The Wedding Blind (Part 13)

Title : The Wedding Blind (Part 13)

Author :

  • Shineelover14
  • Kim Hyera

Main Cast :

  • Choi Siwon
  • Im Yoona a.k.a Cho Yoona

Support Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Genre : Romance, Family

Rating : PG-15

Siwon P.O.V

Aku terjaga dari tidur pulasku. Kutarik nafas dalam-dalam kemudian sedikit beranjak dari posisi semula. Aku bergerak menyamping ke arah princess-ku yang masih tertidur pulas. Ku telusuri wajahnya yang sempurna bak pahatan terindah di dunia ini.

Ku majukan tubuhku ke arah dahinya. Ku tahan nafas yang akan keluar dari hidung karena aku tak mau ia terjaga. Ku kecup dahinya dengan lembut, kemudian turun ke kelopak matanya yang masih tertutup. Kecupanku turun ke arah pipi halusnya, lalu beranjak turun ke bibir merah merona-nya. Bibir itu ku kecup dengan sedikit lama. Semua kecupan ini kulakukan dengan sangat lembut dan dalam.

Setelah puas dengan bibir merahnya, aku menjauhkan wajahku dari wajahnya. Ku belai rambut panjangnya yang sedikit berantakan. Otakku mulai berpikir untuk menjahilinya. Ku dekatkan kembali wajahku ke arah bibirnya. Ku kecup bibir menggodanya itu berkali-kali dan sepertinya berhasil. Yoona melenguh dan menggeliat perlahan.

Irona, Yeobo-ah,” ucapku padanya.

Ia membuka matanya perlahan dan menatap ke arahku. Senyumku reka untuk menyambut pagi ini bersamanya. “Morning, princess,” sapaku.

Ia balas tersenyum padaku dan mulai bangkit dari tidurnya. Ia menyandarkan kepalanya di pundakku. Wangi rambutnya yang selalu kusukai menyeruak menggelitik indera penciumanku. Yoona sudah lama tak bermanja-manja seperti ini padaku.

Ku usap perutnya yang sudah membesar. Di bulan kedelapan kehamilannya ini, ia semakin sensitif. Ia selalu saja cemburu padaku. Bahkan ia selalu berprasangka buruk kepada Sooyoung. Entahlah, aku tak terlalu ambil pusing karena aku tahu itu adalah penyakit seorang ibu hamil, ingin selalu di manja dan di perhatikan.

Yeobo, anak kita bergerak,” seru Yoona ketika perutnya bergerak.

“Iya aku dapat merasakannya. Sepertinya ia bahagia pagi ini, Yeobo,” jawabku membuatnya tersenyum manis.

Yeobo-ah, sebentar lagi aku akan melahirkan. Kau jangan terlalu sering tugas keluar kota. Aku ingin kau mendampingiku saat anak kita lahir,” pinta Yoona menatap mataku dalam.

Aku tersenyum dan mengelus kepalanya, “Iya, aku akan selalu ada di sampingmu Yeobo-ah.”

Siwon P.O.V end

***

Author P.O.V

“Aku tak mau!! Lepaskan!!”

“Hanya sarapan, Sooyoung-ssi. Tak bisakah kau meluangkan waktumu sebentar sebelum kita bekerja?”

“Aku tak punya waktu untukmu. Lepaskan!!”

Kyuhyun semakin erat menggenggam tangan Sooyoung, “Aku tak akan melepaskanmu Sooyoung-ssi. Kau harus pergi bersamaku.”

“Kyuhyun-ssi, mengapa kau selalu memaksaku untuk mengikuti semua keinginanmu. Mengapa kau selalu egois? Kau bukan siapa-siapaku!”

“Apapun yang aku mau, aku harus mendapatkannya. Itu prinsipku, Sooyoung-ssi.”

Kyuhyun menarik tangan Sooyoung keluar dari pagar rumahnya dan membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya. Sooyoung tak mampu berkata lagi. Ia lebih memilih bungkam karena ia sudah tahu Kyuhyun mempunyai sifat keras kepala.

Kyuhyun melajukan mobilnya memasuki sebuah komplek real estate. Sooyoung memandangi jejeran rapi rumah-rumah bergaya Eropa. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun, “Kita mau kemana?” tanya gadis itu heran.

“Jangan bertanya dulu. Kita hampir sampai,” jawab Kyuhyun sedikit acuh.

Mobil merah cabai itu memasuki sebuah pagar rumah yang berada di deretan tengah komplek mewah itu. Pria itu memarkirkan kendaraan pribadinya di depan pintu masuk dan segera berjalan keluar.

Sooyoung lebih memilih berdiam diri di dalam mobil. Ia masih belum melangkah keluar seperti Kyuhyun. Tak lama Kyuhyun membuka pintu mobilnya untuk Sooyoung, “Ayo turun,” ajak pria itu kemudian menarik tangan Sooyoung lembut.

Sooyoung tak banyak protes. Ia masih sibuk memperhatikan sekeliling rumah mewah itu dalam diam. Sampai sebuah suara membuat pandangannya teralihkan.

“Kyuhyun-ah, kakek sudah menunggumu sejak tadi,” ucap Tuan Cho di ambang pintu masuk.

Kyuhyun segera meggandeng tangan Sooyoung erat. Ia tersenyum lebar dan melangkah menuju kakeknya, sedang Sooyoung masih terdiam seribu bahasa.

“Kakek, perkenalkan ini Choi Sooyoung,” ucap Kyuhyun sekilas memandang Sooyoung.

Tersadar akan namanya disebut, Sooyoung menyunggingkan senyumannya. “Annyeonghaseo, Choi Sooyoung imnida,” ucapnya membungkuk sopan.

Tuan Cho membalas senyum gadis itu ramah. Ia kemudian berjalan masuk mendahului kedua anak muda itu. “Apa lagi ini Kyuhyun-ssi? Kau mengajakku menemui kakekmu?” tanya Sooyoung geram.

“Aku hanya ingin memperkenalkanmu dengan kakekku. Apa itu salah?” tanya Kyuhyun tanpa muka berdosa.

“Tapi aku belum bilang setuju, Kyuhyun-ssi. Mengapa kau selalu melakukan semua hal sesuka hatimu?” Sooyoung menatap Kyuhyun tajam. Pria tampan itu mengendikkan bahu dan menarik tangan Sooyoung berjalan menuju ruang makan.

Kyuhyun membimbing Sooyoung untuk duduk di kursi sebelahnya. Sedangkan Tuan Cho ada di hadapan mereka. Sedari tadi, Tuan Cho terus memperhatikan Sooyoung. Ia tersenyum melihat tingkah Kyuhyun yang mengambilkan Sooyoung sarapan, melayaninya melebihi pelayan di rumah itu.

“Makan yang banyak Sooyoung-ssi,” ucap Tuan Cho membuat Sooyoung menatapnya dengan senyuman kaku.

Sejenak suasana hening karena mereka sibuk dengan sarapan masing-masing. Wajah Kyuhyun tampak berseri-seri pagi ini. Suasana hatinya benar-benar baik, bagaimana tidak Sooyoung baru saja ia kenalkan kepada kakeknya.

