The Wedding Blind (Part 11)

Title : The Wedding Blind (Part 11)

Author :

  • Shineelover14
  • Kim Hyera

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Im Yoona a.k.a Cho Yoona

Support Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Genre : Romance, Family, Kekerasan

Rating : PG-15

*****

 

Siwon berjalan cepat menuju basement kantornya. Wajahnya menunjukkan kalau Ia sedang terburu-buru. Di bantingnya pintu mobil sedan hitam kesayangannya itu dengan kuat dan melajukannya dengan kecepatan di atas rata-rata.

Tak ada yang lain di pikirannya saat ini selain Yoona. Istrinya itu telah membuat semua pikiran Siwon kacau. Meskipun sekarang perasaannya tengah di liputi rasa gembira yang teramat sangat karena buah cinta mereka. Namun rasa bersalah dan kecewa juga masih menggelantung di pikirannya. Kecewa akan sikapnya sendiri. Dan juga rasa bersalah karena egoisnya.

Siwon kembali mengingat perkataan Kyuhyun. Setiap kalimat yang Kyuhyun ucapkan membuat tubuhnya kaku dan lidahnya kelu. Semua organ tubuhnya serasa tak berfungsi. Namun hanya satu yang terus beroperasi yaitu jantungnya yang berdetak cepat.

 

“BUKAN BEGITU CARANYA SEORANG PRIA MENYELESAIKAN MASALAH! KAU TELAH MENYAKITINYA! DIMANA RASA TANGGUNG JAWAB MU MEMPERLAKUKAN SEORANG ISTRI YANG SEDANG HAMIL SEPERTI ITU!” teriak Kyuhyun tepat di depan wajah Siwon yang telah berubah menjadi terkejut.

“MWO?!” Kini Siwon yang berteriak tak percaya.

“PERSETAN DENGAN SEMUANYA!”

BUUKK!!!

Kyuhyun hilang kendali. Ia memukul pipi kanan Siwon dengan kuat hingga lelaki itu jatuh terduduk di lantai. Membuat rasa sakit dan denyutan kuat sangat terasa. Siwon tak melakukan perlawanan, melainkan tetap terduduk di lantai dan memegang pipi kanan nya.

“Ku peringatkan padamu! Jangan pernah menyakiti Yoona! Jika kau melakukannya sekali lagi, aku tak segan-segan membawa Yoona pergi!” Ancam Kyuhyun masih dengan amarahnya.

“Maafkan aku.” Siwon berkata dengan pelan membuat Kyuhyun mendengus.

“Katakan kalimat itu untuk Yoona, bukan aku!” Kyuhyun beranjak pergi, meninggalkan Siwon yang masih terdiam di tempat. Namun setarik nafas, lelaki itu langsung bangkit dari duduknya dan menyambar cepat kunci mobil.

 

Mobil Siwon telah sampai di depan teras rumahnya. Ia segera berjalan keluar dan berlari masuk. Ia menaiki anak tangga dengan langkah besar dan sesegera mungkin membuka pintu kamar.

Tampak keadaan lengang di dalam kamar. Siwon mengedarkan matanya ke arah tempat tidur. Dan seketika badannya lemah, melihat sosok istrinya yang tengah menundukkan kepalanya dalam.

Siwon segera mendekati Yoona. Berjalan ke sisi kanan tempat tidur dengan perasaan yang bercampur aduk. “Yeobo-ah,” lirih Siwon.

Ia berdiri di samping kanan Yoona. Menatap penuh harap ke arah istrinya yang masih menundukkan kepala. Berharap Yoona akan mendongakkan kepalanya dan tersenyum manis. Kemudian memaafkan semua kesalahannya selama ini sembari berpelukan mesra.

Lama Siwon mematung di tempat sampai akhirnya Yoona mengangkat kepalanya perlahan. Di tatapnya wajah Siwon yang telah lama menunggu jawabannya. Yoona merentangkan tangannya dan Siwon tahu itu tandanya. Dengan perlahan Siwon merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukan. Hangat dan penuh dengan cinta. Siwon sesekali mengecup rambut panjang Yoona.

Tangis Yoona pecah ketika Siwon merengkuhnya ke dalam pelukan. Sama seperti saat dulu, rasa rindu akan suaminya benar-benar besar. Kehangatan dari pelukan Siwon memang tak pernah Ia lupakan, bahkan telah menjadi sebuah candu baginya. Yoona terisak hebat meluapkan semua emosinya. Matanya seakan tak habis-habisnya mengeluarkan cairan asin bening itu. Walaupun kelopak matanya telah membengkak, Yoona tak peduli. Ia hanya ingin lebih lama memeluk tubuh suaminya.

“Yoona-ah,” panggil Siwon di telinga Yoona. Bagaikan sebuah alunan musik, suara Siwon terdengar merdu oleh Yoona.

Yoona belum menjawab panggilan Siwon, melainkan semakin mengeratkan pelukannya. Namun Siwon meregangkan pelukan itu dan merengkuh wajah Yoona dengan kedua tangannya. Di tatapnya mata merah isrtinya yang bengkak itu dan mengecupnya sayang.

“Yoona-ah, maafkan aku. Maafkan aku,” ucap Siwon penuh penyesalan. Yoona menundukkan kepalanya. Ia tak sanggup menatap wajah Siwon.

“Selama ini memang aku yang egois. Bahkan aku lari dari tanggung jawabku menjadi seorang suami. Menemanimu di saat suka maupun duka itu lah janji ku di depan Tuhan, namun aku lalai. Maafkan aku Yoona. Maafkan aku. Aku tahu aku bersalah, tapi masih mau ‘kah kau menerima maafku yang tak sebanding dengan rasa sakit hati mu itu?” Siwon menatap Yoona yang menunduk. Wanita itu mati-matian menahan tangisannya.

“Yoona-ah, maafkan aku.” Siwon kembali mengulang permintaan maafnya. Kini Yoona kembali menangis, isakan kecil keluar dari bibinya.

Dengan tangan yang bergetar, Yoona mencoba meraih tangan Siwon. Di genggamnya tangan hangat Siwon kemudian mengecup punggungnya. Ia mengecupnya beberapa kali dengan air mata yang berlinang.

“Aku sangat mencintaimu, Siwon.” ucap Yoona akhirnya.

Siwon menatap penuh haru. Ia menarik tangannya yang masih di kecup oleh Yoona. Kemudian kembali merengkuh wajah Yoona agar menatap matanya. Siwon menatap dalam mata istrinya. Melihat sebuah kekuatan cinta dari wanita yang sangat ia cintai.

“Aku telah memaafkanmu, Yeobo.” Yoona berbisik pelan. Siwon masih dapat mendengarnya. Rasa bahagia kini membuncah di dalam dadanya. Terasa seperti ribuan kupu-kupu yang kini tengah berterbangan keluar dari hatinya. Rasa lega atas penerimaan Yoona kembali membuat Siwon tak mampu berkata-kata.

Siwon mendekatkan wajahnya ke arah Yoona. Menghembuskan nafas hangatnya menyapu wajah halus Yoona. Semakin dekat membuat Yoona memejamkan matanya perlahan. Sapuan bibir hangat Siwon terasa lembut di permukaan bibir tipisnya. Rasa terbuai kini mulai menghampiri wanita itu. Siwon melumat bibirnya, namun bukan di dasari oleh hawa nafsu. Melainkan rasa cinta dan rindu yang teramat besar. Dan Yoona sangat menikmati itu.

