The Wedding Blind (Part 6)

Title: The Wedding Blind Part 6

 

Author :

  • Shineelover14 
  • Kim Hyera

 

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Im Yoona a.k.a Cho Yoona

 

Support Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

 

Genre : Romance,  Family

Rating : PG-15

Lenght : Sequel

 

*****

Apa yang membuatmu muncul di mataku?

Apa yang selalu membuatmu tetap muncul?

Ketika ku berbaring dan memejamkan mata…

Mengapa wajahmu yang selalu teringat?

Untuk menenangkan hatiku…

Kau tidak melalui rasa ini…

Semua telah jelas..

Ini cinta…

-Appear –Kim Bum So

 

***

Author P.O.V

Kyuhyun membuka matanya perlahan. Sinar matahari langsung menyambutnya pagi ini. Ia masih terdiam pada posisinya, terlalu malas untuk bangun. Tangannya terjulur ke nakas di sebelah ranjang untuk mengambil ponselnya. Ia membuka note jadwalnya hari ini.

“Ah, hari ini ada pertemuan dengan perusahaan Siwon Hyung,” ucapnya dengan suara serak.

Kyuhyun bangkit dari posisi baringnya kemudian berjalan menuju kamar mandi. Ia bernyanyi kecil sembari membersihkan tubuhnya. Suasana hatinya sedang bagus pagi ini.

Tak lama ia keluar dan mengeringkan rambutnya yang basah. Kyuhyun berjalan menuju lemari pakaiannya dan memilih kemeja kerja yang akan ia pakai. Pilihannya jatuh pada kemeja berwarna abu-abu yang ia padu dengan dasi berwarna hitam dan juga jas warna senada.

“Siap!” ucapnya ketika selesai memakai dasi. Sekali lagi Kyuhyun mematut bayangannya di depan cermin besar kamarnya. Ia merapikan rambut pirangnya sebentar sebelum melangkah keluar.

Di luar, Tuan Cho telah duduk di meja makan menunggu cucu kesayangannya keluar. Ia mengoleskan roti gandum dengan selai kacang favoritnya. Baru saja roti itu akan di gigit, sebuah kecupan lembut mendarat di pipi kanannya.

“Pagi kakek. Itu morning kiss dari ku.” Kyuhyun tersenyum kemudian duduk di sebelah Tuan Cho.

“Morning kiss? Sejak kapan kau sering melakukan itu?” tanya Tuan Cho kepada cucunya yang kini tengah mengoleskan selai pada rotinya.

“Sejak tadi. Kakek tidak suka?” Kyuhyun balik bertanya.

“Ah, tidak. Kakek sangat menyukainya,” ucap Tuan Cho kemudian menggigit roti nya.

“Apa kakek tahu perusahaanku berkerjasama dengan perusahaan Siwon Hyung?” tanya Kyuhyun menatap kakeknya yang tengah menyesap teh hangat.

“Benarkah? Kakek tidak mengetahuinya,” jawab Tuan Cho.

“Hari ini pertemuan pertama kami dan juga rapat diskusi untuk membantu korban bencana alam,” ucap Kyuhyun kemudian menggigit rotinya yang tinggal setengah bagian.

“Itu bagus. Kau bisa lebih dekat dengan kakak ipar mu,” ucap Tuan Cho kemudian tersenyum.

“Ya. Siwon Hyung sangat baik dan kulihat ia juga menyayangi Yoona. Ah, aku iri,” ucap Kyuhyun kemudian mengerucutkan bibirnya.

“Tentu saja. Dia adalah seorang pria yang penyayang. Eissshh, kau itu selalu saja begitu. Cepat susul Yoona, cari lah seorang pacar. Kau mau menjadi perjaka seumur hidup?” omel Tuan Cho.

“Aniya, aku mencari seorang istri bukan pacar. Kakek tunggu saja, aku akan membawanya kesini,” ucap Kyuhyun membuat Tuan Cho tergelak.

“Bukannya pacarmu ada di Amerika?” tanya Tuan Cho membuat Kyuhyun semakin cemberut.