“Sudah berapa lama hubungan kalian berjalan? Kyuhyun tak pernah bercerita sedikitpun tentangmu. Ku kira cucuku yang tampan ini belum laku juga,” ujar Tuan Cho kemudian tertawa renyah.

Sooyoung membulatkan matanya. Tangannya terhenti ketika ingin memasukkan daging ke dalam mulutnya. Ia terkejut dengan pertanyaan Tuan Cho yang berada di luar dugaan. Apa maksudnya? Ia menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun yang sedang tersenyum lebar.

“Sudah satu tahun, Kek. Aku memang sengaja tidak mengenalkannya ke Kakek, karena aku menunggu waktu yang tepat,” jawab Kyuhyun kemudian melanjutkan makannya.

Kyuhyun menolehkan kepalanya kepada Sooyoung yang masih melotot marah. Kyuhyun menyunggingkan senyuman evilnya. Sooyoung geram, ia menginjak kaki Kyuhyun dari bawah meja. Kyuhyun langsung tersedak, ia terbatuk dan panik mencari air minum. Sooyoung tersenyum puas, meskipun sedikit tak tega dengan Kyuhyun yang kini meminum air di gelasnya hingga tandas.

“Ya, Kyuhyun-ah, aku tahu kau sangat senang pagi ini. Tapi makanlah dengan perlahan, arraseo? Sooyoung-ssi, kau tahu? Pagi-pagi sekali Kyuhyun menyuruh kepala pelayan untuk memasak sarapan spesial pagi ini. Ia bilang ada gadis cantik yang akan sarapan disini, ternyata gadis cantik itu kau, Sooyoung-ssi,” ucap Tuan Cho panjang lebar.

Sooyoung tersenyum hambar. Ia sedikit tak nyaman, telah membohongi pria paruh baya itu dengan status hubungannya dengan Kyuhyun. Sebenarnya ini bukan salahnya, melainkan pria egois di sebelahnya ini yang masih lahap menyantap sarapan paginya.

“Sooyoung-ssi, lain kali kau mau ‘kan makan malam bersama kami disini?” tanya Tuan Cho penuh harap.

“Ne, Tuan Cho. Jika ada waktu aku pasti akan memenuhi undangan makan malam-mu,” jawab Sooyoug di sertai senyumannya. Kyuhyun mengulum senyum ketika mendengar jawaban Sooyoung.

“Kau selalu seenaknya!!” pekik Sooyoung ketika dalam perjalanan menuju kantor. “Apa maksudmu dengan berkata kita sudah menjalani hubungan selama setahun? Kau ingin bilang ke Kakekmu bahwa aku ini pacarmu, huh? Jangan bermimpi!!” lanjut Sooyoung masih dengan amarahnya.

“Aku tidak bermimpi Sooyoung-ssi, karena kau memang akan menjadi milikku,” ucap Kyuhyun santai dan masih fokus dengan kemudi.

“Teruslah mengkhayal sampai langit Kyuhyun-ssi! Yang ku cintai hanya Choi Siwon! Aku tak akan mungkin jatuh cinta padamu!”seru Sooyoung.

“Benarkah? Aku yakin bahwa kau akan menjadi milikku! Jangan merusak rumah tangga orang lain, karena tindakanmu tak akan mungkin berhasil! Karena yang baik pasti menjadi pemenang!” tegas Kyuhyun membuat tawa Sooyoung pecah.

“Kau bilang tak mungkin?! Di dunia ini tak ada yang tak mungkin, Kyuhyun-ssi. Aku akan berusaha dengan segala cara agar keinginanku tercapai!”

“Dan aku akan menjadi penghalang usahamu itu!” Kyuhyun semakin tajam menatap Sooyoung.

***

Yoona menatap pantulan dirinya di depan cermin besar kamar mandi. Ia hanya menganakan baju mandi. Yoona tersenyum sendiri sembari mengelus perut buncitnya. Ia memutar-mutar badannya ke depan dan belakang.

“Baby, Eomma tak sabar lagi melihatmu lahir ke dunia. Eomma berharap kau menjadi anak yang sehat dan cantik. Eomma sudah menyiapkan gaun-gaun yang manis untukmu,” ujar Yoona sembari menerawang jauh. Ia membayangkan rupa anaknya kelak ketika terlahir ke dunia.

“Nyonya, bajumu sudah aku siapkan!” teriak Hong Ajummah dari arah luar.

“Ah! Ne, tunggu sebentar!”

Yoona merapikan baju mandinya sejenak dan melangkah terburu keluar kamar mandi. Ia cepat-cepat meraih gagang pintu dan menariknya dengan kuat. Tanpa sengaja kakinya menginjak lantai yang masih basah sehingga membuat keseimbangan tubuhnya hilang dan jatuh terlentang.

“Aaaaaaaaaaaaaaaahhhhh!!!”

BRUK!!

“Nyonya! Gwenchanayo?! Nyonya sadarlah!!” Hong Ajummah berteriak panik. Ia segera memanggil pelayan dan menyuruh Pak Han membawa majikannya itu ke rumah sakit.

Author P.O.V end

***

Sooyoung P.O.V

Aku berjalan menuju meja Jessica, ia salah satu rekan kerjaku. Ku lihat ia sedang merapikan mejanya dan bersiap pulang. Ia tersenyum, ketika melihatku.

“Sooyoung-ah, ayo kita pulang bersama,” ajak Jessica kepadaku.

“Aku masih ada pekerjaan. Bisakah kau membantuku untuk kali ini?”

“Bantuan apa?” tanya Jessica penasaran.

“Jika Tuan Cho Kyuhyun mencariku, katakan saja aku sudah pulang,” bisikku.

Arraseo. Ya, kau ada hubungan apa dengan Kyuhyun-ssi? Ku lihat kalian sering bersama,” selidik Jessica memandangku.

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Ia adalah pria yang sangat menyebalkan!” sungutku.

“Baiklah, aku mengerti. Aku duluan, sampai jumpa,” pamit Jessica kemudian berjalan meninggalkanku.

Satu masalah selesai. Kini aku harus menjalankan rencanaku. Aku memutar tubuhku kembali ke ruang kerja. Ku lihat Siwon masih sibuk dengan laptop dan berkas-berkas di atas mejanya.

Aku menutup pintu dengan perlahan agar tak mengganggu konsentrasinya. Namun, ia menyadari keberadaanku dan menatapku heran, “ Sooyoung-ssi, mengapa belum pulang?” tanyanya.

“Aku ingin mentraktir Sajangnim minum malam ini, atas keberhasilan proyek kita di China kemarin,” jawabku di sertai senyum.

“Tapi pekerjaanku belum selesai,” ucapnya sembari menunjuk beberapa berkas di atas meja.

Gwenchanayo, Sajangnim. Aku akan mengunggumu sampai selesai. Aku juga ingin menyelesaikan laporan dari rapat kemarin,” ucapku kemudian duduk di mejaku dan menyalakan komputer.

