Rain Drop (Part 7)

Title: Rain Drop part  7

Author : Kim Hyera

Cast:

  • Donghae Super Junior
  • Jessica SNSD
  • Yoona SNSD
  • Siwon Super Junior

Support cast: Taeyeon SNSD, Kyuhyun Super Junior, Seohyun SNSD, Park Hee Jin

Genre: Romance, Friendship, Family

Rating: PG-15+

******

“Kenapa kau seperti ini? Kau marah denganku?” tanya Donghae yang tak di jawab oleh Jessica. Mereka kembali diam.

“Aku tahu kau marah denganku karena kejadian waktu itu. Tapi aku heran denganmu Sica, mengapa kau tak melawannya? Kau hanya diam dan itu semakin membuatmu terpojok,” ucap Donghae yang membuat Jessica menoleh.

“Apa katamu? Melawannya? Aku masih sadar diri,” ucap Jessica dengan parau.

“Kau tak lihat? Kehadiranku di sana menjadi pusat perhatian. Kau salah mengajakku kesana Tuan Lee Donghae. Aku sadar, aku tak sederajat dengan kalian. Aku sadar bahwa aku orang miskin yang datang kesana hanya ingin menumpang menikmati  makanan, sehingga semuannya mencibirku. Aku sadar aku memang tak pantas hadir disana. Bahkan saat aku di permalukan, seorang pun tak ada yang membelaku. Semuanya hanya menonton. Asikkan menonton sebuah drama langsung?” ucap Jessica sinis.

“Aku mengaku kalau aku salah. Aku tak membelamu waktu itu. Jujur aku sendiri terkejut melihatmu di hakimi seperti itu. Maafkan aku Sica.”

Donghae menggenggam tangan dingin Jessica. Gadis itu hanya diam dan menatap datar ke arah depan.

“Tatap aku Sica.”

Donghae berbicara dengan nada lembut. Jessica tak mau menatapnya. Akhirnya Donghae memegang dagu Jessica agar gadis itu menatap ke arahnya. Mata mereka bertemu. Donghae menatap Jessica dalam. Sedangkan Jessica menatap Donghae dengan pandangan nanar, sulit di artikan.

“Saranghae…jeongmal saranghae Jessica.”

Hening. Suasana itu yang terjadi sekarang. Setelah pernyataan perasaan Donghae ke Jessica, gadis itu tak mengeluarkan suaranya. Ia terdiam, begitu juga dengan Donghae. Mata mereka masih bertemu.

Donghae menatap Jessica dalam diam, membiarkan gadis itu berada pada dunianya sendiri. Jessica masih mencerna setiap kata-kata yang tadi Donghae ucapkan. Mimpikah ini? Ia tak menyangka bahwa Donghae mencintainya. Apa itu tulus?

Kepala Jessica terasa akan meledak sekarang. Semua kejadian yang ia alami berputar secara berurutan.

Dimulai dari kekecewaannya kepada Kyuhyun yang berselingkuh. Pingsan dijalan dan siuman di kamar orang yang entah siapa namanya. Perkenalannya dengan Donghae— laki-laki yang menolongnya sewaktu pingsan. Dan rasa cinta yang tumbuh perlahan setiap bersama namja itu. Senyuman Donghae yang membuatnya berdebar. Perhatian Donghae yang membuatnya melayang. Pesta pernikahan yang ia hadiri dan membuatnya di permalukan. Sikap Donghae yang hanya diam tak membelanya sama sekali. Kerinduannya kepada ayah dan ibunya. Dan barusan pernyataan cinta Donghae yang masih di cernanya.

Kacau! Jessica mengepalkan tangannya. Ia tak sanggup untuk mengeluarkan suaranya. Rasa kesal, sedih, kecewa bergemuruh di dadanya. Padahal dulu ia selalu mengkhayal bahwa Donghae bisa membalas perasaannya.

Dan itu menjadi kenyataan sekarang. Tapi bukannya rasa berdebar yang sekarang dirasakannya. Namun rasa kecewa yang tergambar.

Jessica terlanjur kecewa dengan sikap Donghae yang menurutnya tidak peduli. Ia masih merasa kesal dengan sikap Donghae yang membiarkannya sendiri di pesta tempo hari. Ia benci seperti ini. Sisi rapuh dalam dirinya kembali keluar.

Menangis. Air mata Jessica kembali mengalir. Ingin rasanya ia berteriak di depan Donghae bahwa dirinya kecewa. Tapi Jessica bukanlah orang yang seperti itu. Jika emosinya sudah tidak bisa terkontrol, ia akan menangis untuk meluapkannya, seperti sekarang.

Jessica menangis tergugu, sedih sekali. Tangan gadis itu bergerak dan menutup mulutnya, berusaha meredam isakannya. Emosi gadis itu benar-benar kacau. Ia tak bisa mengontrol dirinya dan menangis semakin menjadi-jadi.

Donghae tak mampu berkata. Mulutnya terasa terkunci. Ia telah meyakinkan hatinya untuk memilih Jessica sebagai seorang yang mengisi hatinya. Memantapkan dirinya untuk membahagiakan Jessica hari ini dengan mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.

Biasanya seseorang akan menangis jika mendengar pernyataan cinta, menangis terharu maksudnya. Tapi Donghae tahu Jessica bukan menangis karena terharu, tapi menangis karena sedih dan entah apa lagi ia tak bisa mengungkapkan.

Donghae mengutuk semua ucapannya yang sudah menyalahkan Jessica pada kejadian di pesta waktu itu. Bodoh! Makinya pada diri sendiri. Dengan tega ia membiarkan Jessica menahan tangis di depan orang banyak. Ingin rasanya Donghae menarik kata-katanya yang menyalahkan Jessica.

