Fragaria X Ananassa

Title : Fragaria X Ananassa (Oneshoot)

Author: Kim Hyera

Main Cast:

  • Sungmin Super Junior
  • Sunny SNSD

 

 

Genre: Romance

 

Rating: PG-15

Summary: Oh! Sepertinya memang benar kata Sungmin Oppa, buah lambang cinta itu tak akan pernah lepas dari kehidupan kami. Fragaria X Ananassa! Aku mencintai mu, buah lambang cinta.

Ku balikkan badanku ke arah kanan dan meregangkannya perlahan. Sedari tadi aku sudah terbangun, namun sedikit malas untuk bangkit dan melakukan aktivitas hari ini. Besok memang telah masuk akhir pekan, namun aku tak memiliki satu rencana pun untuk menghabiskan waktu itu.

Di luar, suara gaduh telah terdengar dan membisingkan. Ku dengar suara Sooyoung dan Yoona yang berteriak. Entahlah, mungkin mereka berebut makanan lagi pagi ini. Dan suara gaduh lain yang malas untuk ku tebak.  Ku langkahkan kaki ku menuju pintu kamar dan membuka knop nya perlahan.

Satu..Dua…Tiga…

Dorm sangat berantakan pagi ini. Bantal sofa yang letaknya telah berpindah menutupi televisi. Karpet ruang santai yang telah naik tahta menjadi di atas sofa. Meja ruang televisi yang terbalik dan…Arghhh sulit untuk ku jelaskan.

Aku hanya mampu melongo di depan pintu kamar masih dengan tampang kusut, baru bangun tidur. Ku coba berjalan menuju dapur dan keadaannya hampir sama.

Memang benar tebakanku, Sooyoung dan Yoona tengah berebut sarapan. Taeyeon, Hyoyeon, Yuri sibuk dengan masakannya masing-masing. Tepung, cangkang telur, semua bahan-bahan yang berhubungan dengan dapur berserakan di lantai. Aku masih belum bertanya. Ku putuskan melangkah ke luar dari dapur.

Aku masuk ke dalam kamar maknae, seorang yang ku anggap paling waras dari mereka semua. Ku lihat ia tengah duduk di meja riasnya dan sedang menyisir rambut. Dia tak sendiri, di sampingnya ada Jessica yang Tiffany yang sedari tadi mengoceh tak jelas.

“Aigoo~ aku terlambat. Eottokae!” teriak Tiffany dengan suaranya yang tiba-tiba membesar. Aku mengelus dada karena terkejut.

“Aku juga. Donghae Oppa bisa marah kalau aku terlambat. Aigooo~” Kini Jessica yang berteriak dengan suara cemprengnya.

Aku menghampiri Seohyun dan mencolek bahunya. “Seo~ah, sebenarnya ada apa?” tanyaku polos.

“Maksud eonni?” tanyanya balik tanpa mengalihkan pandang dari cermin di depannya.

“Pagi ini semuanya sibuk. Sebenarnya ak—“

“Ya! Sunny! Kau tak tahu bahwa hari ini kita libur?” Jessica dan Tiffany memotong ucapanku.

“Mwo?” tanyaku tak mengerti. Seingatku hari ini kami masih ada jadwal kerja.

“Hey,  manager Oppa bilang kita mendapat libur tiga hari. Kemarin Ia salah mengatur jadwal kita. Bukankah ini kejadian langka?” ucap Jessica sembari membetulkan rambutnya.

“Lalu kalian mau kemana?” tanyaku menunjuk Tiffany dan Jessica.

“Kencan!” pekik mereka serentak.

“Aku pergi dulu. Siwon Oppa sudah menunggu di bawah. Annyeong~” Tiffany melesat pergi dan di ikuti dengan Jessica di belakangnya. Bisa di tebak kalau Donghae Oppa juga telah menunggunya di bawah.

Kini ku tatap Seohyun yang tengah memasukkan barang-barangnya ke dalam tas. “Dan kau juga?” tanyaku di sambut senyuman serta anggukan dari si polos yang satu ini.

“Dengan anak setan itu? Kau bercanda?” Dengusku membuatnya menatapku kesal.

“Kyuhyun Oppa bukan anak setan, eonni! Dia malaikatku!” balasnya kesal.