Di dalam hati, aku tertawa puas. Tak ku sangka ia sama sekali tak menolak ajakanku. Malam ini, semuanya akn berjalan lancar. Akan ku buat ia bertekuk lutut padaku dan meninggalkan perempuan sialan itu. Selamat tinggal Cho Yoona.

Dua jam kemudian, ku lihat ia mulai merapikan berkas-berkas pekerjaannya dan mematikan laptop. Ia membuka kancing kerah kemejanya yang paling atas. Aku segera bangkit dari duduk dan berjalan menghampirinya.

“Apakah pekerjaan Anda sudah selesai Sajangnim?” tanyaku basa-basi.

“Sudah selesai, ayo kita pergi sekarang. Aku tidak ingin pulang terlalu larut karena istriku sudah menunggu,” jawabnya membuat wajahku masam. Ia masih membahas tentang wanita itu!

Ia mengendarai mobilnya menuju sebuah club malam yang cukup berkelas. Aku keluar dari mobil itu ketika ia selesai memarkir. Aku berjalan berdampingan dengannya. Kami memesan sebuah ruangan khusus.

“Aku pesan dua botol vodka,” bisikku pada seorang pelayan pria. Ku lihat Siwon memperhatikanku dari tempat duduknya.

Setelah pelayan itu pergi, aku menyunggingkan senyuman manis kepadanya. Ia sedikit mendesahkan nafasnya, karena lelah. Aku menggeser posisi duduk ku agar semakin dekat ke arahnya. Ia tak terlalu memperhatikanku, melainkan sibuk dengan detik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.

“Siwon-ssi, bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan ‘Oppa’ ?” tanyaku membuatnya mengalihkan pandangan.

Ia tersenyum manis menatapku. Tangan kanannya membelai rambutku lembut. Jantungku serasa akan melompat dari tempatnya! “Tentu saja boleh. Kau sudah aku anggap seperti adikku sendiri, Sooyoung-ssi,” jawabnya masih dengan senyuman.

Pintu ruangan kami terbuka dan masuklah dua orang pelayan mengantarkan pesanan kami. Mereka menuangkan vodka untukku dan juga untuk Siwon. Setelah selesai, mereka keluar dari ruangan kami.

“Silahkan di minum, Oppa,” ujarku kemudian mulai meminum vodka-ku.

Ku lihat Siwon meneguknya sedikit. Ia terlihat benar-benar lelah, namun aku tak peduli. Rencanaku harus berhasil malam ini.

Oppa, habiskan minumannya. Tenang saja, aku yang traktir,” ucapku kemudian menyerahkan gelasnya yang hampir tak berkurang isinya.

“Bukan begitu Sooyoung-ssi. Aku ingin cepat pulang, Yoona sudah menungguku. Seharusnya kita merayakan keberhasilan ini bersama semua staff,” ucapnya membuat hatiku geram.

“Ini hasil kerja keras kita, setidaknya kita harus merayakannya berdua. Ayolah, Oppa minum lagi. Oh ya, mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebuta resmi. Cukup panggil aku Sooyoung saja,” ucapku kemudian kembali memaksanya meminum vodka.

Siwon menurut, ia meneguk habis vodka di gelasnya. Ia memegang kepalanya yang sepertinya berputar. Aku menuangkan kembali vodka ke dalam gelasnya dan meminumkannya kembali kepadanya.

Oppa, gwenchana?” tanyaku ketika melihatnya menyandarkan kepalanya di dinding.

Gwenchana Sooyoung-ah. Aku hanya merasa sedikit pusing,” bisiknya pelan sekali. Bagus. Ia sudah mulai mabuk.

Aku semakin menggeser dudukku sampai tak ada jarak di antara kami. “Oppa…” panggilku seraya mengelus lengan kekarnya. Ia tak merespon.

Oppa, apa kau mencintai istrimu itu?” tanyaku masih mengelus lengannya.

“Tentu saja, aku sangat mencintainya,” jawabnya di selingi dengan tawa.

Geurae? Tapi bukankah ibu hamil sangat cerewet?” tanyaku lagi kemudian menyandarkan kepalaku di bahunya.

“Aisshh, jinjayo. Dia memang sangat cerewet. Dia juga pencemburu, ia cemburu padamu Sooyoung-ah. Setiap hari membicarakan kejelekanmu. Aku lelah melihatnya seperti itu. Padahal kita hanya sebatas hubungan profesionalitas kerja..aisshh,” ucapnya dengan suara lemah.

“Benarkah? Kalau begitu ceraikan saja dia,” seruku membuat Siwon tertawa keras.

“Mana mungkin aku bisa menceraikan istri tercintaku itu. Aku— aku sangat mencintainya,” ujarnya kemudian kembali tertawa.

“Tapi aku mencintaimu! Saranghae! Saranghae Oppa!” pekikku membuat tawanya berhenti.

“Kau ini mabuk, ya, Sooyoung-ah? Kau menyatakan perasaanmu padaku? Atau aku yang mabuk? Aissshh, aku hanya mencintai Yoona. Cho Yoona!” ujarnya kemudian menuangkan kembali vodka ke dalam gelasnya. Ia meminum vodka itu hingga tandas.

Aku terus memperhatikannya. Betapa sakitnya perasaanku saat ini. Aku tahu ia tak mencintaiku. Aku tahu cinta ini bertepuk sebelah tangan. Tapi untuk malam ini, aku akan membuat semua yang aku rasakan juga dapat ia rasakan.

Ku dekatkan wajahku ke arah wajahnya. Semakin dekat dapat ku rasakan hembusan nafas hangatnya. Sudah lama aku membayangkan melakukan hal seperti ini. Ku daratkan bibirku tepat di atas bibir lembutnya. Ku lumat bibir manis itu. Ia membalas ciumanku. Jantungku berdentum keras sampai akhirnya ia melepaskan bibirnya dari bibirku.

“Yoona-ah…” gumamnya kemudian tergolek di atas meja. Ia benar-benar mabuk.

Ku sunggingkan senyum kemenangan. Lihat! Setelah ini akan ada drama besar di rumah tangga keluarga Choi. Bersiaplah Cho Yoona, suamimu akan berpaling padaku.

Sooyoung P.O.V end

***

Yoona P.O.V

Aku duduk gelisah di sofa ruang tamu. Pikiranku masih berkelebat tentang kejadian tadi pagi. Betapa cerobohnya aku tadi pagi. Untung saja kandunganku tidak bermasalah.

“Jangan ulangi lagi! Dasar Yoona bodoh!!” gumamku sembari memukul kepala pelan.

“Siwon tak boleh tahu tentang ini. Untung saja Hong Ajummah mau di ajak kerjasama. Aku tak boleh membuat suamiku khawatir.”

Aku menguap lebar, rasa kantuk mulai menyerangku. Ku putar bola mataku ke arah jam dinding di ruang tamu ini. Apa? Jam segini Siwon belum juga pulang. Ini hampir dini hari, selama itu kah aku menunggunya. Ia berjanji akan pulang awal hari ini.