“Sica— Maafkan aku.”

Hanya kalimat itu yang mampu Donghae ucapkan. Kalimat maaf yang seharusnya membuat dirinya lega. Tapi tidak! Ia semakin merasa bersalah.

Donghae merengkuh tubuh gemetaran Jessica kedalam dekapannya. Membiarkan bajunya basah oleh air mata Jessica. Sesakit itu kah perasaanmu Sica? Tanyanya dalam hati.

“Mianhae…mianhae…”Kata itu terus di ulang oleh Donghae. Ia berharap dengan perkataan maafnya yang benar-benar tulus dapat membuat gadis yang berada dalam pelukannya menjadi tenang.

Jessica melepaskan diri dari dekapan Donghae. Menghapus air matanya yang sudah sedikit surut. Namun suara isakannya masih terdengar. Ia masih belum bicara, hanya terisak dan membersihkan sisa air matanya.

“Aku minta maaf Sica,” ucap Donghae menggenggam tangannya. Jessica menatap Donghae, memperlihatkan kekecewaan yang terlukis di dalam matanya.

“Aku minta kau pulang sekarang,” ucap Jessica cukup jelas di dengar oleh Donghae.

Donghae masih diam pada posisinya. Ia ingin dapat penjelasan lebih dari kalimat Jessica.

“Aku ingin kita tak bertemu lagi, Donghae-ssi. Pikiranku semakin kacau jika harus bertemu denganmu. Aku mohon pulang sekarang,” ucap Jessica memperjelas kalimatnya tadi. Donghae masih tak bergeming dari posisinya.

“Maksudmu ini pertemuan terakhir kita?” tanya Donghae dengan suara ragu. Jessica hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Apa maksudmu Sica? Seminggu sudah kau menghilang dan itu benar-benar membuatku kacau. Aku telah memantapkan hatiku untuk menjadikanmu milikku, Sica. Aku telah mengungkapkan perasaanku— perasaan sayang dan cintaku, tapi kau masih belum menjawab. Kau hanya diam dan bilang ini pertemuan terakhir kita! Apa bukti cintaku padamu belum bisa menghapus kesalahanku? Aku tulus Sica! Saranghae…jeongmal saranghae!!” tegas Donghae kembali mengungkapkan seluruh perasaannya. Jessica mengeram dan mengepalkan tangan.

“CUKUP!!Lee Donghae!!­ Aku benar-benar muak dengan semua ini. Aku kecewa dengan semuanya. Aku rasa hidup di dunia ini tak ada gunanya lagi. Lihat! Aku banyak membuat masalah dan juga di benci orang. Dan perlu kau tahu, dengan kau mengungkapkan perasaanmu kepadaku, itu tak akan membuatku baik-baik saja!” Jessica meluapkan semua isi hatinya. Kekesalannya dan juga kesedihannya.

“Aku mengungkapkan perasaanku denganmu benar-benar tulus Sica. Aku jatuh cinta padamu sudah lama! Lalu apa alasanmu bahwa saat aku mengungkapkan perasaanku membuatmu tak baik-baik saja? Jawab Sica!” Donghae mengguncang bahu Jessica. Membuat gadis itu menatap matanya dalam.

“Karena aku belum siap Donghae-ssi,” Jessica bicara dengan nada tegas.

Donghae melepaskan genggamannya pada bahu Jessica. Badannya terasa lemas. Ia baru saja di tolak.

“Jadi aku mohon, kau pergi sekarang,” ucap Jessica kemudian berdiri. Donghae menatapnya dengan pandangan pedih.

“Ingat Sica, aku benar-benar tulus mencintaimu. Jadi sampai kapan pun, aku akan menunggu kata ‘ya’ keluar dari bibir mu,” ucap Donghae memegang kedua pipi Jessica. Mengelusnya lembut kemudian mengecup keningnya lama. Ia ingin Jessica tahu bahwa ia sungguh-sungguh ingin menjadikan gadis itu miliknya satu-satunya.

“Aku pergi,” ucap Donghae kemudian melangkah pergi. Meninggalkan Jessica yang kembali menangis. Entah karena apa air matanya keluar lagi. Yang pasti ia tak ingin menemui Donghae dulu— mungkin dalam waktu yang lama.

*************

“Apa kau belum kenyang juga Yoona-ah? Ini sudah piring ke tiga.”

“Kenapa? Kau mau marah?”

“Aniya, tapi kalau kau tidak berhenti makan, kapan kita bisa jalan-jalan ke pantai? Cuaca hari ini sangat bagus.”

“Aisshhh…arraseo, tapi satu piring lagi ya? Setelah itu kita jalan-jalan ke pantai.”

“Mwoya? Baiklah, dasar shikshin!”

Siwon memesan seporsi ikan bakar untuk istrinya. Ini piring ke empat yang sudah di habiskan Yoona. Siwon hanya mampu menggelengkan kepalanya heran dengan kemampuan makan istrinya. Kebiasaan makan yang banyak dan itu baru Siwon ketahui saat mereka bulan madu.

Kini Siwon dan Yoona tengah menikmati paket bulan madu di Jeju, hadiah pernikahan dari orang tua mereka. Bulan madu romantis, judulnya. Namun itu tak terjadi pada kenyataannya. Yoona dan Siwon tidur satu kamar, tapi Siwon tidur di sofa dan Yoona tidur di ranjang. Sungguh menyakitkan jika di ingat bahwa sofa yang berada di dalam kamar hotel mereka tak cukup luas dan panjang untuk ukuran tubuh Siwon.

