The Wedding Blind (Part 8)

Title : The Wedding Blind (Part 8)

Author :

  • Shineelover14
  • Kim Hyera

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Im Yoona a.k.a Cho Yoona

Support Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Genre : Romance, Family

Rating : PG-15

Lenght : Chapter

***

Ku kunci hati ini dengan sebuah kesetiaan…

Tak pernah sekalipun ku coba ‘tuk hadirkan cinta yang lain…

Walaupun kau menjauh dariku…

Hari-hariku sarat dengan do’a…

Semoga rindu kita berdua…

Utuh dan abadi selamanya…

*****

 

Sooyoung P.O.V

Hari ini aku sangat senang. Karena jarak kami tak berjauhan lagi. Seminggu yang lalu aku baru saja pindah ke rumah yang direkomendasikan Siwon untukku dan letaknya hanya terpaut 50 meter. Bukankah itu sangat dekat? Dan itu akan mempermudah jalannya rencanaku, seperti yang akan aku lakukan hari ini.

Aku terdiam di depan halaman rumah besar rumah milik Siwon. Aku memandang takjub rumah besar di hadapanku ini.

“Siwon memang sempurna. Ia memiliki segalanya, wajah tampan, harta berlimpah, semua kemewahan ada padanya,” gumamku masih memandang takjub bangunan mewah dihadapanku ini.

Namun sedetik kemudian aku menyilangkan tanganku di depan dada dan tersenyum angkuh. “Tapi sebentar lagi, semua yang Siwon miliki akan menjadi milikku. Bukankah itu akan menjadi semakin sempurna?”

Aku melangkahkan kakiku dengan pasti di jalan setapak menuju pintu masuk. Aku telah menyusun baik-baik rencana awal yang harus kulakukan sebentar lagi.

Ku tekan bel di samping  pintu berwarna hitam minimalis itu, kemudian menunggunya sampai pintu itu terbuka dan seorang pelayan menyambutku dengan senyuman ramah. Aku membalas senyuman pelayan itu. Aku harus berlagak menjadi orang baik saat ini.

“Maaf Anda mencari siapa?” tanya pelayan itu.

Aku masih tersenyum ramah sebelum menjawab. “Apakah Siwon sajangnim ada di rumah?” tanyaku.

Baru saja pelayan itu akan menjawab, tiba-tiba suara Siwon memanggil namaku. Kulihat ia baru saja turun dari lantai dua bersama wanita pengganggu yang akan kusingkirkan sebentar lagi.

“Sooyoung-ssi, ayo masuk,” seru Siwon mempersilahkanku masuk.

Ia menyambutku dengan senyum manisnya. Ah, aku sangat menyukainya. Kualihkan pandangan pada wanita pengganggu itu. Ia menatap kearah Siwon heran. Tentu saja ia merasa heran, karena ini kali pertamanya aku bertamu kerumah mereka. Dan ini masih terlalu pagi.

Aku berjalan menuju kearah Siwon dan wanita itu menyunggingkan senyum terbaiknya padaku. Aku muak melihat senyum yang tercipta dari kedua sudut bibirnya. Ingin rasanya ku hapus semua kebahagiaan dalam hidupnya itu dan menyisakan penderitaan yang tak ada habisnya.

“Annyeonghaseo Sooyoung-ssi,” sapa wanita itu ketika aku telah berada di hadapan mereka.

“Ne, annyeonghaseo Yoona-ssi,” ucap ku balas menyapanya dengan sisi manis yang ku buat-buat.

“Kau sudah sarapan? Ayo kita sarapan bersama,” ucap Siwon masih dengan senyuman manisnya.

Aku tak mamapu menolak ajakannya. Ini di luar skenario, semua keberuntungan berpihak kepadaku. Ibarat kata pepatah ‘Sambil menyelam minum air’.

“Ah, tidak usah sajangnim. Terima kasih,” dusta ku pura-pura menolak.

“Ayolah Sooyoung-ssi. Pasti lebih enak jika kita makan bersama. Ayo-ayo kita keruang makan.”

Yoona menggandeng tangan ku, kemudian membawaku menuju ruang makan. Aku tertawa dalam hati. Cho Yoona, kau sangat bodoh. Kau telah membuka jalan kemudahan bagi ku dan selanjutnya aku akan memperlancar jalan itu dengan semua rencana ku.

“Kau ingin selai apa Sooyoung-ssi?” tanya Yoona diseberangku. Ia terlihat bahagia pagi ini. Entah apa yang telah dilakukan Siwon tadi malam hingga mambuat wajah wanita itu berseri-seri.

Aku yakin semalam mereka habis bercinta. Ku kepal telapak tangan ku kuat, rasa iri menggerogoti diri ku saat ini. Aku juga ingin merasakan sentuhan Siwon pada tubuhku, merasakan bibir Siwon  yang menelurusi lekuk tubuh ku tanpa terkecuali.

“Aku ingin selai coklat saja,” jawab ku akhirnya.

“Selera kita sama Sooyoung-ssi,” ucap Siwon. “Aku juga suka selai coklat, berbeda dengan Yoona yang lebih suka selai strawberry karena rasa asam yang lebih dominan,” timpal Siwon lagi.

“Benarkah sajangnim? Berarti kita sama-sama menyukai rasa manis,” ucap ku kemudian melirik Yoona yang tertunduk sembari mengoleskan selai strawberry di atas rotinya. Baru seperti ini saja ia sudah terlihat lemah dimata ku. Kunjungan pertama ku ini benar-benar membuahkan hasil.