Ciuman mereka berakhir karena Siwon yang menjauhkan wajahnya. Terlukis indah senyuman di wajah lelaki itu. Di gerakkan tubuhnya ke arah perut Yoona. Siwon semakin mendekatkan kepalanya ke perut Yoona dan mengecupnya lama. Yoona terkejut dengan perlakuan Siwon. Ia hanya mampu terdiam.

“Annyeong, anak Appa. Bagaimana kabarmu di dalam? Appa ingin segera melihatmu. Appa sangat menyayangimu.” Sekali lagi Siwon mengecup perut istrinya yang masih rata.

Yoona masih belum dapat berkata-kata. Ia hanya mampu menatap wajah Siwon dengan rasa terkejut. Siwon masih menyunggingkan senyuman manisnya.

“Aku mengetahuinya dari Kyuhyun. Kau tahu rasanya? Bagaikan terbang ke angkasa. Aku sangat bahagia Yeobo. Sangat bahagia dengan kejutan ini. Terima kasih untuk hadiah terspesial dari mu ini,” ucap Siwon sembari mengelus pipi Yoona.

“Aku tak tahu harus berbicara apa. Maafkan aku karena tak membuatmu menjadi yang pertama yang mengetahui kabar ini.” Yoona berucap penuh penyesalan.

Siwon mengecup pipi Yoona sekilas, “Jangan ucapkan kata maaf untukku, Yeobo. Karena disini posisiku lah yang bersalah. Kau tak perlu menyesali semuanya. Kau tak bersalah,” ucap Siwon lembut. Yoona tersenyum manis, namun hanya sebentar. Karena ia melihat lebam di pipi kanan Siwon.

“Yeobo-ah, ini apa?” Yoona meraba lebam Siwon, membuat suaminya itu sedikit menjauhkan wajahnya.

“Ah, bukan apa-apa. Tadi aku terjatuh saat di kantor. Sudahlah tak usah khawatirkan aku,” ucap Siwon berusaha menyembunyikan fakta.

“Akan aku obati. Kau tunggu sebentar.” Yoona hendak bangkit dari tempat tidur, namun dengan cepat Siwon menahannya.

“Aku tak ingin kau lelah. Aku sangat khawatir dengan keadaan anak kita. Kau istirahat saja, Yeobo-ah.” Siwon menidurkan tubuh Yoona dan menarik selimut hingga batas dada istrinya.

Ia beranjak dari duduknya dan membuka sepatu kerjanya. Sedetik kemudian ia telah berbaring di samping Yoona dan ikut menutupi tubuhnya dengan selimut.

“Kau tak kembali ke kantor Yeobo?” tanya Yoona saat Siwon mendekatkan tubuhnya.

“Aniya, aku ingin tidur bersamamu disini. Ayo kita istirahat.” Siwon memeluk tubuh Yoona dan menutup matanya.

“Mimpi indah, Yeobo-ah,” bisik Yoona kemudian mencium bibir suaminya sekilas sebelum menutup mata.

*****  

Sooyoung mengepal tangannya kuat. Antara marah, benci dan kesal telah larut menjadi satu hingga tak terlihat perbedaan yang kentara. Ia sudah mendengar semua pertengkaran yang terjadi antara Siwon dan Kyuhyun, membuat emosi gadis bertubuh ramping itu semakin meledak-ledak. Ia tak menyangka bahwa Yoona telah mengandung anak Siwon dan tentu saja itu akan menjadi penghalang terbesar dari semua rencana yang telah disusunnya.

Dengan tatapan penuh amarah, Sooyoung menghampas bingkai foto Siwon dan Yoona hingga berderai. Setan telah merasuki pikirannya. Ia tak dapat berpikir dengan sewajarnya lagi. Gadis itu tersenyum getir. Air matanya tumpah menahan kekalahannya kali ini.

“Aku tak akan membiarkan kebahagiaan itu kembali pada mu, Cho Yoona. Kau lebih pantas menderita!” desis Sooyoung.

Sooyoung menginjak serpihan kaca yang masih berhamburan dengan sepatu high heelsnya, menciptakan bunyi-bunyi retakan yang runtut dan beraturan.

Dilihatnya foto Siwon dan Yoona yang masih tergeletak di lantai. Dengan sekali hentakan, Sooyoung menginjak foto itu dengan heelsnya. “Ku pastikan bayi itu tidak akan pernah lahir kedunia. Kita lihat saja, berapa lama kau bertahan,” ucap Sooyoung masih dengan air mata yang menggenang.

Tiba-tiba ponsel Sooyoung berbunyi nyaring, menandakan seseorang tengah menunggu panggilan itu di angkat. Di rogohnya saku blazer hitamnya dan mengambil ponsel. Dengan gerakan cepat Ia mengangkat panggilan itu.

“Sooyoung-ssi, kau ada dimana? Temui aku sekarang di basement!”

Sooyoung mendengus kesal ketika panggilan itu berakhir secara sepihak. Namun ia tak dapat menolak perintah dari panggilan itu. Akhirnya kaki jenjangnya melangkah menuju basement kantornya.

 

Tanpa persetujuan Sooyoung, Kyuhyun melajukan mobilnya keluar dari kantor. Sooyoung yang masih di landa kekesalan yang semakin menjadi, menatap Kyuhyun dengan penuh amarah. Ia tak suka dengan sikap Kyuhyun yang seenaknya membawanya pergi di saat jam kantor belum berakhir.

“Jangan protes atau menolak ajakanku. Aku ingin kau menemaniku kali ini!” Tegas Kyuhyun serius dengan kemudi.

Sooyoung segan kali ini. Ia tak berani mengeluarkan isi hatinya yang memberontak akan sikap Kyuhyun. Ia lebih memilih bungkam daripada memperkeruh suasana.

Mobil Kyuhyun melintasi jembatan yang membentang panjang membelah Sungai Han. Kecepatan mobilnya melambat hingga akhirnya berhenti di tepi jalan. Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan meninggalkan Sooyoung yang masih terdiam di dalam mobil.

Sooyoung menatap punggung Kyuhyun dalam diam. Banyak timbul pertanyaan di benak gadis itu. Tak biasanya sifat Kyuhyun berubah menjadi sedingin ini. Tingkah konyol dan menyebalkan yang setiap hari selalu Ia keluarkan untuk menggoda Sooyoung kini lenyap seketika. Jika sifat Kyuhyun berubah menjadi seperti ini setiap hari, mungkin Sooyoung tak perlu berlagak judes dan angkuh di hadapannya.

Lama Sooyoung berdiam diri di dalam mobil mewah ini, sampai akhirnya Ia memutuskan untuk mengikuti apa yang Kyuhyun lakukan. Gadis itu berdiri di depan pagar tepi Sungai Han dan menatap lurus ke depan. Angin siang hari berhembus sedikit kencang, menerbangkan rambut panjang Sooyoung yang saat itu tergerai bebas. Di sebelahnya, Kyuhyun masih terdiam dengan kedua tangannya yang berada di saku celana. Lelaki itu pun sama memandang lurus ke depan tanpa mengeluarkan suara.

