The Wedding Blind (Part 12)

Title : The Wedding Blind (Part 12)

Author :

  • Shineelover14
  • Kim Hyera

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Im Yoona a.k.a Cho Yoona

Support Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Genre : Romance, Family

Rating : PG-15

****

Kyuhyun P.O.V

Dengan langkah cepat ku bawa Yoona menuju mobil. Ia tak sadarkan diri, wajahnya terlihat pucat dan basah oleh peluh. Ku baringkan ia di kursi belakang kemudian segera ku pacu mobil ku melewati beberapa kendaraan yang berada di depan. Jantung ku berdetak kacau, khawatir akan keadaan Yoona.

“Tuhan, kumohon selamatkan ia,” gumam ku panik.

Sesekali ku alihkan pandanganku pada Yoona yang masih tak sadarkan diri. “Bertahanlah, Yoong. Bertahanlah…” Kalimat itu yang terus ku ucapkan selama diperjalanan menuju rumah sakit.  Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Segera ku raih ponsel lalu menghubungi Siwon Hyung.

Lama nada tunggu itu berlangsung. Aku mulai kesal dan kehabisan akal. “Cepat angkat telponnya, hyung,” rutuk ku geram.

“Yeoboseo,” sapanya.

“Hyung, kau ada dimana?! Segera kerumah sakit sekarang, Yoona jatuh dari tangga dan ia mengalami pendarahan!” jawab ku segera setelah mendengar suaranya.

“Mwo?!” pekiknya keras. “Bagaimana itu bisa terjadi?! Baiklah, aku akan segera kesana,” sambungnya panik.

Segera ku akhiri panggilan itu lalu membanting kuat kemudi memasuki halaman rumah sakit. Ku gendong tubuh Yoona dan membawanya segera ke unit gawat darurat. Sedikit perasaan tenang di benak ku ketika Yoona telah berada di tangan yang tepat. Aku duduk di kursi yang disediakan rumah sakit itu, menunggu Siwon hyung juga Yoona yang sedang berjuang didalam sana.

Ku remas kuat rambut ku ketika mengingat kejadian tadi. Ingatan ku terputar kembali pada sosok yang berada di ujung pintu itu. Diakah yang mendorong Yoona? Atau memang Yoona terjatuh dari tangga? Entahlah, aku bingung. Semuanya terlalu mengejutkan dan membuat ku frustasi.

Tak lama waktu berselang, seseorang memekikkan nama ku.

“Kyu!!”

“Hyung! Untung kau datang. Aku benar-benar cemas,” kini kami telah berhadapan. Ku lihat wajah Siwon hyung yang khawatir, guratan di dahinya menunjukkan bahwa ia sedang dalam perasaan kalut.

“Bagaimana itu bisa terjadi?!” tanyanya meremas lengan ku kuat.

“Mianhae, tapi aku tidak tahu bagaimana Yoona bisa terjatuh dari tangga. Aku baru saja kembali dari makan siang dan tiba-tiba seseorang berteriak keras. Ku percepat langkah ku untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Dan…” ucap ku menggantung membuat Siwon hyung terlihat semakin tak sabar. Ia mengguncang tubuh ku meminta kejelasan.

“Dan—dan ku lihat Yoona telah berlumuran darah,” lanjut ku pelan. Siwon hyung melepaskan cengkramannya, ia tertunduk dalam. Aku tahu kini perasaanya sedang kacau. Apa lagi nyawa istri dan anaknya lah yang menjadi taruhan.

Ku pegang pundak kiri Siwon hyung, berusaha memberinya semangat. Tak lama pintu unit gawat darurat itu terbuka dan seorang dokter wanita keluar dari ruangan tersebut. Segera, aku dan Siwon hyung menghampirinya.

Dokter wanita itu menjelaskan kondisi fisik Yoona saat ini. Entah apa yang ia katakan, aku tidak begitu perduli namun dari pembicaraanya itu dapat ku tarik kesimpulan bahwa Yoona baik-baik saja. Dokter itu mengatakan bahwa kandungan Yoona dalam keadaan sehat, sehingga pendarahan itu tidak berakibat fatal pada kandungannya. Aku merasa lega setelah mendengar penuturan dokter tersebut dan kemudian kami diperbolehkan masuk untuk melihat keadaan Yoona.

Siwon hyung berjalan terlebih dahulu. Yoona telah sadar namun wajahnya masih terlihat pucat dan lemah. Aku melempar senyum padanya dan ia membalas dengan tersenyum kecil.

“Kyunnie, gomawo,” ucapnya pelan.

“Sudah seharusnya itu yang ku lakukan, Yoong,” jawab ku segera.

Ku lihat Siwon hyung duduk di kursi yang berada di sebelah tempat tidur Yoona. Ia menggenggam tangan istrinya erat dan memandang Yoona lekat. Terlihat jelas kecemasan di wajah hyung. Aku hanya mengamati keduanya. Siwon hyung membelai lembut rambut Yoona, lalu mencium punggung tangannya. Aku tersenyum kecil melihat kemesraan itu.

“Bagaimana kau bisa terjatuh, yeobo? Aku benar-benar sangat mengkhawatirkan mu,” ucap Siwon hyung penuh dengan penekanan.

Yoona terdiam sejenak. Sepertinya ia sedang berusaha mengingat-ingat kejadian itu. Aku pun semakin dibuat penasaran olehnya. Aku mendengarkan dengan seksama apa yang diuraikan Yoona dan berusaha menganalisis semua ucapannya.

“Dia— dia yang mendorong ku. Aku yakin sekali, yeobo,” ucap Yoona panik. Dahi ku mengkerut, Dia? Siapa? tanya ku dalam hati. Aku tak mencoba untuk bersuara dan tetap tenang menunggu kelanjutan ucapan Yoona.

“Dia?? Dia siapa?” tanya Siwon hyung bingung.

“Choi Sooyoung, aku yakin sekali dia yang melakukannya,” papar Yoona.

“Sooyoung! Jadi dia yang melakukannya? Benarkah itu?! Sungguh diluar dugaan. Tapi— semua petunjuk mengarah padanya. Sepatu itu??!— Ya, sepatu merah itu milik Sooyoung. Aku yakin sekali!” batin ku.

“A—apa yang kau katakan, yeobo. Tidak mungkin Sooyoung-ssi yang melakukan itu,” ucap Siwon hyung tak percaya.

“Tapi aku tahu itu dia. Dia sangat membenci ku, yeobo,” kini Yoona terisak. Tergambar jelas raut kekecewaan diwajahnya. Entahlah, ini realistis atau tidak. Tapi aku tahu bahwa Yoona tidak pernah berbohong, sekalipun keadaan akan menyudutkannya.

“Berusahalah mempercayai istri mu hyung. Mungkin saja apa yang dikatakan Yoong itu benar,” celetuk ku tiba-tiba. Keduanya menatap kearah ku. Yoona masih dengan wajahnya yang basah oleh air mata. Sedangkan Siwon hyung, ia menatap ku heran.

“Selesaikanlah baik-baik, ku pikir tidak ada ruginya untuk mempercayai istri mu, hyung,” timpal ku lagi. “Baiklah, aku kembali ke kantor dulu. Jika ada sesuatu yang dibutuhkan, hubungi saja aku. Istirahat yang cukup, Yoong. Jaga kesehatan mu. Hyung, aku pergi dulu,” pamit ku.

“Ne, hati-hati,” jawab Siwon hyung pelan.

“Ya, aku harus menemui Sooyoung sekarang juga. Harus ku perjelas semua ini!” desis ku pelan.