Setelah selesai sarapan, kulihat Siwon melihat ke arah jam tangannya.

“Sooyoung-ssi, ayo kita berangkat sekarang.” Siwon bangkit dari duduknya dan membuatku melihat kearahnya.

“Ne sajangnim,” ucap ku. Baru saja aku akan bangkit dari duduk, ku lihat letak dasi Siwon yang sedikit miring. Ini kesempatan emas untuk ku.

“Maaf sajangnim, letak dasi Anda sedikit miring. Boleh saya membantu Anda untuk membetulkannya?”

Tanpa menunggu persetujuan dari Siwon, aku langsung membetulkan letak dasinya dan yang membuat aku senang adalah Siwon sama sekali tidak menolak.

Dasar wanita tidak berguna. Mengurus suami mu saja kau tidak bisa. Aku ragu kau bisa mempertahankan rumah tangga ini bersama Siwon. Dan disaat kau lengah, Siwon akan berpaling kepadaku.

“Yeobo, kau akan berangkat sekarang?” tanya wanita itu memandang ke arah suaminya dengan wajah lemah. Aku muak melihatnya.

“Aa—Ne, aku pergi dulu,” jawab Siwon seakan lupa akan kehadiran istrinya.

“Yoona-ssi, kami pergi dulu,” pamit ku kembali memasang senyum palsu. Yoona tersenyum manis ke arah ku dan membiarkan ku pergi bersama suaminya.

Disepanjang perjalanan, aku tertawa bahagia di dalam hati. Senang bisa bermain bersamamu, Cho Yoona.

Sooyoung P.O.V end

*****

Author P.O.V

Yoona masih membeku ditempat. Ia masih memandangi punggung Siwon yang semakin menjauh. Otaknya masih belum bisa kembali berjalan normal. Ia masih tak percaya dengan semua kejadian yang belum lama terjadi.

Suaminya itu seakan lupa dengan kehadirannya. Bahkan pagi ini Siwon tak memberikan kecupan selamat tinggal di kening Yoona seperti biasanya. Yoona memegang dadanya yang terasa sakit. Ia menundukkan kepalanya dan menutup mata.

“Memang benar, aku harus membiasakan diri dengan perubahan sikap Siwon yang tiba-tiba,” gumamnya pelan dan masih memegang dadanya.

“Apakah ini rasa cemburu? Aku tak suka Siwon berada di samping wanita selain aku. Apa ini terlalu egois? Mengingat Sooyoung-ssi adalah sekretarisnya.”

Yoona bangkit dari duduknya, kemudian meninggalkan ruang makan. Ia berjalan menuju tangga namun langkahnya terhenti ketika matanya melihat kesebuah pintu berwarna putih yang belum pernah ia buka sebelumnya. Yoona mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamar.

Ia berjalan mendekati pintu itu dan meraih gagangnya. Yoona mendorong pelan pintu itu dan aroma lavender langsung tercium olehnya. Yoona semakin mendorong pintu itu agar terbuka semakin lebar. Dilihatnya ruangan itu sangat luas dengan cat dinding berwarna putih.

Yoona melangkahkan kakinya masuk. Mata indahnya menelusuri setiap sudut ruangan itu yang sudah dapat ia tebak adalah ruang kerja milik suaminya. Tangannya menyisir setiap buku yang tersusun rapi di rak besar yang berada disebelah kanan pintu masuk. Ia membaca satu-persatu judul buku yang isinya tidak ia mengerti.

Yoona berjalan meninggalkan rak buku itu dan mengalihkan pandangannya ke sisi lain dari ruangan itu. Ia melihat taman kecil yang berada di depan jendela yang dihiasi dengan lampu taman di sudutnya. Yoona melihat di atas meja kerja Siwon terdapat foto pernikahan mereka. Senyuman manis tersungging di bibirnya. Ternyata suaminya itu selalu mengingat dirinya di saat sibuk sekalipun.

Mata Yoona kembali beralih menelusiri ruangan itu. Ia menangkap sebuah lukisan yang berada di dinding sebelah kiri dari meja kerja Siwon. Lukisan pohon maple yang daunnya telah berubah menjadi kemerahan menandakan musim gugur tiba. Pohon maple itu berada di tengah padang rumput hijau yang luas.

Yoona merasa lukisan itu seperti gambaran dirinya. Daun-daun yang berguguran setiap helainya adalah penggambaran tentang dirinya yang rapuh. Namun seiring berjalannya waktu, dan saat musim semi tiba daun-daun itu akan kembali tumbuh seperti dirinya yang mendapat semangat baru dan membuatnya menjadi lebih kuat.

Pohon itu juga mengingatkannya saat pertama kali bertemu dengan Siwon yang juga di bawah pohon maple. Bukankah ini sangat manis? Yoona kembali tersenyum.

Terlintas di benak nya untuk mempelajari seni lukis lebih dalam lagi. Dulu— Ia pernah mengikuti kelas melukis namun terhenti karena kakeknya yang melarang. Tapi untuk kali ini, kakeknya pasti tak akan melarangnya lagi.

*****

Kyuhyun turun dari mobilnya. Ia merapikan rambut pirangnya sebentar di jendela mobil. Ia mengancingkan jasnya kemudian berjalan menuju pintu masuk. Saat akan membuka pintu, matanya menangkap sosok dua orang yang tak asing lagi baginya.

Sooyoung dan Siwon tengah berjalan bersama menuju pintu masuk sama seperti dirinya. Sejenak Kyuhyun memperhatikan Sooyoung yang mempesona pagi ini. Gadis pujaanya itu memakai blouse berwarna cream yang membuatnya tampak semakin cantik di matanya.

