The Wedding Blind (Part 7) -SKIP VERSION-

Title : The Wedding Blind (Part 7) SKIP VER’s.

Author :

  • Shineelover14
  • Kim Hyera

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Im Yoona a.k.a Cho Yoona

Support Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Genre : Romance, Family

Rating : PG-17

Lenght : Chapter

Hal yang terbaik dan terindah di dunia ini adalah kau …

Semua warna yang tercipta menghiasi dunia ini adalah kau …

Dan segala anugerah yang telah Tuhan berikan didalam hidup ku adalah kau …

 

*****

Sooyoung P.O.V

Setelah rapat selesai aku dan Siwon pergi makan siang bersama. Seperti biasa ia selalu membicarakan masalah kantor ketika bersamaku. Sebenarnya aku tak menyukai arah pembicaraannya. Tapi hanya dengan cara ini lah aku dapat lebih dekat dengannya.

Selama kami menyantap makanan, mataku tak bisa lepas memandanginya. Secara tak langsung ini semakin memupuk perasaanku untuk lebih memilikinya. Pasalnya hanya ia yang benar-benar sempurna di mataku.

Selesai makan siang kami segera kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan dan juga Siwon yang harus kembali rapat bersama Kyuhyun, pria yang merupakan adik ipar nya.

Saat tiba di basement aku melirik sebentar ke kaca spion mobil Siwon. Dandananku sedikit berantakan dan ini adalah masalah besar. Aku harus tampil sempurna di hadapan Siwon.

“Sajangnim duluan saja. Aku ada urusan sebentar,” ucapku kepada Siwon yang baru saja menutup pintu mobil.

“Kalau begitu aku duluan. Aku tak mau membuat Kyuhyun menunggu lagi,” ucapnya kemudian berlalu.

Aku langsung mengeluarkan tas make up ku kemudian memoleskan lipgloss berwarna pink. Tak lupa aku membenarkan tatanan rambutku agar rapi kembali. Sekarang sudah siap. Aku berjalan cepat menuju lobby.

Saat aku membuka pintu lobby kulihat Siwon berjalan tak jauh di depanku. Ini sebuah keberuntungan. Dengan cepat aku menyusul langkahnya. Kini kami berjalan sejajar. Ia terkejut melihatku yang sudah berada di sampingnya sekarang.

“Cepat sekali?” tanya Siwon heran.

“Tadi pengait sepatuku terlepas. Jadi aku membetulkannya terlebih dahulu,” dustaku membuatnya tersenyum manis. Jantungku berdegup cepat. Ini adalah efek dari senyumannya. Aku pun membalasnya dengan senyuman terbaikku.

Tiba-tiba seseorang berteriak sedikit keras membuatku dan Siwon menoleh ke sumber suara. Kulihat Kyuhyun berdiri tak jauh dari kami dan dia tak sendiri. Seorang wanita berada di sampingnya yang menatap kearah kami dengan pandangan yang sulit untuk dijelaskan.

Aku memperhatikannya dengan seksama. Wajah itu rasanya tak asing lagi bagiku. Semakin kuamati dan mencoba mengingat-ingat namanya. 

Itu Cho Yoona. Aku tak salah lihat kan?!

Itu memang benar Cho Yoona.

Sedang apa ia disini?

“Yeobo, sedang apa kau disini?” ucap Siwon terkejut.

Dan yang selanjutnya terjadi adalah Siwon berjalan meninggalkanku. Aku tak bisa tinggal diam. Ini adalah kesempatan untuk awal dari semua rencanaku. Ku gandeng tangan Siwon untuk menghentikan langkahnya. Siwon mengalihkan pandangannya ke arahku.

“Ah, Sooyoung-ssi ayo kita kesana. Akan ku perkenalkan kau dengan istriku,” ucap Siwon gembira kemudian berjalan cepat menghampiri Kyuhyun dan juga wanita yang paling ku benci.

“Yeobo kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau akan kemari?” tanya Siwon menatap istrinya lembut. Sekarang aku benci dengan tatapan itu.

“Mianhae. Tapi maksudku ingin memberi kejutan untukmu,” jawab Yoona dengan suaranya yang sedikit parau.

Aku masih menggandeng tangan Siwon dan Yoona sedari tadi memperhatikannya. Aku bersikap tidak peduli, toh Siwon juga tak risih.