“Pelan-pelan makan nya, lihat daging ikannya jatuh dan mengotori bajumu,” ucap Siwon kemudian membersihkan dress Yoona yang banyak berceceran daging ikan yang ia makan.

“Ya Tuhan Yoona, lihatlah wajahmu itu. Benar-benar kotor, sini aku bersihkan,” ucap Siwon lagi kemudian mengambil tisu dan membersihkan wajah Yoona dari kecap. Yoona memperhatikan wajah Siwon dari dekat. Sangat tampan, batinnya. Tapi lebih tampan Donghae Oppa, lanjutnya lagi.

“Kau sudah selesai kan? Ayo kita jalan-jalan.”

Siwon mulai beranjak dari duduknya kemudian berjalan dengan menggandeng tangan Yoona. Orang-orang sekitar memandang mereka dengan tatapan kagum. Benar-benar pasangan yang serasi.

“Bisa kau lambatkan sedikit langkahmu itu Siwon? Aku kekenyangan, perutku sakit jika berjalan terlalu cepat,” rengek Yoona dengan tampang cemberut. Siwon tersenyum kemudian memperlambat langkahnya. Tadi ia terlalu tergesa-gesa untuk segera sampai di  pantai.

“Ayo kita ambil gambar sebagai kenang-kenangan,” Siwon mengarahkan kamera digital yang ia bawa ke arah Yoona yang duduk di atas pasir. Gadis itu tak mau melihat ke kamera, melainkan asik bermain pasir.

“Yoona-ah, hadap kesini,” perintah Siwon. Yoona menghiraukannya.

Dan Siwon menyerah, ia tahu bahwa istrinya adalah orang yang cukup egois. Laki-laki itu berjalan ke arah Yoona dan duduk di sebelahnya.

Yoona tak memperdulikan kehadiran Siwon. Gadis itu masih sibuk dengan pasir yang ia bentuk menjadi sebuah gundukan besar.

“ Yoona kita habiskan sore ini di sini saja ya? Kau mau kan?” tanya Siwon tanpa menoleh ke arah istrinya. Terdengar jawaban setuju dari Yoona, yang masih saja sibuk dengan mainannya.

“Selesai!” pekik gadis itu riang. Siwon segera melihat ke arah istrinya. Ternyata sedari tadi Yoona membuat sebuah gundukan pasir besar dengan di hiasi kerang-kerang di tepi nya.
“Eotte? Bagus kan!” bangga Yoona dengan karyanya. Siwon hanya tersenyum tanpa mengeluarkan suara.

“Kau mau aku buatkan juga?” tanya Yoona antusias.

“Ne? Tidak usah,” jawab Siwon singkat.

“Yoona-ah, bisa kau berhenti bermain pasir?” tanya Siwon yang sedari tadi melihat Yoona masih mengeruk pasir agar gundukan yang ia buat semakin tinggi. Siwon menerka pasti Yoona menolak permintaannya, namun sebaliknya, Yoona berhenti kemudian menatap Siwon.

“Ada apa?” tanyanya.

“Apa kau tak mau menikmati angin pantai sore ini? Ini sangat segar, coba kau rasakan,” ucap Siwon menutup matanya kemudian Yoona mengikuti.

Mereka terlarut dalam keheningan dan menikmati angin pantai yang berhembus, menerbangkan anak-anak rambut mereka. Siwon membuka matanya kemudian menatap Yoona yang masih memejamkan mata. Ia menelusuri setiap lekuk wajah Yoona.

Jantung Siwon berdetak cepat. Dengan Yoona yang berada di sampingnya saat ini, membuatnya gugup. Padahal Yoona lebih sering mengacuhkan dirinya. Lama Siwon memeperhatikan wajah Yoona, sampai gadis itu membuka mata. Keheningan masih menyelimuti mereka berdua.

“Aku masih tak menyangka bahwa sekarang aku telah menikah,” ucap Yoona pelan namun Siwon mendengarnya.

Siwon mendengar Yoona yang menghela nafas berat, kemudian menekuk kakinya yang sedari tadi terbujur.

“Dan pesta pernikahan kita sempat kacau karena—“

Siwon tak melanjutkan kalimatnya. Ia mengingat pesta pernikahannya yang sedikit terganggu dengan pertengkaran dua orang tamunya.

“Ya, aku tahu. Kacau karena Seohyun dan juga gadis yang Donghae Oppa bawa,” ucap Yoona menyambung kalimat Siwon.

“Kau kenal mereka?” tanya Siwon tak percaya bahwa pertengkaran itu berasal dari tamu undangan Yoona.

“Tentu saja, Seohyun adalah juniorku dulu di kampus dan perempuan itu— entah lah aku tak tahu namanya, dia adalah perempuan yang paling aku benci,” ucap Yoona mengepalkan tangannya. Ia mengingat Jessica yang selalu berada di dekat Donghae.

“Mengapa kau membencinya?” tanya Siwon lagi.

“Karena ia merebut Donghae Oppa dariku. Dan gara-gara dia Donghae Oppa menjauhiku sekarang. Aku benci dia!” ucap Yoona dengan suara yang meninggi. Siwon yang di sampingnya masih tak mengerti.

“Donghae? Siapa itu Donghae?” tanya Siwon. Yoona terdiam sebentar sebelum mengeluarkan suaranya.

“Donghae Oppa adalah— kekasihku,” ucap Yoona dengan jeda yang cukup lama.

Siwon tersentak kaget dengan ucapan istrinya barusan. Jadi Yoona mempunyai seorang kekasih? Tanyanya dalam hati.

