A Happy Ending Part 1- SeoKyu

kim-hyera

Poster by: ShinyoArt

Title : A Happy Ending

Author : Kim Hyera

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Seo Joo Hyun

Rating : PG-15

Genre : Romance, Married Life, Family, Sad

Lenght : Chapter

A/N: ANNYEONGHASEO ^^ AKU COMEBACK BENERAAAANNNNN!!! ADA YANG KANGEENN?? kayanya gak ada ya T.T Ini ff yang temanya udh klasik banget yaaa tapi tetep asik deh buat di baca#pede hehehe ini SeoKyu loohh banyak yang request SeoKyu sama YoonWon tapi aku buatin yang Seokyu dulu yaaaaa semoga suka Happy Reading ♥♥

***

Author POV

Pagi musim semi yang indah banyak di manfaatkan orang-orang untuk menikmatinya dengan berjalan-jalan bersama orang yang di cintai. Pagi itu Ibu Kota Korea Selatan tampak ramai karena telah memasuki akhir pekan. Mobil-mobil banyak berlalu lalang di jalan raya yang mulai padat karena aktivitas liburan yang baru akan dimulai.

Ramainya Seoul tak sama seperti kediaman Keluarga Seo yang tampak begitu lengang. Belum terlihat aktivitas yang di jalani penghuni rumah itu selain para pelayan yang tengah cemas menunggu tuan rumahnya. Ya, semalam ada kejadian yang cukup menggemparkan satu rumah tersebut.

Semalam, anak tunggal mereka, Seo Joo Hyun menangis hebat setelah bertengkar dengan Ayah dan Ibunya. Anak gadis yang baru merasa indahnya ‘pacaran’ itu di paksa untuk meninggalkan kekasihnya yang notabenenya hanya seorang  pelajar satu angkatan dengan Seohyun.  Seohyun menangis tak mampu melawan Ayah dan Ibunya yang tidak menyukai hubungannya tersebut dan memilih untuk menjodohkan anak belianya.

Mendengar kata ‘Perjodohan’ membuat Seohyun semakin terpuruk. Di kepalanya terbayang bagaimana masa depannya yang suram bersama suami yang tak ia cintai. Ya, ia memang akan di jodohkan sejak kecil dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan perjanjian antara keluarga Seo dan keluarga calon suaminya. Perjodohan yang di anggap kolot namun tidak untuk keluarga gadis itu.

Seohyun menggeliat pelan dan mengerang ketika merasakan sekujur tubuhnya nyeri akibat gaya tidurnya yang abnormal. Matanya bengkak karena menangis semalaman dan ia tertidur dengan keadaan duduk sambil memeluk lututnya di lantai.

Yang pertama gadis itu lakukan adalah menggelung rambutnya yang berantakan dan mengucek matanya. Ia terdiam cukup lama mengingat kejadian semalam yang menurutnya awal dari masa depan suramnya. Ia harus mengikhlaskan hubungannya bersama Donghae, kekasih pertamanya yang kini telah hancur berantakan karena Ayah dan Ibunya.

Seohyun tak mau memikirkan itu lagi, memikirkannya hanya akan membuat hatinya sakit dan menambah banyak masalah. Hari ini Ibunya telah berpesan untuk cepat bersiap dan pergi ke salon untuk mempercantik diri. Malam ini adalah pertemuan keluarganya dengan keluarga calon suaminya. Seohyun segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.

***

“Malam ini keluarga Cho akan datang pukul 7 dan kau harus sampai di rumah sebelum pukul 7. Arraseo?” Nyonya Seo berbicara kepada putri tunggalnya ketika mereka sedang menikmati sarapan.

“Ne, Eomma.” Seohyun menjawab pelan sembari mengunyah roti gandumnya.

Appa harap kau bisa dengan cepat mengakrabkan diri dengan calon suamimu. Pernikahan akan segera di langsungkan karena Appa tidak ingin menunggu lama untuk mendapatkan cucu,” Tuan Seo berkata sembari menerawang membayangkan.