“Aku tak tertarik dengan mereka. Aku ingin wanita Korea,” jawab Kyuhyun.

“Arraseo. Cepat bawa kemari dan kenalkan padaku,” ucap Tuan Cho akhirnya mengalah.

“Tunggu waktu yang tepat. Aku akan mengenalkannya pada kakek,” ucap Kyuhyun kemudian bangkit dari duduknya.

“Aku pergi dulu, Kek. Pertemuan pertama harus memberikan kesan baik bukan? Aku tak mau terlambat,” ucap Kyuhyun kemudian mencium pipi kiri kakeknya.

“Itu morning kiss kedua dari ku Kek,” ucap Kyuhyun kemudian tertawa. Tuan Cho hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sifat jahil cucu nya memang tidak pernah hilang.

***

Yoona menuangkan air ke gelas Siwon. Suaminya itu tengah menyantap sarapannya dengan lahap. Menu hari ini adalah nasi tim dengan rollade isi daging. Yoona sengaja membuat sarapan pagi ini dengan menu nasi. Pasalnya, suaminya itu lebih sering memakan menu American breakfast di pagi hari.

“Mau tambah lagi?” tanya Yoona.

“Tidak. Aku sudah kenyang. Masakanmu enak, Yeobo,” puji Siwon yang di balas senyuman manis dari Yoona.

“Hari ini pertemuan pertamaku dengan Kyuhyun. Ku harap semuanya lancar tanpa kendala,” ucap Siwon kemudian mamandang istrinya.

“Kau dan Kyuhyun dulu sangat dekat?” tanya Siwon.

“Ya. Kyuhyun sudah ku anggap seperti kakakku sendiri. Makanya ia selalu memangilku dengan panggilan Yoong. Ia bilang panggilan itu lucu,” ucap Yoona kemudian menatap Siwon dalam.
“Kau tak cemburu lagi kan, Yeobo?” tanya Yoona.

“Mana mungkin aku cemburu. Kau mamanggilku lebih mesra dan malam pertama kita yang—“ Siwon tak melanjutkan kata-katanya karena di potong oleh Yoona.

“Sssstttt! Jangan membicarakan tentang itu. Aku malu,” ucap Yoona kemudian menunduk. Siwon tergelak melihat istrinya.

“Kau lucu sekali Yeobo. Bukankah itu wajar terjadi?” ucap Siwon kemudian membelai rambut panjang Yoona.

“Aku tahu. Tapi tetap saja aku malu,” ucap Yoona dengan wajah yang memerah.

“Ya, ya. Aku tak akan membahasnya lagi,” ucap Siwon kemudian melihat jam tangannya.

“Aku berangkat dulu. Hari ini aku pulang sedikit sore. Kau tahu lah, rapat dengan perusahaan Kyuhyun hari ini sedikit menghabiskan waktu,” ucap Siwon.

Yoona bangkit dari duduknya kemudian mengambil jas Siwon dan memakaikannya. “Semoga semuanya lancar,” ucap Yoona kemudian membetulkan letak dasi Siwon.

“Aku berangkat. Jaga dirimu,” ucap Siwon kemudian mencium kening istrinya lama.

“Yeobo, kau mau terlambat? Cepat lepaskan ciumanmu,” tegur Yoona pada Siwon yang masih mencium keningnya. Siwon terkekeh.

“Arraseo. Aku berangkat,” ucap Siwon kemudian berjalan keluar rumah.

Yoona mendesah setelah Siwon menghilang dari pandangannya. Lagi-lagi ia di tinggal sendiri. Ia sangat kesepian saat Siwon pergi bekerja.

“Sepertinya aku harus mencari kesibukan,” ucap Yoona kemudian berjalan ke taman belakang.

***

Sooyoung melangkah tergesa-gesa begitu sampai di kantornya. Ia lupa bahwa hari ini akan ada pertemuan penting antara Siwon dan direktur dari perusahaan relasi.