***

Mata ku terus saja menatap kearah pintu lobby. Aku sedang menunggu Sooyoung dimobil. Sudah lewat satu jam dari jam pulang kantor, namun ia belum juga muncul dari balik pintu itu.

Aku menggigit ibu jari ku sembari terus berpikir apa yang sebenarnya terjadi antara Yoona dan Sooyoung. Mengapa Yoona bisa seyakin itu, bahwa yang mendorongnya adalah Sooyoung. Dan mengapa Yoona berkata bahwa Sooyoung sangat membencinya? Ada apa sebenarnya? Semua hal itu memenuhi pikiranku. Ku cengkram kuat kemudi, meluapkan emosi serta amarah.

Akhirnya sosok itu muncul juga. Sosok Sooyoung, ia sedang berjalan menuju tapi jalan raya. Segera aku keluar dari mobil dan menghampirinya. Ia menatap ku sekilas kemudian mengacuhkan ku dan melewati ku begitu saja dengan wajah angkuhnya. Ku tarik cepat tanganya hingga kini kami saling berhadapan. Ku tatap tajam matanya, mencari sebuah kebenaran.

“Mengapa kau lakukan itu, Sooyoung-ssi?” tanya ku tegas.

“Melakukan apa?! Aku tidak mengerti maksud mu Cho Kyuhyun! Cepat lepaskan tangan mu, aku ingin segera pulang!” tegasnya.

“Kau yang mendorong Yoona kan?” terka ku masih menatap matanya, menuntut sebuah penjelasan yang rumit.

Matanya membulat. “A—apa yang sedang kau bicarakan, Kyuhyun-ssi. Aku tidak mengerti. Mendorong apa?! Kau semakin diluar batasan. Cepat lepaskan, kau telah menyakiti ku!” ucap Sooyoung terus berusaha melepaskan cengkraman tanganku darinya.

Kami saling beradu pandang. Ku tatap manik matanya tajam. Benarkah wanita yang ku cintai ini melakukan semua hal buruk itu? Sungguh aku tak dapat berpikir jernih. Ini terlalu sulit untuk ku mengerti. Banyak hal yang tidak ku ketahui selama ini. Semua pikiran itu terus berkecamuk di otak ku hingga akhirnya ku lepaskan tangan Sooyoung dan membiarkannya pergi. Ku tatap punggungnya yang mulai menjauh lalu menaiki sebuah taksi.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Aku harus mencari tahu,” desis ku.

Kyuhyun P.O.V end

***

Author P.O.V

Siwon masih tak beranjak dari sisi Yoona. Ia terus menunggui istrinya dengan setia. Hingga ribuan detik berlalu, menggulirkan waktu melewati senja yang baru saja berganti menjadi malam. Siwon tertidur dikursi, ia menelungkupkan wajahnya di tepi tempat tidur Yoona.

Di belainya sayang rambut halus suaminya. “Yeobo, percayakah kau padaku? Sungguh aku yakin, wanita itulah yang melakukannya,” desis Yoona pelan tak mau membuat Siwon terjaga.

Dihelanya nafas berat, ia bersyukur bahwa Tuhan masih melindungi dirinya dan juga calon bayi yang berada didalam perutnya saat ini. Diusapnya pelan perut yang mulai membuncit itu.

“Nak, kau harus tetap kuat. Apa pun yang terjadi, Eomma akan melindungi mu,” ucap Yoona menatap perutnya. Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ia berharap bahwa kejadian ini adalah pelajaran baginya untuk lebih berhati-hati lagi. Dan masalah Sooyoung, ia tak mau memikirkannya terlalu larut. Ia takut semua hal itu akan membuatnya stress dan berakibat fatal pada bayinya kelak. Yang terpenting bagi Yoona sekarang adalah keselamatan janinnya.

Tak lama terdengar lenguhan kecil dan Yoona tersenyum ketika tahu suara itu berasal dari Siwon. Dibelainya wajah Siwon lembut. Perlahan mata suaminya terbuka dan kini menatap kearah Yoona.

“Kau terlihat lelah, Yeobo. Pulanglah. Aku tidak apa-apa ditinggal sendiri,” ucap Yoona. Siwon mengangkat kepalanya kemudian merengkuh tangan Yoona. Diciumnya punggung tangan istrinya lalu tersenyum dengan manis membuat detak jantung Yoona sedikit tidak stabil. Hangat dirasanya ketika bibir Siwon menyentuh kulit tangannya.

“Aku ingin tetap disini bersama mu. Besok aku akan izin untuk tidak kekantor,” ucap Siwon. Mata mereka saling beradu, tersirat ketulusan serta cinta yang begitu besar dari mata suaminya itu. Yoona tersenyum kecil, ia benar-benar merasa bahagia atas perhatian yang dicurahkan oleh pria yang sangat dicintainya.

Tiba-tiba Yoona teringat sesuatu. “Yeobo, tidakkah kita beritahu masalah ini pada Abeoji dan Eomeoni? Harabeoji juga belum tahu tentang kehamilan ku,” ucap Yoona, mengingat mereka masih merahasiakan kehamilannya.

“Benar. Kita belum memberitahu mereka,” sahut Siwon segera. “Baiklah, aku akan segera menelpon Appa serta Harabeoji. Tunggu disini, aku akan segera kembali,” timpal Siwon kemudian berjalan keluar.

Yoona mengalihkan pandangannya keseluruh sudut kamar VVIP yang ditempatinya. Dilihatnya kamar yang bernuansa biru muda itu terkesan menyejukkan dimata. Kini pandangannya beralih pada sebuah majalah kehamilan yang berada diatas nakas. Diraihnya majalah itu dan senyum Yoona terkembang ketika melihat seorang ibu sedang menyusui bayinya.

“Apa aku akan seperti ini nantinya?” batin Yoona.

Dibaliknya halaman demi halaman. Ia membaca beberapa informasi mengenai kehamilan serta bagaimana caranya merawat bayi. Dilihatnya dengan seksama cara-cara memandikan bayi yang benar, sesekali kepalanya mengangguk mengerti dengan tips yang di muat dalam majalah tersebut.

Yoona masih asik dengan bacaanya hingga ia tak sadar bahwa suaminya kini telah berada didekatnya. Siwon tersenyum, “Apa aku perlu belajar memandikan bayi juga?” tanya Siwon membuat Yoona beralih menatapnya.

“Sepertinya kau juga harus belajar, Yeobo,” jawab Yoona.

“Aku pasti bisa memandikannya. Bukankah dulu aku pernah memandikanmu juga?” ucap Siwon dengan nada sedikit menggoda.

Wajah Yoona memerah karena malu. Ingatannya terputar kembali ketika dulu ia sakit dan terbaring lemah, Siwon lah yang dengan telaten memandikannya serta membantunya berpakaian. Ia tak dapat memungkiri saat itu jantungnya terus berdegup kencang dan hampir membuatnya membeku akibat perlakuan Siwon yang terlewat lembut padanya.

Siwon tersenyum melihat pipi Yoona yang memerah. Di belainya pipi itu pelan, “Aku sangat suka melihat semburat ini,” ucap Siwon dan membuat Yoona tertunduk.

“Hentikan. Jangan menggoda ku terus, Yeobo,” tukas Yoona malu. Siwon mendekatkan wajahnya pada Yoona. Ia meraih dagu Yoona lalu mengangkatnya hingga membuat mata mereka saling beradu. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak saling berpandangan seperti ini. Merasakan debaran cinta yang meledak-ledak sama seperti pertama kali mereka bercinta waktu itu.

