My Beautiful Servant (Part 4)

mybeautifulservant1

Title: My Beautiful Servant (Part 4)

Author: Kim Hyera

Rating: General

Main Cast:

  • Choi Siwon
  • Im Yoona
  • Cho Kyuhyun

Support Cast: Jung Family, Choi Family, and other

Genre: Romance, Family

Lenght: Chapter

Annyeong masih inget ff ini?? Semoga aja masih yaaaaa. Ayo di baca dulu jangan lupa koment nya!! :*

Previous Part: Treaser, Part 1, Part 2, Part 3

***

Malam itu, ponsel Siwon berdering berkali-kali. Ia sedang sibuk dengan berkas-berkas di atas meja kerjanya dan tak memperdulikan ponselnya yang minta di angkat. Malam ini Sooyoung yang bertugas menjaga Stefanny, jadi ia bisa tenang mengerjakan berkas-berkas kantornya.

Ponselnya masih berdering hebat. Nada suaranya yang memekakan telinga tak mengusik Siwon sama sekali. Sooyoung yang berada di ruang tengah berdecak kesal dengan suara berisik dari ponsel kakaknya. Ia meletakkan Stefanny di atas baby walker-nya dan berjalan cepat membuka pintu ruang kerja Siwon.

“YA! OPPA! ANGKAT PONSELMU!! SUARANYA ITU BERISIK SEKALI!!!” teriak Sooyoung dengan suara kerasnya.

Siwon memandang Sooyoung dengan tatapan super polos, kemudian meraih ponselnya di samping laptop. Ia menyernyit heran ketika memandang pemanggil yang tak sejak tadi ia acuhkan. Jessica?

Yoboseo? “ jawab Siwon akhirnya. Sooyoung mendengus kemudian membanting pintu ruang kerja kakaknya dengan kasar dan kembali bermain dengan Stefanny.

“Ya! Kau lama sekali mengangkatnya!!” teriak Jessica di seberang membuat Siwon menjauhkan ponselnya dari suara cempreng itu.

“Kau dan Sooyoung sama saja. Hobi sekali berteriak. Ada apa?” Siwon kembali berkutat dengan sebuah berkas yang akan di tandatanganinya. Jessica terdiam sejenak di seberang, membuat Siwon menyernyit heran. “Ya! Kau ingin bicara apa? Kau sudah mendapat pengasuh baru untuk Fanny?” tanya Siwon asal.

Ne.” Singkat, namun memberi efek yang besar untuk Siwon. Ia terlonjak senang dari kursi kerjanya

Jeongmalyo?! Sica-ah!! Jinja?!” pekik Siwon tak percaya. Ia tersenyum lebar dan memegang dadanya yang tiba-tiba saja terharu. Responnya memang berlebihan, tapi Siwon tak peduli.

“Iya, dia adik angkatku. Dia baru saja kehilangan pekerjaannya dan langsung menerima tawaranku untuk berkerja padamu. Kau harus membimbingnya dengan perlahan, dia adik kesayanganku juga,” pesan Jessica di jawab anggukan mantap dari Siwon.

Arraseo, kapan kau akan mengantarkannya ke sini?” tanya Siwon dengan nada tak sabar.

“Besok aku akan mengantarkannya ke apartementmu. Sampai bertemu besok. Oh, ya, dia seumuran dengan Sooyoung,” ucap Jessica.

“Baiklah, baiklah. Aku tunggu kau besok. Gomawo, chingu-ya.” Siwon menutup panggilan itu dan menggenggam tangannya bahagia.

“FANNY-AH!! AKHIRNYA APPA MENDAPATKAN PENGASUH BARU!!!” teriak Siwon kencang sekali.

OPPA!! JANGAN BERTERIAK!!”

*

Paginya, Siwon terbangun dengan seuntai senyum yang menawan. Ia membalikkan tubuhnya ke arah Stefanny yang tengah mengguman lucu. Bidadari kecilnya itu tak menangis saat terbangun dari tidurnya dan kini tengah mengemut jari-jarinya, membuat Siwon gemas.

“Selamat pagi, putri Appa yang cantik,” sapa Siwon membuat Stefanny memandanganya terkejut. Siwon mendekatkan wajahnya ke arah bibir Stefanny dan mengecupnya singkat.

“Ayo sayang kita bangunkan tantemu yang pemalas itu. Hari ini Fanny dapat pengasuh baru. Fanny senang?” celoteh Siwon.

Siwon mengangkat Stefanny dari tempat tidur dan menggendongnya dengan perlahan. Mereka berjalan keluar kamar dan langsung mendapati Sooyoung yang sedang duduk di depan televisi dengan setoples keripik kentang di pangkuannya.

“Tumben bangun awal,” cibir Siwon kemudian duduk di sebelah adiknya.

“Memangnya tidak boleh?” sungut Sooyoung kemudian tersenyum kepada Stefanny yang serius menatap televisi,  ikut menonton infotaiment pagi. “Fanny, ayo Aunty pangku,” lanjut Sooyoung memanggil dirinya sendiri dengan sebutan ‘Aunty’. Ia tak ingin di panggil dengan panggilan ‘Imo’, terlalu kolot katanya. Gadis itu memangku Stefanny dan mengecup pipinya dengan gemas, kemudian tertawa sendiri begitu melihat Stefanny yang menghisap jemari tangannya lucu.

“Hari ini pengasuh baru Fanny datang,” ucap Siwon mengambil toples keripik kentang di pangkuan Sooyoung.

Jeongmal? Apa aku harus memasak?” tanya Sooyoung membuat Siwon tertawa keras. “Waeyo?! Mengapa Oppa tertawa?!” tanya Sooyoung polos.

“Memangnya kau bisa memasak? Bukan ‘kah hanya Ramyeon yang bisa kau buat?” ejek Siwon membuat sebuah pukulan mendarat di lengannya. Sakit sekali, membuatnya meringis.

“Kita bisa delivery. Aku juga tahu diri tidak bisa memasak!” kesal Sooyoung membuat Siwon mengangguk paham. Setidaknya, penyambutan selamat datang itu sangat penting. Apalagi, Jessica sudah susah payah mencarikannya seorang pengasuh.

“Ah, iya, kata Jessica pengasuh baru Fanny seumuran denganmu. Kau bisa mengajarinya ‘kan?” tanya Siwon.

Sooyoung mengangguk paham kemudian menjentikkan jarinya. “Arraseo! Dengan senang hati, Tuan,” jawab Sooyoung kemudian beranjak dan menggendong Stefanny ke dapur untuk menyuapinya sarapan.

.

Sekitar pukul sebelas bel apartement Siwon berbunyi. Sooyoung dengan bersemangat berlari kecil untuk membuka pintu. Stefanny sedang tertidur setelah lelah bermain bersama Ayahnya.

Sooyoung menyapa hangat tamunya, Jessica dan juga Yoona di depan pintu. Ia mempersilahkan keduanya duduk di ruang tamu dan memanggil kakaknya di dalam kamar.

Siwon mengamati Yoona dalam diam. Ia akui, untuk ukuran seorang pengasuh, Yoona sangatlah tidak pantas. Dengan paras yang sempurna dan juga tubuh yang bagus, Yoona bisa saja mendapat pekerjaan lain yang lebih baik pastinya. Dan dari senyuman yang Yoona sunggingkan, Siwon bisa menyimpulkan Yoona adalah seorang gadis yang sopan.

Sejenak mereka berbincang santai, sebenarnya hanya ia dan juga Jessica, sedang Yoona seperti di acuhkan. Pengasuh baru Stefanny itu mengedarkan pandangannya takjub pada ruang tamu Siwon yang besar dan juga mewah.

Siwon menatap Yoona sebentar sebelum membuka mulutnya, “Ayo aku tunjukkan kamar Fanny.”

Yoona menatapnya antusias, ia tersenyum manis dan bangkit dari duduknya. Jessica menggandeng Yoona untuk berjalan di belakang Siwon.

Begitu kaki jenjangnya melangkah masuk ruang santai dan juga ruang keluarga, Yoona masih tak dapat menyembunyikan kekagumannya pada apartement mewah ini. Meskipun rumah keluarga Jung tak kalah mewah, yang membedakannya adalah ini sebuah apartement. Sebuah bangunan yang belum pernah ia masuki sebelumnya.