“Yeobo, kenalkan ini Choi Sooyoung. Dia adalah sekretarisku,” ucap Siwon memperkenalkan diriku kepada istrinya.

“Annyeonghasseo, Cho Yoona imnida,” ucapnya memperkenalkan diri kemudian memberikanku sebuah senyuman. Mau tak mau aku membalas senyumannya itu walau sebenarnya bibir ini terasa berat untuk menarik setiap sudutnya.

Sooyoung P.O.V end

****

Author P.O.V

“Hyung, Yoona telah lama menunggumu. Jadi maafkan aku karena telah memakan bekal makan siangmu,” ucap Kyuhyun di sertai senyumannya.

Siwon menyernyit heran. Ia menatap Yoona meminta penjelasan.

“Bekal?” tanya Siwon. Yoona mencoba kembali tersenyum.

“Tadi aku membawakanmu bekal makan siang. Rupanya kau sedang tak berada di kantor. Jadi bekal makan siangmu aku berikan kepada Kyuhyun. Ia tak sempat pergi keluar,” jelas Yoona membuat Siwon mengangguk paham.

“Tadi aku pergi makan siang bersama Sooyoung-ssi. Seharusnya kau menelponku terlebih dahulu sebelum datang kemari,” ucap Siwon.

Yoona tak merespon. Ia terus saja melihat lengan Siwon yang masih digandeng oleh Sooyoung. Siwon yang menyadari arah pandang sang istri seketika tersadar. Dengan cepat ia melepaskan gandengan Sooyoung kemudian segera menghampiri istrinya.

“Jadi kau mau langsung pulang?” tanya Siwon menatap istrinya lembut, tak sadar bahwa sedari tadi aura suram terus terpancar dari kedua mata Sooyoung.

Yoona mengangguk menjawab pertanyaan Siwon. “Kau mau ku antar pulang?” tanya Siwon lagi.

“Tidak usah. Aku kesini bersama supir. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu,” jawab Yoona.

“Benarkah tidak apa-apa? Kalau begitu kau hati-hati di jalan ya Yeobo,” ucap Siwon kemudian ingin mengelus puncak kepala Yoona.

“Sajangnim, pekerjaan Anda masih banyak. Kita tidak mempunyai banyak waktu lagi.” Sooyoung berkata sembari menahan lengan Siwon yang baru saja ingin meraih puncak kepala Yoona.

“Ah, kau benar. Ayo kita lanjutkan rapat kita tadi Kyuhyun-ssi,” ucap Siwon kepada Kyuhyun yang sedari tadi hanya terdiam.

“Ne Hyung,” jawab Kyuhyun kemudian memutar pandang ke arah Yoona.

“Yoong, hati-hati di jalan. Kau yakin tak ingin aku yang mengantar pulang?”

“Tidak usah, kau lanjutkan saja pekerjaanmu. Annyeong aku pulang,” ucap Yoona kemudian melangkah pergi.

Sebelumnya ia sempat melirik ke arah Siwon yang tampaknya tidak terlalu peduli dengan kepergiannya. Ia lebih asik berbicara kepada Sooyoung dan hanya tersenyum ketika melihatnya pulang.

Author P.O.V end

***

Yoona P.O.V

Aku meremas bagian bawah dress ku dengan geram. Di dadaku berkecambuk rasa kesal, marah, kecewa dan sedih. Ini pertama kalinya Siwon mengacuhkanku, bahkan tadi ia tak sedikitpun berusaha untuk memaksaku pulang bersamanya. Aku tahu ini egois, tapi aku belum terbiasa dengan sikap Siwon yang seperti tadi. Aku telah terbiasa dengan sikap Siwon yang perhatian dan penyayang. Mungkin sekarang aku harus mulai belajar untuk memahami setiap perubahan sikap Siwon.

Aku bersandar dan menatap keluar jendela. Sebentar lagi aku sampai di rumah. Aku malas jika harus sendiri lagi. Akhirnya sebuah ide terlintas di kepalaku.

“Pak Han antarkan aku ke rumah eommonim,” ucapku kepada Pak Han. Mobil berbelok arah menuju ke rumah eommonim. Ide ini terlintas begitu saja. Bukankah aku harus menjadi menantu yang baik? Mengunjungi mertua tak salah kan?