Tanpa sadar Kyuhyun tersenyum dan terus memperhatikan Sooyoung yang berjalan semakin mendekat. Namun senyumnya hilang saat sebuah pertanyaan melintas di kepalanya.

‘Bagaimana bisa Siwon hyung datang bersama Sooyoung pagi ini? Bukankah tempat tinggal mereka berbeda arah?’

“Selamat pagi Hyung,” sapa Kyuhyun saat Siwon telah berada di depannya.

“Pagi, kau juga baru datang?” tanya Siwon.

“Ne,” jawab Kyuhyun sembari melirik Sooyoung yang menunduk.

“Kalau begitu ayo kita masuk bersama,” ucap Siwon kemudian berjalan terlebih dahulu.

Di belakangnya, Kyuhyun dan Sooyoung mengikuti. Namun jarak antara Siwon dan keduanya terpaut cukup jauh. Kyuhyun melirik Sooyoung yang berjalan santai di sampingnya.

“Kau datang bersama Siwon hyung?” tanya Kyuhyun membuat Sooyoung menoleh ke arahnya.

“Tidak, aku tak sengaja bertemu dengannya di basement tadi,” jawab Sooyoung dengan nada setenang mungkin.

“Benarkah?”

 Kyuhyun menatap Sooyoung dengan pandangan sangsi. Sooyoung yang di tatap seperti itu menjadi kesal. Ia mendengus kemudian meninggalkan Kyuhyun begitu saja.  Kyuhyun panik, kemudian memanggil Sooyoung yang semakin menjauh.

“Ya! Sooyoung-ssi, aku hanya bercanda.”

“Kau marah padaku?”

“Aniya, sudahlah jangan menggangguku.”

“Ya! Tapi kau marah kan denganku?”

“Ck! Aku tidak marah denganmu! Sudahlah, jangan menggangguku ini waktunya berkerja.”

“Kau harus tersenyum padaku terlebih dahulu untuk meyakinkanku bahwa kau tak marah.”

“Aku sudah tersenyum kan? Jadi silahkan kembali ke ruanganmu.”

“Senyum mu sepertinya tidak ikhlas. Ayo senyum yang manis.”

“YA! KYUHYUN-SSI!!!”

******

Yoona menempelkan ponselnya di telinganya. Ia menunggu nada monoton yang terdengar selama 10 detik dan pada detik ke 11 barulah panggilan itu diangkat , mendengarkan suara seseorang yang sangat ia kenal.

“Yeobo, waeyo?” tanya Siwon di seberang.

“Ah, apa aku mengganggumu?” Yoona balik bertanya.

“Tidak, ada apa?” Siwon bertanya dengan nada serius membuat Yoona ragu untuk menyampaikan maksudnya.

“Errr…Yeobo, bolehkan aku mendaftar kelas melukis?” tanya Yoona ragu.
“Aku ingin mencari kesibukan di luar. Aku selalu sendiri di rumah dan itu sangat membosankan. Bolehkah?”

“Kelas melukis? Baiklah,” jawab Siwon yang tadi sedikit mempertimbangkan keinginan istrinya itu. “Tapi jangan mengambil kelas yang terlalu sore dan juga pada waktu akhir pekan. Kau tahu kan, akhir pekan itu adalah waktu untuk kita bersama.”

Yoona tersenyum senang mendengar jawaban setuju dari suaminya. “Ne, Yeobo aku tahu itu. Bisakah kau mengantarkanku untuk mendaftar?” tanya Yoona dan tak langsung di jawab oleh Siwon.

“Maaf yeobo, aku tidak bisa. Sehabis ini aku ada rapat,” jawab Siwon membuat Yoona sedikit kecewa.

“Ya sudah, tidak apa-apa. Aku bisa pergi bersama Pak Han,” ucap Yoona dengan nada kecewa yang terdengar kentara sekali.

“Gwenchanayo yeobo?” tanya Siwon merasa bersalah.

“Gwenchana, kau pasti sibuk dengan urusan kantorkan? Aku bisa pergi sendiri,” jawab Yoona meyakinkan suaminya.

“Baiklah kalau begitu aku tutup dulu ya,” ucap Siwon kemudian mengakhiri sambungan.

Yoona menurunkan ponselnya dari telinga. Ia mendesah kecewa namun sedetik kemudian ia memukul pelan dahinya. Ia tidak tahu tempat kursus melukis yang bagus di Seoul dan lebih bodohnya lagi, ia lupa bertanya pada Siwon.

Yoona hendak memencet nomor suaminya kembali, namun dengan cepat ia urungkan niatnya itu. Yoona mengingat bahwa Siwon sedang sibuk dengan pekerjaannya dan ia tak mau mengganggu. Akhirnya ia memencet huruf ‘K’ di kontak ponselnya hingga muncul sebuah nama ‘Kyunnie’ . Yoona menunggu panggilan itu di angkat dan hanya dalam 5 detik, sebuah suara menyapanya.

“Annyeong, Yoong. Ada apa?” tanya Kyuhyun dengan suara cerianya.

“Kyu, Apa kau tahu kursus lukis yang bagus di Seoul?”

Kyuhyun terdiam sebentar dan mencoba mengingat. “Memangnya ada apa? Kau ingin masuk kelas melukis?” tanya nya lagi.

“Ne, apa kau tahu?” tanya Yoona lagi.

