Complete (Part 1)

Poster by: Altrisesilver

Title: Complete!! (Part 1)

Author: Kim Hyera

Main Cast:

  • Kyuhyun Super Junior
  • Sooyoung SNSD

 

Genre: Romance, Sad, Family

 

Lenght: Twoshoot

 

Rating: PG-16

Disclamier: FF murni karanganku!! Sooyoung punya Kyuhyun. Dan Kyuhyun punya Sooyoung. DILARANG PLAGIAT!! WAJIB KOMENTAR!!

Happy Reading…😀

***

Senja itu belum lama luruh bersama langit jingga yang berarak indah, saat seorang Cho Kyuhyun menghentikan laju mobilnya di depan sebuah tempat kursus musik. Segera, pria tampan itu melangkah keluar dengan tergesa. Ia menghampiri sesosok wanita yang tengah bercakap dengan seorang pria.

“Seohyun-ah, apa aku terlambat?” tanyanya membuat sang wanita menoleh.

Oppa sudah tiba? Ya, aku cukup lama menunggumu. Ah iya, Oppa, perkenalkan ini Jung Yonghwa. Dia sunbaeku yang mengajariku bermain piano,” ucap wanita itu— Seo Joo Hyun. Kyuhyun tersenyum sekilas sebelum menjabat tangan Jung Yonghwa yang menatapnya tak suka.

“Cho Kyuhyun imnida,” ucap Kyuhyun ramah. Yonghwa hanya menganggukkan kepalanya sekilas, toh Kyuhyun juga sudah tahu namanya dari Seohyun.

“Seo, ayo kita pulang. Hari sudah mulai gelap,” ucap Kyuhyun kemudian menggandeng tangan Seohyun mesra.

“Yong Oppa, jangan lupa janji kita besok ya!” seru Seohyun saat mereka sedang berjalan manuruni anak tangga tempat kursus gadis itu. Yonghwa menganggukkan kepalanya mantap dan tersenyum lebar.

***

Kyuhyun tak dapat mengalihkan pandangannya dari wajah ceria Seohyun. Bahkan saat ia mengendarai kendaraannya di jalan raya, matanya selalu mencuri pandang pada kekasihnya. Kyuhyun mencium sesuatu yang tak beres dari pujaan hatinya itu. Wajah ceria itu, tak biasa terlihat saat ia pulang dari tempat kursus pianonya.

Gwenchana?” tanya Kyuhyun membuat Seohyun menatapnya. Gadis itu hanya mengangguk pelan. “Besok kau akan pergi bersama Yonghwa? Pergi kemana? Kau tak meminta izinku?” cecar Kyuhyun dengan banyak pertanyaan.

“Kau banyak sekali bertanya, Oppa! Kau tak suka Yong Oppa pergi bersamaku?” Kini Seohyun tiba-tiba berbicara kesal.

“Mengapa jadi kau yang marah? Iya, aku kurang suka jika pria itu pergi bersamamu. Aku kekasihmu Seo, bukan pria itu. Jadi aku punya hak untuk mengaturmu!” balas Kyuhyun.

“Cih, Oppa bilang punya hak untuk mengaturku? Aku tak suka di atur. Oppa tahu? Aku sudah bosan dengan hubungan kita ini. Aku ingin kita putus!” ucap Seohyun membuat Kyuhyun segera menepikan mobilnya.

“Ulangi! Apa maksudmu?” ucap Kyuhyun menatap Seohyun dalam.

Gadis yang umurnya tiga tahun lebih muda darinya itu balas menatap Kyuhyun tajam. Kilatan matanya menggambarkan sebuah rasa lelah. Tak lama, mata indah itu mulai mengeluarkan cairan bening yang mengalir membasahi wajahnya.

Kyuhyun terkejut melihat Seohyun menangis tiba-tiba. Segera ia menarik tangan Seohyun membuat tubuh yang kini bergetar itu masuk ke dalam dekapannya. Namun alangkah terkejutnya, Seohyun menolak pelukan hangat itu. Gadis itu lebih memilih terisak sendiri dengan menelungkupkan kedua tangannya di wajah.

Keheningan tercipta dari keduanya. Tak ada ucapan yang mereka keluarkan, hanya suara isakan Seohyun yang masih tersisa. Seohyun meremas tissue basah yang ada di genggamannya. Menutup matanya dan mulai menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

Oppa…” panggilnya dengan nada parau. Kyuhyun segera menoleh. Menatap gadis yang ia cintai.
“Aku ingin mengakhiri hubungan kita,” lanjut Seohyun.

“Kenapa, Seo? Jangan ikuti ego-mu. Hubungan kita telah terajut selama tiga tahun. Dan kau mau memutuskan semuanya hanya karena pria itu?” Kyuhyun berbicara dengan nada agak keras.

Tembok pertahanan Seohyun hampir runtuh saat mendengan suara Kyuhyun yang seperti tidak biasanya. Ia mencoba meredam rasa takutnya dengan semakin erat mengepalkan telapak tangannya.

“Bukan! Bukan karena Yonghwa aku ingin mengakhiri semuanya. Aku tak mau mengganggu kehidupan barumu, Oppa.” Seohyun mulai berani menatap mata Kyuhyun. “Aku tak mau menjadi perusak rumah tangga orang. Aku tak ingin mengganggu kehidupanmu lagi.”

“Kau tahu kalau aku tak mencintai perempuan itu! Kau tahu itu Seo! Mengapa kau masih memikirkannya?!” bentak Kyuhyun membuat air mata Seohyun kembali bergulir deras.

“Karena aku juga seorang wanita! Aku tahu bagaimana perasaan seorang wanita yang di selingkuhi. Sangat sakit! Sangat sakit! Penghianatan itu sangat menyakitkan! Jadi aku tak mau jika wanita baik sepertinya tersakiti. Cukup sampai disini saja semuanya. Aku lelah bersembunyi dari kenyataan. Aku lelah dengan hubungan ini!” Seohyun meluapkan semua isi hatinya dengan air mata yang berlinang.