“Itu terlalu cepat Appa. Mana mungkin aku bisa secepat itu mendapat anak, aku masih kuliah,” jawab Seohyun santai.

Appa mu terlalu bersemangat tapi Eomma juga merasa ingin secepatnya menimang cucu,” ucap Nyonya Seo sembari tersenyum kepada Seohyun.

“Hah mereka berdua sama saja,” dengus Seohyun pelan kemudian berdiri dari duduknya. “Aku pergi dulu, Annyeong.” Seohyun mengecup kedua pipi orang tuanya sebelum keluar rumah dan melajukan mobilnya menuju salon ternama di Seoul. Ia berusaha menganggap kejadian semalam tak pernah terjadi, menganggap semuanya baik-baik saja.

Sementara itu di kediaman keluarga Cho…

Appa bercanda? Aku masih ingin fokus berkarir aku tidak ingin cepat-cepat menikah. Dan dari namanya aku sudah dapat menebak ia adalah gadis manja yang bisanya hanya mengeluh. Dia belum bisa menjadi istri yang baik.” Gerutuan itu tak di hiraukan oleh Tuan Cho.

“Bersiaplah jam 7 malam kita akan makan malam bersama dengan keluarga Seo dan membicarakan pernikahanmu. Ingat Kyuhyun-ah, jangan kabur atau melakukan hal-hal yang tidak wajar!” ancam Tuan Cho sebelum meninggalkan ruangan kerja anak bungsunya.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Ayahnya ternyata tidak main-main, omongan beliau seminggu yang lalu ternyata bukan candaan semata. Menikah? Ia harus menikah di saat karirnya tengah gemilang dan lebih konyolnya  dengan perjodohan.

“Seo Joo Hyun, kita lihat saja nanti siapa yang akan berkuasa setelah kita menikah.” Senyuman licik tercetak jelas di bibir Kyuhyun. Ia berpikir mungkin bisa menikah dengan gadis pilihan orang tuanya tapi tidak untuk mencintai istrinya. Jangan harap itu terjadi.

***

Malam itu makan malam berlangsung dengan hangat. Kedua keluarga kaya raya tersebut tampak menikmati makan malam dengan di temani tawa bahagia. Tapi tidak untuk Kyuhyun yang sejak tadi tampak tidak berminat untuk menyentuh makanan yang telah di sediakan. Ia hanya mengaduk-aduk makanannya dengan malas dan memasukkannya sedikit demi sedikit ke dalam mulutnya.

Sementara itu Seohyun masih belum turun ke lantai dasar, ia sengaja mengulur waktu dengan beralasan sakit perut dan kini ia hanya berdiam diri di kamar mandi yang ada di kamarnya. Ia mematut bayangannya di cermin dan mempersiapkan diri untuk mendengar banyak kalimat yang akan di bicarakan Ayahnya tentang pernikahan, pernikahan dan pernikahan.

“Seohyun-ah, kau sudah selesai sayang? Semuanya tengah menunggumu, ayo turun.” Mendengar suara Ibunya yang  sudah kesekian kali memanggilnya, membuat Seohyun harus keluar dari tempat persembunyiannya.

Ia menuruni anak tangga dengan pelan, ia masih saja ingin mengulur waktu. Hingga akhirnya ia tiba di ruang makan dan di sana ia melihat calon mertuanya bersama kakak ipar dan istrinya yang tengah hamil besar tersenyum ramah kepadanya. Seohyun membalas senyum mereka dengan senyuman terbaiknya sebelum duduk di samping ibunya.

***

Kyuhyun POV

Aku masih belum melihat dimana calon istriku itu berada. Lihatlah, belum menikah saja ia sudah terlambat. Sudah dapat di tebak ia adalah gadis manja yang bisanya merengek kepada Ibu Ayahnya. Aku mengedarkan pandanganku malas ke sekeliling ruangan ini sampai akhirnya pintu di depanku terbuka. Aku segera mengalihkan pandanganku ke arah pintu, disana aku melihatnya. Ia gadis yang cantik menurutku, sangat sederhana  dengan memakai dress selutut berwarna merah muda dengan rambut di ikat ekor kuda. Sangat berbeda dengan anak-anak kalangan atas yang berpenampilan berlebihan.