Sejenak suasana hening. Di sekitar mereka memang tak ramai orang yang berlalu-lalang, semakin mendukung suasana sunyi sepi saat ini. Kyuhyun mendesah nafasnya berat dan itu dapat di dengar oleh Sooyoung.

“Tak ku sangka bahwa cinta memang rumit,” ucap Kyuhyun getir. Ia memiringkan kepalanya ke kanan dan menarik ujung kiri bibirnya.

Sooyoung menyimak kalimat yang dilontarkan oleh Kyuhyun. Ia masih belum bersuara, membuat suasana menjadi hening kembali.

“Cinta memang rumit. Segala masalah yang berhubungan dengan cinta seperti tiada habisnya untuk terselesaikan,” ucap Sooyoung tanpa menoleh ke arah Kyuhyun.

“Ya. Aku tahu itu. Sangat rumit, seperti rasa suka ku padamu,” balas Kyuhyun kini berhasil mengalihkan pandang Sooyoung dari air Sungai Han.

Sooyoung menatap Kyuhyun seolah tak percaya. Baru setarik nafas lelaki itu berubah menjadi dingin, kini sifat menggodanya muncul  kembali. Namun yang berbeda, Kyuhyun tetap tak memandangnya.

“Cho Kyuhyun tetaplah Cho Kyuhyun. Seorang pria dengan tampang menyebalkan,” hardik Sooyoung dengan tampang angkuhnya.

Sooyoung mulai bosan dengan situasi saat ini. Dimana Kyuhyun tetap diam dan tak bergeming dari tempatnya. Sooyoung menghentakkan kakinya dua kali dan mulai berbalik. Saat ia hendak melangkah pergi, dengan sigap tangan Kyuhyun menahan lengannya.

Sooyoung menatapnya tajam. “Jangan pergi. Kali ini tetaplah disini bersamaku,” ucap Kyuhyun kembali dengan sikap dinginnya. Sooyoung tampak tak percaya, namun di dalam dirinya Ia tak bisa menolak.

“Baiklah. Hanya kali ini saja,” balas Sooyoung tak kalah dinginnya.

Mereka sama-sama terdiam, kembali menciptakan suasana hening. Keduanya berkutat dengan pikiran masing-masing. Hingga sang surya beranjak ke peristirahatan, mereka masih belum beranjak dari tepi Sungai Han.

Angin sore menerpa lembut keduanya. Menerbangkan anak-anak rambut mereka. Hingga detik itu, Kyuhyun belum melepaskan genggamannya dari tangan Sooyoung. Rasa nyaman dan hangat menjalar masuk ke dalam diri keduanya. Sejenak mereka melupakan masalah masing-masing. Menikmati jingga yang menghiasi angkasa.

Author P.O.V end

*****

Siwon P.O.V

Ku buka cepat kedua kelopak mataku. Sedikit terkejut bahwa aku bisa tertidur hingga pagi menjelang. Semalam insomnia kembali menyerangku. Yang ku lakukan hanya diam dan memeluk Yoona yang tertidur di pelukanku. Semalaman tanganku tak berhenti mengelus perutnya. Oh, aku masih tak percaya! Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah.

Pagi ini aku sedikit bersyukur, karena aku bangun lebih awal dari Yoona. Kembali ku tatap wajah damainya ketika tertidur. Kemarin aku telah menyusun sederet rencana untuk akhir pekan kali ini. Aku tak bisa menahan diri untuk cepat-cepat menjalankan semua rencanaku itu.

Tanpa sadar aku mencium puncak kepala Yoona, membuatnya melenguh manja. Dia selalu membuatku gemas ketika bangun tidur.

“Selamat pagi princess,” sapaku membuatnya tersenyum manis meskipun matanya masih terpejam.

“Ayo bangun dan bersiap,” ucapku membelai lembut pipinya. Mata indahnya mulai terbuka, berbinar cerah pagi ini.

“Bersiap? Memangnya kita akan kemana hari ini?” tanya nya keheranan.

“Hari ini— kita— Itu rahasia! Jangan bertanya lagi, ayo bangun dan mandi, princess ku.” Aku mulai melepas pelukan dan menyibakkan selimut.

Ku bantu Ia untuk bangkit. Rambutnya yang berantakan saat bangun tidur tak mengurangi kecantikannya. Senyuman manisnya kembali mengembang ketika tanganku mencoba merapikan rambut nya yang sedikit kusut itu.

Aku hendak turun dari tempat tidur, namun aku teringat akan sesuatu. Ini penting dan tak akan pernah aku lewatkan.
“Yeobo-ah, morning kiss ku,” ucapku menatapnya manja.

Ia membulatkan mata indahnya, menatapku dengan mendelik. “Mwoya?!” serunya.

Aku terkekeh sebentar dan dengan cepat mengecup bibir nya. Ku kira pagi ini aku hanya mendapat kecupan kilat dan ringan, namun aku salah. Yoona menahan kepalaku untuk tetap mencium bibirnya. Pagi ini Ia sedikit berani untuk mengulum bibirku. Aku sangat menikmati morning kiss ku pagi ini.

*****

Sarapan pagi telah di siapkan oleh Hong ajummah. Menu sarapan pagi ini penuh dengan nutrisi, tentu saja semua itu atas permintaan dariku. Sup brokoli dengan wortel dan jangung. Salmon kukus dengan paprika merah dan kuning yang di lumuri saus black paper. Sebagai desertnya aku meminta Hong ajummah membuat pudding coklat caramel dan juga pan cake strawberry.

Aku melakukan semua itu karena aku ingin Yoona dan calon bayiku tak kekurangan nutrisi. Kesehatan sangat penting untuk seorang ibu hamil.

“Yeobo-ah, ayo buka mulutmu,” ucapku sembari menyodorkan sendok di depan mulutnya.

Yoona memukul lenganku pelan dan melihat ke sekitar, “Ya! Aku bisa makan sendiri,” ucapnya dengan setengah berbisik.

Aku terkekeh melihat tingkah lucunya pagi ini. “Aku tak mau tahu. Kau harus mau makan dengan cara di suap. Ayo cepat buka mulutmu!” Yoona mendengus sebentar, namun Ia tetap membuka mulutnya dan menerima seseondok nasi dariku.

Aku tersenyum lebar melihat pipinya yang penuh dengan nasi yang aku suap. Ia terlihat susah untuk mengunyah, tapi aku sangat menyukai pipinya yang menggembung.

Setelah selesai sarapan, aku bergegas menuju dapur. Semalam, aku menyuruh salah satu pelayan untuk membelikan susu khusus ibu hamil. Rasa strawberry adalah kesukaannya. Aku mengaduk susu hangat itu dan menghampiri Yoona yang masih duduk di meja makan sembari menikmati pudding nya.

“Yeobo-ah, ayo cepat habiskan susu ini,” ucapku membuatnya menatapku penuh tanya.

“Susu? Untukku?” tanya nya menunjuk diri sendiri. Aku kembali duduk di sebelahnya dan menyodorkan gelas susu ini ke hadapannya.

“Aku tahu kau tak suka dengan susu. Tapi kau harus menghabiskannya, Yeobo,” ucapku mencoba memaksanya dengan cara halus.