Begitu sampai di meja kerjanya, Sooyoung mengambil beberapa berkas yang akan dipersiapkan untuk rapat nanti. Kemudian ia berjalan menuju ruang direksi. Sooyoung membuka gagang pintu itu perlahan. Ia tak menyangka bahwa di ruangan itu ia tak sendirian.

Sedari tadi, sepasang mata milik seorang pria menatap lekat ke arah Sooyoung yang tengah sibuk menata berkas-berkas di atas meja. Sooyoung masih tak menyadari keberadaan pemilik sepasang mata tersebut. Sampai akhirnya sebuah suara deheman membuat Sooyoung berhenti dari pekerjaannya.

“Ah, Mianhae. Aku kira di ruangan ini tak ada seorang pun selain aku,” ucap Sooyoung kemudian tersenyum.

“Gwencahanayo. Teruskan saja pekerjaanmu,” ucap seorang itu dengan suaranya yang berat. Sooyoung membungkuk kemudian kembali menyusun berkas milik Siwon di meja rapat.

Tak lama kemudian Siwon datang dan membuat Sooyoung menghentikan pekerjaannya sekali lagi.

“Selamat pagi sajangnim. Berkas-berkas yang anda butuhkan telah saya siapkan,” ucap Sooyoung dengan senyum terbaiknya. Siwon mengangguk paham kemudian berjalan menuju seorang yang berada di dalam ruangan itu juga.

“Selamat pagi, Kyuhyun-ssi. Sudah menunggu lama?” tanya Siwon kepada adik iparnya itu.

“Ah, tidak Hyung. Bukankah memang seharusnya aku yang menunggumu,” jawab Kyuhyun kemudian tersenyum. Sooyoung yang sedari tadi memperhatikan kedua orang itu terkejut ketika mendengar panggilan ‘Hyung’ yang di ucapkan pria yang menegurnya tadi.

“Sajangnim sudah mengenalnya?” tanya Sooyoung bingung.

“Ne. Dia adalah adik iparku dan dia adalah direktur yang akan menandatangani kerja sama kita kali ini, Sooyoung-ssi,” jelas Siwon. Sooyoung mengangguk mengerti.

“Baiklah, sekarang kita mulai rapatnya,” ucap Siwon.

Siwon berjalan menuju mejanya  dan di ikuti Kyuhyun di belakangnya. Ia membuka berkas rapat yang tadi telah Sooyoung siapkan. Rapat tersebut berjalan sampai jam makan siang.

****

Kyuhyun P.O.V

Seperti yang ku katakan pada kakek, aku tak mau terlambat hari ini. Dan yang terjadi adalah aku datang terlalu pagi. Aku berjalan masuk dan menghampiri meja security.

“Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu,” ucap security itu ramah.

“Bisa tolong tunjukkan saja di mana ruangan direksi?” tanyaku membuatnya bangkit dari duduk.

“Mari saya antar,” ucapnya kemudian berjalan mendahuluiku.

Aku di antar sampai ke depan sebuah pintu berwarna coklat. Security itu membuka pintu kemudian mempersilahkan aku masuk.

Ruangan ini bergitu besar dengan dua buah sofa berwarna merah yang di susun menghadap ke meja rapat. Aku duduk di sofa itu kemudian mengamati keadaan sekitar.

“Sepi sekali,” ucapku bodoh.

Aku mulai bosan menunggu sendiri. Akhirnya aku mengeluarkan i-Phone ku yang sedari tadi berada di saku jas. Aku mulai larut dalam duniaku sendiri.

Tak lama waktu berselang, seseorang membuka pintu. Aku mengalihkan pandangan dari i-Phone ku dan mengamati siapa yang datang.

Mataku bagaikan tersihir dengan seseorang yang baru saja masuk. Tubuhnya yang ramping serta kakinya yang jenjang. Rambutnya yang panjang dan ikal terurai bebas membuatnya terlihat benar-benar sempurna di mataku.

Aku membeku di tempat dan hanya mampu memperhatikannya yang berjalan menuju meja rapat. Ia mulai menyusun berkas-berkas di sana. Aku terus memperhatikannya dalam diam. Sepertinya ia tak sadar bahwa ada aku di ruangan ini.