Aku menjulurkan lidah untuk mengejeknya kemudian secepat kilat berlari keluar. Masih dapat ku dengar suara Hyoyeon,Yuri, Yoona, dan Sooyoung di dapur. Namun sebuah tepukan membuatku berbalik. Taeyeon berdiri di hadapanku dengan pakaian siap pergi.

“Kau mau kemana? Kencan juga?” tanyaku mendapat anggukan darinya.

“Mumpung Teuk Oppa sedang tidak syuting WGM. Hari ini kau tak punya acara ‘kan? Sooyoung dan Yoona akan berbelanja. Hyoyeon dan Yuri juga punya janji masing-masing. Jadi kau sendirian di dorm. Tugasmu bersih-bersih. Arraseo?” jelas Taeyeon panjang lebar. Aku membulatkan mata.

“Hanya aku? Suruh Hyoyeon membantuku juga!” Hyoyeon tiba-tiba berdiri di depan Taeyeon.

“Aku sedang buru-buru. Jadi bersihkan dorm sendiri.” Hyoyeon beranjak bersama Taeyeon meninggalkan dorm.

Tak lama Yuri juga pergi. Di susul oleh duo shikshin yang mengoceh tak jelas sepanjang pagi ini. Kini tinggal aku sendirian di dorm yang super duper berantakan. Aku menghela nafas berat sebentar sebelum mulai membersihkan tempat terkutuk pagi ini. Ini sangat melelahkan!!!

***

Setelah 2 jam berkutat dengan seisi dorm yang berantakan, akhirnya pekerjaan yang melelahkan ini selesai juga. Sekarang aku sedang merehatkan tubuhku di sofa ruang tengah.

Lama-kelamaan rasa bosan mulai datang. Sekarang hanya ada aku yang tersisa tanpa rencana apa pun. Semua member akan pulang malam nanti, aku tahu ini dari Taeyeon yang mengirimkan pesan singkat.

Tiba-tiba perutku berbunyi nyaring. Aigoo…aku baru ingat kalau belum memakan apa pun sejak tadi pagi. Kini jam telah menunjukkan waktu untuk makan siang. Aku bangkit dan berjalan menuju kamar.

Aku terlalu malas untuk memasak sendirian. Aku ingin membeli makanan di luar saja. Atau bersantai sebentar di cafe, sudah lama aku tak melakukan ini. Aku mengenakan baju putih setengah lengan dan celana jeans tanggung. Poni rambut pendekku ku selipkan di belakang telinga. Tak lupa aku mengenakan cardigan putih, kacamata dan juga topi untuk menyamaran.

Setelah siap, aku menenteng tas tanganku dan berjalan keluar dorm. Aku sengaja tak menghubungi manager oppa, karena ku rasa penyamaranku kali tak akan mungkin di kenali. Aku memanggil taksi dan meluncur ke sebuah garden cafe yang letaknya di pinggiran kota. Cafe yang penuh dengan kenangan bagiku.

Tak butuh waktu lama untuk tiba di cafe yang bercat merah muda di depannya ini. Aku segera turun dari taksi dan melangkah pasti menuju pintu masuk. Aku memandang keadaan sekitar dari balik kacamata hitam ku ini. Keadaan cafe ini masih sama seperti dulu, tenang.

Aku mengambil tempat duduk di meja yang berada di samping pot bunga pocerika warna-warni. Tak lama seorang pelayan datang dan membawakan menu untukku. Aku memesan segelas Strawberry Punch dan sepiring Steak salad huzar. Menu makan siang yang sangat aku gemari disini sejak dulu.

Setelah selesai memesan, aku mengeluarkan ponselku dari tas dan membaca pesan yang baru masuk dari Seohyun. Aku melongo seketika saat membaca pesan darinya. Ia bilang si anak setan itu mengajaknya menikmati sunset di tepi Sungai Han. Cish..memangnya Ia pikir aku akan iri dengan kelakuan Kyuhyun yang romantis itu. Evil tetaplah Evil!

“Sunny-ah.”

Aku tersentak kaget saat seseorang memanggil namaku. Hampir saja ponselku terjatuh kalau tak cepat-cepat ku genggam erat kembali. Gawat! Apa penyamaranku kurang baik? Mengapa bisa ketauan?!