“Aigoo Yoona-ah. Kenapa mendadak sekali datang kesini?” Begitulah sambutan eommonim ketika melihatku berdiri di depan pintu.

Aku tersenyum kemudian melangkah masuk bersamanya. “Aku hanya ingin memberi kejutan untukmu eommonim,” jawabku.

“Kau ini, kalau kau memberitahuku terlebih dahulu, aku bisa membuatkanmu cemilan untuk kita bersantai,” ucap eommonim sembari melangkah menuju dapur. Aku mengikutinya dari belakang.

 “Eommonim, jangan repot-repot. Lebih baik kita bersantai saja,” ucapku cepat ketika melihat eommonim yang ingin membuat secangkir teh.

“Maka dari itu, lebih nikmat jika bersantai dengan di temani secangkir teh kan?” Eommonim tersenyum kemudian melanjutkan kegiatannya meracik teh. Aku hanya diam di sebelahnya.

“Ayo kita ke taman belakang. Bersantai disana lebih nikmat dari pada di ruang tengah.”

Kami duduk di bangku santai berwarna putih. Eommonim berada di hadapanku dan dari sini aku dapat melihat bunga mawar dengan berbagai warna tertanam dengan rapi dan terawat.

“Ya! Jangan hanya diam seperti itu. Ayo teh nya di minum,” ucap eommonim. Aku mengangguk kemudian menyesap teh vanilla buatan eommonim. Ini enak!

“Bagaimana hubunganmu dengan Siwon?” tanya eommonim.

“Hubungan kami baik-baik saja eommonim,” jawabku sekenanya. Jujur saja aku sedikit gugup di tanya seperti itu.

“Apakah kalian sudah melakukannya?” tanya eommonim setengah berbisik.

Aku menyernyit tak mengerti. “Maksud eommonim?” tanyaku.

Eommonim tersenyum kemudian memukul lenganku pelan. “Eisshh, maksudku malam pertama. Kalian sudah melakukannya?”

Aku tertunduk malu. Selalu saja seperti ini jika membahas tentang malam pertama itu.

“Yoona-ah aku tak mau tahu, secepatnya kalian harus memberikan kami seorang cucu. Arraseo?” ucap eommonim. Aku hanya mengangguk tanda mengerti.

“Kalian harus berjuang bersama. Arraseo,” ucap eommonim lagi sembari mengepalkan tangannya.

“Eommonim, jangan keras-keras. Aku malu,” ucapku.

Eommonim tergelak geli kemudian meraih tanganku. “Kau ini, itu wajar terjadi,” ucapnya memandangku lekat.

“Kau tau, ternyata memilih mu bukanlah sebuah pilihan yang salah.” Kali ini Eommonim merengkuh wajah ku dengan penuh kasih sayang.

“Terima kasih eommonim karena telah menerima ku di dalam keluarga ini.”

Selanjutnya aku menghabiskan waktu ku bersama eommonim. Ia mengajari ku bagaimana cara merawat tanaman yang baik.

Yoona P.O.V end

*****

Sooyoung P.O.V

Jam kerja sudah hampir berakhir, namun pekerjaan ku masih menumpuk begitu pula dengan Siwon dan Kyuhyun. Mereka sibuk dengan tumpukan file yang masih menanti untuk diACC. Sedari tadi aku terus saja mencuri pandang ke arah Siwon.

Ingatan ku melayang pada kejadian tadi siang. Aku tertawa dalam hati, melihat wajah Yoona yang kecewa karena gandengan ku di lengan Siwon.

‘Oh Cho Yoona, wajah mu itu benar-benar menggelikan! Ini baru permulaan dan kau sudah dapat ku jatuhkan  dengan sekali jentikan! Lalu bagaimana jika rencanaku telah berjalan? Aku sudah dapat membayangkan kehancuran hidup mu, Cho Yoona!’

Aku tersenyum dalam diam. Tangan ku sibuk menyusun berkas dan merapikannya kembali kedalam brangkas.

“Sooyoung-ssi untuk hari ini pekerjaan mu sampai disini, kau sudah boleh pulang sekarang,” ucap Siwon sembari memasang jasnya.

“Ne sajangnim,” ucap ku singkat namun dengan senyuman termanis yang ku punya.

“Sooyoung-ssi, Kyuhyun-ssi, aku duluan,” ucap Siwon kemudian berlalu meninggalkan ku bersama Kyuhyun yang masih bersiap-siap untuk pulang.