“Ya, aku punya teman seorang seniman. Kurasa ia bisa mengajarimu melukis di sekolah seninya,” jawab Kyuhyun membuat Yoona memekik girang.

“Benarkah? Bisa kau beri tahu dimana tempatnya? Aku ingin mendaftar hari ini juga,” ucap Yoona bersemangat.

“Kau akan pergi sendiri?” tanya Kyuhyun tak memperdulikan perkataan Yoona tadi.

“Tidak, aku akan meminta supir untuk mengantarku. Cepat beri tahu alamatnya padaku,” pinta Yoona sedikit kesal dengan pertanyaan Kyuhyun terus-menerus.

“Aku akan menjemputmu nanti. Kau tunggu aku saja. Arraseo,” ucap Kyuhyun kemudian mematikan sambungan.

Yoona mendengus kesal kemudian menurunkan poselnya dari telinga. “Kebiasaanya tak pernah hilang. Selalu saja memutuskan panggilan sesuka hatinya.”

Yoona bangkit dari ranjangnya kemudian berjalan menuju lemari pakaian. Ia mulai bersiap-siap karena Kyuhyun akan menjemputnya.

*****

Kyuhyun menghentikan laju mobilnya ketika memasuki pekarangan rumah Yoona. Ia tersenyum saat pandanganya menangkap sosok Yoona yang berdiri menuggunya di depan pintu.

Kyuhyun turun dari mobilnya dan menghampiri Yoona.  “Kita berangkat sekarang Tuan Putri?” tanya Kyuhyun dengan nada bercandanya.

“Baiklah Pangeran Cho Kyuhyun. Ayo kita menuju ke kereta kencana.” Mereka berdua tertawa setelah bercanda tadi.

Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju pusat kota. Yoona tak henti-hentinya memandang keluar jendela.

“Kau yakin dengan keputusan mu mengambil kelas melukis? Kau tak takut kakek akan melarangmu seperti dulu?” tanya Kyuhyun membuat Yoona menoleh ke arahnya.

“Kakek tidak mungkin melarang ku lagi. Aku sudah terlaru tua untuk dilarang,” jawab Yoona.

Kyuhyun terkekeh. “Gaya bicara mu ‘sok’ dewasa Yoong,” sindir Kyuhyun.

“Aku memang sudah dewasa. Bahkan sekarang aku sudah berumah tangga. Sedangkan kau?” ucap Yoona memandang Kyuhyun sinis.

“Oh, jadi kau balas menyindirku? Kau lihat saja nanti, aku akan mengenalkan wanita itu pada mu,” ucap Kyuhyun membuat Yoona memandangnya sangsi.

“Baiklah, aku akan menunggu saat itu. Aku harap kau tidak berbohong Cho Kyuhyun.” Yoona memutar badannya kearah depan dengan gaya angkuh.

“Aku tidak berbohong. Dan jangan mengajakku berdebat denganmu, Cho Yoona,” ucap Kyuhyun.

Yoona kembali membalikkan badannya ke samping. “Kau yang memulainya duluan. Jadi jangan salahkan aku kalau kau menjadi kalah.”

“Terserahlah. Kita sampai, kau masih ingin berdebat lagi dan tak jadi mendaftar kursus?” Ucapan Kyuhyun membuat Yoona memandang keluar jendela.

Yoona membuka pintu mobil Kyuhyun. Ia berjalan menuju teras bangunan yang berada di depannya. Kyuhyun membukakan pintu masuk untuk Yoona. Mereka berjalan menuju meja resepsionis.

“Bisa bertemu dengan Lee Sungmin?” tanya Kyuhyun kepada resepsionis di balik meja.

“Mohon tunggu sebentar,” ucap resepsionis itu kemudian mengangkat gagang telepon. Yoona dan Kyuhyun menunggu di sofa yang berada tak jauh dari meja resepsionis.

Tak lama seorang pria berwajah imut dan berpenampilan cassanova keluar dari pintu kaca. Ia tersenyum begitu melihat sosok Kyuhyun yang tengah duduk menunggu.

“Sungmin Hyung,” panggil Kyuhyun ketika sosok pria itu semakin berjalan mendekat. Sekilas mereka berpelukan untuk melepas rindu.

“Lama tak bertemu denganmu. Kulihat kau semakin tampan,” ucap pria yang bernama Sungmin itu membuat Kyuhyun terkekeh.

“Memang sejak dulu aku tampan. Hanya kau yang tak menyadarinya,” ucap Kyuhyun percaya diri.

“Ya, ya aku tahu itu. Lalu apa yang membawamu kesini?” tanya Sungmin melirik ke arah Yoona yang masih duduk di sofa.

“Ah, iya aku lupa. Aku kesini untuk mendaftarkan sepupuku masuk ke kelas melukis, Hyung,” ucap Kyuhyun kemudian menarik pelan tangan Yoona untuk berdiri.

“Annyeonghasseo, Cho Yoona imnida.” Yoona membungkuk hormat dan memperkenalkan dirinya.

“Ah, ne. Lee Sungmin imnida,” jawab Sungmin kembali menatap Kyuhyun.

“Jadi bagaimana cara mendaftarnya, Hyung?” tanya Kyuhyun polos.

“Kau tinggal mengambil formulirnya di bagian resepsionis,” jawab Sungmin. Kyuhyun mengangguk paham kemudian mengambilkan formulir untuk Yoona.

“Mungkin hari ini kau tak usah mengikuti kelas dulu, karena waktunya akan habis sebentar lagi. Kau bisa datang untuk pertemuan pertama hari Rabu nanti, Yoona-ssi,” jelas Sungmin kepada Yoona.