Aku sengaja berdehem dengan sedikit keras agar ia menyadari keberadaanku. Dan benar saja, ia berhenti dari pekerjaannya kemudian menoleh ke arahku.

“Ah, Mianhae. Aku kira di ruangan ini tak ada seorang pun selain aku.” Ia berbicara padaku dengan suara lembutnya. Oh, jantungku berdegup lebih cepat. Ada apa ini?

“Gwencahanayo. Teruskan saja pekerjaanmu,” ucapku menutupi rasa gugup. Ia membungkuk kemudian kembali meneruskan pekerjaannya.

Aku masih memperhatikannya sampai akhirnya pintu ruangan itu terbuka lagi. Aku melihat ke arah pintu dan mendapati Siwon Hyung masuk dengan berwibawa.

“Selamat pagi sajangnim. Berkas-berkas yang anda butuhkan telah saya siapkan,” ucap gadis itu masih dengan suara lembutnya. Tapi kali ini berbeda. Ia menyunggingkan sebuah senyuman manis kepada Siwon Hyung, tidak seperti tadi saat ia berbicara denganku. Ada sedikit rasa kecewa yang mengganjal di hatiku.

Siwon Hyung mengangguk paham kemudian berjalan mendekat ke arahku.

“Selamat pagi, Kyuhyun-ssi. Sudah menunggu lama?” ucap Siwon Hyung.

“Ah, tidak Hyung. Bukankah memang seharusnya aku yang menunggumu,” ucapku disertai senyum.

“Sajangnim sudah mengenalnya?” Gadis itu bertanya dengan wajahnya yang heran.

“Ne. Dia adalah adik iparku dan dia adalah direktur yang akan menandatangani kerja sama kita kali ini, Sooyoung-ssi,” jelas Siwon Hyung dengan menyebut namanya di akhir kalimat. Jadi namanya Sooyoung.

“Baiklah, sekarang kita mulai rapatnya,” ucap Siwon Hyung kemudian berjalan menuju meja rapat dan aku mengikutinya dari belakang.

Selama rapat berlangsung, mataku terus saja mencuri pandang ke arah Sooyoung yang sibuk mencatat hal-hal penting dengan serius. Di begitu sempurna. Dan jantungku kembali berdetak cepat seperti tadi. Aku tak mengerti. Sebenarnya ada apa?

Kyuhyun P.O.V end

****

Yoona P.O.V

Aku duduk sendirian di taman belakang sejak Siwon pergi bekerja. Aku akui, sekarang aku benar-benar bosan. Rumah ini terasa sepi sekali. Hanya ada pelayan yang berlalu lalang menjalankan tugasnya masing-masing.

“Hahhh… Bosannya,” ucapku menghela nafas berat.

Aku terus berfikir. Apa yang harus kulakukan untuk mengusir rasa bosanku. Sebuah ide membuatku kembali bersemangat.

“Bagaimana kalau aku membuat makan siang untuk Siwon?”

Aku segera berlari menuju dapur dan mulai memasak. Dengan senyuman mengembang aku terus mencampurkan bahan makanan.

Setelah selesai memasukkan semua kotak bekal makan siang Siwon ke dalam tas, aku segera berjalan menuju pintu depan dan segera menaiki mobil khusus yang Siwon siapkan untuk mengantarku pergi kemana pun.

Di dalam mobil aku terus saja tersenyum membayangkan reaksi Siwon atas kedatanganku. Selama 30 menit menempuh perjalanan, akhirnya aku sampai di kantor Siwon.

Aku melangkah masuk menuju lobby dan bertanya kepada resepsionis.

“Permisi, apakah Tuan Choi Siwon ada di ruangannya?” ucapku kepada resepsionis itu.

“Siwon sajangnim sedang tidak berada di ruangannya. Ada perlu apa?” tanya resepsionis itu dengan ramah.

“Aku ingin mengantarkan makan siang untuk nya,” jawabku kecewa.

“Maaf, Anda siapanya?” tanya resepsionis itu lagi.

“Aku istrinya,” jawabku singkat. Resepsionis itu memasang wajah terkejut setelah jawabanku tadi.