“Sooyoung-ssi, mau ku antar pulang?”

Sooyoung P.O.V end

*****

 Kyuhyun P.O.V

“Sooyoung-ssi, mau ku antar pulang?” tawar ku.

Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku ingin berkenalan lebih dekat dengannya. Ia belum menjawab dan tampak menimbang-nimbang tawaran ku tadi.

“Ayolah, ini sudah sore dan bis sudah tidak beroperasi lagi.”

“Oh maaf. Tapi aku pulang dengan taksi, Kyuhyun-ssi,” ucapnya membuat ku panik. Sepertinya ia akan menolak tawaranku.

“Taksi?! Taksi juga sudah tidak beroperasi lagi. Sudahlah, kau pulang dengan ku saja,” ucap ku sedikit memaksa.

Ia menyernyit heran.  “Sepertinya kau ingin sekali mengajak ku pulang bersama mu?”

“Tentu saja. Selagi ada aku, mengapa kau harus pulang menggunakan taksi? Tak baik jika seorang wanita pulang sendirian.”

“Tapi aku sudah terbiasa pulang sendirian, Kyuhyun-ssi,” ucap Sooyoung dengan nada penolakan. Ternyata ia seorang yang keras kepala, membuat ku semakin tertantang untuk mendekatinya.

“Ayolah, sekali ini saja. Kau tidak kasiankah padaku yang sedari tadi terus saja memohon-mohon?” tanya ku dengan memelas.

Ia mendesah berat. “Ne, baiklah Kyuhyun-ssi.”

“Oh, ini apartemen mu? Apa kau tinggal sendirian?” tanya ku ketika memasuki apartemen milik Sooyoung.

“Ne, aku tinggal sendirian disini,” jawab Sooyoung singkat.

“Silahkan duduk Kyuhyun-ssi. Kau ingin minum apa?” ucap Sooyoung kemudian berjalan menuju dapur. Dari sini aku dapat melihat dengan jelas apa yang sedang Sooyoung lakukan.

“Apa saja boleh,” jawab ku masih terus memperhatikannya.

Tak lama Sooyoung datang membawa dua gelas air berwarna kuning. Ia meletakkannya tepat di hadapanku.

“Sooyoung-ssi, apa kau tidak merasa kesepian tinggal sendirian disini?” tanya ku memulai percakapan.

“Ya, aku kesepian. Oleh karena itu aku ingin mencari rumah agar tidak kesepian lagi jika aku memiliki tetangga.” Nada bicaranya sedikit berubah, tidak seangkuh tadi. Ada apa dengannya?

“Kyuhyun-ssi, seberapa dekat hubungan mu dengan Yoona?” tanya Sooyoung tiba-tiba. Aku tercengang mendengar Sooyoung yang memulai percakapan terlebih dahulu.

“Yoona?! Aku dan dia sangat dekat sejak kecil,” jawab ku.

“Bagaimana sosok Yoona dimata mu?” tanya Sooyoung lagi.

“Yoona adalah sosok yang sangat lembut dan membuat semua orang mencintainya termasuk Siwon Hyung. Aku kagum dengan sifat penyayang Siwon Hyung. Dia benar-benar memperlakukan Yoona dengan lembut dan penuh perhatian,” ucap ku panjang lebar.

Ku lihat wajahnya kembali berubah menjadi angkuh. Apa aku salah bicara? Bodoh! Bodoh! Seharusnya aku hanya fokus kepadanya dan tidak membicarakan orang lain.

“Oh.” Hanya itu respon darinya. Sepertinya benar aku salah bicara.

“Maaf, apa aku salah bicara?” tanya ku hati-hati.

“Tidak Kyuhyun-ssi. Hanya saja aku sedikit lelah,” ucapnya.

“Benarkah? Kalau begitu sebaiknya aku pulang,” ucap ku kemudian bangkit dari duduk.

Sooyoung mengantar ku hingga ke ambang pintu. Aku berbalik menghadapnya sebelum benar-benar melangkah pergi.

“Selamat beristirahat,” ucap ku dibalasnya dengan senyuman.

Kyuhyun P.O.V end

*****

Author P.O.V

Siwon mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia menikmati semilir angin yang berhembus pelan melalui jendela mobilnya yang terbuka.

