Rain Drop (Part 8)

Title: Rain Drop part  8

 

Author : Kim Hyera

 

Main Cast:

  • Donghae Super Junior
  • Jessica SNSD

 

Support cast: Siwon Super Junior, Yoona SNSD, Taeyeon SNSD, Kyuhyun Super Junior, Seohyun SNSD, Park Hee Jin

 

Genre: Romance, Friendship, Family

 

Rating: PG-15+

**********

Jessica POV

 

“Jeongmal? YA!! Kau ini bodoh sekali! Kenapa kau menolaknya? Aigoo… Sica-ah.”

Pekikan Hee Jin membuatku tertunduk lemas. Aku baru saja menyelesaikan ceritaku yang begitu rumit bersama Donghae Oppa. Hee Jin benar-benar menjadi pendengar yang baik untuk ceritaku. Ku kira ia akan memihakku, ternyata aku mendapat omelan panjang darinya. Seperti sekarang, ia masih saja sibuk menceramahiku.

“Sica-ah, kau tahu kan namja itu benar-benar mencintaimu. Mengapa kau menolaknya begitu saja?” tanyanya sembari menggoyangkan lenganku. Aku menatapnya kemudian mendesah dengan berat.

“Sica kau tahu sewaktu kau sakit, namja itu datang ke toko dan menanyakan kabarmu. Raut wajahnya seketika cemas ketika aku bilang bahwa kau tak masuk kerja dan terbaring sakit di rumah. Dia langsung pergi dengan buru-buru. Aku berani taruhan, ia langsung pergi ke rumahmu,” ucap Hee Jin menatap mataku.

“Aku— Hee Jin-ah, tapi jika kau menjadi aku. Kau pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan sekarang. Aku dan dia berbeda Hee Jin-ah,” ucapku lemah.

“Berbeda? Apa maksudmu?” tanya Hee Jin mengerutkan dahinya.

“Dia adalah orang berada. Berbeda denganku,” ucapku kemudian menyeruput Vanilla Latte ku pelan.

“Sica-ah, kau ini bodoh sekali! Kau hidup di zaman kapan? Prasejarah? Sekarang perbedaan derajat tak menjadi masalah. Yang penting kau dan dia saling mencintai,” ucap Hee Jin membuatku terkejut.

“Tak masalah katamu? Itu masalah buatku. Dia hidup berkecukupan dan aku tak bisa sepertinya,” ucapku sedikit memaksa.

“Ya, aku tahu itu, tapi apakah gara-gara perbedaan materi kau bertindak seperti ini? Dia mencintaimu dan kau juga mencintainya. Jadi—“

“Apa katamu? Kapan aku bilang mencintainya? Aku tak pernah bilang begitu Hee Jin!” ucapku geram. Hee Jin merubah pandangannya menjadi lebih lembut. Aku membuang muka.

“Akui lah Sica, kau juga mencintainya kan? Jangan berbohong padaku. Aku tahu itu dari tatapan mu padanya. Cara pandangan mu ketika menatapnya itu berbeda, Sica. Matamu berbicara,” ucap Hee Jin membuat degup jantungku seketika berlomba. Benarkah itu?

“Sica, kau juga mencintainya kan?” tanya Hee Jin kemudian memalingkan kepalaku agar menatapnya.

Kurasakan mataku panas dan dadaku sesak. Sebodoh itu kan aku mengambil tindakan. Aku munafik tak mau mengakui semuanya. Tapi memang awalnya semua terasa menyakitkan. Semua kejadian itu yang membuatku menangis dan terjatuh. Sakit sekali.

Ketika ia ucapkan kata ‘Saranghae’, degup jantung yang keras tak terasa. Yang ada hanya sakit dan sesak. Tapi bukankah kalimat itu yang ku tunggu? Aku belum siap untuk sekarang. Jahat! Aku jahat!

“Sica-ah,” panggil Hee Jin semakin membuatku terisak. Ia mengelus punggungku pelan mencoba menenangkan.

“Iya— aku akui. Aku mencintainya Hee Jin-ah,” ucapku di sela isakan tangis.

Hening. Hee Jin terdiam tak merespon ucapaku. Ia masih mengelus punggungku pelan sampai tangisku mulai mereda. Ia memberiku sapu tangannya untuk menghapus air mataku yang tersisa.