Dengan perasaan takut, ku dongakkan kepalaku. Sebuah senyuman manis tengah tersuguh di hadapanku. Jantungku seketika berdegup kencang. Apa aku bermimpi?

“Sungmin Oppa,” bisikku pada diri sendiri.

Sungmin Oppa tengah berdiri di hadapanku dengan senyuman khasnya. Ia mengenakan penyamaran sederhana, hanya sebuah kacamata. Tanpa ragu ia duduk di hadapanku masih dengan senyumannya itu.

“Kau hanya sendiri?” tanya nya di jawab anggukan dariku.

“Kau masih sering kesini?” tanya nya lagi. Aku masih terlalu terkejut untuk menjawab.

“Sunny-ah, gwenchana?” Ia melambaikan tangannya ke depan wajahku. Aku segera tersadar dan melepaskan kacamataku.

“Ne, Oppa. Aku baik-baik saja,” jawabku akhirnya. Sungmin Oppa mengangguk sekilas dan kembali menatapku.

“Kau masih sering berkunjung kesini?” Ia banyak bertanya hari ini.

“Aniya Oppa. Aku sedang libur dan di dorm tidak ada siapa pun. Jadi aku putuskan untuk menikmati makan siang disini,” jelasku.

“Ah, kalau begitu kita sama. Aku juga ingin bersantai disini. Kau sudah pesan?”

Aku mengangguk sebagai jawaban. Sungmin Oppa memanggil seorang pelayan dan memesan segelas jus strawberry. Aku tersenyum dalam diam. Ternyata kesukaannya belum berubah.

Pesananku datang tak lama setelah Sungmin Oppa selesai memesan. Aku segera menyantap makan siangku dan dapat kurasakan tatapan memperhatikan berada tepat di hadapanku. Sungmin Oppa memperhatikanku dengan kedua matanya tanpa berpaling sedikit pun.

“Kau masih sama seperti yang dulu, Sunny-ah.” Ucapannya membuatku balas menatapnya.

“Kau juga masih sama, Oppa,” ucapku menatap manik mata nya.

“Strawberry, strawberry. Aku tak bisa jauh dari buah lambang cinta itu. Kau tahu kita telah menyukainya sejak lama,” ucapnya membuatku tersenyum.
“Aku jadi ingat semua kenangan kita disini.” Lanjutnya lagi membuatku menunduk.

Rasa berdebar selalu terjadi ketika aku berada di dekatnya. Entahlah ini terjadi sejak kapan, aku lupa dan terlalu menikmatinya. Selera makanku seketika menurun di gantikan dengan rasa bahagia yang membuncah ketika tangan Sungmin Oppa menyentuh kulit lenganku.

“Sunny-ah, bisakah kita memulainya kembali? Aku tak bisa melupakanmu.” Ku tatap lagi manik matanya yang kini juga tengah menatapku.

Menilik kesungguhan yang Ia berikan, terlalu indah untukku ungkapkan. Benarkah yang Ia katakan? Memulainya lagi di tengah kesibukan yang setinggi gunung.

“Tapi bagaimana dengan pekerjaan kita? Jangan sampai kita memilih jalan yang salah,” ucapku membuat segurat senyum manis terukir di bibirnya.

“Tak akan. Aku sudah memikirkannya jauh-jauh hari, Sunny-ah. Bukankah fans banyak yang setuju? Mereka bilang SunSun couple menjauh akhir-akhir ini. Itu menyedihkan.” Ia berkata dengan mengelus punggung tanganku, hangat.

Dulu, aku dan Sungmin Oppa bertemu pertama kali di cafe ini. Aku sering bersantai disini ketika tak ada tugas sekolah atau tak ada jadwal les. Sedangkan Sungmin Oppa, aku tak tahu alasan Ia sering mampir ke cafe ini.

Saat itu Ia yang lebih dulu menghampiriku. Menyapaku dengan senyuman khasnya dan kami mulai saling mengenal satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, Ia debut bersama grupnya. Sama denganku dan bernaung di satu agensi yang sama.