Kerlap-kerlip lampu kendaraan menghiasi kota Seoul petang itu. Siwon tidak menambah kecepatan mobilnya, meskipun jalanan tidak padat.

Siwon membelokkan mobilnya ketika ia telah memasuki kawasan rumahnya. Ia memarkirkan mobilnya di beranda rumah, setelah itu pelayan mengambil alih mobilnya dan memasukkan kedalam garasi.

“Yeobo, aku pulang,” ucap Siwon ketika ia masuk kedalam rumah.

Ia menatap kesekeliling rumahnya, mencari sosok Yoona yang tak muncul-muncul. Mendengar suara Siwon yang cukup keras, seorang pelayannya datang dengan sedikit tergesa.

“Ada apa Tuan?” tanya pelayan itu.

“Kemana istriku?”

“Ah, Nyonya belum pulang sejak tadi siang, Tuan.”

“Benarkah? Kalau begitu aku akan menghubunginya. Kau boleh pergi sekarang,” ucap Siwon kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku jas.

“Yeobo, kau ada dimana sekarang?” tanya Siwon dengan nada khawatir.

“Aku dalam perjalanan pulang. Sebentar lagi aku akan sampai,” jawab Yoona di seberang.

“Baiklah aku akan menunggumu di rumah,” ucap Siwon kemudian mengakhiri sambungan.

Siwon berjalan naik ke lantai dua, ia masuk ke dalam kamar tidurnya. Selanjutnya yang terdengar adalah bunyi gemericik air dari kamar mandi yang ada di kamarnya itu.

Author P.O.V end

****

 Siwon P.O.V

Selesai membersihkan diri aku segera memakai kimono mandiku. Aku keluar dari kamar mandi dan saat itu juga aku melihat Yoona yang baru memasuki kamar. Ia sedikit terkejut melihatku.

“Kau sudah pulang?” tanyaku sembari berjalan menuju lemari.

“Ne,” jawabnya singkat.

Aku memakai piama tidurku, setelah selesai aku berbalik. Kulihat Yoona yang masih berdiri pada posisinya semula dan menatapku dengan pandangan yang tak bisa ku artikan.

“Kenapa? Apa ada yang salah denganku?” tanyaku membuatnya panik.

“Ti—tidak, aku ingin mandi,” ucapnya dengan nada gugup sedetik kemudian ia berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi. Aku terkikik geli melihat tingkah lakunya. Ia lucu.

Aku melangkah ke arah tempat tidur. Ku sandarkan tubuhku kemudian meraih buku yang terletak di nakas sebelah tempat tidur. Aku membaca sembari menunggu Yoona selesai dari mandi nya.

Tak berapa lama aku mendengar pintu kamar mandi terbuka. Yoona keluar dari kamar mandi, kulihat ia memakai baju tidur yang memamerkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Tidak biasanya Yoona menggunakan pakaian tidur seperti itu. Apalagi dengan rambutnya yang masih basah. Ku akui ia terlihat menggoda malam ini.

Yoona berjalan menuju tempat tidur. Seketika jantungku berdegup cepat dengan sosoknya yang semakin mendekat. Aroma wangi dari tubuhnya menggelitik indera menciumanku. Yoona bersandar di sebelahku kemudian menarik selimut sebatas lututnya.

Aku tak fokus lagi dengan buku yang tadi ku baca. Kini semua pikiranku hanya tertuju padanya. Untuk menghilangkan rasa gugup, aku mencoba mengajaknya berbicara.

“Tadi kau kemana?” tanyaku.

“Aku mengunjungi eommonim. Maaf aku tak langsung pulang ke rumah,” jawabnya.

“Benarkah? Lalu apa yang kalian bicarakan?” tanyaku lagi kini sembari memandang wajahnya.

“Eommonim menanyakan kabar hubungan kita,” jawabnya dan mata kami bertemu.

“Lalu kau jawab apa?”

“Aku menjawab bahwa semuanya baik-baik saja. Eommonim juga bertanya tentang malam pertama kita,” jawabnya kemudian menunduk malu.

“Lalu? Kau memberitahu semuanya?” tanyaku dengan senyuman.

“Aniya, aku terlalu malu untuk membahasnya,” jawab Yoona masih tertunduk.

“Hanya itukah yang kalian bicarakan?” tanyaku penasaran.