“Kau baik-baik saja?” tanya nya khawatir. Aku mengangguk pelan.

“Sica-ah, kau sudah mengakui perasaanmu. Aku tahu, kau belum siap untuk menemui nya saat ini. Tapi dengan perlahan, diri mu pasti akan siap menerima semuanya. Percayalah Sica, selamanya dia akan selalu berada di dekatmu,” ucap Hee Jin kemudian tersenyum.

Simpulan yang ia ambil membuatku sangsi. Semudah itu kah ia menyimpulkan sebuah masalah? Donghae Oppa akan selalu berada di dekatku? Kurasa itu mustahil. Selamanya? Hei, hidup ini masih panjang. Donghae Oppa memiliki garis takdirnya sendiri, bukan di tentukan dengan ucapanmu Hee Jin-ah.

“Jangan terlalu mudah mengambil sebuah kesimpulan. Kau mau membuatku kecewa lagi?” ucapku memandangnya tajam. Ia terkikik geli.

“Aku cuma berbicara apa adanya. Apa itu salah?” tanyanya. Aku mendengus kesal.

“Terserah mu lah,” ucapku pasrah.

Sore itu aku habiskan dengan bersantai bersama Hee Jin di coffe shop langganan kami. Berbagi kisah ku yang berat kepadanya. Ia memang sahabat yang terbaik yang ku punya. Meskipun ia sering membuatku kesal dengan semua ocehan-ocehan dan ceramahnya yang menurutku, ‘Sok Tahu’. Tapi begitu lah Hee Jin, selalu periang dan ia adalah yang terbaik buatku.

*****

Author POV

Donghae sedang bersantai di ruang tengah apartement nya. Di telinganya terpasang headphone yang sedari tadi melantunkan lagu-lagu favoritnya. Ia mengunyah buah anggur sebagai cemilan siangnya kali ini. Kepalanya bergoyang ke kanan dan ke kiri mengikuti irama lagu yang di dengar. Tapi tiba-tiba ia melepaskan headphone nya kasar.

“ARRRGGGGHHH!!!!” teriaknya frustasi kemudian mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Kenapa aku bosan sekali? Padahal ini belum siang,” ucapnya kesal. Tak lama i-Phone nya bergetar menandakan sebuah panggilan masuk. Dengan cepat ia mengangkat ketika melihat nama kontak “Lovely Hyung” di layarnya.

“Hyung!!” panggilnya semangat. Namun tak ada respon dari seberang. Donghae menyernyit heran, yang ia dengar adalah isakan tangis.

“Hyung, gwenchana?” tanyanya dengan ragu. Masih hening, kakaknya belum menjawab.

“Hae-ah, pulanglah. Appa— appa telah tiada.”

Tubuh Donghae menegang. Bulu romanya seketika meremang ketika kakaknya itu mengeluarkan suara. Ia masih tak bergeming dengan i-Phone nya yang masih menyambungkan panggilan dengan kakaknya.

“Hae, cepat pulang. Eomma terus menangis. Maaf, hyung baru memberitahumu sekarang. Sejak semalam hyung terus menenangkan Eomma. Pulanglah, tinggalkan pekerjaanmu sebentar,” ucap Sungmin, kakaknya kemudian memutuskan panggilan.

Donghae masih diam di tempat. Pikirannya terasa kosong dan dunia terasa lenyap. Tubuhnya jatuh ke atas lantai.

“APPAAA!!” pekiknya.

Ia berlari mengambil kunci mobil, kemudian mengemudikannya dengan cepat meninggalkan Seoul ke kampung halamannya, Makpo. Di perjalanan, air matanya terus mengalir deras. Mengingat ayahnya yang telah pergi dan juga ibunya yang histeris.  Donghae semakin menambah kecepatan mobilnya. Menyalip di antara mobil-mobil dengan kalap.

******

“Selesai.”

Yoona tersenyum bahagia melihat menu makan siang yang telah ia sajikan di atas meja makan. Menu makan siang pertamanya di tempat tinggal baru. Biasanya ia memasak makanan yang simple saat di rumahnya dulu. Tapi hari ini ia berusaha membuat sesuatu yang lebih spesial. Tentu saja semua itu ia lakukan untuk suaminya, Siwon.

Suami?