Ada rasa kecewa yang mulai bersarang di dalam dadanya. Sepertinya keputusannya untuk membuat Yoona jatuh cinta padanya, akan mustahil. Yoona telah memiliki orang lain yang mengisi hatinya. Cintanya bertepuk sebelah tangan.

“Kau tak keberatan kan jika aku masih berhubungan dengan kekasihku itu?” tanya Yoona memecah lamunan Siwon.

“Ah? N…ne, aku tidak keberatan,” jawab Siwon kemudian menyunggingkan senyum kaku.

“Perlu kau tahu Siwon-ssi, pernikahan ini semata-mata hanya membuat ibumu sembuh dari sakitnya. Setelah itu kita akan bercerai kan? Benar kan begitu?” tanya Yoona.

Siwon hanya diam. Sedikit pun belum pernah terlintas di kepalanya untuk bercerai dari Yoona setelah ibunya sembuh.  Ia ingin membuat sebuah keluarga yang bahagia bersama Yoona. Ucapan Yoona tadi benar-benar tak bisa ia cerna dengan baik.

Mood nya tiba-tiba kacau setelah percakapannya dengan Yoona. Padahal sore ini sunset sangat indah. Dan sayang hanya di lewati dalam diam, seperti keadaan Siwon dan Yoona.

Langit semakin gelap karena sang surya telah tertidur dan akan memulai kerjanya lagi esok hari. Namun keadaan itu masih membuat Siwon dan Yoona betah pada posisi mereka masing-masing.

Angin pantai yang berhembus dingin menerpa tubuh mereka. Siwon menatap Yoona yang maish terpaku menghadap langit. Ia tak tahu apa yang tengah istrinya itu pikirkan.

Siwon tak mau lebih lama lagi berdiam. Ia berdehem beberapa kali sebelum suara nya keluar.

“Yoona-ah, sebaiknya kita pulang. Ini sudah malam,” ucap Siwon membuat Yoona berpaling dari langit. Gadis itu bangkit kemudian berjalan mendahului Siwon.

Author P.O.V end

******

Jessica P.O.V

Aku mematut bayanganku di depan kaca meja rias di kamarku. Hari ini aku akan mulai masuk kerja lagi. Aku sudah sembuh dan juga perasaanku sudah lebih baik. Ini semua karena dukungan Taeyeon eonni.

Ku sunggingkan sebuah senyum untuk menyambut hari baru. Aku melangkah keluar kamar dan berjalan menuju dapur. Di sana, Taeyeon eonni telah menyiapkan sarapan pagi untukku. Seperti biasa, menu favoritku adalah roti tawar dengan selai cokelat.

“Sica, kau yakin akan masuk kerja hari ini?” tanya Taeyeon eonni menghentikan kunyahanku.

“Kenapa eonni? Aku sudah sembuh,” jawabku singkat. Ia hanya mengangguk paham kemudian tersenyum.

“Aku tahu kau sudah sembuh. Tapi jangan terlalu keras hari ini, aku takut kau sakit lagi,” ucap Taeyeon eonni lembut. Aku hanya mengangguk paham.

Tak lama bel apartement ku berbunyi. Aku langsung bangkit dari tempat duduk dan membuka pintu. Kulihat seorang namja yang tersenyum manis di hadapanku memperlihatkan lesung pipinya.

“Anda mencari siapa?” tanyaku.

“Aku mencari Taeng. Eh…mm..maksudku Taeyeon,” ucapnya dengan terputus-putus. Aku rasa ia sedang gugup.

“Kau mencari Taeyeon eonni?” tanyaku lagi yang di jawabnya dengan sebuah anggukan kepala.

“Baiklah. Tungg…”

Aku tak menyelesaikan kalimatku. Karena tiba-tiba Taeyeon eonni telah berdiri di sampingku dengan membawa tas kerjanya.

“Aku pergi dulu ya Sica,” ucapnya riang kemudian menggandeng tangan namja itu.

Aku melihat namja itu mencium kening Taeyeon eonni sayang kemudian berjalan menuruni tangga.

“Eonni, sepertinya kau berhutang penjelasan denganku,” gumamku kemudian tersenyum. Ternyata sekarang kakakku tak sendiri lagi.

****

Aku bersenandung riang melewati etalase toko yang menjual banyak barang. Mood ku benar-benar baik hari ini. Tak sabar aku ingin bertemu Hee Jin dan teman-temanku yang lain. Dua minggu tak bekerja membuat perasaan bersalahku kepada Nyonya Lee semakin besar. Beliau begitu baik, tak memecatku. Padahal aku adalah karyawan yang paling sering terlambat masuk dan juga izin keluar.

“Sicaaaaaaa.”

Suara itu yang aku rindukan selama dua minggu ini. Hee Jin berlari kearahku. Ia tersenyum lebar kemudian memelukku erat.

“Jeongmal bogoshipo,” ucapnya semakin mengeratkan pelukan.

“Na do, aku sangat merindukanmu Hee Jin-ah,” ucapku.

Setelah beberapa saat kami melepas kerinduan, Hee Jin melepaskan pelukannya. Senyum masih belum hilang dari bibirnya.

“Kau tahu? Selama kau sakit aku sangat kesepian,” ucapnya sambil menggembungkan pipi. Sungguh, sahabatku ini lucu sekali.

“Arra, tapi sekarang kan aku sudah sembuh,” ucaku membuatnya tersenyum kembali. “Ayo masuk. Bisa-bisa aku di marah Nyonya Lee.”

Aku menarik tangan Hee Jin masuk ke dalam toko. Para karyawan menyapaku dengan hangat. Ah, aku sangat senang hari ini.