“Tapi aku tak mencintainya! Kau tahu itu. Jadi hubungan ini tidak terlarang. Dia juga yang mengizinkanku untuk bersamamu! Kau tahu semuanya!” balas Kyuhyun tak mampu menahan amarahnya.

“Iya aku tahu! Tapi bagiku ini semua hubungan terlarang! Dia memang mengizinkanmu bebas dengan wanita manapun diluar sana. Tapi apa kau tahu isi hatinya? Dia juga seorang wanita yang punya perasaan. Pikirkanlah perasaan orang lain. Sekarang Oppa pikir, siapa yang egois? Dia mencintaimu Oppa!” teriak Seohyun membuat Kyuhyun tutup mulut. Pria itu menatap ke arah depan. Meredam amarahnya dan mencoba merenungkan kata-kata gadis di sebelahnya.

“Kita akhiri semuanya, Oppa. Terima kasih untuk kasih sayangmu selama ini. Tanpa kau, aku tak akan mampu menjadi seorang wanita yang kuat. Tanpa kau, mungkin aku tak tahu bagaimana rasa dari sebuah kata cinta. Tanpa kau, mungkin aku tak tahu, bahwa cinta harus ada pengorbanan,” ucap Seohyun lirih.

“Seo, kita bisa memperbaiki semuanya. Aku bisa menceraikannya sekarang juga.” Mohon Kyuhyun sembari menggenggam tangan Seohyun.

Seohyun menatapnya teduh. Memberikannya seulas senyum manis, “Belajarlah untuk mencintainya Oppa. Tidak ada salahnya belajar mencintai, dia juga mencintaimu. Takdir kita hanya sampai disini. Selanjutnya yang ada di hari-harimu adalah dia. Aku mohon Oppa, jangan menyakitinya lagi. Sayangilah dia, melebihi rasa sayangmu padaku,” ucap Seohyun lembut kemudian membuka pintu mobil Kyuhyun.

“Seo! Seohyun!!” teriak Kyuhyun, namun Seohyun segera berlari dan hilang di antara kerumunan pejalan kaki petang itu.

“SIAL!!” Kyuhyun memukul stir mobilnya. Kemudian mengacak rambutnya frustasi.

“Seohyun! Aku mencintaimu!” teriaknya keras kemudian menangis.

***

Sooyoung tersenyum puas dengan masakan yang baru saja selesai ia susun di atas meja makan. Menu makan malam yang baru ia pelajari dari resep di internet.

Wanita cantik itu memutar bola matanya ke arah jam dinding. Seharusnya dia sudah pulang, batinnya dalam hati. Namun ia segera tersadar akan lamunannya yang sedari tadi hanya berpusat pada jam dinding. Ia memilih untuk duduk di sofa ruang televisi dan menonton.

Satu jam…

Dua jam…

Tiga jam…

Sooyoung mulai bosan menunggu. Ia kembali memutar bola matanya ke arah jam dinding yang telah menunjukkan pukul 10 malam. Hati Sooyoung mulai gusar. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi sebuah nomor yang ia beri nama ‘My Evil’. Namun bukan suara yang ia harapkan mengangkat panggilan itu, melainkan suara operator yang menjawabnya. Nomor itu tidak aktif.

Sooyoung berjalan menuju ruang makan dengan wajah kecewa. Makan malam yang ia siapakan dengan sudah payah sejak tadi sore, kini tak tersentuh sama sekali. Karena sayang dengan karyanya, Sooyoung mulai mengambil piring dan mencicipi masakannya sendiri.

Tidak buruk. Usahanya memasak tidak sia-sia, meskipun hanya resep dari internet. Sooyoung tak menghabiskan masakannya, ia menyisakan sedikit dan menyimpannya ke dalam kulkas.

Setelah selesai mencuci piring dan membereskan meja makan, Sooyoung berjalan kembali ke dalam ruang televisi. Kali ini ia tak lagi menonton, melainkan merebahkan tubuhnya di atas sofa dan mulai menutup mata. Ia memilih untuk menunggu.

Saat malam benar-benar larut, suara mobil yang tertangkap oleh telinga Sooyoung membuatnya terjaga. Ia segera bangkit dan berlari kecil ke arah ruang tamu. Suara pintu terbuka semakin mempercepat langkahnya. Seorang pria tampan masuk dengan tampang berantakan. Bau alkohol langsung tercium oleh hidung Sooyoung.

Pria itu hampir ambruk kalau tidak tangan Sooyoung menahan bahunya. Sooyoung berusaha sekuat tenaga memapah pria itu ke dalam kamar.

“Seohyun-ah…Aku sangaaaaattt mencintaimu…hahahaha.” Racau pria itu dengan tertawa.

Oppa sadarlah,” ucap Sooyoung meskipun sia-sia.

“Kau mau kita putus? Andwe! Kau itu milikku, arraseo? Hahahahaha.” Lagi-lagi pria itu meracau tak jelas.

Sooyoung merebahkan pria itu ke atas tempat tidur, kemudian mulai membuka sepatunya. Saat ia akan membuka kemeja kerja pria itu, sebuah tangan mencengkramnya erat.

“Seohyun-ah, aku tahu kau pasti masih mencintaiku ‘kan?” Pria itu berbicara dengan menatap Sooyoung sendu.

Oppa, ini aku Sooyoung, istrimu.” Sooyoung berkata dengan nada ketakutan. Tangan pria itu— Kyuhyun, semakin erat mencengkram tangannya.

“Ya, kau memang milikku! Seohyun-ah! Kau milikku!” teriak Kyuhyun kemudian jatuh tertidur.

Cengkraman tangan kokoh itu terlepas, membuat Sooyoung segera berlari keluar dari kamar itu. Ia masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu. Derai air matanya seketika jatuh membasahi wajahnya. Ia merosot ke lantai dan menangis tersedu.