Aku tertunduk lemas memandang lantai membayangkan apa yang sedang Siwon lakukan sekarang. “Yeobo, mengapa kau belum pulang juga? Apa kau sedang bersama Sooyoung?” gumamku pelan.

Tiba-tiba bel rumahku berbunyi nyaring. Pasti Siwon! Aku segera berjalan cepat menuju ke depan pintu. Tanpa melihat siapa yang datang, aku langsung membukanya. Seketika mataku membulat sempurna melihat siapa tamu dadakan malam ini. Sooyoung dan…Siwon! Apa lagi ini?!

“Selamat malam Nyonya Choi. Bisa tunjukkan di mana kamar Anda? Suamimu ini mabuk berat,” ucapnya dengan nada yang dibuat-buat ramah.

Aku memandangnya geram, “Biar aku saja yang membawanya masuk,” seruku.

“Hei, ingat kau tengah  mengandung. Mana mungkin kau kuat memapahnya,” ucapnya membuatku teringat akan kondisiku sekarang.

Dengan bersungut-sungut, aku menunjukkan kamar tidurku kepadanya. Ku ikuti langkahnya yang kini tengah menuju ke tempat tidur. Ia merebahkan tubuh Siwon dengan perlahan, semakin membakar amarahku. Segera ku tarik selimut untuk menutupi tubuh suamiku, namun wanita itu mencuri kesempatan untuk mencium pipi Siwon. Kurang ajar!!

“Selamat tidur, Oppa,” ucapnya kini benar-benar membuat amarahku memuncak.

“Apa yang kau lakukan?!!” sentakku menjauhkan tubuhnya dari Siwon.

“Aku hanya menciumnya,” jawabnya ringan.

“Kau tahu dia suamiku! Dan kau tak berhak untuk menciumnya!!” seruku menarik tangannya keluar dari kamar.

“Aku tak peduli sekalipun ia berstatus sebagai suamimu!! Bukankah sudah berkali-kali aku katakan bahwa aku akan merebut suamimu!!” tegasnya.

“Keluar dari rumahku! Keluar!!” teriakku membuatnya tertawa sinis.

“Tak perlu disuruh pun aku akan pergi. Selamat malam Nyonya Choi!” ucapnya tersenyum kemenangan sembari melambaikan tangannya.

***

Aku menyandarkan tubuhku di samping Siwon. Ku remas selimut dengan kuat sembari memandanginya yang tertidur. Air mata yang mati-matian aku tahan akhirnya berlomba keluar.

Mengapa cobaan yang menimpaku sangat berat. Dadaku sesak dan sakit di setiap bagiannya. Aku kecewa mengapa Siwon tak mau mempercayai setiap ucapanku tentang wanita itu! Mengapa Siwon masih mau termakan bujuk rayunya?! Mengapa harus ada wanita itu yang muncul di kehidupan baruku bersama Siwon yang mati-matian aku bangun di atas guncangan jiwa!!

Apa Tuhan masih adil kepada setiap makhluk-Nya? Mengapa ku rasa tidak sama sekali! Rasa bahagia itu seakan mundur dan menjauh dari kehidupan kami. Membuat semua rasa egois dan ujung dari semuanya adalah pertengkaran! Tuhan aku tak kuat jika selamanya seperti ini!

Ku pukul dada ini kuat, membiarkan rasa sakit yang kurasa semakin menjadi. Tak kupedulikan isakan tangisku yang kian menjadi. Aku tak peduli jika nanti Siwon terbangun karena mendengar isak tangisku.

Perutku bergerak, membuatku tersentak kaget. Baby! Aku masih punya dia yang menguatkanku. Ku usap perut buncitku dengan air mata yang berlinang. Merasakan kehidupan di dalam sana yang sebentar lagi membuat duniaku berubah.

“Baby, Eomma harus kuat. Eomma masih punya kau. Eomma sayang padamu,” ucapku lirih kemudian kembali menangis tersedu.

Tuhan, kau tak mungkin memberikan cobaan kepada semua makhluk-Mu diluar kemampuan mereka. Aku mohon, jangan jadikan semua cobaan dari-Mu ini membuatku patah semangat dan kehilangan arah. Berikanlah kebahagiaan untuk kehidupan kami Tuhan. Aku selalu yakin di balik mendung, selalu ada matahari yang bersinar terang.

Yoona P.O.V end

***

Author P.O.V

Dengan perlahan Siwon mulai membuka kelopak matanya. Pandangannya buram karena terangnya sinar matahari. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali untuk beradaptasi.

Ia mengerang ketika mencoba mengangkat kepalanya. Rasa sakit dan denyutan kuat menyerang kepalanya saat ini. Siwon memukul pelan kepalanya untuk menghilangkan rasa sakit itu. Ia bersandar pada headboard kasur. Lama-kelamaan rasa sakit di kepalanya mulai berkurang. Ia merasa heran saat ini. Siapa yang mengantarnya pulang? Seingatnya, semalam ia minum bersama Sooyoung di club dan… Ia tak dapat mengingat lagi.

“Sooyoung ‘kah yang mengantarku pulang?” gumamnya pada diri sendiri.

Pintu kamar terbuka, sedikit mengejutkannya. Sosok Yoona masuk, masih dengan piama tidurnya. Yoona tak berkata apa-apa padanya, melainkan berjalan menuju lemari pakaian. Istrinya itu menata pakaian yang baru saja selesai di seterika.

Siwon merasa ada yang tidak beres pada Yoona. Tak biasanya Yoona mengacuhkannya seperti saat ini. Seingatnya ia tak ada berbuat salah dan membuat Yoona marah.

Siwon terus memperhatikan setiap gerak-gerik dari istrinya. Ia perhatikan mimik wajah istrinya yang datar tanpa ekspresi. Yoona terus diam seribu bahasa sampai baju yang ia susun tinggal beberapa helai lagi.

Siwon turun dari tempat tidur. Ia berjalan pelan menuju Yoona, menahan rasa sakit di kepalanya yang masih terasa. Yoona membalikkan badannya dan saat itu ia langsung berhadapan dengan suaminya. Tubuhnya membeku di tempat.

“Yeobo-ah, kau marah padaku?” tanya Siwon dengan nada yang sangat pelan.

“Iya aku marah padamu. Kau tahu jam berapa kau pulang semalam? Aku menunggumu hingga dini hari. Kau berjanji padaku akan pulang awal. Tapi apa kau malah bersenang-senang dengan wanita itu? Kau senang pulang dengan keadaan setengah sadar? Puas dengan pesta semalam?!” Yoona menyembur Siwon dengan emosinya.

“Maafkan aku pulang terlambat semalam. Aku dan Sooyoung tak melakukan apa-apa, Yeobo-ah. Kami hanya minum sebentar,” jawab Siwon.

“Sebentar? Sampai hampir pagi?! Kau tak pernah seperti ini sebelumnya, Siwon-ah!!” seru Yoona.

“Maafkan aku,” bisik Siwon pelan.