“Baiklah, karena ini permintaanmu aku akan melaksanakannya. Meskipun perutku terasa sudah kenyang.” Yoona berkata kemudian mulai meneguk susu buatanku. Aku terus memperhatikan ke arah kerongkongannya yang bergerak naik turun saat menegak susu.

“Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Yoona setelah menghabiskan susu nya.

“Aniya, aku senang karena kau mau menghabiskan susu buatanku,” ucapku kemudian menuntunnya untuk berdiri. Aku segera menjalankan rencanaku.

Sebelum berangkat, terlebih dahulu aku mengambil mantel untuk menghangatkan tubuhku dan Yoona. Karena ini awal bulan Februari, hawa dingin masih sangat menusuk tulang. Aku tak ingin melihat Yoona sakit karena angin yang berhembus kencang di luar sana.

Aku memakaikan mantel ke tubuh Yoona dan membantunya mengancingkan pakaian dingin tersebut. Mata indah Yoona terus memandangku lekat. Ketika kami saling bertemu pandang, senyuman manis terukir di bibir tipisnya tak lupa aku membalas senyumannya. Sungguh ia sangat cantik di setiap saat.

*******

“Selamat datang. Ada yang bisa kami bantu?” Tanya seorang perawat ketika aku dan Yoona memasuki sebuah klinik kandungan.

“Ne. Aku ingin memeriksakan kandungan istriku,” jawab ku melirik sekilas kearah Yoona.

“Baiklah. Anda harus registrasi terlebih dahulu. Silahkan isi formulir ini,” ucap perawat itu sembari menyodorkan sebuah form ke arah ku.

Setelah mengisi beberapa data yang dibutuhkan, aku dan Yoona duduk di bangku yang telah disediakan untuk menunggu giliran kami dipanggil. Sedari tadi, tangan Yoona terus saja menggamit lengan ku erat. Wajahnya terlihat ceria, mungkin Ia bahagia karena kali ini aku mengantarkannya check up.

 Tak berapa lama, seorang perawat memanggil nama Yoona dan kami dipersilahkan masuk ke ruang pemeriksaan. Seorang dokter wanita menyambut kami dengan ramah. Ia menyapa Yoona dengan hangat, sepertinya dokter itu telah mengenal Yoona sebelumnya.

“Tunggu sebentar, saya akan memeriksa catatan kesehatan Anda,” ucap Dokter itu membetulkan letak kacamatanya sembari membaca selembar kertas dihadapannya.

Aku menunggu dalam diam dan terus mengamati dokter tersebut membaca catatan kesehatan Yoona. Jujur ini pertama kalinya aku melihat jalannya pemeriksaan untuk seorang ibu hamil.

“Kondisi kesehatan Anda sangat baik, Nyonya Choi. Berat badan Anda bertambah, ini baik pada awal kehamilan Anda. Dan setelah saya hitung, kandungan Anda telah memasuki usia satu bulan,” jelas dokter wanita itu tak lupa dengan senyum ramahnya.

Aku bahagia mendengar penuturannya. Ku genggam erat tangan Yoona sebagai bentuk rasa bahagia ku. Yoona tersenyum sumringah menatap ku dengan matanya yang berbinar.

“Aku tak percaya usia kandungan mu sudah memasuki satu bulan. Aku sangat bahagia, Yeobo.”

“Ne, aku juga,” ucap Yoona kemudian beranjak mengikuti dokter wanita tadi menuju tempat tidur. Yoona merebahkan tubuhnya disana.

Dokter itu meminta Yoona membuka mantel dan sweaternya hingga perut datarnya terlihat. Aku berjalan mendekatinya dan berdiri di sisi kanannya. Dokter itu mengoleskan gel ke perut Yoona kemudian mulai menggerakkan probe di permukaan perutnya.

Secara serentak mataku dan Yoona melihat ke arah sonograf. Tampak bentuk abstrak yang belum terlalu jelas. Sebuah gumpalan yang kini tengah berkembang di dalam perut Yoona. Sebuah nyawa yang sangat berarti tumbuh di dalam sana.

“Pada minggu ini blastokista Anda telah berkembang menjadi embrio. Janin Anda berkembang dengan sempurna,” ucap Dokter itu masih melihat ke arah sonograf. Aku menatap takjub setiap pergerakan yang muncul di layar sonograf. Aku sangat bersyukur, calon buah hati kami tumbuh dengan baik.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, kami kembali duduk di kursi konsultasi. Dokter itu tampak menulis sesuatu di sebua kertas kemudian menyerahkannya ke hadapan kami. Kertas itu berisi tentang hasil pemeriksaan Yoona tadi.

“Beberapa minggu ke depan, mungkin morning sickness Anda akan meningkat, dimana rasa mual Anda akan lebih sering terjadi di pagi hari. Tapi Anda tak usah khawatir, ini biasa terjadi pada ibu hamil. Nafsu makan Anda akan berubah akibat morning sickness tadi, namun Anda harus tetap mengkonsumsi makanan yang bernutrisi untuk menunjang pertumbuhan janin Anda. Dan satu lagi, Anda tidak di sarankan untuk melakukan aktivitas yang berat sehingga membuat rasa lelah cepat datang,” jelas dokter itu panjang lebar. Aku dan Yoona mengangguk tanda mengerti.

*****

Setelah selesai dengan pemeriksaan Yoona, aku mengajaknya ke salah satu pusat perbelanjaan di tengah kota. Saat berada di sana, Yoona terus saja menarik tanganku kesana-kemari. Ia mengajak ku masuk ke salah satu toko yang menjual perlengkapan bayi. Disana, ia terus saja menunjuk semua barang-barang yang diinginkannya untuk calon bayi kami kelak. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang sedikit berbeda dari biasanya. Ia terlihat sangat bersemangat.

Kami membeli beberapa perlengkapan bayi yang didominasi dengan warna merah muda. Ku bawa beberapa kantung belanjaan tersebut dan berjalan mengikuti Yoona dari belakang. Aku sedikit kewalahan untuk menyeimbangkan langkah ku dengannya. Ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju sebuah restoran cepat saji yang terletak di central pusat perbelanjaan tersebut.

Ia memesan beberapa menu makanan yang aku tak yakin Ia dapat menghabiskan semuanya. Namun aku tetap tak melarangnya, kubiarkan Ia memuaskan nafsu sematanya itu. Dan ternyata dugaanku benar, semua makanan yang di pesannya tadi tak tersentuh sama sekali. Bahkan jumlahnya tak berkurang sedikitpun. Lebih fatalnya, Ia merengek menyuruhku menghabiskan semuanya. Aku hanya mampu menatapnya tak percaya. Aigoo…yeobo.  Mungkin benar kata banyak orang, seorang ibu hamil yang sedang ngidam benar-benar merepotkan.

Sampai akhirnya waktu sore menjelang. Aku mengajak Yoona bersantai di sebuah restoran yang langsung menyuguhkan pemandangan pantai di depannya.

Sedari tadi Yoona menyandarkan kepalanya di pundakku dan menatap ke arah jendela yang berembun tepat di depan pantai. Langit senja sangat indah jika di lihat dari sini. Semburat merah bercampur jingga membuat suasana semakin terasa tenang dan damai. Ku sesap sedikit vanilla latte yang ku pesan, kemudian kembali menatap ke arah depan. Tanganku menggenggam erat tangan Yoona yang terasa dingin. Meskipun kami telah berada di dalam restoran, hawa dingin masih dapat terasa.