Sooyoung telah menjadi istri Kyuhyun selama setahun. Namun waktu yang panjang itu membuatnya tersiksa dengan batinnya sendiri. Pernikahan ini memang tak diinginkannya dulu. Bukan hanya dirinya, namun Kyuhyun juga begitu. Ia bagaikan di jual, karena perusahaan orang tuanya yang berkerjasama dengan perusaan keluarga Cho-lah penyebab pernikahan ini. Ia bersama Kyuhyun yang menjadi korbannya.

Mungkin perasaan sayang belum tumbuh di awal pernikahan ini, namun seiring berjalannya waktu Sooyoung mulai merasa ada perasaan lain saat ia melihat Kyuhyun. Ya, rasa itu pasti tumbuh karena mereka yang tinggal satu atap, walaupun berbeda kamar.

Sooyoung senang bisa menjadi seorang istri dari Cho Kyuhyun. Membuatkan suaminya sarapan dan mengajaknya makan malam bersama. Tapi itu hanyalah khayalannya. Sekalipun Kyuhyun belum pernah menyentuh masakannya.

Saat itu Sooyoung tahu, bahwa Kyuhyun memang tak mencintainya. Pria itu memiliki seorang kekasih di luar sana. Dan yang Sooyoung tahu lagi adalah, wanita itu lebih cantik dari dirinya. Mempunyai kepribadian baik dan cocok di sandingkan dengan suaminya. Sooyoung sadar akan kata-kata ‘Kita akan bahagia, jika orang yang kita sayangi juga bahagia’. Kata-kata naif itu lah yang membuat Sooyoung mengizinkan Kyuhyun merajut kasih dengan wanita lain, meskipun dirinya terluka.

Sooyoung terus berusaha menjadi yang terbaik untuk Kyuhyun. Menjadi istri yang patuh dan setia. Ia tak pernah mengeluh dengan sikap Kyuhyun yang terlewat dingin. Meskipun akhirnya hanya ada tangisan yang melupakan sakit di hatinya.

Sooyoung masih terduduk di lantai dengan isakannya. Tak lama ia bangkit dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Mata indahnya memandangi langit-langit kamar dengan kosong. Esok hari, tak boleh lagi ada tangisan, janjinya dalam hati sebelum terbang ke alam mimpi.

***

Hari telah berganti. Matahari pagi menyambut dengan sinar hangat dan hawa ceria di akhir pekan terakhir bulan Maret. Musim semi memang belum lama singgah ke tanah Seoul, membuat cuaca selalu cerah setiap hari.

Kyuhyun mencoba membuka kelopak matanya dan mengerjapkannya berkali-kali. Ia mengangkat kepalanya sedikit dan rasa pening membuatnya merintih sakit. Ia sadar, bahwa semalam mabuk berat. Namun yang ia tak mengerti, mengapa pagi ini ia bisa berada di kamar, bukan di mobil atau di jalan raya.

Kyuhyun mencoba mendudukkan tubuhnya. Tangan kanannya terus memijat kepalanya yang masih terasa berat. Samar-samar ia mengingat bahwa Sooyoung lah yang membawanya masuk ke dalam kamar. Ia bisa melihat sepatu kerjanya tergeletak di atas lantai.

Suara ribut di dapur dan aroma masakan yang harum membuat Kyuhyun tersadar bahwa hari ini adalah akhir pekan. Pantas saja, Sooyoung tak berangkat bekerja.

Kyuhyun turun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamar. Aroma masakan yang harum semakin membuat perutnya berbunyi nyaring.

Ia melangkahkan kaki ke arah dapur, bermaksud untuk membasahi tenggorokannya dengan air dingin dari kulkas. Ia dapat melihat Sooyoung yang sedang sibuk  memasak, sarapan mungkin.

Kyuhyun segera membuka kulkas dan mengeluarkan sebotol air mineral. Sooyoung tersadar akan kehadiran Kyuhyun, segera ia menghentikan sejenak pekerjaannya.

“Ah, Oppa sudah bangun? Aku sedang membuat sarapan pagi. Kita sarapan bersama ya, Oppa,” ucap Sooyoung dengan nada ceria.

Kyuhyun hanya menatapnya dingin. “Kau sarapan saja sendiri. Aku ada urusan.” Kyuhyun melenggang pergi dari dapur.

Sooyoung segera mengejar Kyuhyun dan menghadang langkahnya, membuat pria berambut coklat itu menatapnya heran. Sooyoung menatap tepat di mata Kyuhyun. “Oppa, aku mohon sekali ini saja kau cicipi masakanku,” mohon Sooyoung.

Kyuhyun memutar bola matanya malas. Ia berlalu begitu saja dari hadapan Sooyoung. Wanita itu menundukkan kepalanya dalam. Pagi ini ia harus menghabiskan sendiri masakannya.

Tak berapa waktu kemudian, Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan pakaian casual. Sooyoung yang tengah menonton televisi memandangnya heran.

Oppa mau ke mana?” tanya Sooyoung.

“Pergi.” Kyuhyun menjawab dengan satu kata.

Sooyoung bangkit dari duduknya. “Ke mana Oppa?” Sooyoung mengulang pertanyaannya.

Kyuhyun memandangnya kesal. Ia berjalan melewati Sooyoung yang masih mematung di tempat. “Bukan urusanmu!” tegas Kyuhyun kemudian benar-benar pergi meningglkan rumah.

“Begitu bencinya ‘kah kau padaku?” lirih Sooyoung sejenak menghentikan langkah Kyuhyun. Pria itu menghela nafas sebentar sebelum benar-benar meninggalkan tempat tinggalnya.

Di perjalanan Kyuhyun terus berpikir kemana ia harus mencari keberadaan Seohyun. Ia sudah mencari ke rumah gadis itu, kampus sampai tempat kursusnya. Kyuhyun mulai putus asa. Ia menghentikan laju kendaraannya di sebuah restoran cepat saji.

