus menerpa wajahnya.

Sunny memejamkan matanya menikmati dinginnya angin yang berhembus. Sungmin memperhatikan setiap lekuk wajah gadis itu kemudian mengecup pipinya.

“Oppa…” ucap Sunny tersipu malu. Sungmin hanya tersenyum melihatnya. Tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan ada panggilan yang masuk. Dengan cepat ia mengangkat panggilan tersebut.

“Ne eomma. Besok?. Ne, akan aku usahakan untuk datang. Arraseo eomma, annyeong.”

“Siapa Oppa?” tanya Sunny penasaran begitu Sungmin mematikan panggilan tersebut.

“Tadi eomma yang menelpon. Katanya besok akan ada makan malam bersama dan kita wajib datang. Apa besok jadwalmu kosong?”

“Ya, besok jadwalku kosong. Oppa aku punya berita bagus,” ucap Sunny membuat Sungmin penasaran.
“Aku tidak pergi ke Jepang lagi. Aku akan di Korea untuk mempersiapkan album baru SNSD.”

“Jeongmal? Aigoo aku senang sekali. Berarti kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama,” Sungmin berteriak girang kemudian memeluk Sunny.

“Saranghae Sunny-ah,” bisiknya lembut di telinga Sunny.

**************

“Makan yang banyak Sunny-ah.”

“Ne, eommonim.”

Makan malam keluarga Sungmin dan Sunny berlangsung nikmat. Sungmin dan Sunny menikmati setiap hidangan yang tersaji malam ini. Selesai makan malam, mereka semua duduk di ruang santai sembari menikmati buah sebagai pencuci mulut.

“Tentang permintaanku yang kemarin, apakah kalian sudah melakukannya?” ucap eomma Sunny membuka topik pembicaraan.

Sungmin dan Sunny hanya menunduk. Mereka bingung dengan jawaban yang ingin dikeluarkan.

“Jadi kapan kalian akan memberikan kami seorang cucu?” Kini eomma Sungmin yang angkat bicara. Nampaknya kedua wanita paruh baya itu sudah benar-benar tak sabar ingin menggendong seorang cucu. Sedangkan Appa Sungmin dan Sunny hanya mengangguk setuju dengan semua ucapan istri mereka.

“Kami akan berusaha secepatnya,” ucap Sungmin pelan.

Setelah itu mereka membicarakan banyak hal, sampai akhirnya Sungmin dan Sunny pamit pulang. Sebelum pulang, kembali kedua wanita paruh baya yaitu eomma Sungmin dan juga Sunny, mengingatkan mereka agar secepatnya melakukan ‘itu’. Sungmin dan Sunny hanya dapat mengangguk, mengiyakan perkataan orang tuanya.

*************

“Apa kau belum mengantuk?” tanya Sungmin yang berdiri di samping Sunny.

“Belum Oppa. Aku ingin menikmati angin musim gugur malam ini,” ucap Sunny memandang kearah depan.

Sekarang Sungmin dan Sunny tengah berdiri di balkon kamar apartement mereka. Mereka tengah menikmati angin musim gugur yang semakin lama semakin dingin.

“Kau tak dingin Sunny-ah?” tanya Sungmin. Sunny menoleh dan wajahnya pucat.

“Sunny-ah, kau pucat sekali. Ayo masuk,” ajak Sungmin menarik tangan Sunny, namun Sunny menahannya.

“Kau bisa memelukku dan membuatku hangat Oppa,” ucap Sunny yang membuat Sungmin terkejut.

Sungmin memeluk Sunny erat, memberikan kehangatan lewat panas tubuhnya. Sunny memejamkan matanya. Pikirannya melayang kepada pembicaraan orang tuanya tadi. Ia sudah menikah cukup lama dengan Sungmin dan ia belum menjalankan tugasnya untuk memuaskan suaminya itu. Sunny mempersiapkan dirinya dengan menghembuskan nafasnya perlahan.

“Sungmin Oppa,” panggil Sunny yang dijawab Sungmin dengan gumaman.

“Tentang pembicaraan orang tua kita tadi…” ucap Sunny yang masih sedikit ragu.
“Aku sudah siap Oppa,” lanjutnya.

“Maksudmu apa Sunny-ah?” tanya Sungmin tak mengerti.

“Aku siap memberikan mereka seorang cucu. Aku sudah siap Oppa,” ucap Sunny dengan nada mantap.

Sungmin tak percaya. Ia bagaikan terbang ke awan setelah mendengar perkataan istrinya. Ia membalikkan badan Sunny dan mereka saling berhadapan.

“Saranghae Sunny-ah,” ucap Sungmin menatap Sunny dalam.

“Nado saranghae.”

Sungmin mendekatkan wajahnya ke Sunny. Hangat nafasnya berhembus lembut membuat jantung Sunny berdetak cepat. Ciuman lembut Sungmin menyapu bibir Sunny. Semakin lama, semakin dalam. Sungmin dan Sunny menyatukan cinta abadi mereka. Dan malam itu Sungmin menjadikan Sunny miliknya seutuhnya.