“Wanita itu yang mengantarmu pulang!! Bahkan ia memanggilmu ‘Oppa’ apa maksudnya semua ini?! Berani-beraninya ia mencium mu saat tertidur! Hati istri mana yang tak sakit melihat semua adegan menjijikkan itu?! Aku muak dengan semua ini!!” pekik Yoona dengan linangan airmatanya.

“Sungguh aku tak tahu tentang itu. Benarkah Sooyoung melakukan itu padaku? Itu sangat tidak mungkin, Yeobo-ah.” Siwon meragukan ucapan Yoona. Ia merasa Sooyoung tak mungkin melakukan hal di luar batas seperti itu.

“Kau meragukanku lagi!! Harus berapa kali aku mengatakan bahwa wanita itu mencintaimu?! Menginginkanmu?! Kau keterlaluan!!” Yoona berjalan keluar kamar.

Siwon masih membeku di tempatnya. Ia masih memikirkan kata-kata Yoona barusan. Ia tahu Yoona tak suka pada sekretarisnya itu. Tapi ia tak menyangka Yoona akan marah besar seperti ini gara-gara Sooyoung mengantarnya pulang semalam.  Pikiran Siwon semakin kacau. Ia memutuskan untuk mandi sebelum terlambat pergi bekerja.

Tak lama setelah Siwon masuk ke dalam kamar mandi, Yoona kembali masuk ke dalam kamarnya. Ia ingin mengambil ponselnya untuk menghubungi Kyuhyun. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar getaran ponsel Siwon di nakas dekat tempat tidur.

Yoona berjalan mendekat ke arah nakas dan mengambil benda yang terus bergetar-getar itu. Sebuah panggilan masuk dan itu adalah Sooyoung. Amarah Yoona kembali tersulut ketika mata indahnya menangkap puluhan pesan singkat dan belasan panggilan tak terjawab dari Sooyoung. Ia membuka pesan terbaru dari wanita itu.

Selamat pagi Oppa^^ Mau ‘kah pagi ini sebelum berangkat bekerja kau singgah ke rumahku untuk sarapan bersama? Aku akan menunggumu ^.~

Yoona menghapus semua pesan dari Sooyoung. Sejak kapan wanita itu berani mengirim banyak pesan ke suaminya? Hati Yoona masih bertanya-tanya. Niat untuk menghubungi Kyuhyun hilang seketika.

Author P.O.V end

***

Kyuhyun P.O.V

Aku berjalan menuju mobilku yang ada di dalam garasi. Ku nyalakan mobilku dan mulai menjalankannya menuju rumah Sooyoung. Seperti biasa, aku harus menjemput ratuku.

Seulas seyum jahil ku sunggingkan. Pagi ini aku ingin membuat keributan kecil di rumahnya. Entah mengapa aku selalu suka melihat wajah kesal dan cemberutnya itu. Itu membuatku semakin gemas.

Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah bertipe minimalis ini karena jalanan belum terlalu padat. Ku langkahkan kakiku dengan semangat dan memencet bel. Tak lama ia membuka pintu dan…ia tersenyum manis kepadaku! Ah, senangnya ia menyambutku seperti ini. Namun senyuman itu seketika hilang bagaikan tertiup angin kencang musim gugur saat ini. Ada apa?

“Kau menyambutku?” tanyaku seraya tersenyum.

“Ya! Mengapa jadi kau yang datang?!” pekiknya membuatku heran.

“Memangnya kau sedang menunggu siapa?”

“Aku sedang menunggu Siwon Oppa, seharusnya dia yang datang bukan kau!” serunya kemudian melenggang masuk.

Aku berjalan mengikutinya ke arah ruang makan. Tampak banyak sekali makanan yang ia siapkan untuk menu sarapan pagi ini.

“Kau ingin mengajak Siwon Hyung sarapan bersama?” tanyaku tahu akan kekesalannya.

Ia menatapku sinis dari kursinya, “Iya, memangnya kenapa?”

Aku tertawa geli kemudian mengambil posisi duduk tepat di hadapannya. “Kau tahu? Siwon Hyung tak mungkin melewatkan sarapan paginya bersama Yoona. Istrinya itu sangat pandai memasak. Ia selalu tahu apapun kesukaan Siwon Hyung,” ucapku memanas-manasinya.

“Aku tak mungkin kalah dari Yoona!” serunya menggenggam garpu dengan kilatan geram. Aku tersenyum geli melihat kekesalannya yang semakin menjadi.

“Benarkah? Kalau begitu, aku akan mencoba masakanmu lebih dulu. Kalau memang enak, berarti kau bisa menyaingi Yoona,” ucapku.

Aku mengambil semangkuk nasi dan ayam tim masakan Sooyoung. Kucoba satu-persatu masakannya pagi ini. Ternyata ia pandai juga memasak, terbukti dari rasa yang pas di setiap menu yang ku coba. Setelah sencoba semuanya, aku meletakkan sumpitku dengan tampang datar.

Sooyoung menunggu respon dariku dengan tatapan penasaran, “Eotte?” tanyanya.

“Biasa saja,” jawabku kemudian terjadi jeda yang panjang. Ia masih menunggu kelanjutan dari kalimatku. “Kau tak bisa mengalahkan masakan Yoona,” lanjutku membuatnya menggebrak meja dengan kesal.

“YA! Kau bilang biasa saja?! Kalau memang rasanya biasa saja mengapa kau habiskan semuanya?! Bahkan kau tak menyisakan sedikit untukku!” teriak Sooyoung menunjuk wajahku. Aku menatapnya tanpa dosa.

“Aku lapar. Sudahlah, ayo kita berangkat,” ucapku kemudian bangkit dan menarik tangan Sooyoung untuk berdiri.

“Aissh, aku belum mengemaskan piring kotormu,” kesal Sooyoung berusaha melepaskan genggaman tanganku dengan kuat.

“Sudahlah, nanti pulang dari kantor aku akan membantumu membersihkan cucian piring.” Aku menjawabnya santai dan menggandenganya keluar dari rumah.

Kyuhyun P.O.V end

***

Author P.O.V

Yoona berjalan pelan menuju taman belakang rumahnya. Matanya masih sembab karena banyak menangis sejak semalam di tambah tidak tidur. Ia duduk di bangku kayu panjang di taman itu.

Ia merapatkan sweater tipis yang ia kenakan, tak bisa menghalau dinginnya angin musim gugur tahun ini. Yoona mengelus perut buncitnya perlahan. Merasakan setiap gerakan yang terjadi di dalam sana. Beberapa hari lagi kandungannya memasuki bulan ke sembilan. Bulan terakhir sampai buah hatinya terlahir di dunia. Perasaan haru akan menjadi seorang ibu sangat ia nanti. Namun kesedihan yang menyelimutinya kini kembali membuatnya seperti terjatuh.

Putaran waktu terus bergulir menemaninya. Membawanya berjalan mundur kesebuah kenangan manis yang terjadi di tempatnya berada. Saat-saat yang sangat ia rindukan itu kembali membuat air matanya berlinang.