Ia duduk di hadapanku dan mata kami bertemu. Ia menganggukkan kepalanya pelan mengucapkan salam kepadaku namun aku segera mengacuhkannya, tetap saja aku tak suka. Ia adalah gadis penghancur masa depanku yang gemilang.

Ia terus memperhatikanku dan aku merasakan itu. Aku sebenarnya risih dan membalas tatapannya dengan sinis. Ia menundukkan kepalanya dan mulai memakan makanannya.

Seohyun POV

Setelah menampilkan senyum terbaikku kepada keluarga Cho, aku menarik kursi di samping Ibu. Dan aku melihat calon suamiku, kami duduk berhadapan. Aku terdiam melihat wajahnya, dia laki-laki yang tampan. Aku terpana dan tak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Dadaku berdebar kencang, apa secepat ini aku move on dari Donghae? Oh Seohyun kau memang masih labil!

‘Sepertinya aku berubah pikiran, aku akan menerima perjodohan ini dengan senang hati’ ucapku dalam hati sembari tersenyum tipis.

Aku kembali menatapnya yang kini tengah mengunyah makanannya pelan. Oh, Tuhan mengapa ciptaanmu terlalu sempurna! Mungkin ini konyol, aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia membalas tatapanku namun mata itu memandangku sinis. Ya aku mengerti, dia pasti menolak untuk menikah denganku kemudian aku tertunduk kecewa.

“Jadi sudah kami putuskan bahwa pernikahan akan di langsungkan satu bulan lagi. Kyuhyun-ah, selama sebulan ini mulailah pendekatan dengan Seohyun. Kami semua berharap kalian cepat mengerti satu sama lain.”

Suara dari Ayah laki-laki itu ah, maksudku Kyuhyun mengalihkan pandanganku. Aku hanya tersenyum mengiyakan dan kulihat Kyuhyun tak peduli.

Setelah makan malam yang menurutku indah itu, aku selalu terbayang wajahnya, dan selalu berkhayal saat setelah menikah aku dan dia mempunyai kehidupan yang harmonis seperti yang sering aku lihat di dalam drama.

Selama sebulan sebelum pesta pernikahanku, aku sibuk mengerjakan skripsiku. Bisa di bilang aku tak punya waktu untuk merawat diri sebelum pernikahan seperti gadis lain. Namun hari ini, seminggu sebelum pernikahanku, aku di beritahu Ibu bahwa Kyuhyun akan menjemputku untuk membeli cincin pernikahan kami. Aku tentu saja bersemangat, sejak pagi aku sibuk membongkar seluruh lemari untuk menemukan baju yang pas untuk aku pakai nanti. Karena aku terlalu bingung, aku memutuskan untuk mengajak Sora, sahabatku untuk memilihkan baju yang cocok.

“Menurutku baju itu terlalu kekanakan Hyun-ah. Kau harus menampilkan sisi wanitamu. Jangan selalu memakai pakaian untuk seumuran anak SMA. Kau ini akan menikah,” komentarnya saat aku keluar dari kamar mandi.

“Lalu aku harus pakai yang mana? Aku bingung Sora!” Aku mengacak rambutku frustasi.

“Tunggu, bagaimana kalau kau pakai yang ini.” Sora mengangkat dress berwarna putih hitam.

“Baiklah aku akan memakainya. Yaakk!! Eottokhae 10 menit lagi Kyuhyun akan menjemputku!” Aku berlari masuk ke kamar mandi dan segera berganti baju. Secepat kilat aku gelung rambutku tinggi kemudian memoleskan make up tipis dan turun ke lantai dasar.

“Seohyun-ah, kau lupa membuka celana panjangmu!” Ah! Sebegitu paniknya kah aku?

***

Kyuhyun POV

Hari ini Ayah memaksa untuk menjemput Seohyun dan membeli cincin pernikahan kami. Sebenarnya aku malas untuk urusan seperti ini. Aku harus rela menunda meeting dengan investor Jepang tentang pembangunan hotel baru di Jeju. Ya, pekerjaanku sebagai CEO Cho Corporation selalu menyita semua waktuku.