“Jadi Anda Nyonya Choi? Maaf, saya tidak mengenali Anda. Saat acara pernikahan Anda dan sajangnim saya tidak bisa hadir. Selamat untuk pernikahan Anda. Sekali lagi maaf karena saya baru mengucapkannya sekarang,” ucap resepsionis itu kemudian tersenyum.

Aku membalas senyumannya. “Tidak apa-apa. Terima kasih untuk ucapannya.”

“Bagaimana kalau Anda menunggu di ruang sajangnim saja. Mungkin sebentar lagi dia pulang,” ucap resepsionis itu kemudian menunjukkan ruangan Siwon padaku.

“Yoona!” Baru saja aku akan membuka pintu ruangan kerja Siwon seseorang memanggil namaku dan membutaku menoleh.

Kyuhyun berlari ke arahku. “Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun.

“Aku membawakan bekal untuk Siwon. Tapi Siwon sedang pergi,” jawabku.

“Aku akan menunggu Siwon di ruangannya. Kau mau ikut?” tanyaku.

“Bagaimana di ruanganku saja? Di sana kau bisa bermain dengan xbox ku,” ucap Kyuhyun kemudian menarik tanganku untuk mengikutinya.

Aku diajak ke ruangan Kyuhyun yang di sediakan perusahaan Siwon untukknya. Aku duduk di sofa besar di ruangan itu.

“Kau mau bermain game?” tanya Kyuhyun kepadaku.

“Aku tak suka bermain game, Kyu. Jangan samakan aku dengan dirimu yang sudah teracuni dengan game dan game setiap hari,” jawabku membuatnya terkekeh.

“Ya, aku tahu. Kalau begitu kau duduk manis saja di sana. Aku mau melanjutkan pekerjaanku,” ucap Kyuhyun kemudian duduk di mejanya.

Aku mendengus kesal. “Jadi aku disini hanya untuk menunggumu bekerja? Lebih baik aku menunggu di ruangan Siwon tadi,” ucapku kemudian menyilangkan tanganku di depan dada.

“Sudahlah jangan mengomel lagi. Kau duduk saja disitu,” jawab Kyuhyun yang fokus dengan laptop nya.

Aku mengambil sebuah majalah bisnis yang tersusun rapi di atas meja yang ada di hadapanku. Kulihat covernya sama seperti majalah yang Siwon baca ketika malam itu. Aigoo… Aku malu jika mengingat kembali malam itu. Aku jadi tersenyum sendiri tak menyangka bahwa malam itu adalah malam pertama kami.

“Ya! Yoona! Kau kenapa tersenyum sendiri?” Suara Kyuhyun langsung menghapus senyumanku. Dia hobi sekali menggangguku.

“Ck! Kau fokuslah pada pekerjaanmu. Jangan urusi aku,” ucapku kesal akibat tingkahnya.

“Aku lapar,” ujarnya sembari mengelus perutnya sendiri.

“Aku ingin pergi mencari makan di luar. Tapi pekerjaanku menumpuk. Bodoh! Kenapa aku tak mengajak sekretarisku juga ke Korea,” omel Kyuhyun. Aku masih menatapnya kesal namun kasihan mengingatnya yang kelaparan.

Aku melirik tas berisi makanan untuk Siwon. Sebenarnya ada perasaan tidak ikhlas jika aku memberikan ini untuk Kyuhyun kerena aku ingin Siwon yang memakan bekal ini.

Tapi karena kasihan, akhirnya aku meletakkan tas makanan itu di atas meja kerja Kyuhyun. Kulihat Kyuhyun memandangku heran.

“Untukku?” tanyanya menunjuk dirinya sendiri.

“Iya. Makanlah, aku tahu kau pasti sangat lapar,” ucapku. Ia tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi.

“Gomawo, Yoong. Kau memang yang terbaik,” ucapnya yang kubalas dengan cibiran.

Kyuhyun membuka bekal makanan itu dengan mata berbinar. Selanjutnya ia dengan lahap menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Aku menggeleng melihatnya makan dengan cara yang tidak wajar, seperti orang yang tidak melihat makanan selama seminggu.