Bagaikan seorang peri yang bermain-main di tepi hutan, kecantikannya tertangkap mata. Menghembuskan nafas baru dengan pulasan rona bibir yang menawan mata.

“Kau tau Yoona kalimatku tadi adalah sebuah perumpamaan untuk dirimu. Kau adalah seorang peri bagiku meskipun, sekarang cahayamu sedang redup. Namun aku yakin, suatu saat nanti cahayamu itu akan kembali.”

Saat-saat dimana kebahagiaannya bersama Siwon baru di mulai. Kalimat-kalimat Siwon yang membuat hatinya yang membeku saat itu sedikit mencair.

Siwon memang mengembalikan cahaya dalam dirinya yang sempat redup. Mengulaskan kembali senyum termanis yang ia punya. Namun itu dulu, sekarang mengapa ia merasa saat-saat seperti itu seperti fantasinya saja. Yoona benar-benar ingin kehidupannya setenang dulu. Tak ada air mata dan cobaan yang menyakitkan batinnya.

Yoona memijit pelan kepalanya, denyutan-denyutan kuat kembali menyerangnya seperti semalam. Ia benar-benar lelah dengan semua yang kini terjadi. Lelah menghadapi sikap Siwon yang berubah. Ia tak mampu menopang raganya kembali kalau bukan karena buah hatinya yang sebentar lagi akan terlahir ke dunia.

Yoona merasakan usapan pelan di bahunya. Ia mendongakkan kepala dan melihat senyuman yang sangat ia rindukan. Hatinya terasa hangat. Dengan segera ia bangkit berdiri dan membungkukkan kepalanya hormat.

Annyeonghaseo, Eomma. Aku sangat merindukanmu,” ucap Yoona pelan.

“Iya, Eomma juga sangat merindukanmu. Maafkan Eomma tak bisa sering mengunjungimu. Wajahmu pucat, sayang. Kau habis menangis? Matamu sembab. Urusan rumah tangga memang berat,” ucap Mrs.Choi dengan lembut kemudian duduk di samping Yoona.

Yoona tak bisa berkata-kata. Ia kehilangan bahasanya ketika ibu mertuanya tahu akan masalahnya saat ini.

“Ceritakanlah pada Eomma apa yang membuatmu resah saat ini?” timpal Mrs. Choi.

Yoona menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia kembali menangis tersedu di depan ibu mertuanya. “Aku tak tahu seberapa kuat diriku sekarang. Masalah yang menimpaku begitu berat, Eomma.”

Mrs. Choi merengkuh pundak Yoona. Ia memberikan sebuah pelukan hangat agar Yoona sedikit tenang. “Bersabarlah. Tuhan sedang menguji seberapa besar cinta kalian. Mungkin Tuhan punya rencana lain untuk kehidupan kalian kedepannya.”

“Jika memang seperti itu, aku ingin menyelesaikan ujian ini dengan sebaik mungkin. Namun jika nanti hal terburuk lah yang menjadi hasilnya, aku akan tetap berusaha untuk tegar. Eomma juga tahu pernikahan yang kujalani ini berawal dari sebuah pernikahan buta. Sebelumnya aku tak pernah membayangkan bahwa  aku dapat bangkit kembali karenanya. Aku berterimakasih kepada kalian semua yang masih mau menerima kondisiku saat itu,” ucap Yoona dengan air matanya yang masih berlinang.

“Jangan berbicara seperti itu. Eomma menyayangimu seperti putri Eomma sendiri. Tenanglah, semua akan membaik. Kau pantas mendapat kebahagiaan, sayang.”

“Aku harap juga begitu Eomma. Aku ingin menjadi seorang wanita yang tegar. Membangun kembali rumah tangga ini yang hampir berantakan. Aku ingin menjadi seorang ibu yang kuat untuk anakku kelak,” ucap Yoona penuh harap membuat Mrs. Choi tersenyum.

“Tentu saja kau akan menajdi seperti itu, Yoona-ah. Eomma sangat yakin. Akpa kau sudah mengetahui jenis kelamin calon cucuku ini?” tanya Mrs.Choi.

Yoona mengangguk seraya tersenyum, “Iya seorang perempuan.”

“Benarkah? Apa kau sudah menyiapkan nama yang cantik untuknya?”

Yoona mengagguk seraya tersenyum lagi, “Namanya Jangmi. Choi Jangmi,” ucap Yoona dengan mengeja.

To Be Continue…

 

ANNYEONGHASEOOOOOO!!!!#author girang😀

Seneng deh akhirnya part ini publish juga. Setelah sekian lama menghilang dari dunia per-ff-an, kami kembaliiiii!! Ada yang kangen?????hehehe..

mmmmm….gimana dengan part ini? bikin galau atau geregetan?? Yoonwon perang dunia!!!hahaha😀 tapi Kyuyoung makin mesra kan??hehehe..

Maaf yah kalo nungguinnya lama, ff ini di targetin bakal selesai 2 part lagi..huhuhu sedih T.T tapi tenang, bakal ada ff Yoonwon yang lainnya kok😀 jadi gak usah takut para Yoonwonited kehilangan pasokan ff Yoonwon #PLAKK!!

Oh iya, author Kim Hyera minta doa dari kalian semua semoga hasil ujiannya bagus terus lulus. AMIN
Author Shineelover14 juga minta doa nya semoga skripsinya tahun ini lancar. Mohon maaf juga kalo ff author Shineelover14 di pending sementara, kecuali untuk TWB yang bakal di usahaiin sampe tamat.

Oke..

Jangan lupa koment yah semuaaaaa…inget 2 part lagi di targetin selesai lho. Tinggalkan kesan manis di part-part terakhir ini..hehehe😀

Annyeongggggggg #lambai tangan tebar bias

94 thoughts on “The Wedding Blind (Part 13)

  1. knpa khidupan yonwon bgtu rmit ya.apa lg sbntr lg anknya lhr.knpa prbuatan soo ga ktahuan jg sh siwon jg ga prcya dngan ucpan yona.ayo cingu lnjut

  2. yaaay..
    one of my favorite fanfic akhir’y update juga..,,
    di awl cerita so sweeeet banget,.. eeeehhh kesana2 kok jd perang y???..,
    yoona unnie harus kuat.. lgian knp juga seh wonppa terima ajakan soo unnie,,.
    huh jd sebel dech..>_<.
    kyuppa ayo dong terus tempel soo unnie biar wonppa g di ganggu lg..,,

    buat kedua author aq doain semua LULUS….. amin
    di tunggu part slnjut'a..,
    FIGHTING!!!!