“Tidak, eommonim bilang ia menginginkan sesuatu—“ jawabnya menggantung kalimat.

“Apa?” Aku semakin penasaran dibuatnya.

“Dia menginginkan seorang cucu secepatnya,” jawab Yoona pelan.

“Lalu apa kau menginginkannya juga?” tanya ku dengan nada menggoda. Yoona mengangguk sebagai jawaban.

Seketika wajahnya bersemu merah, membuatnya terlihat semakin cantik. Ku angkat dagunya agar kami saling berpandangan. Manik matanya tampak berbinar menatap ku. Aku tersenyum kemudian mengecup lembut keningnya.

“Saranghae Cho Yoona,” ucap ku kemudian mempersempit jarak pandang kami hingga akhirnya bibir ku menyentuh bibir mungil Yoona.

Deru nafas Yoona terdengar merdu di telinga ku, membuat jantung ku berkerja dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Ku tuntun tangan Yoona untuk mengalung di leher ku kemudian ku rebahkan tubuhnya yang masih tetap dalam pelukan ku. Aku berhenti sejenak dari aktivitas ku dan membuat Yoona menatap ku heran.

“Wae?” tanyanya.

“Kau terlihat menggoda Yeobo dengan pakaian tidurmu,” jawab ku kemudian mengerling. Yoona menutup wajahnya yang merona merah ketika mendengar kalimat ku tadi. Aku tersenyum. Ku tarik perlahan tangan yang menutupi wajahnya.

“Tidak perlu malu. Kau milik ku seutuhnya,” ucap ku sembari berbisik lembut di telinganya.

Tak mengunggu titah lebih lanjut, aku kembali mengecup bibirnya. Memberi sensasi hangat dan lembut ketika bibir kami saling terpaut, membuat saliva kami bersatu.

Ku perdalam ciuman ku, kemudian mulai menjelajah ke seluruh permukaan dinding mulutnya yang basah. Lidah kami beradu didalam sana. Saling memberi kenikmatan satu sama lain.

Yoona mulai mendesah ketika ciuman ku turun menelusuri leher jenjangnya. Suara desahannya semakin menggoda saat ku ciptakan karya-karya ku di sana. Memberikan sentuhan-sentuhan yang mampu membuatnya terbuai dalam permainan ku.

Tangan ku tak tinggal diam ingin menelusuri setiap lekukan indah yang ada pada Yoona untuk ku rajai. Dia milik ku sekarang, dan aku adalah penguasa atas semua ke agungan yang Tuhan ciptakan padanya.

Kami terhanyut dalam permainan cinta yang begitu indah dengan ritme yang mulai ku percepat namun tetap dalam alur permainan yang lembut.

Skip—Skip—Skip—Skip

(*Anak dibawah 17 tahun di larang ngebayangin yang lebih lanjut .. Belum saatnya .. Haalah .. Bisa-bisa si author ajah ..)

Siwon P.O.V end

*****

Author P.O.V

Siwon mengerjapkan matanya sembari memeluk Yoona yang masih terlelap. Ia menatap wajah istrinya, namun pikirannya melalang buana mengingat sederet jadwal yang padat hari ini.

‘Oh, jam 9 nanti ada rapat dengan investor dari China,’ batin Siwon dalam hati.

Tiba-tiba sorot matanya menangkap anak jarum jam yang menunjuk ke pertengahan antara angka 8 dan 9, sedangkan jarum panjangnya menunjuk ke angka 6.

Siwon terbelalak kaget. Ia terlambat pagi ini. Saraf-saraf motoriknya memerintahkan tubuhnya untuk segera bangkit dengan gerak reflek. Akibat dari gerakannya itu, tubuh Yoona menjadi tergeser membuat si pemilik tubuh indah itu terbangun dari tidurnya.

“Yeobo, aku kesiangan,” ucap Siwon panik sembari memakai pakaian tidurnya yang berserakan di lantai.

“Mwo?! Kesiangan?!” pekik Yoona, kemudian melilitkan selimut ke tubuhnya yang masih polos. Ia turun dari tempat tidur kemudian menyentak tangan Siwon dan menariknya ke arah kamar mandi.

“Cepatlah Yeobo. Ini benar-benar sudah siang,” ucap Yoona masih dalam keadaan panik.

“Ne, arraseo. Tapi, apa kau mau kita mandi bersama?” goda Siwon membuat Yoona membulatkan matanya.