Mereka berhenti pada sebuah kamar yang di dominasi warna merah muda dengan gambar-gambar lucu di dinding dan juga langit-langitnya. Yoona melihat gadis tinggi semampai yang menyambutnya tadi tengah menidurkan seorang bayi perempuan. Yoona tahu itu anak majikan barunya. Dengan langkah pasti ia mengikuti Siwon yang kini berdiri di sisi kanan ranjang anak perempuannya.

“Namanya Stefanny, kau bisa memanggilnya Fanny. Dia anakku, umurnya baru delapan bulan. Ku harap kau bisa mengasuhnya dengan baik,” ucap Siwon sembari melirik sekilas Yoona yang tersenyum memandang damainya Stefanny yang memejamkan mata.

“Kau bisa mengobrol dengan Sooyoung, dia adik perempuanku. Aku tinggal sebentar,” lanjut Siwon kemudian menarik Jessica ikut bersamanya.

Sooyoung menyunggingkan senyuman terbaiknya kepada Yoona. Ia berjalan menuju Yoona yang masih berdiri mematung di sisi kanan ranjang Stefanny. “Annyeong, aku Sooyoung dan kau?” tanya Sooyoung setelah memperkenalkan dirinya.

Annyeonghaseo, Im Yoona imnida bangapseumnida.” Yoona membungkuk hormat kepada Sooyoung yang terkekeh geli.

“Tidak usah seformal itu, kita ‘kan sebaya. Ayo kita duduk di sana.” Sooyoung menunjuk sebuah sofa di kamar Stefanny. Yoona mengikutinya dari belakang.

“Ku harap kau bisa mengasuh Fanny dengan baik. Kau tahu, semua baby sitter yang Siwon Oppa bayar, tidak ada yang becus menjaga Fanny. Yang terakhir, Fanny terjatuh dari sofa dan kepalanya benjol,” cerita Sooyoung membuat mata Yoona terbelalak.

“Benarkah?” tanya Yoona tak percaya.

Sooyoung menceritakan semuanya dan mulai menjelaskan tugas Yoona selama menjaga keponakannya itu. Mulai dari jam-jam Stefanny tidur, makan, mandi dan juga bermain. Yoona mendengarkannya dengan seksama, ia tak ingin melewatkan suatu apapun untuk pekerjaan barunya.

***

Kyuhyun tertunduk diam dan membiarkan ponselnya bergetar berkali-kali. Tangannya terangkat dan meremas rambutnya kasar. Ia mendongak menatap langit-langit kamar sewa-nya. Tempatnya tinggal selama ini— setelah memutuskan keluar dari rumahnya.

Kyuhyun merasa putus asa saat ini. Kehilangan pekerjaan adalah bencana baginya. Kyuhyun tahu, saat-saat seperti ini adalah keinginan Ayahnya. Ia jatuh dan terpuruk, membuat Ayahnya menang. Kyuhyun benci!! Sangat benci!!

Ponselnya masih bergetar hebat minta di angat. Ia memandang datar benda persegi panjang itu dari atas lantai dingin kamar sewa-nya dan menatap layarnya. Sumpah serapah telah ia lontarkan dengan geram. Pemaksa!!

“Tuan muda, akhirnya Anda menjawab.” Suara itu sangat Kyuhyun kenal, Tuan Kim — tangan kanan Ayahnya. “Kami berada di depan pintu kamar Anda, Tuan muda. Tolong buka pintunya!” Kalimat perintah yang sangat ia benci selama ini baru saja di dengar.

“Tuan muda?! Cepat buka pintunya atau kami dobrak sekarang!!” Lagi, nada itu menuntut Kyuhyun untuk menurut. Kyuhyun mengeram geram, tangannya mengepal kuat.

“PERGI KALIAN!! PERGI SEKARANG!!” teriaknya keras.

“Kami akan mendobrak pintu ini Tuan muda!” Tuan Kim berbicara tegas.

“PERGI!! AKU BILANG PER…”

BRAAKK!!

Terlambat. Kyuhyun tak dapat melanjutkan kalimatnya. Tuan Kim dan belasan pesuruh Ayahnya berdesakan masuk ke dalam kamar sewa-nya yang sempit. Pria itu menyilangkan tangan di depan dada dan berjalan mendekat ke arah Kyuhyun yang terpojok di dalam ruangan sesak ini.

“Ayo pulang Tuan muda.” Suara dingin itu sangat Kyuhyun benci! Ia tak suka!

“Aku tak mau pulang!!” teriak Kyuhyun.

“Kami harus membawa Anda pulang, itu perjanjiannya Tuan muda. Kau tidak akan ingkar janji ‘kan?!” Desaknya semakin membuat Kyuhyun merasa terpojok. Sial! Umpatnya dalam hati.

“Aku tidak mau!! Pergi kalian!!” tegas Kyuhyun dan mencoba menerobos deretan pesuruh Ayahnya di dalam kamar sewa-nya. Ia genggam ponsel di tangannya dengan kuat, mencoba melindungi benda berharganya itu.

“Paksa dia!” suruh Tuan Kim kepada pengawal berjas hitam itu. Mereka mulai memegang kedua lengan Kyuhyun dan menyeretnya paksa.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN!! LEPASAN AKU!! LEPASKAN AKU!!” Histeris Kyuhyun dengan memberontak. Ia tak mau di paksa. Ia tak mau kembali kepada Ayahnya. Ia tak mau pulang ke rumah!

“Anda harus pulang Tuan muda,” ucap Tuan Kim sembari memimpin jalan saat berhasil menyeret Kyuhyun keluar dari kamar sewa-nya.

Kyuhyun masih memberontak. Ia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman erat pengawal Ayahnya. Ia terus memberontak hingga akhirnya ponsel di genggamannya terjatuh ke jalan saat akan masuk ke dalam mobil.

“PONSELKU!!! BIARKAN AKU MENGAMBIL PONSELKU!!!” teriak Kyuhyun melihat benda persegi panjang itu terbanting ke atas aspal. Namun malang, pengawal Ayahnya lebih dulu mendorongnya masuk ke dalam mobil dan melesat dengan kencang.

Kyuhyun menangis. Ia tak tahu apa jadinya kehilangan ponselnya. Ini bukan masalah harga, ia bisa saja membeli yang lebih mahal dari harga ponselnya sekarang. Tapi semua kenangannya bersama Yoona ada di dalam benda persegi panjang itu. Semuanya, termasuk nomor ponsel Yoona yang tidak ia hapal.

Bodoh!! Seharusnya menghapal 12 digit angka itu tidaklah susah. Tapi itu sukar ia lakukan selama ini. Ia terlalu sibuk dengan perasaannya kepada Yoona hingga melupakan hal sepele seperti itu. Bodoh!!

***

Yoona mengikuti langkah Sooyoung yang berjalan menuju dapur. Kini saatnya Stefanny makan siang. Sooyoung telah membuat sepanci kecil bubur sayur yang ia pelajari lewat internet. Yoona memperhatikan Sooyoung yang tengah menyaring bubur itu agar menjadi lebih lembut dan menumpahkannya ke mangkuk bergambar boneka beruang lucu.

Yoona mulai mempelajari semua pekerjaannya dari Sooyoung. Ini sangat menyenangkan, pikir Yoona. Sooyoung menyerahkan mangkuk bubur Stefanny kepada Yoona, “Ini, kau belajar menyuapi Fanny, ya. Aku mau menyiapkan makan siang untuk Siwon Oppa,” suruh Sooyoung di jawab anggukan patuh dari Yoona.

Gadis itu berjalan menuju ruang televisi, tempat Stefanny tengah bermain bersama Ayahnya sekarang. Stefanny berlari kesana-kemari mengejar Siwon dari atas baby walker-nya. Kedatangan Yoona membuat Siwon berhenti bermain dengan putrinya. Ia mendorong baby walker Stefanny ke arah Yoona.

“Ayo Fanny, kita makan siang,” ucap Yoona riang sembari menyodorkan sesendok bubur kepada Stefanny. Suapan pertama di sambut baik oleh bayi lucu itu. Stefanny bukan tipe anak yang susah makan.

“Fanny pintar, ayo buka mulutnya lagi,” celoteh Yoona di depan baby walker Stefanny sembari tertawa riang.

Siwon memperhatikan cara Yoona yang berusaha mendekatkan diri kepada putri kecilnya. Setarik senyum manis terbentuk dari bibir Siwon. Yoona bekerja dengan baik. Setelah Jessica pulang, Siwon terus memperhatikan Yoona yang sibuk belajar mengasuh Stefanny dari Sooyoung. Ya, Siwon akui ia sangat menyukai Yoona dengan kesungguhannya bekerja.