“Yeobo-ah,” panggi Yoona yang ku jawab dengan gumaman pelan.

“Jika nanti usia kandunganku semakin bertambah, Apakah kau masih mencintaiku?” tanya Yoona dengan suara lembutnya.

“Mengapa kau bertanya seperti itu? Bukankah kau sudah tahu jawabannya, aku akan selalu mencintaimu,” jawabku dan Ia terkekeh pelan.

“Aku hanya takut kau tak mencintaiku di saat tubuhku menjadi gemuk,” ucapnya kini membuatku ikut terkekeh bersamanya.

“Kau lucu, Yeobo. Menjadi gemuk tak akan membuatmu jelek.” Ia memukul pelan lenganku masih dengan sisa tawa.

“Aku tahu itu. Aku sangat tak sabar ingin melihat wajah anak kita nanti. Aku ingin Ia seorang perempuan, Bagaimana denganmu?” tanya Yoona lagi.

Aku mengecup puncak kepalanya sekilas, “Apa pun yang Tuhan berikan adalah yang terbaik. Aku tak akan memilih antara laki-laki atau perempuan. Aku hanya ingin Ia terlahir dengan sehat tanpa kurang suatu apa pun,” jawabku membuat Yoona mengangkat kepalanya dari bahuku. Di tatapnya mataku dalam dengan sebuah senyuman manis di bibirnya.

“Aku juga berharap yang nanti terjadi seperti itu. Dimana kita akan hidup bahagia selamanya. Membesarkan buah cinta kita dengan segudang kasih sayang. Segalanya berjalan dengan indah. Aku ingin kau selalu bersamaku, Yeobo,” ucap Yoona membuat senyumku reka.

“Ya, memang begitu lah yang akan terjadi. Takdir menggariskan bahwa kau dan aku akan selalu bersama selamanya. Membuat kehidupan ini semakin lebih berarti dimana nanti akan hadir buah cinta kita. Selalu tersenyum dengan kasih sayang tanpa henti membangun kehidupan kita ke masa yang akan datang. Ingatkan aku jika aku telah melupakan janji kita di depan Tuhan. Jangan biarkan aku membuat air mata mu kembali mengalir dan rasa sakit kembali menjalar masuk ke relung hatimu. Karena selamanya aku akan mencintaimu, tak peduli apa pun yang terjadi,” ucapku menatap mata indahnya.

Setetes air mata mengalir keluar dari matanya. Aku tahu Ia menangis bukan karena sedih, namun haru. Aku segera merengkuh tubuhnya ke dalam pelukan. Mengelus punggungnya dan merasakan hangat di dalam hatiku.

“Saranghae,” bisikku tepat di telinganya.

“Na do saranghae,” balasnya dengan sebuah bisikan juga.

Sore ini benar-benar terasa indah bagi ku tak terkecuali untuk Yoona pula. Sang surya telah beristirahat, membuat langit malam menjadi penggantinya. Masih dengan kehangatan ini, tak henti-hentinya ku ucapkan kata cinta untuk Yoona.

Siwon P.O.V end

******

Author P.O.V

Kyuhyun berjalan santai menuju lobby kantornya. Ia memainkan kunci mobil di tangannya sembari bersiul. Semakin lama langkah kakinya melambat. Manik matanya menangkap sosok yang berada di depan sana.

Di amatinya dari ujung kaki, sosok itu memakai sepatu heels berwarna merah terang yang semakin memperindah kaki jenjang miliknya. Kyuhyun yakin kaki itu milik seorang wanita. Di naikkan pandangannya menelusuri kulit halus kaki tersebut, hingga sampai di lekuk pinggang yang terus saja bergerak seirama. Semakin naik ke ujung rambut panjang bergelombang  yang tergerai bebas.

Kyuhyun menarik senyumannya, Ia tahu siapa sosok itu. Dengan langkah seribu Ia berjalan menyamai langkahnya yang sedikit tertinggal jauh.

Terlintas sebuah ide jahil di otak pria itu. Dengan mengendap-endap Ia berhasil menyamai langkahnya. Di tiupnya telinga gadis itu yang terselip rambut di belakangnya. Ia menjerit pelan dan meraih telinganya yang terasa geli akibat hembusan nafas Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa lepas, ketika melihat air muka sosok yang ada di hadapanya menatap dengan geram. “YA! CHO KYUHYUN!” pekik gadis itu sembari memegang tengkuknya yang meremang.

“Kau terkejut Sooyoung-ssi?” tanya Kyuhyun masih dengan tawa gelinya. Sooyoung tak memperdulikan pertanyaan Kyuhyun, Ia masih terus mengelus tengkuknya.

Tiba-tiba raut wajah Kyuhyun berubah serius. Ia berjalan mendekati Sooyoung. Mata Sooyoung mendelik panik ketika jarak wajah pria itu semakin mendekat.
“K-kau mau ap—pa?” tanya Sooyoung gagap. Kyuhyun tak menjawab pertanyaan Sooyoung, melainkan semakin mendekatkan wajahnya.

Hembusan nafas hangat Kyuhyun membuat Sooyoung terlena, hingga kedua kelopak matanya tertutup dan siap menerima apa yang akan terjadi selanjutnya. Kyuhyun yang melihat tingkah Sooyoung mati-matian mengulum tawa.

“Kau tampak seksi hari ini,” bisik Kyuhyun dengan desahan.

Seketika mata Sooyoung terbuka lebar. Secara tak sadar tangan kanannya memegang dadanya sendiri. Debaran jantungnya berubah menjadi berkali-kali cepatnya. Secepat kilat Ia beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun yang tertawa puas karena berhasil mengerjainya.

“Ya! Sooyoung-ssi tunggu aku!”

“Sooyoung-ssi! Aku hanya bercanda!”

“Hei, Sooyoung-ssi!!”

*******

Yoona memasukkan tempat bekal makan siang ke dalam tas jinjing. Siang ini, Yoona akan mengantarkan makan siang untuk suaminya. Kali ini tak ada lagi salah paham, karena hubungannya dengan Siwon benar-benar telah membaik.

Setelah mengenakan mantel hangatnya, dengan segera Ia berjalan menuju mobil. Pak Han telah menunggunya dan siap mengantarkan majikannya itu ke tempat tujuan.

Sepanjang jalan Yoona terus berfikir tentang strategi untuk menghadapi Sooyoung. Kali ini Ia tak ingin terlihat lemah di depan wanita itu.

Selama 30 menit berada di perjalanan, akhirnya Yoona sampai di depan kantor Siwon. Tak mau berlama-lama, Ia segera melangkah masuk. Saat ingin naik ke lantai ruangan Siwon, Ia terkejut membaca peringatan yang tertempel di pintu lift. Yoona mendesah kecewa begitu mengetahui bahwa lift di perusahaan itu tengah di perbaiki.

Dengan sangat terpaksa Ia harus mengeluarkan tenaga lebih untuk sampai ke ruang kerja suaminya. Satu per satu anak tangga Ia naiki dengan sangat hati-hati. Beberapa kali Ia berhenti untuk beristirahat sejenak dan mengatur nafasnya. Ia teringat perkataan dokter tempo hari, bahwa seorang ibu hamil tak boleh kelelahan.