Sembari melepas lelah, Kyuhyun memesan beberapa menu untuk makan siang. Ia tak menyangka selama itu ia mencari keberadaan mantan pacarnya.

Tak lama waktu berselang, denting bel di restoran itu sedikit menarik perhatiannya. Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah pintu masuk. Sesosok pria yang tak asing baginya berjalan masuk. Kyuhyun tau itu Jung Yonghwa, sunbae Seohyun di tempat kursusnya.

Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan menuju Yonghwa yang sedang mencari tempat duduk kosong. “Mau duduk bersamaku di sana?” tanya Kyuhyun menunjuk kursinya. Yonghwa terkejut melihat kehadiran Kyuhyun, namun ia mengangguk setuju.

Mereka masih sama-sama diam saat pesanan mereka datang. Yonghwa belum menyentuh makan siangnya, nafsu makannya hilang seketika saat mengetahui Kyuhyun juga berada di restoran ini. Sedangkan Kyuhyun, pria itu menyendok sedikit demi sedikit nasi di hadapannya, nafsu makannya juga sama hilangnya seperti Yonghwa.

“Kau sering kesini?” tanya Yonghwa memecah hening.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya, menatap Yonghwa. “Tidak,” jawabnya singkat.

“Kau tampak berantakan, Kyuhyun-ssi,” ucap Yonghwa lebik ke arah mencibir.

Kyuhyun tertawa sinis, “Kau mengejekku? Kau sudah tahu masalahku?” tanya Kyuhyun.

“Ya, semuanya. Seohyun yang menceritakannya padaku semalam, sebelum dia—“ Yonghwa tak melanjutkan kata-katanya, membuat alis Kyuhyun bertaut ingin tahu.

“Sebelum dia apa? Kau dan Seohyun menyembunyikan sesuatu?”

“Sebenarnya Seohyun menitipkan sebuah pesan padaku. Ia ingin aku menyampaikannya padamu. Seohyun kemarin pulang ke Paris, menyusul semua keluarganya disana. Ia tak ingin mengganggu kehidupanmu lagi, Kyuhyun-ssi. Baginya, hubungan yang selama ini kalian jalin adalah sebuah kesalahan yang sangat besar. Seohyun sadar, selama ini ia menyakiti perasaan istrimu dan perasaannya sendiri. Ia berpesan, agar kau belajar mencintai istrimu dan melupakannya untuk selamanya.”

Kyuhyun mati-matian menahan airmatanya. Tangannya mengepal kuat, membuat buku-buku jarinya berwarna pucat. “Haruskah? Mengapa ia menjadi munafik?! Aku tak mungkin bisa mencintai wanita yang tidak ku inginkan hadir dalam hidupku! Aku tak bisa mencintainya!” seru Kyuhyun.

“Karena kau tak pernah memperdulikan kehadirannya, Kyuhyun-ssi. Aku tahu ini dari Seohyun, selama ini kau mengacuhkan istrimu. Belajar mencintai itu tak sulit, Kyuhyun-ssi,” ucap Yonghwa kemudian berdiri. “Aku pamit. Hanya itu yang ingin aku sampaikan padamu. Tolong kau ikuti pesan Seohyun, karena ia ingin hidupmu bahagia.” Yonghwa meninggalkan sosok Kyuhyun yang menunduk dalam.

Kyuhyun masih meremas tangannya kuat. Pikirannya kalut akan perasaannya pada Seohyun. Kini mantan kekasihnya itu telah meninggalkannya jauh. Seakan membenci dirinya yang bodoh ini.

Setetes air mata jatuh membasahi telapak tangannya. Kyuhyun menangis sekarang. Ia bagaikan kehilangan arah tanpa Seohyun di sisinya. Ia tak bisa untuk mencintai Sooyoung. Menganggapnya ada dan memperhatikannya. Itu terasa amat sangat sulit untuk di lakukan.

***

Sooyoung mengunci pintu rumahnya. Tadi ibu mertuanya menelpon dan menyuruhnya untuk datang. Sooyoung mengendarai mobilnya pelan, menuju ke sebuah toko buah. Ia membelikan sekantung buah jeruk kesukaan keluarga suaminya itu.

Membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk sampai ke rumah yang banyak di tumbuhi bunga Mirabilis Jalapa itu, yang selalu mekar pukul empat sore. Sooyoung keluar dari kendaraan pribadinya dan menjinjing kantung berisi buah jeruk yang tadi ia beli.

Ia menekan bel beberapa kali dan seorang wanita cantik lebih tua darinya membukakannya pintu. Cho Ahra tersenyum lebar ketika mengetahui tamu yang datang adalah adik iparnya. Segera ia mempersilahkan wanita tinggi semampai itu masuk dan bergabung dengan keluarganya.

“Oh, Sooyoung-ah kau sudah datang. Ayo kesini, Eomma baru saja mencoba resep puding baru,” ucap Nyonya Cho kemudian menarik kursi untuk Sooyoung.

Sooyoung tersenyum manis sebelum mencoba seseondok puding buatan ibu mertuanya. Puding strawberry itu terasa manis begitu menyapa lidahnya. Dengan susu kental di atasnya menambah rasa nikmat dan lembut. Sooyoung mengacungkan kedua jempolnya pertanda rasanya sangat enak. Ibu mertuanya tersenyum bangga. Tak lama Tuan Cho dan Ahra juga ikut bergabung di ruang makan.

“Mengapa kau tak datang bersama Kyuhyun? Hari ini kan libur, tak mungkin dia bekerja,” ucap Ahra sedikit membuat Sooyoung kewalahan mencari jawaban.

“Ah..itu…Kyuhyun ada urusan bersama client perusahaannya. Dia pergi dari tadi pagi, Eonni.” Sooyoung menjawab dengan sedikit ragu, namun semua anggota keluarga Cho tersenyum paham.

“Apa tingkah Kyuhyun masih dingin padamu, Soo? Eomma khawatir kau tak betah bersamanya,” ujar Nyonya Cho dengan wajah lemah.