-THE END-

EPILOG

Sunny POV

“Eomma. Aku sudah selesai.”

Aku berjalan menuju meja makan dan melihat putri kecilku yang sedang meminum susunya.

“Aku berangkat eomma,” ucapnya kemudian menggendong tasnya. Aku tersenyum dan mengambil kotak bekalnya.

“Hati-hati ya sayang. Ini bekalmu jangan lupa di makan, arraci?” ucapku kemudian mencium kedua pipi chubby nya.

“Ne. MiSun sayang eomma,” ucapnya kemudian memeluk leherku.

“Eomma juga sayang MiSun. Cepat berangkat, nanti terlambat.”

Putri kecilku berlari kecilku keluar rumah. Ia terlihat sangat manis hari ini.

Kehidupanku kini terasa lengkap. Sekarang aku telah memiliki seorang malaikat kecil yang cantik dan menjadi pelengkap kehidupanku dengan Sungmin Oppa sekarang. MiSun adalah nama yang aku dan Sungmin Oppa berikan untuk malaikat kecil kami. Nama yang menjadi sigkatan namaku dan Sungmin Oppa.

Aku dan Sungmin Oppa memilih untuk berhenti berkarir di dunia entertaiment. Sekarang, Sungmin Oppa mengurus perusahaan ayahnya dan aku lebih memilih membuka butik dan restoran untuk mengisi waktu luang.

Tidak hanya aku dan Sungmin Oppa yang vakum, tapi beberapa member SNSD dan Super Junior juga memilih untuk tidak berkarir lagi di dunia entertaiment. Mereka telah memiliki kehidupan masing-masing.

Mungkin banyak ELF dan juga SONE yang berharap dengan couple Super Generation benar-benar menjadi nyata. Dan itu benar-benar terjadi. Aku akan menceritakan kehidupan baru mereka.

Aku mulai dari pasangan maknae, yaitu Kyuhyun Oppa dan Seohyun. Entahlah aku bingung dengan couple ini, mereka sering tertangkap kamera sedang pergi bersama. Tapi mereka mengaku hanya teman. Kurasa mereka masih malu untuk mengakui hubungan mereka yang sebenarnya.

Pasangan Jessica dan Donghae Oppa yang dulu waktu SNSD awal debut sempat panas di beritakan bahwa mereka tengah pacaran. Dan itu semua adalah benar. Dan sampai sekarang mereka menjalin kasih secara diam-diam.

Selanjutnya couple yang tak pernah terduga sebelumnya, yaitu Ryeowook Oppa dan juga Sooyoung. Entah bagaimana mereka bisa saling jatuh cinta dan sekarang sudah bertunangan. Tapi menurutku mereka cocok. Ryeowook suka masak dan Sooyoung suka makan. Pasangan yang aneh menurut banyak orang, karena sebelumnya mereka tak pernah dekat.

Lanjut ke pasangan yang menjadi The Best Couple of This Year, yaitu Siwon Oppa dan Yoona. Pasangan ini baru mempublikasikan hubungan serius mereka yang sebentar lagi akan melangkah ke jenjang pernikahan. Banyak yang iri dengan pasangan ini. Memang mereka benar-benar serasi.

Pasangan selanjutnya adalah Eunhyuk Oppa dan juga Hyoyeon yang kini tak menetap lagi di Korea. Mereka pindah ke Amerika setelah menikah dan membuka sekolah dance disana. Dance adalah bagian hidup mereka dan selamanya akan tetap begitu.

Dan yang terakhir adalah pasangan leader, yaitu Leeteuk Oppa dan juga Taeyeon. Pasangan ini benar-benar sedang bahagia. Karena, sebentar lagi Taeyeon akan melahirkan anak ketiganya. Jangan terkejut dengan anak mereka yang banyak. Kata Leeteuk Oppa, dia ingin mempunyai anak banyak karena umurnya yang sudah terlalu tua.

Dan beberapa member dari SNSD dan juga Super Junior  sedang melalukan project solo karir mereka. Meskipun kini kami telah memiliki  kehidupan masing-masing, tapi kami masih sering berkumpul bersama untuk melepas rindu.

Aku berjalan menuju kamar utama yang menjadi kamar ku dan Sungmin Oppa. Setelah kelahiran MiSun, kami membeli sebuah rumah sebagai tempat tinggal baru.

Aku membuka pintu dengan perlahan dan kulihat Sungmin Oppa yang masih tertidur pulas. Ia benar-benar lelah karena harus lembur semalaman. Aku memandang wajahnya lekat. Aku selalu suka dengan wajah polosnya yang tengah tertidur. Dari dulu hingga sekarang wajah imutnya tak pernah berubah.

Aku menyentuh pipinya berusaha membangunkannya. Kulihat matanya yang mulai bergerak dan terbuka. Ia menggeliat seperti anak kecil.

“Sunny-ah,” panggilnya kemudian menatapku.

“Bangunlah Oppa. Kau harus bekerja hari ini,” ucapku menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya.