“Matamu sangat indah, Yeobo,” desis Siwon pelan. Nafas Yoona seperti tercekat. Ia tak dapat mengatur aliran oksigennya dengan baik. Degupan jantungnya sudah tak dapat berkompromi lagi, detakannya begitu kuat hingga Siwon pun dapat mendengar detakan itu.

Siwon semakin mendekatkan wajahnya kearah Yoona. Nafas hangat Siwon yang menerpa wajah istrinya lembut, membuat mata wanita itu perlahan tertutup, meresapi kedekatan yang mereka ciptakan. Belum bibir itu saling bersentuhan, Yoona sudah dapat membayangkan bagaimana bibir tipis suaminya menyapu lembut permukaan bibirnya, memberikan rasa hangat yang menenangkan.

“Yoona” sapa seseorang dari arah pintu, mengejutkan keduanya hingga Siwon dan Yoona terlonjak kaget.

“Omona!! Ah, maafkan Eomma sudah mengganggu kalian,” ucap ibu mertua Yoona. Keduanya memasang wajah datar.

Siwon bergerak menjauhi Yoona kemudian menghampiri ibunya yang masih berada diambang pintu. Ny. Choi melempar senyum menggoda pada anak semata wayangnya tersebut.

“Aish, maafkan eomma karena sudah mengganggu mu,” ucap Ny. Choi sembari tersenyum tipis.

“Sudahlah eomma, jangan dibahas lagi. Appa dimana?” sahut Siwon segera berusaha menutupi rasa malunya.

“Ayahmu sedang diluar bersama Tuan Cho.”

“Ada harabeoji juga? Baiklah, Eomma temani Yoona dulu. Aku akan menyusul Appa dan Harabeoji.”

“Ne pergilah.”

Siwon bergegas menyusul Ayah beserta Kakeknya dan Ny. Choi, ia segera mendekati Yoona ketika putranya telah beranjak pergi. Yoona menyunggingkan seulas senyum kecil pada Ibu mertuanya. Wanita paruh baya itu duduk di kursi yang tadi diduduki Siwon. Matanya menatap khawatir kearah menatunya tersebut.

Dibelainya lembut wajah Yoona menyiratkan sebuah kasih sayang yang tulus. “Eomma sangat mencemaskan mu nak. Eomma begitu terkejut ketika mendengar mu mengalami pendarahan. Bahkan Eomma tidak tahu kini kau tengah mengandung. Ibu macam apa, aku ini,” sesal Ny. Choi.

Yoona menyentuh tangan Ibu Mertuanya lalu menggenggamnya erat. “Tidak Eomma. Aku yang salah karena tidak langsung memberi tahu Eomma tentang kehamilan ku. Sebenarnya aku ingin memberikan kejutan pada Eomma ketika perayaan Ulang Tahun Eomma nanti, namun sayang semuanya diluar dugaan hingga aku seperti ini sekarang,” ucap Yoona. Matanya mulai berkaca. Ia merasa sedih karena telah membuat ibu mertuanya khawatir.

“Kehamilan mu adalah kado terindah untuk Eomma. Eomma benar-benar sudah tidak sabar untuk menimang seorang cucu. Semoga bayi mu lahir dengan sehat. Eomma akan selalu mendoakan mu.” Yoona tersenyum bahagia. Ia menangis haru karena ibu mertuanya sangat menyayanginya. Sudah lama ia tak merasakan kasih sayang seorang ibu dan kali ini ia benar-benar bersyukur atas segala limpahan kebahagiaan yang berlipat ganda.

“Jangan pernah jauhkan kebahagiaan ini dari ku, Tuhan,” batinnya.

Ny. Choi memeluk tubuh Yoona erat. Rasa sayangnya tak sedikit pun berbanding. Ia menyayangi Yoona sama seperti ia menyayangi putra semata wayangnya. Ia benar-benar merasa bahagia karena hidupnya telah sempurna dengan sosok menantu yang sangat baik serta cantik seperti Yoona.

Author P.O.V end

***

Yoona P.O.V

Sudah seminggu berselang dan 3 hari yang lalu aku telah diperbolehkan pulang. Dokter berpesan agar aku selalu berhati-hati dan tetap menjaga asupan gizi untuk calon bayi kami.

Dan suami ku Choi Siwon begitu telaten memperhatikan ku dalam segala hal, berpakaian, mandi, berjalan, makan, hingga berbaring pun ia selalu mengatur ku, memberikan posisi yang baik agar aku tetap merasa nyaman.

Setiap malam, ia selalu mengusap kepala ku. Mengantar ku perlahan menuju alam mimpi dan selalu yang tak pernah ia lupakan, mengecup kening ku serta perut ku menyapa buah hati kami ketika pagi menjelang dan malam berganti.

Ia selalu memanjatkan doa sebelum tidur demi keselamatan calon bayi kami nantinya dan aku merasa sangat senang dengan semua perlakuannya. Semua hal yang dilakukannya begitu menyita pikiran ku, bahkan terkadang aku tertawa kecil ketika mengingat semua itu.

Dari hari ke hari aku semakin mencintainya, dan malam ini kami akan pergi makan malam bersama untuk merayakan Hari Valentine.

Terdengar lucu bukan? Kami seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan. Ya, karena memang sebelumnya kami tidak pernah pergi berduaan untuk merayakan sesuatu. Kami tidak pernah merasakan masa-masa indah pacaran atau sebagainnya.

Ia memesan ruangan khusus untuk kami berdua. Malam ini aku mengenakan gaun berwarna biru gelap yang panjangnya hanya mencapai lutut dan terdapat pita di bagian dada yang membuat gaun itu terlihat manis. Gaun ini pun khusus Siwon yang memilihkannya, Ia ingin aku terlihat cantik malam ini.

“Yeobo, apa ini tidak begitu berlebihan?” tanya ku ketika duduk di sebuah ruangan besar dengan ornamen keemasan, memancarkan kesan mewah dan elegan.

Siwon tersenyum tipis, “Tidak untuk wanita spesial ku,” desisnya pelan.

Aku membalas senyumnya, memandangnya lekat hingga seorang pelayan mendatangi kami dan menaruh semua makanan itu di atas meja. Aku terkejut karena makanan yang dihidangkan begitu banyak, bahkan aku tidak yakin untuk menghabiskan semuanya.

“Kau yang memesan ini semua, Yeobo?” tanya ku setelah pelayan itu pergi. Mata ku memperhatikan satu per satu hidangan itu. Semuanya terlihat menggiurkan namun terkesan berlebihan.

“Ne, kau harus mengkonsumsi gizi yang cukup. Semua makanan yang ku pesan sangat bermanfaat untuk buah hati kita,” jawabnya.

Aku hanya mengangguk pelan. Senang? Tentu saja, ia begitu memperhatikan ku dan juga calon bayi kami. Ku rasa tubuhku akan cepat melonggar jika setiap hari makanan yang ku konsumsi seperti ini.

Kami menikmati makan malam ini dengan hikmat, kentara sekali nuansa romantis yang tercipta. Sesekali Siwon membuat ku tertawa dengan candaan renyahnya.

Begitu bahagia dan beruntungnya hidup ku, memilikinya adalah karunia Tuhan yang tak terkira. Namun sayangnya semua perjalanan hidup tak semulus yang kita kira. Bahkan hingga kini diluar sana masih ada yang berusaha memisahkan kami. Kesempurnaan hidup yang ku raih, itulah penyebab utama orang-orang diluar sana merasa iri.

Selalu ku berserah agar semuanya akan berakhir baik-baik saja. Namun pada kenyataannya kami akan menjalani kisah panjang ini tanpa tahu epilog yang terancang seperti apa.