Aniya, Eomma. Kyuhyun Oppa sangat menyayangiku. Tadi pagi kami sarapan bersama sebelum ia pergi.” Lagi-lagi ia harus berbohong, Kyuhyun menganggapnya tak ada dan tadi pagi tak ada sarapan bersama.

“Syukurlah jika begitu. Akhirnya usaha kami dan orangtuamu berhasil. Kalian saling menyayangi dan mencintai,” ucap Nyonya Cho dengan senyuman lebarnya.

Sooyoung menangis dalam hati. Ia merasa sangat berdosa membohongi kedua mertuanya dan juga kakak iparnya. Yang ia harapkan memang sebuah pernikahan harmonis bersama Kyuhyun, bukan seperti sekarang.

Setelah selesai berbincang dengan keluarga Cho, Sooyoung pamit pulang. Ia beralasan harus membuatkan Kyuhyun makan malam.

Saat tiba di rumah, Sooyoung menyernyit heran. Sejak kapan ia menyalakan lampu teras. Oh, mungkin Kyuhyun sudah pulang, pikirnya. Sooyoung melangkah masuk dengan perlahan. Ia dapat melihat rumahnya masih gelap. Mungkin Kyuhyun sedang di kamarnya, terkanya lagi.

Wanita itu menyalakan lampu ruang tengah dan pada saat yang bersamaan matanya membulat sempurna. Botol vodka yang kosong dan barang-barang yang berserakan. Kyuhyun tergeletak lemas di atas sofa, seketika membuat Sooyoung panik.

“OMO! Kyuhyun Oppa! Bangunlah, mengapa kau jadi begini?” ucap Sooyoung menepuk-nepuk pipi Kyuhyun.

“Seohyun-ah, aku tahu kau pasti datang. Aku sangat mencintaimu. Sangat mencintaimu,” racau Kyuhyun dengan keadaan mabuk. Ia mencoba bangkit dari tidurnya dan duduk di hadapan Sooyoung.

Bau alkohol langsung menyapa penciuman Sooyoung, namun gadis itu tak mengalihkan wajahnya dari Kyuhyun yang kini sedang menatapnya. Tangan pria itu menggenggam lengan Sooyoung, kemudian ia menarik Sooyoung dengan hentakan. Sooyoung mencoba memberontak, namun sapuan bibir Kyuhyun membuat tubuhnya membeku. Ciuman pertamanya. Kyuhyun menciumnya.

Sooyoung memberontak. Semakin kuat gerakannya, semakin kasar ciuman Kyuhyun di bibirnya. Sooyoung menangis sekarang. Ia memang tak berhak menolak keinginan suaminya, namun ia ingin melakukannya secara sadar. Kyuhyun mulai menarik baju Sooyoung, kemudian merobeknya dengan sekali hentakan kuat.

Dan malam yang gelap itu, Kyuhyun membuat Sooyoung menjadi miiknya, seutuhnya. Dalam keadaan di bawah sadar suaminya, Sooyoung menangis saat Kyuhyun melepaskan benih cintanya. Sooyoung terus menangis sampai Kyuhyun tergeletak lemas dan tertidur.

Wanita itu masih sempat memasangkan Kyuhyun pakaian lengkap sembari menghapus air matanya dan menahan perih di selangkangannya. Ia juga membersihkan semua cairan yang mengotori sofa. Kemudian ia berlari cepat ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan membantingnya. Tubuhnya merosot ke lantai yang dingin dengan air mata yang berlinang deras. Ia sangat takut saat ini. Sooyoung memeluk tubuh polosnya. Rasa dingin yang menyerangnya tak ia hiraukan. Sakit dan ketakutan membuatnya terbaring di lantai hingga tertidur.

***

“Argghhh,” erang Kyuhyun sembari memegang kepalanya yang sakit.

Ia memperhatikan sekitarnya, sepi. Tumben sekali belum ada suara Sooyoung yang memasak di dapur. Ia masih dapat melihat dua botol vodka yang ia teguk hingga tandas semalam dan semua barang-barang yang ia hancurkan. Ia masih mengingat pesan Seohyun yang menurutnya sangat berat untuk di indahkan.

Kyuhyun tersadar sesuatu yang asing di matanya. Sebuah baju yang telah robek. Ia mencoba mengingat-ingat kejadian semalam dan seketika itu ia mengumpat dalam hati. Mengapa ia bisa lepas kontrol? Namun secepat mungkin ia merubah raut wajahnya, ini bukan kesalahannya. Ini hanya sebuah kecelakaan, ia sedang mabuk semalam.

Suara pintu kamar Sooyoung terbuka. Istrinya itu keluar dengan pakaian lengkap untuk pergi bekerja. Sooyoung berjalan menuju dapur tanpa menoleh padanya. Bahkan saat pergi bekerja tak ada kata pamit yang ia lontarkan untuk Kyuhyun.

Kyuhyun tahu Sooyoung pasti berubah karena kejadian semalam. Kyuhyun merasakan sedikit di bagian hatinya ada rasa penyesalan, namun ia sangsi. Mungkin hanya perasaanku saja.

*

Kyuhyun pulang awal hari ini. Ia membeli beberapa buah untuk persediaan di dalam kulkas. Entahlah mengapa ia melakukan ini. Yang ia tahu buah yang kini di belinya adalah buah-buahan wajib yang ada di dalam kulkas dan sudah pasti kesukaan Sooyoung.

Kyuhyun mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian rumah. Kemudian berjalan menuju ruang televisi untuk bersantai sejenak. Saat ini masih pukul delapan malam, Sooyoung belum juga pulang. Kyuhyun merasa rumah ini sangat sepi tanpa kehadiran Sooyoung yang selalu bertanya banyak hal padanya.

“Mengapa aku selalu memikirkan wanita itu?” gumam Kyuhyun kesal dan mencoba fokus pada tontonannya saat ini.