“Ne, gamsahamnida Sungmin-ssi. Mohon bantuannya,” ucap Yoona seraya tersenyum.

“Baiklah hyung, kami pamit pulang dulu. Sampai bertemu hari Rabu nanti,” ucap Kyuhyun kemudian melangkah keluar dari tempat kursus baru Yoona.

Yoona menutup pintu mobil Kyuhyun kemudian membalikkan badannya ke arah kiri untuk menatap sepupunya. “Kyu, temanmu itu baik sekali,” puji Yoona.

“Ya, Sungmin hyung memang baik sekali. Dan Sunny noona beruntung mendapatkannya,” ucap Kyuhyun kemudian menghidupkan mesin mobilnya.

“Oh, jadi ia sudah menikah? Wajahnya masih terlihat sangat muda,” ucap Yoona tak percaya.

Kyuhyun menatap Yoona dengan pandangan heran. “Kau itu bicara apa? Aku tidak mengerti,” ucap Kyuhyun membuat Yoona mendengus kesal.

“Yoong, bulu matamu jatuh,” lanjut Kyuhyun menunjuk pipi kanan Yoona.

“Dimana?” tanya Yoona meraba-raba pipi kanannya. “Disini?” tanya Yoona lagi.

“Bukan, sedikit ke atas,” ucap Kyuhyun masih menunjuk pipi kanan Yoona.

“Dimana? Kau tak membohongiku kan?” tanya Yoona mulai kesal.

“Ck! Kau ini selalu saja tak percaya padaku. Sini biar aku saja yang ambilkan.”

Kyuhyun mendekatkan tubuhnya ke arah Yoona. Tangannya mencoba meraih bulu mata Yoona yang jatuh di pipi kanannya. Setelah berhasil mengambil bulu mata Yoona, Kyuhyun menunjukkan bulu mata itu kepada Yoona tanda ia tak berbohong. Selanjutnya Yoona tersenyum tanda terima kasih.

Dari jarak 15 meter, sepasang mata memperhatikan gerak-gerik keduanya sedari tadi. Pemilik sepasang mata itu memandang keduanya dengan tatapan tak percaya.

Author P.O.V end

*****

Siwon P.O.V

Aku baru saja selesai pergi makan siang bersama Sooyoung. Kami memutuskan untuk segera kembali ke kantor. Aku memasang sabuk pengaman dan saat itu juga Sooyoung memanggilku.

“Sajangnim, bukankah itu mobil Kyuhyun-ssi?” tanya Sooyoung membuatku mengikuti arah pandangnya.

Aku melihat mobil Kyuhyun yang terparkir di seberang jalan yang berjarak 15 meter dari mobilku terparkir. Mataku melihat Kyuhyun yang mendekatkan tubuhnya ke arah wanita yang duduk di sebelahnya.

“Omo! Apa yang mereka lakukan!” ucap Sooyoung terkejut. Aku terdiam sejenak masih memandang ke arah Kyuhyun yang dapat kutebak sedang mencium wanita yang ada bersamanya di dalam mobil.

“Seharusnya mereka tidak melakukanya di tempat umum,” ucapku serius dan terus memperhatikan kegiatan Kyuhyun.

Setelah beberapa detik, kulihat Kyuhyun yang mulai menjauhkan tubuhnya dari wanita itu. Kini mataku tak fokus ke arah Kyuhyun, melainkan ke arah wanita yang baru saja di ciumnya.

Mataku membulat seketika. Aku tak percaya dengan apa yang baru saja kulihat. Apakah ini nyata?

“Bukankah itu Yoona-ssi? Sajangnim, itu benar Yoona-ssi kan?” Ucapan Sooyoung membuatku benar-benar yakin bahwa wanita itu adalah Yoona.

Yoona tersenyum manis kearah Kyuhyun dan itu membuat hatiku panas seketika. Kyuhyun melajukan mobilnya dan melewati mobilku. Aku memandang mobil Kyuhyun yang berjalan semakin menjauh melalui kaca spion. Setelah mobil itu menghilang di tikungan, aku mengalihkan pandangan ke arah bangunan tempat mobil Kyuhyun tadi terparkir.

‘Sunny Art School’ . Bacaku pada papan nama di depan bangunan itu. Jadi itu tempat kursus Yoona?

 Apa Yoona berbohong padaku? Bukankah tadi ia berkata akan pergi mendaftar bersama Pak Han. Tapi mengapa Kyuhyun yang mengantarnya?

“Bukankah Kyuhyun-ssi dan Yoona-ssi dan sepupu? Mengapa mereka bisa melakukan hal seperti itu? Dan ini di tempat umum.”
 “Aku tak yakin, Kyuhyun-ssi dan Yoona-ssi adalah saudara sepupu. Hubungan mereka terlalu dekat untuk ukuran saudara sepupu,” ucap Sooyoung. Aku tak memperdulikannya. Ku injak gas mobilku dalam-dalam. Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi.

Aku membanting kuat kemudiku ke arah basement. Aku menghentikan mobilku secara mendadak hingga menimbulkan decitan akibat gesekan ban mobil dengan jalan semen. Aku membuka pintu dengan kasar dan membantingnya kuat.

Ku kepal tanganku erat sembari berjalan menuju lobby. Rasanya amarahku telah mencapai puncaknya. Nafasku naik turun tak beraturan. Kubanting diriku di atas sofa. Kupijit pelan pelipisku yang terasa berdenyut. Aku benar-benar terbakar emosi. 