“Yeobo, mungkin minggu depan aku akan pergi ke Jepang untuk survei kantor cabang yang baru dibuka disana,” ucap Siwon tiba-tiba. Aku berhenti sejenak dan kini menatapnya. Wajahnya terlihat resah.

“Berapa lama kau akan pergi?” tanya ku segera tanpa mengalihkan pandangan.

“Mungkin seminggu,” ucapnya pelan.

Aku mengerti maksud dari nada bicaranya. Ia pasti sangat khawatir meninggalkan ku sendirian, apa lagi selama beberapa hari ini dialah yang selalu menjaga serta memperhatikan ku. Aku tersenyum kecil memberikan sedikit keyakinan padanya bahwa aku akan baik-baik saja.

“Gwenchanayo, aku bisa menjaga diri. Kau tidak perlu cemas,” yakin ku.

“Suami mana yang tidak akan mencemaskan istrinya? Aku begitu takut untuk meninggalkan mu sendirian. Aku takut kau terjatuh lagi atau lain sebagainya,” sesalnya.

Ku rengkuh tangannya segera. Memberikan kehangatan perasaan ku padanya. Tak lupa sebuah senyuman manis ku sisipkan. “Kau dapat mempercayai ku. Mungkin selama kau di Jepang, aku bisa tinggal untuk sementara waktu dirumah Harabeoji. Bukankah Kyuhyun juga bisa diandalakn?” tawar ku.

Siwon terdiam sejenak, ia terlihat sedang berpikir. “Dapatkah aku mempercayainya?” tanyanya kemudian.

“Jika kau tidak percaya padanya, maka percayalah pada ku,” tukas ku segera.

“Aku mempercayaimu, Yeobo. Hanya saja ketakutan ini sangat mengganggu pikiran ku,” sergahnya.

“Baikalah, kita tidak pernah mengetahui segala kemungkinan yang terjadi. Tapi percayalah bahwa aku akan baik-baik saja. Bukankah itu hanya seminggu? Aku yakin, aku dapat melewati hari-hari tanpa mu dengan baik,” yakin ku lagi.

Siwon menimbang-nimbang ucapan ku, dan sebuah senyuman tersungging dibibirnya, “Aku pasti akan sangat merindukan mu,” desisnya. Mata kami saling bertatapan dalam, merindukan ku? Tentu saja. Aku pun akan sangat merindukannya.

“Bukankah kita masih bisa berkomunikasi lewat telpon? Kau bisa menghubungi ku kapan pun,” ucap ku lembut.

“Ne, hanya saja …” kalimatnya menggantung. Aku menyernyit menantikan lanjutan dari ucapannya.

“Hanya apa?” tanya ku segera. Lagi-lagi ia tersenyum namun kali ini sedikit berbeda. Siratan wajahnya memancarkan sesuatu dan aku tak tahu itu apa.

“Hanya saja aku tak dapat memeluk mu setiap malam. Tentu itu yang paling ku resahkan,” ucapnya menggoda ku. Demi Tuhan, aku malu sekali ketika ia berkata seperti itu. Ia selalu saja menganggu ku dengan gombalan-gombalannya.

“Yeobo…” tukas ku malu.

Ia tertawa melihat ku tersipu. Diraihnya tangan ku lalu dikecupnya lembut. Debaran itu tak jua pernah hilang ketika kehangatannya selalu menjalar dikulit ku. Ia berhasil membuat ku tersengat oleh cintanya.

“Aku mencintai mu, Yeobo. Melebihi apa pun. Tak terukur dengan materi yang ku punya atau bagian yang paling berharga didalam hidup ku. Kau yang paling teristimewa. Percayalah bahwa aku hanya melihat pada satu arah dan itu adalah kau. Ku ingin dikehidupan yang akan datang pun cinta kita akan tetap abadi,” ucapnya tak lepas memenjara mata ku.

Setitik embun bening menetes keluar dari sudut mata ku. Aku begitu terharu akan cinta tulus yang ia berikan. Bagaiman tidak, begitu banyak pengorbanan yang ia lakukan untuk meraih ku. Membawaku keluar dalam lubang kesedihan. Ia lah kini satu-satunya alasan untuk ku tetap bertahan.

“Jangan menangis,” ucapnya segera menghampiri ku. Ia berlutut dan itu mengingatkan ku ketika pertama kali kami bertemu. Dengan susah payah ia meyakinkan ku bahwa ketulusan cintanya akan membawa ku ke dalam kehidupan yang bahagia dan semua itu telah terbukti sekarang.

Diusapnya pipi ku yang mulai menggenang lalu diciumnya tangan ku berkali-kali. Aku tersenyum kecil dengan sisa-sisa tangis ku.

“Aku juga sangat mencintai mu, Yeobo” desis ku pelan. “Terima kasih atas curahan cinta yang kau berikan, bahkan aku tak tahu harus menampungnya dimana lagi,” lanjut ku.

“Biarkan saja, karena aku ingin cinta ini seutuhnya hanya untuk mu,” ucapnya. Aku segera memeluknya erat dan menangis bahagia.

“Satu lagi permohonan ku, Tuhan. Jangan pernah jauhkan kebahagiaan ini.”

Yoona P.O.V end

***

Author P.O.V

Duduk Yoona dengan wajah yang resah. Kyuhyun yang berada disebelah kirinya hanya diam saja dan tak mau berkomentar banyak. Pikirnya, Sepupunya itu merasa resah karena akan berjauhan selama beberapa hari dengan Suaminya. Namun bukan itu yang mengganggu Yoona saat ini. Ia sangat cemas karena Choi Sooyoung, wanita yang ingin merebut suaminya itu juga ikut serta bersama Siwon ke Jepang.

“Sudahlah Yoong, ini hanya seminggu,” ucap Kyuhyun tiba-tiba. Yoona menoleh dan menatap sepupunya. Ia tak bersuara atau pun sekedar memberi respon. Ia hanya menatap Kyuhyun datar.

“Kau terlalu berlebihan. Aku tahu kau sangat mencintai Siwon hyung. Tapi ini tidak lama,” ucap Kyuhyun lagi. Sesekali dialihkannya pandangan ke arah Yoona, menatap wanita itu sekilas lalu kembali fokus pada jalanan.

Mobil berwarna merah cabai itu kini tengah memasuki pekarangan rumah Tuan Cho, kakek Yoona. Mulai hari ini dan beberapa dari kedepan, Yoona akan tinggal bersama kakeknya.

Tuan Cho berdiri diambang pintu, menanti cucu kesayangannya. Yoona yang melihat siratan bahagia diwajah kakeknya segera tersenyum. Ia tak mau memperlihatkan wajah sedih pada kakeknya, ia tidak ingin merusak suasana hati kakeknya yang tengah berbahagia.

Yoona segera menghambur keluar lalu memeluk Tuan Cho erat, ketika mobil Kyuhyun telah benar-benar berhenti.

“Harabeoji, aku sangat merindukan mu,” ujar Yoona. Pria paruh baya itu mengelus punggung cucunya sayang.

“Ne, Harabeoji juga sangat merindukan mu.” Lama mereka dalam posisi seperti itu hingga terdengar suara deheman yang berasal dari Kyuhyun.

“Eheem…Sepertinya aku yang paling tidak dianggap disini,” tukasnya memasang wajah cemberut.

“Ya! Apa yang kau bicarakan Cho Kyuhyun. Kau sudah tiap hari bertemu Harabeoji dan itu masih membuat mu iri!” tukas Yoona kesal.

“Tentu saja, aku juga ingin dipeluk seperti ini oleh Harabeoji,” sahut Kyuhyun sembari memeluk Kakeknya erat. Tuan Cho hanya tertawa atas tindakan cucu-cucunya.