Mata Kyuhyun mulai memberat. Ia memutar pandangannya malas ke arah jam dinding. Pukul dua subuh dan istrinya belum juga pulang. Hati Kyuhyun mulai gusar. Tanpa memikirkan rasa gengsi, ia menghubungi Sooyoung untuk yang pertama kalinya, namun nihil ponsel istrinya tak aktif.

“Beginikah rasanya saat ia menungguku pulang setiap malam?” ucap Kyuhyun lirih.

Suara pintu terbuka membuat Kyuhyun berjalan cepat menuju ruang tamu. Ia dapat melihat Sooyoung yang pulang dengan wajah kusut karena mengantuk dan masih memakai pakaian kerja.

Kyuhyun segera menggenggam tangan Sooyoung. Istrinya itu memandangnya dengan kilatan tajam. “Ke mana saja kau?” tanya Kyuhyun tegas.

“Bukan urusanmu!” ucap Sooyoung kemudian berusaha melepas genggaman tangan Kyuhyun. “Lepaskan!” serunya.

“Jawab pertanyaanku dulu. Kau dari mana saja?!”

“Apa urusanmu?! Aku tak pernah bertanya padamu saat kau pulang larut, jadi sekarang tak ada masalahnya untukku jika melakukan hal yang sama. Lepaskan tanganku!!” pekik Sooyoung marah.

“AKU SUAMIMU SOOYOUNG!!” teriak Kyuhyun.

“SUAMI?! KAU MASIH MENGANGGAP DIRIMU SUAMIKU?” balas Sooyoung dengan teriakan.

“JAWAB PERTANYAANKU!!” teriak Kyuhyun lagi. Sooyoung tak menjawab melainkan memberontak melepaskan genggaman tangannya.

“Aku tak mau menjawabnya. Itu bukan urusanmu!”

Bantingan keras kamar Sooyoung membuat hati Kyuhyun bagai di remas sangat kuat. Ia tak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Mengikhaskan kepergian Seohyun dan mulai mencintai Sooyoung sedang ia lakukan sekarang. Namun tak semulus yang ia bayangkan. Kejadian seminggu yang lalu membuat Sooyoung berubah. Kyuhyun dapat mengingat semuanya sekarang. Ia menyetubuhi Sooyoung malam itu.

***

Kali pertamanya Sooyoung bangun siang dan terlambat bekerja. Wajahnya pucat dan badannya terasa sangat lemas. Hari ini awal bulan Mei, awal musim panas yang selalu Sooyoung tunggu-tunggu. Namun harus ia lalui dengan terbaring lemah di atas tempat tidur kamarnya.

Ia memilih untuk izin tidak bekerja daripada pingsan ketika berjalan di lorong perusahaannya. Sooyoung melihat jam di samping tempat tidurnya. Pukul sepuluh pagi, Kyuhyun pasti sudah pergi bekerja. Ia tak sempat memasakkan sarapan untuk suaminya.

Selama dua bulan ini Sooyoung masih membuatkan sarapan dan makan malam untuk Kyuhyun, namun ia tak pernah duduk menemani suaminya saat menyantap masakannya. Selama itu pula Kyuhyun tak pernah mengabaikan masakannya dan menyantapnya lahap di meja makan, seperti impiannya dulu.

Secercah perasaan bahagia selalu timbul di hati Sooyoung saat matanya melihat Kyuhyun yang menghabiskan semua masakannya. Tapi perasaan takutnya dengan kejadian dua bulan yang lalu kembali membayangi. Bagaiamana wajah Kyuhyun yang memaksanya bercumbu. Sooyoung masih takut untuk berdekatan dengan Kyuhyun selama dua bulan ini.

Sooyoung menutup mulutnya. Rasa mual yang tiba-tiba datang membuatnya berlari ke kamar mandi dan muntah di sana. Tak ada makanan yang ia keluarkan, hanya salivanya yang banyak. Sooyoung memijat pelipisnya. Ada yang tidak beres pada dirinya saat ini.

Sooyoung memutuskan untuk membuat roti selai sebelum meminum obat paracetamol. Biasanya ia akan kembali segar setelah tidur.

*

Kyuhyun tak tahan berlama-lama di dalam kantor. Semua tugasnya menjadi direktur telah ia selesaikan kemarin dan rapat bersama investor berakhir dua jam yang lalu. Kini ia hanya terdiam di tempat duduknya sembari memandangi gambar wajah Sooyoung yang menjadi wallpaper ponselnya. Senyuman lebar ia sunggingkan sama seperti wajah Sooyoung yang tersenyum bahagia.

Kyuhyun tak pernah lagi pulang kerja sampai larut malam. Minum bersama teman-temannya di klub mewah dan sebagainya. Ia benar-benar menjalankan semua pesan Seohyun. Mencintai Sooyoung dengan tulus dan itu berhasil. Kyuhyun akui saat ini ia sangat menyayangi Sooyoung. Mengkhawatirkan wanita itu sampai ke hal terkecil. Meskipun Sooyoung enggan berdekatan dengannya.

Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menyambar jas-nya yang tersampir di kursi. Ia putuskan untuk pulang awal dan melihat bagaimana keadaan Sooyoung. Tadi pagi istrinya itu belum bangun tidur dan membuatkannya sarapan. Kyuhyun tak berani membangunkan tidur istrinya dan sekarang ia khawatir. Apa Sooyoung baik-baik saja?

“Soo?!” panggil Kyuhyun sampai di rumah dan berdiri di depan kamar Sooyoung.

Ia mengetuk pelan pintu putih itu namun tak ada jawaban dari dalam. Dengan ragu ia memutar knop pintu kamar Sooyoung dan mendesah lega ketika melihat istrinya yang tengah tertidur pulas.

Kyuhyun berjalan pelan mendekat ke arah tempat tidur Sooyoung. Memandang wajah Sooyoung yang memucat dengan bergelung selimut tebal. Kyuhyun mengulurkan tangannya ke arah dahi Sooyoung, wajahnya berubah cemas saat panas tubuh istrinya itu terasa di kulit tangannya.