Aku tiba di depan rumahnya tepat jam 12 siang. Aku turun dari mobil dan saat itu pula aku lihat ia keluar dari rumahnya dan berjalan ke arahku. Baguslah, aku tak perlu repot-repot memencet bel rumahnya. Ia tersenyum kaku melihatku yang cepat-cepat buang muka.

Annyeonghaseo, Kyuhyun-ssi,” sapanya pelan. Aku hanya menundukkan kepala sedikit untuk membalasnya.

Selama di perjalanan ia hanya diam dan sesekali melirik ke arahku. Aku tak berniat untuk berbicara dengannya sampai kami sampai di depan toko perhiasan. Aku masuk duluan dan dia berjalan di belakangku. Saat matanya sibuk menelusuri etalase, aku menghampirinya.

“Pilih yang mana saja kau suka dan setelah itu kita pulang,” ucapku.

Ia tampak terkejut saat aku berbicara dengannya, ini pertama kalinya. Kemudian ia memilih cicin pernikahan kami yang menurutku lumayan bagus. Seleranya tidaklah buruk. Kemudian kami segera masuk ke mobil dan melesat pulang.

***

Author POV

Di perjalanan pulang pun mereka saling berdiam diri. Kini Seohyun hanya menatap pemandangan di luar dengan bosan sedangkan Kyuhyun sejak tadi melirik Seohyun seperti ada sesuatu  yang ingin ia katakan.

“Tentang pernikahan kita…” ucap Kyuhyun menggantung. Suaranya memecah hening di antara mereka. Seohyun menoleh ke arahnya. “Aku tidak menyetujuinya. Namun Appa dan Eomma yang memaksa,” lanjutnya dingin.

Seohyun masih menunggu kelanjutan kalimat Kyuhyun, ia belum menjawab. “Dan setelah menikah, jangan pernah berharap akan adan cinta di kehidupan rumah tangga kita. Karena aku tak pernah mengharapkan pernikahan ini.” Kyuhyun berbicara dengan nada super angkuhnya.

Seohyun menundukkan kepalanya dalam, hatinya terasa mencelos. Padahal ia mulai mencintai calon suaminya itu dan rasanya sangat sakit mendengar kalimat-kalimat tajam yang Kyuhyun lontarkan.

“Aku tak akan melarangmu untuk berhubungan dengan laki-laki lain setelah kita menikah. Kau bebas dan aku bebas. Menjadi suami istri hanyalah status. Jangan banyak menuntut pada pernikahan ini.” Kyuhyun kembali berbicara dan kali ini penuh penekanan di setiap kalimatnya.

Ne, Kyuhyun-ssi.” Seohyun menjawab dengan pelan. Ia tak sanggup membayangkan bagaimana kehidupannya setelah ini. Ternyata memang benar kehidupan harmonis hanya ada dalam drama, bayangannya selama ini nyata bahwa masa depan rumah tangganya akan suram.

***

.

.

.

.

Tak terasa waktu cepat berlalu dan hari ini adalah hari pernikahan mereka. Seohyun mematut bayangannya di depan cermin besar ruang rias pengantin. Ia tampak anggun dengan gaun putih panjang membuat dirinya semakin cantik pada hari itu. Namun wajahnya murung, hatinya selalu gundah jika mengingat beberapa saat lagi ia harus menjadi istri seorang Cho Kyuhyun. Ia akan meninggalkan orang tuanya dan memulai kehidupan baru dengan status yang baru pula, Nyonya Cho. Yang ia pikirkan adalah bagaimana menjalankan peran sebagai istri tanpa mendapat cinta yang tulus dari sang suami.

Seohyun menggandeng tangan Ayahnya erat. Ia tak ingin melepaskan genggaman itu, ia berusaha menguatkan hatinya. Kini tangannya telah berpindah, Kyuhyun menggandengnya dengan lembut dan mereka mengucapkan janji sehidup semati di mata Tuhan.