“Sudahlah, ayo kita masuk. Yoong butuh istirahat. Ia harus tetap sehat selama masa kehamilannya,” ucap Tuan Cho menengahi.

Diantarnya Yoona menuju kamar baru yang berada di lantai dasar. Kamar itu dulunya adalah kamar orang tua Yoona. Karena kondisi Yoona yang sedang hamil, Tuan Cho sengaja menyuruh Yoona untuk tidur disana.

“Apa Harabeoji mengganti semua perabotannya?” tanya Yoona ketika memasuki kamar itu.

“Ne,” jawab Tuan Cho singkat.

“Kenapa diganti, bukankah aku hanya seminggu disini? Ini terlalu berlebihan,” tukas Yoona.

“Harabeoji ingin kau betah tinggal disini,” ucap Tuan Cho. Yoona tak mampu berkata-kata, ia tahu bahwa kakeknya sangat merindukannya. Walau bagaimana pun, Tuan Cho lah yang selama ini menggantikan posisi orang tua Yoona. Memberinya kasih sayang penuh tanpa kekurangan sedikit pun.

Yoona segera memeluk pinggang Tuan Cho. Ia tersenyum, “Gomawo, Harabeoji,” ucapnya.

Tuan Cho mengusap puncak kepala Yoona sayang. Sudah lama ia tidak memperlakukan cucunya seperti itu. Dan kerinduan tentang kenangan yang lalu kembali menyeruak seiring kehangatan kasih sayang yang tercipta antara keduanya. Kyuhyun yang dari kejauhan, hanya tersenyum tipis melihat Kakek dan juga sepupunya itu.

***

Janji hanya seperti angin lalu. Sudah hampir sepekan, Siwon tak jua menghubungi Yoona. Jangankan sekedar menelpon, untuk mengirimi sebuah pesan singkat pun tak pernah ia lakukan. Sepanjang hari Yoona terus menggerutu kesal.

Di pukulnya boneka beruang berwarna putih miliknya. “Choi Siwon, bodoh. Choi Siwon, pembohong,” gerutunya.

“Ya! Mengapa kau memukul boneka itu?” tegur Kyuhyun tiba-tiba. Ia muncul dari balik pintu dan berjalan mendekati wanita itu. Duduk Kyuhyun bersebelahan dengan Yoona.

“Wae? Sepertinya beberapa hari ini wajah mu begitu kusut,” tukas Kyuhyun sembari meneguk soft drinknya.

“Ne, mood ku kurang baik. Jika kau datang kemari hanya ingin menganggu ku, maka sebaiknya kau keluar saja,” cerca Yoona.

Kyuhyun tertawa kecil menanggapi sepupunya itu. “Sejak kapan kau berubah menjadi galak seperti ini?” ucap Kyuhyun seperti mengejek.

“Bukan urusan mu,” celetuk Yoona masih dengan wajah kusutnya.

“Sudahlah, jangan terlalu banyak memikirkan Siwon hyung. Bukan kah beberapa hari lagi ia akan pulang?” ucap Kyuhyun. Yoona masih menekuk wajahnya. Ia tak berniat menanggapi ucapan Kyuhyun yang selalu sok tahu.

“Yoong… Yoong,” tegur Kyuhyun sembari menyikut lengan Yoona.

“Wae?!” tanya Yoona ketus.

“Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan,” sahut Kyuhyun segera. Nada bicara Kyuhyun terdengar serius hingga Yoona mengalihkan pandangannya menatap pria itu lekat. Yoona tak dapat membaca maksud dari guratan wajah sepupunya, namun ia yakin bahwa ada sesuatu yang mengganjal di hati pria itu.

“Kau ingin bertanya apa?” Kali ini nada bicara Yoona melunak. Ia tak memasang ekspresi kesal atau pun marah.

“Aku ingin tahu, mengapa waktu itu dirumah sakit kau berkata bahwa Sooyoung-ssi sangat membenci mu?” Yoona membulatkan matanya. Ia bingung harus menjawab pertanyaan itu. Ia memilih diam dan tak bersuara.

“Yoong?” Tegur Kyuhyun kepada sepupunya yang masih terdiam.

Yoona menghela nafas sebentar sebelum menatap kembali mata Kyuhyun yang menunggu jawab. “Sudahlah, masalah itu jangan di bahas lagi. Aku lelah Kyu. Aku ingin istirahat,” ucap Yoona menarik selimut menutupi sebagian tubuhnya.

Kyuhyun masih memperhatikan gerak-gerik Yoona. Di kepalanya masih ada banyak beribu pertanyaan yang ingin ia utarakan. Sedikit rasa kecewa karena sikap Yoona yang kali ini tak mau terbuka padanya. Di lihatnya Yoona yang mulai memejamkan matanya. Kyuhyun mulai beranjak pergi dan menutup pintu kamar sepupunya itu perlahan.

***

Siwon P.O.V

Hari ini adalah hari kepulanganku ke Seoul. Rasa rinduku kepada Yoona rasanya tak dapat lagi di bendung. Selama di Jepang sekalipun aku tak dapat menghubunginya. Semua itu akibat ponselku yang rusak. Rasanya tak masuk akal, ponselku rusak karena terkena tumpahan kopi.

Aku berjalan menghampiri Sooyoung yang tengah duduk di kursi ruang tunggu. Aku duduk di sebelahnya, kulhat ia tengah sibuk dengan ponselnya. Tak lama ia menoleh dan tersenyum padaku.

“Apa kau sedang sibuk?” tanyaku basa-basi.

“Aku sedang tidak sibuk sajangnim,” jawabnya masih dengan senyuman.

“Boleh aku pinjam ponselmu sebentar?” tanyaku lagi dan ia langsung mengangguk cepat. Ia menyerahkan ponsel berwarna putihnya padaku.

Segera ku tekan nomor ponsel Yoona dan menunggu nada tunggu yang monoton. Sedikit lama aku menunggu jawabannya, mungkin ia takut menjawab panggilan dari nomor asing.

Jantungku berdebar menunggu jawabannya. Entahlah, aku sedikit gugup juga untuk mendengar suaranya. Apakah ini terlalu berlebihan?

“Yoboseo?” Akhirnya ia mengangkat panggilan dariku.

“Yeobo-ah,” sapaku membuat Yoona terdiam sejenak. “Ini aku Siwon,” lanjutku. Ia bergumam ragu di seberang.

“Hari ini aku akan pulang ke Seoul. Aku sudah berada di Gimpo Airport. Kau tunggu aku ya,” jelasku.

“Ne,” jawab Yoona singkat dan ia langsung mematikan sambungan. Sebelumnya aku sempat berbisik ‘Saranghae’ padanya, entahlah itu terdengar atau tidak.

Aku mengembalikan ponsel Soooyoung. Gadis itu menatapku tidak dengan senyuman seperti saat aku meminjam ponselnya. Wajahnya sedikit di tekuk dan itu membuatku sedikit tak nyaman padanya.

Tak lama terdengar pengumuman tentang pesawat kami menuju Seoul. Dengan segera aku beranjak dari ruang tunggu. Aku benar-benar tak sabar ingin bertemu Yoona dan calon malaikat kecil kami.

 

***

Aku menarik koperku menuju mobil pribadiku. Hari ini Pak Han menjemputku dan juga Sooyoung. Aku memintanya mengantarku terlebih dahulu ke rumah Harabeoji setelah itu barulah Sooyoung yang di antar pulang.

“Maaf sajangnim, mengapa Anda minta di antar ke rumah Tuan Cho terlebih dahulu?” tanya Sooyoung saat kami di dalam pejalanan.