Yoona menyernyit heran. Siwon belum juga muncul sejak tadi pagi saat ia sibuk di dapur. Yoona mengehela nafas sebentar dan melepaskan celemek masak yang sedari tadi ia gunakan.

“Yeobo-ah,” pekiknya keras kemudian terkikik geli.

Ia masih saja aneh memanggil Siwon dengan sebutan ‘Yeobo’. Panggilan itu adalah paksaan dari Siwon. Katanya supaya lebih romantis.  Yoona sempat marah dengan paksaan itu. Karena awalnya Siwon hanya memintanya untuk memanggil dengan sebutan “Oppa’, tapi tiba-tiba berubah menjadi panggilan ‘Yeobo”. Meskipun begitu, Yoona tetap saja menurut dengan paksaan suaminya itu. Paksaan yang sebenarnya ia sukai. Memang lebih romantis jika memanggil dengan panggilan sayang.

“Yeobo-ah, cepat kesini. Makan siang telah siap,” pekiknya lagi. Tak lama ia mendengar Siwon yang menyahut kemudian terdengar derap langkah tergesa dari arah tangga lantai dua.

“Ya! Dari mana saja?” tanya Yoona menatap Siwon dengan pandangan pura-pura kesal.

“Mianhae, tadi aku di atas. Maksudku dari taman atas,” jelas Siwon. Yoona mengangguk paham kemudian menuangkan air di gelas Siwon.

“Apa yang kau lakukan di taman atas?” tanya Yoona kemudian duduk di hadapan Siwon.

“Aku menanam bunga mawar di atas. Bukankah jika kita bersantai di atas akan lebih romantis dengan aroma mawar yang semerbak,” ucap Siwon dengan senyumannya. Yoona hanya menunduk menyembunyikan semburat merah di pipinya.

“Ini enak,” ucap Siwon yang tengah mengunyah ayam panggang buatan Yoona.

“Benarkah? Coba yang lain juga, jangan hanya makan ayam.” Yoona mengambilkan Siwon tumis daging dengan paprika buatannya.

Siwon mencoba masakan istrinya tersebut kemudian mengacungkan kedua jempolnya. Kemudian suasana menjadi hening. Mereka menikmati menu makanan masing-masing.

Yoona selesai terlebih dahulu. Ia mengemaskan piring  kotor miliknya dan berjalan menuju dapur meninggalkan Siwon yang masih meneguk air minumannya. Siwon mengikuti langkah istrinya menuju dapur.

“Yeobo, apa yang akan kita lakukan hari ini?” tanya Siwon memeluk pinggang Yoona yang sedang mencuci piring.

“Kita di rumah saja ya, Oppa,” jawab Yoona sekenanya. Ia gugup di peluk oleh Siwon seperti sekarang.

“Aku bosan. Yeobo, bagaimana kalau kita jalan-jalan,” usul Siwon girang. Yoona belum menjawab. Ia mengeringkan tangannya dengan handuk.
“Bagaimana? Kita pergi sekarang ya?” tanya Siwon manja. Yoona tampak berfikir.

“Tapi, besok kau sudah masuk kerja. Apa tidak lelah kalau kita jalan-jalan hari ini?” ucap Yoona khawatir. Siwon tersenyum manis kemudian mengacak rambut Yoona.

“Jangan pikirkan besok. Aku akan menunjukkan sesuatu untukmu.” Yoona menyernyit heran.

“Sesuatu? Apa itu?” tanya nya penasaran.

“Rahasia. Cepat siap-siap, kita pergi sekarang.”

Author POV end

****

Donghae POV

 

Sedih, sakit dan perih kini bercampur aduk di dalam dadaku. Aku memeluk Eomma yang masih menangis namun lebih sedikit tenang dari yang hyung ceritakan kemarin. Eomma terus saja menyebut nama Appa yang tengah di kremasi. Aku yang sedari tadi memeluknya hanya bisa menangis dan mengelus tangan Eomma agar bisa lebih tenang.

“Hae, Eomma ingin menusul Appa mu,” ucap Eomma di sela tangisannya.

“Eomma tak boleh bicara seperti itu. Tenanglah, Appa pasti bahagia di sana,” ucapku yang lebih pantas di sebut sebuah bisikan di telinga Eomma. Suaraku terasa tercekat.