Oppa!! Kau tak mendengarku?!!” Teriakan Sooyoung membuat Siwon terlonjak kaget.

“Ya! Jangan berteriak di telingaku!!” hardik Siwon.

“Habis dari tadi Oppa tidak mendengarku!! Makan siang sudah siap, sana kalau mau makan!!” seru Sooyoung kemudian bergabung bersama Yoona yang masih menyuapi Stefanny.

Siwon mencibir melihat adik perempuannya yang jarang bersikap manis. Tapi kemudian ia tertegun, jadi sejak tadi ia sibuk memperhatikan Yoona?!

*

Yoona mencuci piring bekas makan siang Siwon dan Sooyoung, juga mangkuk bubur dan botol susu Stefanny. Ia membilas piring terakhir sebelum mengeringkannya dengan lap bersih. Tak sengaja Siwon melihat Yoona yang masih berada di depan tempat cuci piring. Stefanny memang sedang tidur dan Sooyoung sedang sibuk browsing internet, seharusnya Yoona bisa beristirahat sejenak.

Siwon menghampiri Yoona dan berdiri di sampingnya. Sepertinya Yoona belum menyadari kehadiran majikannya itu. Ia masih sibuk mengeringkan piring satu per satu.

“Yoona-ssi, ini bukan tugasmu,” ucap Siwon membuat Yoona tersentak kaget.

“Ah! Tuan, sejak kapan Anda ada di sini?”

“Kau tak menyadari kehadiranku? Aku terus memperhatikanmu mengeringkan piring-piring itu,” tunjuk Siwon ke tumpukan piring di samping Yoona.

“Maafkan saya Tuan. Saya hanya ingin membereskan dapur,” ujar Yoona seraya menunduk.

“Sebenarnya tugasmu hanya menjaga dan mengasuh Fanny, bukan membersihkan apartementku Yoona-ssi. Urusan dapur biasanya aku yang tangani,” jelas Siwon membuat Yoona mendongak.

Wajah putih gadis cantik itu berbinar cerah memandang Siwon. Ia tersenyum lebar, “Mulai sekarang biarkan saya yang membersihkan apartement Anda sekaligus mengasuh Fanny. Saya tidak keberatan Tuan,” girang Yoona.

“Kau sanggup? Mengasuh bayi itu melelahkan,” sangsi Siwon.

“Aku sangat sanggup Tuan. Aku akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Urusan bersih-bersih aku ahlinya.” Yoona menepuk dadanya bangga.

“Ya, ya baiklah,” setuju Siwon sembari terkekeh melihat tingkah Yoona. “Jangan panggil aku Tuan, panggil saja aku Siwon,” lanjutnya.

Ne, Siwon-ssi,” jawab Yoona singkat kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.

Siwon menggeleng pelan melihat tingkah Yoona. Ternyata benar kata Jessica, Yoona memang seorang pekerja keras. Kini Yoona bukan hanya menjadi pengasuh Stefanny, tapi juga pembantu rumah tangganya.

***

Seretan paksa terus di lakukan oleh pengawal Tuan Cho kepada Kyuhyun. Lelaki tinggi itu masih terus memberontak saat di paksa berjalan masuk ke dalam rumah yang tiga tahun ini ia tinggalkan. Rumah super mewah milik pengusaha kaya raya Korea Selatan.

Kyuhyun di bawa naik ke lantai dua untuk masuk ke dalam ruang kerja Ayahnya. Teriakan marah terus Kyuhyun keluarkan dan juga sumpah serapah kepada orang-orang sialan yang hanya bisa menjadi suruhan Ayahnya— Cho Young-hwan.

Pintu hitam pekat itu terbuka lebar, menampilkan ruangan kerja besar dengan ribuan buku yang berjejer rapi di rak kayu mahalnya. Meja kerja panjang yang langsung menghadap balkon yang kini sedang di duduki seorang pria berkacamata. Kyuhyun membuang pandangannya. Ia benci menatap sosok itu untuk selamanya.

Tubuhnya di dorong masuk kemudian pintu tertutup rapat. Kyuhyun mengumpat dalam hati dan masih berdiri mematung di depan pintu masuk. Ayahnya masih belum membalikkan badan menyambut kedatangannya, melainkan duduk memunggungi.

Hening yang menggigit itu membuat aura di ruangan itu tegang. Kyuhyun masih belum beranjak dari tempatnya. Tangannya mengepal keras. Tuan Cho membalikkan badannya, menatap putra semata wayangnya yang tiga tahun ini selalu ia pantau dari jauh.

“Akhirnya kau pulang, nak,” ucapnya hangat kemudian berjalan mendekat. Ia merentangkan kedua tangannya dan membawa Kyuhyun masuk ke dalam dekapan hangatnya. Ia sangat merindukan Kyuhyun.

“Lepaskan!!” seru Kyuhyun kemudian mendorong tubuh itu hingga pelukan keduanya terlepas.

“Kau lelah? Kau ingin beristirahat? Appa sudah suruh pelayan untuk membersihkan kamarmu, nak,” ucap Tuan Cho tak memperdulikan tatapan benci dari Kyuhyun.

“Aku ingin pergi!! Aku tidak mau tinggal di sini!!” serunya lagi dan bersiap membuka pintu.

“Kau tak lupa janjimu ‘kan? Kau harus pulang dan mengikuti semua keinginan Appa setelah kau kehilangan pekerjaan yang tidak layak itu!!” balas Tuan Cho tegas membuat Kyuhyun membeku. Itu memang janjinya.

“Bersikaplah menjadi seorang pria, Cho Kyuhyun dan tepati janjimu. Besok kau mulai mengurus perusahaan,” lanjut Tuan Cho kemudian berjalan menuju meja kerjanya. Kyuhyun menunduk dalam, sepertinya kabur pun tak ada gunanya.

*

Dulu sebelum ia memutuskan pergi dari rumah, pertengkaran hebat terjadi di dalam keluarga Cho. Setelah Ibunya— Nyonya Cho Hanna meninggal, Kyuhyun marah besar pada Ayahnya. Ibunya mengalami kanker otak stadium akhir dan Ayahnya tak pernah memberitahunya. Yang semakin membuat Kyuhyun berang adalah Ayahnya yang tak melakukan usaha untuk menyembuhkan penyakit Ibunya.

“Ibumu tak ingin melalui hari-harinya tanpa melihatmu tumbuh, nak. Ia sangat menyayangimu dan selalu menolak Ayah untuk menjalani kemoterapi.”

Itulah penjelasan Ayahnya yang sangat tidak masuk nalar. Penjelasan klise dan membuatnya membenci Ayah kandungnya. Mana mungkin Ibunya menolak berobat demi kesembuhan penyakitnya.

Bertahun-tahun Kyuhyun tak memperdulikan kehadiran Ayahnya. Ia menjadi dingin dan acuh. Pagi sekolah dan pulang saat larut malam demi menghindari Ayahnya yang selalu bertanya ia pergi ke mana.

Setelah menyelesaikan kuliahnya dan mendapat gelar sarjana, Kyuhyun menolak keras mejadi seorang CEO di perusahaan keluarganya. Ia memilih keluar dari rumah dan mencari pekerjaan sendiri. Ia merasa tugasnya menjadi seorang anak telah selesai, bersekolah hingga jenjang yang Ayahnya inginkan. Ia ingin hidup mandiri.

“Aku berjanji akan kembali kepada Ayah dan meneruskan perusahaan, tapi nanti setelah aku kehilangan pekerjaan yang aku cari sendiri.” Itulah janjinya tiga tahun yang lalu.

Dan sekarang ia harus menepati janjinya. Kembali kepada Ayahnya dan meneruskan perusahaan, meskipun rasa bencinya belum berkurang sedikitpun. Ia masih belum rela kehilangan Ibunya yang telah pergi enam tahun silam.

*

Kyuhyun merebahkan tubuh lelahnya ke atas ranjang kamar tidurnya. Ia menghirup aroma harum kamar yang sangat ia rindukan. Ia menatap langit-langit dengan pandangan menerawang. Pikirannya tidak pernah tertuju kepada siapapun kecuali Yoona.

Sedang apa gadis itu sekarang?

Apa kabarnya?

Kapan ia bisa bertemu kembali?

Itu yang ada di dalam kepalanya. Kyuhyun sangat merindukan gadis itu. Kini ia tak bisa menghubungi Yoona dan sudah dapat ia pastikan pekerjaannya nanti di perusahaan akan sangat padat.