“Ah, Yoona berada disana. Aku ingin segera menemuinya, selagi jadwal kerja kita kosong hari ini,” jawabku disertai senyum bahagia.

Sooyoung tersenyum padaku. “Oh ya sajangnim, selamat untuk kehamilan Yoona-ssi. Maaf aku terlambat mengucapkan selamat untuk kabar bahagia ini,” ucap Sooyoung semakin membuatku tersenyum lebar.

“Gomawo Sooyoung-ssi atas ucapan selamatnya,” balasku kemudian menghadap ke arah depan.

Sedetik kemudian aku kembali menoleh ke arah Sooyoung yang tengah melihat keluar jendela. Ingatanku kembali pada ucapan Yoona beberapa minggu yang lalu. Ia berkata bahwa Sooyoung lah yang mendorongnya hingga jatuh dari tangga kantor. Apakah benar yang di ucapkan oleh Yoona?

Kutilik wajah Sooyoung dalam, mencari sebuah sikap buruk hingga membuat Yoona celaka. Tapi rasanya ia tak pernah memasang wajah penuh kebencian.

Aku harus percaya Yoona! Aku harus mempercayainya!

“Tuan, kita sudah sampai.” Suara Pak Han membuatku tersadar dan langsung membuang pandang dari wajah Sooyoung.

Aku segera turun dari mobil dan berjalan cepat ke arah beranda. Ku langkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Ku lihat seorang pelayan yang sedang membersihkan meja ruang tamu. Aku segera menghampirinya dan kulihat ia sedikit terkejut.

“Apa Yoona ada di kamar?” tanyaku.

“Ne Tuan, tapi kamar Nyonya sudah pindah di bawah,” jelas pelayan itu kemudian mengantarku ke sebuah pintu yang menjadi kamar baru Yoona.

Ku ketuk pintu itu beberapa kali untuk meminta izin masuk, kemudian membukanya perlahan setelah mendengar kalimat persetujuan dari Yoona. Ku lihat sosoknya yang tengah duduk di samping jendela dengan membaca sebuah buku tentang kehamilan. Ia masih belum menyadari kedatanganku.

“Merindukanku?” ucapku membuatnya terkejut. Aku terkekeh melihat ekspresi terkejutnya. Langkahku berlanjut hingga tepat berada di hadapannya.

“Kau tak ingin ku peluk?” tanyaku kemudian segera memeluk tubuhnya. Ia tak membalas pelukanku seperti biasanya. Ku lepas pelukan ini dan menatap wajahnya yang cemberut. Ia sangat menggemaskan saat ini, baru pertama kali aku melihat wajahnya yang bertekuk dan bibirnya yang mengerucut lucu.

“Waeyo?” tanyaku tak mengerti dengan wajah cemberutnya.

“Kau pembohong!” tukasnya membuatku semakin menyernyit tak mengerti. Aku terdiam sesaat memikirkan apa salahku padanya. Namun segera ku kulum senyum mengerti dengan kalimatnya tadi.

“Ah, mianhae yeobo-ah,” ucapku menggunakan nada bicara semanja mungkin sembari menggoyangkan tangannya. Ia masih tak merespon sikap ‘aegyo’ yang ku tunjukkan saat ini.

“Yeobo-ah, kau tahu? Ponselku rusak selama di Jepang. Saat itu Sooyoung-ssi memesankanku segelas kopi dan tanpa sengaja kopi yang ia pesan itu tumpah dan mengenai ponselku yang ku letakkan di atas meja. Aku tak bisa menghubungimu sama sekali karena schedule ku yang terlewat sangat padat. Aku sudah meyuruh Sooyoung-ssi menghubungimu tentang masalah ini,” jelasku panjang lebar.

“Menghubungiku? Bahkan untuk tahu kabarmu saja aku tak bisa,” ucap Yoona kesal.

“Dia tak menghubungimu? Aku sudah menyuruhmu sejak seminggu kemarin. Akan ku tanyakan padanya nanti, jadi sekarang jangan marah lagi. Ayo kita pulang,” ajakku membuat Yoona semakin cemberut.

“Shiro!” ucapnya kemudian tak mau menatapku.

“Ayolah yeobo kita harus pulang,” ajakku lagi semakin mengelus punggung tangannya.

“Shiro! Shiro! Aku mau tinggal disini,” jawabnya semakin menggemaskan.

Aku menundukkan badanku di depan perutnya, “Baby, lihatlah Eomma mu sedang marah pada Appa. Besok jangan tiru sikap eomma mu yang sebenarnya minta di manja,” ucapku mencoba menggoda  Yoona. Ku lihat ia mendengus kesal.

“Kalau kau tak mau pulang, aku juga akan menginap disini.” Yoona memandangku dengan matanya yang membulat.

“Terserahmu!” degusnya kemudian beranjak pergi dari hadapanku.

Aku tersenyum geli melihat sikap Yoona saat ini. “Yeobo-ah, kau masih marah?”

Siwon P.O.V end

***

Author P.O.V

Sore itu Kyuhyun baru saja merapikan berkas-berkasnya yang hampir rampung di kerjakan. Ia terlihat lelah hari ini dengan setumpuk pekerjaan yang tertunda. Seharian ini ia mengurung diri di dalam ruang kerja, bahkan saat sore menjelang ruangan itu tampak gelap karena tak di terangi oleh cahaya lampu.

Lelaki itu terus terpikir dengan masalah yang belakangan ini benar-benar menyita waktunya. Lamunannya buyar saat sosok Sooyoung melintas di depan pintu ruang kerjanya yang terbuka. Di sambarnya jas kantor yang tersampir di kursi dengan kasar dan segera menyusul Sooyoung.

Di tariknya kasar lengan wanita itu hingga mereka saling berhadapan. “Sooyoung-ssi kita perlu berbicara!” tegas Kyuhyun.

Tanpa menungu persetujuan Sooyoung, lelaki itu langsung menyeret paksa wanita yang di cintainya itu. Sooyoung meronta agar Kyuhyun melepaskan cengkramannya, namun usaha itu tak berhasil karena Kyuhyun mengabaikannya.

“Katakan yang sejujurnya padaku bahwa kau yang mendorong Yoona saat itu?!” seru Kyuhyun.

Sooyoung tertawa meremehkan. Ia menatap Kyuhyun sebelah mata. “Kau bercanda Kyuhyun-ssi? Kau tak punya bukti untuk menuduhku melakukan hal itu,” ucap Sooyoung dengan raut muka serius.

“Aku tidak sedang bercanda! Aku tahu semuanya! Jadi lebih baik kau berkata jujur sekarang!” ucap Kyuhyun tak kalah serius dari Sooyoung. Namun di hatinya masih ada keraguan untuk menuduh Sooyoung, karena memang benar ia tak punya bukti.

“Oh, jadi wanita itu yang mengadu padamu?” tanya Sooyoung membuat Kyuhyun mengulum senyum.

“Dia bukan wanita yang seperti itu! Aku sudah mengetahui semuanya!” ucap Kyuhyun penuh penekanan.

Sooyoung berjalan maju dan semakin mengunci jarak di antara mereka. “Ya. Memang aku yang melakukannya! Jadi kau mau apa Kyuhyun-ssi?!”