Jessica P.O.V end

**********

Author P.O.V

Donghae duduk diam di ruangannya. Pandangannya kosong menatap laptop yang sedari tadi menyala di depannya. Pikirannya melayang kepada Jessica.

Ia sudah mati-matian melawan rasa rindunya kepada gadis itu. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Donghae semakin merindukannya.

Penolakan yang di ucapkan Jessica tak membuatnya menyerah. Ia memiliki niat untuk meminta maaf dan membuat Jessica menerimanya. Baru kali ini Donghae benar-benar menyukai seorang gadis. Tapi kali pertama itu malah membuahkan hasil yang membuatnya kecewa. Ia di tolak.

“Sica,” gumamnya pelan.

“Apa kau sudah sembuh? Aku sangat mengkhawatirkanmu,” gumamnya lagi kemudian menghembuskan nafas berat.

Tiba-tiba pintu ruang kerjanya di ketuk dari luar. Nicole, sekretarisnya masuk dengan menenteng sebuah map.

“Sajangnim, ini data saham kita,” ucap Nicole kemudian membuka map itu. Donghae hanya memandangnya malas.

“Anda bisa menandatanganinya disini,”ucap Nicole lagi.

“Aku tahu. Bisa kau keluar, aku ingin sendiri,” ucap Donghae dingin. Nicole menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari ruangan Donghae setelah sebelumnya membungkuk hormat.

“Aku harus bertemu dengannya sore ini,” ucap Donghae mantap.

Ia tersenyum membayangkan wajah Jessica yang menyapanya nanti. Padahal ia tak tahu bahwa Jessica belum mau bertemu dengannya. Tapi apa salahnya mencoba kan? Itulah prinsip Donghae.

**********

Siwon dan Yoona baru saja tiba di Seoul sehabis seminggu kepergian mereka berbulan madu. Kini mereka tengah berdiri di depan sebuah rumah mewah yang bergaya Kontemporer dengan banyak di tanami bunga Gardenia. Yoona memandang takjub dengan gaya bangunan rumah tersebut. Sedangkan Siwon sibuk mengeluarkan koper mereka dari bagasi mobil.

“Apa ini benar rumah baru kita?” tanya Yoona tak percaya.

“Ne. Orang tua kita bilang memang ini rumahnya. Kenapa? Kau tak suka modelnya?” ucap Siwon berjalan sambil menarik koper miliknya.

“Aniya, bukan begitu. Aku sangat suka, hanya saja apa ini tidak terlalu besar untuk kita tinggali berdua?” ucap Yoona mengikuti langkah Siwon ke teras rumah mereka yang berlantai putih bersih.

“Kita akan mempunyai anak, Yoona-ah. Jadi kurasa rumah ini cukup untuk kita dan juga anak-anak kita nanti,” ucap Siwon tak sadar dengan ucapannya. Ia membuka pintu rumah tersebut kemudian melangkah masuk meninggalkan Yoona yang masih berdiri mematung di depan pintu.

Gadis itu terkejut dengan ucapan Siwon. Sejauh itu kah pemikiran Siwon tentang masa depan rumah tangganya. Bahkan Yoona tak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Memiliki anak dan membesarkannya. Terlalu mengerikan untuk di bayangkan.

Terlalu lama berdiam diri di depan pintu, akhirnya Yoona melangkahkan kakinya masuk. Ia berjalan menelusuri setiap sudut tempat tinggal barunya.

Ia berjalan melewati ruang tamu besar dengan lima sofa berwarna hitam. Kemudian berjalan menuju ruang santai yang juga menjadi ruang televisi. Tampak TV plasma besar keluaran terbaru yang di letakkan di atas meja yang di kelilingi dengan banyak hiasan kristal. Tak lupa juga sebuah sofa besar dan juga panjang berwarna merah di letakkan di depannya.

Yoona kembali melangkahkan kakinya. Ia berjalan menuju kamar tidur. Yoona membuka salah satu pintu dengan perlahan. Sebuah kamar besar dengan sebuah tempat tidur berukuran sedang. Yoona dapat menebak bahwa ini adalah sebuah kamar tamu. Tak begitu menarik perhatiannya, akhirnya Yoona menutup pintu dan berjalan menuju pintu lain.

Yoona membuka pintu tersebut dan terlihatlah sebuah kamar dengan cat berwarna aqua blue. Kamar yang sangat nyaman dengan sebuah tempat tidur berukuran king size. Yoona tersenyum kemudian mencoba duduk di atasnya. Gadis itu menyukai design kamar tersebut. Sangat simple dan manis.

“Yoona-ah, kau sedang apa?” Suara Siwon membuat Yoona menoleh. Ia tersenyum manis kepada suaminya itu.

“Aku mau kamar ini,” ucapnya.

“Tapi ini bukan kamar utama. Kamar kita berada di atas,” ucap Siwon.

“Tapi aku mau kamar ini. Bukankah kita akan pisah kamar?” tanya Yoona memandang Siwon.

Siwon menghembuskan nafasnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Yoona.

“Ne, kau benar. Kita akan tidur di kamar yang terpisah. Baiklah, aku akan mengangkat kopermu kesini,” ucap Siwon kemudian berlalu.

*****

“Apa kau lelah?” tanya Siwon.

Yoona hanya menggeleng sebagai jawab. Kemudian kembali memandang ke depan, ke arah kota Seoul.

Sekarang mereka sedang bersantai di teras atas rumah mereka. Sebenarnya tempat ini tak pantas di sebut teras, namun lebih pantas sebagai taman. Ya, di atas rumah baru mereka terdapat sebuah taman yang banyak di tumbuhi bunga mawar berwarna peach dengan rumput hijau yang tumbuh subur dan terawat. Dari atas taman ini, pemandangan kota Seoul benar-benar terlihat indah. Apalagi jika melihatnya pada malam hari, kerlap-kerlip kota Seoul akan semakin indah.