Appa meninggal akibat penyakit jantungnya yang kambuh. Selama ini Appa tak mau berobat ke dokter. Appa bilang ia baik-baik saja dan masih sehat. Aku dan Sungmin Hyung selalu memaksanya untuk pergi ke dokter. Tapi paksaan itu selalu saja gagal karena sifat Appa yang egois, turunan kakek.

Kini Appa telah pergi dan rumah kembali sepi. Sungmin Hyung mengurus perusahaan nya yang baru saja membuka cabang di Busan dan ia juga telah menikah. Dan aku tinggal di Seoul. Sepertinya aku harus membawa Eomma untuk tinggal bersamaku. Karena aku tak mau membiarkannya terus disini dan meratapi kepergian Appa.

“Eomma, ini teh nya,” ucapku kemudian memberikan secangkir teh yang yadi kubuat untuk Eomma.

“Gomawo Hae. Tapi Eomma tidak haus,” ucap Eomma dengan suara serak. Suaranya hilang akibat menangis terlalu banyak.

“Minumlah sedikit saja, Eomma. Aku telah membuat nya dengan susah payah,” bujukku kemudian membuat ekspresi merajuk. Eomma tersenyum manis kepadaku kemudian menyesap teh hangatnya.

“Eomma, besok aku harus segera pulang ke Seoul. Eomma ikut dengan ku saja ya,” pintaku kemudian mengusap punggung tangan Eomma.

Eomma kembali tersenyum. “Eomma tak bisa pergi dari sini, Hae. Terlalu banyak kenangan yang terjadi disini. Kenangan bersama Appa mu, Hyung mu dan kau. Eomma tak bisa meninggalkan rumah ini,” ucap Eomma.

“Tapi eomma akan kesepian jika tinggal sendiri disini. Ayo lah eomma, di Seoul aku juga kesepian. Tinggal di apartement sendiri benar-benar membosankan,” ucapku berusaha merayu Eomma.

“Kau tak memiliki kekasih? Ajak lah ia tinggal bersamamu agar kau tak kesepian.” Ucapan Eomma membuatku tersentak kaget.

“Eomma ini bicara apa? Tinggal bersama seorang wanita itu akan aku lakukan jika telah berumah tangga. Ayo lah Eomma, ikut aku ke Seoul,” rayu ku lagi.

“Hae, Eomma tidak bisa,” ucap Eomma lembut dan memandangku dalam. Aku menyerah, kalau sudah begini Eomma pasti tak bisa di rayu lagi.

Aku mendesah kemudian berbaring di pangkuan Eomma. Eomma membelai lembut rambutku membuatku memejamkan mata.

“Hae, kenalkan pada Eomma wanita itu,” ucap Eomma tiba-tiba dan aku tak mengerti maksudnya.

“Apa maksud Eomma?” tanyaku.

“Kekasihmu itu, kenalkan lah pada Eomma. Kau tak mau menyusul Hyung mu yang telah memberikan Eomma seorang cucu perempuan yang cantik?”

Kini aku mengerti maksud Eomma. Sungmin Hyung dan Sunny Noona memang baru saja memiliki seorang malaikat kecil yang cantik dan itu benar-benar membuat Eomma dan Appa bahagia. Sedangkan aku? Aku baru saja di tolak.

“Aku tak punya kekasih Eomma. Aku baru saja di tolak,” ucapku dengan suara pelan.

“Benarkah itu? Ceritakan pada Eomma,” ucap Eomma antusias. Aku menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum memulai cerita.

“Aigoo Hae, kenapa kau melakukan itu padanya. Kau sama saja menyalahkannya pada situasi itu. Seharusnya kau datang membelanya. Jadi sekarang bagaimana? Dia sudah memaafkanmu?” Begitulah ucapan Eomma setelah aku selesai bercerita tentang masalahku dan Jessica.

“Belum Eomma, dia terus saja menghindariku,” ucapku lemah.

“Tentu saja dia begitu. Apa dia cantik?” ucap Eomma membuatku mengangguk. Jessica memang cantik. Cantik sekali malah.

“Kau membuat Eomma penasaran,” ucap Eomma kembali mengelus rambutku. Sebuah ide terlintas di kepalaku.

“Eomma penasaran? Bagaimana jika aku kenalkan dia ke Eomma? Tapi Eomma harus ikut ke Seoul besamaku,” ucapku girang. Eomma terdiam dan berfikir.