Tidur Sooyoung terusik. Ia menggeliat pelan dan membuka matanya perlahan. “Kyu…” ucapnya terkejut namun dengan nada lemah.

Gwenchanayo? Kau sakit, Soo. Sudah minum obat?” tanya Kyuhyun di jawab anggukan pelan dari Sooyoung.

Kyuhyun masih memandangi Sooyoung yang kini memilih memandang langit-langit kamarnya. Wajah pucat istrinya itu masih membuat Kyuhyun khawatir. Namun tiba-tiba Sooyoung menutup mulutnya dan berlari cepat ke arah amar mandi tanpa menutup pintunya.

Kyuhyun mengikuti Sooyoung. Kyuhyun panik saat melihat Sooyoung muntah-muntah dan terduduk lemas di lantai kamar mandi. “Sooyoung-ah, ayo aku buatkan teh hangat,” ucap Kyuhyun sembari memapah Sooyoung berjalan menuju meja makan.

“Mengapa kau tak menelponku bahwa kau sakit? Aku bisa pulang secepat mungkin hari ini,” ucap Kyuhyun setelah selesai menghidangkan teh hangat untuk istrinya.

“Aku baik-baik saja. Hanya demam biasa,” jawab Sooyoung lemah dan menyesap teh pertama buatan suaminya.

“Ayo kita ke dokter. Kau tampak sangat pucat Soo,” ajak Kyuhyun.

“Tapi aku…”

“Ayolah Soo. Jangan semakin membuatku khawatir. Ini pertama kalinya aku melihatmu sakit, Soo. Cepat ganti bajumu,” ujar Kyuhyun lembut dan penuh perhatian. Sooyoung tersenyum senang dalam hati. Ia belum pernah mendengar Kyuhyun berbicara selembut itu padanya. Sooyoung akui, ia tak takut lagi berdekatan dengan suami tercintanya.

Sooyoung mengangguk patuh dan segera melangkah masuk ke dalam kamarnya. Tak lama kemudian Kyuhyun menggandeng tangannya untuk berjalan keluar rumah sampai masuk ke dalam mobil. Kyuhyun berubah padanya. Inilah impiannya sejak dulu.

***

“Nyonya Cho,” panggil seorang perawat.

Sooyoung masih duduk tenang di samping Kyuhyun yang tersadar akibat suara suster itu. Ia melihat ke arah Sooyoung dengan gemas. “Soo, ini giliranmu,” ujar Kyuhyun.

“Bukan, Kyu. Itu giliran Nyonya Cho,” jawab Sooyoung ringan.

“Iya, itu kau. Ayo masuk Soo,” ajak Kyuhyun menarik pergelangan tangan Sooyoung.

“Bukan, Kyu. Namaku ‘kan Choi Sooyoung bukan…”

“Nyonya Cho Sooyoung?” ulang perawat itu membaca kertas nama pasien di tangannya.

“Dengarkan? Itu namamu. Ayo cepat masuk.”

Sooyoung tertegun saat perjalan menuju ruangan dokter. Marganya berubah? Apakah ini sebuah mimpi? Kyuhyun mendaftarkan namanya dengan marga Cho? Marga suaminya. Ah, aku Nyonya Cho sekarang, girang Sooyoung dalam hati.

“Apa keluhan Anda Nyonya Cho?” tanya dokter itu.

“Aku hanya demam dan sedikit mual dokter,” jawab Sooyoung.

“Baiklah, coba berbaring dan saya akan periksa sebentar.”

Kyuhyun terus memperhatikan Sooyoung. Dengan seksama ia melihat semua yang dokter itu lakukan pada istrnya. Selesai di periksa Sooyoung kembali duduk di sampingnya masih dengan wajah yang pucat. Kyuhyun menggenggam tangannya lembut, membuat Sooyoung terkejut.

“Saya sarankan Anda perbanyak istirahat,” pesan dokter itu di jawab anggukan patuh dari Sooyoung dan Kyuhyun.

“Banyak makan makanan yang bergizi dan meminum vitamin. Jangan melakukan pekerjaan yang terlalu berat dan memerlukan waktu yang lama, Nyonya Cho.”

“Selamat atas kehamilan Anda.”

Suasana menjadi hening. Kyuhyun mengerjapkan matanya tak percaya. Dokter itu tersenyum lebar dan memberikan resep obat kepada Kyuhyun.

“Usianya baru dua bulan. Saya sarankan untuk menjaganya dengan sangat hati-hati,” lanjut dokter itu.

“Istri saya mengandung?” tanya Kyuhyun masih tak percaya. Sedangkan Sooyoung masih menatap dokter meminta penjelasan lebih.

“Ya, selamat untuk kehamilannya,” ujar dokter itu sebelum mengantar pasangan itu keluar dari ruangannya.

***

Kyuhyun menggandeng tangan Sooyoung berjalan masuk ke dalam rumah. Sooyoung tak berbicara sedikitpun selama perjalanan pulang. Ia masih terlalu terkejut dengan kehamilan pertamanya saat itu.

Sooyoung duduk di sofa ruang televisi dengan pandangan kosong. Kyuhyun datang menghampirinya dengan membawa segelas air putih dan obat dari dokter.

“Ayo, Soo minum obat dulu,” ucap Kyuhyun lembut.

“Kyu, dokter itu tidak berbohong ‘kan?” tanya Sooyoung membuat Kyuhyun menyernyit heran.

“Tentu saja tidak. Mana ada dokter yang membohongi pasiennya Soo,” jawab Kyuhyun dengan tertawa kecil.

“Aku hamil?” tanya Sooyoung menatap manik mata indah milik Kyuhyun.

Tiba-tiba Sooyoung memeluk leher Kyuhyun. Erat dan terisak pelan. “Aku hamil, Kyu. Aku hamil.” Sooyoung terus mengulang kalimat itu.