To Be Continue…

 

Beribu maaf untuk semua YoonWon Shipper yang udah nunggin ff ini yang tertunda sampai 1 bulan lamanya! Reader’s semua….maafin author ya. Keterlambatan ini bukan atas kemauan kami, tapi kami juga punya kesibukan masing-masing. Jadi mohon di mengerti ya. Tapi perlu kalian ingat bahwa ff ini gak mungkin kami berhentikan di tengah jalan. Kami juga gak mau buat Reader’s semua kecewa. Eh..ehh itu Siwon masang tampang aegyo buat ngeluluhin Yoona..hahaha udah imut belum? Udah bisa nyaingin Sungmin Oppa belum??😀 hahahaha

Part ini bagaimana? Semoga dapet yah feel nya. Dan harus !! Wajib!! Tinggalin KOMENTAR! ^^

 

92 thoughts on “The Wedding Blind (Part 12)

  1. Akhirnya keluar juga lanjutan-nya,,,
    Yoonwon-nya makin romantis aja nich,,,
    Jdi,iri, > ^_^ <
    Akhirnya ngaku juga Sooyoung kalau dia yg dorong Yoona Eonnie,,,
    Pengen-nya ad Seo Eonnie jd akhirnya ma Kyu Opa,,, bukan sama Sooyoung,,,
    Dtunggu Part selanjutnya n Rain Drop Part 11-nya juga ya Author!!!

  2. Akhrnya apdet jg.untng yona ga apa2 dan siwon jd tmbh prhatian ama yona.soyoung sngaja nh ngrusakin hpnya siwon biar ga bsa nlfn yona.lanjut thor tp jngn lma2 ya?

  3. wahhh.udah lamaaaaaaaaaaaa bnaget nunggu ff ini pyblish lagi #lebay
    tapi puas sama ffnya
    soalnnya critannya itu yang bkin gregetan bacannya,ahahah
    abis part YoonWonnya romantis banget #PLAK
    tapi knp ya Sooyoung ttep ajah jhat,knp ngg sadar2??
    jadi gregetan juga sama Sooyoung abis jahat mulu sma Yoona,:(

    author,next part harus happy yah,ngg sbar pngen cpet2 tau gmna anaknnya pasti lucu,hjahahaha
    pkoknnya d tunggu next partnnya scepat mungkin #maksa
    dan akhirnnya hrus happy ending yan??
    gomawo
    fighting!!!!!!!!!!!!!!!

  4. HOLAAAAAAA~ DONGSAENG TERCINTAAAAA #PLAK . AHH PADAHAL KMRN SIANG CEK DIBLOG MU TP BELUM ADA YG BARU. EHEHEHEHEH,., TADI PAGI KAMU SMS AKU KLU TWB 12 UDAH DIPOST… KAMSAHAMNIDAAAAA. MIANHAE BARU BISA BACA KRN WKT KM SMS AKU LG DANDAN (?) MAU BERANGKAT SEKOLAH. KEKEKEKEKE… OH YA BTW TWB INI NTAR CERITANYA SAMPE BABY-NYA YOONA+SIWON LAHIR GAK SECH ??? AHH.. ITU SOOYOUNG KEJAHATANNYA GAK ADA HABISNYA YAAA. SESUATU EMANG. AKU LG KASIAN SM HAPE NYA SIWON YG RUSAK GARA2 KOPI MENDING JG BUAT AKU AJA HAPE NYA *APADEH* . ITU YOONA NGAMBEKNYA LUCU. MUNGKIN EFEK IBU HAMIL KALI YAA (?) #PLAK NTAR KELANJUTANNYA GIMANA YAA. ITU KYUHYUN NASIB NYA NGENES AMAT. MENDING ABANG SETAN BUAT AKU AJA DARI PADA BUAT SI KEJAM SOOYOUNG *MINTA DI HAJAR* #PLAK . BTW KOMENTAR KU PANJANG AMAT YAA ??? #PLAK. YAW UDAH AKU AKHIRI AJA CERAMAH SINGKAT KU INI. OH YAA. KM NIAT NONTON SS4INA GAKKK ?? *MENDADAK GALAU* JANGAN LUPA BELAJAR YANG BENER BUAT UNAS. FIGHTING SAENG !!! SARAN YAA *BISA DIBILANG REQUEST JG* KALAU TWB INI KELAR DIBUAT SEASON 2 NYA DONG. CERITANYA TENTANG APA AJA DECH. UP TO YOU. AKU GK RELA TWB KELAR TERLANJUR CINTA SM AUTHORNYA *LOH, PARAH* . SEKIAN.

    • hey author, salam kenal…2 bulan terakhir ini baru kenal ma yg namanya FF, maaf yh kdg msh jd silent readers…tp karya kalian emank bagus2…kereeen lah😀

  5. Yey pas maen ke blog ini trnyta part 12 udh d.post..

    Sooyoung gk capek ya ngrusuhin yoonwon mulu..
    .. Pasti sengaja ngerusak hp siwon oppa, biar gk bisa ngubungin yoona..
    ..
    . Plis deh, disini kyu oppa jgn ama sooyoung yah..
    .. Gk rela,, mendingan ama seohyun aja..
    .. Lanjut..

  6. Akhir’y di post jg..haha

    ga ada ff yg ingin ku baca,,, selain ff ini,,
    cerita’y bner” bagus & ga ngebosen’n..

    Ditunggu crita selanjut’y thor…😉

  7. kyaaaa… akhirnya keluar jg lanjutan ff ini *nari india*
    ishh… ternyata itu beneran sooyoung yg dorong ya?? trus, hpnya siwon sengaja disiram kopi pula?? hoho…

  8. Huft~ untung gak kenapa-napa sama calon anaknya YoonWon u.u
    Siwon oppa~ kau harus percaya sama Yoong! ._.
    Aishh.. YoonWon so sweetnyaa~ Wonppa emang suami idaman keke~
    Sooyoung ngaku juga, penasaran sama expresi Siwon kalo tau yang ngedorong Yoong itu Sooyoung >.<

    lanjuttt~

  9. yeyyyy akhirnya keluar juga nih part 12nya..
    disini siwon kya yg terlihat percaya gk percaya ma yoona…
    soo juga kah yg jatuhin kopi ke hp siwon.?? jahat..
    tpi di tbc nya,soo ngaku ke kyu..tpi kyu bkal ngomong ke yoona sma siwon gk??
    ayo lanjut thor…

  10. setelah nunggu” sampe lumutan.. Akhirnya………………… akhirnya bsa bca lanjutanya.
    suka dech sma part yang ini….!!!!!!! jadi penasran lagi nich stelah sooyoung ngaku critanya nanti gmna ya?? penasaran!!!!!!!!
    ayo thor cpet dilanjutin….. banyak yang nungguin nichhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  11. G pa2 kok chingu aq ngerti,,..
    aq tetep nunggu ff chingu,,mskpun nunggu smp lumutan..,,#lebay,,
    tp semua’a kbyr kok sama cerita’a yg amat sangat terpuaskan,,.#mode: lebay on lg

    puas baaaaaaannnggggeeettt baca’a banyak yoonwon moment’a..,
    hayo loh kyuppa dah curiga tuh sama soo oeni,.. waspadalah!! waspadalah!! kau soo oeni,,
    YOONWON romantis banget…,, apalagi wonppa,,,. mana ada cewek yg GAK meleleh pas wonppa ngomong ky gini : “Aku mencintai mu, Yeobo. Melebihi apa pun. Tak terukur dengan materi yang ku punya atau bagian yang paling berharga didalam hidup ku. Kau yang paling teristimewa. Percayalah bahwa aku hanya melihat pada satu arah dan itu adalah kau. Ku ingin dikehidupan yang akan datang pun cinta kita akan tetap abad”..,hhhuuuu… >.< soo sweeeett.,
    aq kaget ngebaca ending y..,, soo oeni ngaku?? wah..wah..#geleng2 kepala .,bakal di apain y soo oeni sama kyuppa???

    di tunggu next part'a chingu…,,
    FIGHTING!!!!