    • Yeaaayy aku juga ikut girang..hehehe

      Duh jangan sebel sama soo eonni, kyu bakal terus nempelin soo di ketiaknya kok *lho?* heheh

      Amin gomawo yah buat doa nya. tunggu part selanjutnya yah😀

  3. annyeong saeng-ah and icha eonni..
    pada sibuk semua yah…
    saeng-ah kita lama nih gagh sms.an..
    ayo kita sms.an lagi..!!!

    aigoo TWB part ini nyesek bgt..
    ada aja cobaan untuk yoona eonni..
    kenapa gak siwon oppa ajah yg diberi cobaan.?? #evillaugh #dibakarelf
    udahlah sooyoung itu diterima ajah kyu oppanya..
    masih untung kyu oppa mau ma situ..
    kyu oppa juga gak kalah tuh ma siwon oppa.
    YoonWon jjang..
    pokoknya harus happy end..
    yoona eonni yg sabar yah..
    kasihan dedek.nya klo eonni stress..
    pokoknya siwon oppa cepetan tahu kelakuan buruk sooyoung..!!
    udah panas nih klo siwon oppa gagh percaya ma yoona eonni..

    saeng-ah, icha eonni kita saling mendoakan yah..
    semoga kita LULUS ,..
    dan q keterima SNMPTN..
    amiienn
    ditunggu chapter selanjutnya..
    hwaiting..

    • EONNIIII!!! #hug
      iya nih kita jarang sms-an lg..hehehe

      tenang-tenang eonni, won oppa ntar dapet balasan yang setimpal kok *evillaugh*hahaha di tunggu aja tanggal mainnya😀

      Iya nih soo gak bisa nerima kyu. tapi kyu bakal sabar ngehadapin soo yg obsesinya hadeeeeehhhh keterlaluan hhahaha

      AMIIINNNNN!! Semoga kita sama-sama lulus yah eonni. Gak sabar nunggu pengumuman!! 1 bulan lagiii..huwweeeeeeee T.T
      Gomawo komentnya eonni…😀 *kecupkecup*

      • #hugbalik..
        kalau gitu mari kita sms.an

        kyaa akhirnya gagh sabar nunggu chap selanjutnya..
        mau tahu gimana tersiksanya siwon oppa,, #dibakarelf
        request yah saeng..
        pokoknya harus lebih tersiksa dari yoona eonni..
        sooyoung ma kyu oppa nih pada keras kepala yah..
        pokoknya sooyoung jng ganggu YoonWon lagi..
        oh iya satu lagi yg mengganjal dihati.. #bahasanya
        itu anaknya beneran yeoja yah..??
        padahal aku pengennya namja..!!
        ahh tapi gwaenchana penting cantik, baik, rajin beribadah, sayang orang tua, berguna bagi nusa, bangsa, dan agama, yang terpenting suka menabung? #apaannih

        q juga lagi nunggu pengumuman tgl 25 sama 28 mei..
        cheonma saeng.. #hugnkisseu

  4. ye…part 13 dteng juga…
    soo tetep kecentilan ya sma siwon..kasian yoona msih gk dipercaya sma siwon..
    kyu nekat bgt tuh ngenalin soo ke kakeknya..hahaha..lanjut..

  5. iyah,author udah lama author menghilang?😦 #lebay
    pkoknnya kangen sma ff YoponWonnya,hahahhha
    iya amin,smoga para author lulus ujian dgan baik + skripsinnya cpt slesai,ckckckcck
    d tunggu next part harus happy ending yah,hahhaah
    smoga Siwon sadar klo Sooyoung itu jahat sm Yoona,
    d tunggu yah next partnnya,
    jgan lma2 ya thor #maksa
    gomawo
    fighting!!!!!!!!

  6. Aish.. Soo unnie menyebalkan -_-
    Jangan terlalu mengharapkan Wonppa u.u mending sama Kyuppa aja keke~ 8D
    Yoong unnie harus cemunguuuut! (._.)9
    Ulalaaaa~ ngebayangin wajah bayinya YoonWon pasti lucu >u<
    Fighting Yoong unnie! haha Siwon oppa hanya untukmu~~ :*

  7. Akhirny yg ditunggu publish juga …
    Ahh sumpah bikin emosi baca part inii,.
    Yoona, kau begitu sabar ampe udh nyesek,, untung lagi hamil klo ga mungkin minta cere daahhh
    siwon pengen aku bejek2 rasany..masii ajja ga nyadar huhhh ..
    Kesel juga sama kyuhyun yg ga bilang ke siwon ttg sooyoung uuuhhh bener bikin naek darah ..
    Klo sooyoung,, entahlah bingung mau ngoment apa ttg nii org …
    pokokny yoonwon harus bersatu titik*maksa dan harus

    Emm buat authornya moga2 lulu dgn hasil baik dan skripsinya lancar😉

    aku tunggu kelanjutanny🙂

  8. Ohh iia mau kasii tau username awalku ‘Echa KyuWon’ tapi karena ada masalah jadi ga bisa coment ..

  9. omoo siwon appa.. ish sebeldeh knp gapercaya terus sih sama yoona eomma
    itu juga sooyoung ahjumma.. kan udah disayang sabma kyu ahjussi knp masih kurang-_-
    hai eonn lama nich nunggu ff twbnyah..tapiakusenengskrngudhadapart13nyah(y).
    jinjjaeo eon mau bikin ff yoonwon lg? omoo senangnya hatiku..dmjkiajpmgbm-_-

  10. alhamdulillah akhir x publis jga hehe🙂
    iih wonppa knapa nggak percya sma yoonie??
    yoonie sbar ya ntar wonppa pasti percya sma eonie dia kan sayang sama eonie🙂
    sooyoung udahan dong jhat x ntar dmrahin tuhan loh… :p
    aduuh kyu… mksa amat sih hehe

    cpetin part selanjut x ya eoniie….

  11. wah akhirnya muncul juga hehehe sukses thor buat UNAS nya sama skripsinya amin…
    Iya nich kok Yoona trs yg menderita ? hehe siwon nya jg dong hehe sekali-sekali\
    Fighting ….

  12. Kiyaa. Anak Won udah 8bulan aja. Kkk~ ini Won kenapa bego gak ketulungan. Gak tau apa klu itu Vodka ?? Hadeh.
    Part 13 sdkt beda. Feel wkt ak bc part ini turun drastis.

    Hiyaaa. Perasaan knp ini PArt pendek amat??

  13. Aku kangen ff TWB,, pas buka part 13 nya udh di publish…jingkrak-jingkrak deh langsung…
    Authornya gak tau knapa tiap kali yoonwonnya berantem aku nangis ,gak tega ma yoona eoninya,, siwon oppa, kenapa gak percaya sama istri mu???
    Tpi karakter kyuhyun di sini aku suka sangat suka….
    Ahhhh part 14 nya di tunggu yah,, dan
    Yoonwon moment nya banyakin lagi…yang banyak…heheh 🙂
    Figthing author..:)

  14. akhirnya setelah menunggu skian lama
    part 13 memuaskan.
    wonpa, percaya dong sama onnie,
    buat kyu, pepet terus soo,

  15. girang banget, akhir’a ff yg dtunggu tunggu publish jg..
    yoona jngn sebel sma sooyoung,, siwon tdak akn ska sma sooyoung…
    dhatinya hnya ad yoona seorang😀

  16. huhuhuhu…..sedihhhhhh tega2nya wonpa gto sm eoniyoong..lg hmil tuh bang…..kekeke.. ini lg sooo nrayuuuuu terus,,, hmmm smkin ga sbr ne next part. lnjuuuut thor