Beruntung ruangan suaminya itu terletak di lantai 3, bukan lantai 20 yang tingginya tak mungkin dapat Ia capai. Yoona mengatur nafasnya sejenak sebelum kembali berjalan menuju ruangan Siwon.

Saat beberapa langkah lagi Ia sampai ke ruangan Siwon, sosok Sooyoung baru saja keluar. Yoona menaikkan dagunya, berjalan tegak dengan penuh percaya diri. Tak mau kalah, Sooyoung pun melemparkan tatapan sinisnya. Untuk beberapa saat pandangan mereka bertemu, saling menyiratkan kebencian satu sama lain.

Yoona menyibakkan rambutnya kemudian membuka pintu ruang kerja Siwon. Sooyoung yang merasa di tantang oleh wanita itu, meremas kedua tangannya dengan geram.

 

Siwon tersenyum senang ketika sosok Yoona muncul dari balik pintu ruangannya. Ia sangat merindukan istrinya, padahal baru beberapa jam yang lalu Ia meninggalkan wanita yang  dicintainya itu di rumah.

“Yeobo, apa kau kelelahan?” tanya Siwon khawatir, mengingat bagaimana perjuangannya tadi pagi untuk sampai diruang kerjanya.

“Aniy, hanya 3 lantai. Tak masalah,” ucap Yoona menenangkan suaminya.

“Maafkan aku, karena tidak memberitahu mu bahwa lift di kantor ini sedang diperbaiki,” ucap Siwon penuh dengan penyesalan.

“Ck! Sudah ku bilang, bahwa aku baik-baik saja,” ucap Yoona kemudian bergegas duduk di sofa yang terletak dipojok kanan ruang kerja suaminya. Ia mengistirahakan kakinya yang terasa sedikit pagal.

Yoona mengeluarkan bekal yang tadi Ia bawa kemudian menyusun semuanya ke atas meja yang ada dihadapannya. Siwon menjulurkan lehernya, mengamati bekal yang dibawa istrinya. Semua hidangan yang tersedia adalah makanan kesukaannya.

Siwon tersenyum puas kemudian mengecup pipi Yoona kilat. “Gomawo yeobo, aku makan sekarang ya.”

Siwon menyantap makan siangnya dengan lahap. Satu persatu Ia menghabiskan semua bekalnya hingga tak bersisa. Yoona merasa senang karena perjuangannya untuk sampai kemari, terbayarkan sudah dengan kotak bekal yang kini tampak bersih.

“Yeobo, kenapa tingkah mu mirip dengan Kyuhyun? Kau seperti tak makan selama berhari-hari,” tukas Yoona membuat Siwon mendelik terkejut.

“Mwo?” gumam Siwon.

Yoona tertawa melihat ekspresi wajah Siwon yang terkejut. Ia mencubit pipi Siwon gemas. Mereka terlihat sangat bahagia. Canda serta tawa menyelingi sisa waktu istirahat Siwon hingga akhirnya jam telah menunjukkan pukul 13.00 KST. Dengan sangat terpaksa Yoona mengakhiri pertemuannya mengingat waktu iistirahat Siwon telah berakhir. Ia tak mau mengganggu aktifitas kerja Siwon, dengan segera Ia merapikan kembali tempat bekal yang dibawanya tadi. Tak lupa sebelum pulang, Siwon mencium bibir manis Yoona.

 

Rona bahagia terpancar jelas diwajah cantik Yoona. Siapa pun yang melihatnya sudah dapat menebak bahwa kebahagiannya itu akibat efek dari pertemuan dengan suaminya. Hampir seluruh karyawan di perusahaan Siwon mengetahui bahwa Yoona adalah istri dari pimpinan mereka.

Yoona berjalan sembari mengayunkan tas jinjingnya. Ia menuruni tiap anak tangga dengan hati-hati. Dan tiba-tiba seseorang mendorongnya dari belakang membuat Yoona jatuh terduduk melewati beberapa anak tangga. Rasa sakit kini menyerang bagian perutnya. Yoona berteriak keras ketika darah segar mengalir dari selangkangannya. Ia tak mampu menahan rasa sakitnya hingga akhirnya Yoona pingsan tak sadarkan diri.

*****

Kyuhyun berdecak kesal ketika Ia hendak menaiki anak tangga pertama menuju ruangannya. Dengan berat hati ia mulai berjalan naik.

“Ck! Kenapa lift harus diperbaiki. Bukankah keadaanya baik-baik saja kemarin?!” gerutunya.

“Jika perbaikannya membutuhkan waktu yang cukup lama, aku pastikan absen adalah jalan yang terbaik.”

Masih dengan beberapa rutukan kesal di pikirannya, tiba-tiba sebuah teriakan membuatnya terlonjak kaget. Kyuhyun mempercepat langkahnya hingga Ia menaiki dua anak tangga sekaligus. Matanya membulat sempurna ketika dilihatnya sosok Yoona yang terbaring lemah dengan lumuran darah yang menggenang di ujung kakinya.

“Yoong!!” panggil Kyuhyun panik.

Diraihnya tubuh Yoona yang tak berdaya dan tiba-tiba manik matanya menangkap sekelebat bayangan seseorang yang berada diujung pintu, namun Kyuhyun tak dapat melihat dengan jelas sosok tersebut. Matanya hanya menangkap sosok itu mengenakan sepatu heels yang tak asing baginya dan sepertinya Ia tahu siapa sosok tersebut!!

To Be Continue …

A/N:

Pertama-tama, kami ingin mengucapkan kata Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para readers yang sudah menunggu ff ini dengan setia. Kami benar-benar tak menyangka dengan tanggapan antusias dari kalian semua.Bukan maksud kami untuk mengulur waktu publish dan membuat kalian menunggu terlalu lama.

Kami benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya karena banyaknya kendala dalam melanjutkan ff ini. Author kita, Kim Hyera baru sembuh dari operasi pengangkatan usus buntu nya. Dan author shineelover14 sibuk dengan tugas kuliahnya. Mohon pengertian dari kalian semua.

Tapi sekali lagi kami berterima kasih untuk kesetiaan kalian semua, menjadikan ff ini masuk ke dalam MOST COMMENT!!!!#HOREEEEE!!!😀

Mungkin beberapa part lagi The Wedding Blind akan FINAL! Jadi, kami ingatkan lagi untuk para readers yang belum meninggalkan komentnya untuk segera meninggalkan jejak di setiap partnya. Karena hanya good reader yang akan mendapatkan PASSWORD di PART AKHIR!