“Mwo-ya! Kau tau ini sudah terlalu siang? Kau masih sempat menggoda ku?!” pekik Yoona kemudian mendorong tubuh Siwon untuk masuk ke dalam kamar mandi yang pintunya telah terbuka.

“Ne, arraseo Yeobo,” ucap Siwon kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Yoona. Ia mengecup bibir Yoona sekilas lalu tersenyum.

“Morning kiss, aku tak pernah lupa,” ucap Siwon kemudian menutup pintu kamar mandi.

Yoona masih membeku ditempat. Tak percaya dengan tingkah suaminya pagi ini yang benar-benar konyol. Namun sedetik kemudian sudut bibirnya tertarik menciptakan senyuman manis.

“Kau lucu Yeobo,” gumam Yoona. Selanjutnya ia berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya.

“Yeobo, aku berangkat,” pamit Siwon sembari menenteng tas kerjanya.

“Kau tak sarapan?” tanya Yoona membetulkan letak dasi Siwon.

“Aku sudah benar-benar terlambat Yeobo. Aku berangkat dulu, annyeong,” ucap Siwon kemudian mengecup kening Yoona sekilas.

Yoona melambaikan tangannya ketika mobil Siwon keluar dari pekarangan rumah.

*****

Siwon berjalan tergesa-gesa menuju ruangannya. Ia menjadi panik ketika tak melihat berkas yang ia butuhkan di atas meja kerjanya.

Siwon mencari-cari sosok Sooyoung yang tak dilihatnya sedari tadi. Biasanya sosok wanita tinggi semampai itu selalu menyambutnya setiap pagi sebelum Siwon sampai di ruang kerjanya, namun pagi ini wanita itu tak tampak oleh matanya.

Siwon yang panik segera meraih gagang telpon dan menghubungi Sooyoung namun orang yang dituju tak mengangkat panggilannya.

“Ottoke?” gumam Siwon mondar-mandir.

Tak berapa lama pintu ruangannya terbuka. Sosok Sooyoung muncul dari pintu itu. Siwon menghela nafas lega ketika melihat Sooyoung yang membungkuk ke arahnya.

“Maaf sajangnim, aku terlambat,” ucap Sooyoung kemudian berjalan ke arah Siwon. Sooyoung menyerahkan beberapa berkas yang dibutuhkan oleh atasannya.

Siwon meraih berkas itu kemudian menatap ke arah Sooyoung. “Mengapa kau terlambat?”

“Maaf sajangnim, jarak rumah ku ke kantor sangat jauh. Dan aku juga tidak memiliki kendaraan pribadi jadi aku harus menunggu taksi untuk bisa sampai ke kantor,” jelas Sooyoung panjang lebar.

“Benarkah itu?” tanya Siwon yang masih menatap Sooyoung lekat. Sooyoung mengangguk memberi jawaban.

“Tapi aku akan berusahan secepatnya untuk mencari rumah yang jaraknya dekat dengan kantor,” timpal Sooyoung lagi.

“Oh, kau sedang mencari rumah? Kau tak perlu khawatir untuk hal itu. Aku akan mencarikan mu rumah yang dekat dengan rumah ku, jadi kita bisa berangkat bersama dan kau tidak akan terlambat lagi.”

“Benarkah itu sajangnim? Gamsahamnida,” ucap Sooyoung sembari membungkuk ke arah Siwon kemudian segera bersiap-siap untuk rapat.

Sooyoung berjalan mengikuti Siwon. Mereka akan menuju ruang rapat. Sooyoung yang berada di berjalan di belakang Siwon menyunggingkan senyum kemenangan.

‘Cho Yoona, permainan yang sebenarnya akan dimulai sebentar lagi. Bukan aku yang meminta, tetapi suami mu sendiri yang menawarkan. Aku tidak perlu dimembuang-buang tenanga ku untuk awal permulaan ini, karena kesempatan itu datang dengan sendirinya.’

 

To Be Continue …

A/N :

Buat semua reader yang sudah membaca ff nista dan geje ini. Kami dengan berat hati memberitahukan bahwa untuk part terakhir akan kami PROTEK kembali seperti Part 5 kemarin. Bukan karena kami egois untuk memprotek ff ini dengan sesuka hati. Tapi kami hanya ingin karya kami di hargai. Oleh karena itu mulai lah meninggalkan komentar kalian di setiap part nya. Sesingkat apa pun komentar kalian, sangat berharga untuk kami.