“Ya. Dan aku sangat bahagia,” ucap Kyuhyun mengeratkan pelukan mereka. “Terimakasih, Soo kau memberikan harta paling berharga untukku. Anak ini buah hati kita. Saranghae, Cho Sooyoung,” ucap Kyuhyun kemudian menghapus air mata Sooyoung.

Saranghae.”

Mata Sooyoung membulat sempurna. Kyuhyun menyatakan cinta padanya? Ini bukan sebuah mimpi lagi ‘kan? Kyuhyun mencintainya??

Nado saranghae, Kyu. Saranghae. Saranghae,” jawab Sooyoung dengan senyum bahagianya dan mencium pipi Kyuhyun kilat.

“Sekarang waktunya minum obat, Eomma.”

 

To Be Continue…

 

Annyeonggg!!

Duh nih author menghilang lama banget yah? Dan gak bertanggung jawab lagi!! FF yg lain masih nunggak, ini bikin ff baruu!!

Mianhaeeeeeee!! Ini Cuma two shoot kok. Sabar yah buat yg nungguin kelanjutan My Beautiful Servant. Sebentar lagi rampung kok. Sabar yahhh..

Gimana ff nya? Pasaran banget yah?? Ahh bodo amat lah. Aku lagi suka banget sama Kyuyoung. Ayo di koment semuanyaaaaa😀 hhehehhe…

 

 

 

38 thoughts on “Complete (Part 1)

  1. Annyeong🙂
    ak reader baru dan ak knight🙂
    awal-awal nyesek bacanya, liat kyuppa dingin banget sama soo eonnie, untung seobaby cepat sadar kalo selingkuh tu dosa, hehehe
    wuahh soo eonnie hamil, chukkae yah,
    d tunggu lanjutannya🙂

  2. Anyeong aduh pertama baca sedih bgt kyuppa kok tega bgt bersikap dingin ma soonnie tp sekarang kyuppa dah berubah dan mencintai soonnie dgn tulus… Ayo lanjut di tunggu next part nya~

  3. . Hallow, kkk.
    . Huaaaahhhh, awalnya saya nyesek. Takut kyu gabisa sayang sma syoo dg tulus, tpi ternyata bisa juga… Kkk~
    . Next partny ditunggu ^^;

  4. bener kata orang.
    Semua akan indah pada waktunya🙂
    syoo yg pda awalny harus merasakan sakit karna seokyu yg selingkuh dari dya, tpi pda akhirnya merasakan bhagia jga.
    Saat seo pergi dan saat kyu menyadari kalo dya mencintai syoo😀

    serius deh.
    Pas pertama bca tu nyesek abis.
    Kesel jga ama kyu.
    Kok bsa dya setega itu ama syoo,
    pdhalkan itu ga sepenuhnya kesalahan syoo -.-
    tpi untglah seo sdar ‘n ninggalin kyu.
    Jdie kyu sadar kalo dya cinta ama syoo🙂

    ketawa aku pas dirumah sakit yg syoo dipanggl nyonya cho tpi ga bangun.
    Malah ngotot ama kyu kalo itu bkan dya😛

    next part ASAP yaa ^^

  5. ahh. Tanggung jawab !! Gara2 kata eomma aku jd ketawa ngakak, masker ku jd pecah ini. Hadeh *abaikan*

    Nanti Seohyun di part 2 muncul lg gk ? Trus klu dia muncul pasti ada ribut2 kecil *sumpah sotoy*

    ahh. Kyu mau jd Appa. Haha xD

  6. huaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………….
    kyuppa awal2 nyebelin ih…
    tp akhirnya berubah juga walopun awalnya karena seo….
    ayo kyuyoung bersatu

  7. Ceritanya lumayan bagus…
    Kyuhyun yg tadinya tdk peduli ama soo, skrg dh berubah. Kira2 kyuhyun benar sayang ama soo, kasihan soo slalu menderita. Pngn tau di part 2, mereka hidup bahagia ga apabila seohyun dtg. Dtunggu ya klanjutannya.

  8. Waaa dee kemana aja kmu ngak nongol2 lgi sibuk sekolah ya,yeee ahir bikin ff kyuyong kerenn de, sedih ampe nangis bacanya tpi knpa ya de kok kkmalah jadi bayangin mereka yoonwon bukan kyuyoung abisnya kebanyakan klu bca ff kyuyoung itu evil evilan ama berantem mulu dee,pkkonya kerennnn dah di tunggu beutiful servertnya yaa dee

  9. Knight~ Knight dsini~ *apasih?*
    awal.y menyesakkan, tp syukurlah akhr.y kata “saranghae” dantra mreka kluar jg + Soo eonni udh hamil jg ^^
    tp TBC ya, krain td end loh, abis ksenengan udh happy ending aja kkk, mdah2n gk ad mslah brarti bwt KyuYoung kdpan.y aamiin.. Hahaha
    next ya. Hwaiting!

  10. udah lama nuggu ff d sni publish,hhah
    seru thor critannya biasannya ff lain SeoKyu tpi ini KyuYoung
    tapi keren thor
    d tunggu yah next ff YoonWonnya,hahah
    gomawo
    fighting!!

  11. hwaaaaaaaaaaa feelnya dapet banget saeng aku sukaa ceritanyaaa ^ ^
    ga sabar nunggu kelanjutannya . jangan lama lama ya saeng dipublish part selanjutnya :))
    jadi ikut ikutan suka sama couple ini . hehehe

  12. Walau aku bkn kyuyoung shipper tpi aku suka sama ceritanya…
    Soo kasian bget awal2 nya V akhirnya kyu sdr juga…chukkae atas kehamilan nya
    #Hhihihii…
    Aku tunggu ff YoonWon nya…
    Update soon ne:)

  13. Akhirnyaaaa kyu nerima soo juga huaaa so sweet soo udh hamil :’))
    Ditunggu chingu part selanjutnya gasabarrr. Happy end!!^^ hwaiting chingu :9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s