Gamsahamnida yeorobun..semoga part kali ini gak mengecewakan yah…😀 SARANGHAE!!!hahahaha😀

85 thoughts on “The Wedding Blind (Part 11)

  1. Huuaaaa akhirny yg ditunggu2 di post juga,, udh kngen bgt nii🙂

    Auuauuauuu YoonWon udh baean,, yaampun bacany ampe senyum 5 jari#envy bow :*
    Emm sooyoung udhlah akuin ajja klo mulai jatuh hati sama Kyu ckckckk😀
    Aduuhh ibu hamil pinter bgt iia ngrjain suaminy😀 kasiian sii siwon suruh ngabisin semua makananny ..
    Ahhh sumpah melting bgt liat YoonWon😉

    Waduhh yoona jatuh,, gppkan?? Jgn ampe kandunganny knp2 …
    Huhh untung kyu lewat situ,, ommo!! Omo!!! Jgn2 itu sooyoung lagii???
    Segitu ajja comentny,, mian gag bnyk …

    Ahh ayo chingu cepetan dipost lagii,, penasaran bgt nii …
    Okey aku tunggu iia😉

    • kamu senyum 5 jari,gue senyum 1000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 jari ,tapi kayaknya kurang 111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111100000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 itu baru betul hahahahhahahahahhaahhahahahahhaha

  2. akhrnya apdet jg.buat authnr smga cpat smbh ya?akhrnya siwon thu jg klau yona sdng hml.nysl kan udh nyuekin istri ga jd orng prtama kan klau istrinya hml.gmana ya yona jngn ampe kguguran dng kan ksian bru baikan.thor jngn bln yona kguguran ya?buat authornya semangt trus ya bkn fanficnya.

  3. akhir’a baikan juga.. meski harus pake kekersan bwt nyadarin wonppa…,,
    soo eoni ayo dong sadar ada yg lebih menyukai mu,,…

    yoona oeni keguguran kah??? andwe..andwe..andwe.. baru juga dpt kebahagiaan masa harus sedih lagi…,,,

    bwt author kim hyera moga cepet sembuh…
    n bwt author shineelover14 moga bisa cepet kelar tugas’a…….

    bwt kedua author….. FIGHTING!!!!!

  4. Akhirnya publish juga ffnya
    akhirnya yoonwon baikan romantis bangettt…
    si sooyoung tetep bikin geregetan yah…
    Kyuhyun oppa kjar trus si sooyoung onnie biar jd ska ma oppa…hehe
    Omoo it org jhat bnget sampe dorong yoona jgn2 sooyoung lagi..
    ckckck jgan sampe deh si yoona keguguran kasian yoonwon
    bener2 makin seru ceritanya ditunggu part selanjutnya yah..

  5. Uwaaa.. YoonWon kembali bersatu lagi \n.n/ suka banget pas baca ada scane YoonWon ber2, aaa~ so sweetnya u,u
    Keke~ Siwon kena juga imbasnya dari ngidamnya Yoona..

    Aigooo… jangan sampe kenapa2 tuh sama kandungannya Yoona. Woaah.. kebetulan ada Kyu yang lewat situ >-<

    Next part ditunggu .__.9

  6. wahhh,critannya bkin penasaran terus nikh author????
    jangan sampai yoonanya keguguran,kasian tuh….😦
    tapi YoonWonnya makin romantis aja,hheheheheheh
    tapi keseluruhan keren deh ffnya,,,,pkoknya d’best
    tapi kok sooyoungnya jahat banget??ngg kapok apa?pdahal kan udh ada oppa kyuhyun yangbaikh sama dia???
    jadi sedih,, hiks,hiks,hiks #PLAK

    ohhh,unnie hyera lagi sakit ya??😦
    cepet sembuh deh unnie,,,pkoknya aku doain supaya cepet sembuh….amin
    mskipun lmayan lama nuggu ff ini publish,tapi aku puas kok soalnya ffnya keren abisssss,,,,#lebay

    d tunggu slalu next partnya,,,dan yang pasti YoonWonnya harus Happy Ending ya author?????

    gomawo,,,
    fighting!!!!!!!!🙂

  7. wahhh kerenn !!!
    smoga bayinya selamatt,…. pasti selamat yat thor jangan sampek enggak hhehe *pukul2 guling
    aissshhh itu pasti si sooyoung lagiii ,,,, hiiissss kapan sih dia kena balesannya sebel deh ^.^
    lanjut thorrr……….. hehe😀

  8. akhirnya….. yang ditunggu-tunggu datang juga.
    gomawo author🙂

    wah.. akhirnya siwon sadar juga🙂 kan kasihan yoong kalau salah paham terus😦

    ckckck…. si sooyoung tu knp sih kok jahat amat!!!
    jadi sebel deh, bacanya😦

    wahh.. seru nih kalau kyuhyun tahu si sooyoung yg dorong yoong.
    pasti si kyuhyun gjd jatuh cinta ma sooyoung :p
    #plaksoktau

  9. adwaeeeeeeeeee.
    Yoona jangn ampe keguguran dong.
    masa baru bahagia dah gitu lagi.
    hiks.

    ah pasti itu soo deh.
    nyebelin bnget dah tuh orang d ff ini.
    ayodong kyu sadar,law dia tuh g pantes ma kmu.
    wonpa mana?
    kasian kan yoonanya>,<

    next partnya di tunggu^^

  10. wihhh good job chingu !!!🙂
    tpi sya harap kandungan yoona gak ke guguran coz ksian bgt bru bhgia sma siwon msa udah di ancurin aja niy sma si sooyoung ..
    tpi keseluruhan bgs kok, di tunggu slanjutnya ya😉

  11. pas baca yg awal2 masih nangis tp pas dipertengahan mulai senyum2 sendiri~~
    eonnie anaknya gak keguguran kan? jgn ya kesian yoonanya -plak
    eonnie postnya jgn lama lama ya. aku nungguin selalu loh😀
    jinjja gomawo eonnie

  12. wahhh makin seru za critanya thor..sooyoung’y makin nyebelin…
    yoona’y jgn ampe keguguran ea,,,kan kasihan…hehe nawar…next part lanjut….!!!

  13. sssssaaaaeeeeennnnnggggg..#tereak pkek toak..
    Upss mian..habis sebel bgd..q jdi orang yg trakhir taw TWB dah publish..
    #slah ndiri gagh prnah buka inet..*plak abaikan..
    Saeng mue habis oprasi eah?? Klo gtu moga cpat sembuh eah..#qta senasib sama2 agie sakit..
    Aish kbnyakan ngomong..

    Hua q suka part ini cz yoonwon moment.nya bnyak..
    Tapi agak sedikit bingung ma won oppa..napa jdi orang plin plan bgd..kdang jahat kadang baik..
    N buat yoona eonni jga seperti terlalu gmpang maafin siwon oppa.
    Q pling ska bagian yg yoona eonni nyibakkin rambut..#berasa kyak iklan sampo..hehehe*dibunuh author ma yoona eonni..
    Di ff ini kyu oppa berasa jdi angel terus eah..slalu ada untuk yoona eonni..
    Huh benci bgd ma sooyoung..#pngin jambak2 rmbutnya..orang og jhat bgd..kyu oppa tahukan klo itu sooyoung..??udah ungkap aja klo sooyoung itu jahat..
    Jng ampe yoona eonni keguguran..!!klo ampe keguguran enak sooyoung dong..aish jinja sebel bgd..

    Udah gitu aja..
    Next part cpat publish eah..
    Oh iya sekali lagi cepat sembuh yah saengku..
    Untuk author shineelover14 mga tugasnya lancar..