“Ya Kyunnie! Makanlah dengan perlahan. Kau bisa tersedak jika cara makanmu seperti itu,” omelku. Ia tak menggubris dan tetap melanjutkan acara makannya.

Aku menatap Kyuhyun yang masih dengan lahap menyantap makanan. Tapi pikiranku melayang kepada Siwon yang entah pergi kemana sekarang. Sebenarnya ia berada dimana? Mengapa perasaanku menjadi gelisah?

“Gomawo. Ini aku kembalikan kotak bekalmu.” Suara Kyuhyun membuatku kembali tersadar.

“Ya! Setidaknya kau membayar makan siang mu itu dengan membersihkan kotak bekalnya,” omelku lagi.

“Aisshhh, kau ini memang hobi mengomeliku ya? Sudahlah, bawa pulang saja. Bersihkan di rumahmu.” Kyuhyun balas mengomeliku. Aku mendengus kesal kemudian merebut tas bekalku dari tangan Kyuhyun. Kudengar ia tertawa melihat kekesalanku.

“Aku mau pulang,” ucapku kemudian berdiri.

“Ya! Begitu saja marah. Jangan marah seperti itu, kau mirip seorang ajummah,” godanya. Apa? Ajummah katanya?

“MWO?! Ajummah?! Kalau aku seorang ajummah kau juga seorang ajussi,” ucapku kemudian tertawa. Kyuhyun memandangku tajam dan itu semakin membuatku tertawa semakin keras. Aku menang!

“Sudahlah lebih baik kau pulang,” usir Kyuhyun.

“Arraseo. Aku pulang sekarang. Annyeong,” pamitku kemudian melambaikan tangan.

Aku membuka pintu ruang kerja Kyuhyun kemudian berjalan menelusuri lorong kantor ini. Namun tak lama sebuah tangan menepuk pundakku. Aku menoleh dan melihat Kyuhyun berdiri di belakangku.

“Kenapa? Barangku ada yang tertinggal?” tanyaku.

“Aniya. Tadi aku hanya bercanda. Aku akan mengantarmu pulang,” jawab Kyuhyun membuatku tersenyum. Dia mengira aku marah padanya tadi.

“Tidak usah. Aku diantar oleh supir tadi,” tolakku halus.

“Benarkah? Kalau begitu aku akan mengantarmu sampai lobby. Kajja!” Kyuhyun merangkulku kemudian kami tertawa bersama.

Sudah lama sekali aku tak merasakan rangkulan Kyuhyun. Dulu saat pulang sekolah ia selalu merangkulku seperti ini sampai aku tiba di rumah. Rangkulan Kyuhyun selalu membuatku tenang dan aman. Kyuhyun adalah sosok kakak yang sangat aku impikan.

Dia selalu melindungiku setiap saat. Dia selalu menghiburku di saat aku jatuh dan bersedih. Saat ia pindah ke Amerika dulu, aku seperti kehilangan sebuah sandaran. Apalagi setelah kepergian Appa dan Eomma. Aku benar-benar kesepian.

Kini sosoknya telah kembali. Walaupun sekarang telah ada Siwon yang selalu menemaniku. Tapi Kyuhyun adalah yang terbaik untukku. Dia seorang yang sangat berarti di hidupku.

“Yoong, kau yakin mau pulang? Tidak menunggu Siwon Hyung terlebih dahulu?” tanya Kyuhyun saat kami berada di dalam lift. Aku berfikir sejenak sebelum menjawab.

“Aku pulang saja. Sepertinya Siwon sedang sibuk jadi tidak bisa pulang ke kantor,” jawabku. Kyuhyun mengangguk paham.

Tak lama pintu lift kami terbuka tanda kami sudah sampai di lobby. Kyuhyun keluar terlebih dahulu meninggalkan ku yang masih membenahi dress bawahku yang sedikit kusut.

“Yoong, cepat. Liftnya akan tertutup sebentar lagi,” ucap Kyuhyun.