“Yoong ternyata kalimatku waktu itu benar-benar terjadi. Kita memang akan terpisah dan tak di takdirkan bersama. Bagaimana nasibnya perasaanku ini, Yoong? Aku sangat mencintaimu,” lirih Kyuhyun sedih.

“Mungkin kita tak akan pernah bertemu lagi. Aku akan sibuk dengan pekerjaan baruku, tidak seperti dulu Yoong, kita memiliki banyak waktu luang. Aku juga ingin melupakanmu. Membunuh perasaan ini meskipun aku tak yakin. Tapi aku sangat merindukanmu Im Yoona.” Kyuhyun kemudian memejamkan kedua matanya.

Aliran air bening itu membasahi pipinya. Kyuhyun menangis. Ia ingin waktu berputar mundur. Saat-saat indahnya bersama Yoona kembali terjadi dan tak akan berhenti. Mustahil, Kyuhyun putus asa atas perasaan cintanya sendiri. Ia semakin terisak keras merasa kesal dengan perasaannya sendiri.

***

Sore itu Siwon masih sibuk dengan banyak berkas kerja di ruangannya. Berkali-kali sekretarisnya bolak-balik untuk memberikan map yang harus ia tandatangani.

Siwon mengusap wajahnya lelah. Akhirnya semua pekerjaannya selesai tepat saat jam kerjanya selesai. Ia hendak beranjak dari kursinya, namun ponselnya bergetar di dalam jas. Ia segera mengangkat panggilan itu yang ternyata dari Changmin.

Yoboseo.”

“Berita bagus Hyung. Dokter gadungan itu berhasil kami lacak jejaknya,” ucap Changmin membuat mata Siwon membelalak.

Jinjayo?! Di mana ia sekarang?!” tanya Siwon dengan nada tak sabar.

“Greenland. Kami akan langsung melakukan perjalanan ke sana, Hyung. Mungkin besok,” ucap Changmin bersemangat.

“Aku ikut!!” seru Siwon.

“Bagaimana dengan perusahaanmu, Hyung? Biarkan kami saja yang membawanya ke Korea.”

“Aku tak peduli. Aku harus ikut memberinya pelajaran. Besok kita langsung berangkat. Siapkan tim terbaikmu.”

Siwon menutup panggilan tersebut dan melangkah tergesa menuju pintu ruangan kerjanya. Ia menaiki mobilnya di basement dan mengendarainya secepat mungkin.

Akhirnya, penantiannya selama delapan bulan ini membuahkan hasil. Ia akan sangat berterimakasih kepada Changmin, jika Dokter Lee berhasil ia jatuhkan dengan sekali tinjuan. Siwon geram, sangat geram. Ia ingin sekali membunuh Dokter Lee sama seperti Dokter itu membunuh Tiffany.

Yang ada di kepala Siwon saat ini adalah pulang ke rumah dan memeluk erat Stefanny. Ia ingin memberitahu putri kecilnya itu bahwa semuanya akan baik-baik saja setelah Dokter Lee tertangkap. Memberitahu putri kecilnya bahwa dendam terbesarnya akan terbayar dalam penerbangan jauh ke Greenland besok.

*

Yoona mengocok pelan botol susu Stefanny yang ada di tangannya. Bidadari mungil itu terus menangis di dalam kamarnya. Yoona terlihat cemas, wajahnya seketika panik saat suara tangis Stefanny semakin keras. Membuat kedua kakinya berlari kencang menuju kamar anak majikannya.

Yoona menggendong Stefanny dan mulai memberinya susu. Namun Stefanny memberontak. Ia menepis botol susu yang Yoona berikan hingga terjatuh ke lantai.

“Fanny-ah, badanmu semakin panas.”

Ya, Stefanny demam sejak pagi. Setelah Siwon berangkat bekerja, Stefanny terus menangis. Yoona akui, ia belum pernah menangani seorang bayi yang sedang demam. Oleh karena itu ia menunggu Siwon pulang.

Pintu apartement yang tertutup membuat Yoona segera berjalan keluar kamar Stefanny. Bayi lucu itu masih menangis di dalam gendongannya. Siwon tergesa menghampiri keduanya.

“Ada apa? Stefanny kenapa?” tanya Siwon panik.

“Tubuhnya panas, dia demam Siwon-ssi. Aku bingung harus bagaimana,” jawab Yoona takut.

Siwon menatap gadis itu maklum. Ia menggendong Stefanny menjauh dari Yoona. “Siwon-ssi, biarkan aku membantumu.” Yoona mengejar Siwon yang akan masuk ke dalam kamarnya.

“Tidak usah, kau istirahatlah. Biar Stefanny bersamaku,” jawab Siwon di sertai senyuman tipis.

Yoona mengangguk pasrah. Ia terus memperhatikan Siwon yang membawa Stefanny masuk sampai pintu kamar itu tertutup rapat. Bahu Yoona melemas dan jalannya di seret.

Babo!” Yoona menggumam sambil memukul kepalanya.

“Seharusnya aku belajar bagaimana menangani bayi yang sedang sakit! Ish babo!! Kau bodoh Im Yoona!”

“Kau lihat! Ini baru dua minggu kau bekerja, dan kau telah membuat masalah. Bagaimana jika Siwon marah? Aku akan di pecat! Andwae!! Aku tidak mau!” Yoona terus menyalahkan dirinya.

“Apa Fanny masih menangis? Aku harus bagaimana?” Yoona membalikkan badannya, menatap pintu kamar Siwon yang masih tertutup rapat. Pikirannya kalut, ia khawatir dengan keadaan Stefanny.

Sekian menit Yoona masih berdiri di tempatnya. Menatap pintu kamar Siwon dengan pandangan kosong sembari menggigit kuku jari telunjuknya.

Kakinya mulai lelah dan pegal berdiri. Dengan sangat terpaksa, ia menyeret langkah menuju dapur. Menyiapkan menu makan malam untuk Siwon dan menyusun piring bersih ke dalam lemari.

***

Kyuhyun terperanjat kaget dari tidurnya. Ketukan keras dari luar pintu kamarnya membuatnya mendengus kesal. Siapa yang berani mengganggu tidur nyenyaknya? Jika itu Ayahnya, ia sudah menyiapkan sumpah serapah yang siap ia semburkan.

Kyuhyun melompat dari atas tempat tidurnya dan membuka kunci kamarnya dengan wajah merengut. Ia buka pintu itu dan tampaklah wajah Tuan Kim yang tersenyum lebar ke arahnya.

“Tuan—”

“Kau tau aku sedang tidur??!! Aku lelah dan kau membangunkanmu dengan cara yang tidak sopan!! Kau bisa mengetuk pintu dengan pelan ‘kan saat membangunkanku?! Dasar bodoh!! Kau di ajarkan sopan santun atau tidak?! Hah?! Pintu kamarku hampir saja roboh akibat ketukanmu itu!!!” Nafas Kyuhyun memburu saat menyumpahi karyawan Ayahnya itu.

Tuan Kim hanya mampu terdiam dan menatap Kyuhyun datar. Ia sudah berusaha membangunkan anak majikannya itu dengan cara selembut mungkin. Mengetuk pintu dari 20 menit yang lalu dan hasilnya nihil. Kyuhyun tetap saja tidak bangun.

“Tapi saya telah mengetuk pintu—“

“Ah!! Sudah!! Ada apa sebenarnya?!” Kyuhyun kembali memotong ucapan Tuan Kim.

“Anda di tunggu makan malam bersama Tuan Besar. Silahkan turun Tuan Muda,” ucap Tuan Kim sopan.

“Aku mandi dulu.”

BRAK!!

Kyuhyun menutup pintu kamarnya kasar. Tuan Kim hampir saja jantungan dan cepat cepat berjalan meninggalkan kamar Kyuhyun.

*

Kyuhyun melangkah malas menuruni tangga. Ia sengaja mengulur waktu agar Ayahnya meninggakan meja makan dan ia dapat makan malam sendiri dengan tenang.

Anak tangga terakhir yang Kyuhyun turuni semakin membuat mood-nya buruk. Ayahnya tersenyum lebar dan menyuruhnya duduk. Kyuhyun menurut saja, namun tak mau menatap wajah Tuan Cho yang tampak berseri malam ini.

“Makan yang banyak, nak. Sudah lama sekali Appa tidak makan bersamamu seperti ini,” ucap Tuan Cho tak di hiraukan oleh Kyuhyun. Pria tampan itu tampak malas memakan masakan dari koki terbaik yang ada di hadapannya.