“Tapi Eomma tak mau terlalu lama disana. Hanya untuk sementara menemanimu dan juga bertemu calon kekasihmu itu,” ucap Eomma kemudian terkekeh. Akhirnya Eomma setuju. Bukankah ini bagus? Aku mendapat dua keberuntungan. Aku bisa berbaikan dengan Jessica melalui Eomma. Dan juga tidak kesepian lagi di apartement.

Donghae POV end

****

Jessica POV

Hari ini aku mendapat shift kerja pagii dan berbeda dengan Hee Jin yang mendapat shift sore. Aku menghela nafas panjang sebelum memulai bekerja. Kulangkahkan kakiku menuju counter roti dan mulai menyusun blackforest yang baru saja matang. Hari ini pasti pelanggan ramai karena hari ini adalah hari bekerja dan toko ramai pada jam makan siang.

Selesai menyusun kue, aku mulai membersihkan meja. Hari ini aku sengaja datang lebih awal agar tidak terlalu terburu-buru. Satu per satu teman kerjaku mulai berdatangan. Mereka mulai mengambil bagiannya masing-masing.

Ting..Ting..

Bel toko berbunyi. Seorang wanita paruh baya masuk dengan gaya anggunnya. Aku segera menghampirinya dan menyapa. Pelanggan pertama kami hari ini harus di sapa dengan ramah.

“Annyeonghasseo, selamat datang di toko kami,” sapa ku kemudian menunduk.

“Anda ingin memesan apa?” tanyaku. Wanita itu tersenyum ramah kemudian berjalan menuju counter roti.

“Aku ingin blackforest saja dan juga segelas cappucino hangat,” ucapnya.

“Ne, silahkan menunggu,” ucapku kemudian mulai menyiapkan pesanannya.

Aku berjalan menuju meja pelanggan pertama di toko ini. Aku meletakkan pesanannya kemudian kulihat ia tersenyum. Aku membalas senyumannya.

“Maukah kau menemaniku disini?” tanyanya membuatku tak mengerti.
“Kau mau kan? Ayolah, aku pelanggan pertama. Disini juga masih sepi. Aku tak memiliki teman,” ucapnya lagi. Aku mengangguk kemudian duduk di kursi tepat di hadapannya.

“Kenalkan, namaku Han Jihyun,” ucapnya mengulurkan tangannya. Aku menyambutnya kemudian kami bersalaman.

“Jessica Jung imnida,” ucapku sopan. Ia kembali tersenyum. Wajahnya benar-benar ramah.

“Maaf jika aku mengganggu pekerjaanmu. Aku hanya ingin mengobrol. Dan sekali lagi maaf jika aku bertingkah seperti kita sudah berteman lama,” ucapnya kemudian menyeruput cappucino nya.

“Ah, gwenchanayo. Aku tidak keberatan,” jawabku.

“Kau sudah lama bekerja disini?” tanya nya.

“Ne. Mungkin sekitar delapan tahun yang lalu,” jawabku.

“Benarkah? Kau benar-benar bekerja keras,” ucapnya kagum. Aku tersenyum malu akibat pujiannya.

Selanjutnya kami hanya terdiam. Han ajummah menyantap pesanannya dengan gaya anggun. Aku memperhatikannya dalam diam sampai ia selesai dan membersihkan mulutnya dengan selembar tissue.

“Kenapa? Apa ada yang salah dengan wajahku?” tanyanya saat aku masih memperhatikannya.

“Ah, tidak ada ajummah. Hanya saja aku suka dengan cara makanmu yang anggun,” jawabku. Ia tergelak setelah mendengar jawabanku.

“Aigoo Jessica-ssi, kai benar-benar polos. Benar kata Hae—“ Ia tak melanjutkan kalimatnya.

“Kurasa kau adalah anak yang baik Jessica-ssi. Kita bisa menjadi teman kan?” tanyanya kemudian tersenyum.

“Tentu saja. Aku senang berteman dengan anda,” ucapku.

“Kalau begitu aku pamit pulang dulu. Kapan-kapan akan kuajak kau ke rumahku. Kau tidak keberatan kan?” ucapnya kemudian bangkit dari duduk.

“Tentu saja tidak Han ajummah. Aku sangat senang malah.”

“Kalau begitu aku pulang. Annyeong,” pamitnya kemudian keluar dari pintu toko. Aku melihatnya masuk ke dalam mobil sport berwarna putih.