“Aku masih ngantuk,” rengeknya seperti anak kecil. Bahkan MiSun saja tak pernah mengeluarkan rengekan seperti itu ketika aku membangunkannya.

“Eisshh, Oppa cepatlah bangun. Ini sudah semakin siang,” ucapku menarik tangannya.

Tapi tenagaku tak cukup kuat untuk menarik tangan Sungmin Oppa. Akhirnya bukan aku yang menariknya, tapi dia yang menarikku. Sungmin Oppa menjatuhkanku ke dalam pelukannya dan itu benar-benar membuatku gugup.

“Sunny-ah jangan marah-marah, ini masih pagi. Kita harus melakukan sesuatu yang manis untuk memulai hari baru,” ucap Sungmin Oppa menatapku yang berada di dalam pelukannya.

“Tapi Oppa harus bangun karena sekarang sudah semakin siang,” ucapku.

“Jangan pikirkan soal pekerjaan. Apa kau tak berfikir untuk memberi MiSun seorang adik?” tanya Sungmin Oppa membelai rambutku.

“Maksud Oppa?” tanyaku tak mengerti.

“Memberinya adik Sunny-ah. Ayo sekarang kita lakukan, sebelum aku berangkat bekerja,” Aku paham dengan maksudnya sekarang. Memberi MiSun adik? Kurasa MiSun masih terlalu kecil untuk memiliki seorang adik, ia masih empat tahun.

“ANDWE! Cepat bangun dan sarapan.”

Aku menolak tegas kemudian keluar dari pelukan Sungmin Oppa. Kudengar ia memohon dengan nada aegyonya.

Sungguh aku tak mau semuanya berakhir. Aku berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikanku kehidupan yang indah sekarang. Juga kepada orang tuaku yang telah mempertemukanku dengan namja yang terbaik di dunia, Lee Sungmin. Dan juga kepada kakek yang berada di surga, karena tanpa perjanjian yang di buatnya aku tak akan pernah merasakan kehidupan yang amat-sangat sempurna ini.

-FIN-

 Akhirnya END juga ff ku yang bener-bener hancur ini. Maaf untuk readers yang udah nunggu lama, aku bener-bener minta maaf karena baru sempat nyelesaiin chapter ini sekarang, karena kemarin jadwal sekolah dan les yang padat benar-benar menyita waktu. Semoga gak mengecewakan yah endingnya…aku udah bener-bener total ngeluarin seluruh ideku di chapter ini…Aku Mohon KOMENTAR kalian…

THANKS TO…

My Beloved sister, Icha eonni yang udah mau ngebantuin mencari inspirasi yang selalu datang dan pergi. Buat Chintya eonni yang udah mau menjadi eonni terbaik setelah Icha eonni dan juga setia nungguin ff ini dari awal #Cium ya eonn ^^ Chin eonni: Oh, No thanks. GO AWAY! *mewek*😥

BIG THANKS to my faithful readers. Because without your comments, this FanFic wouldn’t continue or end. I really love you guys.

Gamsahamnida semuanya!!

Buat reader yang udah ngunjungin blog ku jangan lupa isi nama kalian di Reader’s Box yah tulisan paling atas, agar kita saling mengenal^^

Saranghae~ Muahhhh#cium reader satu-satu#

24 thoughts on “You’re My Everything [Chapter 9]-END+EPILOG

  1. akhir’a di post jga,
    sekian lama aQ menunggu..*Plaak..dangdutan*
    woah udh End ya.. kirain masih lama,
    pi gwenchna.. crita’a bagus bgt ko’ saeng..Happy End..^^

    jdi ngbayangin SunSun punya anak, N kehidupan SuGen di masa yg akan dtng ^o^..

    • hahaha…aku ikut dong dangdutannya eonni #Plak!! ABAIKAN!!#

      hahaha kaget yah kok tiba-tiba langsung tamat…hehehe..

      makasih pujianny yah eonni🙂

      Silahkan membayangkan yah gimana kehidupan mereka di masa yang akan datang*Bahasanya hancur!*
      hehehe..gomawo komentarnya eonni😀

  2. annyeong^^ reader lama, tapi baru post disini –v miaaanhee
    huaaaa… ternyata chapter terakhir ya, kirain masih lama..
    tapi DAEBAK.. endingnya pas..!!! happy ending, ditambah cerita couple Sugen di masa depan🙂 especially sunsun, yoonwon, sama Seokyu..
    DAEBAK..ffnya..
    ayo ayo bikin lagi ya ff SuGen cuople yang lain^^
    ditunggu ff yang lainnyaa~
    gomawo🙂 #bow

    • Hai..aku kira kamu marah sama aku gara-gara ff ini yang update nya lama..
      makasih yah komentarnya..

      Bikin Magnae couple? mmm…kayaknya gak deh..
      Baca ff aku yang SeoKyu yah..hehe🙂

  3. JINJJA????
    Dirimu ajak berantem klo gitu!!!
    Dari zaman batu sampe zaman modern, dari zaman megalithikum sampe zaman globalisasi*sejarah lagi,,, LEE SUNGMIN hanya UNTUK KU.*diganyang sunsun shipper

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s