“Mulai besok, kau akan Appa tempatkan di cabang utama. Appa ingin kau belajar memimpin perusahaan keluarga kita.” Tuan Cho terus menatap putra sematawayangnya.

“Aku tidak mau,” Kyuhyun menjawab dingin.

“Harus mau. Appa tidak mau tahu!” tegas Tuan Cho.

Kyuhyun menoleh, menatap mata Ayahnya dengan kilatan marah. Ia paling tak suka di paksa, namun seketika nafasnya menjadi pasrah. Ia ingat dengan janji itu.

“Besok pagi kau bisa pergi ke kantor jam 8. Tuan Kim akan mengajarimu mengurus perusahaan.”

Makan malam itu di lanjutkan dalam diam. Nafsu makan Kyuhyun seketika hilang untuk menyantap menu makan malam yang sangat mewah di hadapannya. Yang ada di pikirannya melanglangbuana ke segala arah. Memikirkan status barunya besok menjadi seorang CEO muda di Cho Company dan juga Yoona. Pikirannya masih sama. Tertuju hanya untuk satu nama gadis yang paling ia rindukan, Im Yoona.

***

Tak ada yang lebih nikmat bagi Siwon daripada menyesap teh hangat di pagi hari sembari melihat Stefanny yang sibuk dengan mainannya. Siwon tengah menikmati sarapan paginya di temani Stefanny yang juga sedang makan dengan di suapi oleh Yoona.

Apalagi yang bisa menggambarkan sosok mereka di pagi ini. Keluarga bahagia ‘kah??

Siwon tak henti-hentinya menebar senyum bahagia melihat anak perempuannya yang sangat lahap memakan sarapannya, padahal semalam panasnya sangat tinggi. Ajaib pagi ini ia kembali ceria, setelah semalaman Siwon mengompresnya sembari menyanyikan lagu tidur yang menenangkan.

Pria tampan itu tahu bahwa malaikat kecilnya sangat menyukai Yoona. Terbukti ia tak pernah rewel dan juga Yoona menjaganya dengan baik.

Bisa di bilang layak menjadi seorang Ibu. Pikiran itu terlintas begitu saja di kepala Siwon. Menjadikan Yoona seorang Ibu untuk Stefanny? Siwon menggelengkan kepalanya pelan. Apa itu mungkin?

“Sudah habis! Fanny pintar sekali. Ayo sekarang kita mandi, ya.” Suara Yoona menyadarkan Siwon dari lamunannya. Ia melihat Yoona yang tengah membersihkan sisa-sisa bubur di sekitar wajah anaknya dengan tersenyum lembut. Senyuman gadis itu sepertinya menular. Siwon tak dapat menahan dirinya untuk tidak ikut tersenyum.

“Yoona-ssi,” panggil Siwon membuat Yoona menoleh. “Aku harus pergi beberapa hari. Tolong jaga Fanny,” lanjut Siwon membuat Yoona menyernyitkan dahinya. Ia hanya akan di tinggalkan berdua dengan Stefanny? Apa tidak masalah?

“Ibuku dan Sooyoung akan tinggal disini sampai aku pulang nanti. Jangan khawatir.” Seakan tahu apa yang sedang di pikirkan Yoona, Siwon melanjutkan kalimatnya.

“Baik, Siwon-ssi,” jawab Yoona pada akhirnya.

“Aku harus pergi sebentar lagi. Sini anak Appa yang cantik.” Siwon menggendong Stefanny yang kemudian tertawa karena mendapat banyak kecupan cinta oleh Ayahnya.

Siwon mendekap tubuh mungil putrinya itu  dengan perasaan bercampur aduk luar biasa. Sehabis ini ia akan menghajar Dokter yang menyebabkan istri sekaligus Ibu dari putrinya itu meninggal. Ia ingin mengatakan kepada Stefanny bahwa semuanya akan baik-baik saja.

“Ayah akan segera pulang. Setelah semua masalahnya selesai kita akan hidup bahagia, sayang,” bisik Siwon pelan di telinga putrinya seolah Stefanny mengerti dengan apa yang ia bicarakan.

Yoona memandang anak dan ayah itu dalam dia. Ia sangat kagum dengan sosok Siwon yang sangat penyayang. Yoona sempat berangan-angan bahwa nanti jika ia menikah, ia berharap mendapat suami seperti Siwon.

Apa? Suami seperti majikannya? Jangan bermimpi kau Im Yoona!

Kini tatapan Siwon beralih kepada Yoona. Pria tampan itu tersenyum sangat manis. Membuat hati Yoona berdesir. Oh tidak! Mengapa Tuan Siwon sangat tampan! Batin Yoona tersihir oleh senyuman maut itu.

Ia akui beberapa minggu bekerja di rumah Siwon, dirinya di perlakukan sama seperti seorang anggota keluarga. Bukan menjadi seorang pembantu atau pengasuh. Ia juga tak mengerti, apa karena keluiarga Siwon yang kelewatan baiknya atau hanya dirinya saja yang merasa di perlakukan sedikit istimewa? Entahlah. Yang jelas Yoona sangat menikmati pekerjaannya itu.

“Yoona-ssi, sekali lagi tolong jaga Fanny dengan baik. Jika ada hal yang ingin kau tanyakan, ada Ibu dan Sooyoung yang akan membantumu. Aku berangkat sekarang,” ucap Siwon kemudian menyerahkan Stefanny ke dalam gendongan Yoona.

“Anak Appa jangan nakal, ya? Jangan rewel, Appa pergi tidak akan lama.” Siwon mencium bibir dan pipi Stefanny dengan sayang. Berusaha menguatkan dirinya karena akan berada jauh dari putrinya beberapa hari.

“Aku berangkat dulu Yoona-ssi.” Siwon menyeret kopernya ke pintu depan. Yoona mengikuti langkah majikannya itu dengan Stefanny berada di gendongannya.

Pemandangan itu sangat serasi. Seperti seorang istri yang akan mengantar suaminya pergi bekerja dengan menggendong anak mereka. Sekali lagi Siwon mengecup pipi putrinya sebelum menutup pintu unit apartement.

Yoona beralih kepada Stefanny yang sedari tadi menggumam lucu. Ia tersenyum kemudian mengecup pipi tembamnya gemas, sama seperti Siwon tadi. “Ayo sekarang kita mandi.”

***

Kyuhyun keluar dari sedan mewah yang mengantarnya ke depan pintu masuk perusahan besar milik keluarganya. Perusahaan yang susah payah di bangun oleh Kakek dan Ayahnya yang sebentar lagi akan di wariskan kepada dirinya.

Mendengar kata ‘pewaris’ membuat siapa saja kagum akan sosok Cho Kyuhyun. Laki-laki dengan pahatan wajah sempurna dan juga kedudukannya menjadi CEO muda membuat seluruh karyawan di perusahaan itu terkagum-kagum, apalagi kaum wanita.

Sejak sosok tampan itu melangkahkan kakinya di lobby masuk, semua mata tertuju padanya. Ketampanan Cho Kyuhyun tak perlu di ragukan lagi. Sangat tampan! Menyihir setiap mata yang memandang.

Kyuhyun menampakkan wajah angkuhnya di sepanjang jalan menuju ruangan pribadinya. Bukannya ingin berlagak sombong, namun ia mengingat seperti apa paksaan Ayahnya dan juga kebenciannya terhadap pria paruh baya itu di masa lalu. Tuan Kim setia berada di belakangnya, mendampingi anak Tuan Besarnya sampai benar-benar siap dengan posisinya saat ini.

“Tuan Muda, perkenalkan ini sekretaris pribadi Anda. Namanya Seo Joohyun,” ucap Tuan Kim saat Kyuhyun sampai di ruangan pribadinya.

Annyeonghaseo, Seo Joohyun imnida. Selamat datang di perusahaan, Tuan.” Gadis cantik bermarga Seo itu membungkuk hormat. Kyuhyun menatapnya sepersekian detik dan menilai bahwa sekretarisnya itu cantik dan juga tampaknya sangat pintar.

“Seohyun-ssi, tolong siapkan berkas yang harus di ketahui Tuan Kyuhyun. Aku dan kau harus mengajarinya,” ujar Tuan Kim dan Seohyun keluar dari tersebut.

“Berapa usianya?” tanya Kyuhyun membuat Tuan Kim terkejut. Apa majikan mudanya itu tertarik pada Seohyun?