“Benar dugaanku, dia orang kaya,” gumamku pelan.

Jessica POV end

 

****

Author POV

 

“Eotte eomma?” tanya Donghae bersemangat ketika ibunya baru saja masuk ke dalam mobilnya.

“Kau beli mobil baru lagi?” ucap ibunya tak menghiraukan pertanyaan Donghae.

“Aniya eomma, ini mobil pertamaku. Jarang aku gunakan, tapi karena aku akan menjemput eomma di tempat kerja Jessica makanya aku memakainya. Aku takut Jessica mengenaliku,” jelas Donghae membuat ibunya terkekeh.

“Kau ini penakut sekali. Dia anak baik, Hae,” ucap ibu Donghae membuat anaknya terkejut.

“Eomma menyukainya? Eomma benar-benar menyukainya?” tanya Donghae semakin bersemangat.

“Ya, begitulah. Benar katamu, dia sangat polos. Tapi dia berkata bahwa ia suka dengan cara makan eomma. Katanya anggun,” ucap ibu Donghae kemudian tertawa.

“Dia memang begitu. Sangat-sangat polos. Lalu eomma bicara apa lagi?”

“Aku bilang akan mengajaknya ke apartement mu. Semakin cepat semakin bagus kan?  Oh, ya tadi eomma keceplosan memanggil namamu. Tapi untungnya dia tak sadar.”

“Semoga saja dengan cara ini dia mau memaafkanku,” ucap Donghae kemudian mendesah lemah.

“Kau ini kenapa jadi lemas lagi? Jangan menyerah,” Ibunya membelai kepalanya lembut. “ Anakku benar-benar jatuh cinta,” ucap ibu Donghae lagi.

Donghae tersenyum. “Tapi kali pertama ini benar-benar buruk dengan penolakannya,” ucap Donghae kemudian melajukan mobilnya menuju apartement.

***

Kyuhyun melihat jam tangannya untuk yang kesekian kali. Ia terus memandang keluar jendela mobil menunggu seseorang.

“Akhirnya dia pulang juga,” ucap Kyuhyun kemudian keluar dari mobilnya.

“Annyeong,” sapa Kyuhyun kemudian tersenyum. Sosok yang ia sapa hanya bisa berdiri membeku dan menatapnya dengan tajam.

“Sica-ah, kenapa memandangku dengan tatapan seperti itu? Kau membuatku takut,” ucap Kyuhyun.

“Mau apa kau?” tanya Jessica dengan nada suaranya yang dingin.

“Apa lagi kalau bukan menjemput princess ku,” jawab Kyuhyun dengan rayuannya.

“Cih, menjijikkan.” Jessica mencibir kemudian berlalu. Namun dengan cepat Kyuhyun menahan lengannya.

“YA! Jangan menyentuhku!” seru Jessica kemudian menghempaskan tangan Kyuhyun di lengannya.

“Ikut denganku. Aku akan mengantarmu pulang,” ucap Kyuhyun kini dengan tatapan evilnya.

“Aku tak mau!” jawab Jessica kemudian kembali meninggalkan Kyuhyun.

“Kau masih saja tak berubah Nona Jung. Akan kau buat kau kembali kepadaku,” ucap Kyuhyun mengepalkan tangannya.

Jessica mendengar ucapan Kyuhyun tadi. Namun ia tak memperdulikannya. Masa bodoh!

***

 

“Okey! Kita sudah sampai. Ayo turun.”

“Ini tempat apa, Oppa?”

“Sudah jangan bertanya dulu. Ayo turun.”

Siwon menarik tangan istrinya masuk ke dalam sebuah bangunan yang biasa di sebut dengan cafe. Siwon membuka pintu cafe itu dan tampaklah suasana serba putih dan bersih. Yoona yang berdiri di sebelahnya sedari tadi melihat ke kanan dan ke kiri dengan tatapan bingung.

“Ayo duduk disini,” ucap Siwon menuntun istrinya duduk di bangku kayu yang juga bercat putih sama dengan mejanya.

“Sebenarnya ini tempat apa?” tanya Yoona penasaran.

“Ini sebuah cafe Yeobo,” ucap Siwon kemudian tersenyum.