  14. yey… Udh lma d tnggu akhirny d post jga
    gla jhat bgt si sooyoung!
    Gmna jd nsib yoona😥
    jd pnsaran
    Author.!
    jgn lma” dong post ny
    ya ya ya
    heiehehe🙂

  15. Author… Aq mau tau crita akhirnya gmn? Yg jelas happy ending yaa untuk ke 2 idolaku yoona en siwon.. Aduh kyu nya jgn sama so gak rela dia jht siy..hee..
    Keren deh bkin greget…
    Pokknya kyu jngn sama sooyoung yaa…
    Mnding sama yuri aja…
    Aq tunggu lnjutannya ya author…
    Kereeen ff nya…
    Bkin yoonwon lagi yaaa…

  16. Author… Aq mau tau crita akhirnya gmn? Yg jelas happy ending yaa untuk ke 2 idolaku yoona en siwon.. Aduh kyu nya jgn sama so gak rela dia jht siy..hee..
    Keren deh bkin greget…
    Pokknya kyu jngn sama sooyoung yaa…
    Mnding sama yuri aja…
    Aq tunggu lnjutannya ya author…
    Kereeen ff nya…
    Bkin yoonwon lagi yaaa…
    Hahaa.. Bnyak bngt yaa coment nya..
    Salam kenal…

  17. akhirnya…siwon baikkan juga sma yoona..
    aku seneng waktu kyu ngerjain soo di lobby..
    itu si soo jhat bget ngedorong yoona smpai jatuh..untung ada kyu…
    lanjut ya thor…yg cepet postnya…^^

  18. Whaaa, aku baru bacaa part 11 detik itu jg saat buka WP kamu. Aish, knp gak kasih tau. Tp gak papa saya senaang (:

    Wha, seorang siwon yg badannya gede gak ketulungan (?) *digampar siwonest* takut jg sm kyu yg bdn nya kecil tp evilnya kagak ketulungan. Kekeke~~ kyu km jahat knp pakai acara melukai muka tampan siwon. Aish.

    Ampun lucu bngeet waktu soo ktmu yoona. Lah kogh ada adegan yoo nyipakin rambutnya. Gk bs byangin aku. Malah inget tante2 genit yg lg goda om2 genit yg lg nyipakin rambutnya. Omoo lucu ahh. Kekeke~~

    Huaaa, soo kamu jahaaat bangeet !! Awas aja lok baby yoong kenapa2 . Aku cincang kamu. *sadis* siwon bodoh knp yoong gak dianter aja sech sampai basemant udh tau lift lg rusak. Perusahaan nya cmn punya st lift apa? Masa’ semua liftnya rusak. Ahh endingnya bikin galau. Ak tunggu kelanjutannya.

    Kiyaaa, adek kamu sakit toh, pantesan. Cepat sembuh ya . Jaga kesehatan ya. Makan yg bergizi.

  19. kasian bgt si yoona nya, pengen nangis baca ff ini… salut buat authornya bisa buat cerita yg berasa real bgt….. ditunggu lanjutannya……

  20. Kyaaaa ! Soo jahaaat Щ(ºДºщ)
    Itu yoona sama anaknya jngan sampe knapa napa Ƴª, kan kesiaaaan😦
    Ditunggu part selanjutnya thor, smoga makin makin serruuu ceritanya🙂

  21. ceritanya seru thor.. aw YoonWon so sweet…!! u,u
    tapi nanti akhirnya Soo sama Kyu kan thor? ditunggu part selanjutnya ya..🙂

  22. huaaa so sweet bangeeet, sooyoung ambisius banget. semoga yoona baikbaik ajaaa :(( kyuuuu, sooyoung jahat tauuuuuuuuu aduuuuuh. next paaaart

  23. Ak cari2 d web read fanfic ga ada, terxta ada d sini. huah aku seneng akhrx ada saksi walaupun kayakx kyu bkal bela soo, mg2 siwon nyadar senyadar2x kalo yoona itu ga salah

  24. Daebak bgt thor! aku suka bgt nih sama yoonwon couple! makanya seneng bgt berhasil search ff yoonwon!
    hehe,tp ngomong-ngomong aku new reader di sini,jadi salam kenal yaaaa:)))

  25. Iya sudah ketakutan terbesarku “KEGUGURAN” . Tuhan banti selamatkan janin Yoong eonnie (˘̩̩̩ʃƪ˘̩̩̩) . Suamiku KYU cepat kejar siap pelakunya biar kita berdua habisin ヾ(`д´)┌┛☆)`з’)ノ . Wkwkwkw.

    Author kali ini Daebak!!!!!!!
    🙂

  26. Yak,apalagi ini ?😦
    Baru aja YoonWon baikan udah ada musibah lagi😦
    Sooyoung kah yg dorong? Aish,awas kalau kandungan Yoona kenapa napa😦 , dan yg aku heran kenapa disaat Yoona terpuruk(?) atau ada musibah orang pertama yg nolong itu Kyuhyun bukan Siwon😀

  27. Soo eonni knp noe brbuat ulh lgi, aws aja klw yoong eonni ampe kgugurn, nnti tak ksh tw tae eonni n hyo eonni utk tdk ksih jtah mknmu didorm #lebay
    Kyu oppa noe hrs ksih tw siwon oppa, spa yg ngdrong yoong eonni ditngga, spya soo eonni lngsung dipct sm siwon oppa krn sdh bwt ank n istinya claka,,,,

  28. Sooyoung emng bener2 ya..gk aada kapoknya … Agak kurang suka ya sama sikap yoona yg dengan gampangnya maafin siwon pengennya ya yoona balik marah ke siwon gitu kalo perlu yoona bener2 di bawa pergi sama kyukhun baru nanti siwon berjuang minta maaf hehehee

  29. ampunnnnn….. gw gregetannn!!!!! lnjut thor.. gw tw mungkin ini hanya sekedar crita fiksi tpi gw ttp kesal sma sooyoung…. adduduhhh yoona eonnie,,, gws ya… wish your baby was save,,,

    empat jempol utk author…. :*

  30. Akhirnya yoonwon baikan lagi, yah walaupun lewat perantara kyu dulu….

    Baru aja baikan ada aja masalah…
    Tu yoong ga knapa2 kn…

    Yang ngedorong yoong sooyoung kah?

  31. seneng akhirnya yoonwon bisa baikan,, gemes banget sama niat sooyoung yang jahat >< moga aja kyuhyun bisa menolongnya tepat waktu dan siwon segera sadar kalo sooyoung jahat,,,

  32. meskipun siwo blm percaya omongan yoona tentang sooyoung tpi dia sadar tlah memperlakuakan istrinya dng tdk baik apalagi setelah dia tau yoona sedang hamil.
    syukurlah

  33. Apa sooyoung dorong yoona?
    Part awal terharu, part tengah senang, part akhir emosi tingkat tinggi…
    Ya tuhan kpan yoona bisa hdup bhagia sma siwon? Tnpa gangguan dr sooyoung

  34. Chukkae buat kehamilan yoona,, semoga ini awal yang baik untuk yoonwon
    Yoona jatuh dari tangga, siapa yang dorong?

  35. Akhirnya siwon kembali kayak dulu lagi.. Siapa yg dorong yoona sampe jatuh n berdarah kayak gitu.. berharap yoona n kandungannya gak kenapa”..

  36. Akhirnya siwon kembali kayak dulu lagi.. Siapa yg dorong yoona sampe jatuh n berdarah kayak gitu.. berharap yoona n kandungannya gak kenapa”.. makin penasaran kelanjutannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s