Ciuman hangat itu Kyuhyun sapukan di bibir tipis Seohyun, ciuman pertama gadis itu. Saat itu pula Seohyun menangis, antara bahagia bahwa ia menikah dengan laki-laki yang di cintainya dan terluka mengingat kalimat tajam Kyuhyun tempo hari.

Tepuk tangan riuh dari tamu undangan menyudahi ciuman keduanya. Semuanya tampak bergembira. Kyuhyun membuat senyuman dan raut wajahnya sebahagia mungkin. Pernikahan besar-besaran itu harus tampak apik dengan acting bahagia darinya dan juga Seohyun.

***

Setelah pernikahan yang melelahkan itu, Kyuhyun dan Seohyun pulang ke rumah baru mereka. Lebih tepatnya rumah  hadiah pernikahan dari kedua orang tua mereka. Seohyun tampak susah payah menyeret koper dengan mengangkat gaun pernikahannya. Sedangkan Kyuhyun berjalan santai meninggalkan Seohyun di belakangnya.

“Haah, akhirnya sampai juga,” Seohyun menghembuskan nafas lega. Badannya lelah, ia ingin segera istirahat.

“Kau tidur di kamar tamu,” ucap Kyuhyun saat melihat Seohyun mendorong kopernya menuju kamar utama di rumah itu.

“Loh? Kenapa? Bukannya kita akan tidur satu kamar?” Tanya Seohyun heran.

“Kau jangan pernah bermimpi untuk tidur satu kamar denganku Seo Joo Hyun. Aku tak akan pernah sudi untuk satu tempat tidur denganmu!” Kyuhyun meninggikan suaranya. Ia berjalan menjauhi Seohyun yang masih mematung. Ia mengatur perasaannya yang kembali sakit.

Malam itu mereka beristirahat di kamar masing-masing.  Seohyun tertidur pulas, karena benar-benar lelah setelah pesta pernikahannya begitu pula dengan Kyuhyun. Pagi-pagi sekali Seohyun bangun, kini ia harus menjalankan tugasnya menjadi seorang istri.

Seohyun berjalan ke dapur dan membuat sarapan untuk suaminya. ‘Hari ini Kyuhyun cuti dan mungkin ia akan menghabiskan waktunya seharian di rumah’ pikir Seohyun dalam hati. Setelah selesai memasak sarapan, ia berjalan ke pintu kamar Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, bangun. Sarapan sudah siap.” Seohyun mengetuk pintu kamar tersebut namun tak ada jawaban.

“Kyuhyun-ssi.”

“Kyuhyun-ssi, bangun.”

“Kyuhyun-ssi, ba…” Pintu kamar itu terbuka dengan kasar, Seohyun terkejut di depan pintu.

“Kau ini kenapa ribut sekali hah?! Kau tidak tau aku ini lelah jangan mengganggu waktu istirahatku! Dasar perempuan bodoh!” Kyuhyun membentak Seohyun yang kini hanya bisa menundukkan kepala.

BLAMM! Pintu kamar itu tertutup dengan bantingan keras oleh Kyuhyun. Seohyun terduduk seketika di atas lantai, air matanya kini tak dapat di tahan lagi. Ia menangis melihat sikap kasar Kyuhyun terhadapnya. Ya, inilah yang Seohyun bayangkan selama ini. Ia akan sering menangis dan menangis.

To Be Continue…

gimanaa? Bikin penasaran gakk? Udh biasa banget ya ceritanyaa? Mianhae tapi aku kepingin banget bkin cerita yg temanya begini hehe jadi jangan gebukin Author yaaaw :* maaf kalo typo bertebaran dan alur yang kecepetan😦

maaf juga kalo kependekan. semoga suka yaaaa🙂 ff ini udh selesai aku ketik tinggal publish ajaaa jadi di tunggu komentarnya. aku bakal update cepet🙂

Kalo komentnya banyak aku post cepet part berikutnyaa byeeeeee ♥♥

2 thoughts on “A Happy Ending Part 1- SeoKyu

  1. Ping balik: A Happy Ending (Part 1) | Read Fan Fiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s