Gamsahamnida😀

70 thoughts on “The Wedding Blind (Part 7) -SKIP VERSION-

  1. soo eoni pegang2 jangan tangan oppa,, oppa kan dah nikah,,
    yoona oeni cemburu neh?? hehehehe sabar ja eoni…..

    haduh..,, siwon oppa pake acara nawarin segala,,, soo eoi jadi seneng banget deh kayak’y…..jadi makin ribet ja ne,,,,

    like it thor,,

  2. ternyata sooyoung orang.na licik jg yach.
    tenang yoona, siwon ttp slalu mencintaimu koq jgn khawatir
    tp q mkin pnsaran nich nti kira2 ank mereka laki2 ato perempuan yach?

    bwt author.na good job dech🙂

  3. Sooyoung kegenitan bngt sma wonppa , dan gk nyadar dri bngt klau disitu ada istrinya siwon#mian buat sooyoung sister, gk bermaksud
    .. And sooyung mau ngapai lgi nih ??

  4. dan akhirnyapun saya bca skip vernya (karena blum bisa ngebayangi law baca yg full vernya :D)
    wah sooeon kejam bnget eh,memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan>,<
    siyoon cpet pnya anak dunx,supaya sooeon jaddi nyadar.

    part terakhir?
    mksudnya ini dah mulai maw k part akhir kah?

  5. Iiihhh, jd tmbah ksel ma sooyoung…
    Main pgang2 tngan siwon jaw…..
    Siwon jga diem ja paz dpegang, gx peka trhadap prasaan yoona….
    Yoona fighting

  6. wkwkwkwkwkwk semoga soooyoung cepet sadar,,,, gile kyk nya terobsesi bgt ma si won hahahaha
    smoga nti sooyoung di sadarin ama kyuhyun😀 hohohoho

  7. iiihhhhhh..sooyoung cari kesempatan dalam kesempitan aja..kesel bgt sm sikap na..tp untung aja ada kyu oppa yg bwt sooyoung jd g trllu ngdeketin si won oppa..manap bgt cerita na aothor,,keren..like it..hehehee
    tp sooyoung licik y..dah kyk d sinetron2 aja..
    d tggu y aothor ff selanjut na..
    gamsamida maknae🙂 :*

  8. so sweet berasa kaya nonton korean drama….
    tapi kx partnya banyak yg ilang ya? he..he..
    kalo boleh tau baca part yg ilang itu gimana ya???

  9. ., jd ky sntron ea ., hehe
    tp gpp lh asal ad moment yoonwon’y n jgn d’bwt mbulet#eleh bhs.na# ky sntron TERSANJUNG ajj
    hehe . .,

  10. Thor,sbnarx aq mw jd silent rider aja. Qrasa terlambat skali baca ff author tp krn ada protect takutx pwx gak dpt. Apalagi part 5 gak sempat terbaca,,, bgmn???😦

  11. Yak,, yak,, yak,, yaakkk,, #shockberlebihan
    Apa2an tuh soo eonni gndeng2 tngn siwon oppa, siwon oppa jga tinggl ngbiarin aja kn yoong eonni jdinya cmbru tuh,,
    Aaaakkhh,,,,
    Siwon oppa knp sih pke nwrin soo tnggl dkat dgn rmhnya, truz brngkt kntor breng lgi, jdinya kn soo psti tmbh ngelunjak, yoong eonni hrs sbr yah nnti ttap prcya bhw siwon oppa kn ttap mncntaimu,,,,
    Fighting

  12. Yoona mulai cemburu gara2 ulah sooyoung. seandainya jadi yoona udah aku cakar tu si sekretaris ganjen. Ikut2an emosi nih..hihihihi

  13. wah buruan tuh siwon dan yoona eonni beri eomoniem cucu. pasti lucu deh….
    sooyoung Perusak Hubungan orang nih!!
    eonni maaf aku baru bisa comment sekarang baru buka ffnya. gomawo pwnya ya eonni
    next eonni

  14. Kyuhyun teruslah mengejar sooyoung, supaya dia jauh2 sama yoonwon..
    Kenapa siwon malah membuka jalan untuk sooyoung, jadi keenakan tuh orang .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s