Siwon P.O.V end

*****

 Sooyoung P.O.V

Siwon membanting kemudinya dengan kuat ketika memasuki basement dan membuat tubuhku oleng. Namun, aku tetap duduk dengan manis dan bersikap tenang. Tubuhku maju ke dasboard mobil karena Siwon yang menginjak rem secara tiba-tiba.

Ia turun dari mobil dan langsung membanting pintunya dengan keras. Ia meninggalkanku yang masih berada di dalam. Aku benar-benar menikmati amarah Siwon yang memuncak saat ini.

Aku tersenyum angkuh sambil memainkan ujung rambutku. Lagi-lagi keberuntungan berpihak kepadaku. Semua yang terjadi tadi benar-benar di luar skenario. Padahal permainan baru saja di mulai, namun babak bonus telah datang dan dengan seketika membuatku menang di level satu ini.

Tak kusangka kau— Cho Yoona, tak sepolos yang kuduga. Di belakang semua ini, ternyata kau memiliki sebuah rahasia dan itu akan menjadi senjata terbesarku. Dan rivalmu itu— Cho Kyuhyun, akan menjadi alat bantu untuk penghancur hidupmu.

Ya, kurasa semuanya telah sempurna. Saat aku melangkahkan kaki ku keluar dari mobil ini, suamimu itu akan ku buat semakin menjauh dari mu. Bersiap-siaplah, level dua telah di mulai.

Sooyoung P.O.V end

*****

Yoona P.O.V

Akhir-akhir ini Siwon lebih sibuk dengan pekerjaannya. Ia lebih sering menghabiskan waktunya di kantornya dan pulang terlambat. Bahkan ketika sampai di rumah, ia kembali bekerja dan mengurung dirinya di ruang kerjanya.

Aku sadari sikapnya berubah dan jarang bicara denganku. Ia lebih banyak diam dan berbicara seperlunya. Aku rindu sosoknya yang dulu. Kalimat-kalimat romantisnya itu, tak pernah kudengar lagi. Aku merasa kehilangan sosok Siwon saat ini.

Hari ini aku akan pergi kursus melukis, ini adalah pertemuan kedua di minggu pertama. Tapi kepalaku berdenyut sakit sejak tadi pagi. Setelah Siwon pergi bekerja, aku terus mengurung diri di kamar hingga waktu kursusku tiba.

Aku berusaha bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari pakaian. Aku harus tetap pergi karena ini adalah kemauanku dan aku harus menjalani semua konsekuensinya.

Setelah selesai bersiap, aku meraih ponselku yang berdering di atas tempat tidur. Di layarnya, tertera nama Kyuhyun dan aku langsung mengangkatnya.

“Yoong, kau kursus kan hari ini?” tanya Kyuhyun begitu kuangkat panggilannya.

“Ne, waeyo?” tanyaku balik.

“Kau sudah siap? Aku sedang di perjalanan menuju rumahmu. Cepat tunggu di depan pintu,” ucap Kyuhyun seenaknya.

“Ya! Aku tak menyuruhmu untuk menjemputku. Aku akan di antar Pak Han,” ucapku kesal dan membuat kepalaku semakin berdenyut sakit.

“Jangan membantaku. Turuti saja perintahku.”

Kyuhyun mematikan sambungannya dengan sepihak, ini sudah menjadi kebiasaannya. Aku duduk di atas tempat tidur dan memijit keningku agar sakitnya sedikit berkurang. Namun tak lama ku dengar klakson mobil Kyuhyun dari halaman depan. Dengan cepat ku sambar tasku dan turun kebawah.

*****

“Aku akan menunggumu sampai selesai kursus,” ucap Kyuhyun saat mobilnya sudah dekat dengan tempat kursusku.

“Kyu, aku bukan anak kecil lagi yang harus di awasi. Lebih baik kau kembali ke kantor,” ucapku membuat Kyuhyun berdecak kesal.

“Kenapa kau selalu membantahku, Yoong? Kau tak perlu khawatirku, sudah ada sekretarisku yang mengurus semua pekerjaanku.”

Kyuhyun menginjak rem mobilnya tepat di depan tempat kursusku. Aku membuka pintu mobil namun gerakanku tertahan oleh Kyuhyun yang berbicara.

“Aku akan menunggu di cafe depan. Belajarlah yang serius, agar kau bisa menjadi pelukis terkenal,” ucap Kyuhyun dengan nada bercandanya. Aku membalasnya dengan anggukan dan senyum simpul.

Selama di dalam kelas, kepalaku terus saja bertambah sakit. Ini mengakibatkanku tak berkonsentrasi dan membiarkan kanvas di depanku bersih.

Aku terus memijit keningku berharap sakitnya akan hilang. Tiba-tiba kurasakan bahuku di sentuh oleh seseorang. Segera ku dongakkan kepalaku menatap kearah orang tersebut.

Sungmin menatapku dengan khawatir. “Kau baik-baik saja? Jika kau sakit, lebih baik kau pulang,” ucapnya yang di jawab gelengan olehku.

“Aku baik-baik saja, Sungmin-ssi. Hanya saja sedikit pusing. Maaf aku tak bisa berkonsentrasi dengan baik saat ini,” ucapku membuatnya mengerti. Ia meninggalkanku dan kembali melihat muridnya yang lain. Aku kembali memijit keningku.

*****

Aku melangkah keluar dari tempat kursus. Ku lihat Kyuhyun menunggu ku sambil bersandar di samping mobilnya. Ia tersenyum kemudian membukakan pintu untuk ku.