“Aku tahu ini sebuah cafe. Tapi kenapa sepi sekali? Karyawannya juga tidak ada. Apa kita tidak akan ketahuan masuk ke sini tanpa meminta izin?” ucap Yoona dengan berbisik kepada Siwon.

Siwon terkekeh kemudian mengacak rambut Yoona lembut. “Tempat ini milik mu Yeobo. Jadi kita tak perlu khawatir,” ucap Siwon. Yoona menatapnya tak mengerti.

“Maksudmu apa? Aku tak mengerti.” Yoona menatap Siwon meminta penjelasan.

“Aku membelikanmu sebuah cafe. Aku tak ingin melihatmu mati bosan di rumah,” jelas Siwon membuat Yoona memekik senang.

“Jeongmal? Jadi cafe ini milikku? Aku tak percaya!” pekik Yoona girang.

“Kau tak percaya padaku? Aku bersungguh-sungguh,” ucap Siwon.

“Gomawo Yeobo,” ucap Yoona kemudian menggandeng tangan Siwon menaiki tangga di cafe barunya.

Mereka sampai di lantai atas dan terlihatlah sebuah taman dengan kursi dan meja berwarna putih sama seperti di lantai bawah. Bangunan cafe ini begitu cantik. Arsitektur garden cafe dengan sentuhan minimalis membuat semua mata yang memandangnya tertarik untuk mengunjungi.

Siwon sengaja memilih cafe dengan suasana seperti ini. Sebuah cafe yang sangat cocok untuk bersantai dan melepas penat. Di setiap meja di hiasi dengan satu pot kecil bunga pocerika dengan berbagai macam warna.

“Kau suka?” tanya Siwon  kemudian memeluk Yoona dari belakang.

“Aku sangat-sangat suka. Jadi aku yang akan melayani setiap pengunjung. Aku tak sabar.”

“Tentu saja tidak, Yeobo. Aku sudah menyiapkan perkerja untuk cafe mu ini. Aku tak mau melihatmu lelah hanya karena melayani setiap pengunjung yang datang,” ucap Siwon kemudian mengecup kepala Yoona ringan.

“Begitukah? Kukira semuanya aku yang layani,” ucap Yoona kemudian terkekeh.

Yoona membalikkan badannya ke hadapan Siwon. Ia menatap manik mata Siwon dalam sambil tersenyum senang.

“Gomawo untuk semuanya. Aku tak tahu harus membalasnya dengan apa. Aku benar-benar bahagia,” ucap Yoona menangkup wajah Siwon dengan keedua tangannya.

“Hanya dengan terus mencintaiku dan berjanji selalu di sisi ku, itu sudah lebih dari cukup.” Siwon berkata membuat wajah Yoona merona.

“Aku berjanji untuk itu. Saranghae,” ucap Yoona.

Belum sempat Siwon menjawab ucapan cinta Yoona, sebuah ciuman lembut mendarat tepat di bibirnya. Kali ini bukan ia yang memulai, melainkan Yoona yang berjinjit agar tingginya mampu mencapai bibir Siwon.

Siwon membalas ciuman Yoona dengan lembut dan penuh kasih sayang. Yoona mengalungkan tangannya ke leher Siwon dan memperdalam ciuman mereka. Siwon memeluk pinggang Yoona agar istrinya itu tak mempunyai jarak lagi untuk bergerak. Ia membiarkan Yoona bermain dengan iramanya sendiri.

To Be Continue…

 

Alhamdulillah yah akhirnya part 8 nya selesai juga. Part ini bener-bener terbengkalai karena tugas sekolahku yang menumpuk. Maaf yah kalo kalian semua kelamaan nungguinnya…

Kayaknya part ini hancur banget. Aku gak daper feel nya waktu buat jalan ceritanya dan juga ngebut nih ngetiknya. Maaf lagi kalo kalian semua kecewa…

Oke deh seperti biasa… saya minta komentar kalian…

Jangan jadi SIDERS yah😀

 

 

 

 

33 thoughts on “Rain Drop (Part 8)

  1. ia alhamdulillah sekali,sesuatu *gibas rambut (korban syahrini).
    wah eomma haepa dah setuju ma sica eon,acieeeeeeeeee.
    mudah”an part berikutnya haesica baikan yah,dan mnjadi pasangan kekasih (ayo haesica jngn klah dengan siyoon).

    adeuwwwwwwwwhhhhhhhh siyoon makin hari makin romantis aja deh (jadi iri :D)