  12. horrreeee setelah lama menunggu akhirx keluar juga part 12 yeyey😀
    wah lucu deh yoong ngambek ama siwon wkwkwkw….
    q sneng d part ini akhirx kejahatan sooyoung mulai terbongkar hahaha
    semangat lanjut !!! d tunggu part selanjutnya

  13. akhirnyaaaaaaaaaa……….
    muncul jga lanjutan’a……

    ihhh siwon’a nggemesin paz ngrayunya,,,,,
    kebongkar jga kjahatan’a sooyoung…….

    btw, ap ya nma facebook’a author??????????

  14. mski laaamaaaa bgt nunggu…. tp feelnya dapet thor, malah lbh serrru bgt snyum2 ndiri liat kemesraan mrk… emang beruntung yah uni yoona dpt oppa siwon… paasss mantab!!!!!
    so romantic puoolll…. lanjuttt ya thor… thx

  15. Aduh,, bnr2 tlat koment di blog ini,,,
    keren,keren bner2 thumb up
    yoonwon momentnya full #kmentnya sma2 aj ma ye,
    lnjut ya thor,,,, cepet publish

  16. Huuaaa aku ketinggalan😦
    Aiihhh sii yoonwon makin kuat cintanya,, siwon juga udh mulai mempercayai ucapan yoona…

    Ayoloohhh yoona-nya ngambek tuchhh,, lagiian ponsel pke kena kopi segala siiiicchhh😀 pengen liat siwon pasang wajah aegyo😀

    Ahh sooyoung kapan sadarny nii,, gregetan liatny …

    Omo!!omo!!! Sooyoung ngaku ama kyuhyun!!!!!! Apa yg bakal dilakuin kyuhyun yahhh???

    Dtnggu chingu next partnya,, moment yoonwon-nya banyakin lagii yahhhh😉

  17. Akhirnya muncul jg part 12 yg kunanti….
    Seneng bgt bacanya…
    Romantis bngt yoonwon….
    Kereenn author aku sukaaa….
    Mulai terbuka yaa tntang soo…
    Klo bisa kyu jngan jadi sama soo yaa kan dia udah jahatin sepupunya…
    Wonpa kamu harus percaya pada istrimu…
    Lanjut author…..
    Gumao yaa…

  18. untung aja yoona dgn kadunganya gx knp2.huft….sooyoung sirik bgt sii ma yoona,pdahalkan yoona ama dia,ptes aja siwon milih yoona.aduch kyuhyu oppa sbar atas sikap sooyoung.admin bguS daebak critanya….
    jangan lama2 admin lajutin cRitanya.gonawo^^

  19. Huaaa, ayo dong thor, uda bgus2 disini tuh, akhrx soo ngaku juga, gt kek dr awal aja. trus ntar gmana reaksi siwon ya, wakt tau soo yang salah, next part d tggu thor, untg2 kalo ga lama. wkwk

  20. daebak!bener deh!ekeke,tp sayang yang si author musti hausti,sedih!#masng muka memelas # plak…udah deh semoga ga lama bgt ya haustinya!

  21. keren…
    ceritanya seru, eonni tokh”ny jngn di ganti lagi udh ckp 4 itu aja ya…
    cepet lanjutin ffnya ya thor…
    fighting!

  22. Yee soo dah ngaku ama kyu, kra2 nti kyu blngin ke siwon ngak ya? Tpi klu kyu blng ke siwon terjadi salah paham lgi siwon ama yoonanya jdi tkt berantem lgi nti .di part ini Yoonwon nya romantis bngt jdi iri ih so sweettttttt

  23. hufft… rasa penasaranq trbayar sudah hari ini!!!
    critax mkin kren aja. kyakx bakal seru nih prdebatan sookyu,,,
    dtunggu part slanjutnya chingu,,,^^
    q mau lanjut baca part 13 nya bsok aja deh. cpek sharian mmbaca,,,
    buat authornya fighting ^_^ sllu hasilkan karya2 yg baik

  24. syukur dh bayinya yoona gpp klo spe kenapa kenapa yoona kyknya bsa depresi lg deh thor..#plak sok tau bgd

    haduh dasar si muka dua, gregetan bgd aku baca klo lg sooyoung…

  25. ap sooyoung gila mengakui smuany ddepan kyuhyun?????(mian)
    Qu gregetan,,,,
    Ap ya yg bakal kyupa katakan yaw,,,,
    Gregetan sekaliiiiii:'(
    Gomawo

  26. Ayooo kyu jd superkyu buat lindungin YoonA…..sooyoung stop donk ganggu Yoonwon,, kan ªϑª kyu yg nganggur…ƗƗɐƗƗɐ…ƗƗɐƗƗɐ….ƗƗɐƗƗɐ”̮…

  27. Benarkan kalau Sooyoung pelakunya😦
    Untung saja kandungan Yoona tidak apa”,dan untuk Kyuhyun ‘DAEBAK’ atas kata katanya yg terdengar sangat dewasa(?) ‘cobalah untuk mempercayai istrimu,hyung’ , ah abang evil Kyu bisa dewasa juga yah😀
    YoonWon momentnya terbilang romantis,aku suka🙂

  28. Hhaaaahh,, #lega
    Untung aja kndungn yoong eonni baik2 aja,,
    Akhrnya si soo ngku jga klw dy yg ngdorng yoong eonni, kyu oppa wjib ngsih tw siwon oppa tuh, biar si soo dipcat,,
    ok,, ok,, ok,, ok,,

  29. Hhaaaahh,, #lega
    Untung aja kndungn yoong eonni baik2 aja,,
    Akhrnya si soo ngku jga klw dy yg ngdorng yoong eonni, kyu oppa wjib ngsih tw siwon oppa tuh, biar si soo dipcat,,,,

  30. Akhirnya ngaku juga sooyoung … Dab siwon juga percaya sama yoona walaupun gk sepenuhnya sepertinya, itu aja kalo gk di bilangin kyuhyun mungkin juga gk bakalan percaya

  31. Soo benar2 kejam ya setega itu dia mendorong Yoona hingga jatuh, untung saja janinnya tdk terjadi apa2
    aku merasa konflik ini semakin lama semakin menegangkan
    ku harap kyu hyun yg bisa menyelamatkan Yoona karena hanya dia satu2nya selalu di dekat Yoona dan memahami gelisahan Yoona

  32. jahat ngedorong yoona untung bayinya ngk pa”
    aaahhh sneng liat keromantisan pasangan itu lgi tpi tetep was” tkut sooyoung ngerencanain hal yg lebih buruk

  33. Sooyoung numpahin kopi di hp’nya siwon? Apa dia sengaja mlakukan itu biar siwon ga bsa hubungin yoona?
    Yoona sbar ya, jngan smpai stress nanti ga baik buat kandungan’nya
    siwon harus percaya dg yoona

  34. Kau jahat sekali sooyoung. Udah mendorong yoona hingga jatih dari tangga dan sekarang kau mau merebut siwon? Itu tidak akan terjadi sooyoung.. sebuah hubungan yg dimulai dri suatu kebohongan tidak akan pernah berjalan dgn baik

  35. Itu pasti sengaja sooyoung menumpahkan kopi ke meja supaya siwon oppa tidak bisa menghubungi yoona eonni.. penasaran dengan part selanjutnya🙂

  36. Apa sebenernya ho siwon rusak emang di rusakin sama sooyoung biar siwon gak ngubungin yoona.. apa yg bakal di lakuin kyuhyun setelah tau kebenarannya.. makin penasaran kelanjutannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s