“Angin disini terasa sangat segar,” ucap Yoona yang memejamkan matanya. Siwon hanya mengulum senyum melihat Yoona yang memejamkan matanya menikmati hembusan lembut dari angin sore.

“Yoona-ah, boleh aku menanyakan sesuatu?” ucap Siwon membuat Yoona membuka matanya.

“Apa itu penting?” tanya Yoona mengerutkan keningnya. Siwon mengangguk mantap.

“Baiklah. Kau ingin bertanya apa?” ucap Yoona akhirnya.

“Tentang kau dan juga Donghae. Apa kau sudah lama menjalin hubungan dengannya?” tanya Siwon hati-hati. Ia memperhatikan wajah Yoona yang masih memandangnya. Gadis itu menghembuskan nafasnya sebentar sebelum menjawab.

“Ya. Dia dan aku sudah lama menjalin hubungan. Dia mencintaiku dan aku mencintainya. Apa itu cukup untuk menjawab pertanyaanmu?” tanya Yoona dengan nada tak suka.

Dada Siwon serasa di hantam sebuah batu besar. Sakit dan perih. Ia hanya mampu tertunduk dan terdiam. Rasanya pernikahannya dengan Yoona memang akan berakhir pada waktunya.

Tapi sebagian hatinya berkata pernikahan ini bisa di pertahankan. Dengan membuat Yoona jatuh cinta padanya. Tapi Siwon tak tahu bagaimana caranya. Yoona telah memiliki seseorang yang mengisi hatinya.

“Mengapa kau bertanya seperti itu Siwon-ssi?” tanya Yoona menghancurkan lamunan Siwon.

“Aku hanya ingin mengetahuinya. Apa itu tak boleh?” tanya Siwon.

“Ya. Aku tak suka seseorang ikut campur dalam hal pribadi seperti pertanyaanmu tadi,” ucap Yoona membuat Siwon kembali tertohok.

“Tapi aku hanya bertanya. Apa itu salah? Bisakah kau hilangkan sifat egoismu itu?” ucap Siwon sedikit tegas.

Yoona merasa tersinggung dengan ucapannya barusan. Gadis itu memandang Siwon tajam.

“Kenapa? Kau tak suka?” tanya Yoona sinis.

“Maaf, bukan maksudku memarahimu. Tapi bisakah kau bersikap sedikit manis di depanku? Aku tak mau mencari masalah denganmu, Yoona-ah,” ucap Siwon kini dengan suara yang lebih lembut.

“Akan kucoba,” ucap Yoona singkat.

“Yoona-ah, mulai sekarang panggil aku Oppa.”

Yoona terkejut dengan kalimat Siwon.

“ Siwon Oppa maksudmu?” tanya Yoona. Siwon hanya mengangguk menjawab.

“Baiklah,” ucap Yoona berusaha bersikap manis. Siwon tersenyum manis membuat jantung Yoona berdetak.

Yoona tak mengerti dengan perasaan ini. Ia memegang dadanya, mencoba merasakan detak jantungnya. Rasa ini sudah lama tak ia rasakan. Sebuah rasa hangat yang menjalar di dalam dirinya. Apa ini efek dari senyuman Siwon? tanyanya dalam hati.

******

Donghae memandang serius ke arah tempat Jessica bekerja. Ia sudah menunggu kepulangan gadis itu hampir satu jam. Dengan sabar Donghae memperhatikan setiap orang yang keluar dari toko tersebut.

Setelah menunggu selama dua jam, akhirnya sosok yang ia tunggu keluar. Dengan cepat Donghae keluar dari mobilnya kemudian berlari menuju Jessica.

********

Jessica POV

Akhirnya pekerjaanku selesai. Aku dan Hee Jin segera mengganti pakaian kemudian. Sehabis ini, aku dan Hee Jin akan pergi bersama untuk menikmati kopi di coffe shop langganan kami.

“Kita jadi pergi kan Sica?” tanyanya kepadaku.

“Tentu saja. Aku sudah lama tak menikmati secangkir Vanilla Latte. Kajja, kita berangkat.”

Aku menggandeng tangannya keluar dari tempat kerja kami. Angin sore langsung menyambutku ketika kami sampai di luar. Sudah lama sekali rasanya aku tak menikmati angin semilir seperti ini.

“Kau tahu hari ini ada diskon jika kita juga membeli macaroni schotel disana,” ucap Hee Jin membuatku tambah bersemangat.

“Benarkah itu? Sepertinya kita bisa berhemat,” ucapku kemudian tertawa bersama.

Aku dan Hee Jin langsung melangkahkan kaki ke arah coffe shop langganan kami yang letaknya tak terlalu jauh dari tempat kerja kami. Sampai sebuah tangan menggenggam tanganku. Aku tahu ini bukan tangan Hee Jin. Segera ku tolehkan pandanganku. Dan tubuhku menegang melihat sosok yang kini berada di depanku.

“Donghae Oppa,” ucapku pelan dan menanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’. Entahlah, kata itu keluar dengan sendirinya.

“Kau mau kemana? Ayo aku antar pulang,” ucapnya kemudian langsung menarik tanganku. Tapi langsung kutepis kasar tangannya.

“Maaf Oppa. Aku sudah ada janji dengan Hee Jin. Aku pergi dulu,” ucapku kemudian membungkuk.