“23 tahun, Tuan. Apa Tuan tertarik padanya?”

“Cih! Aku hanya bertanya bukan berarti aku menyukainya ‘kan?” Tidak ada yang bisa menggeser Yoona di hatinya. Titik.

Setelahnya Kyuhyun mulai belajar bagaimana menjalankan perusahaan besar itu. Tuan Kim dan juga Seohyun mengajarinya dengan sabar. Entah memang takdir murni hidupnya atau bukan, Kyuhyun mulai menikmati kegiatannya itu.

Pikiran awalnya yang marah saat di paksa sedikit-sedikit mulai menghilang. Nalurinya menjadi seorang calon pewaris mengalir begitu saja di dukung dengan kemampuan berpikirnya yang sangat cerdas. Berkali-kali Tuan Kim dan Seohyun di buatnya kagum karena hanya di ajarkan sekali saja Kyuhyun bisa langsung paham.

Tuan Kim mengulum senyum bahagianya. Jika ini di ia sampaikan kepada Tuan Cho, pasti beliau akan sangat senang. Sudah menjadi cita-citanya menjadikan anak sematawayangnya itu penerusnya kelak. Menjadi orang terpandang yang sangat di hormati oleh siapapun.

***

Siwon terus memandang keluar jendela pesawat yang tengah ia naiki untuk sampai ke Greenland. Tanah hijau yang menawarkan segudang keindahan untuk di nikmati. Pesawat yang ia naiki sekarang akan mendarat di sebuah bandara di daerah terpencil bernama Ittoqqortoormiit.

Siwon rela pergi ke pulau terbesar di dunia yang sebagian besarnya tertutupi es ini demi membalaskan dendamnya kepada sorang Dokter bernama Lee Sungmin.

Flashback…

Dokter Lee— atau Lee Sungmin adalah Dokter yang menangani persalinan Tiffany. Saat-saat genting yang mendebarkan itu Siwon menangkap gelagat aneh dari Dokter yang menangani istrinya.

Dokter itu membiarkan Tiffany yang menahan sakit akan melahirkan itu dengan santainya. Ia tak memperbolehkan keluarga ataupun Siwon sebagai suaminya untuk mendampingi Tiffany dengan alasan kenyamanan sang pasien. Siwon berang, ia tak terima dan perasaannya kalut luar biasa. Seolah ada yang tidak beres pada proses persalinan istrinya tersebut.

Dengan nekat pria itu menerobos pintu ruang operasi dan saat itu Dokter Lee tengah menggendong anak perempuannya. Dokter itu terkejut melihat Siwon yang tiba-tiba masuk sesaaat ia selesai menjalankan mal prakteknya. Operasi persalinan itu tidak di damping oleh suster atau perawat, hanya dokter itu sendiri.

Siwon merebut putri kecilnya itu dan menghampiri Tiffany yang menutup matanya dengan damai. “Sayang, anak kita perempuan. Sesuai dengan keinginanmu, dia cantik sepertimu,” ucap Siwon sembari melihat bayi yang di gendongnya, masih berlumuran darah dan menangis sangat keras.

Tiffany tak bergeming sedikitpun. Dada Siwon terasa di remas sangat kuat. “Sayang? Tiffany! Buka matamu! Sayang!” Siwon mengguncang tubuh Tiffany yang telah kaku dan dingin.

“Tiffany! Buka matamu! Jangan tinggalkan aku sayang, jangan tinggalkan kami. Aku mohon buka matamu!”

Setelahnya beberapa suster masuk keruangan tersebut. Salah satu dari mereka membawa bayi kecil Siwon untuk di bersihkan. Siwon masih tak percaya bahwa istri yang sangat di sayanginya meninggal dengan keadaan yang sangat mengenaskan. “Aku mohon buka matamu Fanny-ah. Aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku sayang! BANGUN!”

Siwon seperti orang gila, menangis dan berteriak di sepanjang lorong rumah sakit mengikuti jasad Tiffany yang akan di bersihkan oleh pihak rumah sakit. Siwon limbung, ia terduduk dengan mengepalkan tangannya kuat.

“KEPARAT! SIALAN KAU LEE SUNGMIN! SETELAH INI KAU AKAN MENYESAL!!” Teriak Siwon kemudian di tenangkan oleh orang tuanya dan juga Sooyoung.

Siwon menghubungi Shim Changmin, seorang detektif handal yang sangat ia percayai. Setelah melakukan otopsi pada jadsad Tiffany, Changmin mengatakan bahwa Dokter Lee menyuntikkan semacam racun ke tubuh Tiffany yang sedang lemas saat akan melahirkan. Racun itu memecahkan pembuluh darah dengan sangat cepat dan seketika menyebabkan kematian. Beruntung bahwa bayi yang tengah di kandung Tiffany dapat di selamatkan.

Tak lama berselang Siwon kembali mendapat kabar bahwa semua kasus mal praktek yang di kendalikan sendiri oleh Lee Sungmin terungkap. Entah apa motifnya. Banyak yang bilang bahwa dokter tersebut memiliki kepribadian ganda. Dapat bersikap baik di semua orang namun sangat kejam jika di depan pasien-pasiennya. Semua orang mencarinya kemanapun tanpa menemukan jejaknya. Namun Siwon bukanlah orang bodoh yang bisa dengan mudah di tipu dan menyerah.

Ia meminta bantuan Changmin beserta anak buahnya untuk melacak keberadaan Lee Sungmin. Setelah hari dimana Tiffany meninggal, Lee Sungmin di kabarkan kabur. Namun delapan bulan kemudian, Changmin mendapatkan jejaknya. Dokter gadungan itu kini menetap di sebuah pulau di Samudra Atlantik bagian utara di arah timur Kanada. Greenland.

Tangan Siwon sudah gatal ingin membunuh laki-laki itu. Ia harus merasakan apa yang istrinya rasakan.

Flashback end…

.

Disinilah Siwon sekarang, di sebuah perahu yang akan mengantarnya lebih dekat kepada orang yang menghancurkan kehidupannya. Bersama Changmin dan beberapa anak buahnya, Siwon menyebrangi laut yang hanya tiga bulan dalam setahun dapat di arungi oleh perahu.

Kota Ittoqqortoormiit hanya di huni kurang lebih 500 penduduk. Kota yang terletak di pesisir pantai dengan di kelilingi lautan yang hampir beku sepanjang tahun ini sangat sulit untuk di capai. Butuh perjalanan berjam-jam di atas air untuk sampai ke daratan.

Lelah tak di hiraukan oleh Siwon. Ia ingin secepatnya menghajar Lee Sungmin. Hingga malam menjemput, Siwon tiba di kota terpencil itu. Di jemput dengan mobil milik anak buah Changmin, mereka di antar ke daerah yang menyuguhi gudang-gudang minyak di sepanjang perjalanan.

“Dimana dia tinggal?” tanya Siwon tak sabar.

“Di sebuah rumah dekat pabrik minyak terakhir di ujung jalan. Aku dengar dari warga sekitar, Lee Sungmin tak pernah berbaur dengan siapapun. Entahlah apa pekerjaannya, itu tidak penting. Yang terpenting kita dapat menyeretnya kembali ke Korea dan menjatuhkan hukuman mati,” jawab Changmin panjang lebar membuat Siwon tersenyum puas.

“Sebelum menyeretnya biarkan aku bermain-main sebentar dengannya,” lanjut Siwon kini dengan seringaian jahatnya.

“Terserah kau saja.”

Mobil itu berhenti tepat di depan sebuah rumah kayu dekat pabrik minyak seperti yang di jelaskan oleh Changmin. Siwon berjalan masuk ke dalam pagar rumah tersebut. Lingkungan di sekitar rumah itu sangat kumuh, lembab dan menjijikkan. Tapi Siwon tak menghiraukan semua itu. Dengan langkah mantap diikuti oleh Changmin dan anak buahnya, laki-laki itu mengetuk pintu coklat di hadapannya dengan keras.

Siwon sedikit tak sabar karena pintu rumah itu belum juga di buka oleh penghuninya, begitu pula dengan Changmin. Laki-laki itu sudah siap untuk mendobrak pintu kayu itu kalau saja Siwon tidak menahannya.

Siwon melayangkan pandangan kepada sahabatnya itu untuk bersabar. Dan berbicara tanpa suara ‘Biar aku saja yang urus.’ Membuat Changmin kembali melangkah mundur.