Dengan cepat aku melangkah keluar lift dan berlari menghampiri Kyuhyun kemudian mengamit tangannya. Tiba-tiba manik mata ku menangkap sosok yang sangat ku kenal.

Itu Siwon. Ia baru saja memasuki lobby. Aku hendak menarik tangan Kyuhyun untuk menghampirinya, tapi niat ku luntur seketika. Saat itu juga seorang wanita berjalan di sebelahnya. Siwon tersenyum manis ke arah wanita itu. Mereka terlihat sangat akrab.

Hati ku terasa sakit melihatnya. Senyuman itu yang selalu Siwon berikan pada ku. Tapi mengapa ia malah membaginya dengan wanita lain? Egoiskah sikapku ini?

Mereka semakin berjalan mendekat. Aku meremas jas Kyuhyun erat. Siwon belum menyadari keberadaanku.

“Hyung!” panggil Kyuhyun keras membuat Siwon dan wanita itu menoleh secara bersamaan. Aku ingin sekali membekap mulut Kyuhyun. Aku tidak ingin Siwon mengetahui keberadaanku yang bertentangan dengan niat awalku datang kesini.

“Yeobo, sedang apa kau disini?” suara berat itu membuatku membeku.

Mendekat! Ia semakin berjalan mendekat. Sekujur tubuhku menjadi kaku.

Namun langkahnya terhenti ketika wanita itu menggandeng lengannya. Kembali hati ini sakit. Perasaan ini apakah terlalu egois untukku alami?

 

To be continue…

 

A/N:

Buat semua reader yang sudah membaca ff nista dan geje ini. Kami dengan berat hati memberitahukan bahwa untuk part terakhir akan kami PROTEK kembali seperti Part 5 kemarin. Bukan karena kami egois untuk memprotek ff ini dengan sesuka hati. Tapi kami hanya ingin karya kami di hargai. Oleh karena itu mulai lah meninggalkan komentar kalian di setiap part nya. Sesingkat apa pun komentar kalian, sangat berharga untuk kami.

Gamsahamnida😀

 

 

 

 

 

 

90 thoughts on “The Wedding Blind (Part 6)

  1. wah authornya daebakk🙂
    suka banget yoonwon coupplenya…
    oh iya aku reader baru salam kenal yah author…
    di tunggu kelanjutannya…

  2. wahhhhh,,,makin kren nikh ff nya onnie??
    udh lama nikh nunggu ff ini post,akhirnya udh post juga,hhe

    aku tunggu yang part slnjutnya?
    oh iya,critanya jangan yang sdih2 ya onnie..#maksa,ckckck

    fighting terus buat ffnya,dan makin sring bkin ff YOONWON,ok?🙂

  3. istri yang setia,,,,🙂
    kyu kok kerja’y maen game sih??? aq mau ikut dong nge game bareng oppa…. hehehehehehe
    hmmmm…..,, kayak’y dah da konflik’y ne..#reader sok tau

    jangan salah paham dulu yoona oeni,, siwon oppa hanya mencintaimu seorang.,,, ok??

    di protect?? ywdh g pp deh,, itu kan demi kebaikan author ma readers juga,,,jd yg mao tao klanjutan’y harap komen ok??? #promosi mode: on
    tp apa ceritanya udah mau selesai thor???

  4. akhrnya hbngan siwon dan yona mkn hrmnis tp siapa yg jlan breng siwon ya?aku ga ska kyuhyun di psangn ama soyoung tp ga ada seohyunya sh jd ya trima aja maaf klau fans kyuhyong mrh dngn kta2ku ya?lnjut thor tp jngn lma2 ya?

  5. yeahhhh part 6nya dah keluar juga nih.
    sik asyikkkkk^^

    ehm jadi kyupa ntar jadinya ma sooyoung yah? (agak g suka juga sih),
    tapi apa boleh buat,yg penting yoong ma wonpa yah chingu^^

    ehm kira” cewek yg dimaksud itu soo kah? (next part d tunggu) :))

  6. Akhirnya part ini d.publish Kyuhyun jgn ama sooyoung donk,, kyu buat seohyun aja..
    . Cweg yg ama siwon spa??
    . Part selanjutnya mau d.protect??
    ..