Aku berjalan menggandeng tangan Hee Jin. Aku tahu, sahabatku ini pasti sedang bertanya-tanya dengan sikapku yang berubah kepada Donghae Oppa. Sebelum pergi dengan Hee Jin, aku melihat Donghae Oppa yang memandangku dengan tatapan sedih. Aku tahu ia kecewa dengan sikapku. Tapi dia juga sudah mengerti dengan permintaanku waktu itu kan? Kumohon Oppa, jangan menemuiku dulu. Aku terus terbayang dengan kejadian itu.

“Sebenarnya ada apa? Mengapa sikapmu berubah kepadanya, Sica?”

Aku sudah dapat menerka pertanyaan Hee Jin. Ia pasti penasaran. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Ayolah, ceritakan padaku,” pintanya dengan wajah se-aegyo mungkin. Aku mendesah pelan sebelum memulai cerita.

Jessica POV

*******

Author POV

“Kau baik-baik saja, Yoona-ah?” tanya Siwon membuat Yoona menoleh ke arahnya.

Mereka masih tetap di taman rumah baru mereka. Menikmati hembusan angin sore dengan di temani langit yang mulai menjingga.

“Ne, aku baik-baik saja Oppa,” jawab Yoona.

“Kau tak ingin masuk? Ini sudah terlalu sore,” ucap Siwon memandang Yoona.

Yoona menghiraukan Siwon. Ia masih memandang lurus kedepan.

*******

Yoona POV

“Kau baik-baik saja, Yoona-ah?” tanya Siwon Oppa membuatku menoleh kepadanya.

Jantungku masih saja berdetak secara tak normal. Apa se-dahsyat itu efek dari senyuman Siwon Oppa? Entahlah.

“Ne, aku baik-baik saja Oppa,” jawabku sekenanya kemudian kembali memandang ke arah depan. Dan kembali berperang dengan jantungku.

“Kau tak ingin masuk? Ini sudah terlalu sore,” ucap Siwon Oppa lagi.

Aku menghiraukannya. Yang ada di kepalaku sekarang berputar semua potongan-potongan kebersamaan kami— aku dan Siwon Oppa.

Dimulai dari pertemuan pertama kami dan saat itu aku telah mengakui bahwa ia tampan. Permintaannya yang membuatku frustasi. Pernikahan kami yang benar-benar mendadak. Senyumannya. Suaranya. Perhatiannya.

Mengapa aku selalu acuh dengan semua itu? Seangkuh itu kah sifatku? Mengapa aku harus membohonginya bahwa aku menjalin hubungan dengan Donghae Oppa? Kau jahat Yoona! Dia sayang padamu!

Apa kau mau terus begini dan berpisah dengannya ketika ibunya telah sembuh? Sadarlah Yoona kau telah berbuat dosa dengan Tuhan, dengannya dan juga Appa! Yoona akui lah bahwa kau juga menyukainya. Kau menyukai senyumannya walaupun kau selalu bilang Donghae Oppa adalah yang pertama. Sadarlah Yoona kau mulai mencintainya sekarang. Jangan lepaskan dia.

Aku terus berperang dengan perasaanku sendiri. Ya. Aku harus memulai awal yang baru dan mengikhlaskan Donghae Oppa bersama gadis pilihannya. Ini tidak buruk. Siwon menyayangiku dan aku juga harus menyayanginya. Aku harus berusaha membangun kehidupan baru dengannya.

“Siwon Oppa…” panggilku pelan. Ia bergumam.

“Kita mulai semuanya dari awal,” ucapku masih dengan suara pelan.

“Maksudmu apa?” tanyanya tak mengerti. Aku menggeser dudukku semakin memdekat kearahnya.

“Aku ingin memulai kehidupan baru denganmu Oppa. Memulainya dari awal,” ucapku mantap memandang kedua manik matanya.

Kulihat sebuah pandangan tulus didalamnya. Siwon Oppa menatapku tak percaya kemudian merengkuh tubuhku kedalam pelukannya. Hangat. Pelukan ini benar-benar membuatku nyaman.

“Aku tahu ini pasti terjadi. Saranghae, Yoona-ah,” ucapnya mengusap rambutku lembut.

Mataku memanas. Setulus itukah ia menyayangiku. Mengapa aku baru menyadarinya.

Siwon Oppa meregangkan pelukannya kemudian menatapku dalam.

“Jangan menangis untuk awal baru ini,” ucapnya menghapus air mataku.

“Aku merasa bersalah dengan semua ini, Oppa. Aku jahat. Aku selalu acuh padamu. Maafkan aku,” ucapku semakin terisak.

“Sudahlah, semuanya sudah ku maafkan. Itu wajar Yoona-ah karena kita belum saling mengenal satu sama lain. Berjanjilah padaku untuk selalu berada di sampingku,” ucapnya tulus. Aku mengangguk pelan.

“Oppa, sebenarnya aku dan juga—Donghae tidak menjalin hubungan. Kami hanya teman. Aku telah berbohong padamu. Maafkan aku Oppa,” ucapku pelan kemudian menunduk.

Siwon Oppa merengkuh kedua pipiku. Membuatku kembali menatapnya. Ia tersenyum manis kepadaku. Senyuman yang membuat jantungku berdetak cepat.

“Aku sudah memaafkannya. Jangan pernah mengulanginya lagi. Karena kau telah berjanji untuk selalu bersamaku,” ucapnya kemudian mengecup keningku.

“Saranghae,” ucapku.

Ia kembali memandangku dalam. Kemudian mendekatkan wajahnya kearahku. Aku tahu yang selanjutnya terjadi. Ciuman hangatnya mendarat di bibirku. Membuat jantungku kembali berdetak secara tak normal. Ciuman lembut yang kini di landasi dengan cintaku dan juga cintanya.