Ia bilang ini pertanda kami jodoh. Tapi itu menggelikan, aku lebih mengartikan ini sebuah keberuntungan. Karena bisa mengenalnya adalah sesuatu yang tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata. Sungmin Oppa adalah seorang yang sangat baik sejak dulu. Ia selalu membantuku mengerjakan tugas sekolah ketika aku mendapat kesulitan dan tempat kami bertemu adalah cafe ini. Sampai akhirnya kami berkerja sama sebagai penyiar radio dan dari pekerjaan itu lah gosip kami berpacaran mulai menyebar. Memang Super Junior oppadeul yang membuat gosip itu pertama kali, namun gosip itu aku bantah dengan tegas. Karena memang aku tak berpacaran dengan Sungmin Oppa, hanya dekat sebagai batas antara seorang kakak dan adik.

Hingga suatu saat sebuah kalimat cinta keluar dari bibir Sungmin Oppa. Ia mengungkapkan perasaannya kepadaku. Aku tak menolaknya, melainkan membalas perasaannya itu hingga akhirnya hubungan kami tercium oleh pihak agensi. Sejak saat itu Sungmin Oppa menjauhi diriku, mungkin hanya sekedar menyapa dan betukar senyum, hanya itu tak lebih. Kata putus Ia kirimkan lewat pesan singkat karena Ia paling tahu bahwa aku akan menangis jika bertatap muka langsung.

Sampai detik ini aku dan Sungmin Oppa tak pernah berdekatan lagi. SunSun couple rasanya sudah tak ada, bagiku. Aku berusaha melupakan semuanya, tapi usahaku itu runtuh seketika karena sosoknya yang muncul di hadapanku hari ini. Memintaku untuk kembali bersamanya, itu akan sulit. Sulit sekali!!

“Sunny-ah, gwenchana?” Ia melambaikan tangannnya di hadapan wajahku. Aku berhenti melamun dan menatapnya datar. Matanya masih menunggu jawabanku.

“Maaf, oppa. Aku tak bisa.” Kata-kataku terucap dengan sangat pelan, namun aku yakin Ia pasti mendengarnya.

“Mengapa? Apa karena kau takut agensi memarahi kita? Memisahkan kita lagi? Itu dulu, Sunn-ah sekarang peraturannya telah berbeda.” Ia berucap dengan nada lembut seperti biasanya.

“Maaf, tapi aku tak mau sakit untuk yang kedua kalinya,” jawabku dengan menundukkan kepala.

“Untuk masa lalu kita, aku ucapkan maaf sedalam-dalamnya Sunny-ah. Aku benar-benar mencintaimu dan tak akan pernah berubah untuk rasa itu. Seperti buah strawberry, semua ada rasa asam dan juga manis, seperti itulah perjalanan hidup kita Sunny-ah. Dan juga perjalanan kisah ini, ada suka dan ada lara. Namun kita masih bisa merubah itu dengan memulainya dari awal. Maaf jika selama ini aku menjauh, hanya sekedar menyapa dan tersenyum seadanya. Kau boleh bilang aku ini seorang pecundang yang tak berani menegur hanya karena takut kau kembali menangis. Maafkan aku Sunny-ah.” Tanpa ku sadari aku menangis dengan kepala yang masih tertunduk.

Tangan Sungmin Oppa terus mengelus tanganku sedari tadi dan sepertinya Ia juga tahu kalau aku tengah menangis. Ya. Yang Ia ucapkan memang benar. Dalam kehidupan ini ada suka dan lara. Egoiskah jika aku hanya memikirkan perasaanku sendiri? Setelah permintaan maafnya yang begitu tulus Ia ucapkan.

“Oppa— Aku…Ya.” Ucapanku menjadi tak jelas karena masih terisak.

“Kau menerimaku, Sunny-ah? Sunny-ah?” Sungmin Oppa mengguncang tanganku pelan. Ia menatapku tak percaya.

“Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku lagi,” ucapku masih dengan air mata yang berlinang.

“Ne. Itu sudah pasti. Aku janji untuk itu.” Senyumannya mengembang sempurna.

“Dan satu lagi kau harus berjanji,” ucapku membuat senyumannya hilang berganti dengan wajah heran. “Apa?” tanya nya.

“Oppa harus selalu membawakanku jus strawberry kapan pun aku mau dan kapanpun aku minta,” ucapku dengan manja.