  7. wahh author, ff yoonwon na makin sukses niy
    jalan critanya makin seru dan smga happy ending ya😉
    sangat ditunggu kelanjutannya ..

  8. aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuh telat baru baca nch. . .
    blm baca dri awl juga he he
    waaaaaah aku suka ama couple KYUNA
    he he he kyknya aku sndri yg beda, , ,
    mian tp aku mank suka KYUNA couple seruuu

  9. ih tuh cewe udh tau siwon suaminya yoona malah maen gandeng lengannya siwon…. :@
    udh mulai konflik ya???? ok lnjut membaca ke chapter brikutnya…….. tp aku blum baca chapter 5nya …😦

  10. Walaupun sempet sebel part 5 nya ga kebaca, jdnya bingung kenapa kyuhyun bisa muncul, tp dari part ini bakan udah ketebak endingnya kyuhyuhn dan sooyoung bersama, author kasih tau kenapa pw part 5^^ ayooolaaahh😀

  11. Aduh,udah mulai nyesek ini kalau masuk ke karakter Yoona😦 , itu Sooyoung yah yg menggandeng tangan Siwon?aish,gak suka aku😦 , udah Soo ama Kyu aja,kan jadi KyuYoung😀 , Keliatannya Kyu udah mulai suka tuh ama Sooyoung
    Konflik segera dimulai inimah,padahalkan Yoona baru aja sembuh & menjalin rumah tangga dengan Siwon😦

  12. Kira2 siapa yah yg mnggndeng lngan siwon oppa, maaf kmntrq kli ini sgini aja, alnya aq lngsung mw bca part slnjtnya udh pnsrn ama klnjtnnya siapa sih tu yeoja yg brni2nya bwt yoong eonni cmbru,,,,

  13. Meskipun blm baca chapt, 5 krn terproteksi( msh reques pw n blm dikasih hikhikhik) tapi g apakan thor bacanya loncat habisnya bagus nih ceritanya. Yoona udah mulai cemburu nih bahaya, apalagi sooyoung jg cintakan sama siwon. makin seru.

  14. Jadi kyuna itu deket bgtt ya hubungannya ya walaupun tau mereka sepupu heheheh … Mungkin dengan munculnya kyuhyun bikin yoona lebih baik dan ada yg melindunginya lagi ya walaupun ada wonpa juga

  15. eon aku mau minta pw chapter 5 nya,, tpi blum tau cara ngedapetinnya..njdi krna blum dpet bca chapter 6 nya dulu aja deh..
    oh ya untuk yoona eonni sbar ya.. kyaknya bkalan ada konflik besar dsini hehe

  16. Nah lo… sooyoung mulai beraksi dan membuat yoona cemburu nich… ayo lah yoong jangan cemburu n percaya lah sama wonpa dia hanya cinta n sayang sama kamu seorang….

  17. Hihh sooyoung benar” dahh rasanya pengen gua jambak tuh orang, jangan gangggu rumah tangga orang dong. siwon jga nyadarnya telat…

  18. kayaknya kyuhyun suka sama sooyoung,,, moga aja kyuhyun bisa membuat sooyoung berpaling dari siwon >< sebel jadinya kalo gini,,, makin penasaran sama ceritanya,,, lanjut next part😀

  19. Ksel sma sooyoung, dia pasti mau mnas2in yoona ya?
    Siwon ga peka banget sma keadaan, ya tuhan smoga yoonwon tdk terpisah,
    sooyoung sma kyuhyun aja

  20. Aigoo, kyu oppa sama kakeknya pun jahil, kekekkee
    Pagi hari yang romantis pasangan yoonwon🙂 itu ngapain sooyoung memegang lengan siwon oppa? Huuhh jadi benci sama dia..

  21. Apa yoona cemburu.. penasaran sama kelanjutan ceritanya apa itu cara sooyoung buat yoona cemburu n salah satu cara dia buat misahin yoonwon..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s