  2. wahhh,critanya seru nikh author!
    trus jalan critanya juga romantis,hhhe

    oh iya author,part YOONWONnya tambahin dong,krang bnyak nikh,ckkckc
    kasian banget donghae oppa ditinggal sma ayahnya…:(
    tapi aku suka banget part YOONWONnya soalnya critanya keren,hhhe

    semangat trus eonnie!!tambah trus ffnya,,,#maksa
    maaf ya author klo aku bawel?hheee
    pkoknya fighting deh buat author……:)

  3. sekian lama menunggu akhirnya keluar juga part 8..
    yoonwon-nya di tambahin donk… q suka bgt couple ini…
    di tunggu kelanjutan ceritanya,,…
    hwaiting author…

  4. akhir’y ng-post juga….
    ayo dong….. sica oeni maafin hae oppa, kasian kan hae oppa’y,,,,

    siwon oppa hebat banget bisa nge-bali kafe bwt yoona oeni,,,, wah,, mau dong,,,
    thor mana seohyun’y???? di buat dong couple seokyu’y #maksa author hehehehhe

    aq suka ma ending’y neh,,,, bikin baca’y deg2 an
    di lanjut thor,,
    fighting!!!!!

  5. yah si saeng korban artis…ck..ck..ck

    itu kyu nya kenapa terus-terusan deketin sica??
    heuuu..lama-lama kesel bacanya juga..hahahaha
    #kebawa emosi#

    • sabar eonni..jangan kebawa emosi..hehhe

      korban artis? yah begitulah..
      *Ayo kita goyang-gayung* #PLAKK ABAIKAN!!

      Kyu nya kenapa yah eonn? tau deh kenapa#DIGAMPAR…
      hehheee
      sengaja di bikin konflik biar seru gitu ^^
      jangan emosi yang eonn..
      orang sabar di sayang Tuhan *halah*😀

  6. Mian ,chingu baru komen.. Bacanya aja mulai part 1-8 breng.. Jd di rangkap aja ya komennya … Suka deh ada ff HaeSica🙂.. Suka karakter jessica disini.. Lanjutkan ya :)!!!

  7. Waahhh makin seru,, diem2 donghae ngenalin jessica sama ibuny,, walaupun jessica gag tau..
    Niat bgt donghae …

    Yeee yoonwon makin mesra,, manggil ‘YEOBO’ ahahaaa senyum lima jari🙂
    Wwooo dibeliin caffe,, emang suami idaman..
    Aku suka ending part inii🙂

    Aku baca part slnjt okey😉

  8. 2 part aja endingnya kemesraan yoowon couple hhe…
    Hahhh… Seneng.. Eommanya hae suka sma sicaa.. Aaaaaaaa gak tau mau komen apalagi thor.. Yang pasti aku sukaaaaaaaa…
    Bdw, Kyuppa kenapa kyak orang psyco? *dilemparSparkyu *mian hhe..

    Didepan seo dia nyuekin sica, di belakangnya dia malah baik bgt.. Aigooooo.. Bkin keseeelll

  9. Kyaaaaaa end ny cooo swiiitt,,, trnyta yoonnie dah brubah jd bae n ga angkuh lg,, trus udh cnta jg ma wonppa…
    Duuuhh,, tuh kyuppa ngpa.in sih ganggu sicaonni lg,, seonnie.. Kyuppa nkal tuh….

  10. Omo . . . .
    Siwon oppa keren bgt karakter ny,
    aq suka. .
    Terus haeppa ny juga,
    bener” pejuang cinta. .
    Hehehe. .
    Itu kyuppa kok gtu ya,
    tp tetep bagus kok, ,

  11. aigoo..aq udah lama ga nengox xin blog in,tau2 udah ad lanjutan ff ini.daebak..aq suxa.ap lg part yoonwon ny romantiz truz,bxin ngiri ih..tp mrexa bner2 serasi.ibunya hae udah ok ni,stuju ma plhany hae walo sica dr xluarga sdrhana,tinggal sicanya az yg hruz d rayu2 lg.tp kyuhyun xayany mau jd pgganggu lg.huwaa lanjt dulu ah

  12. wah yoonwonnya romantis banget hehe, mian ya author jujur bener”mian😦 aku bacanya part yoonwonnya aja hehe gomawo ya author🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s