Sekali lagi Siwon menggedor dengan sangat keras. Ia bersumpah jika Lee Sungmin dapat kabur, ia akan kembali mengejarnya walau hingga ke ujung dunia sekalipun. Namun pikiran Siwon salah, pintu coklat itu terbuka pelan. Kemudian muncullah sosok yang sangat ingin ia musnahkan sekarang juga di hadapannya.

Lee Sungmin terperanjat kaget dengan tamu istimewanya malam ini. Ia tak menyangka bahwa keberadaannya dapat di lacak. Padahal ia sudah pergi sangat jauh dari tanah kelahirannya. Tubuhnya seketika mengejang dan bergetar hebat. Tamatlah riwayatku! Ucapnya dalam hati.

“Selamat malam Dokter Lee yang terhormat. Masih ingat aku?”

Siwon menyunggingkan senyuman iblis yang ia punya. Senyuman penuh kemenangan tatkala melihat sosok di hadapannya bergidik takut.

“K-kau!! Mengapa kau ada di sini?!”

To Be Continue…

Alhamdulillaaaaahhhh ini part 4 lho setelah sekian tahun gak aku lanjutin. hukum author ayo hukummm huwaaaaaa T.T

Maaf ya pasti banyak yang kecewa, kalian tahu ini bener-bener sebuah keajaiban. Ternyata pas aku bongkar flashdisk ada folder ff ini di dalemnya. Aku gak nyangka juga ternyata dlu aku ada nyimpen folder ff aku yg udh aku tulis. Aku terharu dan kembali ngelanjutin ff ini :’)

Bagaimana? Kepanjangan? Atau tidak memuaskan? Maafkan aku yaaaaaa

Aku juga agak kecewa karena skarang blog aku sepi banget. Kesalahan aku juga sih yang kelamaan vakum :”( tapi mau gimana lagiiiii aku sibuk sama sekolahhh huaaaaa jadi setelah ff ini aku post harapan aku reader aku yg dulu setia banget bisa balik lagi.

I really miss you guys!! Chu~ :*

Ayo koment koment jangan Cuma baca aja yaaaaa komentar kalian tu semangat buat aku nulis part selanjutnya.

Jangan bkin author kecewa yaaa #apasih wkwkwk ayo di koment readersdeul

Saranghaaeeeee :* sampai ketemu di part selanjutnya yaa muaahh :*

Oh iya iya iya masih inget ff aku yg THE WEDDING BLIND????? Banyak banget ya yang kecewa sama endingnya??

Rencananya nih aku mau bkin epilognya gituuu yaa masih rencana. Mau  liat respon kalian dulu ke ff ini. Kalo banyak responnya ntar aku bkinin epilognya ^^

50 thoughts on “My Beautiful Servant (Part 4)

  1. Ping balik: My Beautiful Servant (Part 4) | Read Fan Fiction

  2. Akhiry….. sekian lama menunggu updet jg. Hihihi….. brnih cintabtumbuh juga di yoona. Owh jd itu penyebab tifany meninggal. Ceritay makin seru aja…..
    Next thor….buruan ya lanjuty:-D

  3. jujur aja udah hampir lupa sama jalan ceritanya,,,huhu kayaknya siwon diam2 menaruh perhatian yang lebih ke yoona,,, fany pun kayaknya sangat nyaman dengan yoona,,, syukur deh kalo dokter lee udah bisa ditangkap,,, makin penasaran sama kelanjutan ceritanya,,, ditunggu next part nya segera😀

    • aihh udh banyak yg lupa yaaa? jangan dongg wehehe
      iya ya kayaknya siwon udh suka deh sama yoona wehehehe
      di tunggu aja ya kelanjutannya makasih udh baca :* mwaahhh

  4. aigoo keajaiban apa ini haha author udh sekian tahun menghilang dr dunia per ff-an haha.. akhirnya ff ini lanjut juga.. udh hampir lupa sama cerita sebelumnya..
    ada yah pengasuh bayi/pembantu secantik yoong? ada haha.. hayoo siwon oppa jadikan saja yoona istrimu^^ ak dukung!!!

    The Wedding Blind? gmana gak inget itu ff yg membuat ak ngeshipperin Yoonwon thor huhu.. cinta bgt sama ff TWB.. tapi endingnya sdikit membuat para readers kecewa😦 padahal ceritanya bagus bgt.. ayo lanjut ya TWB nya ^^
    ditunggu ya authornim MBS next part & Epilog TWB nya.. Semangat!!!

    • aigoooo keajaiban karna ff ini ada nyangkut foldernya di flashdisk hikssss :’)
      ada dongg tuh buktinya ada yoona yg cantik kaya bidadari jd pembantu ehehehe
      aduuhh mkasih makasih karena msh suka dan setia sama ff TWB
      okeeee aku usahain cepet cepet update asal janji tetep komentar yaawww :*

  5. Wachhh akhirnya keluar juga lanjutan🙂
    Yach jujur sempet lupa sich jalan ceritanya🙂
    Kayaknya tanpa siwon sadari dia mulai suka dengan yoona🙂
    Wachhh jadi penasaran dengan kelanjutannya🙂
    Ditunggu🙂
    Dan ditunggu juga yach The Wedding Blind epilog🙂
    Figtingggggg🙂

  6. huaaa setelah sekian lama ff ini akhirnya dilanjut. yaah yw momen nya kurang nih hehe, aku penasaran kyuhyun bakal ngerebut yoona dengan cara apa. bisa jadi kalo yoona deket sama siwon bukan sebahai srvent, kyuhyun pasti punya banyak ambisi buat rebut yoona. btw, kak epilog the wedding blind nya cepetan publish dong kzl banget sama endingnya. masa yoona mau koma terus sih:( intinya aku seneng banget kakak udh ngelanjutin ff nya walaupun telat banget sih. yah daripada gak dilanjutin ntar mati penasaran hehe update soon^^b

    • waaaahh masih kurang yaa?? ahh tunggu aja deh yaa??ntar aku bnyakin momentnyaa..
      naahh itu dia buat kyuhyun ntar di bkin makin seruuu wehehehe
      oke oke ditunggu juga twb nya yaaaa makasih udh baca dan koment :* chuuu

  7. o emji author.. tw ga ini salah 1 ff tervaforit >< aku tgu2 bgt dan trnyata d lanjtin alhmdulillah.. d tgu bgt part slanjtnya,g sbr nunggu momen2 manis yw😀 jgn d gntg brtahun tahun lg ya.. please asap. smangat thor!!!😀

    • makasihh udh jadi yg terfavoriiitt makasih yaaaahh :*
      iya iya ini janji gak sampe tahunan di gantungnya tapi abad aja yaaa?*digebukmassal
      ahahaha gak lah ini usahain cepet kok di tunggu aja yaaahh🙂

  8. Ye….dilanjut jg kirain mau hiatus terus,duh…apa perasaan yoonwon mulai tumbh,gimana ma siwon ya apakah akan bersatu dg yoona?gimana ma kyuna jg?ah….masih pusing dan penasaran jalan ceritanya,lanjut….

  9. cie cie belom sebulan z dah pada mikir suami istri,gpp yoong kau boleh berkhayal ko ga ada yg larang sapa tau khayalan mu menjadi nyata

    mw donk epilog nya the wedding bling
    yoona bangun dri koma kasian baby choi

  10. Aduh thor moment YW nya dikit,, kurang puas,,tapi bagus, aku suka yoong eonni langsung deket sama anaknya siwon 😀
    harus dilanjut ya thor part selanjutnya #ngancem_hihihi,,

    dan untuk epilog The Wedding Blind tolong banget thor di bikin soalnya saya sedih masa setelah yoona mengalami banyak penderitaan dan nglahirin Choi Jangmi #kloakugasalah_ingetsih_ininamanya dia harus koma,,kan kasian..klo dihitung dari dulu ampe sekarang yoona udah koma hampir 2,5 th/lebih thor,,author ga kasian apa sama yoona hehehe,,walopun sebenernya aku sebell bgt sama si Siwon itu yg selalu ga percaya sama Yoona istrinya,,huuh
    tapi akhirnya siwon dpt blsnnya dengan dia menyesal dan yoong eonni komaa…
    Aduh maaf ya thor kepanjangan komennya, habis author nyinggung soal ff The Wedding Blind saya sedikit inget lagi sama tu ff yg menguras emosi dan air mata hehe,, dan maaf karena dulu udah jd silent reader,karena dulu sebenernya saya baru kenal sama per ff fan jadi ga tau caranya komen hahaha #norakbgtsaya ditunggu lanjutnya thor