“Silahkan masuk tuan putri,” ucap Kyuhyun mengajakku bercanda. Mood ku sedang tidak baik. Kembali aku membalasnya dengan senyum simpul.

“Yoong, ini sudah waktunya makan siang. Bagaimana kalau kita makan siang bersama,” usul Kyuhyun ketika masuk kedalam mobilnya.

“Memangnya kau ingin mengajakku makan siang dimana?” tanyaku membuat Kyuhyun tersenyum cerah.

“Tak jauh dari sini ada restoran yang baru dibuka. Bagaimana kalau kita mencobanya?” usul Kyuhyun lagi. Aku hanya mengangguk setuju.

 

Restoran baru ini ramai oleh pengunjung karena potongan harga spesial di Grand Opening ini. Tapi aku tak ambil pusing untuk itu. Aku langsung duduk di meja yang tak jauh dari jendela.

Kyuhyun memesankan ku makanan yang sama dengannya. Aku tak memiliki tenaga lagi untuk membaca daftar menu. Saat menunggu, aku terus saja menunduk dan memijit kening ku yang sakitnya tak kunjung hilang.

Tak lama makanan yang kami pesan datang. Kyuhyun mulai menyantap bagianya dengan lahap, aku tahu ia sangat kelaparan. Sedangkan aku hanya mengaduk-aduk makananku dengan malas.

Aku membaringkan kepalaku di atas meja dan memejamkan mata. Kurasakan piringku bergerak dan dapat kulihat dari ekor mataku bahwa yang menariknya adalah Kyuhyun. Ku tahu, ia pasti ingin menghabiskan makananku. Biasanya aku akan memarahinya, namun tidak untuk kali ini. Tenagaku rasanya habis karena rasa pusing yang terus menyerang.

Setelah Kyuhyun menghabiskan makanannya di tambah makananku juga, ia bangkit dari duduknya. “Yoong, aku akan membayar ke kasir. Kau tunggulah disini,” ucapnya yang aku jawab dengan gumaman.

Aku mengangkat kepala ku yang sedari tadi terbaring tak berdaya di atas meja. Kusibakkan poni rambutku yang mulai memanjang dna saat itu aku melihat sosok yang tak asing lagi.

Aku mencoba fokus pada sosok itu karena mataku mulai berkunang-kunang. Tak salah lagi, itu adalah Siwon dan sekarang ia sedang tersenyum kepada seorang wanita yang ada di sebelahnya. Ku coba untuk memfokuskan pandangan ke arah wanita itu dan aku tahu siapa dia. Sooyoung membalas senyuman Siwon dengan manisnya.

Mengapa Siwon tersenyum seperti itu ke wanita lain? Sedangkan ia selalu saja dingin ketika bersamaku.

Aku mencoba bangkit dari duduk dan berusaha memanggil namanya. Namun kepalaku semakin berat dan kurasakan sekelilingku berputar. Aku kehilangan keseimbanganku dan tubuhku menjadi ringan. Mataku tak mampu lagi terbuka hingga semuanya menjadi gelap.

“YOONA!!”

 

To Be Continue….

A/N :

Buat semua reader yang sudah membaca ff nista dan geje ini. Kami dengan berat hati memberitahukan bahwa untuk part terakhir akan kami PROTEK kembali seperti Part 5 kemarin. Bukan karena kami egois untuk memprotek ff ini dengan sesuka hati. Tapi kami hanya ingin karya kami di hargai. Oleh karena itu mulai lah meninggalkan komentar kalian di setiap part nya. Sesingkat apa pun komentar kalian, sangat berharga untuk kami.

Gamsahamnida

 

 

 

 

75 thoughts on “The Wedding Blind (Part 8)

  1. yeyeye part 8 dah da… #jingkrak2
    saeng-ah moodQ jelek bgd wktu bca part sooyoung…
    udah pusink mikir UAS eh sooyoung bwt q jd tmbah pusink sebel bgd ma dya dsni,..#curhat nich
    dsni sooyoung eksis bgd eah…
    aduh siwon oppa salah paham tuh ma yoona eonni…
    yoona eonni tue ska.nya ma siwon oppa bkan ma kyu oppa..
    kasian bgt eah yoona eonni…
    tpi ntr ending-nya YOONWON kan..??
    saeng seperti biasa mue daebakk…
    pokok.nya q tunggu part selanjut-nya…
    tpi jng lama2 eah… #kedipin mata…

  2. wahh…..part 8 nya udh jadi unnie
    gpp kok klo mau d protek,itukan hak unnie.
    emang sih ngg enak rasanya klo hsil krya kta cma diliat tnpa memberi kesan dan pesan #lebay

    yahh…..author jgan bkin yoona sedih dong,kasian tuh mna lagi sakit?hhhheehhe
    wah part sooyoungnya jahat banget,jadi serem bacanya,wkwkwkwkw

    pokoknya harus happy ending ya author?#maksa
    hhhhheeee,semangat terus buat author.
    fighting author,ckckckckckck

  3. OMG sooyoung jahat bgt sma yoona
    siwon juga mudah bgt d.pengaruhi sma sooyoung,, entah kenapa klau baca ff nie, langsung jdi sebel sma sooyoung melulu.. Dan lagi kyuhyun suka sma sooyoung?? Ah jangan, sooyoung khn jahat*plak
    Next part.. Klau mau d.protec jga gpp,, itu khn hak authornya..