“Ne, arraseo. Kapan pun kau mau, Sunny bunny-ku,” ucapnya membuatku tersenyum puas. Itu panggilan sayangnya.

“Hapus air matamu dan kita pergi,” ucapnya sembari membersihkan sisa air mataku dengan tissue.

“Kemana?”

“Kemana saja kau mau, aku siap mengantarmu.”

“Jawaban apa itu? Oppa sedang menggombal?” ucapku dengan mendengus.

Ia terkekeh sebentar,” Ingat, jangan cemberut. Wajahmu seperti strawberry yang masih mentah, asam.”

“YA! MWORAGU!!!” teriakku kesal dan Ia hanya tertawa.

Setelahnya kami hanya diam. Ku lihat ia sedang menghabiskan jus strawberry nya yang masih setengah gelas. Sedangkan aku, makananku telah habis sedari tadi. Aku terus memperhatikannya yang masih menyedot jus dengan sedotan dan setelah jus nya tandas tak bersisa, Ia tersenyum puas. Aigoo…kyopta >.<

“Wae?” tanya nya ketika melihatku tersenyum sendiri. Aku segera menegakkan duduk ku kemudian menggeleng tanda tak terjadi apa-apa. “Jadi kita akan kemana sehabis ini?” tanya nya lagi sembari membenarkan poni rambutnya.

“Aku ingin pulang saja,” jawabku.

“Jinja? Arraseo, ayo kita pulang,” ucapnya sembari bangkit dari duduknya. Aku mengikutinya dan kembali memakai penyamaranku.

***

Sungmin Oppa memberhentikan mobilnya tepat di depan gedung apartement SNSD. Aku segera membuka safetybelt dan merapikan rambutku sebentar.

“Apa penyamaranku sudah oke?” tanyaku kepada Sungmin Oppa. Ia tersenyum manis dan mengacak rambutku. Aku berdecak kesal karenanya.

“Ya! Oppa! Kau membuat rambutku berantakan.” Protesku yang tak di hiraukannya. “Aku pulang dulu. Annyeong.” Aku mencoba membuka pintu mobilnya sebelum tangannya mencegah aksiku.

“Kau tak mengucapkan terima kasih padaku untuk hari ini? Aku membayarkan makananmu dan mengantarmu pulang,” ucapnya membuatku berdecak.

“Oppa perhitungan sekali,” desisku sembari menatapnya yang tersenyum jahil. “Jadi dengan apa aku harus membayar budi mu itu?” ucapku lagi semakin membuatnya tersenyum lebar.

Ia menunjuk pipi nya sendiri dan memasang tampang se-aegyo mungkin. Minta di cium? Aku segera memukul lengannya pelan. Menahan rasa malu dan juga berdebar yang sedari tadi melanda.

“Kau tak mau Sunny-ah? Baiklah, akan ku pastikan kau tak akan pulang ke dorm dengan selamat.” Ia mengancamku, membuatku membelalakkan mata. Pernyataan macam apa itu?

“Eissshhh…Oppa kekanakan sekali. Arraseo, cepat tutup matamu,” ucapku dengan tampang super duper kesal. Ini adalah antisipasi untuk menutupi rasa gugupku. Sungguh! Dulu kami hanya pernah sekali berciuman, itu pun Sungmin Oppa yang menciumku, di dahi.

Aku mendekatkan wajahku ke arah pipi kanannya dan menutup mata. Siap-siap merasakan kulit wajahnya yang sangat halus, kata Kyuhyun Oppa dulu. Tapi yang kurasa bukan sentuhan kulit wajah melainkan kulit yang permukaannya sedikit lembab atau basah ku kira. Apa aku salah menciumnya?

Aku segera membuka mataku dan betapa terkejutnya bibirnya sekarang yang menempel di bibirku! Terlambat untuk menjauhkan wajahku, karena Sungmin Oppa telah menekan tengkukku untuk memperdalam ciuman ini. Sungmin Oppa mulai mengulum pelan bibir bawahku membuat darahku berdesir. Aku mulai terbuai dan membalas ciumannya, mendesah kecil karena terbawa oleh permainannya.

Aku mendorong kuat dada Sungmin Oppa dan segera mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. “Oppa mau membunuhku! Aku kehabisan nafas!” Dada ku naik turun tak beratur karena baru menghirup oksigen beberapa detik yang lalu. Sedangkan Sungmin Oppa menatapku dengan senyuman puas.