    • hai haii aduhhh iya iya pasti di lanjut kok tenang aja dehhh wehehehe

      hahaha iya iya siwon oppa dpt balesannya kan ya hb jahat sih sama istrinya. sukuriinn! #PLAK!!
      haha gpp yg penting kan skrg komentar😉 di tunggu aja yaaa makasih udh setia nungguin. author jd malu nihhhh *tebarcium muaahhh :*

  11. huaaahh akhirnya stlh skian lma menunggu muncul juga ne ff….jadi ngg sabar sama klnjutannya…next partnya jgn lama lma yaa….tetap semangat

  12. hoaaaaa,,,,,,,,,seneng bgt,,,,
    akhirny author kembali lagi,,,,
    really miss u,,,,,
    akhirny next chapt ny dipost,,,udah bertahun2 lamanya,,,,
    ntuk next chapt,lebih dipanjangin lagi yach thor,,,,

    omo!!!!epiloga dri wedding blind???
    woaaahhhhh,,,,,,ditggu dgn sngat yach thor,,,,😀
    kami dsni menunggumu,,,,,
    fighthing,,,,,,,🙂

  13. Ya ampun nih ff bner2 ada kelanjutannya ny, gak nyangka bgt setelah hampir 3 tahunan nunggu akhir ny publish jg, moga aja kelanjutan ff ini gak akan lama seperti sebelum ny karena pengen liat hub yoonwon selanjutnya apalagi di part ini yoona mulai bisa rawat fany dan hati mreka dan mulai ada rasa tertarik dan berharap agar yoona jdi eoma ny fany..ditgu kelanjutanny dan bner tuh ff wedding blind ny dibikin epilogny dan yoona harus sadar dr koma ny dan hidup bahagia dengan siwon dan putri yg dilahirkan ny, ditgu ya

  14. Akhirnya setelah sekian tahun ff nie mucul juga,sbnernya udah sempet ptus asa bkal gak dlanjut.
    Suka bgt,buat yo0nw0n bersatu unN,
    dtnggu epilognya juga
    Fighting

  15. Aku bnar” lpa sma ff ini,dan hrus bca ulng dri part 1,tpi ga apa” demi ff ini dan yoonwon aku rela.next part jgn klmaan nti pra pmbaca lupa lgi.

  16. Ya ampun ini FF setelah sekian lama akhirnya ada kelanjutannya Miss banget sama ini FF sepertinya Siwon sudah mulai suka dan tertarik sama Yoona walaupun dia masih belum menyadarinya begitu juga Yoona sudah mulai tumbuh benih” cinta dan Stefany juga sepertinya sangat nyaman dalam pengasuhan Yoona please Author update Asap dan Hiatusnya jangan lama” lagi dan aku juga masih menunggu Epilog dari The Wedding Blind pokoknya ditunggu FF YW berikutnya.

  17. akhirnya setelah sekian lama publish juga ^^ yaa ampun tuh dokter jahat amat sampai tega bunuh pasien kyk gt.. semoga aja kyu oppa cpt move on dr yoona eonni, dan yoonwon bersatu juga kyuu and seohyun hehehe.. ditunggu jg epilog wedding blind nya chingu ^^

  18. Annyeong author-nim reader baru disini, salam kenal
    Wahh kayaknya siwon udah gk sabar buat hajar si sungmin tuhh, apalagi evil smirknya udah keluar#ngumpet dehh
    Cie Yoonwon cie cieeee udah mulai tumbuh benih” cinta nihh asiikkkk Stefany juga kelihatannya udah nyaman bgt tuh sama yoona lamppu hijau tuhh hahaha
    gk sabar nunggu kelanjutannya nihh, aku juga mau baca previous part dan the wedding blind yg author bilang diatas, semangat author-nim, keep writing!!!

  19. Aduh,,bru bsa komen di part ini dan bru bca di part ini pula -_-lol
    Yah,,si siwon pergi dan yoona cma sma fanny doang,gpp lah yg pntng yoona ama fanny walau hk ada siwon .. smga dgn brjlnya wktu yoona sma siwon bsa brsatu dan yoona psti baik buat ibu baru fanny ..
    Next,,fighting ! ♥♡

  20. yaampun thor vakumnya lama jadinya lupa sama blog yah,hehe. Sepertinyaa siwon mulai menyukai yoona,yoonapun begitu. cepet”nikah dehya pokonya trus lupain sipany oppa di sudah tenang disana, aku juga nungguin ff the wedding blind^^

  21. salam kenala ya thor,aku reader baru nih,aku suka sama ff ini,apalagi ama cast utamanya yoonwon haduhhhh,, suka banget,semangat aja dan aku juga mau baca ff yang laen bolehkan….????
    Sekali lagi salam kenal..:D

  22. Aigooooooo….mrk kykny ud ad rasa2 tuh🙂
    Jd dr gadungan ny ntu sungmin -,-
    Ud lgsg aj ksh bogem ke umin @_@
    Kykny stefanny ud ngerasa nyaman tuh sama yoong😀
    kyu jd pewaris perusahaan cho corp, ap nnt kyu bakal ketemu yoong lg?? Mudah2an gk akan ad rintangan yg menghalangi kebahagiaan yoong yg mulai di rasakan nya ^^

  23. kayaknya udah mulai saling sukaaaa nih siwon yoona. pertama pas baca rada2 lupa tapi pas udah dipertengahan sedikit2 inget jalan cerita nya. Seneng banget author comeback lagi. wkwk ditunggu ff yang lain ya thorr!!!^^

  24. Akhirnya Yoona jdi baby Sitternya anak Wonppa, di tambah lgi anaknya betah dan nyaman sama Yoona
    sampai2 Wonpa jdi terkesan gtu sama Yoona, ceileh.. sepertinya Wonppa mulai memperhatikannya tuh..
    Momen Yoonwonnya udh mulai ni
    banyakin momen YoonWonnya ya author,
    o ia ternyata Kyu Hyun anak org kaya ya
    ini ceritanya keren habis Chingu
    Di lanjuti terus ya Chingu
    suka deh sama cerita2 buatanmu
    apalagi klo FF YoonWon
    Semangat terus chingu
    kami semua menunggu kelanjutannya
    FF mu keren bgt…

  25. Akhirnya dilanjut juga ff nya hehee sukaa bangeett ama cerita ff ini🙂

    Ayoo siwon oppa sikat aja dokter lee, abis itu langsung pulang yaa ksiann nanti fanny ama yoona keburu kangen lagi wkwkwk

    Seo joo hyun apa nanti sama kyuppa? Semoga🙂

    Hayooo yoona mulai deg2an deket siwon hihihi siwon sama aja ga nyadar kalo slalu merhatiin yoona dan mulai ngebayangin yg aneh2 wkwkwk ..

    Makin seruuu.. gasabaarr pengen tau kelanjutannya. .. pleaseee author jgn lama lama yaaaa dan jangan ngilang2 lg hehe..
    update soon.. ASAP😀

    Ajja ajja Fighting😄

  26. Ping balik: My Beautiful Servant (Part 5) | kpopfansficarea

  27. serius pas baca nih ff ini comeback aku seneng banget,,,
    udh lma banget ff ini tenggelam hehehe sorry eon
    semakin bertambahnya part, ternyata semakin menarik ceritanya… apalagi siwon kyknya udh mulai respec nih sma yoona
    dan yoona jga sepertinya sma
    aku suka banget suka banget sma perhatian siwon ke fanny,,, apalagi aku sambil ngebayangin klo siwon bsa perhatian jga sma yoona wkwkwkwk

    pkoknya thankyu sma eonni krna udh mau ngelanjutin nih ff… smoga sampek ending ya🙂

  28. Wah udh mulai ada ketertarikan antara wonppa sama yoong, da kyuppa kya’y bakal berpaling ke seo, changmin mungkin bisa sama soo, he

  29. Syukurlah dokter lee sungmin udah ketemu, penasaran kenapa yg jadi korban nya itu tiffany? Apa ada motif lain
    daan kyuhyun ternyata ceo ya, ingin tahu apa reaksi yoona nya

  30. Siwonnya udah menaruh perhatian lebih tuh ama yoona nya,,#cieeee
    Dan yoona udah ketebak tuh kalo dia juga suka sama siwon…
    Yoona juga sayang banget sama fany
    Bener-bener sosok ibu idaman..😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s