  17. HALLO aku reeders baru, baru tau ada ff ini,,hehe katro bvanget ya..
    bagus ceritanya,lanjut ya..jangan lama lama thor

  18. huaaaa…..
    akhirnya keluar juga part 13 setelah nunggu sampai lumutan, hehehehehe
    smoga part berikutnya jgn lama2 lagi ya author

  19. yaaaaa!!!!!!
    neomu2 kyeopta!!!!>/<
    lanjutin juga rain dropnya ya!
    Enakan baca nih ff tunggu sampe abis, trus baca lgi dri pertama! yuhuuu~~~
    daebaakk!!! lanjutin terus ya😀

  20. eon, makasih yoonwon-nya ya, *nyempil lagi
    jangmi itu mawar kan? kebetulan aku punya ff, trus anaknya aku namain jangmi juga ^^
    hehe, berarti saya harus mencari nama lain T^T
    gwenchana deh, mdh2an masih ada ff yoonwon yg laen! ^^

  21. Hwaaa..
    Akhr Ny pubLish Uga Critaa ny!
    Kcian eOnni yOona😦,wOnppa Jht!
    Pe Mga Mrka BhGia..
    LnjUt aUtHor,kyeen Crita na! Jgn Lma2 pubLish na! Ok2..

  22. helloi, aku reader baru di blog ini, ak pernah baca ff ini entah dimana, tapi ga bisa ke track lagi, padahal udah ninggalin komen disana.

    Mudah” an disini ada perv chapternya.

    Overall, gemess sama siwon nya. doh. susah banget sih percaya sama istrinya?

  23. lagi n lagi part yg ini buat deg2an..thx a lot author :))
    ({}) part yg ini udah lama bgt aq tgggu lho..hehehee

  24. Yee ini yg ke13 jdi msh ada 2 part buat final klu sampe 15 ya saeng,tpi sih klu bsa jngan sampe 15 ya sampe bener2 akhir ya soalnya dah jatuh cinta banget ni ama ff ini kren sangat lah tak ade lawan

  25. Lama gk maen ksini, trynta udh publish to ni ff..
    , yoona tegar bgt, salut..
    Tpi benci bgt ama sooyoung,
    aduh chingu, pliss donk kyuppa gk ush sma soo,,
    cz gk suka ama yg namanya kyuyoung#no bash..
    Lnjt

  26. sooyoung emang ga tau diri banget. udah tau siwon cinta mati sama yoona masih aja berharap. kasihan banget yoona, siwon masihb rada ga percaya apa yang di bilang yoona tentang siwon. part 14nya ditunggu.

  27. Huhuhuhu 2 part lagi (ㆀㅠ_ㅠ)

    Yes, senang deh punya mertua yg baik kayak gitu🙂 . Siwon ku mohon dengerin kata Yoona, percaya ama dia (˘̩̩̩.˘̩̩̩ƪ) .

    Author part ini daebak, dilanjutin ya😀

  28. ., yooni eonni zG sbar ea .,
    ayo kyuhyun bwt sooyoung jtuh cnta biar gag ngrusak rmah tngga yoonwon lg .,
    bwt author zG smangadt ea😀

  29. Kira2 apart lg yg dirnckn sooyoung .tu cewek licik bgt sbnrny w suka tp lo jd perusk rmh tgg yoonwon .pgn q buang klaut dya ..heheheeee sadis lanjut author

  30. yoona eunnie bnar2 tegar yach..oppa siwon koq tega sich,pke ragu sgla lgi…
    author bnar2 kreatif,klw ada yg blg kyak sinetron,aku jstru mengakuinya sprti kblikan dri sntron..
    bnr2 sprti khdupan nyata..
    jjr Q nangis pas yoona eunnie curhat ma mertuanya,,hiks..hiks…hwaiting onniee….
    lnjt authorrr#koment nya pnjg bget yach?….hehehe

  31. Wah,makin gemez sma kyuyoung..meski disini soo jahat..tpi itu cma peran kan…jangan membenci soo eonnie ya,dia gak salah,authornya nih yg bkn soo jahat..hehe bercanda thor..daebak!!!

  32. Choi Jangmi🙂
    Aduh,apalagi ini(lagi?)😦 , Siwon kok mau maunya diajak minum terus mabuk pula,Sooyoung menciummu,apa kau tak sadar? Yoona pasti merasa tertekan,gimana gak tertekan coba😦
    Dan untuk Kyu yg semangatnya menggebu gebu(?) untuk mendapatkan hati Soo,salut deh,tapi masa iyah sih Sooyoung gak tersentuh sedikitpun,Kyu juga tampan kok ^^

  33. Aandweeee,,,,
    Aq gk rla si soo nyium siwon oppa, aq gk rla, pkoknya author hrs tnggung jwb, skrng aq lgi mrh #pengenjambakrambutorang
    #lebay
    Mskipun ini cma ff, tpi aq ttp gk rla, aq jga gk mw klw nntinya kyu oppa sma si soo itu, alx skpnya tu udh klwtn, mnding endingx ada seo eonni, jdi kyu oppa ama seo eonni aja deh
    Smph, aq bcanya yeseek bgd
    Brhrp yg trbaik bwt hbngn yw kedpnnya
    Soo eonni I neomu neomu neomu neomu HATE YOU

  34. Lagi 2 woonpa ga percaya ma yoongi…
    Harus kayak mana lagi sih biar wonppa tu percaya….

    Sooyoung masih aja kegatelan ma wonppa, dah lah ma kyu aja yg jelas 2 suka ma dia,
    Ga usah gangguan namja beristri….

  35. makin berantakan rumah tangga YW
    o ia Yoona itu sakit apa ya
    kok kepala sering kali sakit
    apa dia punya penyakit krna sering tertekan
    aigo… cinta mereka benar2 di uji ya
    kenapa Wonppa tdk pernah percaya dgn Istrinya sendiri, benar2 membingungkan
    untung saja bnyak yg menyayangi Yoona
    jdi dia masih pnya sandaran. sedih kali aku baca ff ini

  36. Siwon masih aja belum percaya, jdi makin kesel pengen mukul siwon biar percaya sama yoona.
    Kyu buat soo yoong sadar ya ..
    Yoona mau lahiran yey !! Tp siwon masih menyebalkan.

  37. Nangis baca part ini, kurasa yoona sdh berada di ambang batas dia buat mengerti sikap siwon.
    Biarkan siwon tau sendiri bgaimana rasanya dicuekin, q kesel sma siwon tak bisakah dia percaya dg yoona?
    Author daebak bisa buat sya menangis

  38. Aigoo sooyoung kau semakin berulah… siwon kau sudah masuk perangkap sooyoung… jangn mudah percaya olehnya…
    Kasihan yoona ia haris menderita fisik dan bathin karena ulahmu choi siwon

  39. Aigoo sooyoung udah bernai bgt sampe kayak gitu.. hubungan yoonwon juga renggang lagi.. trus kapan siwonnya percaya semua kata” yoona..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s