To Be Continue…

Annyeooong!

Lama banget yah nungguin ff ini publish? Aku minta maaf yah. Kemarin aku sibuk sama sekolah dan juga moodku yang tiba-tiba jelek gara-gara gosip Jessica dengan Taecyeon 2PM. Huh! Kenapa sih mereka selalu di kabarin berdua? Aku gak suka!!ckckckc..

Part ini YoonWon nya banyak kan? Sengaja soalnya mereka baru mulai kehidupan baru. Ya udah deh…

DON’T FORGET!! LEAVE COMMENT AFTER READ!!!BE A GOOD READER’S OKAY😀

41 thoughts on “Rain Drop (Part 7)

  1. wowww……..ceritanya kerenn,,,hhhe
    iya nikh udah lama nunggu ff ini publish,
    aku suka banget ff nya soalnya ad pasangan YOONWON,ckckckck
    terusin deh unnie ffnya,gak sabar pngen tau next partnya???

    oh iya,ditunggu juga nih next chapter The Wedding Blindnya….
    semangat unnie untuk tetap publish dengan ff yang bagus,hhhhheheeh

  2. wes part 7 dah keluar nih.
    yeah yeah yeah.

    ehm ia sih bner nih q jga agak kesel ma gosip sica ma taec itu.
    haesicaku >,<
    tapi disini q jga kecewa nih ma bang ikan ih,tapi mdah"an haesica bisa bersatu yah^^
    waw waw siyoon romantis gitu,Yoona bagus sekali dirimu.
    relakanlah bang donghae hanya untuk sica.

    ok deh part 8 d tunggu yah chingu.
    gomawo^^

    • Sehati dan sejiwa kita..hahaha😀

      Iya kesel banget malahan..huhu kenapa bukan Haeppa yang di gosipin lagi sama Sica!!! ><

      hahaha…romantis yah??
      Doa'in aja yah HaeSica bisa bersatu lagi…
      Oke deh tunggu aja part selanjutnya yah ..Gomawooooo🙂

  3. mian aku reader baru^^ aku suka ff mu yg wedding blind tpi karna di protec aku gk bsa liat boleh aku mnta passwordnya?mian nulisnya disini

  4. ini kan cerita tentang donghae ya…kenapa aku lebih sukanya Yoona ma Siwon yaa..

    kkkkkk

    masih panjang ceritanya??ga sabar pengen baca lanjutannya..n_n

    • Eoniiii..ya ampun lama banget nih gak ngeliat eonni..sibuk yah eonn ?

      Iya eonn, ini ff nya Hesica..eonni lebih suka Yoonwon? gak papa lah..

      Masih panjang eonn, konfliknya aja baru nimbul sedikit..

      Makasih komentarnya yang eonn🙂
      Di tunggu aja yah part selanjutnya🙂

      • iya nih lumayan sibuk..heee..

        kalo lagi senggang iseng-iseng baca deh..

        kadang bacanya curi-curi waktu..
        uppsss..hahahahaha

  5. ah~ yoona kenapa baru sadar????
    tapi q salut sama siwon yang sabar banget ma sikap yoona,,,
    klo q sih g kuat ma sikap’y yg kaya gitu,, hehehehehe
    makin seru ja ceritanya,, jadi penasaran…..
    di y lanjut thor,,,

  6. Haduuhhh hub haesica malah renggang nii ..
    Tapi yoonwon mesra yyeeeeee,, akhirny yoonwon mesra2an#pllaaaaakkkk …

    Mau baca next part😉

  7. aigooo…aq suxa banget,feelny dapet bnget.xasian sica,hae jg c yg slah..yoona d awal2 ngeselin,gregetan q tadinya.tp untng az axhrnya dia sadar.yeah,axhrnya YoonWon brsatu.cingu d tnggu comebackny buat TWB ma rain drop ini..aq baru ngeh ternyata ff ini pending dr bln oxtber xmaren.?wah,yg smangat nglanjutiny cingu,aq menunggu

  8. Aigoooo….
    Ending part ini sukaaa thorrr..
    Berarti gak ada yoona yang angkuh lagi dong thoorr? Aigooo.. Semoga tidakk keke..

    Yaahhh ituuu… Kenapa sica masih marah sma hae? Hikss.. Gak liat apa hae oppa tulus gtu? Aigooo.. Sica eon bikin gemeeessss….
    Daebak buat author.. Jalan ceritanya makin seruuu *like*

  9. Kyaaaa…
    Khir ny yoonnie bsa jg brubah jd bae ma wonppa…
    Sicaonnie jgn gtu bgt dunk ma haeppa ny kn kcian…
    Ga pa bnyk yoonwon ny,, lbih bnyk lg jg q suka…

  10. Yoona eonni,
    akhrny sdar juga. .
    So sweet bgt yoonwon moment.
    Tp nyesek juga sih kalo bca haesica. .
    Blum brsatu juga ya nih couple. .
    Semoga cpet nyusul yoonwon deh. .

  11. Klu di twb yg egoi siwonya tpi klu di rain dropnya yoonanya yg egois, yeeyee sneng untungnya yoonanya udah sadar klu dia mulai cinta ama wonpa di tnggu rain drop selanjutnya udah lma bngt deh ngk kluar2 udah brp bln ya?

  12. makin menarik aja nih ff… aku suka chingu
    akhirnya yoona akuin perasaannya juga ke siwon
    mrk mulai dari awal,,, donghae berusaha dapetin jessica lagi.
    yes!!! pasti akan bnyak hal menarik nih.
    lanjutttt thor,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s