  4. Wahh!! Siwon Oppa koq cemburu ama eoni Yoona!!
    Jgn cemburu donk oppa mereka kan cmn saudara’an ajax.
    Bwt Sooyoung…… pergilah jauh2 dari kehidupan mereka jgn jd parasit di kehidupan mereka.Get Out!!!wkwkwkw

    aku tnggu part slanjut.na ya thor.
    bwt yg lbh geregetan laghie ok!!🙂 hehehehe

  5. makin seru ceritanya,,….

    aadduuhhhh….. yoona oeni kenapa harus oppa kyuhyun yg ngambil??? kenapa juga siwon oppa kepikiran yg kaya gitu,,…itu kn bisa ngebuat rencana oeni sooyoung bisa jalan dengat baik,,..
    hebat banget author’a bisa buat aqi remes2 kertas sambil baca ff’a ..,,, b_d

    lanjut thor,,..
    fighting!!!!

  6. Annyeong chingu Mianhae aku comentny langsung dipart Inii,, aku Udh baca di read fanfiction ..

    Ya ampun sumpah deh aku baca part ini menguras emosi ..
    Hahh siwon gag peka nii klo yoona gag nyaman krn adaa sooyoung Tapii sii siwon-ny cuek ajja,, nyesek bgt pas lagii sarapan huft😦

    Kyuhyun baik banget sama yoona,, biar ajja tuch sii siwon biar ngerasain sakit hatinya,, dongkol bacanya ..

    Aduuuuuh yoona sakit lagii,, apa karena hamil yaahhh???? :)#amin

    Aku tunggu klnjtanny chingu,, jgn lama2 okey😉

  7. ehm dah ada bumbu” rumah tangganya>,<
    sooyoung jaat banget sih eh.
    jadi sebel dah saya.

    hah makin aja ada peluang buat rencana c'Sooyoung jaat itu.
    oia kira" Yoona knpa yah? (jadi penasarangini yah)
    mudah"an gejala wanita hamil *ngarep.
    next part sangat amat ditunggu^^

  8. aslinya…soo nyebelin banget..
    kasian yoona dicuekin sma siwon…
    tpi kenapa tuh yoona?tnda hamilkah???
    ditunggu part 9nya thor…

  9. annyeong, saya reader baru…

    panas-panasin terus tuh author si siwon oppa, biar dia ngerasain sakit htinya si yoona unnie *esmosi* *gebrak meja*

  10. nie cerita tambah baguzzz ajeeee hahahaha d tungggu part selanjutnya…. cmungudh… hehehehe eh author sooyoung nya nti akhirx bkin sadar aje (sok tahu) trus ama kyuhyun oppa ^.^ wkwkwkwkw tq

  11. ah jadi kangen sama TWB yang part2 sebelumnya kan.. yoonwon nya masih so sweet banget, eh sekarang udah gk ada, yg ada malah si sooyoung nya ngegangguin-_- hhh-_-

  12. idiewww..sooyoung makin licik aja..keselllllllllllllllllllllll..
    kasian yoona ah..hiks😥
    si won pke g nyadar segala sm sikap sooyoung yg licik..
    hufftp..
    lanjut aothor..plis..plis…

  13. Ya sooo kmu knpa sih ya suka mrklah kan mrk dah nikah sirik aja dirimu mkanya cari laki lain jngan pnya orng kmu gangguin

  14. NYESEK😦
    Siwon 11 detik,sedangkan Kyuhyun hanya 5 detik😦 ,aduh kenapa Siwon se-cemburu itu ke Kyuhyun,dia kan sepupunya Yoona,kasihan kan Yoona nya
    Aku gak suka Sooyoung ! Kenapa dia jahat banget !

  15. Siwon oppa kok tga bgd skrg brskap dingin sm yoong eonni, oppa tu slh phm shrsnya oppa cri tau dlu kbnrnnya,
    aq sbel bgd bgd bgd ps bca sooyoung pov, bwt yoong eonni yg sbr yah,,,,

  16. Sumpah aku masih mulai baca bag. awal nih tapi darahku udah naik diubun2 gara sooyoung g sabar mau numpahin unek2. siwon bodoh banget!!! g bisa jaga perasaan istrinya apa. Sebelllllllll sama sooyoung.

  17. What sooyoung bilang kalau yoona itu wanita pengganggu? Ngga kebakik tuh?
    Astaga kenapa kesalahpahaman dalam keluarga yoonwon makin bertambah, belum selesai satu eh ada lagi masalah yang datang. Ditambah lagi ama sooyoung yang bikin bete…>_<

  18. Aish sooyoung jinjja, siwon jangan dengerin sooyoung…..
    yoona knpa tuhh?? moga” gk ada apa” dan kesalahpahapam antara yoonwon cepat selesai

  19. makin sebel sama sooyoung,,, rencanya berjalan dengan baik,,bahkan dia memanas2i siwon supaya salah paham dengan kedekatan yoona dengan kyuhyun,,, bahkan sekarang siwon mulai menjauh dan sulit dijangkau >< moga aja kyuhyun bisa membantu dan menguatkan yoona,,,

  20. aish sooyoung udah mulai rencananya buat ngancurin rumah tangga yoonwon. kyaaaa
    benci bngt skrang udah mulai yoona swdih nich sma kelakuan siwon oppa dsr sooyoung yonja rubah. >_<

  21. Siwon salah paham tuh ngelihat yoona sama kyuhyun kalo kayak gitu enak di sooyoungnya dia bisa deket” sama siwon n yoonwon makin memburuk hubungannya.. yoona kenapa tuh berharap dia gak kenapa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s