“Gomawo untuk bayarannya, itu sangat manis,” ucapnya membuat pipi ku merona merah. Ia sedang menggodaku.

Aku tak menjawab dan membuka pintu mobilnya sebelum tangannya kembali mencegahku. “Apa lagi Oppa?” rengekku kesal dengan ulahnya.

“Besok pagi antarkan jus strawberry untukku ke dorm. Arraseo?” ucapnya menatapku serius. “Harus kau yang membuatnya, itu untuk menu sarapan pagi ku. Jangan suruh Hyoyeon atau siapa pun untuk membantumu membuat jus untukku. Arraseo?” Ia mendikteku.

“Arraseo, Minnie.” Ia tersenyum lagi dan mengacak rambutku, kali ini dengan pelan.

“Aku suka panggilanmu itu. Sudah sana masuk.” Ia mengusirku? Cish…dasar nappeun!

Kali ini Ia tak mencegahku untuk membuka pintu mobilnya. Aku segera berjalan keluar dan membetulkan letak tas tanganku.

“Sunny-ah! Saranghae!” teriak Sungmin Oppa dari jendela mobilnya yang terbuka lebar. Aku dapat melihatnya tertawa puas dan melambaikan tangannya padaku.

Aku tersenyum manis dan membalas lambaiannya. Tak ku pedulikan tatapan orang sekitar yang menyadari aku adalah Sunny SNSD. Aku hanya mampu menatap mobil Sungmin Oppa yang mulai melaju pergi.

Ku langkahkan kakiku riang menyusuri lobby dan mulai menaiki lift. Senyuman tak ku hapus dari wajahku dan terus ku sunggingkan untuk mengungkapkan rasa gembiraku hari ini. Bukankah hari ini sangat manis? Aku dan Sungmin Oppa kembali bersama. Manis sekali, seperti rasa strawberry, buah kesukaan kami berdua. Oh! Sepertinya memang benar kata Sungmin Oppa, buah lambang cinta itu tak akan pernah lepas dari kehidupan kami. Fragaria X Ananassa! Aku mencintai mu, buah lambang cinta.

“EOMAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! AKU SANGAT SENAAAAAAAAAAAAANGGG!!!” Aku berteriak kencang setelah menutup pintu dorm.

Aku sendirian! Teriak sekencang apa pun tak masalah! Aku bahagia!

-END-

Fragaria X Ananassa

Strawberry Love

 

Annyeong…anyeong!! kayaknya lama banget aku gak ngurus blog ku sendiri.Maaf ya readers… Seperti yang kalian ketahui aku sedang sibuk dengan sekolah. Sekarang aku udah kelas IX, jadi udah mulai sibuk sama ujian praktek + try out. Jadi bisa di bilang ini ff terakhir sebelum aku HIATUS ..T.T FF ini juga request-an dari Tatin Eonni sama temen sekolahku, Yolinda. Semoga seperti apa yang kalian harapin yah😀

Gimana ceritanya? Kali ini aku bawa Aegyo couple yang merupakan salah satu favoritku! Semoga gak mengecewakan yah..oh iya untuk judulnya itu mungkin membingungkan ya? Itu nama latin dari buah Strawberry, sesuai tema cerita ..hehehehe…

Suka? Ayo Komentar nya di tinggalin…😀 SunSun JJANG!!!!

15 thoughts on “Fragaria X Ananassa

  1. Daebaaak..!!

    crita’a mwakili prasaan SunSun Shipper yg kangen ma momen2 mreka sprti dulu..

    smoga suatu saat momen mreka kmbali trlihat..🙂
    SunSun cople, bogoshippo..

    Gomawo Saengie..🙂
    mian bru smpt baca N komen..

    • hehehehe..akhirnya kamu visit juga nad..ihiiiyyy*girang*😀

      Gamsahamnida pujiannya…cemburu yah?? gak papa lah aku pinjem sungmin oppanya yah..hehehe😀

      Gomawo yah pujia + komentarnya😀

  2. 🙂😀 baguzz..Tapi kasihan juga sunny yah.. disuruh bersiin dorm sendirian😦 . Ditunggu kelanjutannya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s